Warning: ooc, humor garing, tata bahasa tidak beraturan

Assassination clasroom adalah milik Matsui Yuusei


Nakamura POV

Pft...! Wajah Sugino yang kebingungan tadi kocak banget! Tunggu, tadi dia sudah balik jadi cowok. BERARTI DIA UDAH NYIUM YUKIKO-CHAN DONG?! Hehehe...Sugino, kau berutang PJ ke aku nih*smirk*.

"Oi pirang, ngapain kau nyengir-nyengir sendiri? Jiji'in tau!"kata Asano dengan sadisnya ke aku.

Jahat benget sih! Awas saja Asano...kubalas kau!

"Ih Asano-chan jahat deh!"

"Jangan panggil aku pakai 'chan'!"

"Eh~ kan manis!"

"Duh! Kau ini serius gak sih ngajak aku ke-ke-kencan!"

Kawaii! Mukanya merah!

"Ini kita lagi kencan! Asano, kau kan laki-laki! Seorang Asano! Seorang gentleman! Jadinya kau yang harusnya memanduku! Apa kau mau berperan sebagai ceweknya? Aku gak keberatan kok~" ejekku.

"..."

Hehe! Pasti dia marah! Ayo cepat kesal, ngamuk dan marahi aku!

HAHA! Aku memang sengaja membuatmu kesal! Itu akibatnya karena menghina Rio-sama ini!

"Ck! Iya aku salah ayo!"

Asano tiba-tiba menggenggam tanganku.

"Eh? Mau kemana?"

"Sudah diam saja! Biar aku yang menuntunmu!"

"T-tunggu! Asano, tanganmu! "

"Hah? Kau bicara apa? Kalau kencan sudah pasti bergandengan tangan kan? Ngomong-ngomong kau berjalan terlalu lamban. Yang benar itu harusnya kau berjalan di sampingku!"kata Asano lalu menarik tanganku agar aku berjalan di sampingnya.

Gawat...sepertinya wajahku merah...

"Pirang, ada apa? Kenapa kau menutupi wajahmu?"

"Tidak! Tidak apa-apa! Aku hanya kepanasan!"

"Oh begitu, yasudah."kata Asano lalu kembali menatap ke depan.

Bodoh...


"Hmmmm! oishiii! Kau juga mau parfaitnya Asano?"kataku sambil mengarahkan sendok berisi es krim kearahnya.

Hahaha… mana mau Asano ma—

*Hap!*

"Enak, lalu biasa aja kali makannya, gausah malu-maluin."

ASANOOO! ADA APA DENGANMU NAK?! KAU TERBENTUR DI MANA?! ATAU KARENA EFEK COKLATNYA MANAMI-CHAN?!

"H-Huh! Biarin!"

"Ah...ada krim di mulutmu." kata Asano sambil menunjuknya.

"Eh? Dimana?"

Aku meraba-raba di sekitar mulutku.

"Duhh, dasar merepotkan..."

Asano berdiri dari tempat duduknya lalu mendekatiku.

"TIDAAAK!"

A...AKU BODDOOOHH! ASANO KAN CUMAN MAU BANTUIN!

"Hah? 'Tidak' kau bilang? Huh hebat sekali kau bisa menolak kebaikanku ini!"

Hii! Dia marahh!

"A-aku tidak mau di sentuh oleh lipan seperti kau!"

APA YANG KUKATAKAN?! SEJAK KAPAN AKU JADI TSUNDERE HAHHH?! RIO! SADARLAHH!

"Hoo~ berani—"

*PRAAANGG!*

Normal POV

"Haruka…"

Kini di depan Asano dan Nakamura ada seorang kepala sekolah yang telah menjatuhkan sebuah segelas parfait jumbo.

"Ayah?!"

"Haruka..."

Gakuho memeluk Asano.

"T-tunggu, lepaskan!"

"Aku sangat merindukanmu...Haruka…"

"Lepaskan!" Asano mendorong Gakuho.

"Haruka...kenapa kau bersikap seperti itu? Ngomong-ngomong kenapa kau memakai seragam sekolah kunigaoka? Cosplay kah?"

"Bukan!"

"Asano-sensei! Dia bukan gadis bernama Haruka yang tadi kau sebut!"

"Hmmm, kau siapa?"

"Aku Nakamura Rio dari kelas 3-E Asano-sensei!"

"Eh, setahuku yang namanya Nakamura itu perempuan…"

"Sebenarnya…"

Time skip

"Hmmm...haup! Jadi begitu, ahahaha! Pantas saja aku salah mengira Asano-kun dengan ibunya!"

"Hahahaha...ngomong-ngomong, kau akan mengahabisi itu semua Asano-sensei?"tanya Nakamura sambil menunjuk parfait jumbo yang ada di hadapannya.

"Ah, Nakamura-san juga mau?"tanya Gakuho sambil mengarahkan sendok berisi es krim kearah Nakamura.

"Eh?! Aku udah, gausah makasih…"

"CK! Sebenarnya ayah kenapa ada disini?! Bukannya hari ini kau ada pekerjaan yang sangat penting!"Asano yang dari tadi hanya mendengar percakapan mereka mulai kesal. (karena kencannya diganggu)

"Apa yang kau katakan Asano-kun, sudah jelas karena ada hal yang lebih penting sampai-sampai aku harus meninggalkan pekerjaan yang sangat penting itu."

"E, eh? begitu...Maafkan a-"

"Hari ini ada parfait yang katanya enaknya luar biasa dan dijual terbatas. Setelah mengantri panjang akhirnya kudapatkan malah kujatuhkan. Itu semua salahmu lho Asano-kun. Karena per-orang hanya bisa beli sekali. Untungnya Nakamura-san berbaik hati mau mengantri membelikan parfait ini untukku." kata Gakuho panjang lebar dan mambuat Asano membatalkan permintaan maafnya. Sementara Rio hanya bisa nahan ketawa ngeliat ekspresi Asano

"Kenapa gak minta buatin atau suruh pelayan atau siapa kek buat beliin!"

"Hah...Asano-kun gak ngerti yah, rasa lelah sehabis berjuanglah yang membuat rasa parfait ini makin enak."

'TAPI AKHIRNYA KAU MALAH JATUHIN HASIL PERJUANGANMU ITU DAN MENYURUH ORANG LAIN BUAT MEMPERJUANGKANNYA DARI AWAL!' teriak Asano dalem hatinya.

"Aku gak mau tau lagi! Oi pirang, ayo pergi!" Asano beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan Nakamura dan Gakuho.

"A-Asano woi tungguin! Asano-sensei, saya duluan." kata Nakamura sambil beranjak dari tempat duduknya lalu sedikit membungkuk kearah Gakuho.

"Nakamura-san."panggil Gakuho. Gerakan Nakamura terhenti.

"Apa?"

"Walau kau siswi kelas E tapi aku tidak keberatan menjadikanmu menantuku. Setidaknya kau lebih pintar daripada siswi-siswi kelas A." kata Gakuho sambil tersenyum "manis".

Muka Nakamura mendadak panas.

"HAH?! KAU NGOMONG APA SIH SENSEI! SI-SIAPA JUGA YANG MAU SAMA DIA! AKU PERMISI!"

Nakamura pergi meninggalkan Gakuho dengan muka yang sangat merah.

"Haruka…, anak kita sudah tumbuh dewasa kan? Apa kau melihat kami dari sana?"gumam Gakuho.


"Pirang, kenapa dari tadi mukamu merah?"tanya Asano.

"Aku kepanasan!" jawab Nakamura asal.

Kini Nakamura dan Asano sedang berada di lorong gedung utama SMP Kunigaoka untuk mengambil pekeraan-pekerjaan osis yang tidak sempat di kerjain karena tidak mungkin Asano berkeliaran di gedung utama dengan wujud seperti ini. Mau di taruh dimana harga diri Asano kalu sampai ada siswa atau siswi gedung utama yang melihatnya. Untungnya jam segini para siswa-siswi gedung utama sudah pada pulang.

"Sebenarnya dari tadi aku ingin bilang, ini bulan Februari lho, ini masih musing dingin lalu kau baru saja makan parfait yang cukup banyak, dan kau merasa kepanasan? Huh! aku kagum kau dan ayah bisa makan parfait sebanyak itu di cuaca seperti ini." kata Asano sarkastik.

"BERISIIKK! Lagipula dari tadi apaansih! Aku punya nama kali! Namaku bukan pirang tapi Na-ka-mu-ra-ri-o! RIO!" teriak Nakamura

Asano tidak merespon apa-apa. Tiba-tiba Nakamura terfikir ide untuk meledek Asano.

"Hoo~ jangan-jangan kau terlalu malu untuk memanggil namaku?"

"Hah?! Tidak mungkin kan untuk apa aku malu karena hal sepele seperti itu!" wajah Asano sedikit memerah.

Cengiran Nakamura makin lebar.

"Kalau begitu coba panggil namaku! Coba bilang Rio!"

"Hah! Tidak mau!"tolak Asano.

Lagi-lagi Nakamura menemukan ide untuk membuat malu Asano.

"Kalau gitu aku saja yang memanggilmu! Gaku? Shuu? Pilih mana?""

"Gak dua-duanya!"

"Eehhh! Gaku aja deh!"

"Diam!"

"Gaku~"

"Diam!"

"Gaku-chan~"

"Ini peringatan terakhir."

"Gaku~Gakush-"

*CUPPP!*

Asap putih muncul.

"Aku sudah memperingatimu lho, Rio."

Asano pergi meninggalkan Nakamura yang masih belum bisa mencerna apa yang telah terjadi.

"D-DASAR LIPAN MESUUMM!"

Tbc.


Yaa Minna~

Maaf baru update!

Saya belakangan ini sibuk buat tes rekrutmen ini itu dan buat bahan cerita komik buat ekskul.

Chapter kali ini tebtang Gakurio, buat yang masih bingung Haruka itu oc dan dia ibunya Gakushuu terus ceritanya udah meninggal.

makasih buat yang para reader yang masih sabar buat nungguin updatean dari FF saya ini.

kalau ada kritik dan saran jangan sungkan-sungkan bilang ke saya ya~

soalnya saya emang gak jago bikin cerita tapi saya suka bikin cerita.*seperti biasa authornya labil*

makasih buat yang masih baca FF buatan author labil ini!

Jaa nee~