FIND YOU

.

.

.

.

.

.

.

Wonwoo memperhatikan rumah Mingyu. Rumah besar itu terlihat sepi. Wonwoo pun mengikuti Mingyu tanpa tau bahwa Mingyu bermaksud ke kamarnya.

"Hyung, kau mau ikut aku ke kamar?" Tanya Mingyu jahil. Wonwoo yang tersadar dengan cepat menggelengkan kepala. Mingyu terkekeh melihat Wonwoo lalu masuk ke dalam kamarnya.

"Rumahnya besar juga" gumam Wonwoo. Ia bermaksud berbalik ke ruang tengah namun tiba-tiba Jun sudah berada dibelakangnya. Wonwoo terkejut dan hampir kehilangan keseimbangan kalau saja tangan Jun tidak menarik tangan Wonwoo.

"Wah sampai seterkejut itu, aku bukan hantu" ucap Jun sambil tertawa pelan.

"Oh maafkan aku" ucap Wonwoo sambil membenarkan posisi berdirinya.

"Ya tidak apa. Siapa namamu?" Tanya Jun ramah.

"Aku Jeon Wonwoo, namamu?" Tanya Wonwoo.

"Wen Junhui, tapi cukup panggil Jun saja" jawab Jun sambil tersenyum. Wonwoo merasa nyaman berbicara dengan Jun. Menurut Wonwoo, Jun orang yang ramah. Wonwoo sebenarnya bukan tipikal seseorang yang mudah dekat dengan orang asing, namun itu tidak terlihat saat ia berbicara dengan Jun.

Mingyu keluar dari kamarnya lalu berjalan ke ruang tengah. Disana Wonwoo tengah tertawa sementara Jun sedang menceritakan sesuatu. Mingyu tersenyum melihat Wonwoo. Ia merasa senang melihat perubahan pada Wonwoo. Mingyu pun menghampiri keduanya.

"Kalian membicarakan apa?" Tanya Mingyu lalu duduk disalah satu sofa.

"Jun menceritakan masa kecilnya. Astaga dia ternyata jahil sekali" jawab Wonwoo masih sambil tertawa.

"Dia memang jahil. Dia pernah menendang sepeda yang aku naiki, padahal aku masih belum lancar mengendarainya" gerutu Mingyu membuat Wonwoo tertawa lebih keras. Jun tersenyum penuh kemenangan.

"Kau saja yang terlalu payah" ledek Jun. Mingyu bergerak seakan-akan ingin memukul Jun.

"Baiklah-baiklah lebih baik kita makan, aku sudah lapar" ucap Mingyu.

"Ayo makan. Aku membuat nasi goreng kimchi" ucap Jun pada Wonwoo.

"Wah kau bisa masak?" Tanya Wonwoo terkejut. Jun mengangguk bersemangat.

"Mingyu-ya panggilkan Mijoo dan temannya dikamar Mijoo" ucap Jun.

"Teman? Siapa? Hanbyul?" Tanya Mingyu bingung.

"Entahlah, aku tidak tau siapa namanya" jawab Jun lalu pergi ke dapur.

"Hyung ke meja makan duluan saja, nanti aku menyusul" ucap Mingyu pada Wonwoo. Wonwoo mengangguk sebagai jawaban.

Mingyu bergegas ke kamar Mijoo. Mijoo masih belajar bersama Jihoon ketika Mingyu membuka pintu kamarnya.

"Astaga! Mau apa kau dikamar Mijoo?" Tanya Mingyu sambil menghampiri keduanya.

"Sudahlah Mingyu, kau tidak lihat aku sedang belajar. Sana pergi!" Usir Mijoo.

"Kalian...kalian tidak melakukan apa pun selama belajar kan?" Tanya Mingyu pelan. Jihoon menatap nanar pada Mingyu.

"Yak! Aku itu bukan mesum sepertimu!" Gerutu Jihoon.

"Baiklah baiklah lebih baik kita makan dulu, Jun hyung sudah memasak makan malam" ucap Mingyu.


Mijoo, Mingyu, Jihoon, Wonwoo dan Jun sudah berada dimeja makan. Mereka makan dalam diam, hanya suara sendok yang terdengar. Tiba-tiba Mijoo memecah keheningan.

"Jihoon-ah, apa Seokmin mengirimimu pesan?" Tanya Mijoo.

"Ah benar juga, anak itu pergi kemana ya" gumam Jihoon.

"Tunggu, Seokmin juga datang?" Tanya Mingyu bingung.

"Ya, tapi tiba-tiba dia pergi begitu saja" jawab Mijoo. "Jihoon jika sudah selesai makan kembalilah ke kamarku, masih ada beberapa soal yang belum aku selesaikan" lanjut Mijoo lalu pergi.

"Wonwoo, bagaimana makanan buatanku?" Tanya Jun pada Wonwoo.

"Aku suka sekali, rasanya enak" Jawab Wonwoo sambil tersenyum.

"Lebih seringlah datang kesini, aku akan membuatkan makanan yang lebih enak dari ini hehe" ucap Jun. Wonwoo mengangguk bersemangat. Jihoon melirik kearah Mingyu. Mingyu memasang wajah datarnya sambil terus makan.

'Ini tidak bagus' pikir Jihoon.


Jam sudah menunjukan pukul 10.20 p.m KST. Wonwoo pun berpamitan untuk pulang, begitupun dengan Jihoon.

"Terima kasih atas makan malamnya" ucap Wonwoo sambil tersenyum.

"Tidak perlu sungkan hehe" jawab Jun.

"Aku akan mengantar kalian sampai ke halte bus" ucap Mingyu.

"Baiklah kami pamit" ucap Jihoon lalu mulai berjalan pulang diikuti Wonwoo dan Mingyu.

"Jihoon-ah terima kasih sudah membantuku!" Ucap Mijoo. Jihoon menoleh lalu tersenyum.

"Jooya, kau menyukainya ya?" Tanya Jun pada Mijoo.

"Apa? Tidak!" Jawab Mijoo.

"Hei kau itu pintar, tugas semudah itu mana mungkin kau tidak bisa mengerjakannya" ucap Jun. Mijoo yang kesal lalu menendang kaki Jun, membuat si pemilik kaki meringis.

"Kau menyebalkan, oppa!" Gerutu Mijoo lalu pergi.

"Kakiku" ucap Jun sambil meringis


Mingyu berjalan didepan Jihoon dan Wonwoo. Wonwoo merasa ada yang tidak beres dengan Mingyu. Sejak selesai makan malam, ia terus saja diam. Biasanya Mingyu akan mengajak Wonwoo bicara. Akhirnya mereka pun sampai di halte bus.

"Aku akan kembali ke rumah, kalian berdua behati-hatilah dijalan" ucap Mingyu lalu pergi.

"Baiklah" jawab Jihoon.

"Tunggu!" Ucap Wonwoo, membuat Mingyu berhenti dan menoleh. Wonwoo kemudian menghampiri Mingyu.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Wonwoo. Mingyu tersenyum.

"Aku baik-baik saja, hyung" jawab Mingyu sambil memasukan tangan ke saku celananya.

"Kau yakin? Apa aku membuatmu marah? Kau tidak mengajakku bicara sejak kita selesai makan malam" ucap Wonwoo sambil menundukan kepalanya. Mingyu menyentuh pipi Wonwoo, membuat pria bersurai hitam itu menoleh.

"Aku tidak apa-apa. Jangan khawatirkan aku." Ucap Mingyu. Wonwoo menutup matanya merasakan tangan Mingyu menyentuh pipinya. Setelah beberapa saat, Wonwoo membuka matanya lalu tersenyum.

"Baiklah" jawab Wonwoo lalu berjalan pergi. Ia tidak bisa menyembunyikan pipinya yang memerah. Wonwoo terus tersenyum sambil berjalan ke halte. Tiba-tiba ponselnya berdering, Wonwoo lalu mengangkat telepon tersebut.

"Aku menyayangimu, hyung" ucap suara dari seberang telepon. Wonwoo berbalik, menatap Mingyu yang sedang tersenyum kearahnya.


Wonwoo sampai dihalte bus. Jihoon masih disana sambil memainkan ponselnya.

"Sunbaenim" panggil Jihoon.

"Ya?" Jawab Wonwoo.

"Apa kau menyukai Mingyu?" Tanya Jihoon.

"A-apa?"

"Aku lihat Mingyu sangat menyukaimu" ucap Jihoon sambil tersenyum. "Ah busku sudah datang. Sampai jumpa besok, Sunbaenim" lanjut Jihoon lalu segera menaiki bus.

"Ada apa dengan jantungku" gumam Wonwoo sambil menyentuh dadanya.


Bel makan siang baru saja berdentang. Mingyu seperti biasa akan pergi untuk makan siang bersama Wonwoo.

Tinggalah Jihoon, Minghao dan Seokmin yang sedang berada dikantin sekolah. Mereka makan dengan tenang, sampai suara Jihoon menginterupsi.

"Seokmin-ah, kemarin kau pergi kemana?" Tanya Jihoon.

"A-aku pulang" jawab Seokmin. Jihoon dengan cepat memukul kepala Seokmin dengan sendok, membuat Seokmin meringis.

"Yak! Jangan coba berbohong padaku, bodoh" gerutu Jihoon.

"Marahi saja dia, Jihoon. Dia memainkan ponselnya selama pelajaran" ucap Minghao. Jihoon dengan cepat mengambil ponsel Seokmin yang tergeletak di atas meja.

"Yak! Kembalikan ponselku!" Ucap Seokmin sambil berusaha mengambil ponselnya, namun dicegah oleh Minghao. Jihoon membuka pesan di Kakaotalk yang baru saja masuk.

Soonyoungie hyung: Aku harus belajar, nanti akan kuhubungi lagi.

"Soonyoungie? Siapa dia?" Gumam Jihoon. Seokmin mengambil ponselnya ketika Jihoon sedang lengah.

"Sudah kubilang tidak ada apa-apa" gerutu Seokmin sambil memasukan ponselnya kedalam saku blazernya.

"Tunggu dulu, Soonyoung siapa?" Tanya Minghao.

"Kwon Soonyoung, siswa tingkat ketiga di SMA Daejeong. Aku akan mendapatkannya, dia akan jadi pacarku" jawab Seokmin percaya diri.

"Kwon Soonyoung?!" Jerit Minghao.

"Kau mengenalnya, Minghao?" Tanya Jihoon.

"Tentu saja, dia kan mantan pacarku" jawab Minghao santai sambil meminum jusnya.

"APA?!" jerit Jihoon dan Seokmin bersamaan.

"Tidak usah berlebihan seperti itu" ucap Minghao santai.

"Ta-tapi bagaimana bisa?" Tanya Seokmin.

"Dulu kami berada disekolah yang sama, itu kan wajar" jawab Minghao.

"Hei bukankah itu bagus, kau bisa tanyakan pada Minghao apa saja yang Soonyoung sukai" ucap Jihoon.

"Kau benar! Bantu aku Minghao~" ucap Seokmin memelas.

"Ugh baiklah baiklah tapi jangan memelas seperti itu, kau semakin kelihatan jelek" ledek Minghao.

"Yak!"


Sementara ditempat lain, Soonyoung memasuki kelas setelah mengerjakan tugas diperpustakaan. Wajahnya terlihat sedikit kesal karena tugas yang ia kerjakan tidak juga selesai.

"Astaga, kenapa semakin hari tugasku semakin banyak saja" gumam Soonyoung sambil bersandar pada bangkunya.

"Hei hei ada apa dengan ekspresi itu?" Tanya Jisoo, teman sebangku Soonyoung.

"Aku lelah, Jisoo. Tugas semakin banyak saja diakhir semester" gumam Soonyoung sambil membaringkan kepalanya di meja. Jisoo hanya tertawa pelan sebagai balasan. Tiba-tiba ponsel Soonyoung yang tergeletak diatas meja, bergetar pelan.

"Hei ada pesan masuk di Kakao talkmu" ucap Jisoo.

"Dari siapa?" Tanya Soonyoung. Jisoo melirik pada layar ponsel Soonyoung.

"Dari 'Ancaman no.1'? Siapa ini?" Tanya Jisoo bingung.

"Kalau tertulis ancaman, jangan dibuka" ucap Soonyoung malas.

"Hei dia mengirimu pesan lagi" ucap Jisoo melihat ada pesan masuk dari nomor yang sama. Ponsel itu bergetar sampai 6 kali hingga akhirnya berhenti. Dengan malas Soonyoung membuka pesan masuk tersebut.

'Hyung, apa kau sudah makan?'
'Jangan lupa makan, hyung^^'
'Hyung, apa yang sedang kau lakukan?'
'Soonyoung hyung?'
'Ah mungkin kau sibuk'
'Aku merindukanmu, hyung:('

Soonyoung menutup matanya lagi. Ia tak punya cukup energi untuk marah jadi yang ia lakukan sekarang hanya diam saja.

"Kau tidak berniat membalasnya?" Tanya Jisoo bingung melihat Soonyoung yang hanya diam.

"Kau mau aku membalasnya?" Tanya Soonyoung lalu memberikan ponselnya pada Jisoo "Lakukan sendiri" lanjut Soonyoung kemudian menutup wajahnya dengan jaket.

"Astaga kenapa dia sekesal itu" gumam Jisoo lalu mengetik pesan balasan.

Ancaman no.1: Aku harus belajar, nanti akan kuhubungi lagi.


Bel pulang pun berdentang. Siswa SMA Yooshim mulai meninggalkan sekolah. Mingyu yang masih berada dikelas segera menghubungi Wonwoo.

"Hyung, hari ini aku latihan. Kau bisa pulang sendiri kan?" Tanya Mingyu.

"Kkk aku bukan anak kecil, Kim Mingyu" jawab Wonwoo diseberang telepon.

"Hehe baiklah. Apa kau bekerja hari ini?" Tanya Mingyu lagi.

"Tidak. Ada apa? Apa kau berniat untuk datang lagi ke tempat kerjaku? Aku akan memukulmu jika kau lakukan itu lagi, Mingyu." Jawab Wonwoo panjang lebar. Mingyu tertawa mendengar ocehan Wonwoo.

"Kkk aku mengerti, hyung. Berhati-hatilah dijalan, hubungi aku jika terjadi sesuatu" ucap Mingyu sambil memperhatikan Wonwoo yang sedang berjalan keluar dari sekolah. Ia dapat melihat senyum manis Wonwoo dari kejauhan.

"Ya, jangan pulang terlalu malam dan istirahatlah setelah kau sampai dirumah." Jawab Wonwoo. Mingyu lalu menutup telepon lebih dulu, namun masih memperhatikan Wonwoo yang sedang berjalan. Namun sebelum Wonwoo keluar dari pintu gerbang sekolah, seseorang menghampirinya. Membuat Wonwoo terkejut namun setelahnya ia tertawa bersama orang tersebut lalu mereka pun pergi.

"Mingyu-ya, ayo latihan." Ucap Jihoon. Mingyu tidak menjawab, ia hanya berjalan melewati Jihoon.

"Ada apalagi dengan anak itu" gumam Jihoon.

.

.

.

.

TO BE CONTINUE

Terimakasih untuk:

Mozagiyo, 270, Anna-Love 17Carats, korokurakwayun, BiTiO, riani98, xavieryo94, Cutiepie Jimin dan lainnya yang author gak bisa sebut satu persatu.

Terimakasih untuk review kalian yang bikin author makin semangat nulis^_^