Step Father

(5)

SasuSaku *Slight SakuPain, SasuMebuki

Naruto belong to MK

M for Lemon (?) and Verbal Abuse

Family, Hurt/Comfort

#Warning : AU, OC, OOC, Thypo, DLDR! NC-21, PWP, Lemon (?)

A/N : odes mohon maaf karena chapter 4 kemarin lebih sedikit dari biasa. Yaahh entah kenapa lagi mentok sampe situh idenyaa *plaaakk /alesan/.

Yang bilang pair SasuSaku cuma buat modus, waahh odes gak tau kenapa bisa lebih sok tempehh dr saya sendiri sebagai authornya? Apa baru dapet pangsit dari gunung Berapi? *entahlah*

Saku masih perawan gak, thor? *kyyaaaa / Spechless/ uuummm... ini pertanyaan masuk Ujian Nasional yaahh? Susah banget dijawab :P . Tapi jawabannya akan ada di chapter-chapter selanjutnya :*

Apa Sasu punya perasaan ke Saku? Kenapa dia keliatan gak rela Saku sama Pain? Jawabannya adalah... Tidak! Sampai saat ini ini Sasu hanya menganggap Saku sebagai anak yang menjadi tanggung jawabnya. Yaahh ortu mana sih yang rela ngeliat anaknya berbuat asusila sekalipun itu bukan anak kandungnya :Dv . Apakah perasaannya akan berubah? Tentu saja :D

Kenapa Sasu suka tanteh tanteh (gak) girang? Hhhmmm, baca aja :) di chapter ini ada kok jawabannya :Dv

Terimakasih untuk luapan cinta dan dukungan, cacian, makian, hinaan, kata-kata penyemangat maupun kata yang menjatuhkan, yang memuji dan menyanjung dan yang membodoh-bodohkan. Setidaknya saya berkarya. Menulis apa yang menjadi imajinasi saya, dengan kemampuan dan waktu luang yang saya miliki. Tidak seperti mereka yang hanya mencela, menghina, melecehkan tanpa menghasilkan apa-apa. Saya tidak meminta kalian untuk menyukai setiap karya saya, atau diri saya pribadi. Semua kembali kepada pribadi masing -masing. Karena saya tahu memang selalu akan ada orang yang hidup dengan menjilat kebencian dari orang lain.

Jika ada yang kalian tidak suka dari diri atau karya saya, PM saya selalu terbuka,

Akan lebih efektif jika kita berbicara bersama sehingga saya dapat memberikan penjelasan dibanding hanya melempar Flame dari akun yang masih kredit di pegadaian.

Kewajiban saya memberikan penjelasan pada readers, terlepas dari readers suka atau tidak , menganggapnya mencari sesendok nasi atau tidak, tapi jika nol koma sekian persen otak digunakan, saya mencari sensasi dari Fanfiksi yang saya buat juga untuk apa? Terkenal? Dibicarakan? Apa untungnya untuk saya pribadi dari kegiatan di dunia maya ini jika pun saya mencari sensasi? Sedangkan saya memakai akun asli yg bisa diverifikasi dan dipertanggungjawabkan. Jika ada sesuatu, kalian bisa dengan mudah mengetahui dan menghubungi saya. Toh saya tidak seperti mereka yang hanya mem Flame lewat akun kreditan yang dibuat dari bulan.

Jika kewajiban saya memberi penjelasan sudah dilakukan, dan masih ada pihak yang salah paham serta memFlame tidak tahu aturan, saya akan bertindak tegas. Imajinasi saya milik saya. Saya, Anda, Kita, bukanlah boneka.

SalamZuper,

#BiniPertamaCanon Uchiha Itachi

OKI DESTRIYANA / Odes

Terimakasih teman-teman tercinta, kalian harta yang sangat luar biasa :*

Hani Yuya Yel Boy Darknezt Wyda's Rei Seijuro Yully Sarada CherryBlossom Cintasparkyu Saranghae Syahrukhan Wika Anggia Khoirunnisa Cindy Delfiana Tanod Tikkha ChieLedizvikerz Anpar'z Diahniez Cho Sieevil Maknae Lune Perri, Gagure Sora Omoidega

Daaannn... terimakasih buat Readers- tachi yang udah nyempetin baca, ikutan ngeramein komen, marah karena apdetannya pendek /digaplok/, kesel karena authornya cantik /dibunuh/. Hahhahaa, engga kok. Pokoknya yg udah nyempetin komen dan baca, TERIMAKASIH BANYAK. GRACIAS~

Jangan lupa tinggalin duit yaakk kalo udah baca

-00000-

Mereka berdua akan menempati suite room di hotel berbintang paling megah di Konoha City tersebut. Sebuah kamar Royal Suite Room yang berada di lantai teratas, lengkap dengan mini bar, kolam bath-up air panas, ranjang super king size, bioskop mini layar datar, dan juga pemandangan malam yang sangat indah. Kamar tersebut sudah di dekorasi sedemikian rupa sebagai tempat malam pertama pengantin baru, Uchiha Sasuke dan Haruno Mebuki tersebut.

Sasuke sudah mengganti jas pengantinnya dengan sebuah kaus berwarna abu-abu tanpa lengan dan celana pendek. Pemuda tampan itu hanya tinggal menunggu mempelai wanitanya siap untuk kemudian melakukan sesuatu yang sudah sah dilakukan oleh sepasang suami istri.

Memikirkannya saja sudah membuat pemuda tampan berusia 20 tahun itu tersenyum sendiri. Usianya dengan sang istri memang terlampau berbeda jauh. 25 tahun jarak usia mereka, namun sama sekali tidak menjadi penghalang bagi Uchiha bungsu itu untuk menegaskan perasaannya pada wanita dengan satu anak yang hanya terpaut usia 2 tahun lebih muda darinya.

Bagaimana Sasuke bisa jatuh hati pada Mebuki yang merupakan janda 1 anak dengan perbedaan usia sangat jauh dan juga reputasi buruk sang wanita? Semua itu karena Sasuke yang kehilangan sosok Ibunya sejak kecil, tumbuh tanpa merasakan peran serta kasih sayang wanita di tengah keluarganya. Sehingga membuat pemuda itu rindu akan sosok keibuan yang mampu membimbing serta menyayanginya. Dan dari seorang Mebuki, Sasuke mendapatkan itu semua.

Mungkin Mebuki memang bukan sosok Ibu yang baik di mata Sakura, namun di mata Sasuke, Mebuki adalah wanita sempurna. Seorang wanita karir yang membanting tulang demi membiayai keluarga, sosok yang tegar dan kuat serta penuh kasih sayang. Walaupun sang putri tunggal justru tidak merasakan itu semua, namun setidaknya wanita yang masih cantik meski sudah tak lagi muda itu selalu mencurahkan perhatiannya pada Sasuke.

Mereka berkenalan lewat peran serta sang Ayah. Saat itu Sasuke yang baru memulai langkahnya di Universitas diharuskan mengambil alih urusan bisnis yang seharusnya menjadi tanggung jawab sang Ayah. Salah satu partner bisnis penting bagi Uchiha adalah Haruno Group yang dipimpin oleh Mebuki. Saat itu Sasuke terpana dengan gaya lugas namun tegas seorang Haruno Mebuki. Determinasi dari para pesaingnya justru menjadikan satu-satunya direktur wanita dalam koalisi bisnis mereka itu semakin kuat dan menunjukkan dominasinya.

Tak butuh waktu lama bagi "Mother Complex" seperti Sasuke untuk jatuh cinta pada janda 1 anak itu. Bak gayung bersambut, Mebuki pun tak menolak perasaan cinta pemuda yang hanya berbeda usia 2 tahun lebih tua dari sang putri tunggal. Kebahagiaan Sasuke kian lengkap saat Fugaku, sang Ayah turut memberikan restunya.

Sasuke berjanji, akan menjadi sosok yang bertanggung jawab bagi Mebuki. Karena itulah sang pemuda tampan dengan helaian raven mencuat seperti pantat ayam itu tak ingin berlama-lama meminang Mebuki sebagai istrinya. Pemuda itu juga sudah mempersiapkan diri sebagai seorang Ayah bagi putri semata wayang Mebuki yang kini berada di tahun terakhirnya di bangku sekolah menengah atas.

Sasuke berjanji akan menjadi kepala keluarga yang baik, Suami yang selalu mencintai sang Istri, juga Ayah yang akan menjaga anak-anaknya. Sakura dan calon anak-anaknya bersama Mebuki.

-00000000-

"Hallo Sayang...?!" Suara sang istri di seberang terdengar sedikit serak.

"Kau dimana, Honey...? Aku sudah di kamar kita..." ujar Sasuke sedikit panik karena Mebuki, sang istri tak kunjung datang ke kamar.

"Aku ada sedikit masalah,..."

"Ada apa..?"

"Sakura... berusaha bunuh diri." Suara diseberang terdengar memberat. Sasuke terperangah, namun cepat menguasai dirinya kembali.

"APA?! Bagaimana bisa...?"

"Dia memang anak yang sedikit bermasalah..." jawab sang Istri dengan nada lelah.

"Lalu kau dimana sekarang? Apa aku harus ke rumah sakit?" Tanya Sasuke cepat sambil bergerak-gerak gelisah.

"Karena itulah... aku ingin meminta bantuanmu Sayang. Bisakah kau menjaga Sakura di rumah sakit saat ini? Aku ada rapat penting sekarang..." rajuk Mebuki pada sang suami. Sasuke terdiam sejenak.

"Baiklah... aku akan ke rumah sakit sekarang. Kau berhati-hatilah... aku mencintaimu..."

"Terimakasih Sayang. ILOVEYOU..."

KLIK~

Sambungan telepon diputus. Mebuki membalik badan. Menatap seorang pria yang sejak tadi memeluk pinggangnya dari belakang.

"Bagaimana? Alasanku bagus bukan?!" Manja wanita cantik itu pada pria bermata onyx tajam yang sejak tadi memandanginya sedemikian intens.

"Kau memang pintar, Sayangku..." ujar Fugaku sambil melumat bibir kekasihnya. Mebuki dengan sengaja menarik kepala Fugaku untuk memperdalam ciuman mereka.

"Sekarang pikirkan bagaimana agar Sasuke tidak curiga pada kehamilanmu dan... hubungan kita…" Pria paruh baya yang masih terlihat tampan itu melepaskan ciumannya sejenak. Ditatapnya emerald teduh wanita yang kini telah resmi menjadi menantunya ini.

"Tenang... aku sudah mengaturnya. Aku akan membuatnya sewajar mungkin..."

Mebuki menenangkan kekasih gelap yang seharusnya juga merupakan ayah mertuanya ini.

"Jangan sampai Sasuke curiga. Dia sudah sengaja kupilih karena golongan darah kami sama. Tentu orang tidak akan curiga..." ujar Fugaku lagi dengan ekspresi serius.

"Kau tenang saja, Ayah mertua..." goda Mebuki dengan nada manja.

Fugaku tersenyum. Kemudian menarik Mebuki merapat ke sebuah meja yang telah dikosongkan isinya. Kemudian menarik tubuh sintal berisi itu duduk di atas meja. Lelaki tampan itu menyeringai. "Kalau begitu, sebaiknya nikmati malam pertamamu, Menantuku..."

Keduanya kemudian tenggelam dalam keintiman terlarang mereka.

-0000-

Konoha Hospital,

Di ruang perawatan 1007 inilah sosok gadis yang tengah lemah tak berdaya itu mendapat perawatan intensif. Di kamar perawatan eksklusif itulah putri tunggal pewaris kerajaan bisnis Haruno Group itu tengah memulihkan kondisinya pasca aksi nekatnya mengiris nadi di pergelangan tangannya sendiri. Beruntung aksi nekat gadis remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas itu cepat diketahui dan mendapat pertolongan hingga nyawanya mampu di selamatkan.

Di samping gadis berhelai merah muda yang tengah terbaring dalam tidur lelapnya itulah terdapat sosok pemuda yang setia menungguinya. Sesekali tatapan dalam sepasang onyx pemuda tampan berhelai raven mencuat itu tampak menelisik dengan seksama setiap perubahan yang terjadi pada anak tirinya itu. Kadang, pemuda itu hanya bergerak-gerak gelisah mengitari kamar perawatan mewah tempat putri dari wanita yang kini telah resmi menjadi istrinya itu dirawat.

Sudah nyaris 12 jam Sasuke menunggui putri tirinya ini. Namun belum ada tanda-tanda sang putri akan sadar dan siuman. Begitu pula Mebuki yang tampaknya masih sibuk dengan segala urusan bisnisnya. Namun Sasuke sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menyayangi dan menjaga Sakura, putri tunggal Mebuki dari pernikahannya yang terdahulu.

Tangan gadis itu mulai bergerak dan bereaksi. Sasuke pun berinisiatif untuk mendekat dan memberanikan diri menyentuh tangan putri tirinya. Meskipun sikap Sakura selama ini selalu buruk padanya, namun pemuda tampan itu tidak mengambil pusing apapun bentuk perlawanan Sakura pada rencana pernikahannya dengan Mebuki. Toh kini dia sudah resmi menjadi Ayah tiri dari gadis merah muda itu.

Sasuke menggengam jemari gadis itu erat. Dingin. Tangan itu bagaikan terselubung lapisan es. Mau tak mau pandangan onyxnya tertumbuk pada luka di pergelangan tangan gadis remaja tersebut. Sebegitu menyakitkannya kah hingga gadis cantik ini memilih bunuh diri ketimbang menerima kehadiran dan pernikahannya? Sasuke mengusap bekas luka itu perlahan penuh kasih sayang.

Sasuke memghela nafas. Diusapnya lembut sebelah pipi putri tirinya ini. Tangannya tetap menggenggam erat tangan Sakura. Onyxnya melembut. Dari dasar lubuk hatinya, dia memahami penolakan gadis ini. Dia mengerti, pasti terlampau sulit bagi Sakura untuk menerima tempat Ayah yang selama ini dicintainya digantikan oleh Sasuke yang masih asing di matanya. Terlebih perbedaan usia mereka yang hanya terpaut 2 tahun saja.

"Sakura... bunga Sakura bermekaran. Mari kita duduk bertamasya di bawah pohon Sakura..." Sasuke menyenandungkan sebuah lagu tua masa kecilnya. Satu- satunya lagu kenangannya bersama sang Ibu, Uchiha Mikoto.

Seolah bisa mendengar nyanyian Sasuke, jemari tangan Sakura kembali bergerak. Bertaut dengan jari telunjuk pemuda itu begitu erat. Seperti takut terlepas.

"Tou-san..." tiba-tiba bibir mungil gadis itu menggumamkan kata tersebut. Ayah... dengan nada lirih. Entah apa yang sedang dialami atau dilihatnya di alam mimpi, cairan bening mengalir jatuh di pipinya.

Sasuke terenyuh melihat pemandangan itu. Hatinya miris. Rupanya gadis itu merindukan sosok sang Ayah. Dan tingkah kurang ajar dan nakalnya selama ini hanya untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang disekelilingnya.

Pemuda itu kembali mengusap airmata anak tirinya. Dihapusnya lembut airmata itu sambil tersenyum lembut.

"Mulai sekarang, aku yang akan menjagamu, Sakura..." bisik Sasuke tepat di telinga.

.

.

.

Padang rumput yang sama seperti masa kecilnya. Ilalang dimana-mana. Dia tengah berlari kesana-kemari, begitu bahagia dan ceria. Sosok di hadapannya ini selalu berdiri mengawasi semua gerak geriknya. Meski terlihat diam, namun sosok itu akan sigap menangkapnya jika dia nyaris terjatuh.

"Kyaaaaa...~~" gadis bersuai merah muda itu menjerit kegirangan saat tubuhnya yang nyaris jatuh ditangkap oleh sang Ayah. Pria paruh baya itu mendekap anak gadisnya erat. Senyuman bahagia terkembang karena mereka dapat menghabiskan waktu bersama.

"Hati-hati Hime...." ujar Kizashi lembut sambil mengusap puncak kepala putri semata wayangnya.

"Tou-san... aku rindu Tou-san..." Sakura mendekap sang Ayah erat.

"Aku tahu..." jawab Kizashi sambil mengelus punggung putrinya lembut.

Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Sosok sang Ayah tiba-tiba terlihat kabur dan menjauh. Bagai lukisan yang subjeknya kecil dan semakin mengecil. Gadis itu berusaha menangkap sosok sang Ayah namun sia-sia.

"Tou-san...!"

"Mulai sekarang, aku yang akan menjagamu, Sakura..." sebuah suara itu terdengar dekat. Begitu dekat di telinganya. Lalu saat dia membuka mata, dia menemukan sosok ayah barunya disana. Tengah menggenggam erat sebelah tangannya.

.

.

.

TO BE CONTINUE~