Step Father
(6)
SasuSaku *slight SakuPain, SasuMebuki
Naruto belong to MK
M for Lemon and Verbal Abuse
Family, Hurt/ Comfort
#Warning : AU, OC, OOC, Thypo, DLDR! PWP, Lemon!
.
.
.
A/N : Debate with Stupid Freak Flamer is waste of time. Some people may decide to hate you with NO REASON. Simply, because your confidence reminds them of their insecurities!
Wkwkwkkw odes selalu kena amukan karena apdet pendek-pendek. Abis gimana? Asik kan apdet pendek? Lebih gregetan gitcuu bacanya /ditabok/ hahahha :Dv
Yaahh biarpun pendek kan tetep odes apdet :* makasiihh banyak loh komen kalian. Yang pada kesel sama Mebuki, harap sabarr yaa soalnya bakal makin ngeselin /digampar/
Odes bener-bener makasih buat kalian yang udah meluangkan waktu baca karya abal ini, ikut ngeramein komen, yaahh odes gak bisa ngomong apa-apa lagi kecuali makasih banyak atas cinta dan dukungan kalian.
Setelah ini mungkin odes akan apdet Sex Toys ch/4 dan Sex Slave ch/1
Salam sayang
#BiniPertamaCanon Uchiha Itachi
Odes
-0000000-
Emerald itu membuka sejenak, terlihat menerawang kosong menatap ke atas. Sasuke tersentak kaget saat melihat anak tirinya sudah sadar dari masa kritisnya.
"Sa-sakura..." desis pemuda tampan itu pelan. Namun sepasang emerald gadis itu menatapnya dengan tatapan yang tak mampu Sasuke baca maknanya. Sakura menggerakkan tangan kanannya. Menyentuh pipi pemuda yang telah resmi menjadi ayah tirinya itu dengan lembut. Mengusapnya perlahan. Naik dan turun.
"Pain-kun... kau datang..." desah gadis itu pelan. Tak sadar jika sosok yang berada di hadapannya ini bukanlah sosok sang kekasih melainkan Ayah tirinya. Sasuke ganti tersentak saat gadis cantik itu berusaha bangkit kemudian memeluk tubuh tegapnya erat.
"Kukira kau meninggalkanku, Pain-kun..." Peluk Sakura sambil bermanja pada sosok di dekapannya. Wajah Sasuke mulai kaku dengan sedikit semburat kemerahan. Terlebih saat jemari putri semata wayang sang istri menelusuri punggung dan dada bidangnya.
Sakura melepaskan pelukannya. Kemudian menatap Sasuke yang masih terperangah dengan tatapan yang intens. Belum habis rasa kaget Sasuke pada tingkah putri tirinya tersebut, lalu tiba-tiba Uchiha bungsu itu merasakan bibir gadis itu sudah melumat bibirnya dengan ciuman lembut.
Sasuke terpana. Semakin bingung harus melakukan apa. Pasalnya dia tidak mungkin langsung memberikan gerakan penolakan, karena dimata Sakura saat ini dirinya adalah Yahiko Pain, kekasih gadis merah muda tersebut.
Ciuman Sakura mulai berubah menjadi lumatan yang lebih bergairah. Lidahnya merangsak masuk dan mulai menari dalam rongga mulut sang pemuda yang telah resmi menjadi Ayah Tirinya tersebut. Diajaknya lidah Sasuke untuk bergulat bersama daging tak bertulang miliknya dan saling menukar saliva.
Gadis merah muda itu melepaskan ciumannya. Sasuke hanya bisa mendesah lega. Dirinya seketika diliputi rasa bersalah saat harus berciuman dengan anak tirinya sendiri. Bagaimana jika sampai Mebuki mengetahui hal ini? Terlepas dari ketidaksengajaan yang mendasari ciuman mereka, sang istri pasti akan sakit hati jika melihat dan mengetahuinya.
"Pain honey... jangan kemana-mana... disini saja." Ujar Sakura lembut kemudian membaringkan tubuhnya kembali di ranjang dan kembali tertidur dengan sebelah tangannya menggenggam erat tangan Ayah tirinya dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajah cantiknya.
-000000-
Sasuke memutuskan untuk kembali ke rumah sejenak untuk mengganti pakaiannya. Toh kondisi Sakura sudah stabil meski belum terbangun kembali dari tidurnya. Sejak insiden ciuman tak disadari mereka, gadis itu masih lelap dalam tidurnya.
Pemuda yang baru saja menikah itu berjalan masuk ke kamar pribadinya. Gelap, tanpa menyalakan lampu, pemuda tampan itu berjalan ke sisi tempat tidurnya. Tepat di depan lemari pakaian.
Tiba-tiba sepasang lengan mengalung pinggangnya dari belakang. Mendekap dirinya dalam sebuah pelukan. Sasuke tergeragap kaget dan menemukan sosok sang istri, Mebuki lah yang melakukannya.
Wanita paruh baya itu hanya menggunakan jubah gaun tidur sutra berwarna hitam yang tidak menutupi apapun bagian dari tubuh mulusnya. Nyonya Haruno tersebut sengaja berpenampilan berani dan menggoda di depan sang suami saat mengetahui kepulangan pemuda yang terpaut perbedaan usia 25 tahun dengannya tersebut
"Kau sudah pulang, Sayangku..." desah Mebuki sensual sambil menggigit cuping belakang telinga sang suami yang membuat pemuda itu mengerang menahan kenikmatan.
Sasuke membalik badannya dan terpukau dengan penampilan menggoda sang istri. Pemuda itu menyeringai dan membalas godaan wanita cantik yang telah resmi menjadi istrinya itu dengan mencubit nakal puncak bukit kembar yang masih menggantung indah tersebut.
Mebuki menjerit manja. Sasuke yang tak sabar ingin menerkam sang istri dan memulai malam pertama mereka yang sempat tertunda karena masalah Sakura, namun Mebuki dengan sigap menahannya.
"Minumlah dulu supaya kau merasa segar..." ujar sang istri sambil menyodorkan segelas air yang berada di atas meja. Sasuke menerimanya dan langsung meneguk habis isinya.
"Sekarang bisa kita mulai? Aku sudah sangat "lapar"..." seringai seksi terlihat jelas di wajah tampan bungsu Uchiha itu. Mebuki menjawabnya dengan sebuah senyum menggoda dan dengan cekatan melepas jubah sutranya sehingga wanita cantik itu tanpa sehelai benangpun sekarang, benar-benar pemandangan yang menggoda pemuda seperti dirinya.
"Waktunya makan. Itadakimasu..." sang singa muda gagah perkasa itu pun mulai menerkam mangsanya di atas pembaringan.
-0000-
Tangan mulus itu menggapai telepon pribadinya yang tergeletak di atas meja tak jauh dari ranjang. Sementara ujung emeraldnya terlihat menatap sosok pemuda yang kini tengah tertidur lelap tepat disebelahnya. Lengan kekar yang pemuda tampak mengalung mesra bagian perutnya dengan sikap protective.
Wanita yang masih cantik di usianya yang tak lagi muda itu menyunggingkan senyum separuhnya. Dia berhasil menjebak pemuda yang kini resmi menjadi suaminya ini. Dengan begini, tentu Sasuke tidak akan curiga pada kehamilannya kelak. Meski anak yang dikandungnya sesungguhnya adalah adik tiri dari pemuda tampan itu.
Mebuki memang memiliki kedekatan special dengan Uchiha Fugaku, Ayah dari Sasuke sekaligus pria yang sekarang resmi menjadi Ayah Mertuanya. Tentu saja tak ada seorang pun yang mengetahui kedekatan mereka, karena Fugaku merahasiakannya rapat-rapat. Keluarga Mikoto, mantan istrinya yang telah meninggal akan menarik seluruh aseet dan saham yang dimiliki di perusahaan jika Fugaku sampai menjalin hubungan dengan wanita lain selepas kepergiaan sang istri tercinta. Dan demi mengamankan posisinya sebagai pemimpin tertinggi Uchiha Corp, Fugaku memerlukan "tumbal" untuk kedekataannya dengan Mebuki agar terlihat wajar di mata publik. Tentu kedekatan 2 orang CEO perusahaan paling berpengaruh di Konoha ini akan menjadi perbincangan publik jika tidak segera diberikan sebuah "alasan yang jelas"
Terlebih sekarang Mebuki tengah positif mengandung buah cintanya dengan Fugaku. Dan Mebuki bersikeras tidak ingin menggugurkan calon bayinya ini meski Fugaku sudah membujuknya. Hanya ada satu cara dan alasan. Mebuki harus menikah dengan putra bungsu Fugaku demi menutupi hubungan Sasuke lah yang terpilih, selain karena Itachi sang putra sulung tengah berada di luar negeri, Sasuke memilliki golongan darah yang sama dengan Fugaku. Sehingga akan meminimalisir kecurigaan pada anak tersebut nantinya jika terjadi sesuatu di luar yang mereka inginkan.
Nyonya Haruno tersebut terlihat mengutak atik telepon pribadinya. Sambil emeraldnya terus mengawasi was-was takut jika sang suami akan terbangun. Saat teleponnya tersambung, Mebuki perlahan melepaskan pelukan tangan sang suami pada tubuhnya dan mengenakan jubah tidurnya lalu bergerak menjauh agar pemuda itu tetap tertidur lelap.
"Hallo… bagaimana? Berjalan lancar?" Berondongan pertanyaan itu langsung terdengar di sebelah terkekeh pelan mendengar pertanyaan tidak sabar dari Ayah Mertua yang juga merupakan kekasih gelapnya.
"Tenang saja, semua sesuai rencana kita, Sayang…" jawab wanita cantik itu dengan nada manja.
"Kau yakin dia tidak akan curiga?" nada Fugaku berubah cemas.
"Sangat yakin. Putramu pemuda yang polos sekali Fugaku. Aku jadi gemas dengannya…" ujar wanita itu dengan nada bercanda.
"Jangan macam-macam dengannya,Mebuki! Kau sudah berjanji…" geram lelaki paruh baya itu tidak suka.
"Hahahaa.. baiklah. Aku tahu kau akan cemburu pada putramu sendiri…" jawab Mebuki, merasa senang bisa membuat sang kekasih yang biasanya dingin menjadi cemburu padanya.
"Apa saja yang lakukan padanya…?" tanya Fugaku dengan nada menginterogasi.
"Hanya berciuman. Yah… saling meraba. Kau tak perlu takut. Aku tidak melakukan having sex dengannya. Karena aku sudah memasukkan obat tidur ke minumannya. Jadi sebelum dia memangsaku, dia sudah jatuh terlelap…" Jawab wanita itu sedikit sarkas.
"Bagus… kau memang wanita cerdas." Puji Fugaku
"Baiklah, aku rasa aku harus kembali tidur dengan Suamiku sebelum dia terbangun dan curiga. Kalau begitu, sampai nanti Sayang…"
KLIK
Wanita itu mematikan teleponnya dan menaruhnya kembali di tempat semula. Kemudian kembali naik ke atas ranjang super besarnya dimana tergeletak tubuh polos pemuda yang kini reski menjadi suaminya. Mebuki membuka jubah tidurnya kemudian membiarkan tubuh telanjangnya berbaring nyaman di atas dada bidang sang suami.
"Have a nice dream, Baby…" ucap wanita cantik itu sambil mengecup bibir sang suami sekilas, kemudian terlelap dengan tenang di atas tubuh suaminya. Menunggu pagi datang, dan semua rencananya akan berjalan lancar .
.
.
.
TO BE CONTINUE~
