Title : My Pretty Boy
Author : DandelionLeon
Main cast : Xi Luhan , Oh Sehun(as Oh Sehyun)
Other cast : Park Chanyeol , Byun Baekhyun, Sungjae(BTOB),do kyungsoo, Kim Jongin(Kai), Kris , Kim Jongdae(Chen), Kim Joonmyeon(Suho) ,kim minseok, huang zi tao, zhang yixing(lay) and other cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.
Rate : T
Genre : Romance, Humor garing krenyess , Friendship, School Life, GS(gender switch)
Disclaimer : Terinspirasi dari serial drama Korea judulnya 'Ma Boy' tapi isi cerita beda! Hanya sedikit yang author angkat. Seluruh cast disini milik orang tua masing-masing saya hanya pemilik ide ceritanya aja.
Summary : Karena permainan konyol yang dibuat Chanyeol, Sehun si 'sok manly' harus rela berubah menjadi perempuan untuk menyamar karena kekalahannya. Sehun harus berbagi kamar dengan seorang yeoja banyak tanya bernama Xi Luhan. Bagaimana kisahnya? Apakah mereka akan jatuh cinta satu sama lain? Dan semoga saja penyamaran Sehun sebagai Sehyun tak akan ketahuan.
Warning : Typo nyebar, bahasa belepotan , GS, DLDR! , all uke is yeoja. No bashing and no flame! Yang berani copy cerita songong ini bakal dicium sama om Sooman! ;p
Gak suka? Jangan baca!
And selamat baca ^^/
.
.
.
"O-Oh S-Sehyun?" Ucap Luhan dengan terbata-bata. Namja di hadapannya menggeram kesal. Ia menarik lengan kurus yeoja itu menuju tempat sepi.
"Kau Oh Sehyun bukan? Kau menipuku hah?" Teriak Luhan lantang saat telah berada ditempat yang sepi. Sehun tersenyum semanis mungkin.
"Ani-yo! "
"Tapi kalian sangat mirip!" Pekik Luhan frustasi.
"Ck! Geurae! Sehyun itu adikku, puas kau? "
Luhan memiringkan kepalanya dengan imut. Keningnya terlihat mengerut, sepertinya tengah berfikir.
"Jinjja? Tapi…aneh sekali? Kalian sangat mirip. Bahkan dari segi sifat!"
Sehun tersneyum miring lalu mendekati wajah Luhan.
"Fikirkan saja sendiri dengan otakmu."
Luhan mengerucutkan bibirnya. Sehun yang melihat hal itu mengerjapkan matanya berulang kali. Jantungnya berdetak dengan kencang. Oh,oh…mungkinkah kau jatuh cinta? Ah! Belum saatnya! -_-.
"Kenapa manyun begitu? Ingin dicium ya?" Tanya Sehun dingin, berbanding terbalik dengan hatinya.
"Enak saja kau! Dasar tak sopan! Menjauh dariku!" Luhan menginjak kaki Sehun dengan kencang lalu berlari dengan cepat, seolah ia tengah dikejar oleh penagih hutang.
"Aaakhh! Hey! Yeoja gila!" Luhan menjulurkan lidahnya sebelum melesat lebih jauh dari Sehun. Namja tinggi nan tampan itu hanya bisa meringis karena kakinya begitu sakit.
"Awas kau! Akan ku kerjai kau nanti!"
.
.
Lain halnya Sehun dan Luhan. Lain pula dengan Suho yang terlihat asyik menghitung lembar-lembar won dari dompetnya. Matanya tertuju pada seorang yeoja berdimple yang asyik memakan es krim bersama…Kris?
Oke, Suho terpesona untuk pertama kalinya dengan yeoja bernama Lay itu. Tetapi sepertinya startnya kalah cepat dengan Kris. Dengan gaya angkuh ia berjalan mendekati dua orang itu-dengan tangan masih penuh dengan won.
"Ck! Pendek! Mau apa kemari?" Tanya Kris dengan jengah.
"M-mwo? Pe-pendek? Baiklah tiang listrik, sepertinya yeoja manis seperti ini sangat sayang untuk seseorang sepertimu. Benarkan manis?" Dengan seenak jidatnya, Suho mengecup punggung tangan Lay. Yeoja itu tersenyum aneh.
"Yak! Dia tengah makan es krim! Jangan ganggu dia!" Teriak Kris dengan kesal. Suho hanya menjulurkan lidahnya ke arah Kris lalu melanjutkan acara 'merayu'nya.
"Jika es krimmu jatuh, aku bahkan bisa membelimu es krim berlapis emas sekalipun."
Lay memutar bola matanya jengah. Astaga! Dia benci dengan tipe namja seperti ini.
"Memangnya bisa?" Tantangnya.
"Aku banyak uang sayang~"
Lay mendecakkan lidahkan berulang kali.
"Ah~ kau banyak uang ya? Lalu? "
"Aku akan membelikan apapun yang kau mau!"
Oke, untuk hal satu ini pasti Kris kalah. Ia merutuki nasibnya. Kenapa selalu begini? Yeoja incarannya selalu diambil oleh temannya sendiri. Tidak Chanyeol, tidak Suho sama saja! ia menggigit mangkuk es krim ditangannya dengan kesal. Tapi tenang dulu Kris, kau tak tau apa yang akan dikatan Lay selanjutnya bukan?
"Semua yang ku mau?"
"Well, aku ini banyak uang! Bahkan dirumahku emas batangan hampir memenuhi seluruh gudang."
Itu memang benar, tapi coret kata gudang. Emas batangannya tersimpan didalam peti, bukan gudang! -_-.
"Jinjjayo? Dasar tukang pamer! Hanya digudang saja ya? Kenapa gigimu tak diganti dengan emas sekalian hah!" Teriak Lay dengan kesal. Kris tertawa terbahak-bahak disebelah Suho.
"Hahahahaha, mampus! Itu namanya karma! Makanya, jangan suka merebut incaran orang! Hahahaha."
Oh tidak, wajah Suho memerah. Mungkin sebentar lagi ia akan meledak dan berucap yang tidak-tidak. Atau justru, ia akan menangis seperti saat ini.
"Hiks…kau kejam Kris! Kau juga! Padahal kau sangat manis, tapi mulutmu pedas sekali, menyakiti hatiku! Huh! Aku pergi!" Namja penggila uang itu berlalu dengan dramatis. Baik Kris dan juga Lay hanya bisa saling pandang dengan wajah bingung.
"D-dia kenapa?" Tanya Lay.
"Dia sudah gila." Jawab Kris dengan datar, sangat datar.
.
.
Luhan berdiri di atas pohon dengan sebungkus makanan ringan di tangannya. Pohon itu memang tidak terlalu tinggi, hanya saja cukup tinggi untuk menyaksikan meriahnya acara persahabatan itu.
"Ish! Tidak oppa nya, tidak adiknya, sama-sama membuat kesal!" Teriaknya dengan mulut penuh snack. Matanya beralih pada dua orang yang berjalan ke arahnya. Itu Sehyun dan Sungjae bukan? Bukankah Sungjae syuting? Astaga! Luhan semakin panas saja melihatnya.
"Sehyun-nie. Kau tau? Aku merelakan jam syutingku hanya untuk bertemu denganmu."
'Memangnya aku peduli?' Batin Sehun kesal. Setelah mengganti pakaiannya dengan seragam, tiba-tiba saja Sungjae datang mendekatinya. Tau begini, seharusnya ia memakai pakaian namja saja tadi.
Dengan seringai liciknya, Luhan melempari kedua orang itu dengan snack di tangannya.
"Hey! Siapa yang melempariku?" Pekik Sungjae tak senang. Sehun dan Sungjae menatap ke arah atas. Kedua orang itu dengan refleks menunduk akibat melihat sesuatu di atas sana. Xi luhan, kau yeoja. Celana dalammu kelihatan dari bawah sini. -_-
"Kenapa menunduk? Aku mirip hantu?" Tanya Luhan dengan polosnya.
"Aish! Dasar bodoh! Kenapa tidak sekalian saja kau lepas rokmu biar celana dalammu kelihatan hah?" Sehun emosi, tentu saja! Apalagi Sungjae juga melihatnya tadi. Ia hanya…tak rela. Eh? tak rela? Sedangkan Sungjae hanya menatap aneh ke arah Sehun.
'Yeoja ini kok suaranya besar sekali?' Batinnya bertanya. Baru menyadari suara 'asli' Sehun.
Pipi Luhan merona, tangannya menarik-narik rok pendeknya dengan gerakan tergesa-gesa. Berpura-pura merapikan rambutnya lalu menatap ke arah lain.
"Turun kau!" Pekik Sehun dengan suara khas lelakinya. Sungjae mendelik kaget. Kedua tangannya menyentuh pundak Sehun agar menghadap ke arahnya.
"Sehyun-a! Suaramu kenapa besar sekali? Kau sakit?" Tanyanya beruntun dengan ekspresi berlebihan seperti biasanya. Sehun berdehem sejenak.
"I-itu, aku memang sedang batuk. Uhhukk…uhhukk…" Balas Sehun dengan suara dibuat-buat seperti yeoja. Tak lupa batuk yang dibuat-buat itu, membuat Luhan di atas sana memandangnya jengah.
"Jinjja? Kenapa tidak bilang eoh? Baiklah! Aku akan mengambil obat untukmu. Kau tunggu disini ne?"
Sehun tersenyum paksa, padahal hatinya memberontak ingin meninju wajah Sungjae sekarang juga. Apalagi saat tangan Sungjae mengelus lembut rambut-palsu-nya dengan tatapan mata memuja. Sehun yang malang. -_-
"Xi Luhan, jaga dia untukku ne? Annyeong!"
Luhan mengerucutkan bibirnya dengan lucu. Kedua tangannya terlipat di depan dada. Sangat mirip seperti bocah lima tahun yang tengah merajuk.
"Memangnya aku ini tempat penitipan apa?" Gumamnya dengan kesal. Sehun menatap ke arah Luhan. kedua tangannya reflex menutup kedua matanya. Benar-benar xi luhan, kau terlalu bodoh. -_- .
"Kenapa tutup mata? Kau takut padaku ya?" Tanya Luhan dengan seringainya yang imut itu. Aku juga tak tau apakah ada 'seringai imut' atau tidak, tapi…Xi Luhan memilikinya. Oke, lupakan saja.
"Mwo? Takut? Padamu? Memangnya kau hantu? Yeah, walau wajahmu memang seperti hantu sih."
"YAK!"
Sehun terkekeh diballik telapak tangannya. Perlahan kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku jaketnya. Pandangannya fokus ke arah atas. Difikir-fikir lagi, ini suatu keuntungan. Sehun bisa menatap celana dalam Luhan dari bawah sini tanpa harus di pukuli seperti saat ia mengintip kakak kelasnya di sekolahnya yang lama. -_-
"Cepat turun kau!" Titahnya dengan nada membentak. Luhan menutup kedua telinganya. Berpura-pura tak mendengar apapun.
"Hey! Yeoja aneh, cepat turun. Kau mau ulat bulu masuk ke dalam bajumu?"
Oke, satu hal yang harus diketahui bahwa Luhan takut ulat bulu. Yeoja itu memekik seperti orang gila. Sehun yang melihat hal itu hanya menguap bosan. Ia memperhatikan tingkah aneh Luhan yang mirip seperti orang kebakaran jenggot. Oke, Luhan perempuan dan ia tak punya jenggot.
"Kyaaaa! Bagaimana ini? Dimana Sehyun-a? Andweeee!"
"Yak! Kau itu seperti monyet kehilangan pisang saja! Sudahlah, tenang. Kau turun saja sekarang."
Luhan terdiam. Alasan pertama, ia marah karena disamakan dengan monyet. Alasan kedua, ia tak bisa turun dari atas sana. Maklum saja, Luhan itu seperti kucing. Sudah bisa memanjat, tapi tak dapat turun.
"A-aku tidak bisa turun Sehyun-a." Cicitnya sangat pelan.
Mata Sehun membulat. Untuk apa naik jika tak bisa turun nantinya? Xi Luhan, kau benar-benar bodoh.
"Mwo? Yak, aku jadi meragukan kemampuan otakmu itu. Sudah tau tidak bisa turun dari atas pohon kenapa malah memanjat? Dasar bodoh! Kau! Kucing bodoh!"
Mata Luhan memerah, bibirnya mencibik, hidungnya kembang kempis. Bisa dipastikan sebentar lagi akan turun hujan. Bersiap-siaplah memakai payung Oh Sehun.
"Huwaaa~ kenapa mengatakan aku bodoh? Hiks…tadi kau bilang aku monyet. Sekarang kau bilang aku kucing bodoh. Kau jahat Sehyun! Hiks…eomma~"
Astaga! Sehun merasa dirinya akan gila. Berhadapan dengan Luhan yang memiliki sifat aneh seperti ini. Ia menggeram kesal.
"Yak! Diam! Habisnya kau mirip keduanya! Kau tinggal pilih saja, mau dibilang monyet atau kucing bodoh?" Namja tampan yang berdandan seperti perempuan itu mengeluarkan seringai andalannya. Ternyata menggoda Luhan enak juga, fikirnya.
"Hiks…Aku pilih kucing bodoh saja…hiks…" Jawab Luhan dengan polosnya. Ia mengusap matanya dengan punggung tangannya. Benar-benar seperti tingkah anak kecil usia lima tahun.
Sehun mengerjapkan matanya berulang kali. Sejujurnya ia ingin tertawa. Menyadari ada orang sebodoh-sepolos-Luhan. Ia hanya tersenyum tipis.
"Baiklah kucing bodoh. Aku tinggal ne? Selamat bersenang-senang di atas pohon bersama ulat bulu. Hahahahaha." Sehun hendak berjalan berbalik, namun suara lembut itu menyapa indera pendengarannya. Sejujurnya Sehun hanya bercanda. Ia hanya ingin mengerjai Luhan. Entahlah, wajah menangis Luhan sungguh seperti hiburan tersendiri baginya.
"Oh Sehyun! Jangan pergi, jebal. Tolong aku~ hiks…"
Sehun masih tak bergeming ditempatnya.
"Sehyun-a, jangan tinggalkan aku sendirian."
Sehun menggelengkan kepalanya pelan.
"Yak! Oh Sehyun! Jika kau meninggalkanku, aku akan melaporkanmu pada oppa mu!"
Oppa? Sehun memutar bola matanya malas. 'Oppa yang kau maksud itu adalah aku, bodoh.' Ucapnya membatin.
"Jika kau melangkah, aku akan menyuruh Sungjae untuk menciummu!"
Ancaman bagus Luhan. Lihatlah, sekarang Sehun sudah berada di bawah pohon dengan tangan terjulur ke atas. Sekalian juga, menikmati pemandangan indah diatas sana, celana dalam Luhan. -_-
"Ppali! Cepat turun! Aku akan menangkapmu!" Titahnya dengan ketus. Luhan tersenyum menang. Ia mulai bergerak turun. Memegangi beberapa cabang pohon agar tak terjatuh. Wow! Sehun memelototkan matanya. Ini jelas… ini jelas! Ia tersenyum mesum dengan kedua pipi memerah. Tolong panggilkan dokter kejiwaan. Sepertinya Sehun mulai gila.
"Yak! Kucing bodoh! Lama sekali sih? Dasar lamban!"
"Sebentar, kau kira ini mudah? Tanganku saja sampai_kyaaaa!"
Kaki Luhan terpeleset. Gadis cantik itu menutup matanya rapat. Takut merasakan sakit ditubuhnya. Tapi, Kenapa tidak sakit? Perlahan Luhan membuka matanya.
GLEKK…Ia menelan ludahnya dengan kasar. Wajahnya dan Sehun berada dekat dengan jarak dua senti. Bahkan hidung keduanya sudah bersentuhan. Sehun tersenyum tipis. Ia memeluk pinggang Luhan dengan erat. Tubuh ringan dan semungil itu tentu saja bisa ditangkap Sehun dengan mudah. Luhan masih mengerjap dalam gendongan Sehun. Wajahnya mendadak memanas. Jantungnya berdegup kencang.
'Aku bukan lesbian! Aku normal…aku normal.' Gumam Luhan dalam hati, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
Sementara Sehun, ayolah! Ia sudah berada dalam fantasinya sendiri. Apalagi dada kenyal Luhan menekan dadanya. Wajah Sehun ikut merona, walau tak ketara jelas.
Keduanya masih berada dalam dunia masing-masing. Saling menatap wajah lawannya. Perlahan, Sehun mulai mendekatkan bibirnya ke bibir tipis Luhan. Gadis cantik itu tersentak. Sedikit lagi…sedikit lagi dan…
"Sehyunnie? Luhan? Kalian sedang apa?"
BRUKKK…Dengan cepat Sehun melepas gendongannya, membuat Luhan terjatuh di tanah. Luhan meringis menahan sakit di bokong dan juga pinggangnya.
'Sialan kau! Padahal sedikit lagi!' Umpat Sehun dalam hati. Ia menatap Sungjae dengan tajam. Sedangkan Sungjae melongo tak percaya.
"K-kau tadi menggendong Luhan?" Ucap Sungjae dengan ekspresi berlebihannya. Sehun menatap anak itu datar, sedatar-datarnya.
"Memangnya kenapa? Kau ingin ku gendong juga?" Tanyanya sinis. Sungjae memiringkan berfikir, bagaimana mungkin perempuan yang menggendong lelaki? Namja itu bergidik sendiri memikirkannya.
"Ayo pergi!" Ucap Sehun dengan ketus. Luhan menatapnya dengan sebal.
"Aku tidak bisa jalan! Kau fikir ini tidak sakit?"
"Kau gendong dia ne?" Ucap Sehun pada Sungjae. Sungjae tentu saja mau. Ia akan mengikuti apapun perintah Sehyunnya. Luhan tersenyum senang. Digendong oleh idolamu sendiri, siapa yang tidak mau coba?
"Baiklah tuan putri, aku akan menuruti perintahmu."
'Tuan putri kepalamu!'
.
.
Sehun menatap Luhan dengan malas. Pasalnya, gadis cantik itu terus-terusan tersenyum di depan kaca sejak acara 'persahabatan antar sekolah' usai. Ia menggaruk kepalanya yang masih mengenakan wig dengan wajah kesal. Terlebih lagi Luhan tak kunjung terlelap sejak tadi.
Sehun ingin pulang ke rumahnya. Apalagi besok itu libur. "Hoy! Kau tidak tidur eoh?" Tanya Sehun dengan nada ketus. Luhan yang masih asyik dengan lamunan indahnya kini menatap berang ke arah roomatenya itu. Ingin melempari wajah Sehun dengan kaca, hanya saja Luhan masih punya pri kemanusiaan. Oke, lupakan saja.
"Memangnya apa pedulimu hah? Aku mau begadang sampai pagi! Memangnya kenapa?" Ucap gadis cantik itu sengit. Sehun mengerucutkan bibirnya dengan imut. Mungkin jika Sungjae melihat hal ini, dapat dipastikan namja itu akan mencium bibir Sehun. Itu pun jika ia sanggup menerima tinjuan terlebih dahulu.
"Aku memang tidak peduli, kucing bodoh. Hanya saja, aku muak melihat wajah jelekmu itu." Ujar Sehun sambil mengutak-atik ponselnya. Luhan menatapnya tajam. Sehyun benar-benar mirip dengan oppa nya_eh? tunggu!
Luhan berjalan mendekati Sehun-tentu saja tanpa Sehun sadari- dengan mata memicing. Mendekati wajah Sehun dengan mata meneliti. Dekat…sangat dekat, hingga hanya terpaut jarak beberapa senti saja.
'Sangat mirip, atau jangan-jangan yang tadi siang itu Sehyun ya?' Batin Luhan bertanya.
Sehun masih tak menyadari kehadiran Luhan didekatnya. Ia malah asyik bermain ponsel sambil membaca status facebook hyung-hyungnya yang memiliki kadar kewarasan kurang itu. Sampai akhirnya ia merasakan deru nafas hangat seseorang di wajahnya. Ia mengangkat wajahnya dan…
"HUWAAA!" Sehun terlonjak dengan wajah mengerikan. Luhan hanya terdiam dengan wajah polosnya. Tubuhnya masih membungkuk seperti posisi semula. Ia memperhatikan Sehun yang mengelus dada tak jauh darinya.
"Dasar kucing bodoh! Kenapa mengagetkanku hah!" Pekik Sehun dengan suara beratnya. Luhan memiringkan kepalanya dengan lucu.
"Kau ini aneh. Aku hanya meneliti wajahmu saja. Kenapa kau terkejut sampai seperti itu? Heboh sekali." Balas Luhan dengan sinis.
"Meneliti apa ? Kau ini berbicara suka melantur ya? Memang ada apa diwajahku hah? Apa aku sebegitu tampannya dan_YAK!"
Sehun kembali berteriak histeris. Sebelah tangannya menutup matanya, walau sebenarnya anak itu masih mengintip dibalik jemarinya. -_-
"Kali ini apa lagi hah?" Tanya Luhan yang mulai jengah.
Sehun menunjuk Luhan, tepatnya ke arah dadanya. Oh astaga, Luhan yang cantik. Kau tak tau bahwa di hadapanmu adalah seorang namja super mesum? Kenapa kau memperlihatkan bagian tubuhmu yang itu? Lihat saja, Luhan hanya mengenakan tanktop putih dan juga hotpants hitam. Dengan posisi menunduk seperti itu, tentu saja kelihatan 'sesuatu' yang menggantung disana. -_-
"Oh ? Ini? Wae? Kau mau lihat? Punyamu tak sebesar punyaku ya?" Tanya Luhan dengan seringainya. Bukannya menutup ia malah semakin menurunkan tanktop putihnya hingga menampakkan sebagian buah dadanya yang tertutup bra hitam.
Oke, Sehun ingin menggantung wignya sekarang juga lalu menyerang Luhan dan_ lupakan. Sehun masih menggunakan otak normalnya. Jika itu Jongin atau Chanyeol mungkin keduanya sudah melahap santapan manis seperti Luhan. Tapi Sehun, ia masih sayang nyawa. Jangankan 'memakan' Luhan, memegang karena tak sengaja saja sudah mendapat lebam biru di wajahnya, apalagi memakan.
Namja berkulit putih itu melempar bantal ke arah Luhan.
"Aish! Dasar bodoh! Kenapa tidak sekalian saja buka bajumu hah!" Pekik Sehun kesal. Luhan yang entah pada dasarnya bodoh atau bagaimana, malah menyingkap tanktopnya ke atas, membuat mata sipit Sehun melebar.
'Dia Serius?' Batin Sehun. Ia menggelengkan kepalanya berulang kali. Baiklah, hitung-hitung ini bonus bukan? Sehun terbengong ditempatnya dengan mulut menganga. Terlebih saat Luhan berganti pakaian tepat di hadapannya. Catat sekali lagi, 'tepat di hadapannya!' Tentu saja ia bisa melihat 'semuanya'. Untung saja Luhan masih mengenakan pakaian dalam!
'Ayo, buka yang itu juga.' Batin Sehun tersenyum mesum.
'Aku foto tidak ya?' Batinnya nakal. Luhan masih tak menyadari seseorang dibelakangnya yang siap menerkamnya kapan pun. Ia masih asyik sendiri. Mengancing piyamanya.
"Oh iya, apa maksudmu dengan kata 'tampan' tadi?" Tanya Luhan mulai menyentak lamunan mesum Sehun. Namja albino itu gelagapan sendiri.
"Ah-um, apa? Yang mana?"
" Kau mengatakan 'apa aku sebegitu tampannya' lalu kau berteriak. Yang tadi itu loh, kau lupa?" Tanya Luhan lagi. Gadis cantik itu mulai membaringkan tubuh mungilnya di ranjangnya sendiri. Sehun yang baru saja tersadar dengan ucapannya tadi langsung memasang wajah datar.
"Ah? Yang itu? Aku hanya salah ucap saja." Jawabnya asal. Untung saja Luhan tidak curiga sama sekali.
"Omong-omong, aku ingin bertanya. Kau dan oppa mu itu kembar ya?"
Sehun mengernyitkan dahinya. Sesungguhnya ia ingin tertawa. Bisa-bisanya gadis polos itu di kelabuinya dengan mudah. Sehun hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Wae? Kau menyukainya?" Kekeh Sehun geli.
"Iya, aku menyukainya."
DEG! Jantung Sehun berdegup dengan cepat. Pipinya memanas.
'Ada apa denganku?' Batinnya bertanya dengan gelisah.
"Terkecuali jika sifatnya tidak sedingin itu." Lanjut Luhan lagi. Oke, sudah terbang setinggi langit, kini balik terhempas ke bumi. Sehun membatu di tempatnya.
"Dia tidak dingin! Kau saja yang belum mengenalnya!" Sungut Sehun dengan kesal. Luhan hanya balas dengan menguap malas.
"Yayaya, terserahmu saja nona. Sampaikan salamku untuknya. Katakan bahwa dia menyebalkan!"
Sehun membuang wajahnya ke arah lain. Tangannya melipat di depan dadanya.
"Kau itu yang menyebalkan." Lirih Sehun sangat pelan.
"Hey, kucing bodoh?"
"…."
"Yak, yeoja aneh."
"…."
"Yak, Xi Luhan kau tuli hah? Jawa saja a_"
Sehun menatap Luhan yang sudah tertidur pulas dengan dengkuran halus keluar dari bibir pinknya. Tanpa Sehun sadari, ia tersenyum tipis.
"Sudah tidur rupanya." Gumamnya. Ia berjalan mendekati Luhan. Tangannya terulur mengusap wajah halus Luhan. Yang jelas, Sehun sendiri juga tak mengerti dengan tingkahnya kini.
"Kau yeoja aneh." Ucapnya lagi entah pada siapa.
"Tapi aku menyukaimu."
.
.
=To Be Continued=
Annyeong semuanya? Siapa yang ngira sehun ketauan? Kkkk… aku sengaja buat penyamaran sehun gak ketahuan secepat itu. soalnya nanti gak enak aja. Alurnya berasa cepet banget ntar.
Maaf banget kalian nunggu ini ff sampe jamuran. Aku gak tau kenapa bisa ngeblank pas tiap mau ngetik ff ini. abisnya mau buat humor yang beneran lucu malah berujung garing. -_-
Buat fanfic ini, aku sengaja buat bahasa yang ringan dan gak banyak kata-kata high classnya. Maaf kalo kalian ngerasa ini nyampah banget. T…T
Oh ya, buat konflik. Nanti next chapter bakal bermunculan kok. Semoga kalian gak ngerasa bosan dengan ff yang satu ini ne? *aegyeo*
Buat next chapter, insya Allah aku bakal update cepat dan gak selelet ini, doain aja semoga otaknya gak mampet ye? /dilindes truk/ .
Thanks for : [EarthDo] [cho'sehyun'5] [Dhea485] [Sanshaini Hikari] [mery'leonahizhiz] [fuawaliyaah] [younlaycious88] [DiraLeeXiOh] [saY'You] [May Angelf] [Hacia Hikari] [andini taoris] [delimandriyani] [Peter Lu] [PandaCherry] [0312luLuEXOticS] [Fifia SPENSABAEXO138] [Oh Luhan] [Guest1] [Guest2] [NyunSehun] [keyungsu] [vangezzty] [kachimato] [chanbaekship] [doremifaseul] [luhannieka] [Phii Chann] [sari'mulyani'94] [yeollo] .
.
.
Masih ada yang belum disebut? Oke, mian buat yang belum dib alas reviewnya. Maybe lain waktu ne?
Oke, sekian aja. Semoga ff ini bisa buat otak kalian segar kembali /apah/ dan…mohon review ne? jangan jadi silent readers doang. Hargai author yang udah ngetik. Review kalian bagai vitamin lo buat aku, fufufu. Saranghae~ *love sign* .
