FF JAMAN BULUKAN BARU DI APDET DASAR BEGO KAMU :') /NGOMONG KE CERMIN

DI BACA YA

IYA AJA BIAR SENENG GUA NYA :)

WARN BXB MIN YOONGI x ALL MY BIASED AT BTS :)

ITU ARTINYA LINE MAKNAE :'V

MAAPKEN KU HANYA SUKA MEMBUAT YOONGI JADI IDOLA PARA MAKNAE MESUM ITU :)

PREV LAST CHAP...

"bagaimana ini"

"ugh.. eomma apa yang harus aku lakukan"

"aku sudah lelah dengan ini semua"

"Hiks..eomma"

Yoongi terlihat meringkuk di dalam selimut, tidak ad alagi Yoongi yang kuat Yoongi yang berwajah datar Yoongi yang biasa nya di kenal orang dengan sikap kuatnya.

.

.

Akibat kelelahan menangis Yoongi akhirnya tertidur tepat di saat itu jendela di sebelah tempat tidurnya terbuka dan nampaklah seseorang yang memasuki apartemennya.

"sudah tidur ya" ucap orang tersebut dengan suara sepelan mungkin agar tidak mengganggu sang tuan rumah

"padahal aku mau beri kejutan" lanjutnya yang sekarang berjalan mengelilingi kamar Yoongi

"ku harap kau bisa hidup dengan baik setelah ini"

"jika kita bertemu nanti ah ani tidak mungkin kita akan bertemu bodohnya aku" orang tersebut yang entah siapa masih setia melihat ke arah ranjang dimana Yoongi tengah tertidur

Dia terlihat mengambil sesuatu di dalam sakunya, sebuah jam dan pasir? Menaburkan pasir di sekitar ruangan itu dan di akhiri dengan dia yang sepertinya memutar jam tersebut dan….


Di dalam sebuah rumah ani lebih tepat Mansion terlihat semua Maid yang tengah sibuk menata, membarsihkan dan membareskan ruangan tersebut. Dan di bagian dapur para Chef tengah sibuk menyiapkan sarapan bagi sang pemilik rumah yang tengah duduk dengan tenang di meja makan, dilihat dari kursinya sepertinya ada satu ornag lagi yang belum bangun

"kemana dia?" sang kepala keluarga akhirnya bersuara

"aishh tidak biasanya dia bangun telat seperti ini, aku akan membangunkannya" wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik itu akhirnya bangkit dan berjalan menuju kamar sang anak yang sepertinya masih asik dengan dunia mimpinya

.

Took..Tookkk

.

"Sayang kau sudah bangun ini hari pertama mu di sekolah baru mu" teriak seorang wanita yang sepertinya sudah berkepala 3 tapi masih terlalu cantik untuk wanita seusia itu dari balik pintu, mari kita lihat sang anak yang sepertinya masih bergelung di dalam selimutnya

"eungg.. 5 menit lagi eomma" hanya sebuah dengungan yang terdengar, wanita yang masih berdiri di depan pintu itu menghela nafas sebentar. Terlihat seorang maid di sebelahnya sudah bersiap mengetuk pintu itu tapi wanita menggelengkan kepalanya dan menyruh kedua maid itu untuk pergi

"YAAKKK MIN YOONGI KELUAR SEBELUM EOMMA MENYERET MU KELUAR" tanpa di sangka wanita yang sepertinya nyonya besar di rumah itu berteriak dan membuat beberapa orang di dalam rumah itu berjengit kaget

Tidak terkecuali orang yang berusaha di bangunkannya sedari tadi, terlihat dia langsung duduk dan mengerjapkan matanya dengan cepat menyesuaikan retina mantanya dengan beberapa pemandangan di hadapannya

"Arra arra aku sudah bangun" jawaban dengan suara serak khas seorang bangun tidur, orang yang di bangunkan itu yang ternyata seorang pria terlihat diam mematung

"I...ni..

Tunggu….

Min Yoongi

Eomma

Ini kamar siapa?

Sejak kapan aku tinggal bersama eomma?

Eomma sedang ada di Daegu

"Sayang cepat turun appa da….

"HUWAAAAAA TIDAK ADA APA INI?" teriaknya spontan ketika menyadari kejanggalan yang sangat ekstrim di hadapannya, wanita yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu itu mendobrak masuk untuk melihat keadaan sang anak, teriakan itu cukup membuat nya kaget sekaligus khawatir

"astaga ada apa ini" ujar wanita itu yang melihat anaknya malah bengong di depan cermin, dengan wajah yang sulit di artikan dan tatapan aneh menuju ke arahnya

"Se…jak k..aapan?" lelaki itu yang kaget akan kehadiran wanita yang menyerupai Eommanya –pada dasarnya dia memang eomma mu nak- melihatnya layaknya seorang arwah

"Eo..mma ke..napa kau ada disini?" ucapan dengan nada gugup sekaligus terputus putus itu membuat wanita yang ada di hadapannya sekarang memandnagnya dengan dahi penuh kerutan, wajah cantik itu menampakkan raut bingung

"Tentu saja untuk membangunkanmu"

"Ani bukan itu maksud ku, i..ni rumah siapa eomma dan kenapa aku ada disini apa jangan jangan aku di jadikan tawanan ANDWEEEEEE…" jerit histeris lelaki itu yang membayangkan dirinya benar benar berada dalam bahaya karena mungkin saja dia mabuk dan melakukan hal aneh karena dia khawatir dengan biaya sekolahnya dan...

Tunggu dulu tapi seingat ku aku tidak bisa minum apa lagi sampai mabuk

"astaga apa kau terbentur sesuatu sebelum tidur" Sang Eomma yang melihat kelakuan aneh anaknya memijit palan keningnya dan saat dia ingin berbicara lagi

"KALIAN MAU SAMPAI KAPAN MEMBUAT KU MENUNGGU" terlambat teriakan dengan nada tegas dari sang kepala keluarga dari ruang makan membuat wanita itu dengan cepat berlari keluar kamar,

"lebih baik kau cepat bersiap sebelum appa benar benar murka" ucap wanita itu sebelum pergi dari dalam kamar sang anak. Masih bingung sekligus terkejut dengan kejadian yang menimpanya tadi, lelaki itu duduk di pinggir ranjang itu dan melihat kesegala arah berharap menemukan suatu petunjuk atau hal yang membuatnya ingat akan sesuatu

Perhatiannya tertuju pada bingkai poto besar yang ada di dinding sana, photo yang menunjukkan dirinya sediri bersama sang ayah dan ibu dia terlihat sangat bahagia di poto itu dengan pakaian yang terbilang sangat mewah dan itu sudah cukup menjelaskan bahwa ini bukan kehidupannya dulu.

"AKU PUNYA MEETING PENTING DENGAN INVESTOR 30 MNIT LAGI JIKA KAU MASIH DIAM DI KAMAR DAN TIDAK SEGERA TURUN AKU AKAN MENYERET MU"

Suara yang cukup tegas dan juga dingin itu menyadarkan lelaki yang masih berdiri diam di depan sebuah bingkai photo itu. Dnegan cepat dia berlari ke arah pintu yang di tabaknya sebagai kamar mandi. Dia sudah hapal dengan nada suara itu baik dulu maupun sekarang dia selalu takut dengan nada datar dari orang itu

.

.

.

.

"hati hati di jalan sayang" sang ibu tidak lupa memberi kecupan manis di pipi sang anak dan sang suami sebelum mereka pergi keluar rumah. Meliaht ada yang aneh dengan anaknya sang ayah pun bersuara

"kau baik baik saja kan? Atau kau ingin pindah ke sekolah lain lagi?" ucapan sang ayah membuatnya tersadar

"a..ni aku baik baik saja hanya ….. emm…sedikit gugup" jawabnya dengan senyuman kikuk snag ayah hanya mengangguk paham. Hari pertama sekolah wajar jika begitu

"baiklah kami pergi sayang"

Blammm…

Pintu mobil tertutup dan mereka benar benar pergi dari hadapan sang nyonya besar

"huh anak ku sudah besar" gumam sang eomma tidak jelas

"aku khawatir apa dia di terima dengan baik oleh teman temannya"

"tenang saja nyonya tuan muda pasti akan mudah beradaptasi dengan lingkungannya" sang kepala pelayan yang sedari tadi berdiri di belakang

"benar juga dengan wajah manis seperti itu yah walaupun aku akui cara dia berbicara sangat mirip dengan ayahnya tapi pasti banyak yang tertarik dengannya"

.

.

At School

.

.

Terlihat Yoongi yang di dampingi dengan sang appa berjalan di lorong sekolah sepertinya sedang mencari ruangan kepala sekolah. Beruntung apara siswa sudah masuk kekelas masing masing, jika tidak mungkin mereka akan menjadi pusat perhatian para siswa. Bagaimana tidak pria dengan tubuh tinggi nan tegap kulit putih pucat, dan jangan lupakan wajah yang masih sangat tampan untuk pria seusinya lengkap dengan wambut berwarna coklat dengan setelan jas yang sangat berkelas, berjalan berdampingan dengan seorang bertubuh lebih pendek darinya dengan kulit yang sama pucatnya rambut hijau dan seragam sekolah yang membungkus rapih tubuhnya di lengkapi dengan wajah mungil dengan mata sipit dan bibir semerah cerry.

"Akhirnya aku kira kalian tidak jadi kemari" ucap sang kepala sekolah begitu melihat kehadiran dua orang tersebut

"ada sedikit gangguan saat pagi jadi kami sedikit terlambat" merasa tersindir sang anak mengerucutkan bibirnya sebagai aksi protes kepada sang appa

"hahaha lihat benar kata mu Kyuhyun-ah dia sangat mirip dengan ibunya"

"dia jiplakan dari sungmin, baiklah aku titipkan dia kepadamu hyung, aku ada urusan di kantor dan hubungi appa bila terjadi sesuatu disini atau kau juga bisa menghubungi dia, kau sangat mirip dengan eomma mu appa yakin kau akan di ganggu banyak namja nantinya"

"aku bukan yeoja" protesan dengan nada malas atas ceramahan sang appa yang memandangnya seperti seorang yeoja

" tsk arra arra dasar, baiklah appa pergi" setelah berucap panjang lebar dan tidak lupa mengecup kepala sang anak Kyuhyun keluar dari ruangan itu dengan segera

.

.

Dirinya yang di tinggalkan begitu saja seketika merasa kikuk. Sekolah ini lebih besar berkali kali lipat di bandingkan sekolahnya kemarin, yah kemarin dia masih tidur nyaman di ranjang kecilnya dan tiba tiba entah musibah atau ini sebuah anugerah dia bisa berada disini di keluarga yang sangat kaya –itu hanya perkiraannya karna melihat betapa luas rumahnya tadi pagi-

"baiklah kau harus memanggilku songsaengnim jika di wilayah sekolah tapi jika bertemu di luar kau bisa menaggil ku samcheon atau abeojji jika kau mau" ucapan sang kepala sekolah membuyarkan lamunan sesaatnya, dia hanya mengangguk kaku dan berjalan mengikuti sang kepala sekolah yang berjalan di depannya

.

.

"Ini kelas mu 3-B belajarlah dengan giat fighting" dirinya yang di semangati langsung oleh sang kepala sekolah hanya bisa tersenyum kikuk dan mengangguk. Sang kepala sekolah yang bernama Lee Donghae itu mendorong pelan tubuhnya ke arah pintu di hadapannya dan memberi isyarat untuk segera masuk.

'ugh disemangati langsung oleh kepala sekolah rasanya seperti ini' batin Yoongi berbicara

.

Tokk.. Tokkk

.

.

Yoongi dengan segenap keberaniannya mengetuk pintu di depannya

"Ya masuk lah" terdengar jawaban dari dalam dan dengan perlahan Yoongi membuka pintu

"Ohh siswa baru sepertinya kau sedikit terlambat, silahkan masuk dan perkenalkan dirimu" Yoongi hanya mengangguk dan berdiri di depan kelas pemandnagan pertama yang dilihatnya adalah tatapan semua orang yang sepertinya entahlah kagum, iri, lapar/? Dan lainnya sangat sulit di jelaskan

"Annyeonghaseo Naneun Min Yoongi Imnida" Setelahnya Yoongi membungkuk sopan

"ah kau siswa pindahan dari inggris bukan?"

"Nde?" Yoongi yang kaget akan ucapan sang guru yang menyebutnya siswa pindahan dari inggris

"wooooowww" terdengar sorakan dari semua siswa yang mendengarnya

"baiklah baiklah diam semuanya, Yoongi-sshi silahkan duduk dan kita lanjutkan pelajaran nya"

"nde terima kasih songsaengnim"

.

.

Sepanjang jalan menuju kursinya adalah perjalanan paling mengerikan menurutnya. Semua orang menatapnya dengan tatapan aneh –menurutnya-

Terutama para namja yang melihat nya seperti seekor kelinci yang tersesat di tengah hutan. Dan jangan lupakan para yeoja yang melihatnya dengan wajah memerah/? Menahan gemas melihat wajah mungil Yoongi yang menggoda iman mereka.

"Annyeong" sapaan pertama yang di terima Yoongi di sekolah ini, terlihat seorang Namja di sebelahnya tersenyum ramah

"Nde?" Yoongi yang bingung menjawab apa malah seperti bertanya balik,

"Ah namaku Kim Seokjin panggil saja aku Jin" Ucapnya tidak lupa dengan senyuman lebar di wajahnya

"Min Yoongi Imnida senang mengenalmu Jin-sshi"

"Buang jauh jauh embel embel Sshi itu, aku lebih tua dari mu asal kau tau" ujar Jin mengkoreksi ucapan Yoongi tadi

"ngg..hyung?"

"benar sekali ugh kau sangat imut" Jin yang memang sedari tadi gemas, akhirnya kehilangan kesabaran dan mencubit pipi Yoongi dengan brutal.

"Akhh.."

"Seokjin-sshi aku tidak mau ada headline baru di Koran jika putra dari tuan Kim melakukan kekerasan kepada anak di bawah umur di kelas ku" ups sepertinya kau lupa akan kehadiran guru di depan saja Seokjin-ah.

Yoongi akhirnya bisa bernafas lega setelah tangan Jin lepas dari pipinya, warna merah di pipinya snagat Kontras dengan warna kulitnya.

.

"Terima kasih untuk hari ini, jangan lupakan tugas kalian"

"Nde~" seperti lepas dari kandang/? Para siswa langsung berhamburan keluar kelas, satu tempat tujuan mereka KANTIN yaps tempat melepaskan semua penat dan juga rasa lapar

"kau tidak ke kantin Yoongi-ah?" Yoongi yang di panggil langsung sadar, kau banyak melamun hari ini Yoongi-ya

"ahh.. nde" Jin segera menarik tangan Yoongi ke kantin

Pemandangan pertama yang di terima Yoongi tidak jauh beda dengan yang di kelas tadi. Namun karna ini tempat umum Yoongi sedikit merasa gugup, karna semua orang melihat ke arahnya.

'ugh memangnya ada yang aneh dari ku' batin Yoongi

Salahkan wajah mu nak/? Di belkali dengan kulit putih bersih, tubuh mungil/? Di bandingkan dengan yang lainnya, wajah cute dan juga rambut hijau yang cukup mencolok.

"Hyung apa aku terlihat aneh?" bisik Yoongi tepat di telinga Jin, Jin yang mendengarnya berbalik dan melihat kea rah Yoongi

"Aneh? Ku rasa tidak"

"tapi.. kenapa mereka.." mengerti Jin tahu apa maksud Yoongi, walaupun disini sekolah campuran bukan sekolah khusus pria. Tapi hampir seluruh lelaki disini mereupakan 'Gay' dan sekolah tidak melarang itu selama tidak mengganggu proses belajar mengajar. Wanita ? hei jangan salah, para Yeoja disini malah seperti shipper dari para pasangan sesame lelaki disini. Aneh ? tapi malah itu yang membuat sekolah ini menarik.

"hyung." Melihat Jin melamun Yoongi memukul pelan lengan Jin, dan sepertinya berhasil

"tsk.. malah melamun"

"hehehe.. mian kau duduk dulu, kau mau makan apa?"

"ramyeon saja dan lemon tea dingin" Jin mengangguk dan dia langsung berjalan kea rah antrian. Yoongi di tinggal sendirian hanya diam sesekali dia membalas sapaan para siswa yang lewat di hadapannya.

.

Drrtttt..Drrtttttt

.

Merasa ada getaran/? Di saku jas nya Yoongi segera mengambil Handphonenya

'sejak kapan aku punya handphone?'

Keanehan lainnya yang Yoongi sadari kali ini, dia membaca caller ID nya 'Kyu Appa'

"appa" gumamnya pelan

.

'Yeobboseo'

"nde Yeobboseo appa"

'bagaimana hari mu sayang?'

"b..aik appa, ada apa menelpon?"

'hm tidak ada hanya ingin memastikan kalau anak appa masih bertahan disana' Yoongi hanya Sweatdrop mendengar penjelasan sang appa

"tsk kenapa menelpon kalau appa hanya mau tahu itu"

'wae? Apa salah jika appa menelpon anaknya sendiri'

"a..ni appa buk..an itu"

'kkk~ arra appa hanya bercanda, jangan lupakan makan siang mu appa akan jemput saat kau pulang nanti sayang'

"nde appa"

.

Piipp…Piipp

.

"hahh.. hidupku kenapa jadi begini"

"Hai anak appa"

"astaga" Jantung Yoongi hampir lepas/? Tiba tiba saja ada namja yang duduk di sebelahnya, padahal tadi kosong kosong saja

"yak jangan mengagetkan orang" ujar Yoongi dengan nada ketus, Namja yang mengagetkan nya tadi hanya tertawa pelan

"Lucu juga" ujar nya, dia semakin mendekatkan dirinya ke Yoongi. Merasa bahaya Yoongi semakin memundurkan tubuhnya, dan sialnya Namja itu menahan pinggangnya.

Pemandangan manis itu membuat para wanita dan pria disana terkejut. Terutama para 'Fujoshi' yang sepertinya sudah menyiapkan kamera serta tisu di hidung mereka

Pria yang membuat Yoongi terkejut ialah Jeon Jungkook, Namja populer di sekolah ini di incar banyak yeoja bahkan namja yang berharap dia mau manjadi uke atau bahkan semenya, tapi sayang Jungkook adalah tipikal Seme keren dengan tubuh tinggi dan bentuk badan yang proporsional dan jangan lupakan wajah manisnya dengan gigi kelincinya ketika dia tersenyum mungkin kau akan menahan nafas mu untuk beberapa saat.

Dan Yoongi namja dengan kulit putih pucat dengan rambut Hijau Mint, mata kecilnya serta tubuh nya yang tergolong kecil untuk ukuran namja

Mereka akan terlihat sangat cocok jika berjalan bersama bergandengan tangan saling memeluk dan sebagainya – itu anggapan para Fujoshi yang sedang menikmati anugrah tuhan yang ada di hadapan mereka –

.

Tapi….

.

"siapa kau, lepas bodoh" kembali ke sifat aslinya, Yoongi berucap ketus kepada namja tidak punya sopan santun di depannya ini

"aku lupa memperkenalkan diri, namaku Jeon Jungkook dari kelas 1-A" mengakhiri perkenalannya dengan senyuman yang membuat Yoongi terpanah untuk sesaat. Dia segera membuang pikirannya yang sempat mengatakan bahwa namja Kurang ajar di depannya ini sangat tampan

"Senang mengenalmu Tuan, bisa kau singkirkan tangan sialan mu itu"

"dan satu lagi dimana sopan santun mu, aku ini senior mu" nada berbicara Yoongi berubah menjadi datar, malah membuat namja di depannya ini tersenyum senang

"Kkk~ aku semakin tertarik" ujarnya dengan nada senang

Yoongi yang mulai risih dengan tatapan Namja di depannya ini memukul telak kepala nya

"Aghhh" yang dipukul meringis dan ini kesempatan Yoongi untuk kabur dia segera berdiri dan berjalan menjauhi Namja itu, bahkan Yoongi sampai lupa kalau dia tdai sedang menunggu Jin.

.

.

Kembali ke Namja tadi yang ternyata bernama Jeon Jungkook, dia malah terlihat sedang tersenyum melihat punggung sempit Yoongi yang menghilang di telan keramaian

"Kenapa aku baru melihat makhluk semanis itu" ujanya entah kepada siapa

"wajar saja dia itu siswa baru" Jungkook hampir terjatuh, ketika tiba tiba ada orang yang menjawab pertanyaan yang padahal entah ditujukannya kepada siapa

"Hyung kau membuat jantungku bekerja ekstra" Jungkook mengenali namja itu, Kim Namjoon atau kalian bisa memanggilnya Rap Monster karna semua temannya memanggilnya seperti itu

"salah sendiri kenapa kau melamun, kau sudah melihat anak baru itu" lanjut Rapmon yang kini sudha duduk di hadapan Jungkook sambil mengunyah makanan yang di bawanya

"sudah, dan aku mungkin dia akan jadi target baru ku" seru Jungkook sambil memperlihatkan senyum anehnya yang membuat Rapmon memutar bola matanya malas

.

.

.

Namja mungil *dicakar Suga :'v

Ralat Namja dengan ukuran tubuh terbilang kecil itu terlihat sedang berjalan sambil komat kamit entah membicarakan apa tanpa memandnag sekitarnya dia tetap berjalan sambil menyumpah serapah entah siapa itu, sambil menunduk

Yoongi-sshi angkat kepala mu dan lihat kalau di depan mu ad…..

.

'Bruukkk'

'Awwww'

'Duaaghhhhhh'

'Aisshhhhh'

.

.

"Kepala ku"

"aghh punggung ku"

Dengan posisi yang sangat tidak elit Yoongi tersungkur karena menabrak sesuatu yang entah apa itu tapi terasa keras dan hangat sekaligus dan ternyata itu adalah dada seseorang

"Yak dimana mata mu" setelah bangkit dari lantai namja yang di tabrak atau pun menabrak Yoongi tadi memandang aneh kea rah Yoongi, merasa tidak di perdulikan Yoongi memukul kepala namja di depannya ini

"Aww kenapa memukul ku" keluhnya karena mendapat pukulan tepat di kepalanya

"kenapa malah diam kau menabrak ku bukan nya minta maaf kau malah bengong seperti orang bodoh" protes Yoongi yang malah mendapat kekehan pelan dari namja di depannya

"apa semua namja di sini tidak waras" dengus Yoongi yang mulai lelah/? Dengan hal hal yang di temuinya sedari tadi. Dia mulai beranjak meninggalkan namja 'aneh' menurutnya karena hanya tertawa dan memandang ke arahnya.

Sadar kalau di tinggalkan namja tadi mulai bereaksi

"Hei namaku KIM TAEHYUNG ingat itu" ia mulai berteriak dan Yoongi yang merasa kalau dia satu satunya orang yang ada di sana selain namja itu menoleh dan memandang aneh

Merasa mendapatkan respon namja yang mulai sekarang di sebut Taehyung itu tersenyum senang kea rah Yoongi yang ada di jauh di depannya

"Apa peduli ku bodoh"

.

.

.

.

TEBESEH BEIBI


JANGAN BERHARAP APDETAN ASAP :'V KARNA GUA SUKA NGARET SEPERTI BIASA

KALO RAJIN BISA APDET 2 CHAP

KALO ENGGA YA SAMPE SAWANGAN :'V

PIKS YA WATTPAD W UDA BAIKAN DONG :v

SO...

BISA APDET BESOK YEYEYEYE :V

SALAM ENA

-KimMinus