Judul : we found our baby ?

Name : Natsu Zyy

Pair : SasuNaru, SasuSaku NaruHina

Chap : 2

Genre : Friendship, Family

Rate : T

DC : MK

Warning : typo dimana-mana, gaje story, humor gajelas mungkin -_-, semua kekurangan dalam menulis lainnya.

Note :

" / telepon" untuk pembicaraan di telpon

"/ / Berita" untuk pembawa berita

DLDR

-Zyy Present-

.

.

/Halo Sasuke-chan ?/

"Okasan help me -hikss- ! Huuwwweeeeee !"

.

.

.

.

/Sasuke-chan ? Are you okay ?/

"I'm o-okay mom. Dobe jangan berteriak ! Kau teleponlah diluar, aku juga sedang menelpon ibuku !" Kata Sasuke kesal. Hoo jadi yang tadi berteriak itu Naruto.

"Okaaa-chaaannn~ help meehhhhh~" Terdengar lagi. Jeritan frustasi Naruto yang ternyata sedang menelpon ibunya. Well mereka berdua punya pemikiran yang sama.

"Oke aku keluar sebentar teme !" Kata Naruto sambil melenggang keluar mobil.

.

/Semua baik-baik saja sayang ?/

"Baik-baik sa-eh tidak-tidak ini buruk oka-sama. I need your help, bagaimana caranya menidurkan bayi ?"

/Bayi ? Bayi siapa ?/

"Ini bayi ku...maksudku ini bayi dobe yang-Owww Shut up baka baby !" Erang Sasuke, tapi kedua bayi tersebut malah semakin membesarkan suara tangisan mereka.

/Jangan menyentak bayi, Sasuke. Ibu tidak pernah mengajari itu. Jadi katakan bayi siapa itu !"

"Oka-sama ! Bisakah kau tidak bertanya itu dulu. Aku sedang panik"

/Oke okee...caranya coba cek popoknya apa dia basah atau lembab ? Kalau basah kemungkinan dia baru saja pipis. Apa kau ada popok ? Jangan lupa untuk mengusap-usap punggungnya agar ia bisa lebih tenang/

"Owhh oke...aku sedang berusaha melihat popoknya. Sial ! Ini basah"

/Siapkan popoknya, Sasuke-chan/

"Sudah. Aku sudah membukanya"

/lapkan tisu basah pada bagian pantatnya agar tidak infeksi. Harus tisu basah khusus bayi/

"Ap-apa aku tidak punya !"

/kau bersama Naruto kan ? Kalau iyaa coba cek tasnnya, ia suka menyimpang tisu basah khusus bayi/

"Dari mana oka-sama tahu ?"

/Aku bertanya padanya dulu. Itu kebiasaannya/

Setelah mengecek tas Naruto. Sasuke menemukan tisu basah milik Naruto dan benar saja, ini khusus bayi. Untuk sedetik kekhilafan Sasuke, ia memuji si pirang yang mempunyai kebiasaan membawa tisu basah ini.

"Lalu aku harus apa, oka-sama ?"

/bersihkan dengan menggunakan tisu itu, Sasuke-chann~/

"A-apa ?! Tapi itu kotor !" Seru Sasuke.

/Dan kau akan membiarkan dia yang membersihkannya sendiri ?/

"Owhh baiklah, aku yang bersihkan dan aku juga akan mencoba memasangkan popoknya" Tandas Sasuke.

/Bagus, bilang pada Naruto untuk melakukan hal yang sama/

"Baik oka-sama" Sasuke pun membuka kaca jendelanya, menampilkan sesosok makhluk kuning yang sedang panik dan tengah menelpon ibunya, sesekali ia berteriak 'aku terlalu muda untuk jadi ayah, oka-channn'.

"Dobe, masuklah ! Akan kuberitahu caranya"

"Jadi bagai mana oka-ehh iyaa teme ! Aku kesana sekarang. Dah oka-chan, aku menyayangimu"

.

.

.

15 menit berlalu, kedua bayi itu sudah tertidur dan Sasuke sudah mematikan sambungan telponnya. Ia juga berpesan pada sang ibu untuk segera datang kerumahnya malam ini. Dan sepertinya ibu Naruto juga akan datang.

"Aku dapat masalah ! Ibu ku akan datang ! Dia mengira aku menghamili seseorang !" Jeritan frustasi Naruto kembali terdengar, ia memamerkan ponselnya yang berisi sebuah pesan ancaman dari sang ibunda tercintanya.

"Hn" Gumam Sasuke tidak peduli, tentu saja karena ia tengah menyetir.

.

.

.

.

Dan disinilah mereka, di Konoha Regency rumah megah Sasuke yang sengaja dibelikan untuk ditinggali Sasuke seorang diri. Kebetulan si sahabat pirangnya juga mempunyai rumah dilingkungan yang sama, tepatnya di belakang rumah Sasuke. Kenapa memilih rumah dilingkungan itu ? Alasannya mudah, agar dekat dengan kampus katanya. Kembali kekedua anak yang baru saja mereka temukan, setelah dengan seenak udel Sasuke memutuskan untuk membagi/? hak asuh kepada si pirang, Naruto memutuskan untuk makan malam dengan Sasuke, dan kebetulan juga kedua bocah itu masih tertidur diruang tengah. Sekalian menunggu ibu mereka datang. Naruto menjentikan jarinya, ia melupakan sesuatu yang penting.

"Teme, kita lupa memberi mereka nama" kata Naruto sambil menunjukan kedua bayi yang sedang terlelap itu bergantian. Sasuke menepuk jidatnya frustasi, bagaimana ia bisa lupa.

"Hn, kau benar" jawabnya.

"Jadi...kau akan menamakannya siapa ?" tanya si pirang.

"Hn, entahlah"

Keheningan menyelimuti keduanya, sampai akhirnya bunyi perut mereka memecahkan lamunan keduanya.

"Aku akan membuat lasagna" Kata Naruto, walaupun dia ceroboh dan bukan dari jurusan tata boga tapi untuk urusan masak-memasak kemampuannya boleh juga, setidaknya itulah kata Sasuke saat lapar.

"Hn" gumam Sasuke singkat.

.

.

.

Sasuke menunggu Naruto sambil sesekali mengawasi kedua bocah yang sedang terlelap itu. Ia menyalakan TV karena bosan.

Aroma wangi masakan Naruto membuat Sasuke semakin lapar. Harus ia akui bahwa si pirang memang pandai memasak. Sasuke menghampiri dapur yang jarakny tidak jauh dari ruang tengah.

"Sudah siap ?" Tanya Sasuke.

"Iyaa, aku juga membuatkan untuk ibu kita"

"Hn"

.

.

Dan akhirnya mereka bisa makan malam dengan tenang, setidaknya setelah dua bocah itu tidur. Seloyang lasagna ala chef Naruto untuk makan malam mereka.

.

"Dobe ? Seleramu janda ?" Tanya Sasuke yang tidak sengaja melihat walpaper Naruto.

"Janda lebih menantang, teme ! Memangnya kau, dengan anak SMA ?"

"Heii ! Sakura itu sudah kuliah !"

"Yeeaahhh~ Whatever~" Naruto merollingkan bola matanya bosan.

"Kau sudah mendapatkan namanya dobe ?" Kata Sasuke sambil menghajar/? makan malamnya.

"130-RU45 yaa ? 130RU ? BORU ? Sudah kuputuskan, akan kuberi nama Boruto !" Naruto berbinar-binar saat mengatakan itu, Sasuke sweatdrop dibuatnya.

"Hn. S474 ? Fine, I'll call Sara, hmmm Sarada" Putusnya.

"Well, not bad" Komentar Naruto.

.

/treng~ treenggg -SAATNYA SENJU BREAKING NEWS- (suara tv)

/ /Selamat malam pemirsa dimanapun anda berada. Kembali lagi di Senju Breaking News bersama saya Senju Tsunade yang akan membacakan breaking news hari ini. Laboratorium Orochemical diringkus petugas karena diduga melanggar peraturan pemerintahan dengan membuka praktek kloning tubuh manusia secara ilegal/ /

"Dobe besarkan volumenya !" Seru Sasuke yang tiba-tiba penasaran dengan isi berita tersebut.

"Yaa baiklah" Mau tidak mau ia melenggang dari dapur menuju ruang tengah.

/ / Menurut pihak Orochimaru, laboratoriumnya kehilangan beberapa daftar bayi yang menjadi hasil dari penelitian / /

"Teme, kemarilah ! Bawakan makananku"

"Hn"

/ / Dikarena kan identitas bayi harus dirahasiakan untuk kepentingan hukum. Maka kami akan memperlihatkan daftar kode nama bayi yang telah menghilang dari laboratorium

1. 130-RU45

2. S474-F7

3. 12U-N48

Dan inilah ciri-ciri baju laboratoriumnya

Baju atasan warna kuning cerah dan celana berwarna hijau pucat. Dan dibalik baju bagian punggung terdapat nomor kode bayi / /

.

Naruto hampir saja memuntahkan makanannya kembali. Ia baru saja mendengar kode nama yang sama dengan kode dibalik baju kedua bocah itu, dan menang benar pakaian kedua bocah tersebut sama persis dengan yang diucapkan pembawa berita.

"Damn ! Kita dapat masalah teme !" Erangnya kepada Sasuke.

"Aku akan mengambil baju" Kata Sasuke panik, ia baru sadar bahwa Ibunya akan datang ketempat mereka dan kedua bocah tersebut masihlah memakai baju laboratorium seperti yang ada di Breaking News.

.

"Kami dataangggg~"

"DAMMNN !" Seru mereka bersamaan.

/ /Bagi anda yang menemu- Tuutttt / /

Naruto mematikan TV. Sasuke baru saja mengambil baju acak yang ia temukan dikamarnya.

"Aku akan menghampiri ibu kita. Kau gantikan baju mereka" Kata Naruto memerintah.

"Apa ? Kau gantikan baju aku keruang tamu !" Putus Sasuke.

"Tidak ! Kau yang gantikan bajunya teme !"

"Berisik ! Aku sudah mengambil bajunya, giliran kau yang menggantikan pakaian mereka !" Seru Sasuke dengan nada tinggi.

"Teme ! Kau egois, apa susahnya sih hanya menggantikan baju !" Naruto tidak mau kalah dari Sasuke.

"Kau yang egois dobe ! Kalau kau bilang mudah kau saja yang urus !"

"Aku tak bilang mudah. Maksudku bukan begitu teme ! Ahh kau bisa membangunkan mereka bodoh !" Seru Naruto yang semakin lama suaranya semakin meninggi.

"Suara cemprengmu yang memekakan telingaku do-"

.

"Ooeeekkkkk...oooeeekkkkkkk...eeeaaaaakkkkk !" Untuk kedua kalinya, tangisan si bayi pirang atau yang sekarang telah menjadi Boruto mengalihkan perhatian kedua pemuda yang tengah bertengkar tadi. Tangisannya sangat keras dan lagi-lagi membangunkan Sarada. Lalu keduanya menangis kencang.

"See ! Suara dobemu memekakan telinga mereka !" Ujar Sasuke sambil menutup telinganya.

"Suara mu juga tinggi temee !" Seakan tidak terima dengan gagasan sahabatnya, Naruto mengerang.

.

"Apa yang kalian ributkan anak-anak !" Intrupsi Mikoto membuat bulu kuduk Sasuke meremang. Ia lupa bahwa ibunya dan ibu Naruto sudah datang.

"Hahhh ? Bayi itu..."

'Sial ! Bajunya !'

"Kita benar-benar akan dapat masalah, teme" bisik Naruto tapi mampu didengar Sasuke.

.

.

.

.

.

.

.

#TBC

Hayoo siapa yg ngira kalo orang yg teriak di akhir chapter 1 itu Sasuke ? :'D

Yang pasti bukanlah yaa (walau Sasuke OOC banget disini)

Apa asal mula bayinya udah ketebak ? Zyy harap belum, karna ini baru konflik awalnya :'v...ahh gomen juga ceritanya makin absurd.

Dan thanks juga senpai-senpai yang sudah fol/fav dan reviewnya, moga fic ini makin ngurangin typonya, makin jelas juga alurnya xD dll...

Jadi keingetan mau bilang sesuatu :D...ceritanya Boruto n Sarada bukan berperan jadi anak aslinya Naruto sama Sasuke yaa, nanti ortu asli mereka bakal dibahas (dikit) :D

.

Btw Zyy baru sadar kalo selama ini Zyy ga ngeaktifin Anonymous Reviews ,,

#ketauan gapteknya :''v

.

.

Sondankh641

Nah nanti diceritain, biar penasaran :D #dijitak

makasii udah mampir yaa :),

.

Alfiannamaru

Siap XD ini udah lanjut xD...

Wehh makasih Alfian-san :D

Awalnya Zyy dapet ide karna nonton film 'baby and me'

Mungkin mereka bakal sering repot dan 'salah paham' xD

Arigatou udah mampir yaa :)

.

hanaakaisirayuki

One mah ikut-ikutan ahh :v...gapapa onee sini aja promo :''v... Satu promoan bayar pulsa aja 5k :'''v (peace) makasi udah mampir onee :D

.

Anko Guru Matematika

Hehee makasi udah mampir yaa :D

Sipp ini udah lanjut xD.

.

.

.

Akhir kata

#SalamTahuBulatLover

Adakah yang mau mereviews ? :')