Hope you like this fiction :)
"Jongiiiin banguun, ada Sehun nih." Sabtu pagi yang cerah seharusnya bisa dihabiskan Jongin diatas kasur setidaknya sampai jam satu siang. Tapi sekarang baru jam delapan dan ibunya sudah berteriak begitu.
"Jongiiiiin." Pintu kamar Jongin terbuka dan masuklah Sehun.
"Sehun?" Mau tidak mau Jongin terbangun karena Sehun datang ke rumahnya, tidak biasanya Sehun berkunjung tanpa memberi tahunya dulu.
"Aku lapaar." Kata Sehun sambil naik ke tempat tidur Jongin dan ikut tidur disebelah Jongin setelah dia menyimpan tasnya di dekat lemari Jongin.
"Kamu mau pindahan?" Jongin melihat bawaan Sehun yang banyak sekali.
"Aku mau makan Jongin." Kata Sehun tidak nyambung sama sekali.
Jongin yang baru bangun juga bukan Jongin yang menyenangkan jadi Jongin menyamankan lagi posisi tidurnya, "Minta sama Ibu sana."
"Ibu sedang membuatkan makanannya." Kata Sehun.
"Lalu kenapa masih disini? Kenapa tidak membantu Ibu?" Jongin bertanya dengan mata terpejam.
"Ibu melarangku. Lalu aku disuruh membangunkanmu saja." Sehun mengelus rambut Jongin yang berantakan.
Jongin membuka mata dan melihat wajah Sehun, Sehun seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Jadi Jongin bangun dari tidurnya. "Kamu mau kita sarapan bersama disini?" Tanya Jongin. Sedekat apa pun Sehun dengan kedua orang tuanya, Sehun masih canggung dengan hangatnya keluarga Jongin. Jadi Sehun hanya mengangguk dan tersenyum. "Baiklah, aku bantu Ibu sebentar, nanti sarapannya akan ku bawakan kesini ya." Kata Jongin sambil mengusak rambut Sehun membuat Sehun tersenyum senang.
Jongin segera turun tak lupa membawa ponselnya.
"Sehun kesini dengan siapa Bu?" Tanya Jongin begitu sampai dapur.
"Sendiri sepertinya, memangnya dia tidak mengabari kalau mau berkunjung?" Jongin hanya menggeleng dan langsung menelpon Yifan.
"Hallo Ge." Sapa Jongin.
"Apa Sehun bersamamu?" Tanya Yifan langsung.
"Iya dan sepertinya dia akan menginap disini. Apa terjadi sesuatu?" Dari suaranya terdengar sekali kekhawatiran Yifan.
"Orang tua Sehun akan tiba siang ini dan sepertinya Sehun menghindari mereka." Terdengar helaan nafas Yifan, "Jaga dia dulu ya, aku akan menangani orang tuanya. Orang tua Sehun selalu membuat moodnya jelek."
"Baiklah, tolong kabari aku kalau Gege butuh bantuan ya." Jongin mengakhiri percakapan mereka.
"Jadi?" Tanya Ibu Jongin.
"Orang tua Sehun datang siang ini dan Sehun menghindarinya." Jawab Jongin yang hanya dibalas anggukkan oleh Ibunya. Ibu Jongin mengerti setelah Jongin menceritakan keadaan Sehun dan orang tuanya. "Apa sarapannya sudah siap Bu?" Tanya Jongin lagi.
"Sudah nih, bawakan saja beberapa sirup yang ada di kulkas ya, Ibu bingung mau menambahkan sirup apa diatas pancakenya." Sedangkan Ibunya langsung membuat sarapan untuk Ayah Jongin.
"Terima kasih Bu." Kata Jongin lalu mengecup pipi ibunya.
"Ah menyingkirlah, bau sekali kamu belum mandi." Ibunya mendorong Jongin menjauh.
Jongin hanya tertawa karena reaksi ibunya lalu membawa sarapannya ke atas, tempat Sehun menunggu.
"Sehun ayo sarapan." Jongin melihat Sehun yang berbaring di atas tempat tidurnya sambil memainkan ponsel. Jongin meletakkan gelas susu diatas nakasnya.
Sehun yang melihat Jongin membawa sarapannya pun langsung duduk dengan semangat. Jongin menyerahkan piring berisi pancake itu pada Sehun. Sehun langsung memakan pancakenya dengan lahap. "Sarapanmu mana?" Tanya Sehun.
"Itu kan buat kita berdua. Kamu akan menyuapiku kan?" Jongin tersenyum lebar.
Sehun mendengus walaupun tetap menyuapi Jongin, "Dasar bayi besar." Gerutunya.
"Sebentar." Jongin mengapus saus apel di sudut bibir Sehun membuat Sehun tersenyum. "Tolong tetaplah tersenyum Sehun, kamu mengubah pusat duniaku dengan senyumanmu." Sepertinya Jongin tidak sadar saat mengatakannya dia baru tersadar saat Sehun menggigit jari yang digunakan untuk mengelap bibir Sehun tadi. "Ya ampun sakit Sehun." Jongin menarik tangannya.
Sehun tertawa, "Ibu dimana?" Tanya Sehun tiba-tiba.
"Sedang menyuapi Ayah atau mungkin mengerjakan yang lain." Sehun mengangguk. "Ini sudah selesai?" Jongin menunjuk piring kosong ditangan Sehun dan Sehun hanya mengangguk. "Yasudah minum susunya, aku mau mecuci piring dulu baru mencuci motor."
Sehun segera beranjak mengambil gelas susunya, "Aku mau membantu cuci motor." Kata Sehun, tapi Jongin tidak menghiraukannya, karena yang benar saja, Sehun mencuci motor? "Jongin tungguuu." Sehun berteriak kesal, jadi Jongin menghentikan langkahnya.
"Serius mau membantuku mencuci motor?" Tanya Jongin lagi.
"Tentu saja. Yuk." Sehun menarik tangan Jongin.
Selesai mencuci piring yang digunakan mereka, Jongin pun membawa Sehun ke garasi tempat dia menyimpan motornya. "Kamu tunggu diluar saja, aku mengeluarkan motornya dulu." Sehun mengangguk dan menunggu Jongin di halaman depan.
"Tolong ambilkan selangnya Sehun, aku akan mengambil sabunnya dulu." Lagi-lagi Sehun hanya mematuhi perkataan Jongin.
Terlintas ide jahil di otak Sehun. Setelah memastikan selangnya terhubung dengan kran air dan menyalakan krannya, Sehun pun menghampiri Jongin yang sudah menunggunya, awalnya Sehun hanya menyiram motornya, lalu kemudian dia menyirami Jongin sedikit, "Oops aku tidak sengaja." Kata Sehun yang terlihat sekali dibuat-buatnya.
"Sehun kamu membuatku basah begini." Kata Jongin kesal.
Sehun tertawa, "Sudah terlanjur. Mandi saja sekalian bagaimana?" Kata Sehun sambil menyirami Jongin lagi.
"Sehuuun." Tadinya Jongin kesal, tapi melihat wajah Sehun yang terlihat bahagia sekali mana tega Jongin merusaknya. Jadi Jongin menghampiri Sehun berusaha merebut selang dari tangan Sehun sementara Sehun masih tetap menyiraminya. Akhirnya Jongin berhasil merebut selangnya dan berbalik menyirami Sehun. Jadilah motornya mereka abaikan dan malah asik saling siram.
"Ya ampun Jongin jangan menyirami Sehun terus, nanti kalau masuk angin bagaimana?" Ibu Jongin akhirnya keluar setelah mendengar ribut-ribut dihalamannya. Tapi sepertinya Sehun agak susah lepas dari pelukan Jongin. "Sehun ayo masuk dan ganti baju."
Jongin mematikan airnya, bertukar pandang dengan Sehun, lalu mereka berlari menghampiri Ibu Jongin dan memeluk Ibu Jongin, "Ya ampun kalian membuat baju Ibu basaaah, dasar anak nakal." Tapi Ibu Jongin hanya mencubiti Jongin. Sedangkan Sehun hanya tertawa melihat Jongin kesakitan.
"Ampun ibuuu." Jongin mengaduh.
"Ayo Sehun ganti baju, biarkan saja Jongin. Jangan sampai anak Ibu yang cantik ini masuk angin." Sehun dan Ibu Jongin langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Jongin yang walaupun kesakitan tapi dia bahagia. Setidaknya dia bisa membuat Sehun tertawa.
Selesai mandi, Jongin menghampiri Sehun yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya sambil membaca komik. "Kemana kita hari ini?" Jongin menidurkan kepalanya diatas perut Sehun.
"Dirumah saja." Gumam Sehun.
Jongin terdiam, teringat perkataannya dengan Yifan di telpon tadi. Tapi dia tidak akan bertanya sampai Sehun sendiri yang bercerita. Bagaimana pun mereka belum kenal lama, Jongin tidak ingin membuat Sehun tidak nyaman karena harus menceritakan semuanya pada Jongin. "Kamu mau kuliah dimana?"
"Kamu saja yang kuliah, aku malas." Sehun masih bergumam.
Jongin beranjak dan membenarkan posisi tidurnya sehingga sejajar dengan Sehun dan memeluk Sehun. "Jongiiiin aku kan sedang membaca." Perkataan Sehun teredam pelukan Jongin.
"Jangan mengabaikanku begitu. Pulang saja sana kalau mau membaca komik." Kata Jongin kesal.
Sehun tertawa dan malah menyamankan diri dalam pelukan Jongin, "Aku tidak suka membahas masa depan, habis ini mau kuliah dimana, mau melakukan apa setelah lulus kuliah, aku tidak suka memikirkannya."
"Baiklah, aku akan mengikuti apa pun yang ingin kamu lakukan setelah ini." Kata Jongin lalu mengecup dahi Sehun.
Sehun menengadahkan kepalanya, "Jangan. Memangnya kamu tidak punya cita-cita?"
"Kata Ayah aku harus mengikuti hatiku." Jongin terlihat pura-pura serius. "Nah hatiku kan sudah diambil kamu." Jongin tersenyum jahil. "Jadi aku akan mengikuti kamu saja."
Sehun tertawa dan menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah dalam pelukan Jongin.
Tiba-tiba pintu kamar Jongin terbuka, "Aku hanya disuruh mengantarkan cemilan ini." Kata Kakak Jongin sambil menyimpan cemilannya di atas nakas Jongin.
"Terima kasih noona." Sehun mengeluarkan kepalanya dari pelukan Jongin.
Sementara kakak Jongin hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sepasang kekasih itu dan keluar dari kamar Jongin.
"Tapi serius Sehun, I just wanna work hard, make money, eat with good people and love the same man over and over again." Kata Jongin serius.
Sementara itu Yifan mencoba menelpon Sehun, tapi yang menjawab malah voicemail
"Hi there, this is Sehun. Sorry I couldn't pick up your call. If you're Mama, I'll call you back later. If you Yifan Ge, please limit your message at the most 20 minutes. I'm a busy man Ge, really. And if you Jongin, yes I'm okay, yes I miss you too, I love you too. Leave your message after beep."
"You brat call me back!" Yifan kesal sendiri mendengar isi voicemail Sehun, memangnya dia sesering itu apa meninggalkan pesan?
Pernah juga waktu itu Jongin tidak bisa tidur. Dia tahu Sehun tidak akan mengangkat telponnya. Tadinya Jongin hanya ingin mendengar suara Sehun saja di voicemailnya Tapi mendengar isi voicemail Sehun membuat Jongin tertawa, jadilah Jongin meninggalkan pesan, "I'm really sorry, it's 2:34 and all I can do is think about you."
"Jongin, kenapa ada gitar disini?" Sehun menunjuk gitar yang ada di pojokkan kamar Jongin.
"Aku suka memainkannya kalau sedang bosan." Jawab Jongin.
"Memangnya kamu bisa memainkan gitar?" Sehun menunjukkan mukanya yang tak yakin.
"Tentu saja, buat apa punya gitar kalau tidak bisa memainkannya." Kata Jongin, bangga.
"Coba mainkan satu lagu untukku." Sehun mengambil gitarnya dan menyerahkan pada Jongin.
"Kamu mau lagu yang bagaimana?" Tanya Jongin sambil mendengar apakah gitarnya masih berfungsi dengan baik atau tidak.
Sehun terlihat berpikir, "Aku mau kamu menjawabnya dengan lagu kalau aku tanya, kenapa kamu mencintaiku?"
Jongin berpikir sambil memetik gitarnya, "Oke, dengarkan baik-baik."
I love it when you just don't care
I love it when you dance like there's nobody there
So when it gets hard, don't be afraid
We don't care what them people say
I love it when you don't take no
I love it when you do what you want cause you just said so
Let them all go home, we out late
We don't care what them people say
We don't have to be ordinary
Make your best mistakes
Cause we don't have the time to be sorry
So baby be the life of the party
Sehun bertepuk tangan saat Jongin selesai memetik gitarnya, "Aku terharu." Sehun berpura menyeka air matanya.
"Yes, I love you too Kim Sehun." Balas Jongin.
