I Love You Who You Are
Main cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, OC
Genre: Romance
Rating: T
Summary: Byun baekhyun yang terkenal cengeng dan manja ingin berubanh menjadi dewasa demi sang kekasih-Park Chanyeol, namun malah berujung dengan chanyeol yang kecewa terhadapnya dan tidak menyukai perubahan sikap baekhyun yang menurutnya dewasa.
Cerita ini murni hasil dari curahan pemikiran dan imajinasi saya, cast hanya milik tuhan dirinya sendiri dan orangtuanya, tapi cerita ini asli milik saya.
Don't be a plagiat or silent reader
Read and Review
Enjoy
Sorry for typo(s)
.
.
Last Chapter
Baekhyun sudah bersiap untuk berangkat ke kampus hari ini, tadi malam ia melupakan handphone nya yang mati karena kehabisan daya. Dan ia baru mengaktifkannya lagi tadi pagi, tapi tidak ada pemberitahuan pesan atau panggilan apapun dari chanyeol, ia beranggapan mungkin chanyeol sangat kecewa kepadanya. ia semakin menekadkan niatnya untuk tidak manja lagi terhadap chanyeol, bahkan mungkin semua orang termasuk orang tua dan kakaknya. Meskipun akan sedikit sulit tapi setidaknya ia harus berusaha.
"pagi baek, tumben kau sudah siap?" tanya sang kakak ketika ia melihat baekhyun sudah duduk untuk sarapan pagi bersama kedua orang tuanya.
"hari ini aku ada kuliah pagi oppa, jadi aku tidak boleh terlambat, aku sudah selesai sarapan, aku berangkat eomma, appa" ucap baekhyun lalu pergi setelah mengecup pipi kedua orang tuanya.
"aneh sekali dia, padahal chanyeol kan belum menjemputnya?" tanya baekbom kepada kedua orang tuanya.
"entahlah, bahkan tadi pagi dia membantu eomma memasak" ucap nyonya byun
"sudahlah, bukankah itu baik untuk baekhyun, dia bahkan menolak untuk diantarkan oleh supir" ucap tuan byun menanggapi pembicaraan mengenai anak bungsunya dan diangguki oleh nyonya byun dan juga baekbom. Lalu mereka kembali melanjutkan sarapannya.
.
.
Chapter 2
Chanyeol terbangun dari tidurnya, sepertinya ia lupa menutup tirai kamarnya semalam. Ia langsung melihat jam dan langsung terbangun dan menuju kamar mandi ketika ia ingat kalau hari ini baekhyun ada jadwal kuliah pagi, dan ia harus menjemputnya untuk pergi kuliah bersama, karena memang harus seperti itu, ia sudah berjanji kepada kedua orang tua baekhyun bahkan baekbom kalau ia akan menjaga baekhyun, dan salah satunya dengan ia berangkat dan pulang kuliah bersama baekhyun meskipun jadwal kuliah mereka berbeda.
Setelah menyelesaikan aktivitas paginya –mandi dsb chanyeol langsung melesat ke kediaman baekhyun, dan ketika ia sudah sampai ia melihat baekbom –kakak baekhyun yang sedang bersiap berangkat bekerja.
"oh, hai hyung, sudah mau berangkat?" sapa chanyeol
"oh, hai chanyeol, ada apa?" tanya baekbom
"tentu saja menjemput baekhyun, apa baekhyun sudah menungguku?" tanya chanyeol lagi. Sementara baekbom terlihat tengah memikirkan sesuatu.
"apa ada masalah diantara kalian?" tanya baekbom mencoba menebak apa yang terjadi.
"ah, itu… hanya.. ada sedikit kesalahpahaman hyung, aku akan meyelesaikannya sekarang juga" ucap chanyeol gugup. Sepertinya baekhyun cerita tentang ia yang membentaknya semalam kepada baekbom.
"kau tak usah masuk kedalam yeol" ucap baekbom, dan hal itu sukses membuat chanyeol membeku seketika, sepertinya kesalahannya semalam sangat fatal, ia menyesal tidak langsung menemui baekhyun dan meminta maaf saja semalam.
"m..maksud hyung?" tanya chanyeol semakin gugup ia berfikir bahwa baekbeom sepertinya marah padanya karena membentak adik kesayangannya.
"baekhyun sudah berangkat sendiri tadi, sepertinya ia naik bus umum jadi kau tidak usah masuk juga tak apa, lagipula didalam hanya ada eomma dan appa juga sebentar lagi berangkat ke kantor" ucapan baekbom semakin membuat chanyeol merasa bersalah kepada kekasih mungilnya itu, sebegitu marahkah ia pada chanyeol.
"ah,. Baiklah hyung, terimakasih sudah memberitahuku" ucap chanyeol lirih.
"Yeol!" panggil baekbom dan chanyeol seketika menghentikan langkahnya kemudian berbalik menghadap baekbom.
"maaf jika baekhyun selalu merepotkanmu, kau tahu kan, dia itu selalu di manjakan oleh kami, jadi mungkin ia juga selalu ingin bersikap manja kepadamu, apalagi kau adalah kekasih pertamanya, jadi mungkin baekhyun masih belum begitu paham bagaimana menjadi pacar yang baik, dan membedakan antara bersikap kepada keluarga dan kekasihnya" difikirannya baekbom akan mengatakan kepadanya untuk menjauhi baekhyun bahkan mungkin berpisah dengan baekhyun.
"jika kalian ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik, aku sangat mempercayakan adikku padamu, aku tahu kau sangat menyayanginya" lanjut baekbom menasehati.
"baik hyung, terimakasih karena kau mempercayaiku. Lagipula aku tidak masalah baekhyun besikap seperti itu terhadapku, justru aku merasa senang karena baekhyun tidak membedakan sikapnya terhadapku dan juga kalian, bukankah itu artinya aku juga sudah dianggap keluarga olehnya" ucap chanyeol, ah rupanya apa yang ia fikirkan terlalu jauh, toh pada kenyataannya baekbom justru mendukung hubungan mereka.
"tentu saja, aku dan appaku sudah mengenal keluargamu sejak lama, jadi aku tahu kau ini orang seperti apa, baiklah kalau begitu hyung berangkat dulu, jangan lupa untuk menyelesaikan kesalahpahaman kalian secepatnya" tentu saja keluarga chanyeol dan baekhyun memang sudah lama saling mengenal, baekhyun dan chanyeolpun bertemu ketika keluarga mereka menghadiri acara pertunangan kim jongin –sepupu chanyeol yang merupakan anak dari teman bisnis tuan byun, dan kebetulan juga ia bertunangan dengan kyungsoo –sahabat baekhyun.
Tanpa disangka ternyata keduanya saling jatuh cinta pada pandangan pertama, dan sampai akhirnya pada saat tahun pertama mereka kuliah mereka kuliah ditempat yang sama, dan chanyeol menyatakan perasaannya kepada baekhyun dihadapan banyak orang yang sedang di ospek –seperti mereka dan tanpa fikir panjang baekhyun langsung menerima chanyeol, karena ia juga menyukai chanyeol.
"ne, hati-hati hyung" ucap chanyeol kemudian ia masuk kembali kedalam mobilnya dan mulai melajukan mobilnya menuju kempus.
Sesampainya di kampus chanyeol bertemu dengan beberapa temannya, ia dan baekhyun cukup dikenal dikampus,apalagi chanyeol, siapa yang tak kenal dengannya, sudah tampan, mapan, pintar bermain musik, dia juga cukup pintar dibidang akademik dan olahraga. Benar-benar tipe pria idaman.
Baekhyun dan chanyeol tidak masuk dijurusan yang sama, chanyeol memilih jurusan manajemen bisnis karena ia akan menjadi penerus perusahaan appa nya, sedangkan baekhyun masuk jurusan yang berbeda. Jadi mereka juga memilki jadwal kuliah yang berbeda.
Ketika dalam perjalanan, ia bertemu dengan luhan –sahabat baekhyun yang sekelas dengannya. Kemudian ia bertanya tentang baekhyun kepada luhan, tapi luhan bilang ia akan ijin tidak masuk kuliah karena sehun –kekasihnya sedang sakit. Satu hal yang chanyeol ketahui adalah kelas baekhyun sudah mulai dan baekhyun juga sudah ada dikelas, karena luhan meminta bantuan baekhyun untuk meminta izin tidak masuk kuliah hari ini.
Chanyeol menunggu baekhyun diruang klub musiknya, dan tanpa terasa sudah 3 jam lamanya dan itu artinya kelas baekhyun sudah sebentar lagi akan selesai. Chanyeol berpamitan kepada anggota klub musiknya dan untunglah ternyata chen hanya demam ringan, dan ia bisa ikut tampil diacara festival.
Chanyeol langsung menuju kelas baekhyun, dan tidak lama kemudian terlihat baekhyun keluar dari kelas dan chanyeol langsung menghampiri baekhyun.
"oh, chanyeol ada apa?, bukankah hari ini kau tidak ada kuliah?" tanya baekhyun yang sedikit kaget karena kedatangan chanyeol yang tiba-tiba.
"hai baek, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap chanyeol, tanpa menjawab pertanyaan baekhyun.
Deg 'apakah chanyeol masih kecewa padanya, dan ingin mengakhiri hubungan mereka' fikir baekhyun
"tentu, tapi apakah hari ini kau tidak ada latihan dengan band mu? Kufikir kau kesini karena hal itu" tanya baekhyun
'sepertinya baekhyun masih marah padaku' fikir chanyeol
"aku sudah latihan tadi saat menunggumu, bukankah kuliahmu sudah selesai?"
"yah, aku hanya ada satu jadwal saja hari ini"
"baiklah, ayo ke apartemenku, kita bicarakan disana?" ajak chanyeol dan diangguki oleh baekhyun. Mereka berdua langsung berjalan menuju parkiraan setelah baekhyun pamit kepada temannya, selama perjalanan perasaan canggung menguar diantara keduanya, baekhyun yang masih berfikir bahwa chanyeol kecewa padanya dan chanyeol dengan pemikirannya tentang baekhyun yang masih marah padanya karena sikapnya kemarin. Padahal biasanya ketika berjalan mereka selalu bergandengan tangan, bahkan baekhyun selalu bergelayut manja di tangan chanyeol dan seolah-olah mengklaim bahwa chanyeol adalah miliknya seorang.
Tapi hari ini mereka hanya berdampingan biasa tanpa ada sepatah katapun terucap diantara keduanya. Baekhyun ingin menggenggam tangan chanyeol, tapi ia urungkan niatnya, ia tidak ingin chanyeol menganggapnya kekanakan, ia ingin bersikap dewasa agar chanyeol tidak kecewa terhadapnya.
Chanyeol membukakan pintu penumpang untuk baekhyun ketika mereka sampai di tempat parkir, baekhyun menaggapi sikap chanyeol hanya dengan senyuman. Dan chanyeol merasa sedikit aneh dan merasa bahwa baekhyun benar-benar marah kepadanya. Padahal baekhyun biasanya selalu mengucapkan terimakasih sambil menampilkan senyum bulan sabitnya kalau chanyeol memperlakukannya seperti itu. Sementara menurut baekhyun hal seperti itu wajar dilakukan oleh seseorang yang bersikap dewasa, dan yang biasa ia lakukan dulu terlalu kekanakan.
"kita ke supermarket dulu, ada yang ingin ku beli, sekalian kita beli bahan untuk makan siang" ucap chanyeol sambil memandang kearah baekhyun
"baiklah" dan hell, respon baekhyun masih singkat, chanyeol mulai merasa aneh, jika baekhyun marah padanya, ia pasti akan menjawab pertanyaan chanyeol dengan singkat dan juga jutek, tapi ini, baekhyun mengucapkannya sambil tersenyum kearahnya, apa baekhyun salah makan hari ini. Atau jangan-jangan dia bosan dengan chanyeol dan lelah untuk berdebat dengannya, oh no! jangan sampai hal itu terjadi.
Sambil terus memikirkan tentang perubahan sikap baekhyun chanyeol langsung menyalakan gas dan mengendarai mobilnya menuju tempat yang akan mereka tuju. Selama perjalanan keheningan itu kembali terjadi, keduanya terdiam dengan pemikirannya masing-masing. Sampai akhirnya mereka sampai di supermarket yang tak jauh dari apartemen chanyeol.
"biar aku saja yang masuk kedalam, kau diam disini saja, kau pasti lelah" ucap baekhyun ketika canyeol akan keluar dari mobilnya. Dan chanyeol kembali merasakan keanehan biasanya dia menyuruh chanyeol untuk ikut kedalam bersamanya dengan alasan takut chanyeol melihat wanita cantik ketika diam ditempat parkir, dan bisa membantu baekhyun untuk membawa barang beliannya.
"tidak apa-apa baek, biasanya juga kita kedalam bersama" ucap chanyeol menaggapi, dan tanpa chanyeol sadari wajah baekhyun berubah menjadi sendu, ia mulai berfikir bahwa ia selalu saja merepotkan chanyeol selama ini. Tapi sebagai seseorang yang berusaha untuk bisa menjadi dewasa baekhyun menuruti keinginan chanyeol. Dan akhirnya mereka berdua masuk ke dalam.
Keika masuk ke supermarket, seperti biasa chanyeol langsung mengambil trolly untuk menempatkan barang belanjaan mereka, karena sudah dipastikan belanjaan mereka tidak akan sedikit mengingat baekhyun akan selalu membeli banyak cemilan, buah strawberry, ice cream dan makanan ringan lainnya apabila sudah pergi ke supermarket. Lagipula chanyeol juga sekalian membeli kebutuhannya yang lain.
TBC
Haloo yeorobuunn,. Maaf lama update, gak nyangka bakal banyak yang respon ff aku,. Makasih banyak loh buat kalian semua buat doanya juga makasih banyak,. *Deepbow
Oh iya, masalah ff ini gs atau yaoi aku juga masih bingung hehe, terserah imajinasi kalian aja deh ya, ngebayanginnya mamih kita yang imutnya gak ketulungan ini cocoknya dicerita ini gs atau enggak J.
Sekali lagi mohon maaf atas keterlambatannya yaa, maaf juga kalo feel buat ff ku ini udah hilang karena terlalu lelah menunggu, maaf juga kalo ceritanya makin gak jelas,.
terakhir Marhaban ya Ramadhan dan mohon maaf lahir batin buat semua yang menjalankan,. :)
