CHAPTER 4 Out!

A Naruto Fanfiction

Disclaimer © Masashi Kishimoto

..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...

Genre : Adventure - Romance – Family

Rate : T (Semi M).

Pair : Naruto X ?, Karin X ?

Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /

.

Don't Like...Don't Read

.

..:: CHAPTER 4 : SURVIVAL TRAINING ::..


Sang Mentari mulai menampakkan dirinya pada desa Konoha. Kicauan burung menjadi musik merdu di pagi hari. Hari ini merupakan hari bagi tim 7 dan tim 11 untuk melewati Survival Training yang akan diberikan oleh Kakashi. Ini merupakan kesempatan bagi Trio Uzumaki untuk menunjukan hasil latihan mereka.

Di apartemen Trio Uzumaki tampak Karin dan Kushina telah bersiap menuju ke Training Ground 10. Karin mengenakan Baju biru tanpa lengan dan lambang Uzumaki di tengah, sementara untuk bagian bawah Ia mengenakan rok selutut yang bagian samping terlihat seperti robek agar memudahkan pergerakannya dan alas kaki standar Ninja. Sementara untuk Kushina ia mengenakan pakaian seperti di Canon saat Genin.

Sementara Naruto masih belum bersiap-siap karena masih keasikan tidur di sofa.

"Naruto-Niichan bangun, kita bisa terlambat." Karin menggoyang-goyangkan tubuh Naruto.

"Hoam...Apa kau mengerti sifat Kakashi-Nii, kan?" Ucap Naruto memposisikan dirinya untuk duduk sambil menguap.

"Apa maksudmu Naruto-kun?" Tanya Kushina.

"Ia itu tidak pernah berubah, selalu saja tidak tepat waktu." Naruto sejenak mengucek kedua matanya.

"Benar juga." Karin menepuk telapak tangannya, "Lalu apa yang akan kita lakukan?" Tanya Kushina.

"Pergilah ke Ichiraku untuk sarapan." Ucap Naruto merogoh sakunya lalu mengeluarkan uang beberapa Ryo dan memberikannya pada Karin.

"Kalau begitu kami pergi dulu Naruto-Niichan." Ucap Karin lalu beranjak dari tempatnya diikuti oleh Kushina dan keluar dari apartemen meninggalkan Naruto yang kembali melanjutkan tidurnya di sofa.

Waktu sudah menunjukan jam 09.00 tampak tim 7 sedang menunggu tim 11 dan Kakashi. Sakura mulai menggurutu gaje sambil marah-marah. Sementara Sasuke bersandar di batang kayu dengan gaya coolnya. Rei hanya duduk diam sambil memandang langit.

Tak berselang lama kemudian Karin dan Kushina tiba disana membawa beberapa makanan untuk diberikan kepada tim 7.

"Pagi Sasuke, Sakura, Rei." Sapa Karin sementara Kushina hanya tersenyum.

"Cih! Jangan sok akrab, Karin." Sakura sedikit sewot.

"Pagi, dimana si Dobe." Tanya Sasuke setelah menjawab sapaan dari Karin.

"Cih! Kenapa Sasuke-kun menjawab salam dari Karin sedangkan tadi Sasuke-kun tidak menjawab." Batin Sakura sedikit marah dan cemburu.

"Naruto-kun masih tidur." Jawab Kushina.

"Kenapa kalian lama sekali." Ucap Rei yang menyadari kedatangan Karin Kushina.

"Aku sudah kenal dengan Kakashi-Nii, jadi aku tahu ia pasti akan datang terlambat." Ucap Karin membuat tim 7 sedikit terkejut mengenai kedekatannya dengan Kakashi. Kakashi memang sudah dekat dengan Karin mengingat ia adalah orang yang selalu mengawasinya.

"Kalian pasti belum sarapan, ini aku membelikan kalian sedikit makanan." Karin menyodorkan kepada tim 7 makanan yang bawa.

"Oee! Karin, kau kemarin tidak mendengarkan perkataan Kakashi-sensei." Ujar Sakura sedikit meremhkan Karin dan Kushina.

"Tapi Kakashi-Sensei melarang kita untuk sarapan." Ujar Rei.

"Aku tahu itu, tetapi jika kalian tidak sarapan kalian akan cepat kelelahan, ini ambillah." Karin menyodorkan makanan yang ia bawa kepada Sasuke dan Rei yang berada di depannya sementara Sakura yang masih berdiri sedikit sewot.

Sasuke berpikir mengenai Karin yang katakan langsung mengambil makanan yang diberikan kepadanya setelah mengetahui ucapan Karin sedikit ada benarnya. Begitupula dengan Rei yang sedikit malu untuk mengambil.

"Ehh. Sasuke-kun jangan." Ujar Sakura mencoba melarang Sasuke. Sasuke tidak ambil pikir langsung memakannya saja sama halnya dengan Rei.

"Sakura-san tidak mau." Kata Kushina melihat Sakura yang hanya berdiri di dekat mereka, "Hmpt, aku tidak mau." Sakura memiringkan bibirnya lalu menoleh ke samping.

Beberapa menit kemudian Naruto akhirnya tiba di sana mengenakan baju putih dengan lambang pusaran air di tengahnya dan jaket yang rosletingnya dibuat terbuka, dan mengenakan celan standar ninja begipula alas kakinya. Hitae-atte miliknya di taruh pada kening dan rambut kuning jabriknya dibiarkan acak-acakan.

"Ohayo minna." Sapa Naruto dan yang lain membalasnya dengan senyum. Kecuali Sakura yang masih sewot.

"Naruto-kun terlihat tampan hari ini." Batin Kushina yang tak sadar wajahnya tengah merona menatap Naruto

Tak lama setelah Naruto tiba sebuah kepulan asap muncul dan seorang berambut silver melawan gravitasi memakai masker yang dari pertama kemunculan hinggan canon tamat belum juga terbuka.

"Maaf aku terlambat-"

"-Karena kau menolong nenek dan bertemu dengan kucing hitam setelah itu tersesat di jalan bernama kehidupan." Kakashi langsung Sweatdrop setelah perkataanya langsung dipotong oleh Naruto

"Bagaimana Naruto bisa tahu itu." Gumam Kakashi sementara yang lain ikut Sweatdrop.

"Baiklah, aku akan memulai ujiannya dan peraturannya adalah.." Kakashi memotong perkataannya membuat semuanya sedikit ketakutan minus Naruto dan Sasuke.

"Mengambil lonceng ini dariku dan batas waktunya sampai tengah hari. Dan barang siapa yang gagal aku akan mengembalikannya ke akademi." Jelas Kakashi sambil memperlihatkan lima lonceng membuat semuanya merinding ketakutan.

"Tapi Sensei, kenapa loncengnya cuman lima." Tanya Sakura sementara yang lain mengangguk.

"Aku kan sudah bilang barang siapa yang tidak mendapat lonceng akan kukembalikan ke Akademi itu berarti salah sati dari kalian akan kembali ke akademi." Semuanya langsung memasang wajah ketakutan minus Naruto dan Sasuke.

"Kalian kuperbolehkan menggunakan Kunai dan Shuriken bahkan jika kalian mengusai sebuah Ninjutsu kalian boleh menggunkannya. Atau bisa dibilang kalian seolah-olah ingin membunuhku." Tambah Kakashi.

Kakashi lalu berjalan menuju batang pohon dan menaruh sebuah jam di atasnya. "Baiklah aku akan menyetel hingga tengah hari." Setelah menyetel Kakashi lalu berjalan ke tengah-tengah. "Ujian...DIMULAI."

Tim 7 langsung berpencar ke segelah arah sementara Tim 11 menghilang bersama-sama. Sementara Kakashi masih dia ditempatnya.

"Sasuke, Rei dan Sakura bisa menekan chakranya hingga level ini, namun tiga lainnya aku tidak dapat mendeteksinya." Gumam Kakashi.

.

Di tempat Naruto. Kini ia sedang menyusun rencana bersama Karin dan Kushina untuk mengambil lonceng tersebut dari Kakash. Naruto memasang Kekkai kecil yang muat untuk mereka bertiga agar Kakashi tidak mendeteksi mereka

.

Kembali ke Kakashi yang sedang mengawasi Sakura karena ia memutuskan untuk membereskan yang terlemah dahulu. Kakashi lalu membuat Handseal untuk memberikan Sakura sebuah Genjutsu. Sakura kini berdiri dan dikelilingi pusaran daun yang membuatnya sedikit pusing.

Setelah merasa baikan ia lalu berjalan menuju ke sebuah pohon dan tiba-tiba ia mendengar suara yang familiar di telinganya.

"Sa..Ku...Ra." Rintih Sasuke.

"Sasuke, kau kah itu."

Sakura lalu berjalan menuju suara yang ia dengar dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat Sasuke yang berjalan sambik merintih kesakitan, tubuh Sasuke penuh dengan luka dan kunai yang menamcap di tubuhnya.

"SASUKE-KUN!" Sakura langsung berteriak dan pingsan setelah melihat Sasuke terluka. Kakashi yang melihat hal itu hanya menghela nafas sambil memegang kepalanya.

"Dasar Fansgirl level dewa." Batin Kakashi

"Selanjutnya Sasuke dan Rei." Gumam Kakashi lalu menghilang diikuti kepulan asap.

.

Kita Skip saja. Adagen Sasuke mirip di Canon sementara Rei adegannya mirip Naruto di Canon.

.

"Selanjuutnya mereka bertiga." Gumam Kakashi yang berada di tengah lapangan latihan.

"Mencari kami, Kakashi-Sensei." Kata Naruto bersama Karin dan Kushina yang berada di belakang Kakashi.

"Dari mana saja kalian." Ucap Kakashi berbalik ke mereka.

Tanpa menjawab pertanyaan dari Kakashi, Naruto memberi kode pada Karin dan Kushina dan mereka mengangguk paham.

Naruto langsung melesat ke arah Kakashi. Kakashi yang menyadari Naruto akan menyerang langsung memasang kuda-kuda bertarung. Naruto melompat ke atas Kakashi dan mengayunkan kaki kanannya untuk menendangan ke bagian samping kepala Kakashi.

TAKK

"Kuat sekali tendangan Naruto." Batin menahan tendangan Naruto menggunkan kedua tangannya.

Naruto lalu memutar tubuhnya sambil mengayunkan kaki kirinya, tetapi dengan refleksnya cepat, Kakashi melompat kebelakang untuk menghindari tendangan Naruto.

"Taijutsu milikmu lumayan juga, Naruto." Ucao Kakashi lalu mengangkat Hitae-atte miliknya dan sebuah Sharingan tiga tomoe terlihat, "Aku akan serius Naruto." Sambung Kakashi.

"Itu yang aku tunggu, Kakashi-Sensei." Ucap Naruto lalu melesat dengan cepat membuat tanah tempat ia berdiri sedikit retak. Kakashi sedikit terkejut melihat kecepatan Naruto.

Naruto kini berada di depan Kakashi dan bersiap melakukan pukulan dengan tangan kanannya. Kakashi yang menyadari Naruto akan memukulnya langsung menyilangkan kedua tangannya di depan wajah sehingga pukulan Naruto berhasil ia tahan.

TAKK

Naruto mengeringai karena pukulannya berhasil ditahan Kakashi, sementara Kakashi hanya senyum di balik maskernya, "Kekuatan dan kecepatanmu sebanding dengan Jounin, Naruto."

"Itu kerana latihan kulakukan."

FLASHBACK

"Mari kita mulai latihannya Naruto." Ucap Hagoromo a.k.a Rikudou Sennin lalu membuat sebuah Handseal

KAIZEN : JŪRYOKU

Seketika Naruto langsung merasa tubuhnya sangat berat dan susah untuk digerakkan sehingga membuat ia tersungkur di lantai tempai ia berlatih.

"Ke..napa...tu..buh..ku..sera..sa..ber...at.. ..li." kata Naruto mencoba berdiri dengan sekuat tenaga melawan Gravitasi yang ditambahkan oleh Hagoromo.

"Itu karena aku menambah gravitasi tempat ini sebanyak 150kg." Ucap Hagoromo.

"Gr..a...vi..ta..si." Ucap Naruto yang sudah berdiri namun masih sedikit kesusahan.

"Aku menambahkan gravitasi agar kau bisa melatih kekuatan dan kecepatan miliknya sehingga selevel denganku. Kau harus membiasakan dirimu dan setiap hari gravitasi yang kukeluarkan semakin berat." Jelas Hagoromo dan Naruto mengangguk paham.

"Baiklah ayo kita mulai." Ucap Hagoromo sementara Naruto mengangguk pelan mencoba membiasakan dirinya dengan gravitasi."

FLASHBACK END

"Ini pasti yang dimaksud oleh Hagoromo-sensei." Batin Naruto

Naruto lalu mengayunkan tangan kirinya secara horizontal untuk memukul bagian samping kepala Kakashi sekali lagi, namun Kakashi yang mempunyai Sharingan membaca gerakan Naruto dengan cara memegang tangan kanan Naruto menggunkan tangan kirinya sementara tangan kanannya menangkis pukulan Naruto.

TAKK

Naruto yang merasa sedikit kewalah langsung meneriaki Karin dan Kushina.

"KARIN, KUSHINA SEKARANG!" Teriak Naruto.

Karin dan Kushina mengangguk lalu keduanya langsung berlari menuju Naruto dan Kakashi. Karin melaju ke depan menuju arah Naruto dan Kakashi sementara Kushina melompat ke atas mereka. Melihat pergerakan Karin dan Kushina, Naruto langsung melompat kebelakang setelah melepaskan tangannya dari Kakashi. Sementara Kakashi bersiap-siap karena mengatahui bahwa mereka akan melakukan serangan.

"Rencana A dimulai." Ucap Naruto lalu memegang Fuinjutsu di tangan kirinya dan 3 buah kunai langsung ia pegang.

"Apa! Naruto bisa menggunkan Fuinjutsu penyimpanan pada tangan kanannya." Ucap Kakashi sedikit terkeju melihat Naruto mengeluarkan tiga kunai dari tangan kirinya, "Pantas saja tadi aku perhatikan ada yang aneh pada Naruto karena ia tidak membawa tas ninja." Batin Kakashi.

Naruto langsung melempar ketiga kunai yang ia pegang. Kakashi tidak tinggal diam langsung mengeluarkan sebuah kunai lalu menangkis ketiga kunai tersebut.

TRANK...TRAANK...TRAANK

Naruto yang merasa pengalihannya berhasil langsung memberi perintah pada Karin dan Kushina. Sementara Kakashi langsung memperhatikan keduanya. Setelah diberi perintah oleh Naruto dengan cepat Karin membuat Handseal.

Doton : Chidokaku

Tanah di sekitar Kakashi berdiri langsung menyusup turun ke bawa. Kakashi yang menyadari hal itu langsung mencoba untuk melompat keluar namun pandangannya langsung tertuju pada Naruto yang membuat Handseal dan menghentakkan kedua tangannya di tanah serta Kushina yang bersiap membuat sebuah Handseal.

Mokuton : Moku Shouheki

Beberapa kayu langsung keluar dari tanah dan menutupi bagian atas lubang tersebut dan menyisahkan sebuah lubang untuk Kushina melancarkan serangannya yang telah selesai membua Handseal dan bersiap menyemburkan sesuatu dari mulutnya.

Katon : Karyu Endan

BLAARR

Kushina menyemburkan api yang cukup besar menuju ke lubang kecil yang disisahkan Naruto. Kakashi yang melihat hal itu cuman tersenyum tipis di balik maskernya. Kushina mendarat dengan sempurna di dekat lubang tersebut lalu Naruto dan Karin menghampirinya.

Setelah merasa api semburan api yang dilancarkan Kushina padam, Naruto melepaskan Mokuton yang menutupi lubang tersebut dan berjalan menuju kesana. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat lubang yang seluruh bagiannya sudah hangus karena tidak melihat Kakashi di lubang tersebut melainkan sebuah batang kayu yang hangus terbakar.

"Cih! Rencana kita gagal." Kesal Naruto melihat salah satu rencananya gagal. Kushina yang melihat Naruto langsung menepuk pundaknya sambil tersenyum.

"Tidak apa-apa Naruto-kun, kita jalankan Rencana B." Karin dan Naruto tersenyum tipis ke arah Kushina lalu mengangguk.

Sementara Kakashi yang berada di salah satu dahan pohon tak jauh dari tempat itu hanya menghela nafas karena berhasil selamat dari serangan Trio Uzumaki menggunkan Kawarimi.

"Yare..Yare..Kerja sama tim mereka benar-benar hebat dan juga mereka sangat berbakat bisa mengusai jutsu yang bisa dikatakan jutsu rank-B." Gumam Kakashi.

"Apa mereka benar-benar serius ingin membunuhku." Tambah Kakashi.

Kakashi lalu melompat turun dari dahan pohon lalu berjalan menuju tempat Trio Uzumaki.

"Aku akui kerja sama kalian yang tadi benar-benar mengagumkan." Ujar Kakashi yang membuat Trio Uzumaki berbalik ke arahnya.

"Tetapi..." Belum sempat melanjutkan kalimatnya Karin dan Kushina langsung melesat ke arah Kakashi.

"Rencana B." Gumam Naruto.

Kakashi langsung memasang kuda-kuda bertarung setelah melihat Karin dan Kushina melesat ke arahnya. "Kali ini Naruto yang berada di belakang, apa rencana mereka selanjutnya." Batin Kakashi.

Karin melesat ke arah samping kanan Kakashi sementara Kushina ke samping kiri Kakashi. Karin melancarkan serangan pertama dengan melakukan tacking di kaki Kakashi dan dengan cepat Kakashi langsung melompat ke udara, namun itulah yang diinginkan oleh Karin membuat ia menyeringai. Kakashi yang melihat cengiran Karin langsung menyadari bahwa Kushina kini berada di samping bersiap menusuk Kakashi dengan kunai yang ia pegang.

TRAANK

Kakashi menangkis kunai milik Kushina menggunkan kunai yang dengan kunai yang ia keluarkan dengan cepat. Namun serangan Karin dan Kushina belum selesai sampai disitu. Karin memberi kode pada Kushina lalu membuat Handseal.

Katon : Goukakyu no Jutsu

Kushina yang diberi kode oleh Karin langsung melompat menjauh dan bersamaan dengan itu bola api yang dikeluarkan Karin siap mengenai Kakashi yang masih berada di udara dan dengan cepat Kakashi juga membuat Handseal dengan cepat.

Katon : Goukakyu no Jutsu

BLAARR

Kedua bola api beradu dan dengan cepat Naruto langsung berlari menuju tempat pertarungan sambil membuat sebuah Handseal. Sementara Kakashi sudah mendarat sempurna berada jauh dari Karin dan Kushina.

Suiton : Suiryuudan no Jutsu

Naruto menciptakan Naga air dari ketiadaan dan bersipa menerjang Kakashi yang kini terbelalak melihat Naruto menciptakan air dari udara. Namun Kakashi segera membuat Handsea dan menghentakkan kedua tangannya pada tanah.

Doton : Doryuuheki

Dinding penahan yang terbuat dari tanah langsung menghadang serangan Naruto. Melihat pandangan Kakashi yang terhalang Naruto lalu membuat Handseal dan menghentakkan tangannya ke tanah.

Mokuton : Mokusatshu Shibari

Akar-akar mulai tumbuh di sekitar Kakashi membuat ia terkejut setengah mati dan mencoba untuk melompat, namun Mokuton Naruto berhasil menangkap kaki kanan Kakashi lalu akar-akar yang lain mulai mengikat Kakashi hingga ia tidak bisa bergerak lagi.

"Minato-sensei, anda memiliki dua anak yang berbakat." Batin Kakashi tersenyum di balik maskernya.

Naruto lalu berjalan diikuti Karin dan Kushina mengahampiri Kakashi yang terikat di Mokuton Naruto.

"Yare..Yare, aku tak menyangka kerja sama kalian luar biasa hebat." Ucap Kakashi sementara Trio Uzumaki yang mendengar pujian Kakashi tersenyum bangga.

"Ngomong-ngomong siapa yang menyusun kedua rencana itu." Tanya Kakashi, "Karin-chan." Jawab Naruto dan Kushina bersamaan. Lalu Naruto mengambil ke lima longceng yang menggantung di pinggang Kakashi dengan mudahnya karena tidak dapat bergerak lagi.

Naruto lalu mengeluarkan satu bunshin. "Kalian bertiga tolong yang lainnya." Ketiganya mengangguk paham lalu berjalan menuju ke lokasi tim 7.

"Naruto aku ingin bertanya padamu." Naruto langsung berbalik menghadap Kakashi, "Apa itu Kakashi-sensei."

"Coba jelaskan darimana kalian bertiga bisa menggunkan Ninjutsu tersebut terutam Mokuton milikmu."

"Asal Kakashi-sensei tahu, rata-rata clan Uzumaki memiliki tiga perubahan chakra dan itu membuat kami berpotensi membangkitkan Kekkei Genkei." Kakashi langsung terperangah mendengar klan Uzumaki memiliki tiga perubahan chakra.

"Untuk Mokuton milikkku, aku dilatih oleh Sensei. Sebelum aku ke Konoha. Dan setelah aku kenoha aku mulai melatih Karin serta Kushina setelah kedatangannya ke konoha." Kakashi semakin terkejut mendengar Naruto yang telah melatih Karin dan Kushina.

"Ngomong-ngomong siapa Sensei-mu itu Naruto?" Tanya Kakashi.

"Aku tidak ingin memberitahukannya ke orang lain mengenai nama Sensei-ku. Karena ini merupakan perintahnya dan aku tidak ingin menolak permintaan Sensei-ku." Ucap Naruto lalu melepaskan Mokuton yang mengikat Kakashi.

.

Sementara itu di tempat Sasuke yang masih tertimbun ia hanya memasang wajah sebal. Dan tak lama kemudian Karin menghampirinya lalu tersenyum singkat pada Sasuke yang sontak membuatnya merona tipis.

"Kenapa kau kau kemari." Ucap Sasuke sambil menyembunyikan semburan tipisnya.

"Tentu saja untuk menolongmu. Lagipula Kakashi-sensei sudah kalah." Kata Karin yang membuat Sasuke langsung terkejut. Karin lalu menarik keluar Sasuke.

"Arigatou." Ucap Sasuke singkat lalu berjalan menuju tempat Kakashi.

.

Kini mereka tengah berkumpul di dekat tiba batang kayu Training Ground tempat mereka. Sasuke, Sakura dan Rei tampak memasang wajah khawatir karena tidak berhasil mengambil lonceng dari Kakashi sementara Trio Uzumaki hanya duduk tenang. Kakashi yang berdiri tepat di depan mereka tampak menjelaskan apa yang mereka tadi lakukan.

"Aku kecewa pada kalian, Tim 7." Kakashi menghela nafas sejenak.

"Pertama Sakura, kau hanya memetingkan Sasuke dan hasilnya kau dengan mudah diperdaya oleh Genjutsu." Mendengar perkataan Kakashi, Sakura langsung tertunduk lesu.

"Kedua Rei, kau selalu bertindak gegabah untuk mengambil lonceng milikku sehingga kau dengan mudahnya terkena jebakan yang kubuat." Kini giliran Rei yang tertunduk.

"Sementara Sasuke hanya memetingkan diri sendiri tanpa menyusun rencana pada rekan setimmu seperti yang dilakukan oleh Tim 11." Kakashi menatap kagum pada Trio Uzumaki.

"Jadi dengan paksa aku-" sebelum menyelesaikan kalimatnya Kakashi langsung terkejut ketika Naruto berdiri dan melempar lonceng yang ia dapatkan ke teman-temannya, "Ini untuk kalian."

"Apa yang kau lakukan Dobe." Kata Sasuke heran melihat Naruto memberikan loncengnya pada tim 7 serta Karin dan Kushina.

"Apa maksudmu Naruto?" Kini giliran Kakashi yang bertanya.

"Teman-" Naruto menggantung kalimat membuat tim 7 dan Kakashi tersentak.

"-Bagiku, di dunia ini orang yang melupakan temannya lebih buruk dari sampah." Sambungan Kata Naruto langsung membuat Kakashi mengingar perkataan Obito lalu tersenyum ke arah Tim 7.

"Aku tau ujian ini dilakukan untuk menguji kerja sama tim dan kemampuan bertarung." Ucap Naruto.

"Baiklah, kalau begitu aku nyatakan kalian semua-" Kakashi menjeda kalimat dan menghela nafas singkat membuat semuanya menjadi penasaran sekaligus takut minus Naruto.

"LULUS!" Lanjut Kakashi membuat Tim 7 sedikit bingung. Itu karena mengapa mereka bisa lulus mengingat kerja sama tim mereka bisa dibilang buruk.

"Kenapa Kakashi-sensei meluluskan kami." Tanya Rei masih bingung dengan keputusan Kakashi yang meluluskannya.

"Secara teknis kalian aku anggap gagal, tetapi Naruto memberikan kalian lonceng jadi aku anggap kalian itu lulus." Kata Kakashi dan seketika Rei dan Sakura melompat kegirangan karena lulus.

"Aku harap kalian Tim 7 kedepannya kerja sama kalian semakin meningkat." Kata Kakashi menjutkan kalimatnya dan dibalas anggukan oleh tim 7

"Besok kita Tim 7 akan berkumpul disini untuk melaksanakan misi pertama dan untuk kalian tim 11 atau cukup Naruto saja ditunggu Hokage-sama di ruangannya." Ucap Kakashi lalu menghilang diikuti kepulan asap.

"Oe! Teme, tangkap." Ujar Naruto sambil melempar gulungan yang baru ia keluarkan dari Fuinjutsu di tangan kirinya.

"Apa ini Dobe?" Tanya Sasuke setelah menangkap gulungan tersebut dan memperhatikannya.

"Aku pernah bilang ingin membantumu menyelesaikan masalahmu jadi aku meminjamkan gulungan yang di dalamnya terdapat Ninjutsu Katon dari Rank-E sampai Rank-B." Kata Naruto lalu menghilang diikuti kepulan asap.

"Kalau begitu kami pamit juga." Ujar Karin mewakili tim 11 lalu berjalan meninggalkan tim 7.

.

Kini seluruh Jounin pembimbing tengan berada di rungan Hokage sementara Naruto disuruh menunggu di luar ruangan. Mereka berkumpul untuk melaporkan hasil ujian kelulusan yang mereka lakukan pada murid bimbingan mereka.

"Tim 8 Lulus." Kata Kurenai

"Tim 10 Lulus." Kata Asuma

"Tim 9 Lulus lagi." Kata Gai sambil mengacungkan jempol dan menyeriangai.

"Tim 7 Lulus." Ucap Kakashi dan sontak semuanya langsung terkejut mengingat Kakashi belum pernah meluluskan Genin.

"Bagaiman dengan Tim 11 Kakash?" Tanya Hiruzen pada Kakashi.

"Mereka lulus dengan sempurna aku bahkan menggunkan Sharingan untuk menghadapi mereka." Hiruzen hanya tersenyum sementara yang lain hanya membelalakan mata karena Kakashi sampai menggunkan Sharingan walaupun hanya melawan tiga Genin.

"Apa maksudmu dengan menggunkan Sharingan Kakashi?" Tanya Asuma.

"Kerja sama mereka sangat sempurna ditambah lagi kemampuan dan pemikirab Naruto yang sudah setara Jounin sementara Karin dan Kushina setara dengan Chunin." Sekali lagi semua orang yang berada di ruangan tersebut terkejut.

"Kalau begitu panggil Naruto kesini." Ucap Hiruzen dan langsung dijawab anggukan oleh Kakashi lalu berjalan menuju pintu dan memanggil Naruto.

Tak berselang lama Kakashi diikuti Naruto masuk ke ruangan Hokage.

"Ada apa Jiji memanggilku?" Tanya Naruto dengan nada santai.

"Begini karena di tim kamu tidak memiliki pembimbing, jadi aku merekomendasikanmu untuk menjadi Jounin dan pembimbing mereka, Bagaimana?" Jelas Hiruzen.

"Tidak usah Jiji, walaupun tim 11 tidak memilik Jounin pembimbing aku bisa melindungi mereka." Ucap Naruto mantap sementara yang lain kagum melihat kemantapan Naruto.

"Dan terima kasih telah merekomendasikanku menjadi Jounin tetapi lebih baik aku mengikuti sistem saja yaitu dimulai dari Genin, Chunin lalu Jounin." Tambah Naruto

"Baiklah terserah padamu saja, Naruto." Ucap Hiruzen dan Naruto mengangguk paham sementara yang lainnya masih tidak percaya Naruto sudah selevel Jounin.

"Baik. Kalau begitu karena semuanya sudah melapor, kalian semua boleh pergi." Kata Hiruzen.

"Baik Hokage-sama." Jawab Semuanya lalu menghilang menggunkan Shunshin kecuali Naruto.

"Ada apa Naruto, kenapa kau masih di sini?" Tanya Hiruzen melihat Naruto karena belum meninggalkan ruangan.

"Begini, aku ingn meminta misi." Ucap Naruto to the point.

"Misi? Jangan bercanda Naruto. Kau baru saja lulus menjadi Genin." Jawab Hiruzen sedikit terkejut karena Naruto sudah meminta misi.

"Aku tidak bercanda, Jiji sudah mengetahui kemampuanku jadi kenapa Jiji masih ragu?" Ucap Naruto tiba-tiba serius.

"Baiklah..." Hiruzen menghela nafas sejenak, "Misi apa yang kau minta, aku tidak akan memberikanmu jika kau meminta misi Rank-A keatas." Sambung Hiruzen.

"Aku cuman meminta misi yang dekat dengan Kirigakure."

"Kirigakure, memangnya kau mau apa di Kiri?" Tanya Hiruzen untuk mengetahui maksud dari Naruto meminta misi ke Kirigakure.

"Sebenarnya aku tidak ingin ke Kirigakure tetapi aku ingin pergi ke reruntuhan desa Uzuhiogakure." Jawab Naruto.

"Aku mengerti." Hiruzen lalu mencari gulungan misi di laci miliknya. "Ini dia. Lima hari lagi ada misi untuk mengirim paket menuju ke desa kecil dekat Kirigakure." Naruto langsung mengangguk pelan mendengar penjelasan Hiruzen.

"Terima kasih Jiji." Ucap Naruto sementara Hiruzen hanya tersenyum.

"Satu hal lagi. Aku ingin Jiji tidak memberikan misi keluar desa kepada Karin dan Kushina selama aku pergi kecuali misi itu sangat penting." Jelas Naruto kembali sementara Hiruzen mengangguk paham mengenai kecemasan Naruto kepada Karin dan Kushina selama ia pergi.

"Kalau begitu aku pergi dulu Jiji." Ucap Naruto lalu menghilang diikuti kepulan asap dan Hiruzen yang melihat Naruto menggunkan Shunshin hanya tersenyum melihatnya.

"Minato, Ayuki. Kalian pasti bangga mempunyai anak seperti Naruto dan juga Karin." Batin Hiruzen tersenyum bangga.

~~ TBC ~~


#Akhirnya Chapter 4 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.

Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.

Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.

Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan

Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.


#Balasan beberapa Review :

R : apa rinnegan naruto ada efek sampingnya?
B :Rinnegan Naruto tidak akan memilik efek samping setelah dilatih oleh Kurama.

R : numpang tanya gan di team naruto siapa jounin pembimbing'nya.? apakah kakash
B : untuk Jounin pembimbing akan dijelaskan di chapter ini.

R : Yah s guru nya kok sama
B : Itu akan terjawab di chapter ini

R : Sebaik-nya Tokoh Utamanya cuma Trio Uzumaki Sasuke gk usah banyak ambil bagian biar seru ..
B : Tokoh utamanya memang Trio Uzumaki tetapi Sasuke tetap akan memiliki ambil bagian juga walaupun sedikit.

Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.


..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..

..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..

..:: LOMPOBERANG::..

- LOG OUT -