CHAPTER 10 Out!

A Naruto Fanfiction

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Naruto Belong To Kishimoto Sensei, Author hanya meminjamnya

.

Genre : Adventure - Romance – Family

Rate : T (Semi M).

Warning : Typo bertebaran/ Alur Kecepatan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /

.


.

..:: THE CHRONICLE OF TRIO UZUMAKI ::..

..::: LOMPOBERANG-CHAN ::..

.

..:: CHAPTER 10 : HELPING REBELLION ARMY ::..
.

.

Don't Like...Don't Read


Naruto, Zabuza dan Haku kini dalam perjalanan menuju ke markas pasukan Rebelion. Dahan demi dahan mereka lompati.

"Zabuza kenapa pedang milikmu itu kembali semula. Bukannya seminggu yang lalu aku sudah memotongnya?" Tanya Naruto sambil memperhatikan Kubikiribocho di punggung Zabuza.

"Itu adalah keistimewaan pedang ini. Pedang ini akan beregenerasi jika terkena darah." Jawab Zabusa. "Bagaiman dengan pedang hitam milikmu itu?" Kini Zabuza yang bertanya.

"Pedang itu cuman pedang biasa." Jawab Naruto simpel.

"Apa sebaiknya aku menggunakan Henge?" Tanya Naruto.

"Terserah padamu." Jawab Zabuza. Dengan itu Naruto membuat Handseal.

Seketika Naruto berubah menjadi pria berumur sekitar 20 tahun. wajahnya sedikit tampan dengan rambut berwarna kuning cerah namun sedikit panjang dan memiliki poni yang menutupi salah satu matanya (Bayangin rambut Nagato tetapi warna kuning). Ia mengenakan kaos merah di tengahnya terdapat gambar pusaran air serta pelindung sikut berwarna hitam. Untuk bawahan ia mengenakan celana standar Chunin begitupula dengan sepatunya.

Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalan mereka dan selang beberapa lama melompati dahan pohon akhirnya mereka tiba di markas pasukan Rebelion. Sesampainya disina mereka langsung disambut oleh para pasukan Rebelion.

"Selamat datang Zabuza-san."

"Mei-sama menunggu anda di ruangannya." Kata salah satu pasukan Rebelion.

Zabuza, Haku dan Naruto pun masuk ke dalam ruangan. Tampak seorang perempuan dewasa berambut merah Maroon panjang dan salah satu matanya tertutup poni sedang duduk di kursi miliknya.

"Akhirnya kau datang juga Zabuza." Kata sang perempuan a.k.a Mei Terumi.

"Bagaimana perkebangannya?" Tanya Zabuza.

"Persediaan kita semakin minipis setelah kekalahan kemarin." Jawab Mei. "Bagaimana denganmu?" Tanya Mei.

"Aku tidak mendapatkan dana. Namun aku mendapatkan bala bantuan." Jawab Zabuza. Mei langsung memperhatikan Naruto yang berdiri di samping Zabuza.

"Ehemm...Sepertinya bala bantuanmu sedikit, err...tampan." Kata Mei sambil melirik ke Naruto.

"Sudah kuduga kau akan mengatakan hal itu." Kata Zabuza sambil menghela nafasnya.

"Sudah berhenti menatapku seperti itu." Ucap Naruto (Henge) pada Mei dengan nada datar.

"Huuh..Baiklah." Mei pun menghela nafas

"Besok pagi kita akan memulai serangan dan Zabuza perintahkan semua pasukan agar bersiap-siap." Perintah Mei dan Zabuza pun keluar ruangan tersebut.

"Kau pria ganteng-"

"Namaku Naruto." Potong Naruto.

"Naruto-san sebaiknya kau juga bersiap-siap. Haku antar ia ke kamar yang kosong untuk beristirahat." Kata Mei dibalas anggukan oleh Haku.

"Beristirahatlah. Karena besok kau akan menghadapi perang saudara yang sudah berlangsung lama." Kata Mei.

"Ngomong-ngomong apa bolah aku tau berapa jumlah pasukan Rebelion dan juga pasukan orang yang bernama Yagura itu?" Tanya Naruto.

"Jumlah pasukanku adalah 2500 orang sementara pasukan Yagura sekitar 7000 ditambah lagi Yagura adalah Jincurhiki Sanbi." Jawab Mei.

"7000 Eh! Ditambah Sanbi, ini akan menyenangkan." Kata Naruto sambil menyeringai.

"Menyenangkan, apa kau gila ini adalah perang dan apa maksud dari seringaimu itu." Kata Mei sedikit syok mendengar perkataan Naruto dan juga melihat seringaiannya.

Naruto pun meninggalkan ruangan Mei diikuti Haku lalu mereka menuju ke kamar yang diberikan Mei untuk Naruto. Sesampainya disana Naruto langsung masuk ke dalam kamar miliknya dan melepaskan henge milikknya sementara Haku meninggalkan kamar tersebut.

"Sebaiknya aku ke dimensi milikku." Gumam Naruto yang sedang baring. Ia kemudian berdiri dan membuat Handseal.

Jikkukan Hōrī

Di depan Naruto langsung muncul gerbang dimensi miliknya dan ia pun terhisap masuk.

.

NARUTO DIMENSION

Gerbang dimensi Naruto muncul dan keluarlah bocah berambut kuning Jabrik. Ia langsung disambut oleh Kurama.

"Naruto apa kau serius ingin membantu mereka." Tanya Kurama.

Naruto lalu melompat ke atas kepala Kurama lalu berbaring. "Aku serius." Singkat Naruto.

"Naruto sebaiknya kau samakan saja waktu dimensi milikmu dengan dunia." Kata Kurama.

"Memangnya kenapa?" Tanya Naruto.

"Mungkin saja akan terjadi pergesekan waktu antara dimensi milikmu dan juga dunia. Hal itu dapat memperpendek umurmu walaupun kau seorang Uzumaki yang dikatakan memiliki umur yang panjang." Jelas Kurama. Naruto langsung merubah posisinya menjadi duduk bersilah.

"Yah! Padahal itu bagus karena mempersingkat latihanku! Baiklah aku akan merubah waktunya dan tak akan kurubah lagi." Kata Naruto lalu membuat Handseal.

Jikkukan Hōrī : Jizoku Hōshutsu

"Sebaiknya aku berlatih menggunakan Yoru." Kata Naruto lalu mengeluar Yoru dari Fuin di lengan kirinya dan melompat turun.

"Baiklah aku mencoba mengalirkan lebih banyak chakraku ke Yoru." Gumam Naruto lalu mengalirkan chakra miliknya. Seketika aura hitam langsung keluar dari Kokutō Yoru.

Naruto lalu mengarah tubuhnya ke sebuah pohon di dekat danau di dimensi miliknya. Ia kemudiian memegang Kokutō Yoru dengan kedua tangannya lalu mengayunkan Kokutō Yoru secara horizonta.

Zuuingg!

Gelombang hitam yang sangat tipis langsung melesat ke pohon tersebut ketika Naruto mengayunkan Kokutō Yoru. Naruto sedikit terkejut melihat gelombang tipis berwarna hitam tersebut pasalnya semakin jauh gelombang tipis tersebut semakin memanjang.

Sraakk!

Seketika pohon tersebut langsung terpotong secara halus bahkan batang pohon tersebut seakan tidak terkena apapun ketika gelombang Kokutō Yoru melaluinya.

"Ternyata gelombang tersebut tidak memiliki efek apapun." Kata Naruto sedikit kecewa lalu menaruh Kokutō Yoru di punggungnya secara miring agar tidak menyentuh tanah.

Namun alangkah terkejutnya Naruto ketika melihat pohon tersebut mulai roboh setelah menaruh Kokutō Yoru dipunggungnya.

Bruuuk!

Naruto lansung menyeringai melihat hasil karya dari Kokutō Yoru yang terlihat sangat halus di potongan batang pohon tersebut.

"Hee! Ternyata begitu. Aku akan menamakannya Shinigami Shōhin (Tebasan Dewa Kematian)." Gumam Naruto.

Naruto terus mengasah kemampuan baru Kokutō Yoru di hutan dimensi milikknya hingga tak terasa hari mulai sore di dimensi Naruto begitupula di dunia. Naruto pun memuruskan untuk kembali ke dunia untuk beristirahat.

.

REAL WORLD

Diwaktu yang sama kini Tim 7 dan 11 (Chi Bunshin) telah tiba di konoha. Mereka memutuskan mempercepat perjalan pulang mereka menggunakan Chakra Dash. Sesampainya di Konoha mereka pun memutuskan untuk kembali ke kediaman mereka masing-masing kecuali Kakashi yang pergi ke kantor Hokage untuk melaporkan misi mereka.

"Lapor Hokage-sama misi telah selesai walaupun sedikit melenceng dari perkiraan." Lapor Kakashi dan Hiruzen hanya menjawabnya dengan anggukan pelan. Kakashi lalu menaruh laporan milikknya di meja Hokage.

"Dan Naruto juga sudah kembali bersama kami. Kalau saja Naruto tidak muncul tepat waktu mungkin adikknya sudah mati di tangan Zabuza." Tambah Kakashi. Membuat Hiruzen sedikit terkejut. Lalu membaca laporan misi Kakashi.

"Bagaimana bisa Naruto bisa mengetahui kalau Karin-chan dan Kushina-chan sedang menjalankan misi. Bahkan muncul tepat waktu sebelum Zabuza menebas kepala Karin-chan." Kata Hiruzen ketika membaca laporan Kakashi.

"Itu juga yang membuatku bingung. Apa mereka mempunyai kontak batin yang kuat pasalkan mereka adalah kembar tapi beda." Kata Kakashi. Lalu mulai menceritakan pertarungan Naruto secara detail.

"Kuharap kau dan timmu bisa merahasiakan hal ini." Kata Hiruzen dibalas anggukan oleh Kakashi.

"Kalau begitu saya pamit dulu, Hokage-sama." Kata Kakashi lalu menghilang diikuti kepulan asap.

.

SKIP TIME

Kini Naruto (Henge) bersama dengan Pasukan Rebelion telah bersiap untuk memulai serangan. Naruto masih menggunakan pakaian yang sama. Sementara Kokutō Yoru kini terpasang di punggung.

"Mata-mata kami mengatakan bahwa Yagura membagi 7000 pasukannya menjadi 2 masing-masing berjumlah 3000 dan 4000 pasukan." Jelas Mei yang di depannya ada Naruto, Zabuza, Haku, dan Ao.

"Apa hanya itu yang mereka dapatkan." Tanya Ao.

"Pasukan pertama berjarak 5 km dari sini sementara sisanya berjaga di dalam desa." Jelas Mei.

"Ada yang aneh disini. Entah kenapa mereka mengetahui bahwa kita akan menyerang dan Yagura membagi pasukannya menjadi dua." Kata Zabusa. Semuanya pun mengangguk pelan.

"Aku juga tidak tahu. Tapi yang jelas kita harus menyusun strategi yang tepat." Kata Mei.

"Mungkin sebaiknya kita mengambil jalan memutar dan langsung menyerang pasukan yang berada di desa." Usul Ao.

"Menurutku itu strategi yang salah." Ucap Mei.

"Jika langsung menyerang pasukan yang berada di desa yang berjumlah 4000 bisa dipastikan pasukan yang berada di luar desa akan kembali ke desa dan hal itu akan berdampak buruk pada kita." Tambah Mei. Seketika semuanya langsung memikirkan sesuaru minus Naruto yang masih saja diam.

"Begini saja-" setelah berpikir Mei akhirnya menemukan strategi.

"Pertama kita akan menyerang pasukan di luar desa. Dan minimal jika kita menang pasukan kita tidak berkurang setengah. Dan setelah itu kita akan beristirahat lalu menyerang pasukan yang berada di desa." Sambung Mei.

"Sepertinya itu strategi yang bagus." Setelah dari tadi diam akhirnya Naruto membuka suara.

"Siapa kau. Aku sedikit heran mengapa orang asing sepertimu bisa masuk ke pertemuan ini." Kata Ao.

"Dia Naruto. Bala bantuan yang didapat Zabuza." Kata Mei.

"Bala bantuan. Apa kau bercanda Zabuza? Bukannya misimu mencari dana untuk pasukan kita." Tanya Ao sedikit menginterupsi.

"Diam kau Ao. Orang ini bisa saja mengalahkanmu dalam sekejap." Timpal Zabuza dan Ao pun semakin geram.

"Apa yang bisa dilakukan orang yang rambutnya menyilaukan mata dengan pedang hitam aneh dibelakangnya." Kata Ao menatap tajam Naruto sementara yang ditatap hanya memasang wajah datar.

"Sudah-sudah lebih baik kita fokus ke penyerangan ini." Lerai Mei. Lalu berjalan mendekat ke Ao. "Dan kau diam." Bisik Mei pada Ao dengan wajah mengerikan hingga membuat Ao mengeluarkan keringat dingin. "Ha'i Mei-san." Ucap Ao dengan wajah ketakutan.

"Mari kita mulai penyerangannya." Kata Mei setelah berjalan menjauh dari Ao.

Mereka berlima pun keluar dari ruangan. Sesampainya di luar 2500 Pasukan Rebelion sudah menunggu perintah dari Mei. Mei lalu berjalan ke depan dan memulai pidatonya. Keempat yang lain berdiri di belakang Mei.

Setelah mendengar pidato dari pemimpin mereka. Seluruh pasukan Rebelion akhirnya berangkat di pimpin oleh Mei serta empat orang di belakangnya yaitu Naruto, Zabuza, Ao dan Haku.

.

Setengah jam sudah berlalu ketika pasukan Rebelion meninggalkan markas mereka. Kini mereka tengah berada di sebuah padang rumput yang lumayan luas di sebelah kanan terdapat sebuah danau kecil. dan di depan mereka sudah menunggu 3000 pasukan Kirigakure yang didominasi oleh Chunin. Dan di depan pasukan tersebut terdapan seseorang yang memegang pedang yang cukup tipis mirip jarum.

"Cih! Aku tak menyangka Kushimaru yang memimpin pasukan di depan kita." Gerutu Ao yang berdiri di samping Mei.

"Siapa dia?" Tanya Naruto.

"Ia adalah Kuriarare Kushimaru salah seorang dari 7 pendekar pedang Kirigakure sepertiku." Jawab Zabuza. Mendengat penuturan itu Naruto menyeringai.

"Dia bagianku." Kata Naruto spontan lalu mengambil Kokutō Yoru di punggungnya dengan tangan kanan.

"Baiklah tapi kuingatkan kau harus berhati-hati karena ia memegang pedang Nuibari atau pedang pedang jarum yang di gagangnya terdapar kawat untuk mengikat lawan." Jelas Zabuza.

"Jadi dia seorang penjahit." Jawab Naruto. Keempat orang di dekatnya pun sweatdrop.

Sementara itu di pasukan Kirigakure. Kini telah bersiap-siap menyerang. Seluruh pasukan kini menyiapkan kuda-kuda bertarung. Kushimaru langsung berlari menuju pasukan Rebelion diikuti 2500 pasukan lainnya.

"Kalian semua selesaikan dengan cepat." Teriak Kushimaru sambil berlari. "HUAAA!" Teriak pasukan Kirigakure.

Kembali ke tempat Naruto dan lainnya.

"Tahan posisi kalian!" Teriak Mei pada pasukannya.

Seluruh pasukan Rebelion menyiapkan kuda-kuda mereka. Kini Kushimaru dan pasukannya berjarak 50 meter dari Naruto dan lainnya. Naruto lalu memegang Kokutō Yoru dengan kedua tangannya dan mengalirkan chakra ke Kokutō Yoru. Seketika aura hitam langsung keluar dari Kokutō Yoru membuat semua yang berada di dekat Naruto merasakannya hingga mengeluarkan keringat dingin.

"Pedang itu auranya sangat kuat." Pikir Mei dan beberapa orang.

"Ini lebih kuat dari sebelumnya sewaktu kami bertarung." Pikir Zabuza

Dengan cepat Naruto langsung melesat menuju Kushimaru dan pasukannya.

"Tunggu apa yang kau lakukan?" Teriak Mei pada Naruto.

"Kita tak bisa tinggal diam saja." Ucap Zabuza diikuti anggukan oleh yang lain. Dengan cepat mereka menyusul Naruto diikuti 2500 pasukan rebelion.

Jarak Naruto dan pasukan Kushimaru kini sekitar 30 meter. Naruto lalu mengayunkan Kokutō Yoru secara horizontal.

Zuiingg!

Gelombang tipis berwarna hitam langsung keluar dari Kokutō Yoru menuju ke Kushimaru dan pasukannya. Semua orang yang berada di sana menatap bingung gelombang hitam tersebut.

"Apa itu." Pikir Kushimaru dan dengan cepat melompat tinggi ke udara untuk menghindari serangan tersebut.

Gelombang hitam tersebut mulai melebar. Beberapa pasukan Kushimaru mengangkat kunai dan katana milik mereka untuk menangkis gelombang hitam tersebut.

Seluruh pasukan Kushimaru menjadi heran karena gelombang hitam tersebut hanya melewati mereka begitupula dengan Mei dan pasukan rebelion.

"Cih! Aku cuman buang-buang tenaga melompati benda hitam itu." Pikir Kushimaru yang masih berada di udara.

Setelah melewati sekitar 100 pasukan Kushimaru, gelombang hitam Kokutō Yoru pun menghilang pasukan Kushimaru pun masih berlari menuju ke pasukan rebelion.

Naruto lalu mengembalikan Kokutō Yoru ke punggungnya lalu bergumam pelan.

Shinigami Shōhin

Bruuk! Bruuk! Criing! Criing!

Seketika semuanya langsung membelakakan mata ketika melihat sekirar 100 pasukan Kushimaru langsung ambruk begitu saja dengan tubuh serta senjata yang sudah terpotong secara halus. Darah segar langsung berceceran kemana-mana. Pasukan Kushimaru dan juga Rebelion langsung berhenti di tempat mereka.

"A-apa yang terjadi!" Syok Kushimaru ketika melihar dalam sekejap sekitar 100 pasukannya tiba-tiba tewas seketika.

"Jika dilihat, orang yang tewas tersebut adalah orang yang dilewati oleh gelombang dari Naruto-san." Ucap Mei.

"Ia menumbangkan 100 ninja dalam satu serangan. Sebenarnya siapa orang itu." Pikir beberapa pasukan Kushimaru dan seketika wajah mereka langsung menjadi pucat pasi.

"Kalian jangan diam saja serang mereka." Teriak Kushimaru yang kini mulai turun karena efek gravitasi.

"Kau!" Geram Kushimaru namun terkejut karena tidak melihat sosok Naruto.

"Mencariku." Kata Naruto yang tiba-tiba muncul di depan Kushimaru menggunakan Shunshin dan dengan cepat ia membuat Handseal.

Fuuton : Daitoppa

Kushimari langsung terhempas menuju ke pepohonan di dekat area pertarunagn karena terkena hembusan angin yang di keluarkan Naruto.

"Aku serahkan disini pada kalian." Kata Naruto pada Mei dan Zabuza lalu menghilang menuju ke tempat Kushimaru menggunakan Shunshin.

"Serang mereka. Komandan mereka sudah tidak ada." Teriak Mei dan dengan cepat berlari menuju pasukan Kushimaru diikuti yang lainnya.

"HUUAAA." Teriak semua yang berada di medan pertempuran.

Traank! Traank! Duugh! Braak!

Suara logam yang bertabrakan, pukulan serta dan lainnya langsung terdengar ketika kedua pasukan tersebut bertemu. Mei dan Zabuza langsung membuat Handseal.

Yoton : Yokai No Jutsu

Suiton : Suiryuudan No Jutsu

Mei mengeluarkan semburan lava dari mulutnya sementara dari danau tiba-tiba keluar naga air yang dibuat oleh Zabuza. Beberapa pasukan Kushimaru tidak tinggal diam dan membuat Handeal.

Doton : Doryuuheki

Beberapa dinding tanah langsung menangkis serangan lava Mei.

Blaar!

Namun para pasukan Kushimaru tidak memperhatikan dari samping mereka yang sudah datang seekor naga air.

Bluur! Bluur!

Naga air Zabuza manyapu bersih beberapa pasukan Kushimaru. Setelah itu Zabuza mengambil Kubikiribocho dari punggungnya dan melesar menuju ke pasuka Kushimaru yang tersesah diikuti Mei.

.

NARUTO PLACE

Braak! Braak Braak!

Kushimaru menghantam tiga pohon hingga akhirnya berhenti. Ia mencoba bangkit sambil memegang Nuibari. Setelah berdiri ia mengusap kasar darah di sekitar mulutnya dan selang beberapa saat Naruto tiba di depan Kushimaru menggunakan Shunshin.

"Hebat juga kau, namun kau telah melakukan kesalah karena telah melawanku." Kata Kushimaru lalu melempar Nuibari menuju Naruto.

Naruto langsung menghindari ke arah samping untuk menghindari Nuibari. Namun itulah yang diharapkan Kushimaru karena telah mengikat kawat pada Nuibari lalu berlari ke arah samping lebih tepatnya seperti mengelilingi Naruto.

Jleeb!

"Kena kau!" Gumam Kushimaru setelah Nuibari tertancap di pohon belakang Naruto.

"Apa ini!" Kata Naruto setelah kawat Kushimaru menyentuh dirinya.

Dengan cepat Naruto mengeluarkan kunai dari Fuin di lengan kirinya lalu menahan kawat Kushimaru. Kunai Naruto perlahan terpotong kawat Kushimaru karena ia sudah menarik kawat tersebut.

Tidak ingin mengambil resiko Naruto melepaskan kunai tersebut lalu melompat ke udara sambil membuat Handseal dan membali tu tubuhnya ke arah Kushimaru.

Katon : Gokakyu No Jutsu

Sebuah bola api besar langsung dihembuskan oleh Naruto dan melesat menuju ke Kushimaru. Kushimaru tidak tinggal diam langsung menarik kawat miliknya hingga tubuhnya tertarik menuju ke Nuibari yang tertancap di pohon.

Blaaar!

Bola api Naruto hanya mengenai area kosong yang di tempat Kushimaru yang tadi. Melihat ada kesempatan Kushimaru langsung melesat ke Naruto dan melompat ke depan Naruto sambil bersiap menusukkan Nuibari pada perut Naruto. Dengan cepat Naruto kembali mengeluarkan kunai dari Fuin di lengan kirinya.

Traank!

Naruto menangkis tusukan Nuibari menggunka bagian lebar kunai miliknya sehingga percikan kecil muncuk ketika dua logam tersebut bertemu. Keduanya masih di udara dan Naruto menganyunkan kaki kirinya ke kepala Kushimaru tidak lupa menambahkan sedikit chakra agar tendengan lebih kuat.

Dugh!

Kushimaru menangkis tendangan Naruto dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya masih memegang Nuibari. Naruto sedikit melakukan dorongan pada kaki kirinya sehingga membuat Kushimaru terhempas dan menghantam tanah.

Braak!

Debu langsung beterbangan setelah Kushimaru menghantam tanah. Perlahan debu mulai menghilanhg dan bersamaan dengan itu Naruto mendarat dengan mulus di permukaan tanah.

Tap! Tap!

Debu akhirnya menghilang dan sebuah kawah kecil tercipta. Di tengan kawah tersebut tampak Kushimaru yang sedang berlutut disamping Nuibari yang menancap di tanah. Kushimaru lalu membuat Handseal dan setelah itu mengankat tangan kirinya.

Kirigakure No Jutsu

Perlahan area tersebut tertutupi oleh kabut dan dengan cepat Naruto langsung memasang kuda-kuda siaga dan tidak lupa pula berkonsentrasi untuk mengetahui keberadaan Kushimaru mengingat area yang tertutupi kabut masih dalam lingkup sensornya yaitu 200 meter.

"Ia masih belum bergerak dari tempatnya. Apa yang ia lakukan." Pikir Naruto karena Kushimaru belum beranjak dari tempatnya.

Ternyata di tempat Kushimaru ia mulai mengeluarkan kawat milikknya. Setelah dirasa cukup ia pun memulai rencananya. Pertama ia langsung melesat menuju Naruto.

Naruto yang menyadari hal tersebut langsung mengambil Kokutō Yoru dari punggungnya. Beberapa detik kemudian Kushimaru muncul di depan Naruto sambil mengayunkan Nuibari secara horintal.

Traank!

Naruto menangkis serangan Nuibari dengan cara memposisikan Kokutō Yoru di samping tubuhnya. Kushimaru kembali menghilang dalam kabut dan beberapa detik kemudian ia sudah berada di belakang Naruto. Naruto menyadari hal tersebut langsung berbalik dan mengayunkan Kokutō Yoru secara horintal ke arah kepala Kushimaru.

Traank!

Kushimaru menangkis Kokutō Yoru kemudian menghilang kembali dan muncul di samping kiri Naruto sambil bersiap menusukkan Nuibari.

Kali ini Naruto hanya menghindari tusukan Kushimaru dengan cara melompat ke kiri. Namun Kushimaru masih mengikuti Naruto dan mengayun Nuibari secara acak.

Traank! Traank! Traank!

Satu persatu ayunan Nuibari berhasil Naruto tahan serta hindari. Naruto pun mulai geram melihat hal ini dan langsung melompat mundur dan menghilang di dalam kabut.

"Kenapa kau bodoh sekali Naruto." Tiba-tiba Kurama berbicara pada Naruto memalui pikiran.

"Apa maksudmu Kurama." Tanya Naruto pada Kurama di pikiran mereka.

"Gunakan Fuuton untuk menghilangkan kabut ini." Jawab Kurama dan hal itu pun membuat Naruto memukup jidatnya sendiri.

"Cih! Kau benar. Mengapa aku baru menyadarinya." Pikir Naruto dan setelah itu Naruto pun memutus komunikasi mereka.

Namun belum sempat membuat Handseal. Kushimaru kini berada di depan Naruto sambil mengayunkan Nuibari. Dengan cepat Naruto langsung mengambil kunai dari Fuin miliknya dan menahan serangan Kushimaru.

Traank!

Naruto kembali menahan ayunan Nuibari.

"Cih! Hebat juga kau, berhasil menahan seluruh seranganku." Kata Kushimaru.

Naruto tidak mengatakan apa-apa lalu menarik kunainya kebelakang lalu mengankat lututnya bermaksud untuk menghantam wajah Kushimaru dengan lututnya, namun Kushimaru terlebih dahulu bersalto kebelakang sehingga lutut Naruto hanya mengenai udara.

Dengan cepat Naruto menurunkan lututnya dan membuat Handseal.

Fuuton : Daitoppa

Di sekitar Naruto langsung tercipta hembusan angin dan hal itu membuat kabut area tersebut menghilang. Namun Naruto sedikit terkejut karena melihat ada dua Kushimaru. Pertama beberapa meter di depannya sambil memegang Nuibari sementara yang satunya adalah Bunshin Kushimaru berada di kawah tempat Kushimaru tadi mendarat yang memegang sebuah kawah

"Ini sudah berakhir." Kata Kushimaru sedikit menyombongkan diri.

Bersamaan dengan itu Kushimaru menancapkan Nuibari di tanah sementara Bunshinnya langsung menarik dengan kuat kawat yang di pegangnya.

Chōtō Ninpō : Jigumo Nui

Criing! Criing

Dari permukaan tanah langsung keluar banyak kawat yang saling bergesekan. Kedua kaki Naruto pun langsung tertahan oleh kawat tersebut. Merasa Naruto sudah tidak bisa bergerak lagi Kushimaru pun mencabut Nuibari dan melesat menuju Naruto.

"Cih! Aku terlalu fokus mendeteksi dirinya yang asli sehingga aku lupa mendeteksi area sekitar." Gumam Naruto. "Kalau begitu.." Naruto menutup kedua matanya.

"Haha! Ternyata kau sudah menyerah rupanya." Kata Kushimaru sedikit tertawa mengira Naruto sudah menyerah.

"Siapa yang mengatakan kalau aku sudah menyerah." Ucap Naruto dengan nada berat sambil membuka kedua matanya.

Kini mata Naruto telah berubah menjadi pola riak air berwarna ungu membuat Kushimaru sedikit bingung melihatnya.

"Matanya berubah! Dan aku belum pernah melihat mata itu." Gumam Kushimaru namun ia tetap melajutkan serangan menuju Naruto.

Kini jarak Kushimaru dan Naruto adalah 2 meter. Kushimaru pun langsung mengayunkan Nuibari sementara Naruto hanya merentangkan tangan kanannya ke arah Kushimaru lalu bergumam pelan

Shinra Tensei

Ciuung!

Sebuah gelombang kasat mata langsung menghempaskan Kushimaru sebelum Nuibari mengenai Naruto begitu pula dengan kawat-kawat yang mengikat Naruto.

Braak!

Kushimaru menghantam dengan keras sebuah pohon. Kesakitan dan terkejut itulah yang dirasakan Kushimaru setelah menerima serangan Naruto.

"Apa itu tadi, aku merasa tubuhku dihantam sesuatu yang kuat." Pikir Kushimaru lalu berdiri.

Naruto pun menurunkan tangannya. "Ternyata interval waktu masih 20 detik, Cih! Mendokusai." Pikit Naruto sambil meniru Trademark Shikamaru.

Naruto kemudian membuat sebuah Handseal.

Fuuton : Sinkhu Rempa

Puluhan pedang angin langsung tercipta di sekitar Naruto dan dengan cepat seluruh pedang angin tersebut melesar menuju Kushimaru. Kushimaru yang menyadari hal tersebut langsung memegang erat Nuibari .

Traank! Traank! Jleeb! Jleeb!

Kushimaru menangkis pedang angin yang mengarah kepadanya dengan Nuibari sedangkan pedang angin yang tidak mengarah kepadanya menancap di pohon dan permukaan tanah. Naruto lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah Kushimaru dan bergumam pelan.

Bansho Tenin

Tubuh Kushimaru langsung tertarik ke arah telapak tangan Naruto.

"A-apa ini tubuhku tertarik olehnya." Kata Kushimaru yang sudah tertarik ke arah telapak tangan Kushimaru. Ia kemudian melempar Nuibari ke salah satu pohon.

Jleeb!

Bersaan dengan tertancamnya Nuibari, Kushimaru langsung tertahan karena ada kawat yang terhubung dengan Nuibari dan ditangannya. Namun besarnya tarikan Naruto membuat tangan Kushimaru langsung teriris kawat yang di pegangnya. Dan alhasil ia pun menyerah dan melepaskan kawat yang dipegangnya.

Takk!

Tangan Naruto pun mencengkram leher Kushimaru lalu melempar tubuh Kushimaru ke udara. Dengan cepat Naruto membuat Handseal.

Fuuton : Kazekiri No Jutsu

Sebuah angin pemotong langsung dikeluarkan Naruto dan mengarah ke Kushimaru yang terlempar ke udara. Kushimaru dengan cepat merubah posisi terlemparnya namun hal itu terlambat karena angin pemotong Naruto sudah di depan tubuhnya.

Jraash!

Bagian perut Kushimaru pun terkena angin pemotong Naruto membuat sebuah luka menganga tercipta di perutnya, darah segar langsung terciprat keluar. Kushimaru pun langsung terjatuh dengan tidak elit di tanah.

Bruuk! Jleeb!

Bersamaan dengan Kushimaru yang menghantam tanah Nuibari pun tertancap di dekat tubuh Kushimaru. Naruto menghela nafas sejenak lalu menghampiri Kushimaru yang sudah terbaring dengan luka menganga.

"Uhuk...Si..apa..kau...sebenarnya...uhukk...aku..be..lum..pernah..meli..uhukk..hatmu..di..Kiri?" Tanya Kushimaru diiringi muntah darah.

"Naruto." Jawab Naruto singkat lalu mengambil Nuibari yang tertancap di tanah lalu memasukkan di Fuin pada lengan kiri Naruto. Setelah itu Naruto membuat Handseal.

Doton : Doryuu Taiga

Kata Naruto lalu menghentakkan kedua tangannya di tanah. Alhasil tubuh Kushimaru pun terhisap oleh lumpur dari jutsu Naruto.

"Fiuhh..." Naruto menghela nafasnya dan menonaktifkan Rinnegan miliknya. "Sebaiknya aku membantu yang lainnya." Kata Naruto lalu melompat ke atas dahan pohon dan melesat menuju medan pertempuran.

.

MEI AND DKK PLACE.

Pertempuran antara Pasukan Rebelion melawan Pasukan Kirigakure kini mencapai puncaknya. Pasukan Kirigakure kini tersisah hampir setengahnya sementara Pasukan Rebelion masih banyak karena Mei memerintahkan pasukannya untuk saling melindungi agar bisa mengurangi jumlah korban dari pasukannya.

Yoton : Yokai No Jutsu

Mei mengeluarkan lava dari mulutnya dan mengarahkannya ke pasukan Kirigakure di depannya. Semburan Lava pun mengenai beberapa pasukan Yagura.

"Arrrghhhh." Teriak pasukan Yagura yang terkena Lava.

Sementara itu di tempat Haku. Ia kini terkepung oleh puluhan pasukan Kirigakure. Ia tidak tinggal diam langsung membuat Handseal.

Hyōuton : Makyo Hyouso

Seketika puluhan cermin es langsung tercipta dan mengurung puluhan pasukan Kirigakure dan dengan cepat Haku langsung memasuki cermin es miliknya. Beberapa pasukan Kirigakure tidak tinggal diam dan langsung melempar Kunai ke arah cermin es Haku.

Traank! Traank!

Kunia tersebut hanya memantul dan tidak menimbulkan sedikit pun goresan di cermin Haku. Sementara itu di luar kubah cermin es milik Haku beberapa pasukan Kirigakure bersiap menyerang cermin es tersebut dengan membuat Handseal.

Suiton : Suigandan

Beberapa bola air dimuntahkan oleh beberapa pasukan Kirigakure dan langsung mengarah ke cermin es Haku. Zabuza yang berada tidak jauh dari sana langsung berlari menuju tempat tersebut sambil membuat Handseal.

Suiton : Sujinheki

Sambill melompat Zabuza menyemburkan air berintensitas sedang dan langsung menutupi kumpulan cermin es Haku.

Bluur! Bluur!

Puluhan bola air tersebut langsung tertahan oleh dinding air Zabuza. Sebelum dinding air tersebut mencair Zabuza kembali membuat Handseal.

Suiton : Suiryuudan No Jutsu

Seekor naga air langsung tercipta dari dinding air yang mulai rusak milik Zabuza dan dengan cepat langsung mengempaskan seluruh pasukan Kirigakure yang berada tidak jauh dari sana.

Kembali ke dalam kubah kumpulan cermain Haku yang masuk ke dalam cermin miliknya. Sekejam puluhan cermin tersebut langsung menampakkan wujud Haku sambil membuat Handseal

Sensatsu Suishou

"Uaahhhh." Teriak beberapa pasukan Kirigakure yang tersapu naga air Zabuza. Begitupal Pasukan Kirigakure yang berada di balik kubah cermin Haku yang terkena serangan jarum es milik Haku.

Tidak jauh dari tempat pertempuran. Naruto sedang berdiri di dahan pohon sambil memperhatikan jalannya pertempuran.

"Ternyata pasukan Yagura sudah kehilang separuh dari mereka." Gumam Naruto.

"Naruto jangan memaksakan dirimu." Tiba-tiba Kurama berbicara pada Naruto melalui pikiran.

"Apa maksudmu Kuram?" Tanya Naruto pada Kurama.

"Walaupun chakramu sudah tidak terbatas, kau tetap bocah berumur 13 tahun, itu artinya fisikmu bisa dibilang masih lemah." Jelas Kurama di pikiran Naruto.

"Tetapi tenang saja, ketika kau sudah kelelahan aku akan memberikanmu sedikit chakraku agar kelelahanmu teratasi." Tambah Kurama. Dan Naruto mengangguk pelan.

"Arigatou! Kurama." Kata Naruto membuat Kurama yang berada di dimensi Naruto mendengus tidak jelas, "Sudah kubilang jangan berterima kasih padaku, itu membuatku risih."

Naruto pun memutus kontak pikiran dengan Kurama. Setelah itu Naruto membuat Handseal dan melompat tinggi ke atas medang pertempuran.

Fuuton : Kamikaze

Naruto mengeluarkan hembusan angin dan peelahan hembusan angin tersebut berputar dan menciptakan sebuah tornado berukuran sedang. Seketika angin tornado tersebut melululantakkan pasukan Kirigakure. Beberapa pasukan Rebelion yang berada dekat dengan tornado Naruto melesat menjauh.

Tidak jauh dari tornado tersebut Mei dan beberapa pasukan rebelion menatap kagum dan sedikit terkejut melihatnya.

"Siapa yang mengeluarkan Fuuton itu." Tanya Mei pada pasukan rebelion.

"Kami juga tidak tau Me-sama." Jawab salah seorang pasukan Rebelion.

"Bagaimana dengan pasukan kita yang berada didekat Fuuton tersebut?" Tanya Mei kembali.

"Mereka menyadari bahwa Fuuton tersebut berasa dari kita langsung menjauh dari sana." Jawab Pasukan rebelion. Dan Mei pun menghela nafas sejenak.

Beberapa saat kemudian Naruto (Henge) muncul di dekat Mei dan sontak membuat beberapa pasukan Rebelion terkejut begitupula dengan Mei.

"Ternyata Naruto-san." Kata Mei setelah Naruto muncul menggunakan Shunshin.

"Bagaimana keadaan disini." Tanya Naruto.

"Bisa dibilang kita berhasil menekan mereka. Pasukan mereka mungkin tersisa setengah lagi sedangkan kita baru kehilangan sekitar 250 dan beberapa sudah kami rawat." Jawab Mei.

"Bagaiman denganmu Naruto-san?, kalau kau sudah berada disini berarti Kushimaru sudah kalah. Dan satu lagi apa kau yang mengeluarkan tehnik Fuuton yang itu?" Tanya Mei sambil menunjuk tornado Naruto yang masih mengobrak-abrik pasukan Yagura.

"Hn." Jawab Naruto menggunkan dua huruf kebanggaan Uchiha membuat beberapa orang disina sweatdrop.

"Irit kata banget ni orang." Pikir beberapa orang dan Naruto yang bisa membaca pikiran kembali mengeluarkan kata. "Hn."

Beberapa menit kemudian tornado Naruto pun menghilang membuat pasukan Yagura kini tersisa sekitar 1000 pasukan lagi. Melihat hal tersebut Mei kembali bersiap untuk memerintahkan pasukannya untuk menyerang sisa pasukan Kirigakure. Zabuza, Haku dan Ao pun sudah berada di dekat Mei dan Naruto.

"Bagaimana keadaan kalian?" Tanya Mei pada ketiganya.

"Kami baik-baik saja Mei-san." Jawab Haku dan kedua hanya menganggukan kepala.

"Sebaiknya kita menarik mereka lalu serang mereka dengan Jutsu jarak jauh." Usul Zabuza.

"Sepertinya itu ide yang bagus. Bagaimana denganmu Naruto-san?" Tanya Mei.

"Hn. Aku setuju." Kata Naruto membuat semuanya kembali sweatdrop.

Dengan cepat Mei memerintah seluruh pasukannya untuk kembali membuat pasukan Kirigakure sedikit bingung.

"Apa akan mereka lakukan dan kenapa Kushimaru-sama belum kembali." Kata seorang pasukan Yagura.

"Aku mempunya firasat buruk." Kata beberapa dari mereka.

"Berapa sisa pasukan kita." Kata sang wakil dari Kushimaru. Author sebut saja Kasume.

"Sekitar 1000 Kasume-san." Jawab orang yang berada di belakang.

"Cih! Mereka benar-benar menekan kita. Pasukan mereka belum hilang setengahnya." Kata Kasume geram.

Kembali ke pasukan Rebelion. Kita mereka semua telah berkumpul di belakang Mei dan lainnya.

"Baiklah kita akan menyerang mereka sekali lagi." Kata Mei dan semuanya pun mengangguk.

"Kita akan menyerang mereka dengan jutsu jarak jauh." Tambah Mei dan seluruh pasukan rebelion pun bersiap. Beberapa dari mereka langsung mengeluarkan kunai serta senjata besar laiinya.

"Aku akan melakukan serangan pertama." Kata Naruto dengan cepat membuat Handseal.

Suiton : Dai Bakususi Soha

Naruto memuntahkan air dalam skala besar dan juga menciptakan air di sekitar tubuhnya. Mei dan lainnya pun membelalakan mata ketika Naruto mengeluarkan air berskala besar serta menciptakan air dari udara. Dengan cepat sebuah gelombang air yang besar langsung mengarah ke pasukan Kirigakure.

Pasukan Kirigakure tidak tinggal diam. Puluhan dari mereka langsung melesat ke depan membuat Handseal dan menghentakkan kedua tangan mereka ke tanah.

Doton : Doryuuheki

Puluhan dinding tanah langsung muncul di depan pasukan Kirigakaru dan juga gelombang air milik Naruto.

Bluur! Bluur!

Gelombang air Naruto pun tertahan oleh puluhan dinding tanah yang berlapis milik pasukan Kirigakure. Perlahan gelombang air Naruto mulai tenang membuat area tersebut terlihat seperti danau. Naruto lalu melirik ke arah Mei. Seolah mengetahui apa yang dimaksud Naruto, Mei langsung memberi perintah ke pasukan Rebelion.

"Kalian semua serang mereka! Naruto-san sudah menyiapkan air untuk kita." Kata Mei.

Mei dan Zabuza langsung berlari melesat menuju ke pasukan Kirigakure. Setelah sampai de depan dinding penghalang beberapa dari mereka langsung membuat Handseal .

"Pertama hancurkan dinding tanah itu." Ucap Mei.

Raiton : Kangenkiha

Beberapa pasukan Rebelion mengeluarkan gelombang petir menuju ke dinding penghalang.

Braak! Braak!

Karena Doton lemah terhadap Raiton. Alhasil dinding tanah tersebut pun hancur membuat seluruh pasukan Kirigakure menjadi terkejut. Mei dan beberapa pasukan Rebelion pun membuat Handseal.

Suiton : Suiryuudan No Jutsu

Suiton : Mizurappa

Beberapa Naga air serta gelombang air kecil langsung mengarah ke pasukan Rebelion dan menyapu bersih sekitar 100 orang dari mereka. Namun beberapa dari mereka kembali membuat Handseal.

Katon : Gokakyu No Jutsu

Katon : Ryuuka No Jutsu

Lima bola api berukuran sedang serta tiga naga api berukuran kecil langsung di keluarkan oleh beberapa pasukan Kirigakure yang mempunyai Katon. Dan hasilnya Naga air dan juga gelombang air milik pasukan Rebelion pun berhenti

Blaar! Blaar!

Kepulan asap langsung tercipta dan memenuhi area tempat para pasukan Kirigakure. Namun hal ini yang diinginkan oleh Mei, dengan cepat ia memerintah pasukannya untuk melempar seluruh senjata miliknya

"Sekarang saatnya! Lempar seluruh senjata kalian!" Teriak Mei dan semuanya pasukan rebelion pun mengangguk.

Ribuan kunai dan Shuriken pun beterbangan ke arah pasukan Kirigakure yang tidak dapat melihat akibat asap tebal tersebut.

"Uh! Sial." Gumam beberapa pasukan Kirigakure.

Jleeb! Jleeb! Jraash! Jraash!

"Arrrgghh!"

"Arrrgghhh!"

Suara kunai serta Shuriken menancap pada sesuatu serta teriakan kesakitan langsung terdengar dari dalam kepulan asap. Seluruh pasukan rebelion pun memasang senyum pada wajah mereka.

Tap! Tap!

Naruto muncul menggunakan Shunshi di dekat Mei. Mengetahui kedatangan Naruto, Mei langsung melempar senyum ke arah Naruto.

"Taktik yang bagus Naruto-san dengan menyediakan air untuk kami." Kata Mei.

"Hn. " Naruto kembali mengeluarkan dua huruf konsonan andalan Uchiha. Membuar beberapa pasukan Rebelion sweatdrop.

"Apa tidak ada kata lain yang bisa kau ucapkan?" Tanya Zabuza.

"Memangnya kenapa aku hanya meniru cara berbicara temanku." Jawab Naruto Watados membuat beberapa pasukan rebelion pun terjungkal kebelangan dengan tidak elitnya.

"Alasan macam apa itu." Pikir beberapa dari mereka. Naruto pun hanya tersenyum.

"Mei-san, masih ada sekitar 200 orang yang bertahan." Kata Ao yang menatap ke arah kepulan asap dengan Byakugan.

Mendengar hal tersebut Naruto pun menyeringai membuat Mei dan beberapa dari meraka yang melihat seringai Naruto merinding.

"Aku yang akan menyelesaikannya." Kata Naruto lalu melompat ke udara lalu membuat Handseal.

Kagebunshin No Jutsu

Naruto mengeluarkan satu Bunshin di dekatnya dan memberi perintah pada bunshin tersebut untuk mengeluarkan Fuuton. Masih di udara keduanya langsung membuat Handseal secara bersamaan.

Katon : Gouka Mekkyaku

Fuuton : Daitoppa

Naruto mengeluarkan semburan api berintensitas besar sementara Bunshinnya mengeluarkan hembusan angin yang cukup besar sehingga semburan api Naruto pun menjadi semakin kuat dan besar yang menyapu bersih seluruh area tersebut.

Blaaaaaarrrr!

"Arrrggggghhhh."

Ratusan teriakan memilikan pun terdengar dari dalam kepulan asap yang mulai menghilang. Beberapa saat kemudian kepulan asap tersebut mulai menghilang. Dan tampaklah area kosong yang sudah hangus terbakar dan beberapa titik api yang masih menyala.

Gleek!

Beberapa pasukan Rebelion pun syok dan membelalakan mata membuat mereka menelan ludah mereka setelah melihat Naruto mengeluarkan jutsu kombinasi Katon dan Fuuton bertipe pemusnah. Bahkan diantara mereka bahkan ada yang mengeluarkan keringat dingin serta pucat pasi.

"Untung Ia berada di pihak kita. Kalau tidak kita sudah pasti tewas mengenaskan." Kata Seorang pasukan aliansi dan beberapa temannya mengangguk pelan sambil sedikit takut.

"Jutsu yang keluarkan benar-benar menakutkan." Batin Mei.

"Sebenarnya di mana kau menemukan pria ini Zabuza?" Tanya Mei dan Ao mengangguk pelan.

"Di Nami No Kuni." Jawab Zabuza datar.

"Ternyata ia benar mengenai menggunakan sedikit kekuatannya ketika melawanku." Pikir Zabuza sedikit mengeluarkan keringat dingin mengingat pertarungannya dengan Naruto.

Tap! Tap!

Naruto dan Bunshinnya mendarat dengan sempurna di depan Mei dan lainnya.

Poofft!

Bunshin Naruto pun menghelang. Dan beberapa saat kemudain nafas Naruto terdengar memburu.

"Haah...Haahh...Aku sangat lelah." Kata Naruto sambil ngos-ngosan.

"Lelah?" Bingung Mei dan beberapa orang disana.

"Sudah sepantasnya kau lelah. Pertama kau melawan Kushimaru. Lalu mengeluar Fuuton, Katon dan dua Suiton tingkat tinggi." Kata Mei dan Zabuza pun mengangguk.

Ao lalu menatap ke arah Naruto dengan Byakuganyang masih aktif. Wajah Ao langsung terlihat Syok setelah melihat aliran chakra Naruto yang terlihat seperti terisi kembali.

"Ada apa denganmu Ao?" Tanya Mei yang melihat wajah syok Ao.

"C-Chakra Naruto-san terisi kembali." Seketika semua orang langsung terbelalak kaget mendengar perkataan Ao.

"Bisa kau jelaskan lebih jelas Ao?" Tanya Zabuza.

"Aku melihat chakra di dalam tubuh Naruto-san perlahan terisi kembali seperti ada yang mengisinya kembali." Jawab Ao masih dalam keadaan syok.

Semua orang langsung menatap ke arah Naruto yang sudah lelah. Ingat lelah bukan kehabisan chakra. Membuat Naruto menjadi bingung.

"Haah...haaah...Ada apa?" Tanya Naruto.

"Kalau maksud kalian adalah menanyaiku mengenai chakra di dalam tubuhku. Aku tidak akan menjawa karena itu Rahasia." Kata Naruto dan semua orang yang menatapnya hanya menghela nafas.

"Kurama aku butuh bantuanmu." Naruto menghubungi Kurama di pikirannya.

"Aku mengerti." Jawab Kurama dan dengan cepat memulai pekerjaannya yaitu memulihkan kondisi Naruto.

"Naruto-san sebaiknya anda beristirahat dan yang lain cepat periksa keadaan disana." Kata Mei menunjuk ke arah lokasi bekas tempat pasukan Kirigakure.

"Ambil kembali senjata kalian dan juga senjata milik mereka untuk persiapan." Tambah Mei.

"Baik Mei-sama." Kata pasukan rebelion lalu berjalan menuju lokasi bekas pembantaian dan melucuti seluruh senjata mereka.

.

.

Sementara itu di sebuah ruangan tampak seseorang sedang duduk santai di sebuah kursi. Disamping orang tersebut sebuah tongkat bersandar di tembok. Beberapa menit kemudian sebuah kepulan asap muncul dan seseorang yang mengenakan pakaian ninja Kirigakure pun muncul.

"Ada apa?" Tanya orang yang duduk a.k.a Yondaime-Mizukage Yagura

"Lapor Mizukage-sama. Pasukan kita yang berada di luar desa telah dikalahkan oleh Pasukan Rebelion." Jawab sang ninja.

"APA!" Teriak Yagura terkejut lalu memukul meja di depannya.

"Apa kau yakin? Bagaimana bisa? Kushimaru yang meminpin pasukan tersebut bagaimana mereka bisa kalah?" Yagura pun melempar pertanyaan sambil terkejut.

"Menurut Intel. Mereka mendapat bala bantuan." Jawab ninja di depan Yagura.

"Begitu rupanya. Ternyata mereka mendapat bala bantuan. Apa kau tahu berapa dan dari mana bala bantuan mereka?" Tanya Yagura kembali. Ninja tersebut hanya geleng-geleng kepala.

"Baiklah. Segera siapkan pasukan kita yang tersisah dan perintah beberapa Anbu untuk mencari tahu siap bala bantuan mereka." Kata Yagura lalu kembali duduk dengan santai.

"Ha'i Mizukage-sama." Ninja tersebut langsung menghilang menggunakan Shunshin.

"Sialan kau Mei!" Geram Yagura.

.

.

SKIP TIME

Malam hari pun tiba. Kini pasukan Rebelion tengah beristirahat di markas mereka. Pasukan rebelion hanya kehilangan sekitar 500 pasukan dan beberapa dari mereka sedang dirawat.

Di dalam kamar Naruto yang diberikan oleh Mei. Ia sedang beristirahat, ia melepas Henge miliknya dan juga Kokutō Yoru sudah ia masukkan kembali ke Fuin di lengan kirinya.

"Ternyata Kurama benar, setelah perang ini aku akan melatih fisikku agar menutupi kelemahan fisikku." Gumam Naruto lalu berbaring di ranjang miliknya.

Beberapa menit kemuadian Naruto pun tertidur dengan pulas.

~~~ TBC ~~~


#NOTE
Dichapter ini Author sedikit membuat Naruto memamerkan kekuatannya dikarenakan Naruto ingin agar perang ini cepat usai. Jika ada yang merasa Naruto sedikit pamer tinggal di Review saja.


#Akhirnya Chapter 9 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.

Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.

Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.

Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan

Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.


#Balasan Review.

R : Itu sewaktu naruto masuk dimensi'a sendiri ko gak tambah tua yah?
Soal'a klo cuma d mindscape arti'a yg bertambah tua cuma jiwa . . .
Tapi kan ini yg masuk jiwa sama raga?
B : Author lupa mengenai hal ini jadi berikut penjelasannya.
Itu adalah salah satu keistimewaan dimensi Naruto serta kemampuan dari jutsu Jikkukan Hōrī : Jizoku hōshutsuyang berarti Perubahan waktu dimensi. Dimana walaupun berpuluh-puluh tahun di dimensi miliknya umur serta tubuh NaruKushiKarin tidak berubah hanya kemampuan serta pengalaman yang bertambah. Bisa dibilang prinsipnya hampis sama dengan Mindscape.
Gomen jika penjelasan mengenai dimensi Naruto sedikit diluar akan pikiran. Dan terimah kasih telah mereview mengenai hal ini. Di chapter ini Author membuat Naruto menyamakan waktu dimensi miliknya dengan dunia.

R : Thor bukannya dicanon naruto langsung bisa menggunakan mode biju padahal baru berteman dengan kurama-chan tapi kok disini karin belum bisa pdahal udah berteman dengan kurama agak lama?
B : Karena disini Autohr Usahain agar Naruto dan Karin menguasai kekuatan Kurama secara bertahap hingga bisa menggunakan Biju Mode.

R : kayaknya namanya zabuza deh thor. maaf kalo salah hehe
B : Maaf Author yang salah tapi udah Author perbaiki.

R : thor mau tanya apa in harem ma haku dll g?
B : Gak disini kagak Harem.

R : next gan ditunggu lemonya ...
B : Untuk lemonnya Author masih pikirin untuk dibuat atau tidak. Karen Author kurang mahir mengenai lemon.

R : jangan sampe discontinue ya tor.
soalnya banyak fic bagus tapi discontinue.
lanjut terus tor.
B : Author akan berusaha agar tidak discontinue.

R : Lanjut thor.. Jarang2 dapat fict bagus sekarang,...
B : Oke...

R : Chapter ini bnr2 mantap gan
Bdw ntar musuh terkuat naruto siapa gan? Kalau madara ane rasa naruto lebih kuat deh
Apa ntar mau bikin madaranya jadi tambah kuat lagi or mau langsung lawannya toneri otsutsuki
B : Musuh Naruto tetap Madara dan Tobi tetapi akan ada sedikit tambahan dan itu masih rahasia. entah Madara atau Tobi yang tambah kuat atau lainnya.

R : hm... kurasa ini fic akan selesai akan lama dan disini naruto terlalu pamer contoh tadi ngeluarin katon rank-s apa ga bikin yg liatnya kaget apa? mending jurus naruto simpen & jgn pamer apalagi sok kuat
B : Heheh Gomen karena membuat Naruto terkesan pamer. Itu karena Naruto ingin menyelesaikan dengan cepat dan efektif.

R : Sip, apa naruto punya sage mode sob?lanjut sob.
B : Mengenai Sage Mode, Author masih pikirin.

R : SUGOIIII TAPI WORDX KURANG SENPAIII
kalau bisa sifat naruto dingin dan sadis dong tpi di depan karin dan khusina tidak gimana ? ea ea ea
B : Ini wordx sudah 5k. Untuk sifat Naruto dingin dan sadis bisa diusahain. Saran yang bagus!

R : kalau Karin suka-nya sama Sasuke apa bedanya dengan yang di Canon? cuma beda sifat aja hah.
ok lanjut aja lah.
B : Bukan Karin yang suka ama Sasuke. Tetapi Sasuke yang rada-rada suka ama Karin.

R : maaf dlu thor bkn nya mw flame tpi pair nya sasu karin gk cocok mending sasu sma sakura az
B : Ya tidak apa...Untuk Pair Karin Author belum siapkan begitupula Sasuke.

R : Thor,ko tumben updateny radan lama!
Oh ya thor,sanbi ntar di ambil sama Naruto apa sama Tobi?
Lanjut and update,,,;)
B : Kemarin PC Author lagi masuk bengkel. Dan untuk Sanbi mungkin akan diambil Naruto.

R : Kapan update lagi thor?
B : Nih Author udah lanjut.

Yang Review untuk lanjut. Insya Allah Author lanjutin.


..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..

.

SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER.

.

..:: LOMPOBERANG-CHAN ::..

- LOG OUT -