Warning: ooc, humor garing, tata bahasa tidak beraturan Assassination clasroom adalah milik Matsui Yuusei


Normal pov

"Sial...sekarang nasib gue gimana nih?!" Gumam seorang "gadis" bertubuh kekar sambil jalan dengan "anggunnya".

"Hiks...hiks..."

"Okuda-san, berhentilah menangis…"

Terdengar suara tangisan dari arah taman yang baru saja di lewatinya, ketika mendengarnya, Terasaka langsung bersembunyi di semak-semak dekat taman itu.

"Ini pakai sapu tanganku. " kata gadis cantik bersurai merah yang duduk di ayunan di samping laki-laki shota ber-megane yang sedang menangis tersedu-sedu sambil memberikan sapu tangan miliknya.

Kini Karma dan Okuda sedang duduk di ayunan yang berada di taman.

"Hiks...terima kasih Karma-kun..." Okuda menerima sapu tangan milik Karma.

Okuda melepas kacamatanya lalu mengelap wajahnya yang lumayan kacau karena menangis. (Tapi menurut Karma, Okuda yang sedang menangis itu sangatlah moe)

Untuk beberapa lama Karma dan Okuda tidak mengeluarkan sepatah kata apapun. Karma sengaja tidak mengatakan apa-apa karena dia ingin Okuda merasa sudah tenang dulu.

"A, ano...Karma-kun, ini terima kasih...maaf jadi basah..."

Okuda mengambalikan sapu tangan milik Karma.

"Gak papa, nanti juga kering."jawab Karma santai sambil menerima sapu tangan miliknya lalu menyimpannya kembali.

"Eh?! T-tapi kan itu kotor bekas air mataku..."

"Gak kotor kok, lagi pula kalau kotorpun tinggal di cuci, gampangkan." Kata Karma dengan santai.

'Sialan lu Kar...gue lagi sengsara lu malah ngegombal di sini…' batin Terasaka Melihat dari semak-semak.

"Karma-kun...aku...aku adalah beban kelas 3-E...yang kulakukan selalu membuat teman-teman kesusahan...apa teman-teman membenciku ya?" tanya Okuda dengan murung sambil mengayunkan ayunannya dengan perlahan.

"Okuda-san bukan beban kelas 3-E kok, waktu tes melawan Asano-kun dan yang lain, Okuda-san yang mendapat nilai tinggi di pelajaran IPA kan? Bagi kami suatu keberuntungan memiliki orang seperti Okuda-san di kelas 3-E lho."

"Sedangkan aku, hanya santai-santaian tidak belajar semaksimal mungkin karena ingin terlihat keren dan akhirnya hanya terlihat seperti orang bodoh." kata Karma sambil berdiri di atas Ayunannya lalu menggerakan tubuhnya kedepan dan kebelakang secara bergantian.

"Karma-kun…"

"Tapi karena hal itu aku dapat belajar dari pengalaman dan dapat menghasilkan hasil yang lebih baik kedepannya! Ah, soal cokelat jangan terlalu di pikirkan.

Berkat berubah gender karena memakan cokelatnya Okuda-san, mereka dapat lebih jujur dalam mengatakan perasaan mereka masing-masing.

Ini semua berkat Okuda-san. Kujamin mereka pasti sangat berterima kasih karena cokelat buatan Okuda-san. " jelas Karma dengan bijak dan panjang lebar.

"Si Karma sialan itu ternyata bisa juga jadi bijak…" gumam Terasaka yang mendengar percakapan Karma dan Okuda-san dari tadi.

"Karma-kun…berkat Karma-kun yang telah mengatakan hal itu semua aku jadi semangat lagi. terima kasih Karma-kun! " kata Okuda sambil tersenyum lembut kearah Karma. Di mata Karma, Okuda versi laki-laki yang sedang tersenyum kepadanya itu lumayan—bukan. Sangat cukup membuat hati Karma dagdigdug gak karuan.

'APAAA?! BAIK? SETAN MERAH ITU? SI SETAN MERAH KARMA SIALAN ITU!? APA GUE GAK SALAH DENGER?!' teriak Terasaka dalam hatinya.

Ayunan yang Karma naiki mencondong ke depan lalu Karma loncat lalu salto di udara dan mendarat ke tanah dengan sempurna.

tanpa sadar Okuda tepuk tangan karena kagum.

"Karena aku telah membuat Okuda-san semangat lagi aku bolehkan minta balasan dari Okuda-san?" tanya Karma yang berdiri di depan Okuda-san sambil menggenggam kedua rantai yang menggantung ayunan yang di duduki Okuda lalu menatap Okuda lurus ke matanya.

"E-eh? Permintaan apa?" tanya Okuda yang agak mendongak ke atas menatap Karma.

"Mudah kok, tutup matamu."

"Eh? Baiklah…"

Okuda menuruti perkataan si setan merah dengan polosnya tanpa mengetahui maksud tersembunyi setan merah ini.

Karma menyingkirkan rambut panjangnya ke belakang telinga lalu mendekati wajah Okuda dengan perlahan.

'OI, OI, OI KARMAAA! ITU ANAK ORANG MAU DIAPAIN! MASIH POLOS TUH! BISA-BISANYA LU MENCURI KESEMPATAN DI DALAM KESEMPITAN! Oke sip...HARUS GUE HENTIKAN!"

Terasaka keluar dari tempat persembunyiannya lalu lari kearah Karma dan Okuda.

"OI KARMA SIALAN! BISA-BISANYA LU NYARI KESEMPATAN! BERHENTII—" Teriak Terasaka sambil berlari. Tapi sayangnya ketika Terasaka sudah mendekati Karma dan Okuda, dengan sangat tidak beruntungnya kaki Terasaka tersandung dengan kakinya yang satu lagi lalu jatuh ke arah Karma.

"E-eh?!"

"E-EH?! O-oi Te-Terasaka sialan! jangan jatuh kesini badan lu gede—HU-HUAAAAAA!"

*GUBRAAAKKK!* *CUUUUUPPPP!*

Asap putihpun muncul.

"Eh? Ada apa?" tanya Okuda yang masih memejamkan matanya.

".Ka-Karma-kun! Terasaka-kun!? Kalian gak papa!?" tanya Okuda yang tidak tahu apa yang telah terjadi.

yang ditanya tidak menjawab. Dua-duanya terbaring di tanah layaknya mayat. Wajahnya pucat. Shock berat.

'Terasaka sialan! berani-beraninya lu ngerusak saat-saat gue buat nyium Okuda-san dan lu malah nyium gue!' batin Karma yang merasa seluruh energinya terhisap sesuatu.

'KENAPA JADI BEGINI?! SALAH GUE APA SAMPE GUE HARI INI GAK BERUNTUNG BANGET!' teriak Terasaka yang bernasib sama dengan Karma.

.

.

.

.

.

.

Besoknya (16 Februari) di kelas 3-E...

"AHAHAHAHAHAHA! KARMA! LU SIH SUKA NGERJAIN ORANG! MAKANYA KENA KARMA!" tawa gadis bersurai blonde dengan nistanya.

"Makanya jadi orang tuh jangan suka jailin orang—eh sori, lu kan setan bukan orang." sindir si ketua osis SMP Kunigaoka.

"Berisik lu semua! Terus lu ngapain di sini!? Sana balik!"

"Huh! Tanpa kau suruhpun aku akan balik. Oh ya, Rio, pulang sekolah lansung saja ke ruang osis. " kata Asano lalu berjalan menuju pintu kelas 3-E.

"okkeee~"jawab Rio dengan riang.

"Pft...Karma kena karma."kata Asano sambil berseringai lalu pergi.

"BERISIK! DASAR LIPAN! SANA BALIK KE ALAMLU!"teriak Karma dengan kesal sambil melempar sepatunya ke arah Asano tapi tidak kena dan malah mengenai pintu kelas yang tidak berdosa.

"OKUDA-SAN, MAAFKAN KAMI!" Nagisa, Kayano, Maehara, Okano, Chiba, Hayami, Isogai, dan Kataoka meminta maaf lalu menunduk ke arah Okuda dengan bersamaan.

"Terasaka-kun! kau juga minta maaf!"kata Kataoka.

"Ck...maaf..." kata Terasaka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"E-eh?! Memangnya ada apa?"

"Kami dengar dari Karma-kun kemarin kau menangis karena merasa bersalah...tapi Okuda-san gak salah apa-apa kok!" kata Kayano. sambil memeluk Okuda.

"Justru aku merasa beruntung dapat memakan coklatnya Okuda-san, karena itu aku jadi bisa jujur dengan perasaanku sendiri!"kata Sugino dengan malu-malu.

"Yah, menyenangkan kok...lagipula berubah gender itu bukanlah hal yang bisa dirasakan semua orang. Jadi kita termasuk orang-orang beruntung!"kata Maehara.

"Iya, menjadi cowok itu juga tidak buruk..."kata Nakamura.

"Rio!"Kataoka menjitak Nakamura.

"Hehe..."

"Benarkan, apa kubilang." kata Karma tersenyum sambil menepuk kepala Okuda.

"Karma-kun...minna..."Okuda terharu.

"Okuda-san, Karma-kun! Dengar deh! Kemarin ketika kalian gak ada di kelas..."


Flashback

Di tengah kegaduhan di kelas 3-E, tiba-tiba pintu kelas terbuka. terlihat Irina yang masuk ke dalam kelas sambil memegang dahinya dan cengar-cengir sendiri kayak orang gila.

"Bitch-sensei?! Kok udah jadi cewek?!"

"Hehehe...bocah-bocah...dengar deh...ketika aku kembali ke ruang guru lalu aku memberi tahu cara untuk kembali seperti semula lalu Karasuma...hehe...mengingatnya saja...kyaaa~ Karasuma sangat agresif kau tahu!"

*BRAAAAKKK!*

Pintu kelas di banting untuk sekian kalinya.

Karasuma berjalan cepat kearah Irina lalu menjitaknya dengan keras.

"Mou, ittai yo Karasuma!" rengek Irina.

"Jangan ngomong yang aneh-aneh bikin orang salah paham! Hanya di kening ingat!"

"Hmph!"

'Aku berhutang budi padamu Manami!'batin Irina.

Flashback End


"Heee begitu, syukurlah."kata Okuda.

"Iya, dan karena itu sekarang Hinano sedang menangis di pojokan sana." kata kataoka sambil menunjuk Kurahashi yang sedang nangis di pojokan kelas.

"Tunggu teman-teman. Sepertinya kita melupakan sesuatu." kata Isogai.

"AH! Okuda-san, kenapa kau bisa balik jadi cewek? !"tanya Nagisa.

Karma terkejut mendengarnya. Ia juga baru menyadarinya.

"Eh? Waktu aku pulang kerumah, ibuku terkejut melihatku. Tapi bukannya marah ibuku malah senang karena katanya aku versi cowok juga lucu lalu ia mencium-cium wajahku."jawab Okuda dengan polos.

'IBUNYA OKUDA-SAN CURANG.' batin Karma.

"Eh?! Memangnya tidak harus sama orang yang di sukai?"tanya Okano.

"Eh? Kukira kalian tahu? tapi Karma-kun saja sama Terasaka-kun ci..."

"UDAH! GAUSAH DI UNGKIT-UNGKIT! YANG PENTING SEMUA UDAH BALIK SEPERTI SEMULA! UDAH PADA JADIAN! HAPPY ENDING!" teriak Nakamura.

"APANYA YANG HAPPY ENDING?! GUE CIUMAN SAMA MAKHLUK KAYAK TERASAKA DI BILANG HAPPY ENDING?!"

"LU KIRA GUE SENENG CIUMAN SAMA LO?!"

"DIAM!"Kataoka sudah membuka mulut.

Karma dan Terasakapun hanya bisa diam.

"MINNAASAAN! AKU KEMBALI!"

"Koro-sensei!"

"Mou, Koro-sensei kemana aja sih?!"

"Maafkan Koro-sensein karena pergi tanpa bilang apa-apa. ini sebagai permintaan maaf. Sensei harus pergi lagi. Adios!"

Karma mengambil barang yang diberikan Koro-sensei, Koro-sensei memberikan beberapa lembar foto yang bergambar korban coklat Okuda-san yang sedang bersama termasuk foto Karma yang sedang ciuman dengan Terasaka.

"GURITA SIALAN! JADI SELAMA INI LU NGELIATIN SEMUANYA! AGGHHH GUE GAKUAT LAGI!" teriak Karma yang udah pengen nangis.

.

.

.

.

.

.

"Karma-kun gak papa?" Tanya Okuda khawatir

"Ah...iya...aku gak papa..." jawab Karma yan sedang bersandar di dahan pohon. Matanya udah kayak ikan mati.

"Ka-Karma-kun!"

"Ada ap—"

Tiba-tiba Okuda mencium kening Karma.

"Okuda-san...?" Karma terlalu terkejut untuk bereaksi.

"A-aku belum memberikan balasan yang kemarin karena telah menghiburku, jadi gantinya ini saja ya..."kata Okuda sambil tersenyum lembut.

Tanpa mengucapkan apapun Karma memeluk Okuda-san dengan erat.

"Ka-Karma-kun?!"

"Aku menyukai Okuda-san..." Karma mengubur wajahnya di pundak Okuda.

"...Aku Juga..."

END.


Yaa minna~

Akhirnya tamat juga yah!

Saya ucapkan terima kasih buat yang telah membaca fanfic saya. Maaf jika ada banyak typo dan karakter-karakter yang ooc.

Chapter terakhir tentang Karmanami. Di sini kayaknya Karma sengsara banget. Emang. Gatau kenapa saya suka banget ngenistain Karma di fanfic saya.

Sekali lagi saya ucaoin terima kasih buat yang udah baca fanfic saya.

Terakhir, saya mau ngucapin terima kasih buat yang udah ngereview, fav, follow fanfic ini dan fanfic saya yang berjudul Korban Kegalauan Setan Merah.

Sebelumnya saya mau minta maaf karena baru bisa bilang makasih sekarang.

Nah, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya buat:

Lluvia Pluviophile

Vreezie

Mikazuki Ryuuko

Kise K-na

Chindleion

Wako P

Ratu Obeng

Nekompuss

Misacchin

IarIz

dhaniyuki01

Akano Tsuki

TsukiKonaIzu

adera 1896

Yakutsu Zashiro

miraflame

anonim-san13

Frwt

Kagatsune Miku

Shiota Nariase

madeh18

Zahradit

Akashi Uchiha

Yamanaka tenten

Aniaisha

Fuyukaze Aoi 24

Akatsuki Akane

lydiasyafira

Natsuma Yoru

Hani Ninomiya

Maaf kalo namanya ada yang salah. Makasih ya udah nge read, fav, follow, dan review fanfic saya.

Jaa nee~