CHAPTER 13 Out!

A Naruto Fanfiction

Disclaimer © Masashi Kishimoto

..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...

Genre : Adventure - Romance – Family

Rate : T (Semi M).

Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?

Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /

.

Don't Like...Don't Read

.


Note# Di chapter sebelumnya ada yang mereview mengenai mengapa Jikkukan Ido milik Obito bisa digunakan olehnya sesuka hatinya sementara Di canon Jikkukan Ido memiliki Interval waktu penggunaan selama 5 menit. Itu karena Author sedikit lupa mengenai kelemahan dari Jikkukan Ido.
Saran dan Kritik seperti inilah yang dibutuhkan oleh Author dari para Readers agar kedepannya Fic ini semakin baik. Jadi jangan ragu lagi untuk memberikan Review untuk Author.

.

.

..:: CHAPTER 13 : CHUNIN EXAM PREPARATION ::..


Sebuah Vortex tiba-tiba muncul di tengah hutan lebat. Perlahan vortex tersebut memunculkan seseorang yang mengenakan topeng spiral serta jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Tak berselang lama sesuatu berbentuk tanama Venus Flytrap tiba-tiba keluar dari batang pohon tempat pria bertopeng tersebut berdiri.

"Zetsu." Kata Tobi

"Bagaimana? apa bocah itu ingin bergabung?" Tanya Zetsu putih.

"Ia menolaknya." Jawab Tobi singkat.

"Padahal bocah itu sangat kuat." Tambag Zetsu hitam.

"Bocah itu akan menjadi ancaman bagi rencana kita. Bagaimana dengan organisasinya?" Tanya Tobi.

"Ia sudah mengumpulkan seluruh anggotanya yaitu-"

"Konan sahabatnya, Hoshigaki Kisame yang berasal dari Kirigakure, Deidara dari Iwagakure, Hidan yang aku tidak tau dari mana ia berasal, Kakuzu dari Takigakure, Sasori dari Sunagakure, Uchiha Itachi dari Konohagakure sepertimu dan yang terakhir adalah aku." Potong Zetsu hitam.

"Hei! Kenapa kau selalu memotong ucapanku Haaa!" Kata Zetsu putih.

"Karena caramu berbicara sangat lambat." Balas Zetsu hitam.

"Hentikan perdebatan konyol kalian. Sebaiknya kalian menjalankan tugas kalian." Lerai Tobi.

"Bagaimana denganmu?" Tanya Zetsu putih.

"Untuk sementara aku akan sembunyi dulu sampai pada waktunya aku akan keluar." Jawab Tobi lalu terhisap ole lubang topeng miliknya lalu diikuti oleh Zetsu yang masuk ke dalam pohon.

.

Skip Time

Langit mulai berwarna jingga menandakan matahari mulai tenggelam. Naruto telah sampai di gerbang Konohagakure. Sesampainya disana ia langsung disambut dengan pertanyaan oleh Izumo.

"Hey! Bukannya tiga hari yang lalu kau sudah kembali bersama tim Kakashi?"

"Hehe! Itu adalah bunshin milikku. Sebenarnya aku masih ada urusan jadi aku membuat sebuah bunshin agar Karin-chan dan Kushina-chan tidak khawatir." Jawab Naruto sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Izumo pun ber'oh'ria lalu kembali ke post miliknya.

"Kalau begitu aku pamit dulu." Kata Naruto lalu menghilang diikuti kepulan asap.

.

Sebuah kepulan asap tiba-tiba muncul di training ground 14 tempat tim 11 selalu berlatih. Setelah itu Naruto langsung mengirim pesan kepada Chi Bunshin miliknya untuk ke tempatnya.

.

Di apartemen Trio Uzumaki lebih tepatnya di balkon Trio Uzumaki sedang mengobrol diiringi candaan-candaan ringan. Setelah beberapa saar Chi Bunshin Naruto pun menerima pesan dari masternya.

"Ano Karin-chan, Kushina-chan aku permisi dulu." Kata sang Bunshin.

"Hee! Ada apa Nii-chan?" Tanya Karin.

"Ada yang mengejarku." Jawab Bunshin Naruto bohong sambil menunjuk bokong dan memasang wajah menahan sesuatu (?). Karin dan Kushina pun mengangguk paham.

"Jangan lama-lama Naruto-kun." Kata Kushina dan dibalas anggukan oleh bunshin Naruto.

Bunshin Naruto pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi apartemen miliknya. Sesampainya di dalam ia langsung melakukan Shunshin ke lokasi masternya.

Pooft!

Sebuah kepulan asap muncul di Training Ground 14 tepatnya di depan Naruto.

"Kau boleh menghilang." Perintah Naruto pada Chi Bunshin di depannya yang dibalas oleh anggunkan.

Chi Bunshin tersebut langsung berubah menjadi gumpalan darah lalu tercecer di permukaan tanah di depannya. Dengan cepat Naruto langsung menutupi darah tersebut dengan tanah setelah menerima seluruh kenangan dari Chi Bunshin miliknya.

"Huuft! Syukurlah tidak ada yang menyadarinya kecuali Izumo-san." Gumam Naruto.

Naruto melakukan Shunshin menuju ke kamar mandi apartemennya. Sesampainya disana tiba-tiba saja Naruto mengalami sesuatu yang Chi Bunshin gunakan sebagai alasan. Dengan gerakan secapat Hiraishin ia membuka seluruh bawahannya lalu duduk di atas kloset.

"Uuuggghhh." Desah Naruto dengan keras berusaha mengeluarkan sesuatu yang dapat di dengar oleh Karin dan Kushina yang sudah masuk ke dalam apartemen.

"Apa Nii-chan tidak apa-apa?" Tanya Karin setelah mendengar desahan Naruto di dalam WC.

"Aku baik-baik saja." Jawab Naruto dengan nada cukup keras.

"Bunshin sialan!" Umpat Naruto malah menyalahkan sang Bunshin. Padahal salahnya sendiri selama berada di Kirigakure tidak pernah BAB.

.

Malam harinya Naruto tengah menyiapkan makan malam bersama dengan Kushina sementara Karin menyiapkan meja makan. Setelah makan malam sudah siap Trio Uzumaki menyantapnya diiringi candaan dari Naruto yang sesekali mendapat jitakan dari Kushina karena keterlaluan bercanda.

Setelah selesai mereka bertiga membersihkan meja makan bersama.

"Ne, Kushina-chan, Karin-chan bagaimana kalau kita keluar jalan-jalan sebentar." Ajak Naruto disela-sela membersihkan meja makan.

Kushina mengangguk pelan sementara Karin hanya menggeleng pelan menandakan bahwa ia menolak.

"Aku sudah ngantuk. Lagipula kalau aku ikut mungkin aku hanya akan dijadikan obat nyamuk oleh kalian." Kata Karin dengan nada sedikit menggoda.

Naruto pun merasa bingung dengan ucapan Karin lalu menoleh ke arah Kushina. Dan Kushina pun menatap Naruto seolah berkata –aku-sudah-memberitahukannya-, Naruto pun mengangguk paham.

"Semoga kencan kalian menyenangkan." Goda Karin membuat Kushina tertunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya.

"Oyasumi, Nii-chan, Nee-chan." Kata Karin lalu berjalan masuk ke kamarnya setelah meja makan telah bersih. Naruto dan Kushina pun mengangguk pelan.

"Aku ganti baju dulu Naruto-kun." Kata Kushina dibalas anggunkan oleh Naruto lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya. Naruto juga berjalan menuju kamar pakaian miliknya yang terletak di ruang santai apartemennya

Tak berselang lama Kushina keluar kamar mengenakan Baju merah berlengan panjang dengan motif bunga di bagian bawah. Sementara untuk bawahan ia mengenakan celana hitam sampai di bawah lututunya dan alas kaki sederhana (Sandal jepit). Rambut merahnya tergerai bebas sehingga menampilkan kesan cantik dimata Naruto.

Sementara Naruto mengenakan T-shirt putih polos serta sebuah Sweater yang di biarkan terbuka sehingga T-shirt putihnya terlihat dan sebuah celana hitam pendek hingga lutunya serta alas kaki standar ninja. Rambut jabriknya pun dibiarkan acak-acakan.

"Ayo kita pergi." Naruto pun menggandeng tangan Kushina lalu berjalan menuju pintu keluar apartemen mereka. Rona tipis muncul di wajah Kushina yang digandeng Naruto.

Setelah keluar apartemen. Naruto berhenti sejenak lalu membuat sebuah Handseal. Namun Kushina sedikit bingung apa yang dilakukan Naruto karena setelah membuat Handseal tidak ada yang terjadi.

"Apa yang Naru-kun lalukakan?" Tanya Kushina.

"Aku hanya memasang Kekkai pendeteksi. Aku sedikit khawatir meninggal Karin-chan sendirian mengingat orang bernama Danzou itu mengincar kita." Jawab Naruto. "Ditambah lagi dengan orang bertopeng itu." Sambungnya dalam hati.

"Ayo berangkat." Naruto kembali menggandeng tang Kushina.

.

Kini Naruto dan Kushina tengah duduk di bangku di sebuah taman di pusat desa Konoha. Taman tersebut dihiasi lampu-lampu sehingga membuat taman tersebut menjadi sedikit romantis.

"Kuharap kita dan Karin-chan bisa terus bersama." Kata Kushina memecah kehengingan lalu menyadarkan kepalanya di bahu Naruto.

"Aku juga." Balas Naruto lalu melingkarkan tangannya pada Kushina.

Merasa udara sedikit dingin Naruto membuka Sweater miliknya lalu memakaikannya ke Kushina.

"Udara sedikit dingin." Kata Naruto.

"Walaupun dingin. Aku tetap merasa hangat jika berada di dekat Naru-kun." Kata Kushina dengan rona merah di wajahnya.

Naruto lalu menarik dengan pelan kepala Kushina dan mendekatkannya ke wajahnya. Mengetahui apa yang dilakukan Naruto, Kushina pun menutup matanya.

5 cm

3 cm

1 cm

Pooft!

Sebuah kepulan asap pun menghentika kegiatan mereka berdua. Setelah kepulan asap itu menghilang tampak Jounin yang berambut silver melawan gravitasi dan mengenakan masker.

"Yare-Yare ternyata kalian lagi bermesraan disini...Gomen..Gomen." Kata Kakashi Watados.

"Sialan kau Kakashi-sensei." Geram Naruto dalam hati sementara Kushina hanya menundukan wajahnya yang tengah merona hebat.

"Apa-apaan sih Kakashi-sensei mengganggu kegiatanku saja. Lihat Kushi-chan jadi malu." Sebal Naruto sementara Kakashi masih tersenyum Watados di balik maskernya.

"Yah-Yah! Gomen." Kata Kakashi.

"Sebenarnya ada apa Kakashi-sensei?" Tanya Naruto.

"Tadi sore Hokage-sama menyuruhku untuk memanggil kalian bertiga tetapi aku lupa karena-"

"Aku mengerti kau terlambat karena keasikan membaca bukumu yang itu kan." Potong Naruto sementara Kakashi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Besok saja aku bertemu Jiji." Tambah Naruto. Kakashi pun mengangguk paham sambil memasang wajah mesum level dewa.

"Kalau begitu lanjutkan saja yang tadi. Jaa Nee." Ucap Kakashi lalu menghilang menggunkan Shunshin.

Naruto lalu mengalihkan pandangan ke Kushina yang tengah tertunduk malu. Ia lalu mengankat wajah Kushina lalu menyadarkannya ke pundaknya. Pikirannya untuk mencium Kushina pun hilang karena kelakuan Kakashi.

"Sebaiknya kita pulang saja Kushi-chan." Kata Naruto.

"Jangan-jangan Naru-kun ingin melanjutkannya di apartemen." Kata Kushina sedikit khawatir karena Naruto ingin melakukan 'itu' di apartemen mereka.

"Hey! Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Mana mungkin aku akan melakukan hal 'itu'. Aku tidak ingin merusak tubuh pendamping hidupku di masa depan." Kata Naruto sambil tersenyum menghilang pikiran negatif Kushina serta memunculkan semburat tipis di wajahnya.

Naruto pun beranjak dari bangku taman lalu berjongkok di depan Kushina yang dibuat heran dengan apa yang dilakukan Naruto.

"bukannya sudah jelas. Ayo naik" Kata Naruto sambil menepuk-nepuk punggungnya.

"Aku bisa jalan sendiri Naru-kun." Tolak Kushina.

"Aku tidak menerima penolakan. Ayo cepat naik." Kushina pun akhirnya mengerti lalu naik ke punggung Naruto.

"Kau pasti kecewa kan." Kata Naruto sambil berjalan menuju apartemen mereka.

"Aku malah senang karena Kakashi-sensei datang jadi kau tidak mencuimku dasar Hentai." Elak Kushina walaupun di pipinya masih memerah.

"Lalu kenapa kau menundukan kepalamu seperti tadi." Naruto menoleh ke wajah Kushina yang disandarkan di bahunya yang membuat yang ditatap semakin memerah wajahnya

"A-aku hanya malu, Baka!" Kushina pun menjitak kepala Naruto dengan kerasnya.

Bletaak!

"Ittei! Kushi-chan."

Perjalan pulang mereka pun dihiasi dengan percekcokan hingga tak sadar mereka telah tiba di apartemen mereke. Naruto pun langsung menurunkan Kushina dari gendongannya lalu mengecup pelan bibir mungil Kushina.

"Oyasumi, Hime."

"Oyasume, Baka." Balas Kushina langsung berlari ke kamarnya diiringi rona merah.

.

Skip Time

Keesokan harinya Trio Uzumaki sedang berada di ruangan Hokage. Hiruzen lalu mengeluarkan tiga lembar kertas dan diletakkan di meja miliknya.

"Kertas apa itu Jiji?" Tanya Karin.

"Itu adalah formulir ujian Chunin. aku sendiri yang merekomendasikan kalian untuk mengikutinya." Kata Hiruzen sambil tersenyum ke Trio Uzumaki.

"Ambil dan isi formulir tersebut lalu kembalikan paling lambat tiga hari lagi karena ujian Chunin akan dilaksanakan seminggu lagi." Tambah Hiruzen. Karin pun melangkah maju dan mengambil ketiga kertas tersebut lalu memberikannya kepada Naruto dan Kushina.

"Arigatou Jiji." Kata Karin dan Kushina bersamaan Naruto hanya memandangi kertas tersebut dengan tatapan datar.

"Kalian berdua boleh keluar sementara untuk Naruto aku ingin membicarakan sesuatu dengannya." Kata Hiruzen.

"Oh Sial! Apa Jiji sudah mengetahui semuanya." Pikir Naruto.

Karin dan Kushina lalu berjalan keluar ruangan sebelum keluar Karin sempat berkata pada Naruto.

"Nii-chan kami tunggu di apartemen." Naruto mengangguk paham lalu Karin menutup pintu ruangan Hokage meninggalkan Naruto dan Hiruzen serta Anbu penjaganya.

"Kalian juga keluar." Perintah Hiruzen pada Anbu yang berada di dalam ruangannya.

Hiruzen lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam laci meja kerjanya.

"Bisa kau jelaskan semuanya Naruto-kun." Naruto pun menghela nafasnya.

"Ini adalah surat dari Kirigakure dan aku sudah membacanya." Kata Hiruzen lalu melempar gulungan tersebut ke Naruto.

Naruto lalu membuka gulungan tersebut lalu mulai membacanya.

Untuk : Hokage-sama

Kami Kirigakure sangat berterima kasih pada salah seorang Genin
anda yang bernama Uzumaki Naruto yang telah membantu kami
mengakhiri perang saudara di desa kami.

Mungkin dengan hal ini hubungan Konohagakure dan
Kirigakure dapat dipererat atau bisa dibilang bekerja
sama dalam bidang apopun. atau singkatnya
sebuah Aliansi.

TTD : Godaime Mizukage : Mei Terumi

"Bisa kau jelaskan semuanya." Kata Hiruzen

"Huuuft! Baiklah Jiji aku akan menjelaskannya." Kata Naruto.

"Sebenarnya yang pulang bersama tim 7 adalah Chi Bunshin milikku sementara aku pergi membantu Mei-san dan juga pasukan Rebelion untuk mengalahkan pasukan Kirigakure." Jelas Naruto.

"Aku membantu mereka karena Zabuza salah seorang dari pasukan rebelion menceritakan mengenai perang saudara yang terjadi di desa mereka. Jiji tau sendiri kan apa alasanku membantu mereka." Tambah Naruto.

"Karena misimu untuk mendamaikan dunia-kan." Naruto mengangguk pelan.

"Tapi bagaimana kau bisa menyelesaikan perang tersebut?" Tanya Hiruzen penuh selidik.

"Jiji bisa melihatnya ketika Ujian Chunin. Dan Apa Jiji akan menerima tawaran dari Mei-san." Jawab Naruto. Hiruzen pun mengangguk pelan.

"Kalau begitu aku pamit dulu Jiji." Kata Naruto menaruh gulungan dari Kirigakure lalu berjalan menuju ke arah pintu keluar.

Setelah Naruto keluar dari ruangan. Hiruzen menoleh ke arah jendela tepatnya patung pahatan Yondaime-Hokage bergumam pelan.

"Minato, Ayuki ini kedua kalinya putra kalian membuatku bangga. Kalian juga pasti berpikir demikian juga-kan." Hiruzen pun mengukir senyum tipis.

.

Setelah berbicara dengan Hiruzen. Naruto pun melangkahkan kakinya keluar dari gedung Hokage. Baru beberapa melangkah tiba-tiba seseorang memanggil namanya.

"HOI! NARUTO!"

Naruto menghentikan langkahnya lalu berbalik ke arah sumber suara. "Iruka-nii." Kata Naruto.

Iruka pun menghampiri Naruto. "Ada apa Iruka-nii?" Tanya Naruto membuat Iruka sedikit bingung dengan panggilan Naruto. "Nii?" Iruka menaikkan salah satu alisnya.

"Apa Iruka-nii keberatan kupanggil demikian?" Tanya Naruto.

"Sebaliknya aku malah senang dipanggil seperti itu karena kau dan Karin-chan sudah kuanggap adikku sendiri." Jawab Iruka tersenyum simpul.

"Arigatou Iruka-nii." Kata Naruto sambil membalas senyum Iruka. "Oh iya memang ada apa memanggilku Iruka-nii?" Tanya Naruto.

"Apa kau dan timmu sudah mengetahui bahwa Ujian Chunin sebentar lagi dilangsungkan." Naruto mengangguk pelan. "Karena Tim milikmu tidak memiliki Jounin pembimbing aku yang akan merekomdasikan kalian. Bagaimana?"

"Ano...Iruka-nii aku dan Timku sudah direkomdasikan oleh Jiji." Kata Naruto. Iruka pun ber'oh'ria.

"Bagaimana kalau kita ke Ichiraku untuk merayakan keikutsertaan kalian di Ujian Chunin tahun ini." Tawar Iruka.

"Benarkah?" Tanya Naruto meyakinkan Iruka yang kini dahinya dibasahi keringat dingin.

"Oh Shit! Kenapa aku malah menawarkan ramen pada Naruto. Habislah uangku hari ini." Pikir Iruka. Naruto yang mengetahui pemikiran Iruka pun menghela nafas ringan.

"Tenang saja hari ini aku sendiri yang akan bayar." Iruka pun menghela nafasnya. Hari ini tabungannya masih bisa selamat.

"Sekalian ajak Karin-chan dan pacarmu Naruto." Goda Iruka

"Hee! Iruka-nii juga mengetahuinya." Terkejut Naruto. Iruka pun mengangguk pelan sembil tersenyum jahil.

"Bagaimana rasa bibirnya Naruto?" Goda Iruka, Naruto pun membuang muka ke arah lain.

"Kalau menggodaku terus. Aku akan berubah pikiran, Iruka-nii yang akan membayar ramenku serta Karin-chan dan Kushina-chan." Balas Naruto menatap Iruka dengan tatapan jahil.

"Huuuft! Baiklah." Iruka pun menghela nafas kembali.

"Ayo kita ke Ichiraku." Kata Naruto. Iruka pun mengangguk. Mereka berdua pun berjalan ke Ichiraku.

Sesampainya di Ichiraku mereka berdua tidak langsung masuk. Naruto melaukan Shunshin ke apartemennya untuk menjemput Karin dan Kushina sementara Iruka menunggu mereka di depn Ichiraku. Selang beberapa menit Trio Uzumaki pun tiba. Karin dan Kushina mengenakan pakaian yang mereka gunakan kemarin.

Untuk Naruto ia mengenakan T-shirt putih berlambang pusaran di di bagian tengah. Celana orange selutut serta sepatu standar ninja.

"Ayo." Kata Iruka ketiga pun mengangguk lalu masuk ke dalam Ichiraku.

"Selamat datang." Sapa Ayame yang melihat empat orang masuk ke kedai. "Ternyata kalian berempat. Mau pesan apa?" Tanya Ayame.

"Miso ramen." Jawab Karin.

"Aku sama dengan Karin-chan." Jawab Kushina.

"Sama dengan mereka." Jawab Iruka.

"Ramen Jumbo yang banyak Narutonya." Jawab Naruto.

Naruto langsung di duduk di kursi paling kanan. Kushina berada di samping Naruto lalu Karin dan yang berada di paling kiri adalah Iruka. Tak berselang lama pesanan mereka pun tiba. Ayame lalu meletakkan pesanan mereka masing-masing.

"Itadakimasu!" Kata keempatnya serentak.

Naruto dengan cepat menyantap ramen pesanannya hingga membuat yang lain melongo. Naruto terlihat seperti seseorang yang belum makan ramen selama dua hari dan memang itu yang terjadi. Sesekali Iruka dan Kushina memberitahunya namun Naruto tidak menggubrisnya.

"Naruto pelan-pelan, Baka. Kau bisa tersedak nantinya." Tegur Iruka.

"..."

Gleek!

Benar saja yang dikatakan Iruka. Kue ikan atau Naruto langsung tersangkut di tenggorokan Naruto. Ia dengan cepat memegang lehernya sementara tangan satunya mencoba mencari gelas yang berisi air.

"Aiiirrrr...cepat!" Teriak Naruto.

Naruto pun menemukan sebuah gelas tidak jauh dari mangkok ramennya. Dengan cepat ia mengambil gelas tersebut dan langsung meminum air yang berada di dalamnya. Namun sekali lagi Naruto harus menerima kesialan karena air yang berada di gelas tersebut terlalu panas sehingga membuat wajahnya menjadi memerah.

Bluur!

"PAAAANAAAASSSSS!"

Naruto langsung memuntahkan air dari dalam mulutnya lalu mengusap-ngusap lidahnya yang kepanasan. Tiga orang yang duduk di dekat Naruto hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Naruto.

"Haaah!...Orang kesusahan malah di tertawai." Kata Naruto.

"Salah sendiri." Balas ketiganya.

"Nah! Lain kali kalau Naruto-kun makan jangan tergesa-gesa." Kata Kushina. Naruto mengangguk pelan lalu melanjutkan acara makan reman yang tertunda.

"Ne, Naruto-kun apa yang akan kita lakukan sebelum Ujian Chunin?" Tanya Kushina.

"Entahlah, mungkin latihan." Jawab Naruto.

Beberapa menit kemudian keempatnya pun telah selesai menyantap ramen mereka masing-masing. Setelah membayar ramen mereka pun berjalan keluar kedai Ichiraku.

"Kalau kalian sedah selesai mengisi formulir Ujian Chunin berikan saja padaku. Biar aku yang menyetornya ke Hokage-sama." Kata Iruka. Trio Uzumaki hanya mengangguk pelan.

"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu. Jaa." Kata Iruka berjalan menjauh sambil melambaikan tangan.

"Ayo!" Kata Naruto mulai berjalan menuju apartemennya diikuti Karin dan Kushina. "Sesampainya di apartemen kalian ganti baju dan kita mulai latihan untuk Ujian Chunin." Tambah Naruto kedua pun mengangguk paham.

Sesampainya di apartemen mereka. Ketiganya langsung mengganti pakaian mereka. Naruto mengenakan baju jaring-jaring yang kebanyakan digunakan oleh ninja sebagai dalaman dan juga celana standar Chunin berwarna hitam serta sepatu standar ninja.

Sementara Karin mengenakan baju hitam berlengan panjang serta sebuah jaket pendek yang hanya menutupi bagian dada dan dibiarkan terbuka begitupula dengan lengannya yang hanya sebatas siku. Untuk bawahan ia mengenakan celan standar Chunin biru tua sebatas tengah betisnya serta sepatu standar ninja. Untuk Kushina ia mengenakan baju yang sama seperti di canon sewaktu genin.

Setelah berganti baju mereka pun masuk ke dalam dimensi Naruto.

.

Naruto Dimension

Sesampainya di dimensi Naruto. Mereka disambu dengan pemandangan yang bisa dibilang aneh. Dimana Kurama dan Isobu sedang berdebat.

"Hoii! Baka Kame sudah kubilang jangan mengganggu tidurku." Kata Kurama.

"Siapa yang mengganggu tidurmu dasar rubah pemalas." Balas Isobu.

"Lalu menyiramku dengan air danau bukan mengganggu namanya?" Tanya Kurama sinis. Sambil menunjuk Isobu.

"Sudah kubilang aku sedang melatih Mizudama-ku. Aku tidak sengaja lagian juga kenapa kau tidut di dekat danau." Jawab Isobu.

"HOYY! BARU DUA HARI AKU TINGGAL. KALIAN SUDAH SEPERTI INI." Teriak Naruto. Kurama dan Isobu pun menghentikan perbedebatannya lalu menoleh ke arah teriakan.

"Dia yang memulai." Kata Kurama dan Isobu bersamaan.

"Nii-chan/Naruto-kun apa itu?" Tanya Karin dan Kushina bersamaan sambil menunjuk Isobu.

"Siapa mereka Naruto?" Isobu pun bertanya sambil menatap Karin dan Kushina.

"Perkenalkan dia Karin-chan adikku-" Menunjuk Karin. "Dan dia Kushina-chan-"

"Pacarmu." Tebak Isobu membuat Kushina sedikit merona walaupun sudah ia sudah menjadi kekasih Naruto.

"Dan kalian berdua perkenalkan dia Isobu-san. Bijuu ekor tiga atau sering disebut Sanbi." Naruto menunjuk Isobu.

"Bagaimana Isobu-san bisa masuk ke dimensi Nii-chan?" Tanya Karin.

"Begini ceritanya..." Naruto pun menceritakan mulai dari mereka berpisah di Nami No Kuni hingga akhirnya membantu pasukan Rebelion. Naruto tidak mencerikan mengenai Tobi taku Karin menjadi ketakutan karena diincar oleh Tobi.

"Jadi Naruto-kun yang bersama kami selama dua adalah Chi Bunshin." Rambut Kushina pun mulai melambai-lambai menandakan mode Habanero mulai aktif.

Bugh! Bugh! Duagh!

Dua pukulan serta sebuah tendangan pun dihadiah oleh Kushina untuk Naruto. Semuanya yang berada di sana pun tertawa melihat kejadian di depan mereka minus Naruto dan Kushina.

"Ternyata di balik kehebatanmu bertarung ternyata kau bisa juga kalah oleh pacarmu." Kata Isobu tekekeh pelan (?).

Naruto menghela nafas sambil mengelus-ngelus bagian yang terkena pukulan dan tendangan Kushina.

"Setidaknya beritahu kami jika kau ingin pergi dasa Baka." Umpat Kushina diikuti anggukan oleh Karin. "Aku dan Karin-chan takut kehilanganmu." Tambahnya dengan nada pelan.

"Ya-Ya! Lain kali tidak akan kuulangi." Balas Naruto. "Ayo kita ke pondok dulu ada yang ingin kulakukan." Tambah Naruto kedua pun mengangguk pelan.

Mereka bertiga pun berjalan menuju ke pondok meninggalkan Kurama dan Isobu yang melanjutkan perdebatan mereka. Sesampainya di dalam pondok Naruto langsung mengeluarkan Nuibari yang ia ambil dari Kushimaru tiga hari yang lalu.

"Apa itu Nii-chan?" Tanya Karin menatap bingung Nuibari yang dipegang Naruto.

"Siapa diantara kalian berdua yang Kenjutsu-nya lumayan baik?" Bukannya menjawab Karin. Naruto malah balik bertanya ke keduanya. "Aku ingin memberikan kalian pedang ini." Tambah Naruto.

"Biar Nee-chan yang memakainya. Aku kurang tertarik dengan Kenjutsu." Kata Karin.

"Kalau begitu Kushina-chan ambil ini." Naruto memberikan Nuibari ke Kushina. "Pedang itu bernama Nuibari salah dari tujuh pedang hebat dari Kirigakure. Aku mendapatkannya dari pemilik sebelumnya yang kukalahkan." Tambah Naruto.

Kushina mengayun-ayunkan Nuibari. "Wah! Pedang ini sangat ringan." Kata Kushina lalu mengambil sebuah gulungan lalu menyimpan Nuibari.

"Sebelum kita latihan aku ingin memanggil Tou-san dan Kaa-san." Kata Naruto. Sontak Karin pun mengukir sebuah senyum di wajahnya.

Naruto pun berkonsentrasi mencari chakra Minato dan Ayuki. Setelah menemukannya Naruto pun langsung menarik kedua chakra tersebut dan tampaklah Minato dan Ayuki.

"Waah! Tou-san, Kaa-san!" Teriak Karin lalu menghamburkan pelukan ke keduanya.

"Ternyata jika dilihat secara jelas wajah pacar Naruto ternyata cantik juga." Kata Ayuki sambil menatap Kushina. Minato mengangguk setuju.

"Arigatou! Yondaime Hokage-sama. Ayuki-sama." Kata Kushina sambil tersipu malu.

"Jangan terlalu formal seperti itu. Kau bolah memanggil kami sama seperti Naru dan Karin-chan. Lagian tidak lama lagi kau akan menikah dengan Naru." Kata Minato sedikit menggoda.

"Ha'i...T-Tou-san...K-Kaa-san." Ucap Kushina sedikit gagap karena belum pernah merasakan ataupun memanggil seseorang dengan sebutan seperti itu.

"Nah! Begitu lebih baik. Benarkan Mina-kun." Kata Ayuki diikuti anggukan oleh Minato.

"Apa acara peluk-pelukan dan bicaranya udah selesai." Ujar Naruto yang dari tadi cuman memperhatikan keempatnya. Karin pun melepaskan pelukannya.

"..."

"Baiklah. Nah apa yang Naru ingin katakan?" Tanya Minato.

"Begini aku ingin Tou-san dan Kaa-san membantu latihan kami selama lima hari ini sebelum Ujian Chunin." Jawab Naruto.

"Untuk Kaa-san aku ingin Kaa-san membantu Kushi-chan menguasai Kekkei Genkai rantai chakra miliknya." Tambah Naruto. "Wah! Ternyata Kushina-chan juga mempunyai Kekkei Genkai itu." Kata Ayuki semangat.

"Kalau begitu ayo kita mulai latihannya." Sambung Ayuki diikuti anggukan oleh Kushina. Mereka berdua pun keluar pondok meninggal tiga orang sisanya.

"Untuk Karin-chan berlatih apa?" Tanya Naruto menatap ke arah Karin.

"Entahlah mungkin latihan seperi biasa yaitu menguasai chakra Kurama-chan." Jawab Karin. Naruto pun mengangguk pelan.

Karin lalu berjalan keluar meninggalkan Naruto dan Minato. Sesampainya di luar Karin langsung membuat Bunshin kemudian diambil alih oleh Kurama Yang. Setelah itu mereka pun pergi ke arah hutan untuk berlatih.

"Ano..Tou-san kudengar Tou-san mempunyai dua jutsu andalan kalau tidak salah Hiraishin dan Ra..Resa..."

"Rasengan." Kata Minato. "Nah itu Rasengan." Timpal Naruto.

"Untuk Hiraishin, Tou-san akan melatih Naru tapi untuk Rasengan Naru bisa ke apartemen Tou-san dan Kaa-san dulu. Kau bisa bertanya pada Sandaime-sama dimana letak apartemen itu." Kata Minato.

"Tou-san menaruh seluruh gulungan jutsu Tou-san serta Ayuki di dalam lemari di kamar kami. Tapi apartemen itu dilindungi sebuah Kekkai yang hanya dibuka dengan cara meneterkan darah Tou-san dan Ayuki. Tentu saja darah kalian berdua juga bisa karena kalian anak kami." Tambah Minato dan dibalas anggukan oleh Naruto.

"Mari kita mulai latihan Hiraishin-nya." Kata Minato.

.

Keesokan harinya Naruto tidak langsung melanjutkan latihan melainkan keluar dari dimensinya untuk memberikan formulir Ujian Chunin ke Iruka. Setelah selesai Naruto langsung kembali ke Dimensinya untuk melanjutkan latihannya.

.

FIVE DAYS LATER

Setelah latihan selama lima hari Naruto akhirnya menguasai Hiraishin walaupun masih menggunankan Kunai bermata tiga milik Tou-san-nya dan ia juga sempat mempelajari salah satu variasi dari Hiraishin itu sendiri. Sementara Kushina sudah bisa mengeluarkan tiga rantai chakra dari dalam tubuhnya dan dapat dikendalikan dengan baik olehnya. Sementara Karin sudah menguasai kekuatan Kurama sampai batas tiga ekor.

Selama lima hari Naruto tidak menghilangkan kedua orang tuanya. Selama lima hari itu pula Trio Uzumaki merasakan yang namanya hidup dengan orang tua walaupun Naruto dan Minato sedikit menderita mengenai hal ini. Yah menderita, selama lima hari mereka tidur di ruang penyimpanan gulungan di pondok menggunakan Futon. Itu karena kamar Naruto digunakan oleh Ayuki.

Kini mereka tengah berkumpul di depan pondok. Mereka kini bersiap-siap untuk kembali ke dunia nyata. Tidak jauh dari mereka Kurama Yin dan Yang sedang berdeba kembali dengan Isobu. Isobu sudah diberitahu oleh Naruto mengenai Kurama yang terbagi dua membuat dirinya menjadi terdesak karena melawan Duo Kurama.

"Kalian bertiga benar-benar hebat." Puji Ayuki diikuti anggukan oleh Minato.

"Itu juga berkat Tou-san dan Kaa-san. Benarkan!" Kata Karin sambil menoleh ke Naruto dan Kushina yang hanya mengangguk mengiyakan.

"Ano...Tou-san apa hanya lima kunai ini yang tersisa?" Tanya Naruto sambil memegang lima kunai bermata tiga. (Ingat benda yang diciptakan Naruto di dimensi miliknya tidak bisa dibawah ke dunia nyata).

"Tenang saja. Masih ada sekitar dua puluh lebih di apartemen milik Tou-san dan Kaa-san." Jawab Minato. "Kalau ingin membeli Tou-san menaruh alamat tokonya di lemari bersama dengan gulungan jutsuku. Sementara Kunci apartemennya sendiri dipegang oleh Sandaime-sama." Tambahnya.

"Nah selamat berjuang di Ujian Chunin dan kuharap kalian semua lulus." Kata Ayuki pada anak dan calon anaknya.

"Uuum!" Ketiga pun membalas dengan anggukan penuh semangat.

Setelah itu Minato dan Ayuki pun kembali ke dalam tubuh Naruto. Kemudian Naruto membuat Handseal untuk kembali ke dunia nyata. Sebelum masuk Trio Uzumaki sempat mendengar perdebatan antara Duo Kurama melawan Isobu.

"Sudah kubilang jangan menganggu tidur kami! Baka Kame." Ucap Dou Kurama.

"Salah sendiri kenapa tidur di dekat danau. Aku akan sudah memperingatkan. Uhh! Dasar Rubah pemalas."Balas Isobu.

"Mata satu."

"Bola bulu."

"Amfibi."

"Purrball."

Selama melancarkan ejekan Duo Kurama selalu bersamaan membuat Isobu semakin tersudut.

.

Real World

Lubang Dimensi Naruto pun muncul di ruang tengah apartemen mereka. Mereka bertiga masih mengenakan pakaian yang sama ketiga masuk ke dalam dimensi Naruto. Setelah itu Naruto mengambil jaket putih yang ia gunakan sewaktu ke Kirigakure di dalam lemarinya lalu memakainya.

"Nah! Kalian tunggu saja disini aku ke apartemen Tou-san dan Kaa-san." Kata Naruto dibalas anggukan oleh ketiganya.

"Ambil ini." Naruto memberikan dua kunai Hiraishin pada keduanya. "Kalau dalam masalah tinggal goyang-goyangkan kunai tersebut." Tambahnya.

Setelah itu Naruto pun pergi ke kantor Hokage menggunakan Shunshin. Minato tidak memberitahukan kepada Naruto tentang tempat yang sudah ia tandai. Ia bilang ke Naruto sendiri agar menanam ulang tandanya karena Minato khawatir bisa-bisa Naruto terdampar di dimensi Hiraishin.

.

Hokage Room

Sebuah kepulan asap muncul di depan Hiruzen yang sedang membaca buku laknat karangan muridnya. Mengetahui kedatangan Naruto dengan cepat Hiruzen menaruh buku tersebut ke lacinya.

"Ada apa Naruto-kun?" Tanya Hiruzen To The Point. Sambil berakting sedang menandatangi beberapa dokumen di depannya.

"Ano...Jiji. boleh aku minta kunci apartemen Tou-san. Ada sesuatu yang ingin kuambil." Jawab Naruto. Hiruzen pun mengangguk pelan lalu mengambil sebuah kunci dari dalam lacinya.

"Ini." Naruto pun berjalan ke Hiruzen lalu mengambil kunci tersebut dan tidak lupa juga ia menanamkan Fuin Hiraishin di tangan Hiruzen tanpa diketahui.

"Setelah keluar dari gedung ini. Berjalan ke arah kanan hingga beberapa ratus meter hingga menemukan apartemen yang sederhana." Tambah Hiruzen. Naruto pun mengangguk lalu berjalan keluar apartemen.

.

Setelah keluar gedung Hokage. Naruto pun mengikuti arahan Hiruzen. Tak berselang lama akhirnya Naruto tiba di depan sebuah apartemen sederhana Ia juga mendeteksi sebuah Kekkai yang melindungi apartemen di depannya membuatnya yakin bahwa ini adalah apartemen milik kedua orang tuanya.

Naruto mulai berjalan mendekat ke apartemen tersebut hingga menabrak sebuah Kekkai tak kasat mata. Dengan cepat Naruto langsung menggigit ibu jarinya lalu meneteskan beberapa tetes darahnya ke Kekkai tersebut. Tak berselang lama Kekkai tersebut tiba-tiba terlihat lalu kembali tak terlihat.

Merasa darahnya sudah di terima oleh Kekkai yang dipasang ayahnya. Naruto pun mulai melangkahkan kakinya dan alhasil ia merasa tak ada lagi menghalanginya hingga ia tiba di depan pintu apartemen tersebut. Ia lantas mengambil kunci dari saku celana miliknya yang didapat dari Hiruzen.

Clek!

Setelah membuka pintu. Pemandangan yang dilihat oleh Naruto adalah sebuah ruangan apartemen sederhana. Ia pun mulai melangkahkan kakinya lebih dalam ke bagian apartemen. Sesekali ia berhenti sambil membayangkan orang tuanya melakukan aktifitas mereka. Akhirnya Naruto tiba di depan pintu hijau.

Clek!

"Ini pasti kamar Tou-san dan Kaa-san." Gumam Naruto pelan sembari mengedarkan pandangannya ke segala.

Wajah Naruto seketika berhenti ketika melihat dua bingkai foto yang berada di atas sebuah meja di dekat ranjang. Ia pun mendekat ke arah meja tersebut dan memperhatikan dengan seksama dua bingkai foto tersebut.

Di bingkai pertama tampak Minato sedang tersenyum ke Ayuki. Sementara Ayuki menatap Minato heran. Ternyata foto tersebut diambil saat mereka Genin. Foto kedua adalah sebuah foto yang menampakkan Minato sedang berdiri di balik Ayuki yang sedang duduk manis di atas sebuah kursi. Kedua tangan Minato memegang pundak Ayuki. Sementara tangan Ayuki memegang perutnya yang tampak membuncit menandakan ia sedang hamil tua.

Setelah puas memandangi kedua foto orang tuanya. Naruto pun mulai beranjak ke sebuah lemari kayu berukuran sedang.

"Pasti ini lemarinya." Gumam Naruto.

Dengan pelan Naruto membuka lemari tersebut. Ia melihat beberapa pakaian milik kedua orang tuanya yang masih belum rusak. Pandangan Naruto tiba-tiba tertuju pada sebuah gulungan penyimpanan berukuran kecil. Dengan pelan ia mengambil gulungan itu begitu juga dengan kertas yang berada di bawah gulungan tersebut.

"Sekarang tinggal mencari kunai bermata tiganya." Gumam Naruto setelah itu mulai mengedarkan pandangannya.

"Pasti disana!" Gumam Naruto setelah melihat sebuah kotak kayu berukuran sedang.

Ia pun segera mendekati kotak kayu tersebut lalu membukanya. Lalu mengambil dua puluh kunai bermata tiga lalu memasukkannya ke dalam Fuin di lengan kirinya. Sebelum pergi Naruto menyempatkan dirinya untuk membersihkan kamar orang tuanya.

.

Keesokan harinya. Naruto memutuskan untuk pergi ke toko tempat pembuatan Kunai bermata tiga. Sesampainya disana Naruto langsung disambut hangat oleh pemilik toko.

"Selamat datang!" Sambut sang pemilik toko. Naruto hanya membalas dengan senyum tipis.

"Ada perlu apa?" Tanya sang pemilik toko.

"Ano...Apa benar disini tempat membeli dan memesan kunai seperti ini?" Kata Naruto sambil menunjukan kunai bermata tiga kepada pemilik toko.

"Maaf semenjak Yondaime-Hokage sama meninggal toko ini sudah tidak membuat kunai tersebut. Tetapi kami masih memiliki sekitar 30 Kunai yang tersisa."

"Kalau begitu aku ambil semuanya. Berapa harganya?" Tanya Naruto.

"Satu kunai seharga 1000 Ryo. Jadi semuanya 30.000 Ryo." Jawab Sang Pemilik toko.

Naruto mengeluarkan Uang sebanyak yang dikatakan sang pemilik Toko lalu manaruh di atas meja. Pemilik tersebut lantas masuk ke dalam sebuah ruangan dan tak lama kemudian keluar sambil membawa sebuah kardus berisi 30 Kunai Bermata tiga pesanan Naruto.

"Ano...Bisakah mulai hari ini Oji-san mulai kembali membuat Kunai ini dan setiap persedianku habis aku akan kesini untuk membelinya." Tawar Naruto.

"Bukannya Kunai ini cuman bisa dipakai oleh Mendiang Yondaime-Hokege."

"Sebenarnya aku juga bisa memakai kunai ini sebaik Yondaime-Hokage dan hal ini tidak boleh Ojii-san beritahu ke orang lain." Kata Naruto.

"Baiklah aku mengerti." Kata sang pemilik Toko.

"Kalau begitu aku pamit dulu Ojii-san lain kali jika kunaiku habis aku akan kesini lagi." Kata Naruto lalu berjalan ke luar toko membawa kardus berisi kunai yang dibelinya.

~~~ TBC ~~~

#Akhirnya Chapter 11 selesai juga.
Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin).
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan

Jadi lebih dan kurangnya mohon di REVIEW.


#Balasan Review.

R : thor terus lanjutkan ff ini ya bagus banget ide nya cemerlang bagai setrilliunan bintang pokok nya semangat ya
B :
Oke...Arigatou.

R : bisa gx ujian chunin nya di bumbui humor agax banyak thor...
biar gx terlalu flat gitu...
B :
Tentu saja...

R : Mantap gan
Soal naru sadis apa nggknya mendingan terserah author aja kan author yg bikin cerita jadi sesukamu aja..gk seru kalau segalanya riders yg nentuin
B :
Arigatou buat sarannya.

R : menurut saya klo buat fic punya power mind reading. terus canon.
itu agak berat. bukan apa". cuma ketika naruto pake bunshin itu nggak terlalu berat?
beban'a bisa 3x lipat ke atas.
lebih baik punya power kaya sora ngnl yang bisa tau bohong atau nggak.
cuma saran
B :
Bebanya memang bertambah dan Author sudah tahu mengenai hal itu.

R : Di sini pair Naruto siapa. Tapi saran saya disini NARUTO Gåк usah di kasih pair dulu biar dia serius mewujudkan dunia yang Damai. Seperti di kanon gitu...
Trus sifat naruto jgn ter lalu sadis , di sini kan naruto mau bikin dunia tanpa perang. Kalau naruto di bikin sadis apa beda nya ama yang jahat...
Disni ane cuma kasih saran. Maaf kalau tersinggung...
B :
Kalau Pair. Naruto sudah punya.
Walaupun impian Naruto adalah dunia tanpa perang tetapi kalau lawannya sudah bertindak melewati batas, Naruto juga akan menjadi sadis.

R : Thor-chan, kuchiyose Naru yg satu lagi apaan?
apa 4 dewa mata angin? Seryu, Suzaku, Genbu, Byako..
B :
Kurama.

R : Makin bagus aja critanya thor...
Apa pairnya naruto bakal nambah nh thor..?
B :
Tidak akan nambah. Pairnya cuman Kushina.

R : Chunnin exam belumkan.
Saya kasih saran.
Kirigakure mengikut sertakan serta membuat aliansi dengan Konoha. Sehingga Sandaime terkejut karena Naruto yang telah membantu Kirigakure. Hahahahahaha.
Juga saat Invasi Orochimaru. Naruto melawan 2 Edo Tensei Hashirama dan Tobirama. Sandaime juga hanya melawan Orochi. Sedangkan Karin dan Kushina melawan Gaara (seperti Naruto VS Gaara dicanon). Naruto juga menggagalkan Cruise Mark Orochimaru ditubuh Sasuke. Hehehehe
B :
Arigatou buat sarannya. Author akan ambil beberapa beberapa dari saran diatas.

R : Hem lanjuut thoor
Kalo masalah permintaan reviewer minta naruto jadi sadis dan tidak
Itu terserah author, saya menyarankan kadang naruto sadis saat orang yang di sayang naruto di siksa musuh
Udah itu aja
B :
Iya itu memang yang Author pikirkan.

R : Kochiosenya Naruto kuat banget keren!
Apa semua biju bakal masuk ke dimensi Naruto?
Oh ya,apa masih jauh ujian chuninnya?
Lanjut and update,,,;)
B :
Mungkin hanya Sanbi yang dimasukin Naruto ke dimensinya.
Ujian Chunin dimulai chapter depan.

R : kalau bisa naruto punya harem
B :
Gak. Naruto kagak punya harem.

R : Ano author-san, jurus Jikukan Ido milik Obito itu gak bisa digunakan semaunya sperti itu. Jikukan Ido itu mempunyai interval waktu 5 menit. Itu salah satu kekurangan jutsu ini. Jadi unt membuat tubuh'y dari padat menjadi tembus pandang kembali atau sebalik'y, Obito harus menunggu senggang waktu 5 menit. Bukan sperti dific ini, Obito bisa memadatkan dan mentransparankan tubuh hanya dlam waktu sepersekian detik, sperti saat Naruto melakukan side kick ke Obito, tp Obito langsung mentransparankan tubuh, lalu saat kaki Naruto melewati tubuhnya, Obito langsung bisa memadatkan tubuh'y lg unt menangkap Naruto, itu bahkan hanya 1/2 detik saja. Jika Obito bisa menggunakan Jikukan Ido semaunya sperti ini, bahkan Madarapun tdk akan bisa mengalahkan'y karna dia bisa mentransparankan tubuh'y setiap saat unt menghindari Serangan lawan...
B :
Heeeh Gomen. Author sedikit lupa mengenai kemampuan Jikukan Ido milik Obito. Jadi Arigatou telah mengingatkan.

R : senpai apa di sini pairing naruto cuma kushina doang
p.s. lanjut senpai ceritanya kereeeeen...
B :
Ya Pairing Naruto cuman Kushina doang.

R : Oi oi,, jikukan ido obito punya rentan waktu 5 menit coy, bukannya bisa digunakan setiap saat sperti itu. Rentan waktu itu adalah kelemahan akurat jikukan ido. Hal ini memungkinkan suatu saat musuh bisa menyerangnya dgn mudah. Ini dinyatakan saat konan melawan obito dimanga.
Jika sperti ini, sama aja kamu bikin obito godlike klo dia bisa pake jikukan ido seenaknya gitu. Karna jikukan ido adalah teknik jutsu ruang dan waktu yg berasal dari sharingan dengan kelebihan membuat tubuh tembus lalu memadat kembali, sehingga bisa menghindari serangan apapun. Klo obito bisa menggunakannya setiap saat sperti ini, siapa yg bisa menyerangnya coba?
Sekedar pemberitahuan biar gak ada kesalahan lagi nantinya. Kelemahan lain dari jikukan ido milik obito adalah saat obito akan memindahkan objek (sperti kamui kakashi, hanya saja terdapat beberapa prbedaan. Kamu mungkin bisa mencari sendiri kelebihan dan kelemahan kamui milik kakashi ini). Saat obito akan memindahkan objek, apalagi objek yg lebih besar dari tubuhnya, maka obito harus menyentuh/memegang target lebih dahulu, baru bisa memindahkannya. Dan perlu diperhatikan, penggunaan sharingan jg menguras cakra...
B :
Heeeh Gomen. Author sedikit lupa mengenai kemampuan Jikukan Ido milik Obito. Jadi Arigatou telah mengingatkan.

Dan yang Review untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.


..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..

..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..

..:: LOMPOBERANG::..

- LOG OUT -