Judul : we found our baby ?

Name : Natsu Zyy

Pair : SasuNaru, SasuSaku NaruHina

Chap : 4

Genre : Friendship, Family

Rate : T

DC : MK

Warning : typo dimana-mana, gaje story, humor gajelas mungkin -_-, semua kekurangan dalam menulis lainnya.

Note : SasuNaru jadi bintang utamanya disini, tapi ini bukan ff yaoi :D. Sasuke tetap dipasangin sama Sakura dan Naruto sama Hinata.

#DLDR

#STBL

-Zyy Present-

.

.

"TOMAT DOBEE !" Sentak Sasuke dengan suara meninggi.

"Wortel temeee !" Suara Naruto tak kalah tingginya dengan Sasuke tadi.

Baiklah pembaca yang budiman nan baik bati. Kedua tokoh utama kita yang notabenenya sahabat sejati tersebut bukan sedang mengatai 'tomat bodoh' atau 'wortel brengsek', mereka hanya sedang berdebat tentang menu sarapan pagi yang akan dimakan oleh kedua bocah lucu yang baru saja mengenal kata-kata itu.

"Ayolah temee ! Wortel bagus untuk mataa !" Kata Naruto jengah.

"Tomat bagus untuk kulit, dobe !" Sambar Sasuke tak mau kalah. Dan jangan lupakan kedua bocah yang sedang memakai kaos kebesaran itu hanya diam dengan posisi bibir mengerucut gemas karena lapar. Mungkin kalau mereka sedikit lebih besar mereka ingin sekali menghentikan debat tidak jelas ini.

"Chuuu...! Cuke-chann ! La-paall"

Suara kecil menggemaskan yang keluar dari bibir mungil raven junior menghentikan perdebatan Naruto vs Sasuke yang sejak tadi terjadi. Mereka berdua melunak, siapa yang tidak gemas melihat tingkah Sarada yang mengerucutkan bibirnya dan jangan lupakan pipi tembam yang membuat siapa saja ingin mencubitnya.

Tiba-tiba saja sebuah lampu imajinasi menyala diatas kepala si pirang.

"Aku dapat ide temeee !" Serunya girang.

"Suit G-O-S lagi ?" Tanya Sasuke yang masih was-was akibat fitnah yang dilayangkan padanya saat dihalaman rumah tadi.

"Bukan...jadi seperti ini..."

.

.

Ruang tengah Sasuke berubah menjadi sebuah arena lari. Naruto terinspirasi dari balapan lari siput yang dimenangkan oleh Rocky si batu difilm kartun Spons Kuning.

Jarak lari yang Naruto tentukan adalah 10 ubin ukuran 30x30 cm. Diujung garis akhir, Sasuke meletakan dua buah tomat dan wortel secara berselingan, karena disaat terakhir kedua bocah tersebut harus memilih salah satu dari buah tersebut. Oh jangan lupakan ide Sasuke yang menaruh kertas yang baru saja ia cetak dari komputernya bergambar anjing-anjing lucu diserial kartun Pakkun yang sedang terkenal didunia anak balita.

Siapa yang lebih cepat mengangkat salah satu buah tersebut maka itulah menu sarapan pagi ini.

"Boruto ! Kau harus mengambil wortelnya, kalau tidak kita akan memakan tomat yang rasanya tidak jelas itu ! Mengerti !" Perintah Naruto berapi-api sambil memijat kecil bahu Boruto dan si pirang junior hanya memiringkan kepalanya lucu, mungkin ia masih belum mengerti.

Sementara itu dikubu lainnya.

Suana ruang tengah Sasuke berubah menjadi sebuah ruangan gelap dengan satu lampu gantung diatas meja.

"Ambil tomat, atau tidak makan sama sekali !" Perintahnya singkat dan sadis seperti seorang bos mafia yang sedang memerintah anak buahnya.

Dan suasana aneh tadi berubah menjadi ruang tengah Sasuke yang semula.

"Chu...hiks...cuke-chaan" Baiklah mungkin Sasuke terlalu berlebihan disini, ternyata Sarada mengerti apa yang Sasuke ucapkan.

.

"Ready...Set ! GO !" Suara Naruto menggelegar dan benar saja Sarada dan Boruto langsung merangkak menuju garis akhir, mungkin ide Sasuke menaruh gambar serial kartun Pakkun di garis akhir memang ide yang cemerlang.

"Ayo Burutoooooo ! Ambil wortelnyaaaa !" Teriak Naruto, ia nampak seperti seorang komentator bola ala-ala penonton. Sedangkan Sasuke menatap lurus arena balap dengan muka harap-harap cemas sambil berdoa dalam hati agar Sarada mengambil tomat.

Tapi saat mereka berdua melewati ubin ke 5, Sarada berhenti dan membuat Boruto lebih unggul 1 ubin dari si raven junior. Boruto pun berhenti dan mengengok kearah Sarada. Sasuke memucat, ia bahkan menjatuhkan cangkir plastik berisi kopi paginya yang entah sejak kapan ia pegang.

"Ikkoooo ! Borutooooo !" Naruto berteriak seperti seorang master pokemon yang baru saja mengeluarkan monster dari pocket ball nya. Dan entah mengerti atau kebetulan, Boruto langsung berbalik arah dan melanjutkan acara merangkaknya menuju garis akhir.

Boruto menuju ubin ke 7 sedangkan Sarada masih duduk dengan posisi tangan dibawah.

Boruto menuju ubin ke 8 dan Sarada sudah mengambil ancang-ancang dengan berjongkok. Sasuke sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi sekarang, mungkin Sarada tidak akan menang pikirnya. Naruto semakin berapi-api.

Boruto menuju ubin ke 9 sedangkan Sarada...

"SASSS ! Sarada mulaii berjalaaannnn !" Perkataan Naruto mengalihkan penglihatan Sasuke dari Boruto kembali ke Sarada. Sasuke membelalakan matanya, ia melihat Sarada yang bersusah payah memantapkan kedua kakinya untuk bersentuhan dengan tanah tanpa bantuan tangannya, langkah ragu kaki kecilnya membuat Naruto dan Sasuke melupakan Boruto yang tengah memegang tomat digaris akhir sambil tertawa kecil.

Dasar tidak bertanggung jawab.

.

"Aku bangga padamu Sarada-chan" kata Naruto sembari meniup pelan soup cream dengan ekstrak potongan kecil tomat dan jagung kemudian menyuapinya ke Boruto.

"Hn" Jawab Sasuke tanpa minat sambil menyuapi Sarada, pasalnya Naruto sudah mengatakan itu lebih dari 10 kali.

.

"Heii teme, kau ada kencan juga siang ini ?" Tanya Naruto sambil memindahkan peralatan makan yang tadi digunakan kedalam wastafel.

"Hn" Guman Sasuke yang sedang mencuci piring. Sedangkan kedua bocah itu sudah Naruto pindahkan kekasur Sasuke, membiarkan kedua bocah tersebut bermain dengan bantal-bantal kecil yang Naruto ambil dari ruang tamu.

"Lalu bagaimana dengan mereka ?" Tanya Naruto dan membuat Sasuke terdiam sejenak.

Trinngggg...Sebuah lampu menyala disebelah Sasuke.

"Aku ada ide" katanya sambil menjentikan jari dan membuat Naruto kebingungan.

"Teme...kenapa lampu darurat yang seharusnya menyala ketika mati lampu bisa menyala sekarang ?"

.

.

.

#Sasuke Side

/Tett...tettt...

Sasuke membunyikan klakson mobilnya saat sudah berada didepan rumah Sakura. Kebetulan hari ini adalah hari Sabtu, dan mereka berdua tidak ada kelas.

Munculah seorang gadis yang membuka gerbang pagar rumah yang lumayan besar itu. Sosok gadis cantik yang memakai dress pendek warna hijau dengan motif daun dan jangan lupakan helaian rambutnya yang berwarna soft pink dengan bondu berwarna pink tua membuat gadis itu terlihat imut.

Sang gadis membuka pintu mobil dan menampilkan sesosok pemuda dengan seorang bocah kecil dihadapannya.

"Akan kujelaskan di mobil. Kau tidak keberatan kan dengan bocah ini ?" Tanya Sasuke datar, menyembunyikan rasa deg deg annya.

Sakura tampak bingung sambil memperhatikan bocah tersebut.

"Hmm baiklah, Sasuke-kun"

.

"Jadi ini anak siapa...?" Tanya Sakura yang tengah memangku si bocah yang berlebihan energi itu, karna sejak tadi sang bocah terus saja tertawa saat berada di pangkuan Sakura.

.

.

#Naruto Side

Mobil Naruto biasanya ramai karena tingkah Himawari, anak dari Hinata maupun Naruto yang selalu menceritakan lelucon. Tapi kali ini tidak, raut muka Naruto tampak pucat sedangkan Hinata menghela nafas lelah mengulangi pertanyaan sebelumnya.

"Bocah raven ini anak siapa, Naruto-kun ?" Tanya Hinata lembut, Hinata memang yakin gadis cilik ini bukan anak Naruto, tapi bukan berarti tidak menutup kemungkinan bahwa Naruto sudah menculik anak orang.

.

.

"Itu anak Naruto / Ini anak Sasuke, Hinata-chan"

.

.

#Sasuke Side

"Apaa ?! Tidak kusangka Naruto seperti itu. Jadi namanya Boruto yaa" Seru Sakura langsung percaya , pasalnya bocah yang sedari tadi berada dipangkuan Sakura memang mirip dengan Naruto. Yaaa benar, Sasuke membawa Boruto bersamanya dan Naruto membawa Sarada. Agar menghindari kecurigaan pasangan masing-masing, katanya. Dan disamping itu, mereka harus merahasiakan dari mana kedua bocah itu berasal, bisa jadi mereka dijebloskan pencara kalau sampai pasangan mereka tahu bahwa Boruto dan Sarada adalah bocah yang sangat dicari oleh pemerintah kota. Untung saja sebelum berangkat kerumah Sakura, Sasuke berinisiatif untuk membelikan baju baru untuk Boruto dan ia pun memerintahkan Naruto untuk melakukan hal yang sama. Sasuke memang jenius.

"Kau mau kemana Sakura ?" Tanyanya

"Hmm...aku ingin pergi ketempat yang ada arena bermain untuk kita dan Boruto" Jawab Sakura antusias. Ahh Sakura memang calon ibu yang baik, calon ibu dari anak-anak Sasuke pastinya.

"Aku tau tempat yang bagus" Sahut Sasuke tersenyum tipis sembari mengelus sayang kepala Sakura dan Boruto secara bergantian dan dibalas senyuman lembut dari Sakura. Sungguh romantis.

.

.

#Naruto Side

"Hoo jadi ini dari mantan pacar Sasuke, tapi karena Sasuke akan pergi kencan dengan Sakura ia menitipkannya bersamamu ? Kau sangat baik Naruto-kun" Kata Hinata dengan wajah memerah, menurut Hinata jarang sekali seorang pria belum menikah yang mau disusahkan dengan urusan seperti ini, Naruto memang cocok menjadi suaminya kelak, pikir Hinata.

Sedangkan wajah Naruto juga memerah, bukan karena malu tapi karena takut semuanya terbongkar. Naruto berjanji akan mentraktir jus tomat dan meminum jus yang sama dengan Sasuke setelah ini karena telah memfitnah Sasuke yang iya-iya.

Tapi sedetik kemudian raut wajah Naruto berubah menjadi lebih ceria lagi, jangan sampai ia dicurigai.

"Hima-chan...sekarang ingin pergi kemana ?" Tanyanya pada Himawari.

"Hmmmmm...aku ingin ke Shimura Land, Naru-niichan ! Aku ingin bermain bianglala" Sahut gadis cilik yang berumur 5 tahun itu girang.

"Baiklah kita menuju Shimura Land !" Seru Naruto tak kalah girang. Hinata hanya tersenyum melihat kedekatannya dengan sang putri kecilnya.

"Mendaki gunung lewati lembah~, sungai mengalir indah ke samudra~, bersama teman kita ke Shimura Lannddd~" Ohh lihatlah tingkah mereka yang mulai menyanyikan lagu dengan penuh semangat ini.

Hinata tersenyum sambil menatap Sarada yang sejak tadi berada dipangkuannya. Mini dress merah sangat pantas pada Sarada. Hinata tertawa kecil, walau Sarada tidak seaktif Himawari saat balita tapi wajahnya tak kalah lucu dengan Himawari.

.

.

#Sasuke Side

"Waaa...hari ini sedang ramai yaa, ayo Boruto kita ke komedi putar" Seru Sakura dan dibalas oleh cekikikan lucu dari Boruto. Sasuke tersenyum tipis.

"Ehh gomen Sasuke-kun, aku jadi melupakanmu"

"Tak apa Sakura. Aku lega kalau kau senang bermain dengan Boruto" Kata Sasuke tersenyum tulus, membuat Sakura merona karena tersipu malu.

.

Mereka baru saja selesai bermain komedi putar, lalu duduk dikursi taman yang memang bertebaran diarea tempat rekreasi ini.

"Aku akan membeli minuman di dekat food court itu" Kata Sasuke sambil menunjuk food court terdekat.

"Ha'i, aku akan menjaga Boruto"

.

.

#Naruto Side

"Yeeaayyy ice cream !" Sorak Himawari senang, ia sangat gembira jika berhadapan dengan ice cream.

"Makannya pelan-pelan Hima-chan" Ujar Naruto tersenyum maklum.

"Naruto-kun. Apa ditas mu ada popok baru untuk Sarada ? Sepertinya dia pipis" Kata Hinata. Segeralah Naruto membuka isi tas yang sedari tadi bertengger dipunggungnya.

"Yaa, aku bawa. Biar aku yang menggantinya." Usul Naruto.

"Tidak, aku saja. Naruto-kun maukah kau menjaga Himawari terlebih dahulu ?"

"Ohh ba-baiklah Hinata-chan" Jawab Naruto, entah mengapa ia jadi gugup saat ini.

Hinata sudah pergi kekamar mandi sejak 10 menit yang lalu. Himawari juga sudah menghabiskan es krimnya.

"Naru-niichan, aku ingin permen coklat itu" Kata Himawari menunjuk stand permen coklat yang ada disamping kanannya.

"Yaa baiklah, kita kesana sekarang okee" Ajak Naruto dan dibalas oleh anggukan senang oleh Himawari.

.

.

Sasuke sudah sampai pada stand mesin minuman, ia menekan tombol coffe untuknya dan Sakura, lalu 1 kotak susu jeruk untuk Boruto. Saat ia hendak mengambil minumannya ia tidak sengaja disenggol oleh seseorang. Bukan salah orang itu juga jika menyenggol Sasuke, karena posisi Sasuke saat ini sedang berjongkok mengambil minuman yang tadi ia pilih. Dan ternyata orang tersebut adalah...

"Ahh...go...DOBE !"

"Daijo- bu...Temeeeee !"

"Dobe !"

"Teme !"

.

.

.

.

.

#TBC

#OMAKE

"Dobe !"

"Teme !"

"HIMAWARI !" Teriak gadis kecil yang kesal karena kedua pemuda ini malah asik meneriakan nama-nama aneh.

"Ehehe...gomen Hima-chan, aku tidak bermaksud mengabaikanmu" Cengir Naruto sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Hmmm...jadi apa dia Sasuke-niisan, orang yang tidak bertanggung jawab berkencan dan meninggalkan anaknya bersama kita ?" Tanya Himawari polos, mengabaikan kedua pemuda yang tengah menganga. Yang satu karena tidak percaya dengan apa yang saja ia dengar, dan yang satu karena merasa terancam karena ketahuan bicara yang 'iya-iya'.

.

.

Sementara itu disuatu tempat.

"Disini agen H, aku sudah mengetahui informasi dari salah satu bocah yang hilang itu" kata seseorang dengan suara wanita tersebut.

/Bagus, jadi dimana dia selama ini ?/ jawab seseorang disebrang sana.

"Dia bersama seorang pemuda"

/Bagus, dimana bayi itu sekarang/

"Dia bersamak-..." Wanita misterius itu tidak melanjutkan kata-katanya, ia tengah melihat bocah yang sejak tadi duduk disampingnya. Terlihat gembira dan menikmati suasana tempat ini. Wanita itu menarik nafas dalam-dalam, mau bagaimanapun misi tetaplah misi.

"Dia bersamaku"

.

.

.

.

#TBC BENERAN

.

.

Haaallloooo Zyy hereeee~

Naa lhooo siapa kira2 wanita misterius tersebut ?

#dijitak.

Apa chapter ini kepanjangan ? Moga engga yaa xD

Gomen kalo chapter ini bikin bingung (pindah pindah Side)

Dan yaa moga typo typoan nya makin berkurang, mengingat Zyy ngetik di hape :v

Owh iyaa apa sebenernya ff ini masuk ke genre Crime ? Jujur kalo urusan genre Zyy masih kudu banyak belajar :''v

Ahh dan gomen juga kalo fiction ini terkesan kelamaan.

.

Dan thanks yg sudah foll/fav dan reviews nya :*

.

.

Desi Rei Hime

Heheee ...siipp udah lanjut ko :)

Makasih udah mampir ;)

nana anayi

Hahaaa...NaruSasu belum berpengalaman ngurus bayi :''v

Slamat baca lanjutannya :)

Akashi airin

Sipp Ai-chan~ moga ga kecewa sama lanjutannya :)

Happy Reading :D

Anko Guru Matematika

Wkwkwk ini dilanjut ko ,,

Karna kalo Uke-chan artinya jadi lain...kan yang cocok jadi Uke Naruto :''v

#dijitak

#abaikan

Slamat baca lanjutannya :D

.

.

Akhir kata

#SalamTahuBulatLover :*

Adakah yang mau mereview ? :)