Judul : we found our baby ?
Name : Natsu Zyy
Pair : SasuNaru, SasuSaku NaruHina
Chap : 3
Genre : Friendship, humor
Rate : T
DC : MK
Warning : typo dimana-mana, gaje story, OOC, humor gajelas mungkin -_-, semua kekurangan dalam menulis lainnya
DLDR
-Zyy Present-
.
.
"Apa yang kalian ributkan anak-anak !" Intrupsi Mikoto membuat bulu kuduk Sasuke meremang. Ia lupa bahwa ibunya dan ibu Naruto sudah datang.
"Hahhh ? Bayi itu..."
'Sial ! Bajunya !'
"Kita benar-benar akan dapat masalah, teme" bisik Naruto tapi mampu didengar Sasuke.
.
.
.
"Ini...ini bukan seperti yang oka-sama kira" Kata Sasuke takut-takut. Dengan secepat kilat, Naruto menutupi kedua bocah yang tengah menangis ini dengan selimut.
"Bayi itu...kyaaaa~ lucu sekali nak ! sini biar aku yang tenangkan mereka" Kata Mikoto dan disusul oleh helaan nafas lega dari Sasuke dan Naruto.
"Kushina ! Apa kau bisa bantu aku untuk menangani bayi satunya ?"
"Okee...aku datangg~" Jawab seseorang yang bernama Kushina itu, ia menghampiri Mikoto dan langsung menggendong si pirang junior yang tengah menangis tanpa melepaskan selimut yang membungkus tubuhnya, mengabaikan dua manusia yang hampir saja jantungan karena kedatangannya.
"Shiii...shiii...shiiii...Jangan mengangis anak pintar" Katanya sambil menepuk pelan sang bocah, dan sedetik kemudian tidak ada lagi suara tangisan yang keluar dari mulutnya. The power of mother, pikir Naruto.
"apa mereka sudah makan ?" tanya Kushina.
"Belum, aku akan membuat makanan instannya" Kata Naruto.
"Apa ? Jangan ! Umur segini ia harus diberi makanan buatan rumah" Seru Kushina.
"Apa bayi makan lasagna ?" Tanya Sasuke, okee mungkin hari ini Sasuke sedang khilaf dan melupakan otak jeniusnya.
"Biar kami yang urus makanannya, kalian tunggulah diruang tengah" Tandas Mikoto. Ia menyerahkan bocah yang sejak tadi berada digendongannya, begitupun Kushina.
"Ganti pakaiannya dobe !" Seru Sasuke
"A-apa ? Yaa baiklah !" Sungut Naruto sebal.
.
Dan disinilah mereka, diruang tengah dengan meja kecil dialasi karpet dan bantal duduk yang sengaja Sasuke siapkan untuk makan malam kali ini. Boruto dan Sarada sudah berganti pakaian dengan kaos polos paling kecil milik Sasuke yang kelihatan sangat kebesaran dibadan mereka. Mungkin besok ia dan Naruto harus membeli beberapa potong baju.
"Ayo Boruto, call me otou-chan !" Kata Naruto bersemangat kepada Boruto yang sedang berada dalam pangkuannya.
"Jangan, panggil saja dia dobe" Komentar Sasuke sambil merollingkan bola matanya, ia heran melihat tingkah si pirang yang pada awalnya menolak kehadiran Boruto.
"Kau cemburu yaa teme ? Kau kan tidak bisa dekat dengan anak kecil" Naruto tersenyum meremehkan, dan membuat Sasuke mendecih kesal.
Naruto tengah menggendong-gendongkan si pirang junior sambil sesekali berkata 'Boruto, call me otou-chan !' dengan semangatnya. Sasuke menengok kearah Sarada yang tengah berusaha untuk duduk dengan beralaskan bantal duduk, ia menatap lekat-lekat Sarada. Sekilas ia merasa bahwa Sarada mirip sekali dengannya, termasuk wajah minim ekspresinya saat ini. Entah mengapa Sasuke mulai menyukai bocah raven ini.
"Sarada...katakan paa-paa" Katanya tanpa sadar, tapi sayang sekali Sarada belum bisa mengikuti apa yang Sasuke bicarakan walaupun dari gerak bibirnya Sasuke yakin bahwa Sarada berusaha untuk mengatakan sesuatu. Dan lagi-lagi tanpa sadar Sasuke tersenyum.
.
"Jangan terlalu terburu-buru mengajari mereka untuk bicara dulu, mungkin untuk seumurannya mereka ini telat bicara tapi jangan terlalu dipaksakan" Ujar Mikoto.
"Buka mulut mu nak aaaaaa~. Kau lucu sekali pirang junior. Apa kau yakin ini bukan anakmu, Naru-chan ?!" Selidik Kushina sembari memicingkan matanya.
"Ti-tidak, aku yakin 100% ini bukan anakku, tanya saja pada Sas-"
"Pffffttt~ Naru-chan...?" Oke sahabat sehidup sematinya ini malah menertawakan panggilan akrab si pirang.
"Kau menyebalkan teme !"Sentak si pirang ngambek.
"Jangan mengumpat didepan bayi, Naru-chan" Tegur sang ibu.
"Dan kau juga jangan menertawakan Naruto, Sasuke-chan !" Seru Mikoto yang sejak tadi menyuapi Sarada.
"Pfftttt~haha Sasuke-chan~" Balas Naruto dengan nada yang dibuat-buat, Sasuke pun bisa manja ternyata.
"Jangan panggil nama itu didepan banyak orang, oka-sama" Katanya. Come on ! Naruto dan Sasuke itu sudah berstatus mahasiswa dan berumur 21 tahun, itu artinya mereka tidak pantas lagi dipanggil dengan embel-embel 'chan' bukan ?
"Hmmm...apa kau mau dipanggil 'Suke-chan' lagi ? sebelum kau berumur 10 tahun, kau tidak menolak dipanggil 'Suke-chan'" Kekeh Mikoto.
"Come on Mom~" Sasuke merollingkan matanya bosan, membiarkan ketiga orang tersebut tertawa. Tapi suara kedua bocah ini mengheningkan ketiga orang tersebut, termasuk Sasuke.
"Cu...Cuke-chan ?" Guman Sarada pelan sembari memiringkan kepalanya imut.
"Nal...Nalu-tan !" Seru Boruto senang.
*hening
*hening
*hen...
"Yapp selamat anak-anak. Sepertinya Boruto dan Sarada memang tepat memanggil kalian dengan nama ini" Kekeh Kushina geli, mengabaikan geraman kesal yang berasal dari kedua pemuda yang berbeda karakter tersebut.
.
Acara makan malam sudah berakhir sejak 30 menit yang lalu. Para ibu juga sudah pulang dan meninggalkan resep masakan untuk makanan bayi agar bisa dibuat oleh mereka, atau mungkin Naruto. Boruto dan Sarada juga sudah terlelap diatas bantal duduknya, Naruto tak tega membangunkan Boruto atau untuk sekedar memindahkan kerumahnya.
"Kau tidurlah disini, aku akan mengambil futon untuk kita" Kata Sasuke sambil berlalu menuju kamarnya.
"Kenapa tidak tidur dikamarmu saja teme ?"
"Aku tak tega membangunkan Sarada, dan aku juga ingin menjaganya malam ini" Terangnya.
"Biar kubantu teme" Kata Naruto mengikuti Sasuke.
"Hn"
.
#jam 02.15 dini hari
Sayup-sayup terdengar suara bayi menangis dan membangunkan Sasuke dan Naruto.
"Oooeeekkk...oooeeekkkk ! Hooo ternyata si raven junior tengah menangis, batin Sasuke. Ia kembali memejamkan matanya, walau tidurnya sudah terganggu oleh Sarada.
"Teme, tenangkan Sarada. Aku mau tidur" Kata Naruto dengan setengah igauannya, karena kebetulan Sarada ada disebelah Sasuke.
"Tidak, kau saja dobe...aku mau tidur" Sahut Sasuke mengantuk.
"Eeeaaaakkkk...eeeaakkkkk cukke-chaann~" Tangisan Sarada semakin menjadi dan hal ini membuat Sasuke hampir terlonjak dari futonnya dan sweatdrop pastinya saat mendengar panggilannya dari Sarada.
"Fine fine ! Apa yang kau inginkan baka baby !" Erang Sasuke.
"Jangan meng-ngumpat didepan bayi, Sas..suke" Kata Naruto yang masih saja memejamkan matanya, untunglah Boruto tidak terbangun oleh suara Sarada.
"Hn..." Guman Sasuke kesal.
"Owhh sial, ini lembab ! Maskerku mana ! Aku juga butuh sarung tangan, plastik hitam dan popok baru"
.
.
.
#TBC
#Omake
Pagi sudah menyambut, kini Naruto dan Sasuke tengah berada dihalaman rumah Sasuke untuk sekedar menyirami bunga dan menyapu rumah.
"Dobe hari ini aku ada kencan. Kau jaga anak-anak" Kata Sasuke yang seenak jidat maksimalis kekasihnya mengambil keputusan tersebut, tangannya menegang sebuah selang yang masih ia gunakan untuk menyirami tanaman.
"Apa ! Aku juga ada kencan teme ! Aku sudah janji mengajak Hinata dan anaknya jalan-jalan hari ini !" Sahut Naruto yang mengacungkan sapunya.
"Jangan egois dobe ! Kau tidak pernah menjaga mereka !"
"Kaulah yang egois teme ! Seenaknya menyuruhku !"
Detik selanjutnya, Naruto dan Sasuke menghela nafas kasar dari mulutnya. Mereka yakin jika adu mulut seperti ini tak ada gunannya.
"Kita selesaikan dengan pertarungan !" Putus Naruto sambil mengepal tangannya.
"Aku tak takut" Sahut Sasuke, datar dan mengepal tangannya juga. Mereka sudah melupakan sapu dan selang yang sejak tadi mereka pegang.
"Terima ini Sassuukeeee~" Naruto memajukan kepalan tangannya pada Sasuke.
"Tak akan ku biarkan kau menang Naruto~" Begitupun Sasuke.
"Sasuuukkkee~!"
"Narutooooo!"
"Sasuke !"
"Naruto !"
/Tak...Tak...Takk (suara tepukan tangan)
"Hyyaaaa...Suit G-O-S* !"Seru keduanya kompak.
(* : Gajah Orang Semut)
Lihat keadaan mereka sekarang
Sasuke (kelingking) dan Naruto (kelingking)
"Sial !" Erang Naruto.
"Hyaaaa !" Tangan keduanya dikepal kembali dan merekapun suit lagi.
Sasuke (jempol) dan Naruto (jempol)
"Aku menang !" Seru Sasuke mengaggetkan Naruto.
"Apa kau bodoh Sasuke ! Aku gajah kau gajah, teme !" Seru Naruto sambil mengacungi jempolnya hingga sejajar dengan perutnya, kemudian mendekatkan jempolnya dengan jempol Sasuke.
"Gajahmu lebih kecil dari gajahku dobe, itu lebih mirip orang. Aku menang !" Seringai Sasuke yang sukses membuat Naruto sweatdrop dibuatnya
'Sasuke sudah banyak menanggung beban pasti' batin Naruto tidak masuk akal.
"Dari mana teori itu teme ?! Ukuran tidak berpengaruh, gajah tetaplah gajah, lihat aku juga mengeluarkan gajah !" Sungut Naruto kesal, perempatan imajinasi bertengger didahinya.
"Ga...gajah ?" Ujar seorang wanita berambut pirang dengan 4 ikatan yang menghiasi rambutnya, kebetulan ia sedang melewati jalanan didepan rumah Sasuke dan posisinya membelakangi Naruto dan Sasuke yang sedang melihat kearah bawah hingga ia memikirkan hal yang 'iya-iya'.
"Aku menang dobe ! Kau jaga Sarada dan Boruto !" Ujar Sasuke.
"Mana bisa ! Mana tanggung jawabmu teme ! Aku juga mau kencan " Seru Naruto tidak mau kalah.
'Hubungan yang rumit yaa' batin wanita yang di ketahui bernama Temari itu.
"Ettoo...A-apa kalian gay ?" Ujarnya yang sejak tadi memperhatikan dengan seksama, suaranya berhasil membuat Sasuke dan Naruto mengalihkan pandangannya.
"Ehhh ? Ti-tidak...kami masih normal" Sahut Naruto sambil menyengir kaku.
"Tapi tadi...gajah ? Anak ? Dan..."
"Tunggu dulu nona, apa anda menguping sejak tadi ?" Potong Sasuke dan sontak membuat Temari kaget.
"Ehh gomen aku tak sengaja lewat saat kalian sedang berbicara" Katanya menyesal.
"Tak apa Temari-san. Dan ngomong-ngomong kami bukan gay. Aku dan Sasuke ada kencan hari ini dengan pasangan kami" Kata Naruto sambil memamerkan gigi putihnya. Dan Sasuke hanya merollingkan matanya bosan.
"E-ehh ? Kalau begitu aku permisi, Uchiha-san Uzumaki-san" Pamitnya.
.
"Pasti mereka memiliki hubungan yang sulit, untung saja uke nya baik" Guman Temari sembari melanjutkan acaran jalan-jalan paginya.
.
.
#TBC Beneran#
An :
Ettooo hallo minna :D
Apa ceritanya makin absurd ? :') moga ga bosen yaa baca ff gaje ini XD...Dan btw, maapkan sayahhh kalo humor nya nyerempet rate 'M'...tapi ini bukan rate M kan ? :'v *ignore
Gomen kalo masih nongol typo-typo-an/? disana sini, karna zyy hanya manusia biasa yang tak sempurna dan kadang sal- #dijitak (abaikan)
Thanks for reviews, foll dan fav nya :*
Kalian warbyazahhhh :D
Alfiannamaru
Ahh iie iie :D silahkan baca dan review kapanpun :)
Ha'i, ide awal dari film itu xD
Owh iyaa pernah juga sihh baca ff naruto yang jadi inspirasi, tapi lupa judulnya -_-
Ehh iyaa bener itu film bikin baper emang *malahcurhat
Mudah2an ga ketebak yaa *dijitak xD
Heheee gapapa nee Alfian-san *_*...Zyy seneng bacanya *_*
Love your review hihihii :* #pelukkecupbalik
Moga ga kecewa sama lanjutannya :'D
Happy reading :)
Anko Guru Matematika
Wkwkwk siapp xD...moga ga kecewa sama lanjutannya
Happy reading :D
nina
Hehee arigatou udah mampir nina-san :)
Yukihana Miyano
:D
Hehee pas dibaca ulang, bener juga sihh XD
arigatou sarannya Yukihana-san *_*
Ha'i, slamat baca lanjutannya :D
d3rin
Hehehe...gomen
Sasuke waras ko disini *dichidori
Makasi udah mampir :D
Akhir kata...
#SalamTahuBulatLover
Adakah yang mau mereview ? :)
