CHAPTER 5 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X ?, Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 5 : KURAMA YANG ::..
Setelah Naruto meninggalkan ruang Hokage. Naruto menuju ke Ichiraku Ramen untuk mengisi perutnya setelah melakukan Survival Training. Sesudah ke Ichiraku Naruto langsung kembali ke apartemen miliknya.
"Tadaima..." Sapa Naruto setelah masuk ke apartemennya.
"Okaeri, Naruto-kun/Naruto-Niichan." Karin dan Kushina bersaman menjawab Naruto.
"Apa kalian sudah makan siang." Tanya Naruto menghampiri Karin dan Kushina yang sedang duduk di sofa. Karin dan Kushina hanya menggeleng kepala.
"Kalau begitu.." Naruto mengambil uang beberapa Ryo dari sakunya lalu memberikannya pada Kushina, "Ambil ini dan carilah makanan untuk kalian dan jangan lupa membeli beberapa bahan makanan." Sambung Naruto sementara Karin dan Kushina mengangguk paham.
"Dan setelah itu langsung pulang karena ada yang ingin kukatakan pada kalian." Ucap Naruto.
"Apa itu Naruto-kun." Tanya Kushina.
"Nanti saja." Jawab Naruto sementara Karin dan Kushina hanya mendengus sebal lalu beranjak keluar dari apartemen mereka.
Naruto kemudian duduk di sofa dan memejamkan matanya untuk masuk ke dalam Mindscape miliknya.
.
Naruto Mindscape
"Oe! Kurama." Sapa Naruto yang berada di atas kepala Kurama.
"Ada apa Duren?" Tanya Kurama.
"Aku kesini untuk menagih janjimu untuk melatih Doujutsu Rinnegan yang diberikan Hagoromo-sensei." Ucap Naruto to the point.
"Baiklah aku akan menepati janjiku." Ucap Kurama lalu merubah posisinya menjadi duduk bersila sementara Naruto langsung melompat turun.
"Kita langsung mulai saja, cepat aktifkan Rinnegan milikmu, Naruto." Kata Kurama.
Mendengar perkataan Kurama, Naruto langsung menutup mata lalu mengalirkan chakra ke matanya. Pola riak air berwarna ungu langsung terlihat ketika Naruto membuka matanya. Dan tanpa basa-basi mereka langsung memulai latihan.
.
.
Two Hours Later
"Hosh..hosh...Ternyata latihan menggunkan Rinnegan ini memakan banyak chakra." Kata Naruto sambil ngos-ngosan setelah berlatih.
Tampak kandang Kurama yang tadinya terlihat baik-baik saja kini berantakan penuh reruntuhan. Sementara Kurama hanya mendengus tidak jelas karena tempatnya di buat berantakan oleh Naruto.
"Cih! Gara-gara melatihmu tempatku jadi seperti kapal pecah." Gerutu Kurama.
"Kau tidak usah marah, lagipula tempatmu akan bagus kembali." Ucap Naruto.
"Perlihat padaku sekali lagi hasil latihanmu, Naruto." Ucap Kurama.
Mendengar perkataan Kurama. Naruto lalu merentangkan kedua tangannya lalu mengalirkan chakra ke telapak tangannya dan berteriak.
Shinra Tensei
Reruntuhan di sekitar Naruto langsung beterbangan setelah Naruto melancarkan tehniknya. Kurama yang melihat itu hanya mengeringau rubah sekaligus bangga karena Rikudō Sennin tidak salah memilih Naruto menjadi muridnya serta menjadi Jinchuriki-nya.
"Aku sudah melatihmu dasar dari jutsu-jutsu dari Rinnegan miliknya, selanjutnya kau saja yang menyempurnakannya." Ucap Kurama.
"Cih! Bilang saja kalau kau tidak mau aku ganggu jika sedang tidur." Kata Naruto sebal mengingat Kurama hobinya hanya tidur dan tidur terus.
"Satu lagi Naruto, kapan kau mempertemukan Karin dengan Kurama Yang di tubuhnya." Tanya Kurama.
"Mungkin sebelum aku ke Uzuhiogakure." Jawab Naruto, "Sudah dulu sepertinya Karin dan Kushina sudah tiba." Ucap Naruto lalu berkonsntrasi untuk keluar dari Mindscapenya. Tetapi ia tidak menyadari bahwa ia lupa menonaktifkan Rinnegan miliknya. Sementara Kurama kembali melakukan hobinya yaitu tidur.
.
Real World
Tanpa menyucapkan salam Karin dan Kushina langsung masuk ke apartemen membawa barang belanjaan yang disuruh Naruto. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat mata Naruto yang bukan manik Sapphire yang indah melainkan pola riak air berwanrna ungu.
"Nii-chan..A-ada apa dengan matamu?" Tanya Karin sedikit ketakutan melihat Rinnegan Naruto.
"Gawat, kenapa kau sampai lupa menonaktifkan Rinneganku. Untung di sekitar sini tidak Anbu." Batin Naruto ketika Karin dan Kushina melihat matanya.
"Mata apa itu Naruto-kun." Tanya Kushina penasaran dan sedikit terkejut.
Naruto lalu memberi kode untuk tidak ribut dan memanggil mereka untuk mendekat. Setelah Karin dan Kushin berada di dekatnya Naruto menonaktifkan Rinnegan miliknya.
"Aku akan menjelaskan semuanya, tetapi janji jangan memberitahu ke orang lain mengenai hal ini." Kata Naruto sementara Karin dan Kushina mengangguk paham.
"Itu tadi adalah Rinnegan, salah satu Doujutsu terkuat di dunia. Aku diberikan oleh Sensei-ku agar aku bisa melindungi orang yang kusayangi serta dunia ini dari kebencian." Jelas Naruto. Karin dan Kushina hanya membelalakan mata ketika mendengar penjelasn Naruto.
"Jadi begitu rupanya, kukira tadi Naruto-kun terkena sesuatu..Huuff." ucap Kushina sambil menghela nafas.
"Oh iya, tadi Nii-chan bilang ingin mengatakan sesuatu. Sebenarnya apa yang Nii-chan ingin katakan." Kini giliran Karin yang bertanya.
"Begini, lima hari lagi aku akan mendapatkan misi solo jadi-" Sebelum menyelesaikan kalimatnya Karin langsung memotong perkataana Naruto, "Nii-chan diberikan misi pertama dan kami tidak diajak." Potong Karin sedikit cemberut.
"Jangan memotong perkataanku dulu Karin-chan." Kata Naruto sedikit kesal perkaatnnya langsung dipotong.
"Begini. Ini misi ini hanya mengantarkan paket dan bukan itu tujuanku mengambil misi ini." Ucap Naruto.
"Tujuan?" Tanya Karin dan Kushina bersamaan.
"Tujuanku adalah desa Uzuhiogakure, desa Klan kita." Jawab Naruto yang sontak membuat Karin dan Kushina terkejut mengenai tujuan Naruto.
"Aku cuman ingin kesana untuk memeriksa sesuatu." Sambung Naruto kembali. Dan akhirnya keduanya pun mengangguk paham dan mengijinkan Naruto untuk pergi.
"Tenang saja kalian tidak akan diberi misi jika aku tidak ada kecuali sangat mendesak." Ucap Naruto berdiri dan mengacak-ngacak rambut merah keduanya.
.
.
.
SKIP TIME TWO DAYS LATER
Terlihat Trio Uzumaki sedang bersantai di dalam apartemen mereka setelah menikmati makan siang. Hari ini mereka tidak melakukan latihan dan memilih untuk bersantai. Merekea hanya membicarakan hal-hal yang mereka anggap lucu seperti Kakashi yang tidak pernah lepas dari buku laknatnya yaitu Icha-icha Paradise.
"Ne..Naruto-kun, Karin-chan aku ingin keluar sebentar untuk membeli sesuatu." Kata Kushina setelah selesai membicaran hal-hal yang mereka anggap lucu.
"Apa kau ingin aku temani, Kushina-neechan." Tanya Karin
"Tidak perlu lagi pula aku hanya sebentar." Jawab Kushina lalu beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari apartemen mereka.
"Oh iya Karin, ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu." Karin langsung menatap wajah Naruto dengan serius.
"Apa itu Nii-chan." Tanya Karin serius dan penasaran.
"Aku ingin mempertemukanmu dengan Kyuubi." Jawab Naruto sementara Karin langsung terkejut mendengarkan perkataan Naruto.
"Bukannya Kyuubi sudah mati beberapa tahun yang lalu Nii-chan." Ucap Karin.
"Kau salah Karin, Kyuubi adalah mahluk immortal, ia tidak bisa mati dan sekarang Kyubi berada atau tepatnya tersegel di dalam tubuh kita berdua." Naruto mulai menjelaskan menganai Yondaime Hokage yang membagi dua chakra Kyuubi lalu menyegelnya dalam tubuh mereka. Sementara Karin yang mendengar perkataan tersebut menggangguk mengerti walaupun sedikit.
"Baiklah kita mulai saja, pertama tutup matamu lalu berkonsentrasi untuk masuk ke dalam alam bawah sadarmu. Aku akan membantumu." Naruto lalu mengepalkan tinju di depan Karin dan memberi kode agar melakukan hal yang sama.
.
KARIN MINDSCAPE
Karin kini berada di sebuah tempat mirip pembuangan air yang minim penerangan hanya beberapa lilin yang berada di dinding tempat tersebut.
"Akhirnya kau datang juga gaki." Ucap Kurama Yang entah darimana membuat Karin menjadi ketakutan.
"Si-siapa itu dan tunggukan dirimu." Kata Karin sedikit ketakutan.
"Ikuti suaraku dan kau akan menemukanku." Ucap Kurama Yang dan Karin langsung mengikuti asal suara tersebut.
Setelah beberapa saat berjalan mengikuti suara yang didengarnya kini Karin terkejut karena di depannya sebuah kandang berukuran raksasa dan tepat di tengah-tengah pintunya terdapat sebuah kertas bertuliskan Fuin.
"Akhirnya Jinchuriku datang menemuiku." Tampaj sebuah pupil berwarna meraha dengan garis vertikal muncul hingga nampaklah seekor rubah raksasa berbulu orange gelap dan sembilan ekor yang melambai-lambai.
"A-Apa kau Kyuubi." Ujar Karin sedikit ketakutan. Naruto yang mengetahui dari luar Mindscape Karin langsung merapatkan kepalannya.
"Jadi seperti ini penampilan Kurama yang setengahnya." Sapa Naruto yang tiba-tiba muncul di samping Karin.
"Nii-chan." Karin terkejut karena Naruto tiba-tiba berada di sampingnya. "Siapa kau Gaki dan mau apa kau kesini." Tanya Kurama Yang yang tiba-tiba melihat Naruto muncul di dalam Mindscape Karin.
"Ternyata sifat Kurama yang satunya berbeda ya, Kurama." Jawab Naruto dan tiba-tiba Kurama Yin muncul di belakang Naruto.
"Yoo! Apa kabar setengah dari diriku." Sapa Kurama Yin di belakang Naruto.
"Cih! Ternyata kau sudah bersahabat dengan Gaki ini." Ucap Kurama Yang kesal karena setengah tubuhnya sudah bersahabat dengan Jinchuuriki-nya.
"Jaga mulutmu setengah diriku." Ucap Kurama Yin kesal mendengar perkataan tubuhnya yang lain sementara Naruto dan Karin hanya bengong melihat perdebatan keduanya.
"Aku sudah tau maksudmu datang kesini. Kau ingin agar aku juga bersahabat dengan Jinchuriki-ku." Ucap Kurama Yang marah karena sudah mengetahui maksud dari ketiganya. "Jangan harap aku akan melakukannya." Sambung Kurama Yang sambil memberi kode pada Kurama Yin untuk berpura-pura karena ingin mengerjai Karin.
Kurama Yang sebenarnya sudah mengetahui bahwa ini adalah permintaan Rikudō Sennin semenjak Naruto pertama memeluk Karin karena hal itu membuat kedua Kurama langsung bisa berkomunikasi lewat pikiran mereka tanpa diketahui oleh Naruto.
"Cih! Tidak cara lain selain melawannya Kurama." Ucap Naruto lalu mengambil posisi bertarung dan memberi kode pada Karin yang sudah mengangguk paham setelah Naruto menjelaskannya tadi.
"Ayo Karin-chan." Perintah Naruto pada Karin dan langsung berlari menuju ke kandang Kurama Yang.
"Hentikan kalian berdua." Teriak Kurama Yang sontak Naruto dan Karin langsung berhenti lalu memasang wajah penasaran.
"Mendekatlah kesini Karin-chan." Perintah Kurama Yang pada Karin yang sontak membuat Naruto dan Karin terkejut.
Karin lalu berjalan menuju kandang Kurama Yang penuh waspada jaga-jaga jika Kurama Yang menyerangnya. Dan benar dugaannya Kurama Yang langsung mengarahkan tangannya ke Karin. Karin yang menyadari hal itu hanya pasra karena menghindar pun tidak dapat karena jaraknya sudah semakin dekat.
"Karin-chan." Teriak Naruto penuh ketakutan melihat adiknya kini dalam bahaya.
Namun alangkah terkejutnya Naruto ketika melihat Kurama Yang mengelus-ngules rambut marah Karin dengan jarinya bukannya menyerangnya begitu juga dengan Karin yang sedikit terkejut.
"Hahahah...Mana tega aku menyakiti Jinchuriki-ku yang cantik ini." Ucap Kurama Yang masih mengelus rambut Karin sementara sang empunya kini tersenyum ketika mendengar perkataan Kurama Yang.
"Sebernaya aku sudah diberitahu oleh bagian tubuhku yang setengah bahwa kami diperintahkan oleh Jiji untuk merawat keduanya." Ucap Kurama Yang lalu menaikkan Karin ke telapak tangannya sementara Naruto langsung menatap Kurama Yin seolah mengatan 'coba-jelaskan-apa-maksudnya-ini.'
"HAHAHAHAHA...Ternyata ekspresimu sangat lucu ketika ketakutan Naruto...HAHAHAHAHA." Kurama Yin tertawa Gaje sambil guling-guling sementara Naruto sudah terlihat sangat kesal karena dikerjai oleh Duo Kurama.
"Ini semua adalah rencana dia." Kurama Yang menunjuk Kurama Yin.
"Sebaiknya Karin-chan segera membuka Fuin-nya agar kita bisa berkomunisasi memalui pikiran." Jelas Kuram Yang smentara Karin mengangguk paham.
"Tapi bagaimana cara membukanya?" Tanya Karin. Naruto yang mendengar hal tersebut lalu menghampiri Karin yang berada di atas tangan Kurama Yang.
Naruto lalu menyuruh Kurama Yang untuk mendekatkan mereka ke kertas yang lumayan besar bertuliskan 'Fuin'. Sesampainya di depan kertas tersebut Naruto lalu memegang ujung sebelah sementara Karin ujung sebelah kiri. Dalam sekali tarikan kertas tersebut langsung terlepas dan alangkah terkejutnya mereka karena tiba-tiba mereka berada di suatu tempat atau tepatnya sebuah dimensi (tempat pertemuan Naruto dan Kushina di canon).
"Tak kusangka kalian membuka Fuin yang kupasang pada kandang Kurama Yang secepat ini, Naruto. Karin." Ucap satu dari dua orang yang berada di depan Naruto dan Karin.
Sontak Karin langsung terkejut karena tiba-tiba ia berada di suatu tempat bersama Naruto dan di depannya terdapat dua orang yang belum ia kenal. Orang yang pertama adalah pria berambut kuning jabrik dengan jambang menutupi telunganya mengenakan pakaian standar Jounin dan jubah berwarna puth dengan motif api di bagian bawag dan ke dua ujung lengannya. Dan satunya lagi wanita cantik berambut merah seperti dirinya namun panjangnya sebahu mengenakan baju di dominasi warnah merah tanpa lengan.
Naruto hanya tersenyum bahagia karena akhirnya ia bertemu dengan dua orang sangat ingin di temuinya. Ia sudah mengetahui orang tuanya karena di beritahu oleh Rikudō Sennin sebelum berpisah.
"Siapa kalian dan kenapa kalian mengetahu namaku dan Nii-chan." Tanya Karin pada dua orang di depanya sementara Naruto masih tersenyum bahagia.
"Benar juga, nah Karin bisa kau tebak siapa kami?" Tanya Ayuki dan tersenyum jahil ke Naruto lalu ke Karin.
"Jangan-jangan...kalian wujud sebenarnya dari Kyu..Hmptt." Naruto langsung menutup mulut Karin menggunakan kedua tangannya.
"Kau belum memberitahu Karin, Naruto. Dasar kau itu." Ucap Ayuki tersenyum.
"Kalian benar-benar tumbuh menjadi cantik dan tampan, Naruto. Karin." Kini Minato yang berbicara sontak membuat Karin sedikit bertanya-tanya apa maksud kalimat yang diucapkan Minato.
"Maaf Karin, Naruto. selama ini kami tidak bisa memberi kasih sayang pada kalian." Kata Ayuki sementara Minato mengangguk mengiyakan.
Cairan bening kini mengalur dari manik Violet Karin. Sungguh ia tak menyangka akhirnya bertemu dengan orang tuanya. Tanpa berpikir panjang Karin langsung memeluk Minato dan Ayuki lalu diikuti oleh Naruto. Minato dan Ayuki lalu menyamakan tingginya pada kedua anaknya.
"Sungguh aku sangat ingin bertemu..hiikss...hiikss...Kaa-san dan Tou-san." Ucap Karin sambil menangis bahagia dalam pelukan. Begitupula Naruto yang kini cairan bening mulai menetes dari manik Sapphire miliknya.
"Dan aku...Hiiks...hiiks...tidak menyangka bahwa Tou-san ku adalah...hiiks...hiks...Yondaime Hokage, orang yang selama ini aku idolakan dan sedikit aku 'benci'." Sambung Karin mengucap kata 'benci' dengan nada kecil karena telah menyegel Kyubi ke dalam tubuhnya.
"Maafkan Tou-san Karin, Naruto. Karena telah menyegel Kyubi pada kalian sehingga membuat kalian menderita. Tou-san tidak akan sedih jika kalian tidak memaafkanku." Kata Minato sedikit sedih dan mengusap rambut kedua anaknya.
Setelah beberapa lama mereka berempat berpelukan. Minato dan Ayuki masing-masing membelai rambut kedua anaknya. Mereka berempat lalu meleskan pelukan mereka lalu duduk bersama.
"Kenapa Nii-chan tidak memberitahu Karin jika sudah mengetahui siapa Kaa-san dan Tou-san." Karin menatap sebal pada Naruto setelah menangis bahagia sementara Minato dan Ayuki tersenyum melihat hal itu.
"Itu karena kau tidak pernah meminta." Jawab Naruto yang sontak langsung mendapat jidatakan dari Karin dan Ayuki.
BUGH...PLETAK
"I-Itte, apa yang Kaa-san dan Karin-chan lakukan." Kata Naruto sambil memegang dua benjolan di kepalanya.
"Lagian aku tidak tahan untuk memukulmu. Ditambah lagi kau tidak memberitahukan mengenai kami kepada adikmu." Ucap Ayuki dengan nadah marah sementara Karin masih memandang Naruto dengan wajah sebal.
"Sudah-sudah Ayuki, sebaiknya kita menceritakan yang sebenarnya pada Karin." Ucap Minato akhirnya bersuara setelah hanya melihat kelakuan anggota keluarganya.
"Yang sebenarnya?" Tanya Karin kini beralih menatap Minato ayahnya dengan wajah penasaran.
"Kejadian di malam penyegelan Kyubi pada tubuh kalian." Jawab Ayuki sementara Minato mengangguk mengiyakan.
"Setelah menceritakan yang sebenarnya pada kalian, Tou-san tidak akan sedih jika kalian tidak memaafkan Tou-san." Ucap Minato sementara Ayuki kini yang mengangguk mengiyakan.
Akhirnya Minato dan Ayuki mulai menceritakan kejadian di mana Kyubi menyerang Konoha.
Pertama ketika kelahiran mereka berdua, Naruto yang di lahirkan pertama lalu diambil oleh asisten Biwako istri Hiruzen dan dibawa ke tempat aman lalu kelahiran Karin dan di situ awal dari malapetaka dimana Pria Bertopeng langsung menyerang Ayuki, Minato, Biwako dan Karin setelah melumpuhkan Anbu penjaga.
Kejadin selajutnya mirip adegan Naruto di Canon namun di perankan oleh Karin, karena Naruto sudah diamankan oleh asisten Biwako. Minato akhirnya tersadar bahwa target utama dari pria bertopeng adalah Ayuki sang Jinchuriki dari Kyubi No Yoko. Setelah menyelamatkan Karin dan Biwako.
Adegan selanjutnya adalah proses pelepasan Kyubi dari tubuh Ayuki (mirip di Canon) hingga mengamuknya Kyubi di desa dan pertarungan Minato dan Pria bertopeng. Dan seterusnya hingga adegan pada Prologue di Chapter 1.
Karin langsung memeluk kedua orang tuanya diikuti oleh Naruto. Perasaannya kini bercampur menjadi satu mulai dari sedih, senang hinnga bangga setelah mendengar cerita sebenarnya dari Minato dan Ayuki. Minato dan Ayuki membalas pelukan dari kedua anaknya. Sementara Naruto juga meneteskan air mata walaupun sudah mendengarkan cerita mengenai orang tuanya dari Rikudō Sennin. Namun kali ini berbeda karena ia mendengarnya langsung dari kedua orang tuanya.
"Aku memasang Fuin pada Hakke Fuin yang terpasang pada Kyubi Yang di Karin sehingga ketika ia membukanya kami akan datang untuk membantunya dan maaf Naruto aku tidak sempat memasang Fuin pada dirimu." Ucap Minato.
Karin langsung menghapus air mata di pipinya secara halus dan tersenyum ke orang tuanya begitupula Naruto walaupun sedikit sedih karena Minato tidak melalukan hal yang sama pada dirinya.
"Aku sudah memaafkan Tou-san mengenai hal itu." Ucap Naruto karena telah mengetahui hal tersebut dari Rikudō Sennin.
"Aku juga telah memaafkan Tou-san setelah mendengar cerita yang sebenarnya." Kata Karin.
Minato dan Ayuki yang mendengar hal tersebut langsung mengeratkan pelukannya pada kedua anaknya begitupula dengan Naruto dan Karin yang mengeratkan pelukan mereka.
Karin dan Naruto lalu berdiri bersamaan sambil menepuk dada mereka.
"Sudah aku putuskan, tujuanku kini sudah bertambah satu yaitu menjadi Kunoichi yang hebat yang malampaui Tou-san dan Kaa-san." Ucap Karin dengan lantang.
"Dan aku akan menjadi Ninja yang akan membawa kedamaian di dunia ini." Ucap Naruto dengan lantang pula.
"Kunoichi hebat dan kedamaian dunia. Impian kalian adalah kelanjutan dari impianku dan Minato." Ucap Ayuki sambil tersenyum bahagia dan meneteskan air mata menatap kedua anaknya. Sementara Minato mengangguk bahagia tak lupa juga meneteskan air mata.
"Dan kami tidak akan membiarkan impian itu musnah!" kata Naruto dan Karin dengan semangat. Lalu melakukan tos ala Bijuu.
"Naruto. Karin." Ucap Minato dan Ayuki bersamaan sambil tersenyum. Dan tanpa mereka sadari kini tangan mereka mulai terurai menjadi cahaya.
"Sepertinya. waktunya untuk kembali ke tempat kami yang sebenarnya." Ucap Minato menatap kedua tangannya yang mulai bercahaya.
"Kaa-san dan Tou-san sudah ingin pergi." Karin yang tadinya semangat langsung tertunduk sedih.
Ayuki dan Minato langsung berdiri dan memeluk kedua anaknya. "Terima...". "Tunggu dulu aku mempunyai cara." Kalimat Ayuki langsung dipotong oleh Naruto.
"Apa maksudmu Naruto?" Tanya Minato bingung pada perkataan Naruto.
Tidak menjawab perkataan Minato. Naruto langsung membuat Handseal yang sedikit rumit lalu membalas pelukan kedua orang tuanya. Tanpa menyebut nama Jutsunya. Tubuh Minato dan Ayuki tiba-tiba menjadi utuh kembali lalu perlahan mulai terhisap ke dalam tubuh Naruto yang sontak membuat Minato dan Ayuki terkejut.
"Apa yang kau lakukan Naruto dan Jutsu apa yang kau keluarkan?" Tanya Minato dan Ayuki mengangguk.
"Aku lupa apa nama jutsu-nya dan Jutsu itu berfungsi untuk menyegel chakra ke dalam tubuhku sehingga jika aku dan Karin ingin bertemu dengan Tou-san dan Kaa-san. Aku tinggal menarik keluar chakra itu." Jelas Naruto yang membuat Minato dan Ayuki terbelalak kaget mendengat penjelasan Naruto.
"Ja-jadi itu artinya kau masih bisa bertemu dengan Tou-san dan Kaa-san." Timpal Karin dengan wajah senang dan bahagia.
"Tetapi lama-kelamaan chakra kami akan habis di dalam tubuhmu Naruto." Ucap Ayuki pada Naruto.
"Tenang saja. Aku akan menyuruh Kurama agar memodifikasi chakranya menjadi chakra Tou-san dan Kaa-san sehingga tidak akan habis." Umpat Narutp sementara Minato dan Ayuki tersenyum bangga melihat kemampuan Naruto.
"Ini adalah hasil latihanku selama bersama Sensei." Ucap Naruto sambil tersenyum bangga namun tidak menyebutkan nama sensei-nya. Minato dan Ayuki hanya tersenyum kembali.
"Kami bangga pada kalian berdua." Ucap Minato dan Ayuki lalu terhisap habis masuk ke dalam tubuh Naruto dan bersamaan dengan itu mereka akhirnya kembali ke Mindscape mereka bersama Kurama.
.
KURAMA MINDSCAPE
Kedua Kurama langsung tersenyum ketika Naruto dan Karin menampakkan wajah bahagia.
"Wah...Wah...Sepertinya sesuatu yang besar sudah terjadi." Ucap Kurama Yin
"Itu benar. Kami bertemu Tou-san dan Kaa-san." Jawab Karin dengan wajah bahagia begitupal Naruto yang hanya mengukir senyum bahagia di wajahnya.
"Coba kutebak. Mereka pasti menceritakan mengenai hari kelahiran kalian." Kini Kurama Yang yang berbicara yang masih di dalam kandangnya.
"Kau tau yang harus kau lakukan Kurama." Kata Naruto pada Kurama Yin yang mengangguk paham.
"Karin sebaiknya cepat buka Fuin-nya agar link kita semakin kuat." Umpat Kurama Yang dan Karin mengangguk paham namun sedikit bingung bagaimana cara membuka segelnya.
"Tenang saja aku akan membantumu." Ucap Naruto ketika melihat Karin kebingungan.
Naruto lalu mengeluarkan chakra ke kelima jarinya dan sebuah tulisan dan simbol aneh langsung muncul dari telapak tangan hingga lengannya.
"Karin-chan angkat sedikit baju di perutmu." Ucap Naruto sementara pikiran yang tidak-tidak langsung mencul di benak Karin dan langsung menjitak kepala Naruto.
Bletak!
"Apa yang Nii-chan katakan. Aku ingin adikmu." Urat nadi bermunculan di kening Karin.
"Ittaii...Baka Imoutou. Aku tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak." Ucap Naruto sedikit marah sambil mengusap kepalanya dengan tangan satunya.
"Terus kenapa Nii-chan menyuruhku membuka baju di bagian perutku."
"Itu karena Fuinjutsu ada di perutmu." Jawab Naruto dan akhirnya Karin mengangguk paham.
Karin lalu menaikkan baju di bagian perutnya dan terlihat kulit putih tanpa bekas luka apapun dan perlahan Fuin mulai muncul hingga membentuk sebuah lingkaran yang dibentuk oleh 5 titik yang saling berhubungan (Bayangin Fuin pada perut Naruto di canon).
Naruto lalu menyentuh kelima titik tersebut dengan jari yang telah dialiri chakra di masing-masing ujungnya. Sebelum memutarnya Naruto memberitahukan kepada Karin bahwa ini akan sedikit sakit dan Karin mengangguk paham. Naruto mulai memutar jarinya dan bersamaan dengan itu Karin langsung merasakan sedikit sakit.
Lingkaran hitam pada Fuin Karin mulai berputar dan sama halnya dengan lingkaran di pertengahan gerbang pada Kurama Yang juga berputar hingga akhirnya terbuka.
"Yo..Karin." Karin langsung terkejut tiba-tiba mendengar suara Kurama Yang di dalam pikirannya.
"Eh! Kenapa aku mendengar suara Kurama di dalam pikiranku." Ucap karin kepada yang lain dengan wajah kebigungan.
"Itu kerana Link kalian sudah terhubungan. Dan kini kalian bisa berkomunikasi lewat pikiran kalian tanpa perlu masuk ke Mindscape kalian." Ucap Kurama Yin sementara Kurama Yang mengangguk mengiyakan.
"Selajutnya adalah menyesuaikan chakra milikku dengan chakra milikmu Karin-chan, itu agar tubuhmu tidak kelebihan chakra milikmu." Ucap Kurama Yang pada Karin lalu menyatukan kedua tangannya.
"Kalau sudah selesai kami akan segera kembali." Ucap Naruto dan Karin mengangguk.
"Itu yang dari tadi aku tunggu agar aku bisa melanjutkan tidurku di dalam tubuhmu." Timpal Kurama Yin.
"Cih! Dasar rubah tukang tidur." Ejek Naruto dan perempatan langsung mucul di kepalanya.
.
KURAMA MINDSCAPE END
Wajah senang langsung terpancar dari Naruto dan Karin. Itu karena telah berhasil mempertemukan ia dan Kurama Yang dan ditambah lagi dengan pertemuan mereka dengan Minato dan Ayuki. Namun tanpa Naruto sadari ternyata hari mulai senja.
~~ TBC ~~
#Akhirnya Chapter 11 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan beberapa Review :
R : Ko tim 11 bareng ma tim 7? .Kapan Naru nembak Kushinya!. apa misi pertamanya tim 7 bareng jg ma tim 11?
B : Tim 11 hanya diuji bersama tim 7 karena belum mendapat Jounin pembimbing sementara untuk misi pertama Author akan pikirin. Dan untuk acara Nembak Kushina mungkin di chapter selanjutnya.
R : Apa tim 11 akan punya sensei cem jiraiya N apa pair karin sasuke
B : Mungkin Ya mungkin tidak untuk keduanya.
R : Kenapa Naru pengin ke Uzushiogakure?mo nyari gulungan or katana?
B : Itu akan terjawab di chapter depan.
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
