.
"Unconquarable"
.
Mingyu x Wonwoo
.
Kantin tiba-tiba saja ramai saat gerombolan anak basket kelas satu menyeruak dan menempati beberapa meja kosong disana.
"Mingyu, disini!"
Seorang remaja tinggi dengan rambut biru mencoloknya baru memasuki kantin lalu mencari sumber suara yang memanggil namanya. Kaki jenjangnya yang masih berbalut celana basket menghampiri meja kawan-kawan barunya, belum ada seminggu ia disini tapi lingkup pergaulannya sudah luas.
Cara berjalannya, bagaimana ia melakukan high five, dan kelakuannya yang langsung menyerobot minuman salah satu temannya yang diketahui bernama Jungkook, semua tidak luput dari perhatian seorang lelaki bermata rubah yang sejak tadi menatapnya intens seakan-akan lelaki itu adalah pemburu yang sedang membidik mangsa.
"Apa aku pernah melihat anak itu sebelumnya?" Wonwoo bertanya pada dirinya sendiri.
"Huh? Kau mengatakan sesuatu hyung?" Seungkwan sungguh kelewat peka. Wonwoo menggeleng.
Diam-diam Wonwoo melirik meja juniornya lagi, siapa tadi namanya? Mingyu?
Mingyu ini... boleh juga. Dan kalau Wonwoo menilai saat Mingyu berjalan tadi, anak itu sangat tinggi mungkin melebihi tinggi badannya. Mingyu tertawa, dan Wonwoo bersumpah dia melihat sepasang taring menggemaskan bertengger di sela-sela bibir tebalnya. Mingyu begitu hot, apalagi kulit kecokelatan yang dia miliki, ditambah rambutnya yang basah. Mingyu keringatan, membuat tubuhnya mengkilap. Sial, kenapa Wonwoo jadi ingin sekali menjilatnya?
Mingyu tiba-tiba saja berdiri dari mejanya lalu pergi untuk mengantri membeli makanan. Wonwoo tersenyum, dia tau apa yang harus dilakukannya sekarang. Bermain drama sebentar di kantin tidak masalah kan?
"Aku akan membeli cheeseburger lagi."
Teman-teman Wonwoo saling bertatapan bingung sesaat setelah Wonwoo bangkit meninggalkan meja mereka, apa Wonwoo selapar itu? Tolong ingatkan Soonyoung dkk bahwa kenyataannya, Wonwoo bahkan tidak menghabiskan seporsi makan siang yang dibelinya tadi.
Wonwoo berjalan dengan angkuh, melewati beberapa murid yang mengantri hingga dia berada dua jengkal di dekat Mingyu. Tanpa keraguan sedikitpun, Wonwoo menyelipkan tubuh langsingnya tepat di depan Mingyu berdiri. Membuat Mingyu sedikit terkejut dan menatap sekelilingnya linglung.
"Maaf sunbaenim jika aku lancang, tapi kau menyelak antrian."
Mingyu berucap sopan ketika kesadarannya telah kembali.
Mingyu tau lelaki itu bukan teman seangkatannya, tapi satu yang Mingyu tak ketahui. Jeon Wonwoo. Dia tidak tau siapa itu Jeon Wonwoo.
Suasana seketika hening, padahal Mingyu bersumpah kalau suaranya saat menegur barusan tidak terlalu kencang. Tapi kenapa sekarang seperti semua orang sedang memusatkan pandangannya pada mereka, ya Mingyu sadar. Kalau dirinya dan senior di depannya yang masih memunggunginya ini tengah menjadi pusat perhatian.
Wonwoo berbalik, mengerutkan dahinya dan menatap Mingyu angkuh.
"Kau? Berani menghalangiku?"
"Uh.. maksudmu? Bukan aku bermaksud menganggu tapi yang kau lakukan ini tidak benar sunbae-"
"Psssst diam, sekali lagi kutegaskan kalau aku bahkan bisa mengantri dimanapun yang aku mau. Kau mengerti?"
Salah satu remaja lelaki di meja Mingyu menyenggol teman di samping kanannya. "Sial, kenapa harus dengan Jeon Wonwoo." Jungkook menggigit bibir bawahnya mendengar bisikan Yugyeom. Tamat sudah riwayatmu Kim Mingyu.
"Aku berharap Mingyu mau mengalah, lalu kita bisa menyeretnya keluar dari sini sesegera mungkin. Sungguh aku tidak ingin berurusan dengan Wonwoo sunbae."
Satu lagi yang berdarah Thailand menyahut.
"Begini sunbaenim, maaf jika aku kurang ajar, tetapi kau seharusnya tau budaya mengantri kan?"
Bisikan-bisikan kecil mulai terdengar, dan Wonwoo diam-diam tertawa dalam hati.
"Oh ya benar, kau pintar sekali, siapa namamu? Maaf aku tak terlalu mengenal murid-murid underrated disini." Wonwoo melirik penampilan Mingyu dari atas ke bawah, dan jujur, Mingyu tak suka itu.
"Aku murid baru disini, sunbae. Kim Mingyu, kelas 1-A" Mingyu menahan diri, mengontrol mati-matian suaranya agar masih terdengar rendah hati.
Wonwoo tertawa, dan sepertinya Mingyu mulai kesal.
"Pantas kau begitu memaksa menyuruhku mundur, kau belum tau siapa aku kan? Jeon Wonwoo, the most famous student in the school."
"Senang berkenalan denganmu sunbae, tapi aku rasa sekolah ini tidak pernah menyinggung tentang senioritas. Jadi, bisakah kau mengantri sesuai dengan kedatanganmu?"
Jihoon berhenti menyedot minumannya, awalnya ia tak terlalu tertarik dengan konflik yang sedang Wonwoo ciptakan, pikirnya sudah biasa. Toh, nanti Wonwoo yang akan menang.
Tapi demi Tuhan, anak baru yang keras kepala sejak tadi itu mulai menarik perhatian Jihoon. Seungkwan duduk dengan gelisah dan cemas. Beberapa kali meminta Soonyoung untuk berdiri dan memisahkan mereka tapi jawaban Soonyoung selalu sama "Wonwoo tidak suka kita ikut campur, percayalah ia bisa mengurusnya sendiri."
Seungkwan meraih ponselnya diatas meja, bersiap-siap ingin mendial nomor seseorang disana.
"Soonyoung hyung, jika kau tidak ingin berdiri saat ini juga dan menarik tangan Wonwoo hyung untuk kembali duduk bersama kita, aku akan telpon Seungcheol hyung sekarang."
Hansol yang kebetulan sedang duduk di dekat remaja gembil itu langsung cekatan merampas ponsel milik Seungkwan.
"Jangan lakukan itu, kau akan menganggu Seungcheol hyung yang sedang sibuk dengan latihan-latihan ujian kelulusannya."
Seungkwan cemberut, dan memasang wajah memohon pada Soonyoung juga Jihoon yang sejak tadi tidak berniat melakukan apapun. Sungguh, Seungkwan adalah orang yang paling mengkhawatirkan Wonwoo saat ini.
"Kalau aku tidak mau mengalah, apa yang akan kau lakukan?" tantang Wonwoo.
Mingyu menunduk, tersenyum sesaat lalu mengadah tepat menatap mata rubah milik seniornya.
"Aku tidak akan melakukan apapun, hanya saja aku tau kalau kau bukan lelaki jantan sunbae. Bukannya aku keras kepala, tapi aku tidak bisa membiarkanmu semena-mena. Jika saja yang menyelakku adalah wanita, aku tidak akan permasalahkan itu. Ladies first bukan? Tapi pertanyaannya... kau itu lelaki atau wanita?"
"..."
Wonwoo mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, darahnya naik hingga ke ubun-ubun. Apa yang barusan dikatakannya? Bukankah secara tak langsung dia sedang menghina Wonwoo?
Disaat-saat seperti ini Jihoon mulai bertindak, dia menggenggam pergelangan tangan Wonwoo dan membuat Wonwoo menoleh tiba-tiba. Kapan Jihoon dan teman-temannya yang lain beranjak dari meja mereka? Bahkan Wonwoo tak menyadarinya sama sekali.
"Sudah cukup. Kita akan beli cheeseburger di McD, Wonwoo. Aku traktir sebanyak apapun yang kau mau. Mengalah sesekali dengan adik kelas yang sedang kelaparan bukankah suatu perbuatan yang dermawan?" Jihoon berujar sinis. Dia memang tak suka melihat Wonwoo yang mulai memancing keributan tetapi Jihoon jauh lebih tidak suka lagi ketika seseorang berani menghina sahabatnya.
Wonwoo mendecih, menghempaskan genggaman Jihoon dan berlalu lebih dulu keluar kantin. Meninggalkan Mingyu dengan keheningan lebih mencekam yang melanda.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
udah setahun aku anggurin ff ini ya hehehehe mianheㅠㅠ
I'M BAAAAAACK! ada yang masih penasaran sama lanjutan ff ini?
btw aku mau kasih tau disini Hansol, Seungkwan, sama Chan ceritanya seangkatan sama 97L ya dan mereka paling junior/?
Semoga ada yg mau baca dan komen ya:')
