I Love You Who You Are
Main cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, OC
Genre: Romance
Rating: T
Summary: Byun baekhyun yang terkenal cengeng dan manja ingin berubanh menjadi dewasa demi sang kekasih-Park Chanyeol, namun malah berujung dengan chanyeol yang kecewa terhadapnya dan tidak menyukai perubahan sikap baekhyun yang menurutnya dewasa.
Cerita ini murni hasil dari curahan pemikiran dan imajinasi saya, cast hanya milik tuhan dirinya sendiri dan orangtuanya, tapi cerita ini asli milik saya.
Don't be a plagiat or silent reader
Read and Review
Enjoy
Sorry for typo(s)
.
.
Last chapter
Sambil terus memikirkan tentang perubahan sikap baekhyun chanyeol langsung menyalakan gas dan mengendarai mobilnya menuju tempat yang akan mereka tuju. Selama perjalanan keheningan itu kembali terjadi, keduanya terdiam dengan pemikirannya masing-masing. Sampai akhirnya mereka sampai di supermarket yang tak jauh dari apartemen chanyeol.
"biar aku saja yang masuk kedalam, kau diam disini saja, kau pasti lelah" ucap baekhyun ketika canyeol akan keluar dari mobilnya. Dan chanyeol kembali merasakan keanehan biasanya dia menyuruh chanyeol untuk ikut kedalam bersamanya dengan alasan takut chanyeol melihat wanita cantik ketika diam ditempat parkir, dan bisa membantu baekhyun untuk membawa barang beliannya.
"tidak apa-apa baek, biasanya juga kita kedalam bersama" ucap chanyeol menaggapi, dan tanpa chanyeol sadari wajah baekhyun berubah menjadi sendu, ia mulai berfikir bahwa ia selalu saja merepotkan chanyeol selama ini. Tapi sebagai seseorang yang berusaha untuk bisa menjadi dewasa baekhyun menuruti keinginan chanyeol. Dan akhirnya mereka berdua masuk ke dalam.
Keika masuk ke supermarket, seperti biasa chanyeol langsung mengambil trolly untuk menempatkan barang belanjaan mereka, karena sudah dipastikan belanjaan mereka tidak akan sedikit mengingat baekhyun akan selalu membeli banyak cemilan, buah strawberry, ice cream dan makanan ringan lainnya apabila sudah pergi ke supermarket. Lagipula chanyeol juga sekalian membeli kebutuhannya yang lain.
.
.
Chapter 3
ketika didalam supermarket chanyeol langsung mendorong trolly sambil mengikuti baekhyun, karena baekhyun selalu lebih tahu apa yang chanyeol butuhkan. Ketika mereka sampai di rak minuman baekhyun berhenti sejenak dan chanyeol yang ada dibelakangnyapun otomatis langsung ikut berhenti, chanyeol sudah paham akan kebiasaannya yang selalu mengkonsumsi susu strawberry mengingat kekasihnya merupakan pecinta segala hal yang berhubungan dan memiliki rasa strawberry, akan tetapi ada yang aneh dengan hari ini, setelah berhenti sejenak didepan rak susu, dia langsung melewatinya begitu saja, chanyeol tentu bingung dengan kekasihnya, dan ia sempat berfikir mungkin baekhyun masih meiliki stok susu strawberry, tapi dia biasanya akan tetap membeli meskipun stok di kulkasnya masih tersedia.
Kenaehan pada baekhyun tidak hanya terjadi ketika dia berada didepan rak susu saja, didepan rak eskrim dan buah yang menyediakan begitu banyak buah strawberry segar-pun baekhyun hanyamelewatinya saja, chanyeol tentu saja bingung dengan sikap kekasihnya itu, tidak biasanya baekhyun mengabaikan hal sekecilpun mengenai sesuatu yang berhubungan dengan buah manis-asam itu
"baek? Kau yakin tidak ingin membelinya?" tanya chanyeol ketika ia melihant baekhyun yang hanya melewati rak tersebut.
"tidak yeol, aku sudah cukup memakannya seharian ini" jawab baekhyun sambil tersenyum manis
'Well itu sangat aneh' pikir cahnyeol
Setelah hampir tigapuluh menit berkeliling dan membeli kebutuhan chanyeol mereka selesai membayar dan kemudian kembali lagi menuju mobil chanyeol
"baek, aku melupakan sesuatu bisa kau tunggu disini sebentar" titah chanyeol yang kemudia diangguki oleh baekhyun.
Chanyeol kembali lagi masuk ke supermarket kemudian ia membeli susu, es krim dan buah strawberry kesukaan kekasihnya. Sesampainya ditempat parkir karena tidak ingin ketahuan oleh baekhyun ia langsung memasukan belanjaannya ke bagasi.
"kau membeli apa?" tanya baekhyun
"hanya sikat gigi, aku lupa tadi sikat gigiku terjatuh di lantai kamar mandi" bohong chanyeol kemudian ia menyalakan mobilnya dan kemudian mobil tersebut melaju ke tempat tujuan awal mereka –apartemen chanyeol.
Sesampainya mereka di parkiran apartemen chanyeol, ia sengaja menyuruh baekhyun agar masuk ke apartemennya terlebih dahulu, agar ia tidak ketahuan membeli beberapa makanan kesukaan baekhyun. Bahkan ia menolak permintaan baekhyun untuk membantunya membawa belanjaan mereka, mengingat mereka belanja cukup banyak.
"biar ku bantu yeol" ucap baekhyun setelah mereka sampai di kawasan parkiran apartemen chanyeol
"tidak usah baek, tidak apa-apa biar aku saja yang bawa sayang, ini berat"
"justru karena itu yeol, biar aku bantu" paksa baekhyun
"tidak usah baek, lebih baik kau duluan saja, dan bukakan pintu apartemen untukku oke" ucap chanyeol sedikit memaksa dan akhirnya baekhyun meng-iya kan. Karena baekhyun ingin bersikap dewasa dengan mengikuti apa yang chanyeol katakan.
Sesampainya di dalam apartemen, sesuai dengan perintah chanyeol ia langsung membukakan pintu apartemennya, kemudian chanyeol mengikutinya dibelakang tak lama kemudian.
Keberuntungan chanyeol karena sesampainya di apartemen chanyeol baekhyun langsung izin kekamar mandi yang berada di kamarnya, ya meskipun ia dari keluarga yang cukup terpandang tapi orang tuanya tidak memanjakan dia dengan tinggal di apartemen mewah, ia hanya tinggal di apartemen sederhana dengan satu kamar tidur yang dilengkapi dengan kamar mandi, kemudian ada ruang tamu dan juga dapur.
Dengan tergesa-gesa chanyeol langsung memasukkan makanan kesukaan baekhyun yang ia beli agar tidak ketahuan oleh sang kekasih hingga beberapa menit kemudian baekhyun keluar dari kamar chanyeol dengan rambut digulung bersiap untuk memasak makanan untuk dirinya dan sang kekasih.
'huffh hampir saja' batin chanyeol sambil terus merapihkan belanjaannya kedalam kulkas
Setelah acara masak-memasak dan makan mereka selesai, baekhyun kemudian membersihkan piring kotor yang sempay mereka gunakan, dan karena baekhyun masih belajar untuk menjadi wanita dewasa –versi baekhyun. Ia yang biasanya merengek untuk dibantu chanyeol, kini hanya membersihkan piring kotor tersebut sendiri dan menyuruh chanyeol untuk menunggunya saja.
Sebenarnya ia masih memikirkan kira-kira apa yang akan dibicarakan chanyeol kepadanya? Apakah chanyeol benar-benar kecewa terhadapnya selama ini? Apakah chanyeol akan memutuskannya? Setelah setahun lebih hubungan mereka? Pikiran baekhyun terlalu dipenhi oleh nasib hubungannya dengan chanyeol, sehingga tak sadar ketika ia akan menyimpan gelas yang telah ia cuci, gelas tersebut jatuh dan kemudian pecah.
'PRANG'
Suara barang pecah mengagetkan chanyeol yang sedang berada di ruang tamu apartemennya, dan seketika itu juga baekhyun tersadar dari lamunannya, entah ia masih dalam mode melamun atau terlalu terkejut dengan gelas yang pecah tersebut, ia langsung mengambil pecahan gelas tersebut dan secara tak sengaja malah melukai tangannya.
"ASTAGA BAEKHYUN! Tanganmu,."
Chanyeol yang langsung berlari menuju dapurnya ia begitu panik melihat tangan baekhyun yang berlumuran darah, chanyeol langsung menghampiri baekhyun dan menyuruhnya untuk berdiri agar ia dapat membersihkan pecahan tersebut.
Tapi dasarnya baekhyun yang sedang dalam mode 'ingin menjadi dewasa' jadinya ia malah berusaha menolak perintah chanyeol dan tetap ingin melanjutkan membersihkan pecahan tersebut.
"tak apa yeol, aku minta maaf, biar aku saja yang membereskannya ini semua salahku aku minta maaf,."ucap baekhyun sambil tetap berusaha membersihkan pecahan tersebut meskipun sebenarnya tangannya begitu perih terkena pecahan gelas tersebut.
'wanita dewasa tidak boleh menangis hanya karena hal seperti ini, ini salahku dan sebagai wanita dewasa aku harus bertanggung jawab dan jangan menyusahkan orang lain' batin baekhyun. Ia hanya menggigit bibirnya berusaha menahan agar isakannya tidak terdengar oleh chanyeol.
Baekhyun masih bersikeras ingin membersihkan hingga akhirnya jarinya terkena pecahan lagi. Chanyeol sudah tidak tahan lagi ia secara refleks membentak baekhyun.
"BAEKHYUN! Kau tidak lihat, bagaimana tanganmu terluka dan berdarah? Kau masih ingin melukai tanganmu? Aku tahu kaukesakitan jadi berhenti membereskannya dan biarkan aku yang melakukannya oke" ucap chanyeol sedikit melembut diakhir kalimat.
"sekarang kita obati dulu lukamu" titah chanyeol
"tapi,. Pecahannya,."ucap baekhyun ragu-ragu
"biarkan saja aku yang akan membereskannya nanti sekarang tangannmu jauh lebih penting" ucap chanyeol dingin
'bodoh kau byun baekyun melakukan pekerjaan seperti itu saja tidak bisa, wajar kalau chanyeol benar-benar akan mengakhiri hubungan kalian setelah ini' batin baekhyun.
Chanyeol menghampiri baekhyun yang tengah duduk di ruang makan apartemennya, ia yakin kekasihnya itu pasti sebenarnya ingin menagis, melihat bagaimana baekhyun menggigit bibirnya untuk menahan tangisannya
"jika ingin menangis, sebaiknya kau menangis saja, jangan menggigit bibirmu nanti bibirmu bisa terluka dan aku tidak bisa menciumnya" ucap chanyeol sambil mengobati luka di telapak tangan dan juga jari baekhyun.
"tangan seindah ini kenapa kau biarkan terluka" ucap chanyeol lagi kemudian mengecup tengan baekhyun yang diperban. Perkataan dan perbuatan chanyeol benar-benar meruntuhkan pertahanan baekhyun, ia tersipu dengan hal itu hingga isakannya lolos
"hiks,. Maaf chanyeol,. Aku tidak sengaja,. Akuu,." Ucap baekhyun masih berusaha meredam tangisannya, ia masih memundukkan wajahnya tidak berani menatap chanyeol.
"sudahlah,.itu tidak masalah bagiku, lagipula itu hanya sebuah gelas,.maaf karena membentak mu tadi" ucap chanyeol sambil berusaha meraih dagu baekhyun agar menatapnya
Kemudian baekhyun berhenti terisak, memandang wajah chanyeol dan menatapnya tepat kedalam matanya benar-benar dapat menenangkan baekhyun.
Melihat baekhyun yang mulai berhenti terisak, cahnyeol kemudian membersihkan pecahan gelas tersebut dan membuangnya.
Baekhyun dan chanyeol kini berada di ruang temu apartemen chanyeol, baekhyun masih menunggu kira-kira apa yang akan di bicarakan chanyeol dengannya, ia kembali dengan fikiran negatifnya mengenai chanyeol yang kecewa terhadapnya.
"hai baek, kenapa kau melamun sayang,.?" Ucap chanyeol sambil mendekati posisi duduk sang kekasih.
"anu,.itu,..chanyeol,.kau bilang kau mengajaku ke apartemenmu karena ada yang ingin kau bicarakan"
"oh, itu,. Aku sebenarnya,.. baek apa sedari tadi kau memikirkan hal itu sehingga,.."ucapan chanyeol berhenti karena baekhyun paham apa maksud chanyeol.
"jujur baek, apa kau masih marah padaku sehingga kau ingin cepat mendengar apa yang ingin aku sampaikan, kemudian setelah itu apa kau akan langsung pulang dan menghindariku?" ucap chanyeol sambil memandang wajah baekhyun
"aniyeo,.bukan itu maksudku,.aku tidak marah padamu,.aku hanya-"
"hanya apa baek? Kalau kau tidak marah padaku kenapa sikapmu sedari tadi berbeda, kau seperti bukan baekhyun yang aku kenal,.kau seperti menghindariku" belum selesai baekhyun berbicara chanyeol sudah menyelanya.
"aku hanya tidak ingin kau kecewa lagi padaku, aku ingin belajar menjadi dewasa agar kau tidak menganggapku kekanakan lagi,.hiks,.aku hanya tidak ingin membuatmu kecewa kemudian meutuskanku,.hiks"ucap baekhyun sambil terisak
"astaga baek,.jadi sedari tadi kau bersikap seperti itu karena ingin menjadi dewasa dan membuatku tidak kecewa?,.bek aku kinta maaf karena membentakmu semalam,.aku benar-benar menyesal waktu itu aku hanya sedang banyak pikiran,.dan sekarang setelah kau belajar untuk menjadi wanita dewasa demi aku, aku malah menyangka kau marah dan menghindariku,. Aku sayang aku benar-benar minta maaf"
"justru aku yang minta maaf karena tidak mengerti keadaanmu saat itu,. Kau benar aku terlalu kekanakan,.aku,."
"baiklah kalau begitu, aku anggap kau bersalah"
"heuh,."baekhyun melongo tidak mengerti denganucapan chanyeol, kenapa dia jadi berubah fikiran begitu,. Tapi tadi,.
"tapi aku juga bersalah, kita berdua sama-sama bersalah,.kita masih belum bisa memahami sifat pasangan masing-masing meskipun kita sudah menjalin hubungan lebih dari setahun, dan itu artinya,."chanyeol tiba-tiba menghentikan ucapannya dan membuat baekhyun semakin menatap chanyeol tak percaya
'apakah chanyeol benar-benar akan memintaku berpisah dengannya' dan fikiran negatif baekhyun muncul kembali.
Chanyeol yang tidak kuat melihat wajah penasaran sang kekasih, ditambah lagi ia melihat mata baekhyun berkaca-kaca sambil menatapnya kemudian melanjutkan kalimatnya kembali.
"itu artinya, kau dan aku masih harus tetap bersama untuk waktu yang lama, sampai kita benar-benar memahami pasangan kita" ucap chanyeol melanjutkan kalimatnya kemudian membawa baekhyun kedalam pelukannya.
"lalu, setelah kita memahami pasangan kita, apakah kita harus berpisah?" tanya baekhyun sambil membalas pelukan chanyeol.
"tentu saja tidak, kita tetap harus bersamanya karena tidak akan ada orang lain yang mampu mengerti diriku selain kamu" ucap chanyeol sambil mengeratkan pelukannya pada baekhyun.
"Tentu, terimakasih chanyeolie"
"Untuk?"
"Karena telah mencintaiku apa adanya"
"Aku yang seharusnya berterimakasih padamu, karena kau selalu menjadi dirimu sendiri selama ini, tanpa berusaha mengada-ada agar bisa disukai olehku dan semua orang, dan terimakasih juga sudah berusaha belajar bersikap dewasa demi aku" ucap chanyeol sambil melepaskan pelukannya pada baekhyun kemudian mengecup bibir manis sang kekasih.
"ngomong-ngomong,.kenapa kau tidak membeli strawberry dan ice cream strawberry tadi ketika di supermarket?" tanya chanyeol
"itu karena aku fikir orang dewasa tidak mungkin menyukai strawberry jadi aku tidak membelinya" jawab baekhyun sambilmempoutkan bibirnya lucu.
"kau beruntung karena memiliki kekasih yang pengertian sepertiku, sebenarnya aku tadi membelinya ketika aku berkata bahwa aku membeli peralatan mandiku" chanyeol membanggakan diri.
"benarkah? Terimakasih chanyeolliku yang tampan, aku mencintamu"ucap baekhyun sambil melepaskan diri dari pelukan chanyeol dan mencium bibirnya sekilas, kemudian berlari menuju kulkas chanyeol dan ia benar-benar senang karena melihat begitu banyak makanan kesukaannya
Ahh baekhyunnnya chanyeol telah kembali, kemudian chanyeol tiba-tiba terfikir sesuatu
"hey baek? Kau bilang ingin belajar dewasa bukan?" tanya chanyeol sambil memandang baekhyun
"bukankah kau bilang kau menerimaku yang seperti ini?" tanya baekhyun dengan pandangan puppy nya dan mulut belepotan ek krim yang membuat chanyeo berfikiran aneh.
"iya memang, tapi ada satu hal yang kau lupakan mengenai hal yang orang dewasa suka lakukan" ucap chanyeol sambil berjalan menghampiri baekhyun
"benarkah? Apa itu?" ucap baekhyun polos
"kau mau tahu? Aku bisa mengajarimu sekarang juga" ucap chanyeol yang tiba-tiba menggendong baekhyun ala bridal dan otomatis membuat baekhyun tersentak karena perilaku chanyeol.
"yak! Park chanyeol apa mak,." Setelah menyadari apa maksud chanyeol, baekhyun kemudian berontak dari pangkuan chanyeol.
"yak! Aku mengerti sekarang apa maksudmu, dasar park mesum! Turunkan aku sekarang juga!" tapi chanyeol tetaplah chanyeol, ia tidak menuruti keinginan sang kekasih untuk hal ini, toh nanti juga kekasihnya akan menyukainya fikir chanyeol. Kemudian teriakan baekhyun teredam oleh pintu kamar chanyeol yang tertutup dan kedap suara.
.
.
END
Aku tahu ff ini lama banget updatenya, aku salah, tapi salahkan juga tugasku yang menumpuk, aku ngerasain jadi mahasiswa tingkat akhir sekarang,.dan ugh rasanya benar-benar AMAZING!
Maaf atas keterlambatannya, agar aku tidak merasa punya utang lagi, aku bikin ff ini end langsung hehe,. Maaf kalau tidak sesuai ekspektasi kalian,.apalagi mungkin ada yang lupa sama alur ceritanya kayak gimana *karena jujur aku juga lupa
Dan oh, aku juga minta doanya sama kalian yaa,.maaf kalau minta-minta terus,.
Aku kan ceritanya bentar lagi mau ngajuin proposal buat judul skripsi nih,.doain ya biar dilancarkan segala-galanya,.
Terimakasi sebelumnya buat kalian yang sudah mau baca dan ninggalin jejak dikolom review.
