CHAPTER 2 Out!

A Naruto Fanfiction

Disclaimer © Masashi Kishimoto

..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...

Genre : Adventure - Romance – Family

Rate : T (Semi M).

Pair : Naruto X ? - Karin X ?

Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /

.

Don't Like...Don't Read

.

..:: CHAPTER 2 : TRAININNG AND MEETING ::..


Sang mentari akhirnya menampakkan wujudnya. Tampak seorang anak bersurai kuning jabrik sedang bergeliat di atas kasurnya. Selang beberapa lama seorang anak perempuan masuk ke dalam kamar Naruto hendak membangunkan Niisan-nya. Dimulai dari menggoyang-goyangkan badan Niisannya hingga menarik selimutnya.

"Nii-chan...Nii-chan, bangun."

"Lima menit lagi." Ucap Naruto lalu membalikkan badannya hingga terngkurap.

Lima menit kemudian akhirnya Naruto bangun dari tidurnya lalu menjalankan ritual mandinya. Setelah keluar dari kamar mandi ia melilitkan handuk di pinggangnya membuat tubuh bagian atas miliknya yang mulai terbentuk walaupun masih berumur 7 tahun. Ia melihat adiknya sedang membersihkan beberapa tempat yang masih terlihat kotor.

"Ohayo Nii-chan." Sapa Karin berbalik setelah mendengar langkah kaki Naruto.

"Ohayo, kau sudah mandi?" Karin menggelengkan kepala. "Kalau begitu pergilah, aku akan menyiapkan sarapan."

Beberapa menit kemudian Karin sudah selesai membersihkan dirinya. Ia menggunakan baju kaos lengan panjang biru dengan lambang pusaran air di bagian tengah dan celana standar Chunin serta alas kaki standar ninja. Sementara rambut merahnya dibiarkan terusai sehingga membuatnya tampak cantik. Sementara Naruto menggunkan baju kaos berwarna orange dengan lengan pendek berwarna biru dan untuk bawahan Ia menggunakan celana orange selutut dan alas kaki standar ninja.

"Kau terlihat cantik Karin." Puji Naruto langsung membuat Karin menjadi blushing (bukan berarti jatuh cinta).

"Terima kasih Nii-chan."

"Bagaimana kalau kita sarapan sekarang. " Naruto lalu duduk diikuti oleh adiknya. Mereka menyantap sarapan dengan santai.

"Makan yang banyak Karin, aku akan melatihmu hari ini agar kau menjadi kuat." Karin mengangguk pelan sambil mengunyah makanannya, "Nii-chan tinggal dimana sebelum kesini." Tanya Karin setelah menelan makanan di mulut.

"Nii-chan tinggal disebuah hutan bersama Sensei-ku." Kata Naruto sedikit berbohong.

"Sensei?" Tanya Karin sedikit penasaran, "Iya Sensei, Aku tinggal bersama ia sambil berlatih." Jawab Naruto.

"Nii-chan akan mengajari sedikit yang Nii-chan ketahui." Karin tersenyum simpul mendengar bahwa Naruto akan mengajarinya.

Setelah selesai sarapan mereka membersihkan meja makan dan setelah itu pergi ke Training Ground 14. Seperti hari-hari biasanya penduduk menatap Karin dengan tajam dan menyakitkan tetapi ia tidak memperdulikannya karena hari ini merasa sangat senang. Sesampainya di tempat latihan Naruto langsung berdiri bersama Karin didepan sebuah pohon.

"Jadi latihan hari ini apa?" Tanya Karin antusias.

"Kita akan berlatih kontrol chakra dengan cara mengalirkan chakra kita menuju kaki lalu memanjat." Ucap Naruto kemudian mengalirkan chakra ke kakinya lalu berjalan secara vertikal di batang pohon sementara Karin memperhatikan kaki Naruto dengan seksama.

"Baiklah aku akan mencobanya." Karin lalu berkonsentrasi dan mengalirkan chakranya menuju ke kakinya. Naruto sedikit terkejut karena Karin sudah bisa menggunkan chakra.

Karin mulai berjalan secara vertikal di batang pohon sementara Naruto menunggu di bawah jika saja Karin akan terjatuh dan benar saja, karena Karin cuman mengaliri kakinya dengan sedikit chakra ia akhirnya terjatuh, namun dengan cepat Naruto langsung menangkap Karin ala Bridal Style.

Naruto kemudian menurunkan Karin. "Ingat! Kau harus menyeimbangkan chakra di kakimu. Jika terlalu sedikit kau akan terjatuh seperti tadi dan jika terlalu banyak batang pohon tersebut kemungkinan patah." Ceramah Naruto pada adiknya yang mengangguk paham dengan ceramah Naruto. (AN : Karin disini sedikit lebih pintar dibanding Naruto).

Setelah melalui beberap kali percobaan Karin akhirnya berhasil sampai di puncak pohon tersebut. Naruto langsung tersenyum melihat adiknya sementara Karin tampak sangat gembira setelah berhasil mencapai puncak pohon.

"Karena kau sudah berhasil kita akan menuju ke tahap selanjutnya." Karin melompat turun, Sementara Naruto memegang Fuinjutsu yang ada ditangan kirinya dan muncullah sebuah gulunngan.

"Di dalam gulungan ini terdapa tehnik bernama Kagebunshin no jutsu. Baca dan pelajari isi gulungan ini." Naruto melempar gulungan tersebut ke adiknya. "Nii-chan sendiri ingin melakukan apa?"

"Nii-chan ingin duduk sebentar. Ada yang ingin aku lakukan." Naruto berjalan menuju ke sebuah pohon dan duduk sambil berkonsentrasi. Sementara Karin langsung membuka gulungan tersebut dan mulai mempelajarinya.

"Oe! Bola Bulu bangun." Ucap Naruto di dalam Mindscape sambil menepuk-nepuk kepala Kurama yang sedang tidur.

"Ada apa? Duren." Tanya Kurama sambil membuka matanya.

"Apa kau memperhatikan adikku berlatih." Tanya Naruto

"Ia sangat bersemangat dan kontrol chakranya juga lumayan." Jawab Kurama

"Apa yang sebaiknya aku ajarkan padanya." Tanya Naruto kembali sambil memegang keningnya.

"Kau ajari saja dulu untuk lebih meninkatkan kontrol chakranya. Kemudian setelah itu cari tau apa jenis perubahan chakranya." Kurama menutup matanya secara perlahan. "Sudah dulu aku mau tidur."

"Dasar Bola Bulu tukang tidur." Kurama yang mendengar ejekan Naruto hanya mendengus keras.

Naruto kembali ke dunia nyata, bukannya membuka mata ia malah tertidur pulas sementara Karin masih serius membaca gulungan tersebut. Setelah merasa sudah mengerti, Karin menutup gulungan tersebut dan membuat sebuah Handseal.

Kagebunshin no Jutsu

Kepulan asap putih langsung menutupi tubuh Karin, setelah kepulan asap menghilang Karin sedikit kecewa lantasan tidak bunshin yang muncul. Ia terus mencoba dan hasilnya tetap nihil, Ia mulai frustasi ditambah lagi melihat Naruto yang sedang tertidur semakin menambah frustasinya. Namun kata hatinya langsung berkata bahwa ia ingin menjadi kuat dan tidak ingin mengecewakan Nii-chan, ia langsung mengepalkan sebuah Handseal berteriak dengan keras.

Kagebunshin no Jutsu

Kepulan asap langsung menyelubungi Karin dan setelah menghilang muncullah satu Bunshin miliknya. Ia langsung merasa gembira akhirnya bisa membuat sebuah Bunshin. Di percobaan selanjurnya Karin berhasil membuat 2 Bunshin lalu 5 Bunshin dan terakhir 10 Bunshin.

Karin langsung menghilangkan Bunshinnya dan mengambil gulunagn yang tergelatak di tanah. Ia lalu berlari ke tempat Naruto tertidur dan membangunkannya. Naruto yang merasa tubuhnya sedang digoyang-goyang oleh seseorang langsung membuka mata dan mungusapnya.

"Nii-chan, aku sudah menguasainya. Coba lihat ini!" ucap Karin penuh semangat dan membuat Handseal.

KAGEBUNSHIN NO JUTSU

Kepulan asap putih langsung mengelilingi Naruto dan muncullah pulahan Bunshin milik Karin. Naruto yang melihat hasil latihan adiknya langsung tersenyum bangga karena Karin dapat menguasinya dalam tempo satu hari sedangkan Ia membutuhkan waktu tiga hari mengingat otak Naruto yang sedikit lemot.

Setelah Karin menghilangkan seluruh Bunshinnya, ia merasa sangat kelelah dan tubuhnya langsung ambruk, Naruto yang melihat kondisi Karin langsung melesat dan menangkap tubuh Karin dan menaikkan ke atas punggungnya. Karin menggerutu sejenak lalu menadahkan kepalanya di bahu Naruto.

"Sepertinya Karin sudah kelelahan dan hari juga mulai sore, sebaiknya aku pulang saja." Naruto mulai berjalan meninggalkan Training ground sambil menggendong Karin di punggungnya.

Sesampainya di apartemen milik mereka, Naruto langsung menidurkan Karin di tempat tidurnya setelah itu ia pergi membersihkan dirinya lalu menyiapakan makan malam. Setelah menyiapkan makan malam Naruto lalu berjalan menuju kamar Karin dan masuk untuk membangunkannya.

"Karin-chan bangun, makan malam sudah siap." Karin yang masih terlihat kelehan berjalan gontai-gantai menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Makan malam berjalan dengan hening hanya suara piring dan sendok yang terdengar. Karin merasa kelelahan tidak seperti kemarin yang banyak bertanya pada Niichan-nya. Setelah selesai menyantap makan malam mereka menuju ke kamar masing-masing untuk tidur. Naruto memberikan kamar yang sebelah kiri yang sedikit lebih luas pada adiknya sementara ia mengambil kamar yang sebelah kanan.

Keesokan harinya mereka kembali ke Training Ground 14 untuk melanjutkan latihan mereka. Hari ini Naruto berjanji pada Karin untuk mengajarinya Ninjutsu sehingga membuat Karin menjadi bersemangat.

"Untuk belajar Ninjutsu, pertama kita harus mengetahui apa perubahan chakramu."

"Bagaimana caranya Nii-chan." Tanya Karin dengan antusias. Naruto langsung mengeluarkan sebuah kertas kecil yang membuat Karin menjadi penasaran.

"Alirkan chakramu pada kertas ini maka kau akan mengetahui jenis perubahan chakramu." Naruto memberikan satu kertas pada Karin.

"Jika basah itu artinya Suiton, jika terbelah Fuuton, hancur Doton, mengkerut Raiton, dan terakhir jika hangus berarti Katon." Ucap Naruto dan kertas yang ia pegang langsung terbelah lalu basah kemudian hancur.

"Itu artinya Nii-chan mempunyai jenis perubahan Suito, Doton dan Fuuton."

"Sebenarnya Nii-chan mempunyai semuanya namun Katon dan Raiton milikku belum muncul." Naruto sedikit sombong sambil mengeluarkan cengiran khasnya.

"Aku mengerti." Ucap Karin kemudian mengalirakn chakranya pada kertas tersebut membuat kertasnya menjadi terbelah lalu hancur dan terakhir hangus terbakar.

"Jenis perubahan chakramu adalah Fuuton, Doton dan Katon. Kalau begitu buatlah dua puluh Bunshin."

"Kenapa membuat Bunshin." Tanya Karin

"Itulah kenapa Nii-chan menyuruhmu berlatih Kagebunshin. Itu karena Bunshin yang kita buat pengalamannya bisa kita ketahui setalah Bunshin tersebut menghilang." Karin mengangguk paham lalu membuat sebuah Handseal

KAGEBUNSHIN NO JUTSU

Muncullah dua puluh Bunshin Karin sementara Naruto mengeluarkan tiga gulungan dari Fuinjutsu-nya lalu memberikannya pada Karin.

"Nii-chan ingin kau membagi menjadi empat kelompok bunshinmu. Satu kelompok mempelajari satu Ninjutsu masing-masing perubahan chakramu dan sisanya berlatih kontrol chakra." Perintah Naruto.

"Tapi kenapa aku harus berlatih kontrol chakra lagi Nii-chan?" Tanya Karin.

"Itu agar membuat kontrol chakramu menjadi sempurna sehingga bisa menciptakan air dari udara, kau mengerti?" Tanya Naruto dan dibalas anggukan pelan dari Karin.

"Aku juga ingin sedikit berlatih untuk menyempurnakan Ninjutsu milikku."

Hari demi hari mereka terus berlatih tanpa diketahui oleh seorang pun kecuali mereka berdua. Kakashi juga tidak mengetahuinya karena tugasnya untuk mengawasi Karin telah digantikan oleh Naruto atas kemauan Naruto sendiri.

.

.

.

.

FOUR YEARS LATER

Kontrol chakra Karin mulai sempurna. Taijutsu dan Kenjutsu miliknya juga sudah berkemban pesat. Ia juga telah menguasai bebera Ninjutsu perubahan chakra miliknya. Dan sama halnya denga Karin, Naruto juga telah berkembang pesat hingga levelnya sekarang setara dengan low Jounin sementara Karin setara dengan low Chunin.

Karin juga kini telah belajar di akademi semenjak dua tahun lalu dan ini adalah tahun terakhirnya. (AN: Author tidak tahu mengenai sistem Akademi). Sementara Naruto menolak masuk akademi karena mengira masuk akademi hanya untuk belajar. Ia tidak mengetahui untuk menjadi ninja ia harus masuk ke akademi. Dan sekarang Naruto sedang berbicara dengan Sandaime-Hokage di dalam ruangannya.

"Naruto, apa kau ingin menjadi Ninja?" Tanya Hiruzen.

"Iya aku ingin menjadi Ninja yang hebat agar dapat melindungi orang yang kusayangi serta untuk menciptakan kedamaian di dunia ini." Ucap Naruto membuat Hiruzen menjadi tersenyum bangga.

"Tapi kenapa sewaktu aku ingin memasukkanmu ke akademi kau menolaknya?" Tanya Hiruzen pada Naruto membuatnya sedikit bengong.

"Memangnya untuk menjadi ninja harus masuk akademu dulu, Jiji." Tanya Naruto sadar dari bengong yang membuat Hiruzen sweatdrop.

"Itu adalah sistem di Konoha ini, jadi jika kau ingin menjadi ninja kau harus masuk akademi dulu." Ucap Hiruzen setelah sadar dari Sweatdropnya.

"Baiklah, besok kau akan kuantar ke Akademi walaupun sudah terlambat tapi aku yakin kau pasti lulus." Kata Hiruzen sambil tersenyum dibalas juga senyuman oleh Naruto.

Sementara itu di akademi tampak para murid sedang melakukan aktifitas mereka, ada yang tidur, makan, berteriak tidak jelas dan beberapa Fansgirl yang menatap seorang bocah berambut panta ayam yang dari tadi cuman menggerutu karena diteriaki oleh fansgirlnya.

Tiba-tiba setelah Karin masuk suasana langsung menjadi sunyi bagaikan ada monster yang masuk dalam ruangan. Karin yang melihat ekspresi teman sekelasnya hanya tertunduk sedih. Namun kesedihannya langsung memudar ketika seseorang menyapanya.

"Ohayo, Karin-chan" Memang ada beberapa siswa yang telah menjadi teman Karin dan menerima keadaan Karin.

Setelah Karin duduk di tempat duduknya seorang guru dengan luka Horizontal di hidungnya masuk dan langsung memberi pembelajaran kepada siswa.

Jam sudah menunjukan waktu pulang bagi siswa akademi. Seluruh siswa berhamburan keluar dari akademi. Tampak anak berambut pirang Jabrik sedang menunggu kepulangan adiknya sambil bersandar di tembol dan tak lama kemudian anak perempuan bersurai merah sepunggung berlari ke arahnya.

Tubuh Karin kini terlihat lebih ideal serasi dengan pakaian yang ia pakai karena Naruto selalu menyarangkan agar memakan makanan yang bergizi tetapi sesekali tetap memakan ramen. Membuat para anak perempuan iri dan benci melihatnya kecuali para teman-teman akrabnya.

"Nii-chan." Ucap Karin sembari menghampiri Niichan-nya.

"Mau makan ramen." Naruto mengelus surai merah indah milik adiknya yang mengangguk ingin makan ramen.

Mereka kini tengah menunggu pesanan mereka. Tampak Ayame sedang membersihkan meja yang sedikit kotor sambil menatap kakak beradik yang telah menjadi pelanggan setianya.

"Bagaimana akademinya hari ini Karin-chan." Ayame sambil menatap Karin

"Seperti hari biasa, Ayame-neesan." Jawab Karin dengan nada sedikit sedih yang membuat Naruto langsung memukul meja di depannya

"Apa mereka mengejekmu lagi." Ucap Naruto geram karena Karin sering bercerita menganai hari-harinya di akademi selama dua tahun.

"Tidak apa-apa Nii-chan, aku sudah terbiasa." Ucap Karin mulai sedikit tersenyum.

"Itu baru Karin, adikku yang kukenal." Ucap Naruto sambil mengacak-ngacak rambut Karin

"YOSH, Pesanan kalian sudah datang." Teriak Paman Teuchi dari dapur sambil membawa dua mangkok ramen jumbo.

"Itadakimasu." Ucap Naruto dan Karin bersamaan lalu menyantap Ramen di depannya.

Keesokan harinya seperti biasa keributan terjadi di kelas akademi walaupun Iruka sudah berada di depan kelas mereka menghiraukannya.

"DIAM ANAK-ANAK." Teriak Iruka langsung membuat seluruh kelas menjadi diam.

"Anak-anak hari ini kita kedatangan teman baru, kau boleh masuk?" Kode Iruka

Naruto yang mengenakan baju polos putih dengn jaket hitam strip putih di lengan dan rosleting yang dibiarkan terbuka sementara untuk bagian bawah ia memakai celana pendek hitam berlambang Uzumaki di lutut kanan mengenakan alas kaki standar ninja. Rambutnya dibiarkan berantakan agar menampilkan kesan keren. Masuk ke dalam ruangan dan sontak membuat seluruh perempuan berteriak.

"KWEEEREENN...SEKALI." Kecuali Karin yang berteriak dalam hati, "Nii-chan."

"Nah silahkan perkenalkan dirimu." Ucap Iruka menoleh ke arah Naruto.

"Aku Naruto, Uzumaki Naruto-ttebayo"

"Uzumaki." Batin seluruh siswa kecuali Karin dan Shikamaru yang tertidur serta Shino yang menghitung serangga.

"Hal yang aku sukai cari tau sendiri dan yang tidak kusukai sama, Hobiku kalian tidak perlu tau dan cita-cita sama sekali tidak ada hubungannya dengan kalian." Seluruh siswa Sweatdrop kecuali yang tiga ditambah Sasuke.

"Itu sama saja hanya mengenalkan nama." Gumam siswa yang sweatdrop

"Naruto kau duduk dibelakang Karin dan Karin tolong-" Ucapan Iruka langsung dipotong oleh Naruto.

"Aku sudah tau orangnya Sensei."

Naruto berjalan menuju bangkunya tiba-tiba anak dengan anjing di kepalanya menadahkan tangannya di depan Naruto.

"Inuzuka Kiba"

"Uzumaki Naruto"

"Yang sedang makan kripik itu Akimichi Chouji sementara Nanas yang sedang tidur itu Nara Shikamaru." Ucap Kiba memperkenalkan teman-temannya.

"Salam kenal." Ucap Naruto.

"Hubunganmu dengan Karin apa?" Tanya Kiba karena ini pertama kalinya mereka bertemu karena Naruto jarang sekali masuk ke desa kecuali ada keperluan.

"Saudara Kandung." Jawab Naruto.

"Ia Aniki-nya Karin." Gumam si Pantat Ayam.

Naruto lalu berjalan ke tempat duduknya di belakang Karin dan setelah Naruto duduk Iruka melanjutkan pembelajaran. Setelah jam istirahat berbunyi beberapa siswa keluar ruangan dan terlihat Shikamaru, Kiba dan Chouji tampak membicarakan sesuatu.

"Naruto, kau mau ikut ke atap." Tawar Kiba.

"Kalian duluan saja, ada yang ingin aku bicarakan dengan Karin." Jawab Naruto, Shikamaru, Kiba dan Chouji berjalan menuju ke pintu keluar sementara Naruto dan Karin menyusul mereke di belakang. Namun ketika berada di depan pintu Naruto langsung mendengar suara dari seorang murid yang berbicara dengan temannya.

"Apa anak baru itu tidak tahu kalau ia berjalan dengan seorang Monster." Ucap siswa tersebut kepada temannya.

Ekspresi wajah Naruto langsung berubah namun Karin yang melihat ekspresi wajah Niichan-nya langsung memegang tangan Naruto dengan erat agar Naruto tidak marah dan bertindak, tetapi Naruto sudah semakin marah dan langsung melepaskan tangan Karin.

"Aku tidak suka bila ada yang mengejekmu, itulah gunanya aku masuk ke akademi." Setelah berkata demikian Naruto langsung melesat ke anak tersebut dan langsung mencengkram kerah baju anak tersebut.

"Sekali lagi kau menghina adikku, akan kupastikan wajahmu tidak akan berbentuk lagi." Ucap Naruto mengeluarkan tatapan membunuh yang membuat siswa itu dan temannya merinding ketakutan.

"cepat sekali gerakan anak itu, aku tidak melihatnya melewatiku." Batin Sasuke karena terkejut melihat Naruto tidak melewatinya dan langsung berada di tempat siswa tersebut.

Sementara Karin terlihat sangat khawatir. Naruto lalu melepaskan kerah baju siswa tersebut dan berjalan menuju Karin yang masih terlihat khawatir. Naruto yang melihat wajah khawatir Karin langsung memeluknya (bukan kekasih tapi kakak).

"Tenang saja aku akan terus melindungimu." Ucap Naruto sambil tersenyum pada Karin lalu melepaskan pelukan antara Saudara. Lalu berjalan keluar kelas. Sementara siswa yang berada di dalam kelas masih gemetaran keculi si pantat ayam.

Naruto kini berada di atas atap sambil tiduran menatap awan bersama teman barunya Kiba, Shikamaru dan Chouji. Karin memilih pergi bersama teman-teman yang telah menerimanya.

"Ano...Aku tidak mengira jika Karin memiliki seorang kakak." Ucap Kiba membuka pembicaraan sementara Shikamaru sudah melakukan hobinya yaitu tidur dan Chuji masih sibuk dengan kripiknya

"Apa kalian tidak menganggap Karin sebagai..Monster." Tanya Naruto mengucapkan kata monster dengan sedikit sedih dan pelan

"Apa maksudmu menyebut adikmu sendiri sebagai monster."

"Itu karena semua penduduk menganggap Karin sebagai monster dan itu membuatku menjadi sedih dan marah." Kata Naruto membuat Kiba sedikit terkejut dan membuat Shikamaru yang tiduran bangun dan Chuoji menghentikan acara makan kripiknya.

"Kami tidak pernah memanggil Karin dengan sebutan itu." Ucap Shikamaru yang baru bangun.

"Karin itu cukup baik terhadap seluruh siswa tetapi sebaliknya aku sering melihat siswa lain menantap Karin dengan wajah takut dan benci." Shikamaru menambahkan perkataannya

"Tenang saja, kau kan kakak Karin jadi kami juga akan menjadikannya sahabat." Ucap Kiba. Keren baru pertama bertemu langsung jadi sahabat. Sementara Naruto mengukir senyum di wajahnya lalu kembali menatap awan diikuti oleh yang lain.

.

ONE WEEK LATER

Sandaime Hokage a.k.a Hiruzen mengenakan Jubah dan Topi Hokage miliknya sedang berdiri di depan gerbang Konoha, ia tampak menunggu kedatangan seseorang. Tak berselang lama seorang Anbu bersama dengan seorang anak perempuan kira-kira berumur 12 tahun dengan berambut merah panjang sepunggung dan mengenakan baju seperti waktu pertama masuk akademi di canon. Anak perempuan tersebut tampak sedikit ketakutan.

Hiruzen mengangguk pelan pada Anbu tersebut dan langsung menghilang diikuti kepulan asap putih. Hiruzen lalu menyamakan tingginya dengan anak perempuan tersebut a.k.a Kushina.

"Jangan takut." Ucap Hiruzen sambil mengelus rambut merah Kushina sementara sang empunya hanya mengangguk pelan.

"Namaku Uzumaki Kushina." Ucap Kushina

"Kalau aku Hiruzen Sarutobi, kau bisa memanggilku Jiji." Kata Hiruzen kemudian berdiri dan berjalan sembil menggandeng tangan Kushina.

"Mulai hari ini kau akan tinggal disini, Desa Konoha." Ucao Hiruzen sembari berjalan menuju ke akademi.

"Kita akan ke akademi, aku kau masuk akademi agar mempunyai teman." Hiruzen tersenyum ke arah Kushina.

Hiruzen dan Kushina kini telah tiba di akademi tepatnya di ruang para Sensei pengajar.

"Ada apa Hokage-sama." Tanya Iruka lalu menoleh pada Kushina, "Siapa anak ini?" Tanya Iruka.

"Dia Kushina, dia akan menjadi siswa barumu." Ucap Hiruzen sementara Iruka tersenyum ke arah Kushina.

"Dan nanti setelah pelajaran selesai, suruh Naruto dan Karin mengantar Kushina ke kantorku." Iruka mengangguk mengiyakan.

Kita menuju ke ruang akademi yang suasana sama seperti hari-hari biasa. Naruto sudah mulai terpengaruh Shikamaru mereka sedang tertidur di bangku Naruto, beberapa anak sedang berbicara pada temannya. Kiba sedang mengelus-ngelus Akamaru, Chuoji sibuk dengan kripiknya. Dan para fansgirls tetap meneriaki si pantat ayam.

Tak lama kemudian Iruka masuk ke ruangan sambil ditemani Kushina. Para siswa langsung kembali ke tempat duduknya kecuali Shikamaru yang sedang tertidur bersama Naruto.

"Anak-anak kita kedatangan siswa baru lagi, perkenalkan dirimu." Kata Iruka sambil menoleh ke arah Kushina.

"Uzumaki Kushina-dattebane." Teriak Kushina lalu menunduk dan menutup mulutnya. Beberapa siswa langsung tertawa melihat Kushina.

"Uzumaki." Gumam Karin.

"Lihat warna rambutnya." Ucap Seorang siswa berbalik ke temannya sambil menunjuk Kushina

"Warna rambutnya mirip dengan-" Salah seorang siswa menoleh ke arah Naruto dan ketika melihat Naruto tertidur ia melanjukan kata-katanya. "Si Monster."

Kiba langsung menoleh ke arah Karin sedang tertunduk sedih, "Jika Naruto tidak tidur anak itu pasti dapat masalah." Gumam Kiba.

Kushina memegang rambutnya lalu menoleh arah Karin. Beberapa siswa terus mengejek rambut Kushina membuatnya langsung tertunduk malu. (AN : Karin disini dinamakan anak Monster dan Kushina nantinya tomat busuk).

"Rambutnya sangat aneh."

"Rambutnya benar-benar mirip dengan si anak monster." Teriak seorang siswa, mereka berani memanggil Karin karena Naruto sedang tertidur. Sementara Kiba semakin menggeram dalam hati karena adik sahabat dihina.

"Sudah-sudah kalian semua diam." Lerai Iruka dan membuat seluruh siswa kembali diam. "Nah!Kushina duduk di dekat Karin dan Karin tolong acungkan tangannmu."

Setelah Karin mengacungkan tangan Kushina berjalan menuju Karin. Setalah duduk Karin langsung mengajak Kushina untuk berkenalan.

"Aku Karin dan Duren yang sedang tidur dibelakang adalah Naruto. Kami berdua adalah Uzumaki sama sepertimu." Ucap Karin sambil berjabat tangan dengan Kushina.

"Tapi kenapa mereka memanggilmu, maaf, anak monster." Ucap Kushina dengan sedikit mengecilkan kata 'monster'.

"Nanti saja aku ceritakan." Karin tersenyum ke Kushina begitupula sebaliknya.

Kita kembali ke Iruka. Perempatan langsung muncul di kepala Iruka melihat Naruto dan Shikamaru langsung berteriak. "NARUTO!, SHIKAMARU!."

Naruto dan Shikamaru yang mendengar teriakan Iruka langsung bangun sambil menguap. Naruto langsung terkejut melihat didepannya ada dua Karin. Seolah masih tidak percaya Ia mengucek kedua matanya dan tetap ia melihat ada dua Karin.

"Karin siapa dia." Karin langsung berbalik ke Naruto. "Ia adalah Uzumaki Kushina." Naruto sedikit terkejut. Sementara Kushina masih sibuk dengan memegangi rambutnya.

"Naruto, Karin. Setelah pelajaran selesai kalian dipanggi Hokage-sama untuk mengantar Kushina ke ruangannya."

Setelah itu pelajaran langsung dimulai seperti biasa. Setelah pelajaran selesai Trio Uzumaki berjalan keluar akademi untuk menuju ke kantor Hokage. Naruto lebih memilih jalan yang sepi agar menghindari hinaan dari penduduk untuk Karin. Dan dalam perjalan itu pula Naruto terus memperhatikan Kushina.

"Rambutnya mirip dengan Karin dan sangat indah." Gumam Naruto. Sementara Karin yang melihat gerak-gerik Naruto langsung mengenggol Naruto.

"Nii-chan kenapa terus memandangi Kushina-niichan."

Kushina yang merasa namanya disebut langsung menoleh ke Karin dan Naruto. Semburat merah langsung muncul di wajah Kushina ketika Naruto memandanginya. Ia langsung merasakan kehangatan ketika Naruto memandanginya.

"Oh iya, Nii-chan belum berkenalan dengan Kushina-Neechan."

"Aku Uzumaki Naruto." Ucap Naruto sambil menadahkan tangannya ke Kushina.

"Uzumaki Kushina." Kushina menjabat tangan Naruto.

Setelah beberapa lama berjalan akhirnya mereka tiba di Kantor Hokage. Hiruzen sedang membaca buku laknat karangan muridnya, wajah mesumnya tampak memerhatikan dengan seksama isi buku tersebut. Hiruzen yang mendengar Naruto mengetuk pintu langsung memasukkan buku laknatnya ke dalam laci meja.

"Ada apa, Jiji." Tanya Naruto.

"Apa kau sudah bertemu dengan Kushina?"

"Iya kami sudah bertemu, memangnya ada apa?" Tanya Naruto datar.

"Begini, Aku ingin Kushina tinggal bersama kalian, Bagaimana?" Tanya Hiruzen kepada Naruto dan Karin.

"Ak-" Belum sempat menyelesaikan kata pertama untuk kalimatnya, Karin langsung menyelanya. "Kami mau!"

Kushina yang dari tadi diam akhirnya buka suara. "Ano...Apa tidak apa-apa?"

"Kushina-Neechan kan Uzumaki, jadi tidak apa-apa. Benarkan Nii-chan." Ucap Karin sambil menatap Naruto dengan Puppy eye-nya.

"Baiklah, karna kau yang meminta Karin." Ucap Naruto dengan senyum bahagia. Karena ia memang bermaksud untuk mengajak Kushina tinggal bersamanya tetapi ia malu-malu kucing.

"Aku akan menambahkan biaya hidup kalian." Ucap Hiruzen sambil tersenyum.

.

.

~~ TBC ~~


#Akhirnya Chapter 2 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.

Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.

Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.

Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan

Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.


#Balasan Beberapa Review.

R : Ada typo yang membuatku tertawa habis saat membacanya yaitu kata "tersebut" kamu ganti menjadi "tersenut", fwaahahaha, kaya penyakit linu itu, sedut senut. . . .baik-baik kamu berhasil membuatku enjoy dalam mencari inspirasi. . . .ingatlah walaupun mainstream, jika kamu bisa mengakali sebuah ceritamu itu akan membuat suka pembaca. . .ada flame tak membangun di reviewmu? Maka jawablah kata dan sifat 'CUEK'. . .sip
B : Terimah kasih Senpai...

R : Apa ini mini harem?
B : Entahlah, nanti Author pikirin.

R : untuk syaran saya sebelum mengupdate fict ada baiknya ada baca kembali dulu fict yg anda buat agar mengurangi kesalahan yg anda buat.
apa kushina bukan ibu naruto n karin?lalu kenapa tadi hokage ke 3 bilang naruto anak minato n kushina?
lebih banyak interaksi antara karin n naruto.
terus kenapa expersi karin mendengar dia punya biasa ajh ya pas pertama kali mendengar kalau dia punya kakak?
semoga fict anda tidak berhenti ditengah jalan ya another.B: Terima kasih buat sarannya. Nah kalau perkataan Hokage ke 3 disitu Author kelupaan tapi sudah diperbaiki. Dan untuk ekpresi Karin, maklum saja Author kurang pandai dalam hal itu.

R : Karin pair Naruto juga kan...
B :
Mana mungkin pair kan saudara.

R : keren gan tapi lebih seru klok nnti ada lawan yg seimbang dengan naruto,
Lanjutkan, ditunggu ya
B : Tenang saja nanti ada lawan yang seimbang.

R :Keren and lanjut ..
Sebaik-nya penampilan Kushina di bedakan dgn yg di Canon ..
Bgm kekuatan Kushina ?
B : Penampilan Kushina tetap seperti di canon.

#Mohon bila ada Review yang tidak dibalas

Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.


..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..

..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..

..:: LOMPOBERANG::..

- LOG OUT -