CHAPTER 6 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X ?, Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 6 : RESCUE AND STATEMENT FOR KUSHINA ::..
Langit orange mulai menghiasi Des Konoha. Naruto dan Karin yang baru bertemu dengan dua orang yang mereka sangat rindukan dan ingin bertemu walaupun hanya sekali. Dua orang tersebut adalah Namikaze Minato dan Uzumaki Ayuki, orang tua mereka.
Namun baik Naruto ataupun Karin melupakan seseorang yaitu Kushina. Mereka berdua belum menyadarinya karena masih teringat dengan pertemuannya dengan Minato dan Ayuki.
"Aku tidak menyangka Tou-san dan Kaa-san bercerita hingga sore." Ucap Karin dengan wajah bahagia.
"Aku akan segera menyiaplan makan malam dan sebaiknya kau membersihkan dirimu Karin-chan." Karin mengangguk paham lalu masuk ke kamarnya dan melakukan ritual mandi sementara Naruto kini berada di dapur menyiapkan makan malam dan ia belum sadar bahwa Kushina belum juga tiba.
.
Sementara itu di tempat Kushina. Ia sedang berjalan di jalan Konoha. Ia telah selesai membeli beberapa Kunai dan Shuriken. Perjalanan pulangnya sedikit terganggu karena bertemu dengan Hokage ke-3 dan sedikit berbincang-bincang.
Setelah berbincng-bincang dengan Hokage ke-3 ia langsung memutuskan untuk kembali ke apartemennya karena hari mulai gelap dan penduduk mulai menghentikan aktifitas mereka.
"Tak kusangka Hokage-Jiji bercerita sampai selam itu." Gumam Kushina sambil berjalan menuju ke apartemennya.
Kini ia telah hampir sampai di depan apartemennya dan alangkah terkejutnya Kushina karena tiba-tiba 7 Anbu mengenakan topeng polos dengan tulisan Root pada masing-masing topeng mereka.
"Siapa kalian dan apa mau kalian." Tanya Kushina pada salah satu Anbu Root tersebut.
"Kau tidak usah mengetahui siapa kami dan yang terpenting kau harus ikut bersama kami." Jawab salah satu Anbu Root dan sepertinya ia adalah pemimpin.
"Danzou-sama menginginkan Kekkei Genkai pada tubuhmu yang belum bisa kau kuasai." Tambah salah satu Anbu Root.
"Apa! Jadi aku mempunyai Kekkei Genkei dan siapa itu Danzou." Batin Kushina dan tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan Kunai.
"Jadi kau ingin kami menggunakan cara kasar." Ucap sang pemimpin Anbu yang melihat Kushina mengeluarkan sebuah Kunai, "Baiklah sesuai keinginanmu." Sambung pemimpin Anbu.
"Lakukan dengan cara halus agar orang-orang tidak curiga." Pemimpin Anbu memberi kode pada anggotanya.
Dua Anbu langsung menghilang dan salah satunya muncul di belakang Kushina sambil mengayunkan Tanto miliknya secara vertikal. Namun Kushina berhasil menghindar dengan cara menunduk
Sriink!
Beberapa helai rambut Kushina terpotong Tanto milik Anbu tersebut. Namun belum sempat memperbaiki posisinya tiba-tiba Anbu yang lain muncul di samping Kushina dan langsung memukul tengkuk Kushina.
Bukk!
Kushina langsung tersungkur dan tidak sadarkan diri setelah tengkuknya di pukul oleh Anbu tadi. Dengan cepat Anbu yang lain langsung mengikat kedua tangan Kushina yang sudah tidak sadarkan diri dan mengankat tubuh Kushina.
"Misi selesai, mari kita bawah anak ini ke Danzou-sama." Ucap Sang Pemimpin pasukan dibalas anggukan oleh yang lain dan menghilang via Shunshin bersama dengan Kushina.
.
Bersamaan dengan hal itu. Naruto yang sedang menyiapkan makan malam tiba-tiba langsung merasakan hal yang ganjil.
Deg!
Jantung Naruto langsung berhenti sejenak dan Ia langsung memegang dada kirinya. Rasa khawatir langsung menghinggapi tubuhnya.
"Apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba aku merasakan hal seperti ini." Batin Naruto dan seketika ia langsung tersadar lalu mengedarkan padangannya.
"Sial! Kenapa aku baru sadar jika Kushina-chan belum juga kembali." Gumam Naruto dan langsung menaruh makanan yang ia bawa ke meja makan.
"Karin-chan, jaga apartemen untuk sementara aku akan segera kembali." Teriak Naruto dan langsung berlari keluar apartemennya. Karin hanya berteriak 'oke' pada Naruto.
.
Naruto berlari secepatnya dan berhenti tepat di tempat kejadian Kushina diculik. Matanya langsung tertuju pada beberapa helai rambut berwarnah merah di atas tanah dan mengambilnya.
"Ini rambut Kushina-chan. Apa yang terjadi disini." Pikiran Naruto langsung melayang memikirkan apa yang baru saja terjadi disini setelah melihat ada sedikit tanda pertarungan.
"Kurama! Cepat bertukar aku ingin kau melacak chakra milik Kushina-chan." Naruto langsung menghubungi Kurama lewat pikirannya.
"Apa yang terjadi Naruto." Jawab Kurama di pikiran Naruto.
"Lakukan saja, aku merasa sesuatu yang buruk pada Kushina-chan." Kata Naruto di dalam pikirannya.
"Baiklah kalau begitu." Tanpa pikir panjang Naruto dan Kurama langsung bertukar. Manik Sapphire Naruto kini berganti menjadi berwarna merah dengan pupil garis vertikal dan tiga garis di masing-masing pipinya menebal.
Kurama langsung berkonsentrasi mencari chakra milik Kushina. Dan akhirnya ia menemukannya.
"Gawat Naruto, gadis yang kau cintai chakranya sangat lemah dan di sekitarnya ada tujuh chakra milik Anbu di bawah perintah Danzou." Kata Kurama dan seketika Naruto langsung bertukar kembali dan matanya kini terlihat sangat marah.
"Sial! Dimana posisi mereka." Tanya Naruto pada Kurama lewat pikiran.
"Mereka berada di hutan arah jam 12 sekitar 10 kilometer." Jelas Kurama pada Naruto.
Tanpa pikir panjang Naruto langsung melesat menuju arah yang ditunjukan oleh Kurama. Ia hanya menggunakan baju kaos polos berwarna putih dan celana pendek hitam serta alas kaki standar shinobi bahkan ia tidak mengenakan Hitae-atte miliknya.
.
.
SKIP TIME
Kini Naruto sudah menyusul Anbu Root yang membawa Kushina. Mereka hanya berjalan santai dikarenakan mereka berpikir bahwa tidak ada yang akan mengikuti mereka. Sementara tangan Kushina tampak terikat oleh sebuah tali dan dipegang oleh salah satu Anbu.
Namun perkiraan mereka salah karena Naruto kini berada di atas dahan pohon sekitar 55,45 meter dari mereka. Naruto menatap tajam ketujuh Anbu Root tersebut ketika melihat Kushina. Naruto menekan chakra hingga tidak dapat dideteksi oleh mereka.
Naruto lalu melompat turun dan mengeluarkan kunai dari Fuinjutsu di tangan kirinya. Ia langsung melesat ke Anbu Root yang berada di paling belakang dan..
Jleeb!
Naruto menusuk Anbu tersebut dari belakang menggunakan kunai hingga ujung kunai tersebut terlihat di dada kiri Anbu yang sudah tidak bernyawa lagi.
Ke-6 Anbu Root tersebut langsung berbalik ketika mendengar suara kunai Naruto menembus dada temannya. Mereka langsung terbelalak kaget ketika melihat teman mereka sudah tidak bernyawa denga darah segar mengalir dari luka tusukan Naruto.
"Siapa yang membunuh dia." Ucap salah satu Anbu. Ia tidak melihat Naruto karena terhalang tubuh teman mereka.
Tubuh Anbu Root yang sudah tidak bernyawa akhirnya ambruk ke tanah setelah Naruto melepaskannya. Manik Sapphire langsung menatap tajam keenam Anbu tersebut.
"Apa yang kau lakukan pada anggotaku, bocah tengik." Ucap Anbu Root geram.
"Kau akan merakan akibatnya." Ucap salah satu dari mereka lalu membuat sebuah Handseal.
Katon : Goukakyu no Jutsu
Sebuah bola api berukuran sedang mengarah menuju Naruto. Naruto tidak tinggal diam langsung melompat ke samping kiri dengan cepat untuk menghindari bola api tersebut. Namun Naruto seketika terkejut ketika melihat dua Anbu langsung mengarahkan Tanto milik mereke ke arah Naruto.
Sreek! Sreek! Pooft!
Tubuh Naruto seketika berubah menjadi sebatang kayu yang ketika dua Tanto menggores badannya. Kedua Anbu tersebut menggeram kesal karena serangan gagal
Mata pemimpin Anbu tersebut langsung terbelalak ketika Naruto yang sudah menyelesaikan Handseal berada di belakang dua anggotanya. Naruto bersiap menghembuskan sesuatu dari mulutnya dan berteriak.
FUUTON : SINKUHA
Naruto menghembuskan angin yang sangat tipis sambil menggerakkan kepala sedikit ke kiri sehingga menimbulkan efek pisau angin. Kedua Anbu tersebut hanya bisa pasrah melihat pisau angin menuju ke arah mereka dan...
Jraash! Jraash!
Pisau angin Naruto menembus tubuh kedua Anbu itu lalu perut mereka langsung mengeluarkan darah segar dan ambruk ke tanah.
"Tiga tumban sisa empat lagi." Ucap Naruto sambil menatap empat Anbu yang tersisah.
"Cih! Bocah brengsek. Kalian bertiga serang dia." Perintah pemimpin Anbu.
"Bagaimana dengan anak ini." Tanya Anbu yang memegang tali Kushina.
"Lepaskan saja. Setelah mengalahkan bocah itu kita akan mengambilnya kembali." Kata pemimpin sambil menunjuk Naruto. Dan ketiga anggotanya mengangguk.
Anbu yang memegang tali Kushina langsung berlari menuju Naruto diikuti dua lainnya. Sementara Kushina yang talinya sudah terlepas lanjut berjalan dengan lemas tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya.
Ketiga Anbu kini berlari sejajar dan membuat Handseal secara bersamaan dan mengucapkan nama Jutsunya.
Katon : Gouryuuka no Jutsu
Tiga Naga Api mengarah ke Naruto dan dengan cepat Ia langsung membuat Handseal dan menghentakkan kedua tangannya di permukaan tanah.
Doton : Doryujoheki
Dinding tanah berukuran besar langsung mencul di depan Naruto dan alhasil ketiga Naga Api tersebut tertahan oleh dinding tanah Naruto.
Blaaar!
Kepulan debu dan asap langsung tercipta ketika keepat Jutsu tersebut beradu. Tak menyia-nyiakan kesempatan Naruto langsung melompat ke udara dan membuat Handseal.
Suiton : Daikodan no Jutsu
Mata keempat Anbu tersebut langsung terbelalak ketika melihat Naruto membuat tiga misil Hiu yang terbuat dari air yang tercipta dari udara dan langsung mengarah ke ketiga Anbu tersebut.
Jraash! Braak!
Ketiga Anbu tersebut langsung terpental dan menabrak pepohonan di belakang mereka hingga tidak sadarkan diri. Pemimpin Anbu tersbut kini semakin geram melihat seluruh anggotanya sudah di kalahkan oleh Naruto.
"Bocah sialan! Berani-beraninya kau." Teriak Anbu tersebut lalu mencabut Tanto di punggunya dan berlari menuju Naruto yang kini sidah mendarat dengan sempurna di tanah.
Naruto yang melihat Anbu tersevut berlari ke arahnya tidak tinggal diam lalu mengeluarkan kunai dari Fuinjutsu di lengan kirinya dan memasang kuda-kuda.
Anbu tersebut langsung mengayunkan Tanto miliknya secara vertikal ke kepala Naruto. Naruto melihat hal itu langsung menangkisnya dengan memposisikan kunai miliknya secara mendatar.
Traank!
Melihat serangan pertamanya ditangkis. Anbu tersebut langsung mengarahkan tendangan menuju ke perut Naruto.
Takk!
Naruto menahan tendangan itu dengan menangkapnya menggunkan tangan kiri dan memutar kaki tersebut sehingga badan Anbu tersebut ikut berputar. Naruto tidak menyia-nyiakan kesempat langsung menghamtam kepala Anbu tersbut hingga terpental ke udara menggunkan lututnya. Sehingga membuat Anbu tersebut mengeluarkan darag segar dari mulutnya.
Naruto melanjutkan serangannya dengan melompat ke atas Anbu tersebut dan menendang punggung dengan gaya salto.
Duagh! Braak!
Tanah tempat Anbu tersebut mendarat dengan keras langsung retak. Naruto mendarat di samping Anbu yang sudah tidak sadarkan diri tersebut langsung merapatkan Handseal lalu menghentakkan kedua tangannya di tanah sambil memperhatin tubuh Anbu lainnya.
Doton : Doryu Taiga
Tanah di bawah tubuh ketujuh Anbu tersebut langsung berubah menjadi lumpur dan menghisap mereka hingga tidak terlihat lagi.
"Huuuh...akhirnya selesai juga." Naruto menghela nafas sejenak lalu berteriak, "KUSHINA-CHAN!"
Naruto langsung berlari menuju Kushina yang sedang berjalan lemas dengan tangan masih terikat. Kushina yang mendengar teriakan Naruto langsung berhenti dan berbalik menatap Naruto yang berlari mengahmpirinya.
Beberapa helai rambut Kushina langsung terlepas dan mengahalangi satu matanya dan tersenyum ketika melihat Naruto. Karena sudah tidak sanggup lagi berdiri Kushina langsung ambruk dan dengan kecepat kilat Naruto langsung menangkap tubuh Kushina.
Greb!
"Kau sekarang sudah aman." Naruto tersenyum menatap wajah Kushina yang tampak lemas.
Naruto langsung memperbaiki posisinya lalu melepaskan tali yang mengikat tangan Kushina. Semburat tipis langsung terlihat pada wajah Kushina ketika wajah tampan Naruto tersenyum ke arahnya. Tanpa pikir panjang Naruto memindah salah satu tangannya ke bawah kaki Kushina lalu menggendong Kushina ala Bridal Style.
"Tu-Tunggu-" Kushina langsung berhenti berbicara dan terkejut ketika Naruto menggendongnya dan melompat dari dahan ke dahan pohon lainnya.
.
Dan jauh dari tempat pertarungan dua sosok yang dari tadi memperhatikan jalannya pertarungan. Sosok pertama mengenakan jubah hitam dan topeng berbentuk spiral dengan satu lubang dan sosok lainnya tampak menyatu dengan dahan pohon berbentuk tanaman Venus Flytrap.
"Uzumaki Naruto, Ia bocah yang hebat." Ucap Sang Spiral
"Aku jadi tertarik dengan bocah itu." Kata Sang Venus Flytrap.
"Ia akan sangat berguna jika bergabung dengan Organisasi." Kata Sang Spiral
"Jadi kau berencana merekrut bocah itu." Ucap si Tanaman dengan nada bosan.
"Benar. Jadi aku menugaskanmu untuk terus mengawasi Uzumaki Naruto." Kata Sang Spiral lalu terhisap oleh lubang pada topengnya. Sementara si Tanaman menghilang dengan cara menyatu dengan batang pohon di sampingnya.
.
Kita kembali ke Naruto yang sedang menggendong Kushina ala Bridal Style sambil melompati dahan demi dahan. Rambut merah Kushina melambai-lambai ditiup angin begipula rambut Jabrik kuning Naruto.
"Bagaimana Naruto-kun bisa mengetahui jika aku diculik." Batin Kushina sambil menatap wajah Naruto.
Seolah mengetahui apa yang dipikirkan Kushina. Naruto merogoh saku celananya dengan hati-hati agar Kushina tidak terjatuh dan mengeluarkan beberapa helai rambut merah Kushina.
"I-Itu.." Kushina menatap beberapa helai rambut miliknya di pegang Naruto
"Aku menemukan rambut merah nan indah milikmu di dekat apartemen dan hal itu membuatku menjadi khawatir akan keadaanmu." Kata Naruto lalu tersenyum ke wajah Kushina.
Semburat tipis kembali muncul di pipi Kushina dan langsung memalingkan wajahnya, "Apa menurutmu rambut merahku ini indah."
"Tentu saja. Rambut merahmu sangat mirip dengan Karin-chan dan Kaa-san yang indah. Jadi-"
"Jadi?" Tanya Kushina setelah Naruto menghentikan kalimatnya.
Naruto lalu berhenti di atas puncak pohon yang agak tinggi. Lalu menatap Kushina sambil tersenyum.
"Jadi..Aku tidak ingin kehilanganmu serta Karin-chan...Itu karena aku mencintaimu." Naruto tersenyum tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam ke Kushina.
"Naruto-kun mencintaiku?" Tanya Kushina untuk memastikan.
"Iya. Aku sangat mencintaimu." Jawab Naruto, "Jadi apa kau ingin menjadi 'kekasihku'." Kini Naruto yang bertanya pada Kushina.
Kushina langsung memeluk dengan erat Naruto yang sedang menggendongnya dan membenamkan kepalanya pada dada Naruto.
"Aku juga sangat mencitaimu, Naruto-kun." Jawab Kushina serta mengangguk pelan menjawab pertanyaan Naruto yang ingin menjadi kekasihnya. Hal inimembuat hati Naruto menjadi sangat bahagia.
Kushina melepaskan pelukannya lalu melingkarkan tangannya di leher Naruto. Ia kemudian menarik kepala Naruto hingga wajah keduanya berjarak beberapa kilometer eh salah sentimeter.
Naruto juga mengangkat kepala Kushina hingga bibir keduanya langsung bertemu.
Cup!
Tidak ada paksaan ataupun nafsu dalam ciuman mereka melainkan ciuman yang menandakan rasa cinta dari keduanya. Latar bulan purnama semakin memperindah ciuman keduanya hingga mereka melepaskannya karena kebutuhan udara.
"Mari kita kembali. Kushina-Hime." Kushina mengangguk paham lalu kembali memeluk erat tubuh Naruto.
Untuk menghemat waktu. Naruto langsung menggunkan Shunshin menuju ke apartemennya.
.
SKIP TIME
Setelah tiba di kamar Kushina. Naruto bisa mendengar Kushina kini tertidur dengan pulas karena kelelahan. Naruto berjalan menuju tempat tidur dan menurunkan Kushina dengan pelan ke tempat tidurnya.
Naruto tersenyum ke Kushina dan mengecup kening Kushina dengan lembut lalu menutupi tubuh Kushina dengan selimut.
Naruto enggan meninggalkan Kushina karena takut Anbu lainnya akan mendatangi mereka langsung mengambil kursi yang terletak di samping tempat tidur Kushina. Ia lalu duduk sambil menemani Kushina tertidur hingga dewi mimpi pun menjemput Naruto.
.
SKIP TIME
Sang mentari mulai menampakkan wujudnya. Kicauan burung menandai hari baru di desa Konoha dimulai. Dengan pelan kelopak mata Kushina terbuka hingga menampakkan manik Violet miliknya. Hal yang pertama dilihat Kushina adalah kepala Naruto yang berada di sampingnya sementara tubunya duduk pada kursi kecil di samping ranjang.
"Ternyata Naruto-kun tertidur disini setelah menidurkanku." Batin Kushina sambil mencoba duduk di atas tempat tidurnya.
Setelah posisinya dirasa sudah baik. Kushina membelai lembut surai kuning Jabrik Naruto yang sedang tertidur. Merasa ada yang membelai lembut rambutnya Naruto perlahan membuka kelopak matanya dan mencoba mengankat kepalanya.
Hal pertama yang Naruto lihat adalah Kushina yang sedang tersenyum ke arahnya sambil membelai rambutnya.
"Ohayou, Hime-chan." Sapa Naruto.
"Ohayou, Naruto-kun." Balas Kushina lalu menghentikan membelai rambut Naruto.
"Kau sudah merasa baikan." Tanya Naruto dan Kushina mengangguk. "Kalau begitu ayo kita keluar. Aku akan menyiapkan sarapan." Sambung Naruto.
.
SKIP TIME
Karin yang pertama bangun sedang membantu Naruto menyajikan sarapan, ia mengenakan Kimono putih polos hingga lututnya. Rambut merahnya di biarkn tergerai bebas. Tak berselang lama Kushina keluar dari kamarnya. Pagi ini ia mengenakan Kimono panjang hampir mencapai tumitnya tanpa lengan sehingga lengan putih mulus dan sama halnya dengan Karin rambur merah Kushina dibiarkan tergerai bebas sehingga menampilkan kesan cantik dari mereka berdua.
Untuk menghemat waktu mereka bertiga langsung duduk dan menikmati sarapan pagi buatan Naruto. Kushina duduk di samping Naruto sementara Karin berada di depan keduanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi sewaktu malam." Tanya Karin lalu menatap keduanya dengan seringai jahir, "Jangan-jangan Nii-chan dan Kushina-Neechan melakukan..."
"Semelam aku diculik oleh Anbu." Potong Kushina langsung.
"APA!" Karin langsung terkejut mendengar perkataan Kushina.
"Dan Naruto-kun yang menyelamatkanku." Sambung Kushina sambil tersenyum ke Naruto.
"Oh iya Kushina-chan. Apa kau tahu alasan Danzou-teme itu ingin menculikmu." Tanya Naruto setelah menelan makanannya.
"Anbu yang menculikku mengatakan bahwa orang bernama Danzou itu menginginkan Kekkei Genkei di dalam diriku." Jawab Kushina.
"Kekkei Genkei!" Terkejut Karin.
"Aku juga tidak tahu mengenai Kekkei Genkei yang aku miliki." Jelas Kushina.
"Tenang saja. Aku akan mencari tahu jika aku Uzuhiogakure nanti." Timpal Naruto.
"Benarkah naruto-kun." Ucap Kushina dan Naruto mengangguk mengiyakan, "Kalau begotu terima kasih." Sambung Kushina.
Mereka kemudian melanjutkan acara Sarapan mereka tanpa memberitahu Karin mengenai hubungan Naruto dan Kushina.
.
.
.
~~ TBC ~~
#Akhirnya Chapter 11 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau dan wordx cuma 2k
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan Beberapa Review.
R : kalena telalu cepet jadi gak bisa bayangin dech gimana jalan critanya
B : Author akan mengusahakan agar tidak terlalu cepat
R : Apa Naruto punya senjata Khusus ? Semacam Gunbai atau Katana ..
B : Akan terjawab di chapter selanjutnya.
R : Koreksi sedikit author-san
Outotou ( adik laki laki)
Imoutou ( adik perempuan )
B : Sankyuu Senpai
R : kapan narukarin bisa mode bijuu?
B : Masih lama...
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
