CHAPTER 12 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 11 : MASKED MAN AND SANBI ::..
"Uzumaki Naruto! Aku tak menyangka kau bisa mengalahkan boneka milikku." Kata orang tersebut datar. "Sepertinya Yagura sedikit meremehkanmu sehingga bisa kalah seperti ini." Tambahnya.
"Boneka! Jadi selama ini Yagura dimanipulasi dengan Genjutsu oleh orang ini. Pantas saja tatapannya begitu kosong." Pikir Naruto. "Jadi semuanya sudah jelas sekarang." Tatapan Naruto lalu tertuju pada pria bertopeng di depannya.
"Siapa kau dan apa maumu?" Tanya Naruto dengan nada tidak kalah datar.
Bukannya menjawab Naruto sang pria bertopeng malah menatap Yagura yang sudah tidak sadarkan diri di belakangnya. "Sepertinya Yagura sudah tidak sadarkan diri lagi." Pikirnya. Naruto tidak terlalu ambil pusing mengenai pikiran orang di depannya.
"Hoi wajah spiral! Kalau seseorang bertanya maka harus dijawab." Kata Naruto sedikit menekanan di setiap katanya.
"Siapa kau dan apa maumu?" Naruto mengulang pertanyaannya.
"Namaku Tobi dan tujuanku kesini adalah untuk merekrutmu masuk ke dalam organisasiku." Kata Tobi datar.
"Organisasi? Apa tujuan dari organisasi milikmu?" Tanya Naruto kembali.
"Tujuan dari organisasi milikku adalah menciptakan sebuah dunia dimana tidak ada lagi yang namanya peperangan. Sebuah dunia impian dimana semua orang adalah pemenang dan tidak ada lagi orang yang akan ditindas." Jelas Tobi.
"Atau singkatnya sebuah PERDAMAIAN!" Sambung Tobi memberikan penekanan pada kata perdamaian.
Di dimensi Naruto. Kurama langsung menggeram tidak suka setelah mendeteksi kedatangan Tobi. Orang yang telah mengendalikannya untuk menyerang konoha serta dalang dari kematian orang tua Naruto dan Karin.
"Naruto! Jangan dengarkan dia!" Teriak Kurama di pikiran Naruto.
"Apa maksudmu Kurama, bukannya tujuannya sama dengan misi yang diberikan oleh Sensei." Balas Naruto.
"Kubilang jangan dengarkan dia! Dia adalah dalang di balik penyeranganku ke konoha serta orang yang menyebabkan kematian Minato dan Ayuki, orang tua kalian." Kata Kurama.
"Apa! Jadi orang ini adalah-"
"Iya benar. Kuharap kau tidak menerima permintaannya. " Potong Kurama.
Tobi hanya memandar datar Naruto yang sedang melamun tepatnya berbicara dengan Kurama.
"Bagaimana?" Tanya Tobi menghentikan pembicaraan Naruto dan Kurama.
Tanpa menjawab pertanyaan Tobi. Naruto langsung melesat dan menyerang Tobi dengan pukulan tangan kiri, namun pukulan Naruto hanya melewati tubuh Tobi membuat Naruto sedikit bingung.
"Apa!"
Setalah pukulan Naruto melewatinya, Tobi mengeraskan tubuhnya lalu memutar tubuhnya dan menendang punggung Naruto hingga terpental ke depan tetapi Naruto berhasil menyeimbang diri dan mendarat dengan sempurna.
"Jadi kau menolaknya yah! Padahal dengan bergabungnya dirimu mungkin akan mempercepat berhasilnya tujuanku." Kata Tobi datar lalu mengeluarkan sebuah rantai dari lengan tudungnya. (Rantai yang digunakan Obito sewaktu melawan Minato).
Naruto kembali melesat ke arah Tobi setelah mengeluarkan sebuah kunai dari Fuin miliknya. Sementara Tobi merenggangkan rantai miliknya. Naruto menghunuskan kunai milikknya ke kepala Tobi. Namun kunai serta tangan milik Naruto kembali menembus Tobi.
Setelah seluruh badan Naruto meleawati Tobi. Tobi langsung mengeraskan tubuhnya dan berputar sambil mengayunkan rantai miliknya ke kepala Naruto. Dengan cepat Naruto mengerem dirinya menggunkan kaki kanannya lalu memutar tubuhnya sembil mengayunkan kunia miliknya.
Melihat gerakan Naruto. Tobi pun kembali membuat dirinya tertembus alhasil kunai serta rantai milik keduanya hanya menembus kepala masing-masing. Melihat serangannya hanya menembus Tobi sebanyak tiga kali. Naruto pun melompat menjauh dari Tobi.
"Sebenarnya jutsu apa yang dipakai orang ini. Semua seranganku hanya menembus tubuhnya." Pikir Naruto.
Naruto pun tersentak ketika melihar ke dalam lubang topeng milik Tobi. Samar-samar ia melihat sebuah Sharingan di lubang tersebut.
"Sharingan!" Pikir Naruto terkejut.
"Tentu saja ia mempunyai Sharingan, Ia seorang Uchiha namun aku masih ragu bahwa namanya adalah Tobi. Itu pasti sebuah samaran." Kata Kurama pada Naruto di pikiran lewat telepati mereka.
Naruto memutus kembali komunikasinya denga Kurama lalu memikirkan suatu cara untuk mengenai tubuhnya.
"Jika aku serang pasti ia akan membuat dirinya tertembus dan ketika aku lengah ia mengeraskan tubuhnya. Aku harus memanfaatkan semua kesempatan walaupun sesedikit mungkin." Pikir Naruto.
Sedetik kemudian Naruto langsung melesat menuju Tobi sambil memegang kunainya mengarah ke luar. Setelah jarak keduanya mencapai 4 meter Naruto melempar kunai miliknya. Namun lagi-lagi kunai tersebut hanya menembus kepala Tobi.
"Seperti dugaanku." Pikir Naruto.
"Apa yang ingin dia lakukan, apa mungkin menggunakan cara yang sama ketika Yondaime mengenaiku." Pikir Tobi mengingat-ngingat pertarungannya dengan Minato.
"Tapi kunai yang ia lempar hanya kunai biasa, dan mungkin juga ia belum menguasai Hiraishin." Tambah Tobi pada pikirannya mengenai apa yang akan Naruto lakukan.
Setelah berada di depan Tobi. Naruto melakukan Side Kick menggunakan kaki kanannya ke bagian samping perut Tobi. Lagi-lagi tendangan Naruto menembus tubuh Tobi. Bersamaan dengan tendangan Naruto melewati tubuhnya Tobi mengarahkan tangan kanannya ke kepala Naruto dengan sedikit membungkuk.
"Kalau menggunakan Shunshin, mungkin resiko terkena pukulan akan naik." Pikir Naruto
Dengan gerakan Slow Motion. Kaki Naruto sudah melewati tubuh Tobi sementara tangan Tobi sudah berjarak beberapa senti lagi menyentuh kepala Naruto, Tobi pun mengeraskan tubuhnya.
"Sepertinya Ia sudah mengeraskan tubuhnya." Pikir Naruto melihat jarak tangan Tobi dan kepalanya kini sekitar 5 senti lagi.
"Kena kau!" Batin Tobi. Naruto yang bisa membaca pikiran langsung menyeringai mengetahui pikiran Tobi.
"Apanya yang kena!" Kata Naruto
Dengan cepat langsung menangkap tangan Tobi menggunkan tanga kirinya dan langsung mendorong tangan Tobi ke arah kanan setelah itu Naruto langsung memegang kepala Tobi dengan tangan kirinya setelah mendorong tangan Tobi.
Tap! Zwuush!
Bersaman dengan itu kaki kiri Naruto sudah menyentuh permukaan danau dan langsung melompat sambil sedikit berputar dan mengarahkan lututnya kanannya ke kepala Tobi.
Duugh!
Lutut kanan Naruto pun mengenai bagian samping kepala Tobi. Belum selesai sampai disitu, Naruto yang masih dalam keadaan melayang kembali mengayunkan kaki kirinya ke kepala Tobi. Namun tubuh Tobi kini menjadi tertembus karena Naruto melepaskan pegangan tanga kirinya dari kepala Tobi. Alhasil tendangan Naruto pun menembus kepala Tobi dan dengan cepat Tobi langsung melompat mundur. (Tinggi badan Naruto setinggi dada Tobi).
Tap! Tap!
"Tak kusangka sudah dua kali aku dikalahkan menggunkan kecepatan. Pertama oleh Kiroii Senko lalu setelah itu anaknya." Jawab Tobi sambil memegang kepalanya yang terkena hantaman lutut Naruto.
Duaar!
Sebuah ledakan chakra langsung mengagetkan keduanya dan dengan cepat mereka berdua langsung menatap ke arah Yagura yang sudah tidak sadarkan diri. Naruto langsung menatap tajam ke arah Yagura sementara Tobi menyeringai di balik topengnya melihat tubuh Yagura kini diselimuti chakra merah dan perlahan chakra tersebut membesar.
"Sepertinya tubuh Yagura sudah tidak bisa lagi menahan Sanbi." Kata Tobi lalu mengembalikan pandangannya ke arah Naruto.
"Sepertinya ini waktunya bagiku untuk pergi dari sini." Tambah Tobi. Tubuhnya pun mulai terhisap oleh lubang topengnya.
"Suatu hari nanti kau akan menyesal karena menolak tawaranku dan satu lagi yaitu aku akan mengambil Kyubi dari tubuh adikmu untuk melaksanaka rencanaku." Bagian kaki Tobi mulai terhisap. (AN : Tobi hanya mengetahui bahwa Karin adalah Jinchuriki Kyubi. Ia tidak mendeteksi chakra Kyubi Yin pada Naruto)
"Selagi aku masih hidup di dunia ini. Aku tak akan membiarkanmu menyentuh adikku." Kata Naruto dengan nada berat menatap tajam ke arah Tobi.
Seluruh bagian tubuh Tobi terhisap oleh lubang topengnya dan bersamaan dengan itu tubuh Sanbi pun keluar dari tubuh Yagura sambil melompat tengah danau meninggalkan Naruto dan Yagura. Tobi kembali muncul di dekat tubuh Yagura lalu kembali terhisap setelah mengambil tubuh Yagura
"Selamat bersenang-senang dengan Sanbi. Uzumaki Naruto!" Kata Tobi lalu terhisap sepenuhnya bersama Yagura.
"AKHIRNYA AKU BEBAS...HAHAHAHA." Teriak Sanbi diakhiri dengan tertawa keras yang terdengar dari tengah danau.
"Uuuh! Sial! Aku sudah kelelahan." Gumam Naruto. Pertama ia menghadapi seorang Kage lalu berhadapan dengan Tobi dalang dibalik insiden Kyubi 13 tahun silam.
"Kurama, kau tau yang harus kau lakukan." Kata Naruto setelah membuka saluran telepati ke Kurama.
"Bagaimana denganmu? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kurama.
"Aku akan mengeluarkan Hajiri-san untuk menahannya selagi kau mengatasi kelelahanku dan juga tolong lacak keberadaan orang tadi." Jawab Naruto.
"Aku tidak mendeteksi lagi keberadaan orang tersebut di sekitar sini. Lalu bagaimana dengan Sanbi?" Tanya Kurama kembali.
"Aku akan membujuknya agar tinggal di dimensiku dan mengajaknya berteman sama sepertimu." Jawab Naruto.
"Hee! Ternyata Orang Tua itu tidak salah memilihmu." Kata Kurama lalu memutus telepati mereka dan mulai mengalirkan chakranya untuk mengatasi kelelahan Naruto.
Setelah telepati terputus. Naruto langsung menggigit ujung jarinya lalu membuat Handseal.
Kuchiyose No Jutsu : Hajiri Senshi
Sebuah lingkaran besar berwarna hitam yang cukup besar dikelilingi kanji-kanji Fuin muncul di permukaan danau tepat di atas tempat Naruto berdiri.
Perlahan sebuah kepala muncul di bawah Naruto membuat dirinya terangkat ke atas karena berdiri tepat di atas kepala tersebut. Lama-kelamaan muncullah sesosok Samurai setinggi 30 meter mengenakan topeng khas samurai serta seragam samurai lengkap berwarna merah dengan lambang pusaran air di punggungnya. Dua pedang panjang tampak tergantung di pinggulnya.
"Ada apa Naruto-sama memanggilku?" Tanya Hajiri.
"Hajiran-san tolong tahan Sanbi yang berada di sana selagi aku memulihkan staminaku." Jawab Naruto sambil menunjuk Sanbi yang berada di tengah-tengah danau.
"Mengalahkannya pun tidak masalah." Kata Hajiri. Menyeringai di balik topengnya (?)
"Hajiri-san boleh mengalahkannya tetapi jangan sampai ia mati."
"Bijuu tidak akan mati. Mereka adalah mahluk Immortal." Kata Hajiri dan mulai berjalan ke arah Sanbi.
"Benar juga aku lupa. Kalau begitu aku serahkan semuanya padamu, Hajiri-san!" Kata Naruto di atas kepala Hajiri.
"Baik Naruto-sama!"
Hajiri pun mulai berlari di permukaan danau ke arah Sanbi. Sementara Sanbi yang menyadri Hajiri berlari ke arahnya langsung menembakkan sebuah bola air berukuran besar. Hajiri tidak tinggal diam langsung mencabut salah satu pedang milikknya yang berwarna silver serta hitam untuk gagangnya dan langsung mengayunkan ke arah bola air Sanbi secara vertikal.
Jraaaash
Bola air Sanbi pun terbelah dua membuat daerah di atas danau tercipta hujan buatan. Setelah itu Hajiri mengembalikan pedangnya ke sarung yang terpasang di pinggangnya lalu membuat sebuah Handseal.
Katon : Rēzā Musatsu No Jutsu
Hajiri mengarahkan telapak tangannya ke Sanbi lalu keluar sebuah laser api berukuran sangat besar menuju ke Sanbi. Setelah mendekati Sanbi laser api tersebut tiba-tiba terbagi menjadi 6 bagian namun ukurannya masih sangat besar.
Sanbi langsung menggulung tubuhnya sehingga berbentuk sebuah bola lalu berdelinding dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju ke enam laser api tersebut. Hajiri memerintahkan ke enam laser tersebut untuk menyerang satu titik yaitu Sanbi yang sedang bergelinding.
Blaaar! Sriiiiing!
Ke enam laser api Hajiri menghantam Sanbi yang sedang bergelinding menciptakan sebuah ledakan yang cukup besar dan juga suara gesekan. Percikan-percilan api pun terpental ke seagalah arah. Awalnya Sanbi bisa menahan laser api milik Hajiri. Namun perlahan Sanbi mulai terdorong kebelakang dan akhirnya terpental.
Duaar! Bluur!
Sanbi terpental ke tempatnya semula sehingga menciptakan sebuah ledakan air yang sangat besar lalu Sanbi tenggelam ke dalam danau. Hajiri pun menghentikan laser api miliknya. Lalu mempehatikan daerah di sekitar danau untuk mencari keberadaan Sanbi.
"Sial aku lupa kalau Sanbi merupaka Bijuu spelias air." Gumam Hajiri.
Dengan cepat Hajiri membuat sebuag Handseal lalu berjongkok dan meletakkan kedua tangannya di permukaan danau. Seketika air di danau langsung bergemuruh. Sanbi yang berada di dalam danau pun sedikit terkejut akan hal ini.
Suiton : Kaitei Bakuhatsu
Seketika beratus-ratus ton air langsung terangkat ke udara seperti sebuah ledakan yang terjadi di dalam danau. Sanbi pun ikut terpental ke udara karena ia hanya berjarak 50 meter dari Hajiri.
"Sugeeeee!." Naruto pun terkagum melihat hebatnya jutsu yang di keluarkan oleh Hajiri
Pasukan Kirigakure dan Rebelion pun mendengar bunyi ledakan dari arah danau yang berjarak 10 km dari desa. Seluruhnya pun menduga bahwa di danau sedang terjadi pertarungan yang sangat dahsyat dikarenakan ledakan tersebut.
Kembali ke danau. Setelah seluruh air yang terbang ke udara kembali turun bersama Sanbi. Setelah mendarat di danau Sanbi langsung melesat menuju ke Hajiri lalu menusukkan dua ekor ke Hajiri.
Taaaakk! Taaaak!
Hajiri menahan kedua ekor Sanbi denga kedua tangannya. Area di sekitar mereka langsung berhembus angin yang cukup kuat serta permukaan danau yang tercipta sebuah arus air besar. Melihat hal tersebut Sanbil mengayunkan ekor ketiganya ke tubuh Hajiri.
Duaagh! Bluuur!
Tubuh Hajiri beserta Naruto yang berada di atas kepalanya terpental ke samping dan menciptakan sebuah ledakan air yang cukup besar. Untung saja Naruto berpegang erat pada kepala Hajiri sehingga tidak membuatnya terlempar.
"Kau tidak apa-apa Hajiri-san?" Tanya Naruto di atas kepala Hajiri.
"Aku tidak apa sebaliknya aku malah merasa sangat senang sudah lama aku tidak bertarung seperti sekarang apalagi lawanku seekor Bijuu." Kata Hajiri sambil berusaha bangkit. Namun di sisi Sanbi ternyata ia sedang menciptakan sebuah Bijuudama.
"Hajiri-san pemulihanku sudah selesai. Melompatkan ke daratan terdekat aku akan menahan bola hitam itu." Kata Naruto.
"Baik Naruto-sama!"
Hajiri pun berlari ke sampung kiri dan tiba di daratan. Naruto memerintahkan Hajiri untuk berjongkok. Dan bersamaan dengan itu Naruto membuat Handseal sementara Sanbi pun menembakkan Bijuudama miliknya.
Bijuudama
Mokuton : Mukojoheki
Tanah di sekitar Hajiri langsung mengeluarkan puluhan akar dan membentuk sebuah kubah kayu yang cukup besar dan tebal. Hasilnya Bijuudama Sanbi pun tertahan dan terpental ke atas sehingga Bijuudama tersebut meledak di udara.
Boom!
"Sekarang Hajiri-san desak Sanbi ke daratan dan aku akan mengingakatnya." Kata Naruto dan dengan cepat Hajiri langsung melesat ke arah Sanbi yang berada di danau. Sanbi tidak tinggal diam dan mulai memadatkan air di depan wajahnya.
Suiton : Mizudama
Dua bola air berukuran sangat besar menuju ke arah Hajiri. Dengsn lincah Hajiri menghindari serangan dan langsung melesat menuju ke
Duagh!
Hajiri memukul kepala Sanbi hingga terpental kebelakang namun Sanbi berhasil mendarat dengan sempurna. Setelah mendarat Sanbi kembali mengupulkan sejumlah chakra di depan wajahnya dan membentuk sebuah Bijuudama.
Bijuudama
Bijuudama milik Sanbi langsung melesat ke arah Hajiri yang kini sedang membuat sebuah Handseal. Lalu menghentakkan kedua tangannya ke permukaan danau
Suiton : Reiyādo Suijinjoheki
Puluhan dinding air raksasa yang berlapis-lapis muncul di depan Hajiri.
Jraash! Jraash! Boom!
Bijuudama milik Sanbi pun meledak dengan dashyat setelah menembus empat dinding air Hajiri. Efek dari ledakan Bijuudama milik Sanbi pun membuat permukaan danau menjadi terguncang serta arus-arus air dan juga angin pun melanda area sekitar danau. Sekali lagi seluruh pasukan yang berada di desa pun terkejut dengan ledakan Bijuudama milik Sanbi.
Setelah efek dari ledakan Bijuudama menghilang Hajiri langsung melesat menuju Sanbi sambil memegang kedua pedangnya miliknya. Pedang kedua Hajiri adalah sebuah Katana berwarna emas dengan motif naga dan gagangnya berwarna merah gelap.
Zuiiing! Traank!
Ayunan pedang emas atau Ryuugu milik Hajiri berhasil ditahan oleh ekor Sanbi. Hajiri lalu menarik Ryuugu lalu mengayunkan pedang yang satunya atau Shiruugu secara vertikal. Sanbi melompat kebelakang untuk menghindari Shiruugu.
Melihat Sanbi yang sudah dekat dengan daratan dengan cepat Hajiri mengembalikan kedua pedang ke sarungnya. Setelah mengembalikan pedangnya dengan cepat Hajiri membuat sebuah Handseal lalu mengarahkan telapak tangan sebelah kanannya ke arah Sanbi.
Katon : Rēzā Musatsu No Jutsu
Sebuah laser api berukuran besar lalu berubah menjadi enam laser api yang langsung melesat menuju Sanbi yang sudah tidak sempat lagi melakukan sesuatu.
Boom! Duaar!
Ke-enam laser api Hajiri pun mengenai telat tubuh Sanbi sehingga membuat Sanbi terpental dan mendarat dengan kasar di daratan di dekat danau.
"Sekarang Hajiri-san! Bawa aku ke tempat Sanbi lalu anda boleh menghilang." Kata Naruto.
"Aku mengerti Naruto-sama!"
Dengan cepat Hajiri langsung menuju ke tempat Sanbi mendarat. Sesampainya disana Naruto langsung melompat turun dari kepala Hajiri.
Tap! Pooft!
Setelah Naruto mendarat Hajiri pun menghilang diikuti kepulan asap besar. Naruto lalu berjalan ke depan wajah Sanbi yang sudah tergeletak karena kelelahan serta sedikit terluka.
"Apa maumu Bocah?" Tanya Sanbi dengan nada berat.
"Aku hanya ingin berbicara!" Jawab Naruto. Hal tersebut pun membuat Sanbi menjadi geram lalu memukul lokasi tempat Naruto berdiri menggunakan kakinya.
Duaar!
Naruto melompat ke kiri lalu membuat sebuah Handseal lalu bergumam pelan.
Mokuton : Mokuryuu
Seekor naga kayu berukuran besar keluar dari permukaan tanah di depan Naruto dan dengan cepat Naga tersebut langsung mengikat Sanbi dengan erat.
"Sialan kau Bocah! Sebenarnya apa keinginanmu?" Tanya Sanbi dengan nada berat masih dalam keadaan terikat oleh naga kayu Naruto sehingga ia tidak dapat bergerak Ia pun berusaha melepaskan ikatan naga kayu milik Naruto.
"Kusarankan kau tidak bergerak karena kayu tersebut akan meyerap chakra milikmu ketika bergerak." Kata Naruto tidak menjawab pertanyaan Sanbi.
"Hoi bocah sialan! Sebenarnya apa keinginanmu." Tanya Sanbi kembali.
"Kan sudah aku katakan, bahwa aku hanya ingin bicara denganmu." Jawab Naruto datar.
Sanbi langsung menggerakkan ekor miliknya yang tidak terikat oleh Naga kayu Naruto, namun dengan cepat Naruto bertindak sigap sehingga ekor naga kayu miliknya langsung menghentikan ekor Sanbi.
"Biar aku tebak? Pasti kau menginginkan kekuatanku." Kata Sanbi. Naruto pun menaikkan sebelah alisnya. "Kekuatanmu?" Tanya Naruto.
"Semua manusia itu sama saja. Mereka hanya menginginkan kekuatan dari Bijuu sepertiku." Kata Sanbi monoton.
"Naruto keluarkan satu Bunshin aku akan berpindah ke Bunshinmu." Pinta Kurama pada Naruto melalui telepati. Naruto hanya mengangguk lalu mengeluarkan satu buah bunshin setelah melakukan Handseal.
"Hahaha! Ternyata kau sudah dikalahkan oleh Jinchuriki-ku, SANBI." Kata Bunshin Naruto yang tubuhnya diambil alih oleh Kurama.
"Suara itu! Pantas bocah ini menjadi kuat ternyata kau disegel di tubuhnya Rubah sialan." Kata Sanbi.
"Kau salah. Bocah ini sama sekali tidak menggunakan kekuatanku untuk mengalahkanmu. Apa selama pertarungan kau mendeteksi chakraku?" Tanya Kurama. Sanbi sejenak mengingat pertarungannya dengan Hajiri. Setelah selesai mengingat wajah Sanbi pun terlihat bingung yang bisa dilihat oleh Kurama. "Kau benar." Kata Sanbi.
"Tetapi aku sedikit terkejut kenapa kau bisa berteman dengan bocah itu." Kata Sanbi.
"Apa kau mengingat apa yang Kakek tua itu katakan sebelum meninggalkan kita?" Tanya Kurama. Dan hanya dibalas anggukan oleh Sanbi.
"Kalau tidak salah seperti ini katanya, 'Suatu saat akan ada seseorang yang akan membimbing kalian setelahku'. Dan seseorang tersebut adalah dia. Uzumaki Naruto." Kata Kurama lalu menunjuk Naruto yang berdiri di samping yang hanya diam mendengar pembicaraan keduanya.
"Ia hanya bocah kenapa kau begitu yakin bahwa bocah ini yang dimaksud Kakek." Kata Sanbi masih belum mempercayai perkataan Kurama.
"Itu karena Naruto dilatih langsung olehnya." Jawab Kurama seketika Sanbi langsung terkejut mendengarnya. Pantas saja ia bisa mengalahkan Yagura. Ia mengetahui pertarungan Yagura dan Naruto karena Yagura adalah Junchuriki-nya.
"APA!" Sanbi pun terkejut. "Pantas saja." Sambung Sanbi pulih dari keterkejutannya.
"Jadi? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kurama.
"Baiklah-" Sanbi menatap ke arah Naruto. "Aku akan mendengarkan apa yang bocah ini. Tapi pertama tolong lepaskan naga kayumu ini. Ia terus-terusan mengisap chakraku." Sambung Sanbi. Naruto pun menghilangkan naga kayu miliknya.
"Sekarang kau tidak mempunyai Jinchuriki lagi karena jadi-"
"Kau akan menyegelku ke dalam tubuhmu." Sanbi langsung memotong perkataan Naruto.
"Bukan seperti itu tetapi aku akan memindahkanmu ke dimensi milikku agar tidak ada lagi manusia yang akan akan memanfaatkanmu." Kata Naruto sambil mengingat perkataan Tobi.
"Dan jika dugaanku benar orang bertopeng tadi mempunyai sebuah rencana yang sangat besar." Sambung Naruto.
"Sebuah rencana?" Tanya Kurama dan Sanbi bersamaan.
"Dia mengatakan bahwa suatu hari akan mengambil Kyuubi dan ditambah lagi ia mengambil tubuh Yagura yang masih memiliki chakra milikmu pada tubuhnya. Jadi dugaanku adalah ia akan menggunkan seluruh Bijuu untuk melaksanakan tujuannya." Jawab Naruto.
"Hee! Tumben otakmu itu sedikit encer Naruto." Sindir Kurama mendengar penjelasan dari Naruto.
"Urusei! Dasar bola bulu." Balas Naruto sedikit geram mendengar sindiran Kurama.
"Di dalam tubuh Yagura masih ada chakraku dan bagaimana kau bisa menduga orang yang kau lawan tadi mempunyai rencana?" Tanya Sanbi.
"Entahlah, itu langsung terlintas di pikiranku." Jawab Naruto membuat Kurama dan Sanbi sweatdrop.
"Kalau mengenai chakra milikmu. Aku mendeteksinya menggunakan sensor milikku dan jumlah chakranya sebanyak 10 persen." Tambah Naruto. Kurama dan Sanbi pun ber'oh'ria.
"Baiklah aku akan segera memindahkanmu San-"
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Namaku adalah Isobu." Potong Isobu sementara Naruto membalas dengan anggukan.
"Baiklah Isobu-san aku akan segera memindahkanmu." Kata Naruto lalu membuat sebuha Handseal. "Aku akan memperbesar gerbang masuknya." Pikir Naruto mengingat yang dikirim adalah seekor Bijuu.
"Kalau begitu aku kembali dulu." Kata Kurama. Lalu bunshin Naruto yang dikendalikan Kurama langsung menghilang diikuti kepulan asap putih.
Setelah itu Naruto langsung membuat Handseal dan perlahan gerbang dimensi miliknya muncul dan semakin membesar dikarenakan yang akan memasuki adalah seekor Bijuu.
.
NARUTO DIMENSION
Gerbang dimensi Naruto yang lumayan besar tiba-tiba muncul. Dari lubang tersebut tiba-tiba Naruto dan Isobu keluar.
"Mulai sekarang anda dan Kurama akan tinggal di dimensi milikku." Kata Naruto.
"Aku mengerti. Dimensi milikmu benar-benar hebat. Dimensi ini bahkan memiliki danau yang indah." Kata Isobu.
"Kalau begitu aku kembali dulu. Aku ingin menghentikan perang ini." Kata Naruto lalu bersiap melakukan Handseal.
"Tunggu-" Naruto berhenti ketika hampir menyelesaikan Handseal miliknya. "Ada apa?" Tanya Naruto.
Isobu tiba-tiba mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke Naruto sementara Naruto menaikkan alisnya karena bingung dengan apa yang dilakukan oleh Isobu.
"Ayo kita melakukan tos ala Bijuu." Kata Isobu dan Naruto pun akhirnya menuruti perkataan Isobu lalu menjulurkan tangannya ke kaki Isobu dan melakukan tos ala Bijuu.
"Sekarang kau bisa menggunakan sedikit kekuatanku serta berkomunikasi denganku melalui telepati walaupun kau bukan Jinchuriki-ku. Itu karena aku memberikan sedikit chakraku kepadamu sebagai tanda terima kasih dan pertemanan kita." Kata Isobu sambil tersenyum (?) ke Naruto.
Kurama yang berada tidak jauh dari mereka pun tersenyum tipis melihat Naruto yang sekali lagi membuat Bijuu berteman dengannya. "Kakek Tua itu benar-benar tidak salah memilihmu Naruto. Aku pun merasa senang setengah diriku disegel padamu." Pikir Kurama. Naruto tidak menyadari apa yang dipikirkan Kurama karena ia sedang asik berbicara dengan Isobu.
"Kalau untuk teman aku bisa menerimanya, tetapi sudah aku katakan bahwa aku tidak menginginkan kekuatanmu, Isobu-san." Kata Naruto.
"Anak ini benar-benar mirip dengan Rikudo-jiji." Pikir Isobu belum sadar bahwa Naruto bisa membaca pikiran seseorang maupun Bijuu.
"Hehehe! Terima kasih pujiannya." Kata Naruto. Isobu pun memasang wajah bingung pasalkan ia hanya memuji Naruto di pikirannya.
"Hoii! Baka Kame, kau sebaiknya jangan mengucapkan sesuatu di dalam pikiranmu jika berada di dekat Naruto karena ia bisa membaca pikiran seseorang bahkan Bijuu seperti kita." Kata Kurama ketika melihat wajah bingung Isobu (?).
"Aku mengerti. Ternyata kau memiliki kemampuan yang hebat Naruto." Puji Isobu pada Naruto yang hanya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Tetapi tidak apalah. Aku akan menggunakan kekuatanmu jika diperlukan." Kata Naruto lalu kembali membuat Handseal.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Kalian jangan melakukan hal-hal yang dapat merusak dimensi milikku." Tambah Naruto keduanya pun mengangguk.
Naruto pun keluar dari dimensinya. Setelah kepergian Naruto, Isobu langsung melesat ke dalam danau sementara Kurama memilih untuk melakukan hobinya yaitu tidur.
.
REAL WORLD
Gerbang dimensi milik Naruto muncul kembali di tempat tadi ia masuk. Setelah itu ia langsung melompat ke atas pohon lalu melompat ke pohon lainnya ke arah desa Kirigakure.
"Jadi selama ini desa Kirigakure di adu domba oleh pria bertopeng tersebut mengendalikan Mizukage mereka." Pikir Naruto lalu mempercepat gerakannya. "Aku harus segera menghentikan pertempuran mereka."
.
Skip Time
Hari mulai menjelang sore di dekat desa Kirigakure. Kedua belah pihak telah berada di sebuah padang yang cukup luas di dekat desa Kirigakure. Itu karena Mei memerintahkan pasukannya ke padang rumput tersebut berharap para pasukan Kirigakure mengikuti mereka dan seperti yang Mei duga pasukan Kirigakure mengikuti mereka. Mei melakukan hal ini untuk mencegah kerusakn yang lebih parah pada desa Kirigakure.
Pasukan Rebelion kini tersisa sekitar 1000 sementara Pasukan Kirigakure berjumlah kurang lebih 1700. Kedua belah pihak sudah kehilangan hampir setengah dari mereka. Ada yang terluka ringan dan juga berat bahkan ada ratusan lebih yang tewas.
"Kita berhasil memancing mereka tempat ini. Paling tidak kita bisa mencagah kerusakan yang lebih parah pada desa." Kata Mei dibalas anggunkan oleh Zabuza, Haku dan Ao.
"Aku khawatir pada Naruto-kun." Umpat Haku membuat Zabuza, Mei dan Ao kembali sweatdrop.
"Lagi-lagi menambahkan suffix –kun." Pikir Ao dan Mei. "Apa Haku sadar bahwa Naruto itu lebih muda darinya." Pikir Zabuza sambil geleng-geleng kepala.
"Aku memang khawatir pada Naruto-san, tetapi keadaan disini lebih mendesak." Kata Mei lalu menoleh ke arah pasukan Kirigakure yang sudah tiba di depan mereka.
Seluruh pasukan Rebelion pun memasang kuda-kuda bertarung setelah kedatangan pasukan Kirigakure. Mei menarik nafas dalam-dalam kemudain berteriak.
"SEMUANYA INI ADALAH PERTEMPURAN AKHIR! KITA TAK BOLEH KALAH!"
Seketika teriakan dari Mei membuat pasukan Rebelion berteriak dengan kerasnya. Sambil mengumpulkan semangatnya. Di sisi Pasukan Kirigakure pun berteriak yang hampir sama dengan teriakan Mei dan Pasukan Rebelion.
"SERANG MEREKA!" Teriak Mei dan Jounin Kirigakure yang berada di paling depan.
Dalam waktu yang hampir bersamaan kedua belah pihak pun berlari ke depan untuk melakukan pertarungan. Ketika jarang kedua belah sudah berjarak sekitar 50 meter tiba-tiab.
Zuiiing! Duaar!
Sebuah gelombang hitam tipis diikuti kepulan debu tebal langsung beterbangan setelah gelombang hitam itu berlalu menciptakan sebuah dinding yang terbuat dari kepulan debu pekat. Sontak kedua belah pihak langsung berhenti.
"Apa yang terjadi?" Tanya beberapa ninja dari kedua belah pihak.
"Gelombang itu! Naruto-san." Ucap Mei.
Kepulan debu pun mulai menghilang dan tampak sebuah garis melintang yang tidak terlalu besar di depan kedua belah pihak. Pasukan Kirigakure dan Rebelion pun menatap heran garis di depan mereka.
Kedua belah pihak lalu mengalihkan pandangan mereka ke arah gelombang hitam tersebut. Mereka semua pun terbelalak kaget karena dari arah gelombang tersebut terlihat Naruto yang memegang Kokutō Yoru yang mengarah ke atas. Ternyata Naruto terlihat seperti telah mengayunkan Kokutō Yoru secara vertikal dari bawah ke atas sehingga menciptakan gelombang hitam tersebut hingga membentuk sebuah garis melintang di depan kedua belah pihak.
"Kau!" Gerama beberapa pasukan Kirigakure.
"Naruto-san!" Teriak pasukan Rebelion.
Pasukan Kirigakure lalu mengalihkan pandangan mereka kembali ke pasuka Rebelion yang berjarak 50 meter dari mereka begitupula sebaliknya. Pasukan Kirigakure kembali bersiap melanjutkan serangan mereka yang tertunda karena ulah Naruto.
"Kehadiran bala bantuan mereka tidak akan merubah apa-apa." Kata Jounin yang berada paling depan walaupun ia mengetahui jika Naruto berada di sini berarti pemimpin mereka, Yagura telah kalah.
"SERANG MERE-"
Teriakan Jounin pun tiba-tiba berhenti karena merasakan tekanan chakra yang sangat kuat. Hingga membuatnya serta pasukan Kirigakure merasa lemas dan mengeluarkan keringat dingin. Begipula dengan pasukan Pasukan Rebelion.
Kraaak! Kraaak!
Suara retakan tanah pun terdengar dari arah Naruto. Kedua belah pihak pun kembali menoleh ke arah suara retakan tersebut.
Gleek!
Semua orang yang berada di sana pun menelan ludah mereka karena melihat tanah di sekitar Naruto menjadi retak akibat kuatnya tekanan chakra milik Naruto.
"Jika ada di antara kalian yang melewati garis tersebut-" Naruto menjeda kalimatnya sambil menatap tajam kedua belah pihak. "-maka kalian tau sendiri akibatnya." Sambung Naruto dengan nada berat.
"Itu juga berlaku untuk pasukan Rebelion." Tambah Naruto lalu sedikit menurunkan tekanan chakranya.
Pasukan Kirigakure pun terpaku mendengar pernyataan Naruto. Mereka pun mengurungkan niat mereka kalau tidak mereka akan mengetahui sendiri akibatnya. Beberapa dari mereka berpikir. Jika Mizukage mereka saja kalah bagaimana dengan mereka. Sementara Mei dan Zabuza menaikkan alis mereka sebelah.
"Apa maksudmu berlaku juga untuk kami? Naruto-san." Tanya Mei sedikit keras agar didengar oleh Naruto.
Naruto lalu berjalan dengan santai ke diantara kedua belah pihak dan berhenti tepat di tengah-tengah.
"Aku sudah mengetahui semuanya." Kata Naruto masih dengan tekanan chakra yang sama.
"Semuanya?" Tanya beberapa dari mereka dengan nada bingung.
"Penyebab dari perang ini." Jawab Naruto membuat Pasukan Rebelion sedikit geram.
"Bukankah kita sudah mengatahui bahwa penyebab dari perang ini adalah perbuatan Yagura." Kata Mei diikuti anggunkan oleh pasuka Rebelion.
Sementara pasukan Kirigakure menahan emosi mereka agar tidak kesal dan menyerang pasukan Rebelion karena perkataannya barusan. Mereka memilih diam kalau tidak nyawa mereka akan melayang karena melewati garis yang dibuat Naruto.
"Yahh! Ini memang perbuatan Yagura tapi sebenarnya bukan." Kata Naruto.
"Bukan perbuatan si-teme itu? Lalu siapa? Kau benar-benar membuatku bingung." Kata Zabuza.
"Jangan omonganmu Zabuza. Jangan menghina Mizukage kami." Teriak Jounin yang berperan sebagai pemimpin dari pasukan Kirigakure.
Dengan cepat Naruto mengalihkan pandangannya ke arah Jounin yang berteriak tadi. Ia langsung menatap Jounin tersebut dengan tajam membuat Jounin tersebut menelan ludahnya sendiri.
"Sebenarnya selama ini Mizukage kalian berada di bawah kendali seseorang sehingga membuatnya berbuat seperti ini. Atau lebih tepatnya ia terkena Genjutsu oleh seseorang." Kata Naruto. Seketika semua orang yang berada di sana tersentak kaget.
"Hey! Jangan seenaknya saja menatakan bahwa Mizukage-sama dikendalikan. Apa yang membuatmu berkata seperti itu." Ucap salah seorang pasukan Kirigakure yang lain ikut mengangguk.
"Jadi selama ini kalian tidak menyadarinya?" Tanya Naruto datar sambil menatap sinis pasukan Kirigakure.
"Coba kalian pikir sendiri? Bagaimana mungkin seorang pemimpin memberi perintah untuk menghabisi bawahannya sendiri apalagi yang dijadikan terget adalah pengguna Kekkei Genkei yang merupakan ninja berkemampuan khusus di desa kalian." Jelas Naruto panjang lebar. Seketika wajah seluruh pasukan Kirigakure dan Rebelion pun berubah.
Seketika padang rumput tersebut langsung bergemuruh. Ada yang mengatakan setuju dengan perkataan Naruto adapula yang tidak setuju.
"Bagaimana kalau kami yang menanyakan mengenai perkataanmu barusan pada Mizukage-sama secara langsung." Kata Jounin yang berada di dekat Naruto. "Dimana Mizukage-sama berada?" Tanyanya kembali pada Naruto.
"Aku juga tidak tahu dimana ia sekarang." Jawab Naruto. "Mungkin sekarang Yagura sudah meninggal." Sambung Naruto sontak membuat seluruh pasukan Kirigakure syok.
"Meninggal jangan bercanda!"
"Sebenarnya aku hanya membuatnya pingsan namun Sanbi yang berada di tubuhnya mengamuk dan keluar dari tubuh Yagura." Kata Naruto. "Kalian tau sendiri apa yang akan terjadi pada Jinchuriki ketika Bijuu mereka keluar." Sambung Naruto menutupi apa yang sebenarnya terjadi.
"Kami mengerti." Kata sang Jounin dengan nada pelan. "Lalu bagaimana dengan Sanbi?" Tanyanya kembali.
"Sanbi tiba-tiba saja menghilang di tengah pertarungan." Kata Naruto sedikit berbohong.
"Jadi ledakan besar yang tadi adalah ledakan dari pertarunganmu dan Sanbi." Kata Mei dan dibalas anggunkan oleh Naruto.
"Kau bertarung dengan Sanbi dan tidak mendapat luka sedikitpun." Kata Ao yang memperhatikan tubuh Naruto yang berada tidak jauh darinya.
"Sebenarnya aku melawannya menggunakan Kuchiyose." Kata Naruto. Mei dan Ao pun ber'oh'ria.
"Lupakan dulu masalah Sanbi. Kita kembali ke permasalahan perang ini." Naruto kembali memasang wajah serius. "Apa kalian akan melanjutkan perang ini atau-" Naruto menjeda kalimatnya lalu menatap pasukan Kirigakure.
"Bagaimana ini Kusuke-san?" Bisik seseorang pada Jounin yang bernama Kusuke yang merupakan Jounin yang berada di depan pasukan Kirigakure.
"Mungkin sebaiknya kita menghentikan perang ini karena Mizukage-sama ternyata dimanipulasi. Jika kita melanjutkannya mungkin kita semua akan dihabisi oleh orang di sana itu." Bisik Kusuke sambil menunjuk Naruto. Ia lalu memutar badannya dan menatap seluruh pasukan Kirigakure.
Seluruh pasukan Kirigakure yang melihat ekspresi wajah Kusuke langsung mengangguk paham. Kusuke lalu berbalik dan menatap Naruto dan juga pasukan Rebelion.
"Apa keputusan kalian?" Tanya Naruto datar.
Kusuke tidak menjawab pertanyaan Naruto melainkan menjatuhkan Katana yang ia pegang lalu diikuti oleh seluruh pasukan Kirigakure. Sebagian menjatuhkan kunai miliknya sebagian melepaskan kuda-kuda bertarung mereka. Melihat kejadian di depannya Naruto pun tersenyum tipis. Lain lagi dengan Mei dan pasukan Rebelion, mereka hanya memasang senang akhirnya perjuangan mereka tidak sia-sia selama ini.
"Dengan ini kunyatakan perang saudara di desa kita sudah berakhir." Kata Mei.
Pasukan Rebelion pun menurunkan senjata yang mereka pegang. Naruto memutar tubuhnya dan menatap tajam ke arah pasukan Kirigakure.
"Kuharap kalian tidak merencanakan sesuatu. Baik itu Kudeta ataupun semacamnya." Kata Naruto datar.
"Setelah mengetahui bahwa Mizukage-sama hanya dimanipulasi. Kurasa ini akan menjadi perang saudara terakhir di desa Kirigakure." Kata Kusuke dengan mantap diikuti anggunkan oleh yang lain.
"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Naruto sambil menoleh ke arah pasukan Rebelion.
"Kami sependapat dengan mereka." Jawab Mei diikuti anggunkan oleh pasukannya.
Setelah mendengar hal tersebut Naruto diikuti pasukan Kirigakure berjalan menuju pasukan Rebelion. Kedua belah pihak pun akhirnya berdamai ditandai dengan berjabak tangannya Mei dan Kusuke sebagai perwakilan dari pasukan Kirigakure.
.
SKIP TIME
Keesokan harinya setelah perang saudara selesai seluruh ninja di Kirigakure setuju untuk mengangkat Mei sebagai Mizukage untuk menggantikan Yagura. Para Tetua dari Kirigakure pun setuju mengenai hal ini.
Di dalam ruangan Mizukage. Enam orang sedang berada di dalamnya. Hari ini Naruto memutuskan untuk kembali ke Konoha. Ia belum melepaskan Henge yang ia gunakan. Di depannya Mei sedang duduk di kursi Mizukage manatapnya.
"Ne- Apa Naruto-kun sudah ingin pergi." Kata Mei. Kelima orang yang lain pun sweatdrop mendengar Mei menambahkan suffix –kun pada Naruto.
"Apa-apaan itu. Menambahkan suffix –kun." Batin Kelimanya. Naruto hanya memasang wajah datar mendengar pemikiran keempatnya.
"Kami benar-benar berterima kasih padamu Naruto." Kata Zabuza diikuti anggunkan oleh Mei dan Ao.
"Kami akan dengan senang hati menerimamu apabila kau ingin menjadi ninja di desa kami." Kata Mei. "Melihat kau bukan seorang ninja dari desa lain karena aku tidak melihat Hitae-atte apapun yang kau gunakan." Tambah Mei dibalas anggukan oleh yang lain minus Zabuza dan Haku.
"Maaf aku tidak bisa menerima tawaran anda Mizukage-sama." Tolak Naruto halus.
"Hoi Bocah! Sekali-kali ayo kita bertarung Kenjutsu aku masih penasaran dengan pedang milikmu itu." Kata Zabuza. Mei dan lainnya pun menyipitkan mata mereka.
"Bocah!" Kata Mei dan keempat laiinnya
"Zabuza-san apa maksud anda memanggil Naruto-san. Bocah." Kata Kusuke yang kini mulai menghormati Naruto.
"Zabuza jaga perkataanmu." Timpal Mei.
"Dan kau pahlawan Kirigakure yang tampan. Apa kau tidak ingin meninggalkan kenang-kenangan sebelum pergi." Mei memutar-mutar jari telunjuknya ke Naruto sambil tersenyum yang ada maksudnya (?).
"Mou, Mei-sama jangan menggoda Naruto-kun." Kata Haku.
"Hee! Kau juga Haku." Zabuza pun memasang wajah sebal.
Zabuza lalu menoleh ke arah Naruto lalu mengangguk pelan seoleh berkata –mungkin-ini-saatnya-. Naruto mengangguk pelan lalu membuat Handseal sederhana.
"KAI!"
Seketika Naruto langsung di kelubungi kepulan asap. Setelah kepulan asap menghilang tampaklah bocah berumur sekitar 13 tahun yang memiliki rambut kuning jabrik mengenakan baju kaos merah yang ditutupi jaket putih tanpa lengan di punggungnya terdapat gambar pusaran air serta celana hitam pendek dan sepatu ninja standar. Hitae-atte miliknya tirikat kuat di lengan kanannya.
"Aku masih 13 tahun-"
"DASAR MESUM!" Sambung Naruto bersamaan dengan Zabuza.
Mei, Ao dan Kusuke pun terbebelakan kaget. Ternyata selama membantu pasukan Rebelion ia ternyata menggunakan Henge.
"Ja-jadi kau masih Genin." Kata Ao semakin terkejut melihat Naruto.
"Benar. Aku adalah Uzumaki Naruto Genin dari Konoha. Serta bagian dari klan yang pendahulu kalian pernah musnahkan." Kata Naruto datar dan menekankan kata di akhir.
"Konoha? Uzumaki? Lalu kenapa kau membantu kami?" Tanya Mei bertubi-tubi.
"Aku disini tidak dikirim oleh Hokage melainkan keinginanku sendiri dan kuharap kalian memberitahuku mengenai apa alasan pendahulu kalian memusnahkan klan serta desa leluhurku." Kata Naruto datar.
"Mohon maaf aku tidak mengetahui tentang apa alasan pendahulu kami mengapa menyerang desamu." Kata Mei dengan nada sedikit pelan.
"Huuft! Tidak apa." Kata Naruto setelah menghela nafasnya.
"Apa setelah mengetahui alasan mereka. Apa kau akan membalaskan dendam mereka?" Tanya Mei dengan sedikit pelan.
"Aku sempat memikirkan itu sejenak. Tetapi aku berubah pikiran karena jika aku melakukan hal tersebut maka misiku yang kujalankan akan semakin sulit." Mei pun menghela nafasnya.
"Memangnya misi apa yang sedang kau jalankan?" Tanya Mei diikuti anggunkan oleh yang lain.
"Misinya adalah membawa perdamaian pada dunia ini." Kata Naruto lalu membuat sebuah Handseal.
"Kalau begitu aku pergi dulu." Naruto pun menghilang diikuti kepulan asap putih.
Setelah kepergian Naruto. Kelima orang yang berada di ruangan tersebut pun tersenyum tipis.
"Umurnya bisa dibilanh masih muda tapi kemampuannya sudah setara dengan seorang Kage. Bagaimana jika ia besar nanti." Kata Mei diikuti anggunkan oleh yang lain.
"Sial! Aku gagal lagi untuk menikah. Kukira Naruto-kun mau menikah denganku." Inner Mei diselubungi aura negatif.
"Jangan bilang kau kecewa karena kembali gagal mendapatkan seorang pria." Ejek Zabuza melihat Mei diselubungi aura negatif.
"Diam kau!" Bentak Mei lalu membuat sebuah Handseal. "Yoton : Yoka-"
Sebelum menyelesaikan jurusnya ternyata ruangan tersebut telah kosong karena semuanya telah pergi menggunakan Shunshin mereka masing-masing. Mei pun membatalkan jutsu miliknya lalu menghela nafas berat.
~~~ TBC ~~~
#Note:
Katon : Rēzā Musatsu No Jutsu = Laser Api
Suiton : Reiyādo Suijinjoheki = Dinding air raksasa berlapis
Suiton : Kaitei Bakuhatsu = Ledakan dasar laut
#Akhirnya Chapter 11 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan Review.
R : lanjut thor kalau bisa lemon nya ada iyaaaa dan buat naruto jadi sadis thorrr
B : *Huuft* Baikah Author akan buat Lemonnya. Dan Untuk Naruto jadi sadis bisa dipikirin.
R : Update ny berapa hari sekali thor ?
Ditunggu next chap
B : Paling cepat 2 hari paling lambat mungkin seminggu.
R : thor.. mengingat naruto mempunyai dimensi.a sendiri.. apah naruto bisa mempunyai kemampuan spesial sperti mangenkyu sharingan (apak benar tulisan.a seperti itu) uchiha obito.. yg bisa menyerupai hantu itu.?
B : Naruto tidak mempunyai kekuatan yang sama dengan Obito karena prinsip dimensi mereka berbeda.
R : hmm... 1-pertanyaan disini Yagura seakan memiliki dikit jurus ninja, setahuku yg namanya sekelas kage mempunyai banyak jurus (kalau tidak salah)...untuk rinengan kurasa tidak usah di masukan karna memiliki jutsu mokuton jasa sudah sangat kuatGood Luck
B : Bukannya tidak memiliki banyak jutsu melainkan Ia meremehkan Naruto. Di chapter ini sudah dijelaskan. Dan untuk Rinnegan Naruto hanya menggunkan ketika terdesak.
R : Koreksi ..
Katon : Gokakyu no Jutsu itu milik Uchiha jadi hanya Uchiha yg bisa memakainya kecuali di ajari oleh seorg Uchiha ..
Keren dan Lanjut ..
B : Oke! Author akan mengingatnya.
R : senpai fic ini selesai'nya sampai berapa chap?...
p.s. lanjut senpai fic'nya kereeeeeen,,,...
B : Author juga tidak tahu.
R : Fic yang bagus, jrang nemu yng bagus kya gini..
Cuma ini terlalu sadis, klau bisa kesadisan'nya agk dikurangi.. Tapi Ơººơƙέ! Kok...
Lanjut ...
B : Author disini bingung. Ada yang ingin Naruto jadi sadis ada juga yang tidak menginginkannya.
R : Kapan pemberontakan rebellionnya tamat thor?, lanjut thor
B : Di chapter ini.
R : thor kapan naruto bisa hiraishin ? . Update dong thor
B : Sebelum Chunin Exam.
B : mau tanya Thor-san,
kemampuan "membaca pikiran" punya Naru apa hanya bisa dipakai saat tidak bertarung saja? dan saat bertarung kemampuan tersebut gk bergungsi/gk aktif?
Dan pada saat Naru menggunakan kagebushin no jutsu, pedang Naru tidak ikut terduplikat ya?
Saran pair SasuHaku keren kayaknya,kan belum ada..
hehe...lanjut berkarya Thor.
R : Kemampuan membaca pikiran Naruto tidak bisa di nonaktifkan baik itu bertarung ataupun tidak cuman Naruto terlalu sibuk pada pertarungan sehingga ia tidak terlalu peduli dengan apa yang orang pikirkan.
Untuk Pedang Naruto. Ketika menggunakan Kagebunhsin pedangnya tidak ikut terduplikat. Semuanya sudah terlihat di chapter ini. Untuk pair Sasuke Author masih bingung.
B : Kayanya blom selesai tuch pertarungannya ma Yagura?brarti ada part 3nya?
Biasanya Obito/Tobi kluarnya kalo Yagura dah kalah,ko dah nongol duluan?
Lanjut and update,,,;)
R : Semuanya terjawab di chapter ini.
Dan yang Review untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
.
SEBELUMNYA AUTOHR MENYUCAPKAN
SELAMAT TAHUN BARU CINA BAGI YANG MERAYAKAN
.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG-CHAN ::..
- LOG OUT -
