Warning: ooc, humor garing, tata bahasa tidak beraturan
Assassination clasroom adalah milik Matsui Yuusei
Normal POV
Terlihat Okano sedang diri di depan toilet dengan gelisah, Maehara yang melihatnya mau tidak mau jadi penasaran.
"Hey, ganteng! Kenapa dari tadi keliatannya gelisah aja!"kata Maehara sambil tersenyum lebar.
"Mae, plis deh jangan cari gara-gara sama gue sekarang. Gue lagi gak bisa diganggu nih!"jawab Okano dengan judes.
"Dih! Siapa juga yang cari gara-gara! Gue tuh niatnya baik tau!"protes Maehara sambil menyibak rambut panjangnya.
"Iya deh sori!"
"Jadi lu kenapa?"
"..."
Maehara hanya bisa melihat Okano dengan tatapan kebingungan, lalu sadar setelah melihat tempat mereka berada.
"Jangan-jangan...lu mau ke toilet?"
"Iya..."
"Yaudah masuk aja kali!"
"Kalo bisa mah gue dari tadi juga udah masuk Mae!"
"Yaudah deh..."
"Apa?"
"Karena gue baik..."
"Apaan sih?!" Okano udah mulai emosi.
"Gue mau kok dicium ama lu!" Kata Maehara sambil nyengir.
Okano POV
"GUE YANG OGAH!"
Bukannya ogah sih...tapi aku gak mau kalo Maehara cium aku cuman gara-gara mau nolong, bukan karena suka sama aku...
"La, lagi pula aku maunya ciuman sama orang yang kusuka! Maehara juga kan! Pasti kau maunya ciuman sama orang yang kau suka kan?!"
"Yang kusuka itu Okano. "
Normal POV
"HAH!?"
Wajah Okano menjadi merah.
"Aku suka Okano."
Okano tidak bisa balas apa-apa, dia merasa malu, kebingungan sekaligus gak kuat untuk tidak segera membuang air kecil. Dan akhirnya Okano menjadi lepas kendali.
"Mae, cepet cium gue!"
"Eh~ katanya kamu cuman mau nyium orang yang kau suka, memang kamu suka sama
aku?"tanya Maehara sambil nyengir.
"Aduh...aku..."
"Apa?" Maehara ngerjain orang gak lihat situasi.
"GUE SUKA ELU PUAS HAH!"Okano udah di unjung tanduk.
Okano narik dasi Maehara dengan paksa.
*CUP!*
Tiba -tiba asap putih muncul.
*PLAAAK!*
"SAKITT!" teriak Maehara.
Tiba -tiba asap putih muncul, Okano menampar pipi Maehara dengan sangat keras karena kesal dengan Maehara lalu Okano langsung lari ke toilet perempuan dengan wajah yang merah. Maehara yang masih belum bisa mencerna apa yang telah terjadi hanya bisa memasang muka cengok dengan bekas tamparan Okano tadi yang tercetak di pipinya.
"Eh? Apa yang terjadi? Jadi dia suka sama aku atau gak?"
*time skip*
Okano keluar dari toilet dengan rasa lega lalu mukanya mendadak memanas melihat orang yang ada di depannya.
"Yo~ jahat deh, masa sehabis mencuri ciuman dari seorang gadis langsung menamparnya."
"Huh! Gadis apanya!" kata Okano sambil berjalan meninggalkan Maehara.
Dengan cepat Maehara menarik lengan Okano lalu meng kabe-donnya.
"Okano, apa kau menyukaiku?" tanya Maehara.
Kini di depan Okano tidak ada lagi Maehara yang selalu nyengir-nyengir kayak orang gila. Yang ada di hadapannya adalah Maehara yang menatap Okano dengan penuh keseriusan.
"Mungkin menurutmu aku hanyalah seorang playboy, tapi yang kusukai itu hanya ada satu orang, satu gadis, yaitu kau."
Muka Okano udah kaya kepiting rebus, dia gak bisa melawan karena perbedaan kekuatan yang cukup besar. Okano gak punya pilihan lain selain jujur dengan perasaannya sendiri.
"A, aku juga suka sama Maehara…" kata Okano sambil menghindari tatapan Maehara.
"HOREE!"
Karena kesenengan, Maehara spontan meluk Okano. Okano gak tahan, dia udah malu banget.
*PLAAKK!*
"SAKIIITT!"
Okano memukul wajah (yang katanya) tampan Maehara untuk kedua kalinya.
"BODOH!"teriak Okano sebelum lari meninggalkan Maehara.
Tbc.
