CHAPTER 9 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 9 : NAMI NO KUNI (PART II) ::..
Tim 7 dan 11 serta Tazuna memutuskan untuk pergi ke kediaman Tazuna setelah pertarungan mereka melawan Zabuza. Dan saat ini mereka sudah tiba di depan pintu kediaman Tazuna.
Tok! Tok! Tok!
"Siapa?" Terdengar suara perempuan dari balik pintu.
"Ini aku." Jawab Tazuna
Mendengar suara yang dikenal seseorang yang berada di balik pintu langsung membuka pintu dan tampak seorang wanita berkulit putih dan berambut hitam panjang.
"Syukurlah Tou-san sudah sampai." Ucap sang wanita tersebut.
"Itu berkat mereka. Para ninja Konoha." Tazuna menatap tim 7 dan 11 lalu menghela nafas ketika menatap Naruto dan Karin yang berada di punggung Kakashi dan Sasuke. "Walaupun dua dari mereka pingsan." Sambung Tazuna.
"Kalau begitu cepat bawa mereka ke kamar. Ikuti aku!" Kata anak dari Tazuna a.k.a Tsunami.
Tsunami lalu berjalan diikuti Kakashi yang menggendong Naruto. Sasuke yang menggendong Karin serta Kushina. Sementara yang lainnya mengikuti Tazuna ke ruang makan.
Sasampainya di sebuah kamar yang terdapat dua tempat tidur. Kakashi menidurkan Naruto di tempat tidur yang lumayan besar sementara Sasuke menidurkan Karin tempat tidur yang berukuran sama di sampung tempat tidur Naruto.
"Sabaiknya kita ke ruang makan saja. Aku sudah menyiapkan makanan." Kakashi dan Sasuke mengangguk.
"Kau ikut Kushina?" Tanya Kakashi dan Kushina menggeleng pelan.
"Aku ingin menjaga Naruto-kun dan Karin-chan." Jawab Kushina.
"Baiklah. Tapi beritahu Naruto jika ia sudah sadar bahwa aku membawa pedangnya." Kata Kakashi lalu berjalan keluar diikuti Tsunami dan Sasuke.
.
Hari mulai menjelang sore. Kini Kushina sedang duduk diantara tempat tidur Naruto dan Karin. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Karin dan Naruto. Terlebih lagi Naruto yang pingsan tanpa sebab.
Kushina yang dari tadi menunduk tiba-tiba mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara derakan tubuh Karin. Kelopak mata Karin mulai terbuka pelan dan Kushina langsung menghampiri Karin.
"Kau sudah sadar Karin-chan." Kushina melemparkan pertanyaan retoris. Karin hanya mengangguk pelan lalu berusaha duduk di tempat tidurnya.
"Apa yang terjadi Kushina-Neechan? Dan dimana aku?" Tanya Karin.
"Kau pingsan setelah Naruto -kun menyelamatkanmu dan sekarang kita berada di rumah Tazuna-san." Jawab Kushina. Karin langsung terkejut ketika menatap Kushina atau lebih tepatnya Naruto yang sedang berbaring.
"Apa yang terjadi dengan Nii-chan?" Tanya Karin dengan nada kecil.
"Ia hanya pingsan setelah bertarung dengan orang yang menyerang kita." Jawab Kushina dan Karin langsung tersenyum. Namun tiba-tiba menunduk.
"Nii-chan mungkin akan marah pada kita mengenai ini." Kata Karin pelan dan masih menunduk.
"Tenang saja biar aku yang menjelaskannya pada Naruto-kun." Kata Kushina dan Karin langsung mengankat kepalanya dan tersenyum ke Kushina.
"Bagaimana dengan yang lain?" Tanya Karin kembali.
"Mereka semua baik-baik saja." Jawab Kushina.
"Kau tau Karin-chan. Sewaktu kau pingsan Sasuke yang menggendongmu ke sini dan selama perjalanan ia terus menatap wajahmu dengan khawatir. Dan itu membuatku heran mengingat kata orang-orang Sasuke itu sangat jarang berbicara bahkan khawatir pada seseorang." Tutur Kushina lalu tersenyum tipis.
"Firasatku mengatakan bahwa Uchiha itu menyukaimu." Sambung Kushina dan sontak semburat merah tipis langsung muncul di pipi Karin.
"Sasuke-kun sangat mengkhawatirkanku bahkan menyukaiku." Batin Karin membuat semburat merah di pipinya semakin tampak dan bahkan menambahkan suffix –kun pada nama Sasuke.
"Itu mungkin hanya firasatmu saja Kushina-Neechan." Elak Karin lalu turun dari tempat tidurnya.
"Kau tak usah memanggil dengan 'Kushina-Neechan'cukup namaku saja." Kata Kushina.
"Baiklah. Bagaimana kalau Nee-chan. Karena tidak lama lagi aku akan menjadi Imoutou- Nee-chan." Goda Karin sehingga membuat wajah Kushina memerah.
"Jangan menggodaku Karin-chan. Sebaiknya Karin-chan ke ruang makan dulu pasti kau lapar." Kata Kushina.
"Heh! Jangan-jangan Nee-chan mau melakukan 'itu' setelah Nii-chan sadar." Goda Karin kembali.
"Jangan bodoh Karin-chan mana mungkin aku melakukan itu dengan Naruto-kun. Kami kan masih pacaran-ttebane." Elak Kushina sambil membuang pandangan.
"Baiklah-baiklah." Ucap Karin lalu berjalan keluar.
.
Tim 7, Tazuna dan Tsunami kini sedang berada di sebuah ruangan sedang berbincang-bincang. Namun terhenti sejenak ketika terdengar suara pintu terbuka.
Kreek!
Karin masuk ke dalam ruangan tersebut dan disambung senyuman oleh yang lain minus Sakura. Ia mengenakan baju kaos pink dengan gambar pusaran air di punggungnya serta celana hitam selurut. Rambut merahnya tampak terurai dan mata kanannya tertutup poni karena ia tidak menggunakan Hitae-atte.
"Kau sudah sadar Karin-chan." Sapa Kakashi dan Sasuke bersamaan dan Karin mengangguk pelan.
"Kau pasti lapar. Aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian bertiga." Ucap Tsunami. "Oh iya hampir lupa. Kenalkan aku Tsunami anak dari Tazuna." Sambung Tsunami.
"Salam kenal Tsunami-san. Aku Uzumaki Karin." Balas Karin. "Nanti saja. Aku akan menunggu Nii-chan dan Nee-chan." Tambah Karin.
"Terserah kau saja." Kata Tsunami sambil tersenyum.
Karin lalu berjalan menghampiri semuanya dan duduk di dekat Kakashi.
"Karin-chan boleh aku bertanya sesuatu padamu." Tanya Kakashi dan Karin mengangguk.
"Apa kau pernah melihat Naruto menggunkan pedang itu." Tanya Kakashi sambil menunjuk Kokutō Yoru yang bersandari di dinding.
"Tidak. Memangnya itu pedang Nii-chan. Seingatku Nii-chan tidak mempunyai pedang." Jawab Karin.
"Kakashi-sensei memangnya pedang Naruto itu kenapa." Tanya Rei.
"Menurutku pedang itu sangat aneh." Semuanya langsung memasang wajah heran. "Aneh?" Tanya Rei.
"Apa kalian tadi melihat Naruto memotong pedang Zabuza dengan satu tebasan. Tetapi ketika aku memegang pedang itu entah kenapa pedang itu menjadi sangat tumpul." Jelas Kakashi dan semuanya langsung terkejut.
"Sebaiknya aku tanyakan langsung pada Naruto ketika ia sadar begitu juga dengan cara ia tadi muncul dari lubang misterius tadi." Batin Kakashi
.
Malam harinya mereka semua menyantap makan malam di ruang makan. Sementara itu di kamar. Perlahan Naruto mulai membuka matanya . hal pertama yang dilihat Naruto adalah langit-langit kayu kamarnya.
Naruto berusaha untuk duduk namun merasa ada sesuatu yang menahan tangan kanannya. Ia lalu menoleh ke samping dan mendapati Kushina sedang tertidur dan kepalanya berada di atas tangan kanannya.
Naruto lalu membelai rambut merah Kushina dengan tangan kirinya sambil tersenyum. Kushina yang merasa ada yang membelai rambutnya langsung bangun.
"Gomen! Kushi -chan aku membangunkanmu." Ucap Naruto.
"Tidak apa Naruto-kun. Bagaimana keadaanmu?" Tanya Kushina.
"Sudah mendingan. Gomen sudah membuatmu khawatir dan dimana Karin-chan dan bagaimana keadaanya." Jawab Naruto lalu bertanya pada Kushina.
"Kau itu. Sebaiknya khawatirkan dulu keadaanmu." Kata Kushina sambil memegang kepalanya. "Karin-chan sudah sadar dari tadi sore." Tambah Kushina lalu tersenyum.
"Sudah seharusnya aku khawatir pada kalian berdua." Naruto mengeluarkan cengiran dan membelai rambut merah Kushina kembali.
"Kuharap Naruto-kun tidak marah kepadaku dan Karin-chan." Pikir Kushina sedikit menunduk. Naruto yang bisa membaca pikiran seseorang karena kemampuan Hōrīauzu hanya tersenyum mengetahui pemikiran Kushina.
"Tenang saja aku tidak akan marah." Kata Naruto tersenyum. Kushina langsung mengankat kepalanya menghadap Naruto, "Lagipula kalian tidak terluka." Tambah Naruto.
Kushina sedikit merona karena melihat senyuman Naruto, "Naruto-kun terlihat tampan jika tersenyum." Batin Kushina.
"Hehehe! Terima kasih atas pujiannya." Kata Naruto dengan senyum yang makin lebar.
"He! Apa maksudmu aku tidak memberikan pujian padamu." Elak Kushina.
"Aku ini punya kemampuan membaca pikiran orang jadi kau tak usah mengelak." Jelas Naruto. Kushina yang mendengar langsung terkejut.
"Na-Naruto-kun bisa membaca pikiran." Tanya Kushina
"Iya. Kalau tidak percaya coba pikirkan sesuatu." Jawab Naruto dan Kushina mengangguk.
"Sepulang misi aku akan meminta Naruto-kun mentraktirku ramen." Sembuarat tipis muncul di pipi Kushina. Naruto pun hanya tersenyum dengan apa yang dipikirkan Kushina.
"Oi Oi! Persediaan uangku sedang menipis." Kata Naruto ketus dan Kushina langsung percaya.
"Jangan beritahu ini kepada siapa pun. Nanti aku akan menjelaskannya pada kau dan Karin-chan." Kata Naruto dan Kushina mengangguk paham.
"Sebaiknya kita keluar mungkin yang lain sudah menunggu." Kata Kushina lalu berdiri. Naruto mangagguk dan turun dari tempat tidurnya. Kemudian mereka berdua pun keluar kamar dan menuju ruang makan.
.
Di ruang makan kini semua sedang menikmati makan malam yang disiapkan Tsunami. Tak berselang lama Naruto dan Kushina tiba disana.
"Kau sudah bangun Naruto/Nii-chan." Sapa Karin dan Kakashi.
"Yo Dobe. Bagaimana keadaanmu." Tanya Sasuke.
"Sudah mendingan Teme." Jawab Naruto.
"Sebaiknya kalian kesini. Kalian pasti lapar karena setengah hari tidak makan." Kata Tsunami. Kedua pun bergabung dalam acara makan malam.
.
Setelah menyantap makan malam Tim 7 dan 11 sedang berbincang-bincang di meja makan yang sudah kosong. Tsunami tampak mencuci piring dan Tazuna sedang menggambar sesautu di kertas (?).
"Ngomong-ngomong apa kalian tau dimana Kokutō Yoru?" Tanya Naruto.
"Apa itu Kokutō Yoru?" Bukannya menjawab semuanya malah balik bertanya pada Naruto.
"Pedang hitam milikku." Jawab Naruto.
"Ternyata nama pedangmu Kokutō Yoru. Tunggu disini aku akan mengambilnya." Ucap Kakashi lalu keluar ruangan dan beberapa saat kemudian ia datang membawa Kokutō Yoru. Dan duduk kembali
"Kenapa pedang ini tumpul Naruto. Bukannya tadi pedang ini memotong pedang milik Zabuza." Tanya Kakashi sambil memperhatikan Kokutō Yoru yang masih dipegangnya.
"Coba Kakashi-sensei lihat ujung gagangnya." Kata Naruto dan semuanya langsung menatap ujung gagang Kokutō Yoru.
"Ini kan lambang klan Uzumaki." Kata Kakashi dan Naruto mengangguk pelan.
"Itu adalah pedang milik Uzuhiogakure. Aku menemukan pedang itu disana." Kata Naruto bohong.
"Kokutō Yoru adalah pedang spesial. Jika orang yang memakainya tidak memiliki darah Uzumaki maka pedang itu menjadi tumpul sebaliknya jika orang yang menggunkannnya adalah seorang Uzumaki maka..."
"Pedang ini akan menjadi sangat tajam." Potong Kakashi.
"Itu benar." Timpal Naruto.
"Terus sewaktu kau muncul jutsu apa yang kaupakai." Tanya Kakashi kembali.
"Itu adalah Jikkukan Jutsu dan kenapa aku pingsan itu karena efek dari jutsu tadi." Jawab Naruto.
Semua menjadi tercengan karena Naruto bisa menggunakan Jikukkuan Jutsu. Begitupula dengan kekuatan spesial dari Kokutō Yoru.
"Kakashi-sensei. Menurutku Hunter-nin tadi sedikit mencurigakan." Kata Naruto.
"Ternyata kau menyadarinya juga Naruto." Tanya Kakakshi .
"Aku menyadarinya sebelum pingsan." Ucap Naruto.
"Ano..Kakashi-sensei, Naruto. Apa maksudmu dengan mencurigakan." Tanya Sakura akhirnya bertanya karena bingung dengan pembicaraan Kakashi dan Naruto.
"Sebenarnya cara kerja Hunter-nin adalah jika mereka sudah mengalahkan buruan mereka. Hunter-nin hanya mengambil kepala buruannya sebagai tanda bukti dan badannya akan dibakar habis atau dibuang." Jelas Kakashi. Sakura dan Karin yang mendengar hal itu hampir muntah.
"Itu artinya Zabuza masih hidup." Kata Kushina dan Kakashi mengangguk pelan.
"Tetapi dilihat dari luka yang dialaminya. Mungkin satu minggu lagi ia akan muncul. Jadi besok aku akan memberikan latihan ringan pada tim 7." Tambah Kakashi.
"Kenapa Cuma Tim 7? Kakashi-sensei." Tanya Rei.
"Itu karena Naruto yang akan melatih mereka." Jawab Kakashi.
"Ini pedangmu Naruto." Kakashi memberikan Kokutō Yoru pada Naruto.
"Dobe. Dimana kau menaruh pedang itu?" Tanya Sasuke bingung menlihat ukuran Kokutō Yoru yang sedikit lebih panjang dari Naruto.
Setelah mengambil Kokutō Yoru. Naruto lalu menyentuh lengan kirinya dan sebuah Fuin langsung muncul dan seketika Kokutō Yoru terhisap masuk kedalam Fuin tersebut. Tim 7 minus Kakashi pun langsung terbebelak melihat Kokutō Yoru terhisap.
"Bisa aku lihat Fuin di lenganmu Naruto." Kata Kakashi sedikit bingung dengan gambar Fuin di lengan kiri Naruto. Naruto lalu memperlihatkannya pada Kakashi.
"Kenapa gambar Fuin sedikit berbeda dengan Fuin pada umumnya." Tanya Kakashi.
"Aku sedikit memodifikasinya lalu menulis ulang formula Fuin-nya." Jawab Naruto dan Kakashi sedikit terkejut.
"Yare..Yare. Bisa dibilang Naruto sudah setara dengan Elite Jounin." Batin Kakashi. Naruto yang mengetahui pikiran Kakashi hanya tersenyum bangga.
"Hebat juga kau Naruto. bisa menulis ulang Fuinjutsu. Bisa aku minta formulanya." Puji Kakashi diiringi permintaan
"Heehe. Fuinjutsu memang spesialis Uzumaki. dan mohon maaf karena alu belum menulisnya di gulungan." Kata Naruto cengar-cengir GaJe.
"Lebih kalian beristirahat. Lagipula ini sudah larut malam." Ucap Kakashi dan semuanya mengangguk.
.
Keesokan harinya. Tim 7 berlatih memanjat pohon seperti canon (Rei menggantikan Naruto). Sementara Tim 11 berlatih agak jauh dari tim 7. Itu karena Naruto berniat berlatih di dimensi miliknya.
"Ne Naruto-kun kenapa kita tidak berlatih di dekat yang lain?" Tanya Kushina.
"Itu karena kita akan berlatih di dimensi buatanku." Jawab Naruto. Kushina dan Karin langsung terkejut mendengar perkataan Naruto.
"Nii-chan punya dimensi tersendiri." Kata Karin terkejut.
"Kushina-chan apa kemarin kau melihat bagaimana caraku muncul." Kushina mengangguk paham. "itu adalah gerbang keluar dimensi milikku." Sambung Naruto lalu membuat Handseal.
Jikkukan Hōrī
Di depan mereka bertiga langsung muncul lubang hitam yang dikelilingi simbol-simbol Fuin. Naruto lalu memegang tangan Kushina dan Karin.
"Ayo kita pergi." Ucap Naruto dan seketika mereka langsung terhisap
.
NARUTO DIMENSION
Sebuah lubang hitam langsung muncul di tengah-tengah padang rumput di dimensi Naruto. Setelah Naruto, Karin dan Kushina keluar dari lubang hitam itu.
"Wah indah sekali." Karin dan Kushina terkagum-kagum melihat pemandangan dimensi Naruto. Namun Kushina langsung terkejut ketika melihat Kurama sedang tertidur tidak jauh dari mereka.
"A-Apa itu." Kata Kushina ketakutan melihat seekor rubah berekor sembilan tengah tertidur.
"Tenang saja Kushina-chan. Dia Kurama. Bijuu ekor sembilan dan ia adalah temanku." Naruto mencoba menenangkan Kushina dengan mengelus rambut Kushina.
"Karin-chan aku ingin kau membuat bunshin dan suruh Kurama untuk pindah ke bunshin milikmu. Aku ingin mengatakan sesuatu padanya." Perintah Naruto dan dengan cepat Karin membuat satu bunshin.
Seketika Bunshin Karin langsung berubah menjadi Kyuubi namun bulu yang sedikit gelap.
"Apa yang ingin kau katakan Naruto?" Tanya Kurama Yang.
"Kenapa kau tidak memberi Karin sedikit chakra milikmu ketika ia kelelahan." Tanya Naruto serius.
"Sudah kuduga itu yang kau katakan. Penjelasan adalah aku sebenarnya ingin memberikan sedikit namun aku takut ia tidak bisa mengendalikannya dan malah sebaliknya ia akan tambah terluka walaupun aku bisa menyembuhkannya." Jelas Kurama Yang dan Naruto pun menghela nafas sejenak.
"Baiklah kalau begitu. Karin-chan hari ini kau akan berlatih bersama Kurama." Naruto menatap Karin yang hanya mengangguk paham.
"Tapi Nii-chan. Latihan ini pasti akan memakan waktu yang lama." Kata Karin.
"Tenang saja. Aku akan mengurus hal itu." Ucap Naruto lalu membuat Handseal.
Jikkukan Hōrī : Jizoku hōshutsu
"Apa yang Nii-chan/Naruto-kun lakukan." Tanya Kushina dan Karin bingung karena Naruto membuat Handseal namun tidak terjadi apa-apa.
"Aku mengubah perbedaan waktunya menjadi satu hari di dimensi milikku sama dengan satu jam di dunia." Jelas Naruto. Karin dan Kushina ber'oh''ria sambli kagum.
"Wah. Nii-chan hebat sekali." Kagum Karin.
"Di dimensi ini bisa dibilang aku adalah dewa." Ucap Naruto lalu menjentikkan jarinya. Seketika tiga mangkok ramen muncul di depannya.
"Tapi pertama-tama aku mau makan dulu. Aku sangat lapar." Kata Naruto lalu duduk dan mulai memakan ramen di depannya. Kushina dan Karin sekali kagum melihat Naruto memciptakan ramen hanya dengan menjettikan jarinya.
"Wah! Nii-chan benar-benar hebat." Batin Karin.
"Tewwrimuraa kwuasih pwujiannya." Ucap Naruto dengan mulut penuh dengan ramen. Karin sedikit terkejut mendengar perkataan Naruto.
"Karin-chan sebaiknya jangan mengatakan sesuatu di dalam hati jika Naruto-kun di dekatmu." Kata Kushina dan Karin menjadi heran.
"Memangnya kenapa?" Tanya Karin.
"Itu karena Naruto-kun bisa mengetahui pikiran kita." Jawab Kushina, "Benarkah itu?" Kushina mengangguk pelan.
Glek!
Naruto menelan ramen di dalam mulutnya lalu berkata, "Apa kalian ingin ramen ini aku habiskan." Kedua langsung duduk dan mengambil dua mangkuk ramen dan mulai memakannya.
"Itadakamasu." Ucap keduanya.
Di sela-sela acara makan ramen mereka Naruto menjelaskan semua tentang Hōrīauzu. Karin dan Kushina yang mendengar penjelasan Naruto mengenai Hōrīauzu hanya bisa membelalakan mata. Tak berselang lama kemudian akhirnya mereka selesai menyantap ramen yang disediakan Naruto.
"Nah! Karin-chan apa kita bisa mulai latihannya." Kata Kurama Yang dan Karin mengangguk mengiyakan.
"Sebaiknya kita latihan di hutan itu." Kata Kurama Yang sambil menunjuk hutan di bagian barat.
Kurama Yang lalu meletakkan tangannya dan Karin melompat naik. Setelah itu Kurama menurunkan Karin di atas kepalanya lalu berjalan ke hutan di bagian barat meninggal Naruto dan Kushina serta Kurama Yin yang tertidur pulas.
"Nah! Kushina-chan aku pernah mengatakan bahwa aku akan mencari tahu Kekkei Genkai milikmu." Ucap Naruto.
"Jadi apa kau sudah mengetahuinya?" Tanya Kushina.
"Belum. Tetapi aku seseorang di Uzuhigakure memberikanku seluruh salinan gulungan klan kita." Naruto lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari Fuinjutsu penyimpanan miliknya.
"Ini adalah gulungan penyimpanan dan didalam seluruh gulungan dari klan kita." Ucap Naruto lalu membuka gulungan tersebut dan seketika puluhan gulungan langsung berserakan dimana-mana.
"Baiklah ayo kita cari." Ucap Naruto dan Kushina mengangguk.
Naruto dan Kushina mulai memeriksa satu persatu gulungan yang berserakan. Dan lama kemudian ia akhirnya menemukannya.
"Kekkei Genkei. Rantai chakra." Ucap Naruto.
"Baiklah ayo kita mulai latihannya." Ucap Naruto lalu memberikan gulungan tersebut ke Kushina.
"Naruto-kun sendiri ingin melakukan apa?" Tanya Kushina.
"Aku ingin membuat rumah kecil tempat kita beristirahat serta menyimpan seluruh gulungan milikku." Jawab Naruto.
"Kalau begitu aku latihan Naru-kun." Kata Kushina berjalan menuju tempat yang dirasa bagus untuk membaca gulungan yang dipegangnya.
Naruto lalu berjalan sambil mencari lokasi yang tepat untuk membangun sebuah rumah. Tak lama kemudian ia menemukan lokasi yang tepat. Naruto lalu menjetikkan seketia sebuah pondok kecil langsung keluar dari tanah.
Naruto lalu berjalan masuk ke dalam pondok tersebut. Bagian dalam pondok tersebut masih kosong. Naruto kembali menjetikkan jarinya dan ruangan pondok yang tadinya luas kini menjadi sempit karena di bagian belakang sudah terbagi menjadi lima ruangan. Ruangan paling kanan adalah kamar Naruto disampingnya adalah kamar Karin dan disebelahnya lagi adalah kamar Kushina. Sementara dua ruangan yang tersisa Naruto biarkan kosong.
Naruto lalu masuk ke ruangan kosong yang pertama dan mengeluarkan seluruh gulungan yang berada di Fuinjutsu penyimpanan miliknya dan tak lupa juga ia membuka gulungan penyimpanan yang ia pereloh dari Uzuhiogakure.
Naruto menjentikkan jarinya dan ruangan kosong tersbut langsung dipenuhi rak-rak. Naruto mulai menyusun gulungan miliknya di rak tersebut. Mulai dari gulungan jutsu, teori-teori, sejarah mengenai Shinobi dan yang terakhir adalah gulungan jutsu miliknya pribadi yaitu gulungan mengenai Rinnegan. Mengapa Naruto mempunyai gulungan mengenai Rinnegan itu karena sewaktu Kurama melatihnya Naruto menulis semua yang dikatakan Kurama.
Setelah selesai Naruto keluar dan masuk ke ruangan kosong yang terakhir lalu menjentikkan jarinya. Ruangan tersebut kini penuh dengan perlengkapan Shinobi. Mulai dari dua kotak berukuran sedang yang berisi kunai dan shuriken. Lima buah katana biasa yang terpajang di dinding dan perlengkapan lainnya. Naruto juga telah selesai dengan ruangan kosong di depan lima kamar tersebut. Ia menjadikan ruangan tersebut menjadi dapur dengan perlengkapan masak yang lengkap serta kulkas yang berisi bahan makanan. Dan tak lupa pula Naruto membuat sebuah kamar mandi kecil di samping kiri dapur.
.
SKIP TIMEE
Senja pun tiba di dimensi Naruto (AN : Naruto juga menciptakan matahari dan bulan di dimensi miliknya dan fungsinya pun sama dengan di dunia nyata).
Naruto memutuskan untuk tidur setelah menyelesaikan pondok miliknya dan tak berselang lama Karin, Kurama dan Kushina menghampirinya. Dengan cepat Naruto langsung bangun karena takut diomeli Karin dan Kushina karena tidak berlatih.
"Ne Karin, Kushina! Bagaimana hasil latihannya?" Tanya Naruto.
"Karin sudah bisa sampai tahap satu ekor dan hebatnya lagi penampilan Karin tidak berubah walaupun menggunakan chakraku." Jawab Kurama Yang pada Naruto.
"Kalau begiu hebat dong!" Kata Naruto dan Karin hanya tersenyum.
"Kalau aku sudah bisa mengeluarkan satu rantai chakra dan itu pun belum aku kendalikan dengan sempurna." Ucap Kushina dan dari punggungnya langsung keluar sebuah rantai berwarna keemasan lalu ia memasukkannya kembali.
"Keren." Kagum Naruto dan Karin bersamaan. Kushina hanya tersenyum menanggapinya.
"Sebaiknya kita masuk ke pondok saja." Ucap Naruto dan keduanya menganggukan kepalanya.
"Ne Kurama-chan apa ingin kembali ke tubuhku?" Tanya Karin sebelum melangkahkan kakinya.
"Aku juga ingin berada di sini karena tempat ini nyaman digunakan untuk tidur dan satu lagi jangan menambahkan embe-embel chan dinamaku." Jawab Kurama Yang lalu memulai ritual tidurnya.
"Cih! Yang dan Yin sama-sama hobi tidur." Gerutu Naruto. Dan ketiganya pun masuk ke pondok.
"Sebaiknya kalian mandi dulu dan untuk pakaian aku sudah siapkan di kamar kalian masing-masing." Ucap Naruto pada Karin dan Kushina yang kini berada di dalam pondok.
"Kamar kalian sama dengan kamar di apartemen kita di Konoha begitu juga dengan pakaian kalian." Tambah Naruto.
Karin dan Kushina langsung memberikan Deathglare pada Naruto karena mendengar perkataan yang tadi. Seketika keringat dinxgin langsung membasahi tubuh Naruto.
Bugh! Pletak!
Naruto langsung dihadiahi tendangan dan jitakan dari Karin dan Kushina.
"Ittae... kenapa kalian tiba-tiba menyerangku?" Tanya Naruto sambil meringis kesakitan (?).
"Sama dengan di Konoha. Itu berarti kau sudah membuka lemari pakaian kami dan melihat isinya." Jawab Kushina dengan nada sedikit berat.
"DASAR MESUM!" Teriak keduanya.
Pletak! Pletak!
Kushina dan Karin kembali menjitak kepala Naruto. Tangan kanan Naruto langsung menaikkan bendera putih sementara tangan kirinya mengelus tiga benjolan di kepalanya.
"Gomennasai...sebagai gantinya aku yang akan memasak makanan untuk malam ini." Kata Naruto lirih menahan sakit di kepalanya.
"Memasak? Kenapa Nii-chan tidak menciptakan makanan saja daripada repot." Kata Karin.
"Bisa-bisa jariku bisa hancur karena terus menjetikkannya ditambah lagi aku harus membayangkan terlebih dahulu sebelum menciptkan sesuatu nantinya aku bisa gila." Alasan Naruto dan keduanya pun Sweatdrop mendengarnya.
"Alasan macam apa itu." Batin keduanya yang lupa bahwa Naruto bisa mengetahuinya.
"Heh! Itu kenyataan bukan alasan." Kata Naruto. Dan kedua pun langsung sadar.
"Aku lupa kalau sih mesum ini bisa membaca pikiran." Ucap Kushina dan Karin hanya mengangguk.
"Bisa tidak Kushi-chan berhenti memanggilku mesum." Ucap Naruto dengan nada menggoda. Semburat tipis muncul di pipi Kushina karena Naruto memanggil nama kecilnya.
"Cih! Jangan menggodaku Naru-kun." Balas Kushina cemberut.
"Hey! Jangan cemburut nanti cantiknya jadi hilang tau." Ucap Naruto dan seketika Kushina berhenti cemberut.
"Nah begitu lebih baik." Kata Naruto sambil tersenyum, "Sudah-sudah cepat bersihkan diri kalian aku akan segera menyiapkan makan malam." Sambung Naruto.
.
Ketiganya kini menyantap makan malam setelah membersihkan diri mereka. Karin mengenakan kimono putih tanpa lengan dengan corak bunga sakura hingga lututnya sama halnya dengan Kushina namun warna kimononya biru laut. Sementara Naruto mengenakan kaos putih polos dan celana hitam selutut.
Setelah menyantap makan malam. Mereka tengah bersantai di meja makan yang sudah bersih. Kushina sedikit menggeser kursinya sehingga dapat meletakkan kepalanya di bahu Naruto. Karin hanya tersenyum melihat kelakuan Kushina dan juga wajah bahagia Naruto. Mereka sejenak membicarakan hasil latihan mereka.
"Oh iya! Kalau kalian ingin berlatih menggunakan senjata. Sebaiknya jangan menggunakan perlengkapan yang kalian bawa dari dunia luar." Ucap Naruto.
"Memangnya kenapa Nii-chan?" Tanya Karin.
"Itu agar perlengkapan kita menjadi awet dan tidak cepar tumpul. Dan kalian bisa mengambil perlengkapan di ruangan tersebut." Jawab Naruto sambil menunjuk ruangan penyimpanan perlengkapan.
"Dan untuk gulungan aku menaruh semua gulungan di ruangan itu." Tambah Naruto lalu menunjuk penyimpanan gulungan. Karin mengangguk pelan begitu juga Kushina yang sedang bersandar di bahu Naruto.
"Tapi aku melarang kalian membaca gulungan pribadi milikku dan aku sudah menandai rak gulungan tersebut." Tambah Naruto lagi. Dan keduanya mengangguk paham. Setelah itu mereka pun masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat.
.
.
SKIP TIME
Lima hari telah berlalu di dimensi milik Naruto. Kushina sudah bisa mengeluarkan tiga rantai chakra dari tubuhnya dan dapat ia kendalikan sementara Karin masih belum bisa mencapai leve dua ekor chakra Kurama dan untuk Naruto ia sudah menguasai beberapa Jutsu Katon.
Kini mereka bersiap untuk keluar dari dimensi Naruto. Mereka mengenakan pakaian yang sama sebelum mereka masuk ke dimensi Naruto. Naruto lalu membuat Handseal dan bergumam pelan.
Jikkukan Hōrī
Di depan mereka langsung muncul lubang hitam di kelilingi simbol-simbol Fuin dan seketika mereka bertiga terhisap masuk ke dalam lubang tersebut.
.
REAL WORLD
Pintu gerbang dimensi milik Naruto muncul di dalam hutan dan Trio Uzumaki keluar dari lubang tersebut
"Wah ternyata hari udah sore." Kata Karin sambil memperhatikan langit sore.
"Kalau begitu sebagaiknya kita pulang yang lain pasti sudah menunggu." Ucap Naruto. Karin dan Kushina hanya menganggukan kepala mereka.
Trio Uzumaki akhirnya pulang ke rumah Tazuna. Sesampainya disana mereka disambut hangat oleh Tsunami.
Malam harinya Tim 7 dan 11 sedang menikmati makan malam. Tiba-tiba dikejutkan oleh anak kecil yang mendobrak pintu rumah.
"Kalian hanya akan mati jika melawan Gatou seperti yang dilakukan oleh orang itu." Ucap anak kecil yang ternyata orang yang mendobrak pintu.
"Inari." Kata Tsunami sementara anak yang dipanggil a.k.a Inari tidak menyahut melainkan berjalan menuju kamarnya.
"Maafkan kelakuan Inari." Kata Tsunami dengan nada sedih.
"Ano..Tsunami-san boleh aku bertanya. Kenapa ia bersikap seperti itu dan siapa yang ia maksud orang itu?" Tanya Sakura. Tazuna pun menghela nafasnya.
"Semua bermula ketika orang yang maksud Inari atau suamiku mati di tangan Gatou." Kata Tsunami lirih.
Tsunami pun menceritakan semuanya mulai dari awal ketika suaminya ditangkap oleh Gatou lalu dieksekusi di depan umum dan berubahnya sikap Inari menjadi dingin.
"Sekali lagi mohon maafkan kelakuan Inari yang tadi." Kata Tsunami yang tak sadar telah menitihkan air mata.
Tim 7 dan 11 pun menjadi canggung setelah mendengar cerita Tsunami. Sakura merasa bersalah karena telah menanyakan hal tersebut.
"Tak usah dipikirkan lebih baik kita lanjutkan makan malamnya." Kata Tsunami sedikit tersenyum.
Semua pun melanjutkan acara makan malam di tengah keheningan dan tak terasa makan malam pun akhirnya selesai dan mereka semua pun memutuskan untuk beristirahat.
.
Keesokan harinya mereka hanya berdiam diri di rumah Tazuna menunggu Tazuna menyelesaikan beberapa hal mengenai jembata yang ia bangun. Namun tidak bagi Naruto karena merasa bosan ia akhirnya memutuskan untuk keluar mencari angin.
Naruto kini sedang berada di hutan. Ia sedang berbaring di atas jaketnya ia gunakan untuk menutup rambutnya hingga mata. Namun acara santainya tiba-tiba terganggu karena mendengar suara langkah kaki.
Naruto lalu membuka tudung jaketnya dan menoleh ke arah datangnya suara langkah kaki. Seorang wanita cantik (sudah tau siapa orangnya) yang membawa keranjang menghampiri Naruto.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya wanita tersebut.
"Aku hanya bersantai sejenak." Jawab Naruto lalu duduk dan membuka tudung jaketnya.
Alangkah terkejutnya wanita tersebut ketika melihat Naruto. Orang yang membuat Zabuza terluka.
"Dia! Anak yang mengalahkan Zabuza-sama." Batin wanita tersbut.
"Tenang saja aku tidak akan melawanmu. Aku tau kau Hunter-nin yang membawa Zabuza waktu itu dan sekarang kau mencari obat untuk merawatnya." Kata Naruto setelah mengetahui pikiran wanita.
"Bagaimana ia tahu bahwa itu aku." Batin wanita tersebut kini dalam keadaan terkejut.
"Sudah-sudah lupakan hal itu. Ngomong-ngomong nama Nee-chan siapa? Aku Naruto." Tanya Naruto dan memperkenalkan namanya
"Aku Haku. Yuki Haku." Jawab Haku.
"Bagaimana keadaan Zabuza?" Tanya Naruto.
"Keadaannya mulai membaik." Jawab Haku lalu duduk di dekat Naruto.
"Ne Haku-neechan bukannya di Kirigakure sedang terjadi perang saudara dan kalian adalah Missing-nin dari desa itu. Kenapa kalian malah berada di desa ini?" Tanya Naruto.
"Sebenarnya perang saudara di Kirigakire adalah perang antara pasukan Rebelion melawan pasukan Yondaime-Mizukage. Perang ini terjadi karena Yagura atau Yondaime-Mizukage memerintahkan bawahannya untuk membunuh penggun Kekkei Genkei ." Jelas Haku.
"Dan aku berada disini bersama Zabuza-sama karena kami pasukan rebelion kekurangan dana. Itulah kenapa aku dan Zabuza-sama berniat mengumpulkan dana dari Gatou dengan cara diberi misi untuk menghentikan pembangunan jembatan itu." Tambah Haku.
"Oh begitu rupanya. Ternyata niat kalian ternyata baik." Kata Naruto.
"Begini saja. Bawa aku ke tempat Zabuza. Aku ingin membicarakan sesuatu dengannya." Haku sedikit terkejut mendengar perkataan Naruto.
"Apa kau-"
"Aku akan membantu kalian para pasukan Rebelion untuk mengalah orang bernama Yagura itu." Potong Naruto hingga membuat Haku tersentak.
"Apa kau yakin. Kau itu masih Genin." Tanya Haku sedikit ragu.
"Aku yakin. Dan aku pastikan pasukan rebelion akan menang." Jawab Naruto mantap.
"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi ke tempat Zabuza-sama." Haku pun berdiri diikuti Naruto dan berjalan menuju tempat Zabuza.
.
Kini Haku dan Naruto sudah berada di tempat Zabuza dirawat. Zabuza tampak terbaring di atas ranjang dan disamping Kubikribocho terlihat sudah utuh kembali karena kemampuan pedang tersebut (Udah tau kan kemampuan Kubikribocho).
"Apa maksudmu Haku? Membawa anak ini ke sini." Kata Zabuza yang tadinya tidur tiba-tiba bangun karena mengetahui chakra Naruto yang mengalahkannya.
"Apa kau berniat-"
"Aku kesini untuk menawarkan bantuan pada kalian untuk membantu mengalah orang bernama Yagura tersebut." Potong Naruto dan seketika Zabuza langsung tersentak.
"Apa kau bercanda...Hahahahha...Kau itu masih Genin mana mungkin bisa mengalahkan pasukan Yagura." Kata Zabuza diiringi tawa berat.
"Kau sudah lihat sendiri bagaimana kau kukalahkan. Dan itupun aku hanya menggunakan sedikit kekuatanku." Kata Naruto yang tiba-tiba menjadi serius.
"Wajah bocah ini menandakan bahwa ia sangat serius dan apa maksudnya hanya menggunakan sedikit kekuatannya ketika melawanku." Batin Zabuza sementara Naruto hanya tersenyum. "Bagaimana?" Tanya Naruto.
"Baiklah aku menerima bantuanmu dan kapan kita akan berangkat?" Jawab Zabuza lalu bertanya.
"Setelah misi-ku selesai dan aku akan menggunkan Chi-Bunshin untuk menggantikanku kembali ke konoha." Jawab Naruto.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan kesini jika sudah selesai dengan misiku." Jawab Naruto dan keduanya hanya mengangguk pelan.
Naruto pun akhirnya kembali ke rumah Tazuna. Namun di tengah jalan ia bertemu dengan Inari yang sedang menangis di pinggir sungai. Naruto lalu menghampirinya dan berbicara dengannya. (Pembicaraan kayak di canon agar tidaj panjang).
.
Sementara itu di markas pasukan Rebelion tampak seorang wanita berambut merah maroon panjang dan poninya menutupi salah satu matanya sedang berbicara dengan rekannya.
"Kalau keadaannya seperti ini kita bisa kalah." Ucap rekan wanita tersebut.
"Persediaan kita semakin menipis. Baik itu senjata maupun pasukan." Sambungnya.
"Satu-satu harapan kita adalah Zabuza." Ucap sang wanita.
"Zabuza kuharap kau berhasil." Batin sang wanita.
.
.
SKIP TIME
Satu minggu kemudian. Jembata yang dibuat Tazuna hampir selesai karena dibantu oleh tim 7 dan 11. Zabuza dan Haku tidak menyerang mereka karena sudah mempunyai perjanjian dengan Naruto.
Namun di tengah-tengah kegiatan tim 7 dan 11 serta Tazuna tiba-tiba terganggu karena kemunculan Gatou beserta puluhan anak buahnya di ujung jembatan
"Tak kusangka Zabuza sialan itu menginkari janjinya." Kata seseorang bertubuh pendek yang berada di paling belakang.
"Kalian semua serang meraka!" Teriak Gatou dan seketika anak buah Gatou langsung berlari menuju tim 7 dan 11.
Naruto lalu berjalan dengan santai menuju pasukan Gatou.
"Nii-chan apa yang kau lakukan!" Teriak Karin namun Naruto tetap melanjutkan jalannya.
"Naruto apa kau gila! Lihat jumlah mereka." Teriak Sakura.
"Dobe sebenarnya apa yang kau ingin lakukan?" Kini Sasuke yang berteriak.
Kakashi, Kushina dan Tazuna hanya diam dan bingung dengan apa yang Naruto akan lakukan. Naruto berhenti di tengah-tengah jembatan di hadapan pasukan Gatou sambil memandang tajam ke arah mereka.
"Hoi bocah apa kau ingin mati!" Ucap salah seorang pasukan Gatou.
"Aku akan mencoba jutsu Katon itu." Batin Naruto kini matanya sudah berubah menjadi pola riak air berwarna ungun menandakan bahwa Rinnegan telah diaktifkan. Dengan cepat Naruto membuat Handseal dan menarik nafas dalam-dalam.
Katon : Gouka Mekkyaku
Naruto menghembuskan api berskala besar ke arah pasukan Gatou. Pasukan Gatou hanya pasrah melihat semburan api besar Naruto yang mengarah ke mereka.
Blaaaarr!
Semburan api Naruto pun menghanguskan seluruh pasukan Gatou tanpa tersisah. Tim 7 dan 11 membelalakan mata mereka ketika melihat Naruto mengalahkan puluhan pasukan dalam hitungan detik.
"It-itu bisa dibilang Katon Rank-S. Ternyata Naruto juga mempunyai Katon." Batin Kakashi memandang shock jutsu yang dilancarkan Naruto.
"Itu-kan Jutsu Katon yang belum aku kuasai. Ternyata Nii-chan/Naruto-kun sudah menguasainya." Batin Karin dan Kushina.
"Sugeee." Batin Rei
"Seberapa kuat kau sebenarnya Dobe." Sasuke sedikit iri melihat kemampuan Naruto.
Naruto hanya tersenyum mendengar penuturan rekan-rekannya. Dan dengan cepat Naruto kembali membuat Handseal.
"Masih ada lagi." Batin semuanya.
Suiton : Dai Bakususi Soha
Naruto mengeluarkan air berskala besar ke kobaran api tersebut hingga padam agar tidak merusak jembata area jembata. Puluhan mayat yang hangus pun bergelintangan di jembatan. Sementar Gatou yang berada di belakang kini merinding hebat pasalkan seluruh anggotanya kini sudah di kalahkan.
Tak berselang lama segerombolan penduduk yang membawa peralatan kebun sebagai senjata yang dipimpin oleh Inari muncul di belakang Gatou.
"Itu dia Gatou minna. Ayo kita tangkap dia dan arak keliling desa." Teriak Inari dan segerombolan penduduk tersebut langsung berlari ke Gatou yang sudah tidak bisa bergerak lagi karena ketakutan.
Gatou pun akhirnya ditangkap oleh para warga lalu diarak keliling desa. Sementara Naruto menonaktifkan Rinnegan miliknya lalu berbalik dan berjalan menuju rekan-rekannya.
"Hey! Ada apa dengan kalian?" Tanya Naruto bingung melihat rekannya yang syok.
"Ada apa! Apa kau sadar barusan menggunakan Katon Rank-S dan membunuh puluhan pasukan dalam hitungan detik." Kata Kakashi pulih dari syok.
"Sebenarnya sekuat apa kau Dobe?" Tanya Sasuke yang juga telah pulih dari syok.
"Rikudou-sannin." Jawab Naruto enteng. Rekannya yang tadinya syok kini Sweatdrop mendengar jawaban enteng Naruto.
"Rikudou-sennin? bukannya Iruka-sensei pernah bilang kalau beliau adalah dewa Shinobi dab tak ada yang bisa menyamainya." Kata Sakura dan lainnya mengangguk minus Sasuke.
"Ya sudahlah lupakan saja. Ayo kita lanjutkan kegiatan kita." Kata Naruto.
"Lupakan saja! Kau baru membunuh puluhan orang dan bilang lupakan saja." Tambah Rei.
"Aku akan melaporkan hal ini pada Sandaime-sama. Ia mungkin mempunyai penjelasan mengenai hal ini. Walaupun aku sudah mengetahuinya sedikit." Batin Kakashi sementara Naruto hanya tersenyum tipis.
.
Keesokan harinya tim 7 dan 11 telah bersiap untuk kembali ke Konoha. Di depan rumah Tazuna tampak Tim 7 dan 11 yang sudah bersiap. Keluarga Tazuna juga berada di tempat itu.
"Aku sangat berterima kasih pada kalian terutama Naruto." Ucap Tazuna
"Kalau begitu aku akan menemakan jembatan itu dengan 'Great Naruto Bridge'." Sambung Tazuna.
"Hehehe...Nama yang bagus." Kata Naruto sambil cengar-cengir gak jelas.
"Berkat Naruto. Gatou tidak akan mengganggu kami." Kata Tazuna kembali.
"Ne Naruto-nii apa kau akan kesini lagi?" Tanya Inari semangat.
"Kalau ada waktu." Jawab Naruto.
"Yosh...Kalau begitu kami pamit dulu. Tazuna-san." Kata Kakashi.
"Tunggu Kakashi-sensei!" Kata Naruto membuat Kakashi sedikit bingung.
"Ada apa?" Tanya Kakashi.
"Aku ingin buang air kecil dulu." Jawab Naruto dengan Watados membuat semua sweatdrop.
"Kukira itu hal penting. Ya udah lakukan dengan cepat." Ujar Kakashi lalu mengeluarkan buku keramatnya.
"Dasar Dobe/Baka Nii-chan." Sungut Karin dan Sasuke bersamaan.
Naruto pun berjalan ke belakang rumah Tazuna. Sesampainya disana ia mengeluarkan kunai dari Fuin di lengan kirinya lalu menggores telapak tangannya hingga beberapa tetes darih jatuh di tanah, Naruto lalu membuat Handseal.
Chi Bunshin
Perlahan darah di tanah mulai membesar dan menjadi Bunshin Naruto. Naruto lalu menyentuh bunshin tersebut dan mengalirkan chakranya.
"Kau tau apa tugasmu. Aku memberikan 50 persen chakraku untuk jaga-jaga." Kata Naruto pada Chi Bunshinnya. Naruto memberikan setengah chakra toh chakranya juga bisa kembali karena kemampuan Hōrīauzu.
"Hai! Master." Kata sang Bunshin lalu kembali ke timnya. Dan memulai perjalan kembali ke Konoha bersama Tim 7 dan 11.
Sementara Naruto pun berangkat menuju ke tempat pertemuannya dengan Zabuza dan Haku. Butuh beberapa menit untuk sampai ke tempat pertemuan mereka.
"Akhirnya kau datang juga." Kata Zabuza menyambut Naruto. Kini ia menggunakan pakaian khas Ninja Kirigakure dengan Kubikiriboco ditaruh di punggungnya.
"Ayo kita berangkat." Ucap Naruto datar dan keduanya mengangguk.
~~ TBC ~~
#Akhirnya Chapter 9 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan beberapa Review :
R : Thor kenapa Karin gak ngegunain cakra kurama/mode kurama sekalaian padahal kan Karin sudah berteman dengan kurama
B : Itu sudah terjawab di chapter ini.
R : Huaaaa lanjut senpaiiii banyakin wordx dan lemonx jangan lupa hihihi
B : Ini Author sudah lanjut. Untuk Wordnya author akan usahain sementara untuk Lemon, Author kurang padai buat tetapi author akan usahain.
R : apa nanti naruto juga bisa pake elemen kayak yoton, ranton, bakuton, & jinton?
B : Iya bisa dan itu secara perlahan.
R : Bagus tapi nama jutsu nya harus di ingat harusnya klo naga kayu MOKUTON MOKURYUU NO JUTSU klo kga salah ,klo salah ya maaf #hehehe .ohya seharusnya bola air bukan bola api ,lanjut
B : Nama Naga kayu itu Author lihat di Anime. Untuk bola api "hehehe" Gomen author kelupaan.
R : oh iya, baiklah untuk typo hampir gk ada,pemilihan bahasa juga bagus krn bahasanya gampang dimengerti.
B : Arigatuo senpai.
R : Perasaan kochiose Naruto baru kurama doang,ko bilangnya Naru banyak?
perasaan Naru blom nembak Khusi dech,ko dah brani nyium Khusina ya,,,:D
B : Kuchiyose Naruto memang cuman Kurama. Dan Naruto mengatakan sudah punya bukan punya banyak. Dan untuk Naruto nembak Kushina ada di Chapter For Kushina.
R : hm... apakah di sini sampai PDS 4 author-san. dan sasuke akan di beritanda oleh orochimaru?
B : Author usahain sampai PDS 4 dan untuk Sasuke diberi tanda itu masih Rahasia.
R : apa entar naruto juga bisa gedo rinne tensei?
B : Iya Naruto bisa Gedou Rinne Tensei.
R : Thor,,ko Narunya pingsan sich,cakranya blom menipis,mang Kuramanya ga ngalirin chakra ya?
B : Itu karena efek dari Perpindahan gerbang keluar dimensi Naruto. Kan udah Naruto jelasin ke Kurama.
R : thor naruto bisa hiraishin kga ?
B : Bisa.
R : apakah . .naruto juga akan membantu pasukan mei terumi sa'at melawan yagura tor ?
B : Itu sudah terjawab di Chapter ini dan jawabannya 'Iya'.
R : Mana lanjutanya ini
B : Ini sudah dilanjut.
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
