Konon katanya, tidak semua yang terkena cakaran werewolf akan mati.

Tidak akan ada perbandingan persentase sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya, tetapi penting untuk diketahui bahwa persentase kematian akibat cakaran werewolf lebih besar daripada gigitan vampir. Ah, perlu diingat kita belum mempertimbangkan gigitan werewolf dalam persentase tersebut. Jadi sebelum perhitungannya semakin rumit, kita bisa membuat kesimpulan bahwa werewolf bersifat mematikan.

Untuk memperoleh wujud hibridanya, seorang werewolf harus melakukan shapeshift untuk mengubah bentuk tubuhnya menjadi menyerupai serigala di mana dalam proses ini, kesadaran manusia akan berkurang sekitar enam puluh hingga sembilan puluh persen tergantung pada kemampuan pengendalian setiap werewolf. Untuk meletakkannya menjadi sederhana, semakin tinggi penurunan kesadaran manusia dalam diri seorang werewolf, semakin tinggi kemungkinan kamu mati saat bertemu dengan mereka.

Untuk itulah, penyokong hidup werewolf yang disebut Tamer mempunyai tugas utama untuk mencegah semua hal mengerikan tersebut terjadi. Tamer memegang sebuah benda yang mereka sebut eclipse untuk mengendalikan werewolf yang mereka jaga. Untuk menghemat waktu berpikir, langsung saja kita ke penjelasan singkat: werewolf—dengan terpaksa—shapeshift, tamer menggunakan eclipse, werewolf menjadi jinak seperti anak anjing.

Mungkin hanya sedikit populasi manusia yang tahu bahwa sama seperti vampir di bab sebelum, werewolf sejatinya juga merupakan kutukan yang bersifat dapat diturunkan dan untuk bertahan hidup mereka membentuk kelompok. Kelompok werewolf yang lebih modern, juga hidup di sekitar kita sebagaimana layaknya vampir.

Dan sialnya, anak muda, ada satu dari mereka yang berada di kehidupanmu.

-.-.-

Tulalit Saga

A story by underwaterpixie

Touken Ranbu belongs to Nitro+

Warning: this fanfiction is not for everyone

-.-.-

Otegine. Tidak banyak yang bisa dijelaskan mengenai dia selain kecintaannya yang mendalam terhadap segala produk unggas, kelabilan mood yang sering terjadi tiba-tiba, menggemari olahraga yang melibatkan tinggi badan, dan kemampuan loading di kepala yang hampir di bawah rata-rata—singkatnya, lemot.

Seorang werewolf muda.

Mengalami transformasi pertamanya di usia yang sangat dini jika dibandingkan dengan pendahulunya. Tidak bisa dijabarkan begitu detail jika ditanya. Ia hanya ingat rasa sakitnya. Malam itu purnama muncul dan yang terjadi selanjutnya...luar biasa.

Single fighter. Tanpa tamer. Kakaknya bilang belum perlu, selama terjamin ia tidak akan mengamuk di sekolah.

Sebelum kau tanya, ya, teman-temannya tahu mengenai ini.

Karena Otegine sangat takut dengan sendok.

-.-.-

Korelasi antara perak dengan serigala hibrida sulit dijelaskan secara ilmiah. Sebenarnya secara teknis, keberadaan werewolf sendiri juga tidak bisa dijelaskan dengan cara yang sama. Friendly reminder, genre kisah ini fiksi supernatural.

Hanya saja sebagian percaya bahwa perak merupakan unsur dari rembulan yang mempunyai kemampuan sama—menundukkan para lycan. Referensi alkimia kuno menandai perak dengan simbol bulan sambit, mitologi yunani kuno menjelaskan hubungannya dengan panah Artemis, dan masih banyak lagi.

Untuk bermain aman, kaum werewolf memilih menghindari segala benda dengan bahan dasar perak— perabot, aksesori, senjata, apapun itu. Terkadang juga beberapa bahan yang sifatnya 'keperakan' seperti timbal, merkuri, selenium. Sama seperti vampir menghindari bawang, hanya saja yang dihindari oleh werewolf bentuknya lebih elit.

Namun, kasus Otegine beda lagi. Anak ini murni fobia. Sialnya, kondisi ini baru ia dapatkan setelah sukses bertransformasi.

Kalian tidak akan menjumpai Otegine makan apapun dengan sendok. Ia akan menyantap ayam gorengnya dengan tangan, atau sumpit dalam beberapa kondisi tertentu.

Beberapa manusia kelewat usil dan kurang kerjaan—seperti Urashima, misalnya—pun tidak berani bermain-main dengan kondisi ini. Coba saja lemparkan sendok ke Otegine, anak itu bisa pingsan seketika.

Mengapa demikian? Karena hal itu pernah terjadi.

-.-.-

Suasana chaos ketika tiba-tiba seorang siswa bertubuh besar jatuh tergeletak tak sadarkan diri di tengah pertandingan basket.

"Sial! Padahal sebentar lagi kita menang!"

Alih-alih menolong, siswa-siswa bertubuh besar lainnya malah menyayangkan pertandingan yang terpaksa ditunda karena suasana sudah kelewat tidak terkendali. Mana mungkin pertandingan 3 on 3 dilanjutkan tanpa pemain cadangan. Terlebih lagi, para anggota unit kesehatan kini kewalahan dan stress karena tidak bisa menangani korban.

"Eh, tolong dong, itu temannya yang kekar dipanggil ke sini! Masa korban segede bagong begini harus kita juga yang angkat?" keluh Imanotsurugi.

"Mereka sudah terlanjur pergi...aku juga tidak kuat mengangkatnya. Apa kita gelindingin aja ya dia, sampai UKS?" tanya Midare Toushirou.

"Sembarangan! Emang kita mau masang galon akua!"

Tetapi tidak ada pilihan lain. Midare juga tidak bisa menemukan teman-teman sekelompok Otegine yang biasanya selalu bersama-sama dengan dia. So that's it. Mereka akhirnya menggulingkan tubuh besar Otegine sampai ke depan ruang kesehatan, sambil bertanya-tanya mengapa Otegine bisa randomly pingsan di tengah pertandingan. Jangan-jangan Otegine mengidap nacrolepsy? Ini adalah bagian dari tidur tiba-tibanya, sebagaimana yang sering ia lakukan di kelas. Bahaya ini. Harus dirujuk ke dukun setempat.

"Eh, nanti kalau temannya ada yang bertanya kita jawab apa ya, Mi? Kasihan, gue nggak tega menjelaskan ke mereka kalau si Ote sakit begini. Mereka pasti sedih!"

Kenyataannya tidak demikian.

Mutsunokami, Urashima, Shishiou, dan Doutanuki masih ada di sana. Hanya saja seluruhnya merunduk di belakang tribun agar tidak terlihat dua remaja mungil yang—terpaksa—mengurus Otegine...akibat ulah mereka.

"Itu benaran pingsan dia? Nggak bangun lagi?" tanya Mutsunokami.

"Ya iyalah! Masa pingsan bohongan!" Doutanuki menoyor kepala Mutsu, "lo sih, pakai lambai-lambai SENDOK MAKAN ke dia segala!"

"Ya ampun, Tanuki, gue REFLEK!"

"Reflek dari mana!"

"Itu dia udah mau masukin bolanya kan, ya gue senang dong! Jadilah tangan gue mengepal ke atas, begitu! Udah sana kalian pada turun deh, kalau ditanya apa-apa bilang saja nggak tau!"

"Nanti malah kita yang disalahin gara-gara lo! Makanya makan ubi di kantin saja nggak usah dibawa ke sini!" gantian Urashima mengomel, "eh, ini benaran nggak ada yang mau bantuin si Midare sama Ima? Kasian juga si Ote udah pingsan didorong-dorong gitu kaya kardus mi instan."

"Daripada ribut, lebih baik sekarang kalian mikir gimana caranya ngasih tau kejadian ini ke si Ookurikara. Berabe kalau sampai kakaknya Ote nanya terus dia malah jawab jujur! By the way, gue mau rekam perjuangan Ima sama Midare dulu, terus gue upload ke instagram."

"JANGAN, SHISHIOU!"

-.-.-.-

Begitulah ceritanya. Selain statusnya sebagai hibrida, perihal fobia sendok Otegine ini hanya diketahui oleh teman-teman terdekatnya. Tidak hanya Otegine, mereka juga harus turut berjuang untuk menyembunyikan fobia kurang masuk akal dari si werewolf muda itu. Tak lama setelah kejadian pingsan di lapangan itu, mereka harus mengarang cerita untuk menjelaskan kepada Mr. Mitsutada mengapa Otegine tidak bisa ikut kelas pada hari itu. Namun cerita karangan Urashima nampaknya jauh lebih tidak masuk akal dibandingkan dengan "pingsan melihat sendok", sehingga akhirnya Mitsutada salah menginterpretasi penjelasan tersebut dan menuliskannya di buku absen sebagai berikut.

Otegine, kelas 2-A

Tidak mampu mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di Hari Rabu.

Alasan: menstruasi hari pertama.

Sekarang, kondisi Otegine sudah jauh lebih baik. Kakaknya bilang, fobia sendok itu hanya bagian dari efek samping pascatransformasi—yang sebenarnya sulit diterima begitu saja—sekarang, Otegine sudah bisa melihat sendok tanpa gemetar ketakutan, hanya saja tidak bisa memegang apalagi makan dengan benda tersebut.

Yang lebih aneh lagi, Otegine tidak keberatan dengan GARPU. Malahan, ia bangga sekali bisa makan dengan garpu di kedua tangan.

"Lihat, Kara! Aku bisa makan nasinya dengan garpu! Lihat! Aku jago sekali menusuk, kan?"

"Terserah."

Kalau ditanya siapa yang paling tahan dengan kondisi Otegine, Ookurikara-lah orangnya. Meskipun lebih suka sendirian, dia tidak keberatan kalau Otegine bergabung dan melakukan hal-hal aneh seperti memasukkan tusuk gigi ke penghapus untuk mengasah kemampuan "stabbing"-nya. Ookurikara lebih sering menanggapi dengan dingin, namun Otegine lebih suka didiamkan daripada dilupakan. Mungkin itulah sebab keduanya sanggup bertahan menjadi chairmate selama dua tahun.

Padahal sebenarnya, tugas utama Ookurikara adalah menjaga agar Otegine tidak kontak dengan sendok siapapun di kelas. Jelas, tugas itu ditimpakan kepadanya dari dua kakak sulung Otegine. Mengingat Otegine belum mempunyai tamer, someone had to do it. Ookurikara menolak keras opsi itu. Dia lebih suka menjadi teman sekaligus pengawas biasa saja. Karena menjadi seorang tamer artinya kau harus...sebaiknya ini dijelaskan pada bab berikutnya.

Kondisi ini yang kadang dimanfaatkan oleh mulut-mulut usil untuk menciptakan gosip baru. Namun, Ookurikara memang se-tidak peduli untuk mendengarkan perkataan mereka. Seperti hari ini, ia dan Otegina pulang bersama lagi. Tiba-tiba Otegine mengidam pecak ayam. Ookurikara tidak keberatan asal ditraktir nasi padang. Ya sudah, keduanya pergi ke warteg bersama-sama seusai sekolah. Di parkiran sepeda, keduanya menuai beberapa godaan.

"Ehm, cie. Pulang boncengan naik sepeda lagi, nih," goda Jiroutachi sambil berkedip.

"Awas Otegine nanti kena tukang ojek-zoned," tambah Taroutachi datar.

"Tukang sepeda-zoned, kali!" Otegine menyahut santai saja sambil mulai mengayuh sepedanya. Sesekali dia melirik Ookurikara di bangku belakang sepedanya, membaca buku dengan posisi duduk menyamping. Setiap kali dibonceng olehnya, Ookurikara memang selalu duduk dengan posisi seperti itu. Alasannya sederhana.

"Nanti kalau lo tiba-tiba ngerem mendadak kan gue jadi nggak terpaksa meluk lo."

Padahal, itu yang diam-diam Otegine harapkan.

.

.

.

.

-to be continued-

.

.

.

.

[A/N]

There goes the love-triangle, I guess? HAHA. Berhubung ini parodi klise harus ada dong, ya nggak u.u #PLOK

Episode hanamaru depan bakal ada Otegine sama Ookurikara, in case you haven't know. Dan di sini saya girang sendiri. Tell me I'm not the only one who ships them! If only Mitsutada doesn't mind some three-ways... #HUS

Terima kasih banyak untuk Shin dan Guest atas reviewnya! Maaf dengan berat hati saya sampaikan ini nggak murni mtkr, karena saya punya otp lain yang minta diperhatikan #dibalang

Tetapi, bisa cek tulisan saya yang lain untuk mtkr, kok! Sekali lagi terima kasih banyak buat dukungannya!

Salam lilin-naga,

Moji.