CHAPTER 7 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 7 : NEW POWER FROM UZUHIOGAKURE ::..
SKIP TIME THREE DAYS LATER
Kini Naruto sedang berada di ruang Hokage untuk bersiap mengambil misi Rank-C ke desa dekat Kirigakure. Naruto mengenakan baju merah polos dan memakai jaket putih tanpa lengan dengan gambar Pusaran air berada di bagian punggung namun tertutup karena jaket tersebut memiliki tudung. Untuk bawahan ia mengenakan celan hitam pendek dan alas kaki standar Ninja. Hitae-atte miliknya di ikat pada lengan kanan baju merahnya.
"Apa kau sudah siap Naruto." Kata Hiruzen dan Naruto mengangguk
"Misi solo pertamamu adalah Rank-C yaitu mengantar paket menuju ke desa dekat Kirigakure." Hiruzen meletakkan sebuah gulungan penyimpanan di atas mejanya.
"Aku mengerti." Ucap Naruto lalu berjalan menuju meja dan mengambil gulungan tersebut.
"Berhati-hatilah Naruto." Kata Hiruzen
"Baik Jiji. Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Naruto lalu menghilang diikuti kepulan asap.
.
SKIP TIME
Kini Naruto berada di gerbang utama Konoha ditemani oleh Karin dan Kushina.
"Hati-hati ya, Nii-chan." Kata Karin.
"Aku akan kembali paling lambat tujuh hari lagi. Jaa Nee Karin-chan. Kushina-chan." Ucap Naruto lalu menaikkan tudung jaketnya hingga menutupi rambut pirangnya dan membuat lambang Uzumaki yang berada di punggung-nya terlihat.
Naruto lalu menghampiri Karin dan Kushina. Ia mengacak-ngacak rambut Karin lalu memberikat ciuman singkat pada bibir Kushina. Wajah Kushina langsung memerah begitupula Karin yang melihat adegan singkat itu.
Setelah itu naruto pun memulai misinya dan berlari hingga ia tidak terlihat lagi. Wajah Kushina masih belum berhenti memancarkan semburat merah.
"Apa Kushina-neechan tidak marah dicium oleh Nii-chan seperti barusan." Tanya Karin penuh selidik
"Tidak kok. Bagaimana mungkin aku marah jika orang yang kucintai menciumku." Jawab Kushina sambil tersenyum disertai semburat tipis di pipinya.
"Cintai? Hee! Jangan-jangan Nii-chan dan Kushina-Niichan sedang.."
"Pacaran." Potong Kushina dan sontak Karin langsung terkejut mendengarnya.
"Heee! Bagaimana bisa?" Tanya Karin sambil terkejut.
"Nanti saja aku jelaskan di apartemen." Kata Kushina lalu berjalan menuju apartemen mereka bersama Karin.
.
SKIP TIME
Kini Naruto hampir tiba di desa tujuan misinya. Naruto memperlambat lajunya dan berhenti di salah satu dahan pohon untuk beristirahat sejenak. Belum sempat mengeluarkan bekal yang ia bawa dari dalam Fuinjutsu miliknya tiba-tiba 10 Missing-nin langsung muncul di dahan pohon di depannya.
"Oe! Bocah serahkan semua barang bawaanmu." Ucap salah satu dari mereka yang sepertinya ketua dari mereka.
"Bagaimana kalau aku tidak mau." Ucap Naruto datar
"Kalau begitu bersiaplah untuk mati!" kata sang ketua lalu membuat sebuah Handseal. Diikuti beberapa dari anggotanya.
Katon : Goukakyu no Jutsu
Fuuton : Daitoppa
Bola api yang dikeluarkan sang ketua langsung membesar setelah badai angin yang ditambahkan oleh anggotanya langsung melesat menuju ke arah Naruto. Dan dengan cepat Naruto membuat Handseal.
Mokuton : Mokujoheki
Kayu mulai bermunculan dari pohon tempat Naruto berdiri dan perlahan membentuk kubah pelindung.
Blaar!
Bola api yang berukuran besar langsung berbenturan dengan kubah pelindung Naruto. Pohon dan kubah pelindung Naruto pun mulai hangus terbakar hingga membuat Naruto membuka bagian belakang kubah miliknya dan melompat keluar.
Naruto yang masih di udara langsung terkejut ketika satu Missing-nin bersiap melancarkan tendangan kaki kiri. Naruto tidak tinggal diam langsung membuat Handseal.
Fuuton : Shinkuha
Naruto menghembuskan angin dari mulutnya sehingga membuat dirinya terdorong naik dan menghindari tendangan Missing-nin. Naruto lalu mempertipis hembusan angin miliknya dan menggerakkan kepalanya ke arah kanan.
Sraash!
Tubuh sang Missing-nin langsung terkena hembusan angin tipis Naruto dan membuat tubuh Missing-nin tersebut mengeluarkan darah segar.
Naruto yang masih melayang kembali membuat Handseal.
Fuuton : Shinkugyoku no Jutsu
Puluhan pedang angin langsung tercipta di sekitar Naruto dan melesat menuju sembilan Missing-nin tersebut.
Jleeb! Jleeb!
Empat pedang angin Naruto berhasil mengenai empat Missing-nin tersebut dan lima lainnya berhasil menghindarinya.
Setelah mendarat Naruto langsung melesat menuju lima Missing-nin yang tersisa dan mengeluarkan tiga Shuriken dari Fuinjutsu di tangan kirinya. Naruto lalu melempar tiga Shuriken tersebut sambil berlari dan membuat Handseal.
Shuriken Kagebunshin no Jutsu
Tiga Shuriken yang dilempar Naruto langsung menjadi ratusan. Tiga Missing-nin langsung membuat Handseal dan menghentakkan tangan mereka ke tanah.
Doton : Doryuheki
Tiga buah dinding tanah langsung melindungi ketiganya dari Shuriken Naruto dan dua sisanya hanya bisa pasrah karena belum sempat membuat Handseal dan alhasil tubuh keduanya langsung terkena beberapa Shuriken Naruto.
"Tinggal tiga lagi." Ucap Naruto lalu menggunkan Shunshin dan muncul di belakang ketua Missing-nin tersebut.
"Sejak kapan ia berada di belakangku." Batin sang ketua setelah menyadari Naruto sudah berada di belakangku.
Melihat ketua mereka dalam bahaya. Dua Missing-Nin yang tersisa langsung melesat menuju Naruto dan mengeluarkan katana milik mereka begitupula sang ketua yang segera mencabut katana miliknya dan mengayunkan secara horizontal ke kepala Naruto.
Naruto yang melihat tiga pedang yang mengarah kepadanya sekaligus langsung menutup matanya lalu membukanya kembali. Manik Sapphire kini berganti menjadi pola riak air berwarna ungu.
Naruto merentangkan kedua tangannya dan bergumam pelan.
Shinra Tensei
Tiga pedang yang sudah berjarak beberapa 20,31 sentimeter dari Naruto langsung terhempas bersama dengan tiga orang yang mangayunkan pedang tersebut hingga tidak sadarkan diri.
"Huuft...menggunkan Shinra Tensei masih menguras banyak chakraku." Rinnegan Naruto kembali ke manik Sapphire miliknya.
"Sebaiknya aku melanjutkan misiku agar mempunyai banyak waktu untuk menjelajahi Uzuhiogakure." Ucap Naruto lalu melanjutkan perjalanannya. Ia mengurungkan niatnya untuk beristirahat.
.
SKIP TIME
Setelah pengantar paket ke desa tujuan misinya. Naruto meminta kepada sang kepala desa tersebut untuk menunjukan letak reruntuhan Uzuhiogakure. Dengan senang hati sang kepala desa memberitahukan kepada Naruto karena telah mengantarkan paket penting ke desa miliknya.
Setelah mengetahui lokasi reruntuhan Uzuhiogakure. Naruto menyempatkan diri untuk mengisi perutnya di kedai ramen di desa tersebut.
Kini Naruto berada di atas sebuah bukit sambil menatap reruntuhan desa Uzuhiogakure. Kata pertama yang diucapkan Naruto adalah 'Parah'.
Setelah Naruto merasa cukup untuk menatap reruntuhan Uzuhiogakure ia memutuskan untuk menjelajahi reruntuhan tersebut.
Naruto berjalan dengan santai di tengah-tengah reruntuhan. Sejauh mata memandang tidak ada bangunan yang utuh semuanya hampir rata dengan tanah. Setelah beberapa lama berjalan. Mata Naruto langsung tertuju pada suatu bangunan besar yang hampir rubuh. Menurut prediksi Naruto bangunan tersebut adalah gedung pemimpin desa.
"Apa sebaiknya aku masuk ke dalam." Gumam Naruto.
Rasa keingintahuan Naruto akhirnya muncul dan berjalan memasuki gedung tersebut.
.
Sementara itu di sebuah podok kecil dekat dengan reruntuhan Uzuhiogakure. Tampak seorang kakek berambut merah panjang serta jenggok putih yang juga panjang mengenakan Kimono merah sedang duduk santai sambil membaca buku bertuliskan Icha-Icha Paradise.
"Seseorang telah melewati Kekkai yang kupasang di sekitar gedung Uzukage." Kakek tersebut langsung menutup buku miliknya setelah menyadari ada yang melewati Kekkai miliknya.
Tanpa pikir panjang, Kakek tersebut keluar dari pondok miliknya dan berjalan menuju gedung Uzukage.
.
Kembali ke Naruto. Kini ia tengah berada di sebuah ruangan yang cukup luas. Ruangan tersebut masih terlihat utuh dikarenakan ruangan tersebut berada di bawah tanah.
Setelah beberapa lama memandangi ruangan tersebut, tiba-tiba Naruto merasakan ada seseorang yang berjalan menuju ke tempatnya. Naruto langsung membalikkan badannya dan benar saja kini ada seorang Kakek tua yang sedang berdiri di depannya sambil memasang tatapan tajam.
"Siapa kau? Apa maksudmu dengan lancang memasuki gedung ini dan bagaimana kau bisa melewati Kekkai milikku." Tanya Kakek tersebut secara bertubi-tubi masih dengan tatapan tajam.
"Aku Naruto. Aku kesini hanya untuk melihat-lihat reruntuhan disini dan Kekkei apa yang Jiji maksud." Jawab Naruto tetapi lupa atau tidak ingin menyebut marganya. Lalu membuku tudung jaketnya.
"Aku memasang Kekkai mengelilingi gedung ini."
"Aku tidak melihat ada Kekkai yang mengelilingi gedung ini." Kata Naruto.
"Itu adalah Kekkai spesial Klan Uzumaki. Hanya orang yang memasang yang dapat melihatnya. Dan seharusnya kau sudah mati ketika melewati Kekkai itu, karena kau bukan seorang Uzumaki." Jelas sang Kakek.
"Oh aku lupa. Saya akan mengulangi namaku. Aku Uzumaki Naruto." Naruto kembali menyebutkan namanya.
"Kau bohong, kenapa warna rambutnya kuning cerah. Seharusnya jika kau seorang Uzumaki warna rambutmu pasti merah cerah." Kata sang Kakek belum yakin.
"Itu karena rambutku mengikuti warna rambut Tou-san namun aku memiliki seorang adik bernama Uzumaki serta seorang lagi bernama Uzumaki Kushina. Meraka meiliki warna rambut mirip dengan Jiji dan juga Kaa-san." Jelas Naruto sambil tersenyum.
"Aku belum sepenuhnya percaya bahwa kau seorang Uzumaki walaupun sudah melewati Kekkai milikku dan ngomong-ngomong siapa nama Kaa-sanmu?" Tanya sang Kakek.
"Nama Kaa-san adalah Uzumaki Ayuki." Sang Kakek langsung shock setelah mendengar nama Ayuki dan berlari memeluk Naruto.
"Eh! Kenapa Jiji memelukku?" Bingung Naruto ketika sang kakek memeluknya.
"Aku tak menyangka jika aku memiliki seorang cucu." Jawab sang Kakek dan sontak membuat Naruto langsung terkejut mendengar kata cucu.
"Cucu? Memangnya Jiji ini siapa dan kenapa Jiji memanggilku cucu?" Jawab Naruto lalu memberi pertanyaam dam masih terkejut. Sang Kakek lalu melepaskan pelukannya.
"Aku Uzumaki Arashi. Tou-san Ayuki dan Sandaime-Uzukage." Jawab Arashi.
"Uzukage! Tou-san dari Kaa-san. Itu artinya anda adalah Jiji-ku." Ucap Naruto semakin terkejut.
"Dimana Ayuki-chan sekarang aku sangat ingin bertemu dengannya setelah aku mengirimnya ke Konoha agar selamat dari pembantaian."
Naruto langsung tertunduk lesuh hingga rambutnya menutupi matanya. mengingat ibunya telah meninggal. Arashi yang melihat Naruto langsung memeluknya kembali.
"Jiji mengerti kau tak usah membicarakannya." Kata Arashi mencoba menenangkan Naruto.
"Tetapi aku bangga karena Kaa-san mati karena melindungi dan Karin-chan..." Naruto menceritakan kisah kematian Ayuki. Arashi langsung tersenyum ketika mendengar cerita Naruto
"Jadi seperti ceritanya." Ucap Arashi dan Naruto mengangguk.
"Yosh...Karena kau sudah berada disini aku akan melatihmu, Naruto-kun." Ucap Arashi dan sontak Naruto sedikit terkejut.
"Tapi Jiji aku tidak mempunyai banyak waktu, bisa-bisa Karin-chan dan Kushina-chan menjadi khawatir." Kata Naruto.
"Tenang saja. Aku mempunyai cara." Ucap Arashi lalu membuat Handseal dan setelah itu memegang Naruto.
Jikkukan Hōrī
Seketika Naruto dan Arashi langsung berpindah dimensi. Kini mereka berada di padang rumput tak berujung dan sontak Naruto langsung terkejut.
"Dimana ini Jiji?" Tanya Naruto sambil mengedarkan pandangannya.
"Ini adalah dimensi ciptaanku. Disini aku adalah dewa jadi aku bisa melakukan apapun sesukaku. Aku akan mengubah tempo waktunya menjadi satu tahun disini sama dengan satu hari di dunia." Jelas Arashi membuat Naruto menjadi terkagum-kagum.
"Tapi sebelum aku melatih. Aku ingin sedikit melihat kemampuanmu karena kulihat kau seorang Shinobi." Kata Arashi dan Naruto mengangguk paham.
"He! Kalau begitu aku akan mengeluarkan seluruh kemampuanku." Naruto menyeriangai dan langsung melesat ke arah Arashi.
Naruto langsung menyerang Arashi dengan Taijutsu tingkat tinggi. Namun Arashi dengan mudah menahan dan menghindari serangan Naruto. Merasa serangannya tidak berhasil Naruto melompat kebelakang dan membuat Handseal.
Suiton : Suiryuudan no Jutsu
Seekor Naga air yang tercipta dari udara muncul di belakang Naruto dan sontak Arashi langsung terkejut melihat Naruto menciptakan air dari udara. Dengan perintah Naruto naga tersebut langsung melesat menuju Arashi yang kini sedang merapatkan Handseal.
Katon : Gouryuuka no Jutsu
Arashi menyemburkan api dan berubah bentuk menjadi Naga api. Kedua naga tersebut langsung berbenturan dan "BLAAARR" Kepulan asap tebal langsung menyelimuti keduanya. Melihat pandangan Naruto terganggu akibat asap tebal, Arashi langsung membuat Handseal.
Fuuton : Shinkugyoku no Jutsu
Puluhan pedang angin langsung tercipta di sekitar Arashi dan pedang angin tersebut langsung melesat menuju Naruto. Mengetahui ada sesuatu yang mendekat Naruto langsung membuat Handseal dan menghentakkan kedua tangannya di padang rumput tersebut.
Mokuton : Mokujoheki
Akar-akar langsung bermuncul dari tanah dan membentuk sebuah kubah pelindung di sekitar Naruto.
Tap! Tap! Tap!
Puluhan pedang angin tersebut tertancap di kubah milik Naruto. Naruto kembali merapatkan Handseal.
Mokuton : Jokai Kuotan
Tanah di depan kubah Naruto tiba-tiba bergetar dan puluhan pohon langsung tercipta dan mengarah Arashi. Arashi belum mengtahui apa yang mengenainya karena kepulan asap masih menyelimuti lokasi bertarung mereka. Ia langsung membuat Handseal.
Fuuton : Daitoppa
Hembusan angin yang cukup besar langsung menghilangkan kepulan asap tersbut. Dan alangkah terkejutnya Arashi ketika melihat apa yang mengarah ke dirinya. Dengan cepat puluhan atau bahkan ratusan pohon mengarah ke dirinya.
"Ini Mokuton. Jutsu milik Senju Hasirama-sama. Bagaimana bisa Naruto-kun mengusai Jutsu ini." Batin Arashi. Dengan cepat ia langsung membuat Handseal.
Katon : Gouka Messitshu
Arashi menyemburkan api berintensitas sangat besat sehingga laju dari pohon Naruto berhasil tertahan. Setelah beberapa lama akhirnya pohon Naruto berhenti dan tersisa hanya sebuah hutan kecil di depan Naruto dan Arashi.
Naruto menghilngkan kubah kayu miliknya dan melompat ke atas pohon yang paling tinggi. Mata Naruto kini berganti menjadi pola riak air berwarna ungu. Arashi langsung terkejut melihat Rinnegan milik Naruto.
"Itu Rinnegan, Doujutsu terkuat yang pernah ada yang konon hanya dimiliki Rikudō Sennin." batin Arashi sambil memperhatikan Rinnegan milik Naruto. "Aku akan menanyakan bagaimana ia mendapat Doujutsu itu."
"Saatnya mencoba Jutsu lain dari Rinnegan ini." Gumam Naruto lalu mengarahkan tangannya ke Arashi.
Bansho Tenin
Seketika tubuh Arashi langsung tertarik ke Naruto. Namun ia masih sempat membuat Handseal lalu bergumam pelan.
Katon : Goukakyu no Jutsu
Dalam keadaan tertarik Arashi menyemburkan bola api dari dalam mulutnya. Seketika Naruto menghentikan tarikannya lalu merentangkan kedua tangannya.
Gakidō
Sebuah benda bulat berwarna biru sedikit transparan langsung menyerap bola api milik Arashi. Terkejut Arashi ketika melihat bola api miliknya dihisap oleh Naruto.
"Apa ia menghisap bola api milikku." Batin Arashi.
"Jadi seperti ini kemampuan dari Rinnegan." Teriak Arashi dan Naruto tersenyum bangga.
"Namun aku belum serius Naruto, bersiaplah." Arashi berteriak kembali.
.
SKIP TIME
"Hozss...hozss...hozss." Naruto ngos-ngosan ketika ia sudah kehabisan chakra namun Rinnegan miliknya masih aktif.
"Apa maksudnya ini, chakra Arashi-Jiji masih belum habis setengahnya."
"Ini adalah kemampuan khusus yang dimiliki olehku." Jawab Arashi karena mengetahui pikiran Naruto.
"Bagaimana bisa Arashi-Jiji mengetahui pikiranku." Batin Naruto sedikit terkejut.
"Itu juga adalah kemampuan jutsu ini, Naruto." Jawab Arashi kembali dan kini Naruto sudah dilanda shock berat. Pantas dari tadi serangannya tidak ada yang berhasil.
"Sudah cukup Naruto. Aku sudah melihat seluruh kemampuanmu dan aku sangat kagum mengingat kau masih muda dan kemampuanmu sudah setara Kage." Kata Arashi dan Naruto pun menonaktifkan Rinnegan miliknya
Arashi berjalan ke arah Naruto yang sudah bergaya Rukuk sambil ngos-ngosan.
"Coba jelaskan bagaimana bisa kau sekuat itu Naruto." Tanya Arashi dan Naruto memperbaiki posisinya lalu mulai menceritakan bagaimana ia bisa sekuat sekarang.
"Jadi Rinnegan milikmu diberikan langsung oleh Rikudō Sennin dan dilatih olehnya selama empat tahun." Arashi kini dilanda shock berat mendengar penjelasan Naruto.
"Sebaiknya kira istirahat dulu." Ucap Arashi lalu menciptakan sebuah pondol di dalam dimensinya.
.
Keesokan harinya Arashi menjelaskan kekuatan yang ia pakai kemarin ketika sparring dengan Naruto.
"Uzujutsu Ougī : Hōrīaizu. Itu adalah Jutsu rahasia milik klan kita Naruto." Ucap Arashi.
"Keistimewaan jutsu itu adalah..." Arashi menggantung kalimatnya.
"Pertama adalah chakra milik sang pengguna tidak akan pernah habis dikarenakan chakra di dalam tubuhnya akan selalu bertambah walaupun sudah menggunakannya sebanyak mungkin."
"Jadi itu artinya Jiji mempunyai chakra yang tidak terbatas." Shock Naruto mendengar penjelasan pertama.
"Kedua adalah kau bisa membaca pikiran serta berkomunikasi dengan sesorang lewat pikiran. Sebenarnya kemampuan itu sedikit menganggu tapi juga sangat menguntungkan saat bertarung." Naruto kembali Shock.
"Dan yang terakhir adalah kau akan memiliki Dimensimu sendiri seperti tempat kita sekarang yang notabene adalah dimensi milikku." Kemampuan terakhir tersebut pun membuat Naruto semakin shock serta kagum.
"Ada beberpa justu atau kemampuan yang belum Kakek ketahui." Tambah Arashi
"Maukah Arashi-Jiji mengajarkan Jutsu itu...Kumohon." Naruto memohon agar diajari jutsu tersebut. Ini pertama kalinya Naruto memohon untuk diajarkan.
"Sudah pasti aku akan mengajarimu dan kuharap kau bisa menemukan jutsu dan kemampuan lainnya." Ucap Arashi
"Benarkah Arashi-Jiji, eh salah Arashi-sensei." Ucap Naruto dengan tersenyum
"Baiklah ayo kita mulai pelatihannya dan pertama-tama kakek harus menanamkan jutsu itu kepadamu." Ucap Arashi lalu mengeluarkan sebuah gulungan yang cukup besar dengan motif lambang Klan Uzumaki.
Arashi lalu membuka gulungan tersebut lalu menyuruh Naruto untuk meneteskan darah miliknya pada bagian tengah gulungan tersbut dimana ada sebuah lingkaran dan disekitar lingkaran tersebut terdapat banyak sekali simbol dan tulisan aneh yang tidak dapat dibaca oleh Naruto.
Naruto mengkuti perintah Arashi lalu menggigit ibu jarinya lalu meneteskan beberapa tetes darah di lingkaran tersebut.
"Persiapan sudah dilakukan." Ucap Arashi setelah menyelesaikan Handseal yang cukup rumit.
Uzujutsu Ougī : Hōrīaizu
Arashi meletakkan kedua tangannya pada lingkaran di dekat lingkaran tempat darah Naruto dan seketika sebuah cahaya orange langsung muncul lalu memasuki tubuh Naruto.
"Bagaimana naruto-kun, apa jutsunya berhasil." Batin Arashi pada Naruto.
"Jutsu berhasil Arashi-sensei. Jutsu ini sangat keren-ttbayou." Batin Naruto dan Arashi tersenyum
"Yosh...Mari kita mulai latihannya Naruto-kun." Ucap Arashi.
"Ha'i, Arashi-sensei." Jawab Naruto dengan mantap
.
.
.
SKIP TIME
Setelah lima tahun berlatih di dimensi Arashi atau lima hari di dunia. Akhirnya Naruto menguasi Hōrīauzu miliknya. Naruto sudah menciptakan dimensinya sendiri. Kemampuan membaca pikiran miliknya juga sudah sempurna. Kini ia sedang berusaha untuk menciptakan Genjutsu dari kemapuan Hōrīauzu miliknya.
Selama lima tahun itu juga Naruto berhasil memasteri Fuuton, Suiton dan Mokuton. Doton miliknya juga hampir dimasteri. Katon dan Raiton masih dalam tahap menguasai. Taijutsu dan Kenjutsu miliknya tidak terjadi peningkatan singnifikan. Sementara untuk Fuinjutsu ia diajari beberapa Fuinjutsu Uzumaki dan untuk Genjutsu bisa dibilang masih sangat rendah.
Kini Naruto dan Arashi sedang bersiap untuk kembali ke dunia.
"Terima kasih untuk semua Arashi-Jiji." Kata Naruto. Naruto memanggil sensei apabila mereka sedang berlatih.
"Kuharap kau menggunkan kekuatanmu di jalan yang benar Naruto-kun." Kata Arashi dan Naruto mengangguk pasti.
"Dan sebelum kau kembali ke Konoha. Aku mempunyai dua permintaan sebenarnya permintaan yang kedua tidak dilakukan juga tidak apa-apa." Kata Arashi.
"Apa permintaan Arashi-Jiji?" Tanya Naruto antusias.
"Yang pertama adalah Kakek sangat menginginkan agar kau dapat membangkitkan klan kita kembali dan sepertinya kau sudah mempunyai orang yang tepat untuk membantumu." Ucap Arashi tersenyum mesum karena Naruto pernah menceritakan tentang Kushina.
"Aku akan berusaha disamping tujuanku untuk mendamaikan dunia." Ucap Naruto mantap dan Arashi tersenyum bangga mendengar Naruto.
"Dan yang kedua?" Tanya Naruto dan mendengar hal itu Arashi langsung memasang wajah mesum hingga membuat Naruto Sweatdrop.
"Perasaanku tidak enak." Batin Naruto dan tidak sadar bahwa Arashi dapat mengetahui pikirannya.
"Apa maksudmu dengan perasaan tidak enak." Kata Arashi.
"Uh! Sial aku lupa kalau aku dan Arashi-Jiji bisa membaca pikiran." Kata Naruto sambil mengacak rambutnya.
"Aku minta padamu jika mengunjungi kakek di lain waktu tolong beliin kakek edisi ke-2 dan edisi seterusnya buku ini." Arashi memperlihatkan buku Icha-Icha Paradise edisi ke-1 pada Naruto.
"Sudah kuduga ia juga mesum, aku bisa melihat dari ekspresinya tadi." Batin Naruto dan lagi-lagi tidak sadar.
"Apa maksudmu mengatakan kalau kakek itu mesum." Bentak Arashi.
"Sial aku lupa lagi." Naruto kembali mengacak rambutnya.
"Kenapa Arashi-Jiji tidak membuatnya di dimensi Arashi-Jiji." Tanya Naruto.
"Aku lupa memberitahumu mengenai hal ini. Kita tidak bisa menciptakan sesuatu yang belum kita lihat di dimensi milik kita Naruto." Ucap Arashi dan Naruto ber'oh'ria.
"Baiklah Arashi-Jiji. Aku akan membawakannya." Ucap Naruto pasrah.
"Oh iya hampir lupa! Kakek punya tiga hadiah buat Naruto." Kata Arashi lalu mengeluarkan tiga dua gulungan berbeda ukuran.
"Yang pertama adalah ini."
Gulungan yang kecil langsung menghilang dari tangan Arashi dan digantikan sebuah jubah putih dengan motif api biru di bagian bawah dan ujung kedua lengannya. Dan di punggung terdapat kanji bertuliskan "YONDAIME-UZUKAGE" serta lambang klan Uzumaki berada di atas kanji tersebut.
"Kakek mengankatmu sebagai Yondaime Uzukage yang baru untuk menggantikanku. Walaupun di desa ini tidak ada lagi penduduk. Dan hal ini sangat berkaitan dengan tugas kamu yang pertama." Jelas Arashi sementara Naruto hanya bengong.
"Maaf Arashi-Jiji, bukannya aku menolak tetapi aku masih Genin dari Konoha. Jika aku menerimanya otomatis aku harus berhenti menjadi Genini Konoha." Ucap Naruto setelah bengong.
"Kau tidak perlu berhenti menjadi Genin Konoha. Dan kau boleh menyembunyikan statusmu sebagai Uzukage kepada orang lain dan suatu saat gelarmu sebagai Uzukage akan berguna." Kata Arashi dan akhirnya Naruto menerima tugas sebagai Uzukage.
Naruto lalu mengambil jubah tersebut lalu menaruhnya dalam Fuinjutsu di tangan kirinya.
"Selanjutnya adalah hadiah kedua." Kata Arashi
Gulungan kedua yang berukuran sedang langsung mengeluarkan sebuah pedang berwarna hitam setinggi Arashi yaitu 185cm dan sedikit lebar dan di ujungnya terdapat lambang Uzumaki. (Bayangin pedang Mihawk di One Piece tetapi di ujung gagangnya terdapar lambang klan Uzumaki). Dan menamcap di depan mereka.
"Ini adalah Kokutō Yoru atau Black Night Sword. Ini adalah pedang terkuat dan tertajam yang pernah di buat oleh Uzuhiogakure." Kata Arashi sementara Naruto menatap bingung pedang tersebut.
"Tapi Arashi-jiji, aku lihat pedang itu terlihat tumpul." Ucap Naruto sambil memperhatikan pedang tersebut.
"Itulah adalah keistimewaan Kokutō Yoru. Jika orang yang menggunakan Kokutō Yoru bukan seorang Uzumaki maka pedang ini menjadi tumpul dan sebaliknya jika seorang Uzumaki yang menggunkannya maka Kokutō Yoru ini dapat memotong apa pun." Jelas Arashi dan Naruto kembali mengangguk paham.
"Kokutō Yoru sebenarnya masih mempunyai rahasia yang bahkan kakek saja tidak dapat menemukan rahasia tersebut. Aku berharap kau dapat membuka rahasia tersebut."
Naruto yang baru bertinggi 160cm tidak ambil pusing langsung memasukkan ke dalam Fuinjutsu miliknya dan jika tingginys sudah setara dengan pedang itu maka ia akan menaruhnya di punggung.
"Dan untuk hadiah terakhir..." Arashi menggigit jempolnya lalu menempelkan darah miliknya pada tangan yang satunya dan membuat Handseal.
Kuchiyose Ougī : Hajiri Senshi
Di belakang Arashi langsung tercipta sebuat lubang hitam berukuran besar dan perlahan mengeluarkan sesuatu yang sanga besar.
Dan akhirnya tampaklah sesosok samurai setinggi 30 meter. Ia mengenaka topeng beerbentuk tengkorak dengan dua bekas sayatan di kedua lubang mata topengnya serta seragam samurai lengkap berwarna merah dengan lambang pusaran air di punggungnya. Dua pedang panjang tampak tergantung di kedua pinggulnya.
"Ada Arashi-sama memanggilku." Ucap Sang Samurai
"Hajiri-san. Aku ingin kau menjadi Kuchiyose anak ini." Kata Arashi sambil menunjuk Naruto yang terkagum-kagum melihat kuchiyose di depannya.
"Siapa bocah itu dan yang jelas aku tidak akan mau." Kata Hajiri dengan nada berat.
"Dia adalah Uzumaki Naruto, ia cucuku dan juga seorang Yondaime-Uzukage."
"Benarkah ia seorang Uzumaki. Kenapa warna rambutnya beda dengan Uzumaki pada umumnya."
"Itu karena ia mengikuti warna rambut ayahnya. Dan yang jelas kau harus menjadi Kuchiyosenya kerena ia satu-satunya harapan kita agar Klan Uzumaki bangkit kembali." Jelas Arashi.
"Baiklah karena ini demi Uzumaki. Bocah itu akan menjadi masterku sekarang." Kata Hajiri dan kini suara sudah tidak terdengar berat lagi. "Dan damulai sekarang aku akan memanggilmu Naruto-sama."
"Kau tak usah seformal itu padaku cukup Naruto saja." Ucap Naruto santai
"Baiklah. Naruto-"
"Benar kan jadi enak didengarnya."
"-Sama." Sambung Hajiri.
"Terserah padamu." Sungut Naruto.
"Namaku Hajiri Senshi. Aku adalah Prajurit Suci penjaga Klan Uzumaki."
"Oke salam kenal Hajira-san." Naruto mengacungkan jempol ke arah Hajiri.
"Baiklah Naruto-sama. Tanda tangani kontrak ini dan secara resmi aku akan menjadi Kuchiyosemu." Hajiri menjatuhkan sebiah gulungan besar ke depan Naruto.
"Tapi Arashi-Jiji. Aku sudah mempunyai Kuchiyose. Apa tidak apa-apa?" Tanya Naruto dan Arashi mengangguk mengiyakan.
Naruto lalu menandatangi kontrak Kuchiyose Hajiri lalu menggulung kembali dan memberikannya pada Hajiri.
"Baik Naruto-sama. Kau bisa mengembalikanku sekarang." Kata Hajiri.
"Bukannya Kuchiyose bisa menghilang sendiri jika terluka, sudah ingin kembali ataupun waktu Kuchiyosenya habis." Jelas Naruto.
"Itu karena aku adalah Kuchiyose spesial. Aku hanya boleh kembali jika Naruto-sama atau Arashi-sama yang meminta. Nah sekarang kembalikan aku dan jika perlu bantuan langsung panggil saja." Ucap Hajiri dan Naruto mengangguk paham lalu mengembalikan Hajiri.
Pooft!
"Naruto-kun. Hajiri-san itu sangat kuat. Tehnik dua pedangnya sangat hebat ditambah lagi ia bisa menggunakan lima elemen dasar." Jelas Arashi pada Naruto.
"Benarkah Hajira-san sekuat itu." Tanya Naruto dan Arashi mengangguk mengiyakan
"Ano...Arashi-Jiji. Apa aku boleh meminjam beberapa gulungan jutsu klan Uzumaki." Kata Naruto.
"Seluruh gulunagn jutsu Uzumaki pun boleh kau pinjam. Asalkan jangan diberikan atau dipinjamkan pada orang lain." Ucap Arashi dan Naruto mengangguk paham.
Arashi lalu mengeluarkan sebuah gulungan berukuran sedang.
"Di gulungan penyimpanan ini terdapat seluruh salinan gulungan yang asli. dan juga sejarah dari klan kita." Ucap Arashi.
Arashi memberikan gulungan tersebut pada Naruto dan kemudian Naruto menyimpannya pada Fuinjutsu di tangan kirinya."
Lalu Arashi mengembalika mereka ke dunia lebih tepatnya di pondok miliknya. Setelah itu Naruto berjalan keluar pondok dan menaikkan tudung jaketnya.
"Kalau begitu aku pulang dulu. Arashi-Jiji...Jaa Nee." Teriak Naruto sambil melambaikan tangan.
"Hati-hati dan jangan lupa permintaan Jiji." Balas Teriak Arashi dan Naruto mengankat tangannya.
~~ TBC ~~
# Berikut Profil Singkat Naruto.
Nama : Uzumaki Naruto
Umur : 13 Tahun
Rank : High Chunin (Reality : Kage-SS)
Afilasi : Genin Konoha dan Yondaime Uzukage (Disembunyikan).
Perubahan Chakra : Fuuton, Doton, Suiton, Katon dan Raiton
Kekkei Genkai : Mokuton (Yang lain akan menyusul)
Kuchiyose : Kurama dan Hajiri Senshi
#Akhirnya Chapter 7 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasab beberapa Review.
R : Seperti sesi tanya jawab, alangkah baiknya diletakkan di akhir cerita. .itu saranku. .
B : Sankyu sarannya senpai.
R : ko Ayukinya bisa keluar bareng ma Minato,kalo di canon kan sendiri2?
B : Itu karena Minato menyegel chakra miliknya dan Ayuki bersama di dalam tubuh Karin.
R : sukak pair naruhina kasik dong disini jadi nikah 2 dong atau 3 seklaian sama karin hehehehe
B : Author akan pikirin hal tersebut.
R : Lanjut author san kalau bisa alur nya jangan terlalu cepat. Saya mau nanya author san disini lengkarnasi ashura dan indra nya siapa
B : Nanti kita lihat saja...
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
.
