Warning: ooc, humor garing, tata bahasa tidak beraturan
Assassination clasroom adalah milik Matsui Yuusei
Terlihat seorang perempuan bersurai hitam sedang membidik papan sasaran yang diletakkan di tengah-tengah lapangan dengan senapan.
Chiba POV
*DOR! DOR!*
Setelah aku berubah jadi perempuanpun aku masih belum bisa mencerna apa yang telah terjadi.
Untuk mengosongkan pikiran akhirnya aku malah latihan menembak.
"Chiba-kun!"
Aku menoleh ke orang yang memanggilku dan ternyata orangnya adalah Hayami-san.
Normal POV
"Kau sedang apa?"tanya Hayami.
"Ah...aku sedang latihan menembak sekalian mengosongkan pikiranku."
"O, oh...AH! Aku nanya bukan berarti aku peduli!"
"Aku tahu, ngomong-ngomong Hayami-san sedang apa kesini?"
Hayami POV
Mana mungkin aku bilang kalau aku kesini untuk mencarinya!
"Ke, kebetulan aku juga ingin latihan juga!" Kataku berbohong ke Chiba-kun.
"Oh..."
Aku mengeluarkan senapan milikku lalu mulai membidik papan sasaran yang berjarak beberapa meter di hadapanku.
*DOR! DOR!*
Normal POV
Tembakan Hayami tepat di tengah papan itu.
"Ho~ sassuga Hayami-san."kata Chiba.
"Makasih..."jawab Hayami sambil sedikit tersipu.
"Hayami-san maaf, aku beristirahat di pohon itu dulu ya."kata Chiba sambil menunjuk pohon besar yang tidak jauh dari tempat mereka berada.
"Silahkan."
Chiba berjalan meninggalkan Hayami menuju pohon yang dituju.
Saat Chiba bersandar di bawah pohon itu, ia merasa tenang akan angin yang sejuk, pohon yang rindang, itu semua membuat beban di pikirannya meringan. Tanpa disadari Chiba pun tertidur.
Selama beberapa lama latihan menembak, akhirnya Hayami memutuskan untuk pergi ke tempat Chiba.
Kini di depan Hayami terdapat Chiba yang sedang tertidur pulas.
Hayami dari dulu berfikir, sebenarnya wajah Chiba itu seperti apa? Karena penasaran, dengan perlahan Hayami menyingkirkan poni Chiba yang lumayan panjang ke belakang telinganya.
'Hee, dia punya wajah yang manis...kalau wajahnya ketika menjadi cowok, seperti apa ya?' Pikir Hayami.
Hayami duduk di sebelah Chiba tiba-tiba kepalanya jatuh ke pundak Hayami.
Hayami merasa malu, tapi ia menahannya karena takut Chiba bangun.
"Ung..."
"Ah, maaf kau jadi terbangun gara-gara aku."kata Hayami.
"Hayami-san...? Apa ini mimpi? Aku bersandar di pundak Hayami-san..."
"Ini bukan mimpi Chiba-kun."
"Hmmm...ternyata mimpi..."
Sepertinya Chiba masih setengah tertidur.
"Chiba—"
*CUP*
Tiba-tiba asap putih muncul. Setelah beberapa lama akhirnya asap itu hilang.
"Hehe...tidak apa kan? Ini kan mimpi..."kata Chiba sambil tersenyum seperti anak kecil lalu kembali tertidur.
Wajah Hayami memerah karena dicium Chiba di pipi dan karena terpesona melihat wajah Chiba yang masih tidak tertutup poninya itu.
"B, BAKAAA!"teriak Hayami sambil menembakan kepala Chiba dengan senapannya.
"Sakit!"teriak Chiba yang langsung terbangun.
"Hayami-san! Apa yang kau lakuka—EH? Kita kok udah balik jadi seperti semula?"tanya Chiba.
Hayami hanya bisa diam sambil menunduk dengan wajah merah. Chiba akhirnya sadar kalau yang dimimpiinnya tadi itu bukan mimpi lalu wajahbya memerah.
"HAYAMI-SAN! MAAFKAN AKU!"teriak Chiba sambil dogeza ke Hayami. Karena menunduk, poninya Chiba kembali menutupi wajahnya.
Hayami hanya bisa diam.
"Hayami-san?"
"...jaa, k, kalau kau memberi tahu perasaanmu kepadaku mungkin aku akan memafkanmu..."kata Hayami dengan wajah yang merah.
Chiba mengangguk sebagai balasannya.
"Aku..."
"Tunggu!"Hayami memotong perkataan Chiba.
"Ada apa? "
"Tolong katakan sambil memperlihatkan wajahmu..."wajah Hayami masih memerah.
Chiba hanya menurut lalu mengesampingkan poninya seperti tadi.
"Aku...terhadap Hayami-san...aku...s, su, SUKA!"kata Chiba dengan wajah tersipu.
Sekali lagi Hayami terpesona dengan wajah Chiba, wajahnya sangat lucu ketika tersipu pikirnya.
"K, kalau Hayami-san?"tanya Chiba.
"A, aku tidak membencimu..."
"Jadi suka?"
Hayami hanya mengangguk sebagai balasannya.
"Beneran?! Huaaa...aku senang sekali..."
"Chi, Chiba-kun!"
"Apa?"
"Jangan perlihatkan wajahmu kepada orang lain ya!"
"Eh? Hmm, baiklah."jawab Chiba tidak tahu kenapa Hayami berkata seperti itu, tapi Chiba juga tidak ada niat untuk memperlihatkannya ke orang lain jadi ia nurut-nurut saja.
"Chi, Chiba-kun, apa berarti kita p, pacaran? Bukan berarti aku ingin! Aku hanya ingin memastikan!"
"Kalau Hayami-san tidak keberatan..."
"Aku tidak keberatan...ingat! Bukan berarti aku sangat mau!"
Chiba hanya tertawa kecil.
"Iya aku tahu Hayami-san..."
Tbc.
