FIND YOU
Chapter 3

Kau tau? Kau membuatku gila" ucap Mingyu.

"A-apa?" Gumam Wonwoo sambil mengerjapkan matanya.

"A-ah maaf. Ma-maafkan aku terlalu lancang, sunbae" ucap Mingyu sambil menjauhkan dirinya dari Wonwoo. Wonwoo hanya balas tertawa canggung.

"Baiklah, aku akan pulang sekarang" ucap Wonwoo lalu mulai berjalan meninggalkan Mingyu.

"Tunggu!"

"Ada apa?" Tanya Wonwoo menghentikan langkahnya.

"Besok, dibelakang sekolah. Saat istirahat makan siang" ucap Mingyu.

"Baiklah" jawab Wonwoo sambil tersenyum. "Ah, cukup panggil hyung saja" lanjutnya.

"Baiklah, hyung" jawab Mingyu sambil menggaruk tengkuknya. Wonwoo lalu meninggalkannya.

"Ada apa denganku?" Gumam Mingyu sambil memegang dadanya.


Mingyu selesai berlatih dan sekarang berjalan pulang ke rumah. Seperti biasa ia akan bertemu dengan Soonyoung yang sedang bersepeda malam.

Setelah makan malam, ia kembali ke kamarnya untuk mengerjakan tugas. Setelah selesai ia bergegas tidur namun tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.

"Mingyu-ya"

"Masuk saja, pintunya tidak dikunci" jawab Mingyu. Tak lama masuklah seorang Pria dengan tubuh tinggi sambil menyeret sebuah koper.

"Ya! Raksasa!" Panggil pria tersebut. Mingyu mengalihkan pandangannya pada pria tersebut.

"Hyung!" Jerit Mingyu lalu segera menghampiri pria itu dan memeluknya erat.

"Kau semakin besar saja" ucap pria itu sambil memeluk Mingyu. Tiba-tiba saja pintu kamar Mingyu terbuka menampilkan Mijoo dengan wajahnya yang sedang dimasker.

"JUN OPPA!" Jerit Mijoo histeris lalu segera mendorong Mingyu menjauh dari Jun lalu memeluk sepupu kesayangannya itu.

"Kapan kau datang, hyung?" Tanya Mingyu sambil membawa koper besar Jun kesudut kamar.

"Tadi sore tapi aku mengunjungi teman-temanku dulu, setelah itu aku kesini" jawab Jun sambil merangkul Mijoo untuk duduk diatas ranjang besar Mingyu.

"Oppa, aku benar-benar merindukanmu" ucap Mijoo manja.

"Aku juga terus memikirkanmu, Jooya" jawab Jun sambil mengelus kepala Mijoo.

"Ah kau masih mengingat nama kecilku" gumam Mijoo senang.

"Yak! Kalian berdua hentikan itu! Mijoo kembalilah ke kamarmu" ucap Mingyu menarik Mijoo untuk keluar.

"Oppaaaa besok kita sarapan bersama, berjanjilah" ucap Mijoo sebelum pintu ditutup oleh Mingyu.

"Anak itu masih seperti anak kecil" gumam Mingyu.

"Hey kau tumbuh sangat cepat ya haha" ucap Jun. Mingyu hanya tertawa pelan sebagai balasan.

"Tidurlah hyung. Kau pasti lelah" ujar Mingyu lalu membaringkan tubuhnya diranjang.

"Baiklah. Selamat malam" jawab Jun lalu mulai terlelap.


Mingyu terus saja mencoret bukunya tidak jelas. Han saem yang sedang menjelaskan materi Logaritma tidak ia dengarkan sama sekali. Sesekali ia melihat jam tangannya, memastikan bahwa bel istirahat makan siang akan berbunyi 10 menit lagi. Dan akhirnya yang Mingyu tunggu-tunggu pun terjadi. Ia segera berlari keluar kelas, membuat Jihoon, Minghao dan Seokmin terheran-heran.

"Apa lagi yang salah dengannya?" Tanya Minghao.

"Aku bersumpah anak itu mulai aneh akhir-akhir ini" gumam Jihoon.

"Apa mungkin ia dirasuki hantu siswa yang bunuh diri?" Ucap Seokmin. Jihoon dan Minghao menoleh dan memasang wajah malas padanya.

"Apa? Mungkin saja kan" bela Seokmin.

Sementara itu, Mingyu duduk dibawah sebuah pohon yang rindang dibelakang sekolah. Tidak banyak siswa yang suka kesini walaupun tempatnya cukup nyaman untuk bersantai. Mingyu memainkan ponselnya sambil menunggu Wonwoo.

"Sudah lama menunggu?"

"Oh kau sudah datang, hyung? Duduklah" ucap Mingyu sambil menepuk-nepuk tempat disebelahnya. Wonwoo pun duduk lalu mulai membuka kotak makannya.

"Aku hanya bisa membuat ini. Kuharap kau menyukainya" ucap Wonwoo.

"Wah kau membuatnya sendiri? Ini lebih dari cukup, hyung. Kau tau? Aku sangat suka Kimchi dan Samgyetang" ucap Mingyu lalu mulai makan. Setelah beberapa kali mengunyah ia berhenti dan menatap Wonwoo tanpa ekspresi.

"Bagaimana? Apa sampai seburuk itu?" Tanya Wonwoo gugup.

"Ah kau benar-benar koki yang handal, hyung. Aku penggemar nomor 1 makananmu!" Ujar Mingyu kemudian mulai kembali melahap makanan tersebut. Wonwoo hanya menatap Mingyu sambil tersenyum.

"Hyung, kau tidak makan?" Tanya Mingyu.

"Tidak. Aku kenyang melihatmu makan" jawab Wonwoo.

"Benarkah?"

"Hmm begitulah. Kau tau? Aku tidak pernah punya teman makan siang sejak berada di tingkat pertama. Aku selalu sendirian" ucap Wonwoo pelan. Mingyu yang sedang makan pun berhenti, ia menatap Wonwoo yang sedang menatap kosong ke depan.

"Aku sendirian dan terkadang dibully. Yah aku memang tidak bisa berkelahi, aku ini anak yang payah. Aku tidak pernah bisa membalas perbuatan anak-anak yang membullyku, walaupun aku ingin" ucap Wonwoo.

"Hyung"

"Mulai sekarang, aku akan melindungimu" ucap Mingyu. Wonwo menoleh pada Mingyu. Mingyu menatap Wonwoo sambil tersenyum "Kau tidak akan sendirian lagi, hyung" lanjutnya. Wonwoo balas tersenyum manis.

"Terima kasih"


SMA Yooshim semakin terlihat sepi karena bel pulang sekolah sudah berbunyi 20 menit yang lalu. Mingyu berjalan menuju pintu gerbang sekolah sambil menunggu seseorang. Tak lama orang yang ditunggu pun datang.

"Hyung" panggil Mingyu pada orang tersebut.

"Oh Wonwoo? Kenapa masih disini? Hari ini tidak ada latihan" ucap Junghan.

"Bukan. Bukan itu. Aku ingin minta bantuanmu" ucap Wonwoo.

"Bantuan apa?" Tanya Junghan heran.

"Kau kelas 3-1 kan hyung?" Tanya Mingyu.

"Ya. Ada apa?"

"Apa kau punya nomor telepon Jeon Wonwoo?" Pertanyaan Mingyu sukses membuat Junghan tertawa. Mingyu menaikan sebelah alisnya, bingung.

"Astaga ada apa denganmu? Kau ini Kim Mingyu. Kau tampan dan terkenal. Tapi apa sekarang? Kau minta nomor telepon seseorang padaku? Dimana keberanianmu?" Ucap Junghan sambil tertawa mengejek.

"Hyung mau membantuku atau tidak?" Tanya Mingyu menggerutu.

"Baiklah-baiklah. Sebentar" jawab Junghan masih sambil tertawa kecil. Ia mengambil ponselnya lalu memberikannya pada Mingyu. Setelah itu Mingyu mencatat nomor tersebut.

"Terima kasih, hyung. Kau yang terbaik" ucap Mingyu mendramatisir.

"Jangan berlebihan seperti itu" jawab Junghan. "Aku pulang duluan" lanjut Junghan lalu pergi.

Minggyu mencoba mengirim sebuah pesan pada nomor tersebut.

Mingyu: Annyeong hyung!

Namun belum ada balasan. Akhirnya ia memasukan ponselnya kedalam tas dan bergegas pulang. Sampai dirumah ia kembali menatap ponselnya dan belum ada balasan apapun. Mingyu mendesah lalu melempar ponselnya keatas ranjang kemudian bergegas mandi.

Makan malam keluarga Kim pun dimulai. Mijoo seperti biasa akan bercerita apa saja yang ia lakukan disekolah. Ibu dan ayahnya mendengarkan sambil sesekali menanggapi cerita tersebut begitupun dengan Mijung dan Jun. Mingyu sendiri hanya diam. Pikirannya tertuju pada ponselnya dikamar. Setelah selesai makan ia langsung pergi ke kamarnya.


Setelah membantu bibinya merapihkan piring-piring makan malam, Jun pergi ke kamarnya dan Mingyu. Mingyu sedang berbaring diatas ranjangnya saat Jun masuk ke kamar.

"Yak! Ada apa denganmu?" Tanya Jun sambil menghampiri Mingyu.

"Ah aku juga tidak tau, hyung" jawab Mingyu asal sambil menatap ponselnya.

"Menunggu pesan dari seseorang?" Tanya Jun lagi.

"Sepertinya begitu" jawab Mingyu lalu meletakan ponselnya dimeja nakas dan tidur.

"Ada apa dengannya sih" gumam Jun bingung.


Jam menunjukan pukul 1.30 a.m KST dan Mingyu terbangun di tengah tidurnya. Ia kemudian pergi ke dapur untuk mengambil minum. Setelahnya ia kembali ke kamar untuk melanjutkan tidurnya.

"Nyalakan atau tidak" gumam Mingyu sambil menatap pada ponselnya. Mingyu akhirnya menghidupkan ponselnya, setelah menunggu beberapa saat, terlihat 1 pesan masuk. Perasaan Mingyu bercampur aduk saat akan membukanya.

09.00 p.m KST
Jihoon: Buku Biologimu ada padaku.

Ternyata pesan dari Jihoon, Mingyu mendesah kecewa. Ia berniat meletakan ponsel tersebut namun tiba-tiba ponselnya bergetar, tanda ada sebuah pesan masuk. Mingyu kemudian membukanya dan ia hampir berteriak.

Wonwoo hyung: Siapa ini?

TO BE CONTINUE