FIND YOU

Chapter 2

Jam tangan Mingyu menunjukan pukul 09.30 p.m KST dan ia hampir sampai dirumahnya ketika tetangga sekaligus teman kecilnya lewat sambil mengendarai sepeda.

"Hyung!" Panggil Mingyu pada Soonyoung.

"Wah apa yang kau lakukan sampai larut malam? Kau habis berkencan?" Tanya Soonyoung.

"Kencan apa? Aku habis berlatih. Bulan depan ada pertandingan." Jawab Mingyu malas.

"Hahaha carilah pacar, bodoh. Kau ini tampan tapi selalu sendirian" ucapan Soonyoung membuat Mingyu tidak bisa menjawab apa-apa. Tapi aneh rasanya, ia tiba-tiba teringat Wonwoo.

"Ya! Kenapa melamun? Sudah sana pulang!" Ucap Soonyoung lalu kembali melanjutkan perjalanannya.

"Orang itu benar-benar. Padahal dia juga tidak punya pacar" gumam Mingyu lalu masuk ke dalam rumahnya.

Ketika hendak masuk ke dalam kamarnya, Mijoo menarik tangan Mingyu membuatnya menoleh pada saudara kembarnya itu.

"Ada apa?" Tanya Mingyu heran.

"Apa kau sudah dengar beritanya?" Tanya Mijoo sambil memakan kripik kesukaannya.

"Berita apa?" Tanya Mingyu lagi.

"Ada seorang siswa yang terjun dari rooftop sekolah. Hanbyul baru saja menyebar beritanya di SNS." Ucap Mijoo santai. "Kudengar ia siswa tingkat ketiga" lanjutnya.

DEG! jantung Mingyu berdetak tidak beraturan. Ia mulai berfikir mungkin saja siswa itu adalah Wonwoo. Ia berusaha menepis pikiran itu tapi tetap saja hal tersebut membuatnya tak tenang.

"Apa motif bunuh diri siswa itu?" Tanya mingyu berusaha santai.

"Pembulian. Persaingan diantara siswa tingkat tiga benar-benar mengerikan" jawab Mijoo sambil memasang mimik wajah meringis.

"Aku mau istirahat. Kembali lah ke kamarmu" ucap Mingyu lalu masuk ke kamarnya.

"Aneh. Biasanya ia tidak akan bertanya" gumam Mijoo.

Mingyu berada dikamarnya. Ia berusaha untuk tidur. Ia sudah memejamkan matanya namun kantuk tidak kunjung datang. Ia hanya terus bergerak diatas ranjangnya, membuat ranjang itu berantakan.

'Apa yang kau pikirkan, Kim Mingyu? Cepat tidur'

'Ah tidak. Aku tidak bisa. Bagaimana kalau ternyata dugaanku benar'

"Aku tanya pada Seokmin saja, mungkin dia tau" gumam Mingyu lalu dengan segera ia mengambil ponselnya.

Mingyu: Seokmin-ah, apa kau sudah dengar berita tentang siswa yang bunuh diri?

Tak lama pesan Mingyu dibaca oleh Seokmin, kemudian Mingyu mendapat balasan.

Seokmin: Iya aku sudah mendengarnya. Benar-benar mengerikan. Padahal sebentar lagi akan ada ujian untuk siswa tingkat ketiga.

Mingyu: apa kau tau siapa siswa yang bunuh diri itu?

Seokmin: Wah aku tidak tau. Yang aku tau dia berasal dari kelas 3-1. Sudah ya, aku mengantuk. Sampai ketemu disekolah.

Dan balasan terakhir dari Seokmin sukses membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.

"Ada apa dengan matamu? Apa semalaman kau nonton film porno?" Tanya Jihoon pada Mingyu yang baru saja duduk dibangkunya.

"Ah aku ketauan" jawab Mingyu dengan ekspresi datar.

"Si bodoh ini" gumam Jihoon.

"Apa hantu siswa yang bunuh diri itu mendatangimu semalam?" Tanya Seokmin meledek dan membuat Minghao tertawa terbahak.

"Kurasa begitu" jawab Mingyu lemas lalu menutup wajahnya dengan hoodie yang ia bawa. Dan hal itu membuat Minghao berhenti tertawa lalu berdehem canggung.

"Ya! Ada apa denganmu? Cerita saja" ucap Minghao. Namun sebelum Mingyu sempat bercerita, Jang saem memasuki kelas untuk memulai pelajaran.

"Kau yakin tidak apa-apa?" Tanya Jihoon memastikan.

"Aku baik-baik saja. Kalian jangan berlebihan" jawab Mingyu santai.

"Baiklah kami pulang duluan" ucap Seokmin pamit pada Mingyu dan Jihoon. Sementara Minghao sudah lebih dulu pulang karena ibunya sedang sakit.

"Kau tidak ke bar?" Tanya Mingyu sambil menyandang ranselnya.

"Tidak. Woohyun hyung sudah mulai bekerja. Jadi hari ini aku latihan" jawab Jihoon sambil mengikuti Mingyu yang mulai berjalan.

"Jihoon-ah" gumam Mingyu.

"Hmm?"

"Apa kau tidak lelah menjadi bartender? Kau tau kan disaat kita naik ke tingkat ketiga, kita butuh waktu lebih banyak untuk belajar" ucap Mingyu.

"Aku tau. Aku juga sedang memikirkannya" jawab Jihoon santai, seperti inilah seorang Lee Jihoon. Ia tidak suka memperlihatkan sisi lemahnya pada orang lain, bahkan teman dekatnya sekalipun. Ia hanya tidak suka membuat orang lain khawatir tentangnya.

Tidak terasa Mingyu dan Jihoon sudah sampai di Ruang Olahraga. Jihoon kemudian menghampiri Junghan yang sedang melatih anggota tingkat pertama, sementara Mingyu bergegas ke toilet untuk mengganti pakaiannya.

Mingyu berjalan melewati koridor yang sepi. Ia bukan seorang yang penakut namun entah sejak kapan ia jadi was-was. Ia terbayang wajah wonwoo dan itu membuatnya gelisah. Ia hampir sampai ditoilet namun tiba-tiba ia berhenti. Ia menangkap sesosok pria yang berdiri didepan pintu toilet. DEG! Sosok bersurai hitam dengan tubuh tinggi itu...Mingyu mengenalnya. Sosok itu menoleh dan tersenyum melihat Mingyu.

"Syukurlah kau datang" ucap sosok tersebut.

"Tidak! Jangan mendekat, sunbae" ucap Mingyu setengah berteriak. "Sunbae, tolong jangan ganggu aku. Kita harus bisa menjalani kehidupan kita masing-masing. Mari kita hidup berbahagia di dunia kita masing-masing" gumam Mingyu. Tubuhnya bergetar.

"A-apa? Dunia kita masing-masing? Kau ini bicara apa sih?" Tanya Wonwoo tidak mengerti. Mingyu menutup matanya, berusaha untuk mengabaikan keberadaan Wonwoo. Wonwoo yang kesal, menghampiri Mingyu lalu menarik tangan pria bermarga Kim tersebut. Wonwoo mengarahkan tangan Mingyu pada pipinya.

"Astaga! Apa yang kau lakukan?!" Jerit Mingyu.

"Aku ini bukan orang mati. Apa yang kau pikirkan sih" gerutu Wonwoo. Mingyu kemudian merasakan sesuatu yang halus bersentuhan dengan jemarinya. Itu pipi wonwoo. Tanpa sadar ia mengelus pelan pipi Wonwoo.

"Benar. Ternyata kau masih hidup. Syukurlah" gumam Mingyu lalu tersenyum lega. Mingyu tidak sadar, pipi Wonwoo memerah karena tindakannya. Wonwoo pun mundur dengan canggung.

"Sudah kubilang" gumam Wonwoo.

"Aku hampir mati karena mengira kau bunuh diri, sunbae" ucap Mingyu sambil bersandar pada dinding koridor.

"Itu bukan aku. Dia teman sekelasku" jawab Wonwoo pelan.

"Tapi apa yang kau lakukan disini? Membuatku kaget saja" ucap Mingyu.

"Aku ingin mengembalikan ini" wonwoo kemudian memberikan sebuah jaket pada Mingyu.

"Ah~ ternyata karena ini" gumam Mingyu.

"Mi-Mingyu-ssi, apa kau mau makan siang bersamaku besok? Anggap sa-saja ini hadiah dariku karena kau meminjamkan jaketmu" tanya Wonwoo gugup.

"Apa ini tidak merepotkanmu, sunbae?" Tanya Mingyu. Wonwoo menggeleng sebagai jawaban.

"Baiklah" jawab Mingyu sambil tersenyum. "Kedengarannya menyenangkan"

"Yaa kurasa" gumam Wonwoo. Mingyu memperhatikan luka gores dipipi Wonwoo, lalu merogoh kantung blazernya.

"Lebih baik kau tutupi lukamu, sunbae" ucap Mingyu lalu memakaikan plester yang ia simpan di blazernya pada Wonwoo.

Wajah mereka sangat dekat sampai Wonwoo dapat merasakan tarikan nafas Mingyu. Mata Mingyu tak sengaja bertemu dengan mata Wonwoo. 'Indah' gumam Mingyu saat melihat onyx gelap milik Wonwoo.

"Sunbaenim" gumam Mingyu. Wonwoo hanya mengerjapkan matanya.

"Kau tau? Kau membuatku gila" lanjutnya

TO BE CONTINUE