Preview last story :
"Sudah tidur rupanya." Gumamnya. Ia berjalan mendekati Luhan. Tangannya terulur mengusap wajah halus Luhan. Yang jelas, Sehun sendiri juga tak mengerti dengan tingkahnya kini.
"Kau yeoja aneh." Ucapnya lagi entah pada siapa.
"Tapi aku menyukaimu."
.
Story ©DandelionLeon
My Pretty Boy ®
And … happy reading guys :DD
.
.
Sehun terbengong dengan ucapannya sendiri. Sadar tak sadar, ia telah mengungkapkan isi hatinya barusan. Dengan tatapan kosong ia menepuk bibirnya dengan kuat.
"Aku bicara apa? Aku bicara apa?" Tanyanya bermonolog. Kepalanya menggeleng dengan kuat. Tidak, dia belum bisa jatuh cinta secepat ini. Lagi pula Sehun masih dalam masa 'penyamaran' bukan? Ia hanya tak ingin kelepasan nanti. Apalagi you know lah, dia lelaki dan Luhan perempuan. Berbagi satu kamar. Jika ia mengakui siapa dia sebenarnya, mungkin nyawa Sehun dalam ancaman, atau mungkin sebaliknya? Mwollayo~
"Oh Sehun! Kau sudah gila!" Desisnya. Ia berjalan menuju jendela kamar lalu melompat dari bawah sana. Tanpa sadar ada seseorang yang memotret dirinya saat itu. Benar-benar ceroboh sekali.
"Siapa lelaki ini? Akan ku habisi dia nanti." Ucap orang itu bermonolog di balik semak-semak.
"Sungjae-ssi?"
"E-eh? A-ahjussi? Kau tengah patroli ya?" Si pengintai yang ternyata adalah Sungjae itu tergagap saat dirinya di pergoki oleh satpam asrama putri. Satpam itu menatapnya datar.
'Untung saja kau artis, jika tidak akan ku pentung kepalamu!' Batin satpan itu geram.
.
.
Hari ini hari libur, dan Luhan baru saja terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak. Ia tersenyum setelah menggeliatkan tubuhnya untuk mengusir rasa kaku. Matanya mengerjap-ngerjap menatap ranjang di sebelahnya yang terlihat sangat rapi.
"Apa Sehyun sudah bangun ya?" Tanyanya bermonolog ria. Gadis itu mengedikkan bahunya tak peduli. Baru saja Luhan hendak memasuki kamar mandi, suara dering ponselnya mengisyaratkannya untuk kembali. Ia membuka sebuah pesan singkat yang baru saja masuk.
From : Baekkie
Luhannie, hari ini kita jadi pergi kan? Kita akan mengikuti Gokon* . Kyungsoo dan yang lainnya sudah siap-siap. Kami menunggumu di depan gerbang, arra? Jangan lama! :p
Gadis bermata rusa itu mendesis sebal. Ia baru ingat dengan janji 'dating bersama' dengan teman-temannya yang lain. Sejujurnya Luhan tidak mau. Untuk apa mengikuti kencan seperti itu? Mana lelakinya belum jelas lagi! Jika mereka ternyata lelaki hidung belang bagaimana?
Akhirnya Luhan memilih untuk segera mandi.
Tak butuh waktu lama untuk Luhan mandi. Gadis itu kemudian memakai hotpants berbahan jeans berwarna biru dongker hingga memperlihatkan kaki putih mulusnya yang membuat siapa saja tergiur dan juga baju kaos hitam dengan tulisan 'see?' berwarna putih. Gadis cantik itu lalu mengambil tas kecil berwarna merahnya-yang biasa ia gunakan untuk jalan-jalan. Rambut panjangnya ia gelung ke atas, mengikatnya dengan asal namun memberi kesan cantik dan sexy secara bersamaan.
Hampir saja Luhan melangkah keluar jika tak mengingat dirinya belum memakai sepatu. Mana mungkin Luhan berjalan dengan 'ceker ayam' , memalukan. Luhan memakai sepatu Converse merahnya dengan sol setinggi lima senti. Setelah selesai ia terus berlari menuju tempat teman-temannya berada.
"Yak, kau yakin akan berpenampilan seperti ini?" Heran Zitao.
"Memang kenapa? Aku malas memakai dress, nanti mereka menatap lapar tubuhku."
PLAKK.. dengan tak berdosa, Yixing menepuk bokong seksi Luhan dengan keras.
"Aigoo~ jika begini mana ada lelaki yang tertarik melihatmu." Ejek Minseok lagi.
Oke, tak ada yang salah dengan penampilan Luhan kan? Baiklah, teman-temannya berlagak anggun hari ini dengan dress khas musim panas yang mereka gunakan. Kyungsoo dengan gaun selutut berwarna baby blue lengan pendek, Zitao dengan rok pendek putih dan juga kemeja strip vertical hitam putih dengan dua kancing atas terbuka, Yixing mengenakan dress baby doll berwarna pink muda dengan aksen bunga-bunga kecil di ujung dressnya, Minseok dengan dress ungu diatas lutut tanpa lengan dan Baekhyun dengan dress kuning pucat yang hampir serupa dengan punya Minseok, hanya saja milik Baekhyun terlihat lebih err… terbuka di bagian dadanya.
"Oke, aku yang paling biasa. Tapi aku tidak peduli! Sudahlah, ayo kita pergi sebelum hari semakin terik."
Akhirnya keenam remaja tu pergi menelusuri jalanan ibu kota Seoul. Setelah turun dari bus, mereka berjalan menuju sebuah kedai es krim, tempat keenamnya melakukan janjian dengan lelaki yang entah bagaimana rupanya.
Mata Minseok mencari-cari salah seorang dari keenam namja itu yang Minseok kenal. Seorang namja bernama Changsub terlihat melambaikan tangannya, mengisyaratkan keenam perempuan cantik itu untuk bergabung. Mereka menatap perempuan-perempuan itu kagum.
"Hey, kenapa anak dari sekolah kita juga ada?" Tanya Zitao tak setuju saat melihat Zelo yang menatapnya datar dan…
"Byun Taehyung? Kenapa kau disini hah?" O-ow… Baekhyun menatap nyalang adik sepupunya itu. Sedangkan yang dilihat hanya merengut.
"Aish! Noona, aku juga ingin berkencan dengan salah satu temanmu!" Ucapnya penuh protes, sedangkan Baekhyun hanya menghela nafasnya berat.
"Baiklah perkenalan dulu." Ucap Yixing mencoba menengahi keduanya.
"Annyeong, Changsub-imnida." Ucap lelaki yang tadi memanggil mereka kemari.
"Annyeong, naneun Choi Zelo-imnida. Lelaki paling tampan." Ujar Zelo dengan narsisnya, membuat Zitao berakting seolah ingin muntah. Keduanya saling adu deathglare. Maklum, Zelo dan Zitao adalah musuh bebuyutan sejak mereka sekolah dasar.
"Nan Byun Taehyung. Lelaki paling awesome. Benarkah noona ku yang sexy?" Ucapnya Taehyung, matanya menatap Baekhyun sambil senyum-senyum seperti orang gila. -_-
"Namaku Gongchan Shik, salam kenal."
Seperti ada sebuah backsound nyanyian dari surga saat lelaki tinggi dan manis itu memperkenalkan dirinya. Luhan langsung menatap Gongchan lama. Ia sudah berencana, Gongchan harus bersamanya dalam kencan ini! hohoho.
"Annyeong, Naneun Jung Daehyun-imnida. Aku dari sekolah tetangga. Salam kenal cantik."
CUP… Omaigat, Daehyun langsung mencium tangan Baekhyun seenaknya.
Keenam gadis itu menatapnya dengan wajah sweatdrop. Ingin meninju, tapi takut malu. Yang benar saja, cantik-cantik begini bertenaga bison? Padahal memang iya. -_-
"Annyeong, Hwang Chansung imnida."
"Kyaaaa!" Pekik Zitao membuat mereka semua menatap anak itu aneh.
"Oppa! Kau kelas berapa? Dari sekolah mana? Kau suka olahraga apa? Kau suka musik? " Tanya Zitao bertubi-tubi dengan mata berbinar. Jujur saja, Zitao sangat suka lelaki bertubuh tegap begini. Jadi, misalnya mereka berpacaran lalu tiba-tiba bertengkar, Zitao bisa mudah me-wushu orang ini. Mana mungkin pingsan badan sebesar itu. Zitao trauma pacaran dengan namja bertubuh kurus, maklum saja jika sudah emosi anak itu akan berubah seperti kungfu panda. -_-
"Aku kelas tiga dari Hankyu High School. Aku suka basket dan renang. Tentu saja aku suka, aku suka musik hip hop dan RnB."
"Kita sepertinya cocok, margaku 'Huang' marga oppa 'Hwang' . Mirip! Mirip!" Pekik Zitao seperti monyet mendapatkan pisang. Oke, monyet terlalu jelek untuk perempuan cantik sepertinya, bagaimana dengan panda yang kehilangan pisang? O.o
"Zitao, jangan norak." Nasehat Luhan dengan lembut. Eh? kelima temannya menatap Luhan. Ada apa dengan anak itu? fikir mereka.
'Dia kehabisan obat, makanya begitu.' Bisik Yixing pada Minseok.
Hey, Luhan hanya ingin tampak menjadi wanita lemah lembut di depan incarannya, Gongchan. Melihat dia seperti lelaki baik-baik membuat Luhan berfikiran bahwa Gongchan suka wanita feminine. Ah! Luhan jadi menyesal karena tidak memakai dress anggun tadi.
Keenam gadis itu akhirnya mengenalkan diri mereka. Setelah usai, sekelompok anak remaja itu saling terlibat obrolan ringan satu sama lain. Sekedar untuk mengetahui hoby masing-masing. Seperti…
"Taehyung hoby nya apa?" Tanya Minseok seperti tante-tante genit yang hendak 'memakan' anak dibawah umur.
"Hoby nya itu mengintip orang mandi." Celetuk Baekhyun. Adik sepupunya itu menatapnya penuh dendam.
"Ehm… bagaimana jika memilih salah satu pasangan kencan kita untuk hari ini?" Usul Luhan ditengah peperangan yang hampir terjadi. Maklum saja, Luhan sudah tidak tahan ingin mengobrol panjang lebar dengan Gongchan si angel itu. Hahahahaha.
"Baiklah, aku bersama Changsub saja." Ucap Minseok dan Changsub mengangguk setuju.
"Noona tidak jadi dengan aku?" Tanya Taehyung.
"Kau tukang intip, noona tidak suka." Eh…
"Aku dengan Chansung oppa! Ne oppa? Ne?"
"Ah~ baiklah." Chansung hanya mengangguk-angguk saja, malas memilih tepatnya. Bukannya apa, sebenarnya Chansung suka dengan mereka semua. Hanya saja, ia sudah memiliki kekasih (berbicara dengan bisikan).
"Aku dengan Luhan saja, kau mau bersamaku?" lalalala, Luhan ingin jatuh ke kolam penuh bunga mawar saat Gongchan yang menawarkan diri terlebih dulu. Tentu saja ia langsung mengangguk semangat.
"Pokoknya aku dengan Kyungsoo noona! " Pekik Taehyung girang. Sementara gadis mungil itu menatapnya dengan tatapan bulat miliknya.
"Dan aku bersama Byun Baekhyun baby."
Ewwh~ Baekhyun geli melihat lelaki bernama Jung Daehyun ini. Tetapi mau bagaimana lagi? Tak mungkin kan jika ia bersama Zelo yang notabenenya adalah… mantan kekasihnya.
"Jadi? Aku denganmu ya?" Tanya Yixing sinis.
"Tenang saja Yixing, aku bukan lelaki sombong yang suka pamer harta." Ujar Zelo dengan wajah datarnya.
Akhirnya setelah memiliki pasangan masing-masing, mereka semua memilih pergi ke Lotte world. Kencan di wahana bermain pasti mengasyikkan sekali.
Setelah puas bermain akhirnya keenam pasangan itu memilih untuk makan bersama di kedai ramen. Lagi asyik mengobrol, suara segerombol anak lelaki menghentikan aksi makan mereka.
"Lho? Itu bukannya EXO ya?" Tanya Zitao polos. Yixing berdecih tak suka saat melihat si manusia sok kaya- Suho. Lain halnya dengan Kyungsoo yang menatap Jongin penuh arti. Minseok sih biasa saja, ia bahkan tak mengenal mereka satu pun. Namun ada lelaki berwajah imut seperti kucing yang ia perhatikan.
"Lucunya…" Gumamnya gemas. Maklum saja, ia suka dengan hal-hal yang berbau cute.
Baekhyun menatap Chanyeol sekilas lalu kembali mencoba melepaskan diri dari aksi 'sok romantis' Daehyun. Luhan? ia bahkan tak menatap mereka sedikitpun. Terlalu asyik mengobrol dengan Gongchan.
Keenam lelaki disana (read : EXO) tanpa mereka sadari duduk tepat disebelah meja mereka.
"Hyung! aku Kushiro ramen saja." Pekik Kai heboh.
"Aku Asahikawa ramen saja." Jawab Chanyeol seadanya. Maklum, sedang lesu karena di putuskan oleh tiga pacarnya sekaligus semalam.
"Sama keritingnya seperti rambutmu." Ejek Chen dan dihadiahi tatapan dingin dari gitariss yang jarang mandi itu.
"Abura soba." Ucap Sehun semangat.
"Aku tonkotsu shoyu saja, tapi kau yang bayar ya hyung?" Ujar Chen sambil senyum-senyum mesem ke arah suho. Suho menatapnya datar lalu mengangguk.
"Aku Tokyo ramen, kau bagaimana Kris?" Tanya Suho.
"Aku sama saja seperti mu." Balas Kris, sejujurnya ia mengantuk, tetapi teman-sialan-nya ini memaksanya untuk pergi jalan-jalan dihari libur. Padahal Kris ingin tidur sampai ia membuat benua Amerika di bantalnya. -..-
"Baiklah! Ahjussi, kami pesan yang itu tadi. Minumnya air putih saja, irit." Ucap Chen, yang lain hanya jawdrop melihatnya. Temannya yang satu itu iritnya kelewat irit.
Keenamnya terus makan dengan lahap. Seperti orang kesetanan. Minus Chanyeol, karena ia berjanji takkan makan dengan lahap sebelum mendapat bidadari lagi. Huh! Sekali playboy tetap saja playboy.
Mata Sehun tak sengaja menatap Luhan yang tengah berbisik ria bersama lelaki yang tak ia kenal-Gongchan. Maknae EXO Itu terbatu-batuk lalu meminum air putihnya dengan cepat.
"Kau Kenapa?" Tanya Chanyeol lesu.
"I-Itu, Lu-Lu-Lu.."
"Lupa?" Tanya Chen dengan alis mengerut. Sehun dengan kuat menggeleng.
"Lucu?" Tanya Suho dengan ekspresi serupa seperti Chen, namun Sehun tetap menggeleng.
"Lutung?" Tanya Kai sambil menahan tawa.
'itu sih kau Kai.' Batin Sehun.
"Lumpuhkan lah ingatanku, hapuskan tentang dia." Ujar Chanyeol dengan wajah lesu minta ditinju. Teman-temannya menatapnya datar. Apa-apan pula itu, dia menyanyikan lagu Geisha yang notabenenya adalah lawan mereka dari sekolah bina bangsa . Oke, lupakan tentang Geisha. -_-
"Lu olang mau owe bogem ha?" Ucap Kris dengan logat bahasa Chinanya.
"L-Lu-LUHAN!" Pekik Sehun secara tak sadar. Teman-temannya menatap ke meja sebrang. Termasuk si pemilik nama yang ikut-ikutan meenatap meja sebrangnya.
Sehun menutup mulutnya. Matanya melirik kesana kemari. Ia semakin gugup saat Luhan berjalan ke arahnya.
"Kenapa kau memanggilku? Kau oppa nya Sehyun kan? Kenapa tau namaku?" Tanyanya dengan bingung. Sehun ingin memotong lidahnya saja! Tapi… bisa-bisa ia bertambah cadel.
Pemuda tampan itu berharap hyung-hyungnya mau membantu. Tapi apa? Suho sudah berlari ke meja sebrang untuk mengganggu Yixing. Chanyeol tengah mengusir Daehyun agar tak mengganggu Baekhyun-nya, Kai duduk berbincang bersama Kyungsoo. Sedangkan Chen tentu saja tak bisa diharapkan, ia kan takut perempuan. Ah!
"Kris hyung~" panggil Sehun manja. Dan hyungnya yang berasal dari galaxy itu tengah tidur disebelahnya.
Oke Sehun, ambil nafas, buang. Ambil nafas, buang. Ambil nafas, buang. Sampai kau tua. Oke, maksudku biar kau tenang.
"Wae? Adikku selalu bercerita tentangmu. Tentang kau yang cantik dan juga sexy."
Oh
My
God
Sehun merutuki mulut bodohnya. Sedangkan Luhan menatapnya berang.
'Apa jangan-jangan Sehyun itu benar-benar lesbi ya? Aku harus menanyakan hal ini nanti!' Batin Luhan dengan semangat berkobar.
"Y-yeah, dan ternyata dia bohong." Lanjut Sehun dengan wajah tanpa ekspresinya. Luhan menghela nafasnya.
"Oke, terserahmu saja tuan tampan. Tapi, bisa tidak kau jangan teriak-teriak seperti tadi?"
Pipi Sehun merona saat Luhan memanggilnya 'tuan tampan' . Huh! Baru saja dibilang seperti itu sudah memerah, bagaimana jika dia menciummu?
"Lalu? apa kau merasa terganggu?" Tanya Sehun seolah tak ada masalah apapun.
"Tentu saja ada karena KAU DAN TEMAN-TEMANMU MENGHANCURKAN ACARA KENCAN KAMI!' Teriak Luhan menggema di dalam kedai ramen itu. Semua mata tertuju padamu Luhan.
"Gwaenchan Luhan-a, kita ajak saja mereka sekalian bergabung." Ucap Kyungsoo sambil tersenyum manis. Terang saja dia mau karena ada Jongin disana. Dasar modus, ckckckck.
"Apa-apaan ini? Jika seperti ini aku tidak mau, aku pulang saja." Ucap Changsub tak terima.
"Aku juga pulang, lebih baik kita bermain ke game center. Kajja Zelo-ya." Akhirnya Taehyung dan Zelo juga keluar. Lagi pula bukankah urusan mereka memang sudah usai? Sudah makan bersama, bermain dan mengobrol.
"Hm, maaf. Sepertinya aku juga harus pulang. Ibuku menyuruhku untuk mengantarnya ke rumah nenekku yang sakit." Bohong Chansung.
"Oppa, kenapa_"
"Besok-besok kita bisa bertemu lagi Zitao-ie."
Akhirnya mereka duduk di satu meja. Hanya Gongchan saja yang bertahan. Daehyun sudah pergi sejak Chanyeol mengusirnya tadi. Mungkin saja sekarang anak itu tengah menangis di ketiak ibunya, fikir Chanyeol geli.
"Omong-omong, bagaimana jika kita berkenalan dulu?" Ucap Minseok dengan senyum terbaiknya. Ayolah, di hadapan mereka adalah lelaki yang sangat tampan. Masa mau di sia-siakan?
"Namamu siapa? Aku Kim Minseok!" Minseok menjabat tangan Chen yang sudah gemetar seperti orang demam.
"Kau kenapa?" Heran Minseok, ia malah menempelkan punggung tangannya di dahi Chen.
"Kkkk~ dia itu takut sama wanita ."Terang Chanyeol dengan wajah yang sudah sumringah seperti biasa. Maklum, suda mendapat makanan 'segar' seperti Baekhyun. Mencari kesampatan dalam kesempitan, ia malah menggenggam tangan gadis itu tanpa tau malu sedikit pun.
"Dan Chanyeol adalah penjahat wanita." Ujar Sehun dengan wajah datarnya.
"Gongchan oppa, kau sungguh bisa memanah? Wah! Daebakk!" Puji Luhan secara tiba-tiba. Membuat semua yang ada di meja itu melirik ke arah mereka.
'Cih! Aku bahkan bisa memanah, memanahkan cintaku untukmu.' Batin Sehun kesal. Ia terus menatap Luhan sejak tadi.
"Hey bocah, kita sudah sampai di Kanada? Apa yang kau lihat sampai matamu hampir keluar begitu? Hoahhmmm…" Kris yang baru bangun dari 'hibernasi' selama beberapa menit itu menatap orang-orang di depannya.
'Sejak kapan banyak bidadari? Apa aku sudah mati?' Fikirnya bodoh.
"Hai Yixing." Sapanya pada gadis berdimple manis yang tengah adu deathglare bersama Suho. Mendadak gadis itu berubah tersenyum manis.
"Hai juga Yifan."
"Eh? Dia orang China ya?" Sambar Tao dengan cepat.
"Ne, aku orang Chi… na" Ucap Kris terbata-bata. Matanya membulat dengan pandangan memuja..
Only you~
"Annyeong, Huang Zitao imnida. Salam kenal gege."
Glekk…. Tao, youre so damn sexy… I want you in my bed to night…
Please Yifan, hentikan fantasi liarmu itu karena ini bukan fanfic rate- M . DAN… apa-apaan dengan bahasa Inggris yang belepotan itu?
Yifan mengangguk-angguk dengan semangat empat lima. Tangannya menggenggam tangan halus Zitao dengan erat.
"Aku Wu Yi Fan, tapi panggil saja Kris. Salam kenal manis."
CHU~ dengan seenaknya lelaki itu mencium Zitao hingga membuat gadis itu pingsan dengan wajah merahnya.
"dasar naga bodoh! Dia jadi pingsan!"
"bibir uri Zitao ternodai."
"bla… bla… bla…"
Kris menatap orang-orang disana dengan wajah bingung. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
"memangnya aku salah apa?" tanyanya dengan wajah tanpa dosa.
.
.
To be continued
.
.
Haloooo… apakah masih ada orang yang baca ff ini? oh mai gat… hiatusnya udah hampir setahun loh~ mianhe, aku stuck aja dengan ff ini.
Btw, di chapter ini moment HunHan nya memang gak ada. Aku buat variasi couple lain biar gak itu-itu aja ceritanya. Tapi… chapter depan udah mulai kok konflik-konfliknya. Ehehehe.
Buat yang udah review, thanks banget deh. Aku sempat 'hampir' ngelupain ff ini but… kakakku yang memang hunhan shiper selalu nagih ini ff aneh di sambung lagi.
Oke, masih mau lanjut atau enggak? Review please?
.
.
