CHAPTER 14 Out!

A Naruto Fanfiction

Disclaimer © Masashi Kishimoto

..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...

Genre : Adventure - Romance – Family

Rate : T (Semi M).

Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?

Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /

.

Don't Like...Don't Read

.

..:: CHAPTER 13 : CHUNIN EXAM (PART I) ::..


Matahari mulai menampakkan wujudnya yang terang. Waktu masih menunjukan pukul 7 pagi dimana di atas gerbang masuk desa Konoha berdiri seorang Jounin berambut silver melawan gravitasi yaitu Hatake Kakashi. Hari ini Kakashi di tugaskan untuk memperhatikan seluruh Genin dari desa lain yang akan mengikuti Ujian Chunin.

Perhatian Kakashi menjadi tajam ketika seorang yang memiliki rambut Spike hitam mengenakan rompi Jounin Kirigakure serta membawa sebuah pedang besar memimpin 9 Genin dari desanya.

Tap! Tap!

Kakashi dengan cepat melompat ke depan Zabuza. "Yo Kakashi No Sharingan. Kita bertemu lagi." Sapa Zabuza.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kakashi sambil menatap tajam ke arah Zabuza.

"Tentu saja mengantar Genin dari desaku untuk melakukan Ujian Chunin apalagi yang mengadakannya adalah desa aliansi kami." Jawab Zabuza membuat tatapan tajam Kakashi berubah menjadi tatapan bingung. "Aliansi? Sejak kapan?" Tanya Kakashi.

"Empat hari yang lalu Konoha dan Kiri resmi membangun aliansi. Untuk lebih jelasnya tanya saja pada Hokage-sama." Kata Zabuza. Sementara Kakashi yang masih setengah bingung hanya mengangguk pelan.

Setelah itu Kakashi pun mempersilahkan Zabuza serta Genin untuk masuk ke Konoha untuk mengikuti Ujian Chunin.

.

Sementara itu di apartemen Trio Uzumaki tepatnya di ruang tamu seorang anak berambur kuning Jabrik sedang tidur dengan posisinya yang tidak elit yaitu nungging ia menutupi kepalanya dengan selimut sementara bokong dan kakinya berada di atas sandaran sofa. Tak berselang Karin menghampirinya sambil membawa seember air. Tanpa pikir panjang Karin langsung menyiram Naruto dengan seember air yang dibawanya.

Byuur!

"UAAAHH...DINGIN!" Teriak Naruto.

Dengan cepat Naruto langsung memposisikan dirinya duduk bersila sambil menyelimuti dirinya. Ia lantas menoleh ke samping dan dilihatlah Karin yang sedang memegang ember yang sudah kosong.

"KARIN-CHAN!" Ucap Naruto penuh penekanan.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyiramku?" Tanya Naruto.

"Salah sendiri kenapa tidak bangun. Bukannya hari ini adalah hari pelaksaan Ujian Chunin." Jawab Karin. "Lihat sudah hampir jam Tujuh. Dua jam lagi ujiannya dimulai." Tambahnya sambil menunjuk jam dinding di dekat pintu kamarnya.

"Huuft..aku mengerti." Kata Naruto sambil menghela nafas. "Kalau begitu kalian berdua bersiaplah. Aku akan menyiapkan sarapa." Tambah Naruto beranjak dari sofa.

.

Skip Time

Setelah menyantap sarapan dan mempersiapkan segala keperluan mereka untuk mengikuti Ujian Chunin. Trio Uzumaki pun bergegas menuju ke lokasi pelaksanaan Ujian Chunin tahap pertama karena tinggal satu jam lagi tahap pertama akan dimulai.

Kali ini Naruto mengenakan Kaos putih berlengan pendek dan ditutupi dengan jaket hitam tanpa lengan dan bagian kerahnya agak tinggin hingga menutupi lehernya. Celana standar Chunin senada dengan warna jaketnya dan sepatu standar ninja biru. Ia mengenakan Wristband hitam di lengan kirinya untuk menutup Fuin penyimpanannya agar tidak terlihat. Tak lupa Hitae-atte miliknya dipasang pada kening.

Sementara Karin mengenakan kaos lengan panjang berwarna abu-abu dengan gambar pusaran air di bagian punggung. Celana hitam sebatas paha serta sebuah Stocking hitam yang hampir mencapai celananya membuat paha putihnya sedikit terlihat dan juga sepatu standar ninja. Hitae-atte terpasang di kening dan sedikit tertutupi oleh poninya. Tak luma tas ninja yang dipasang di bagian belakang pinggulnya serta sebuah kotak kecil untuk menyimpan Shuriken di paha kanannya.

Dan untuk Kushina mengenakan pakaian Baju biru muda berlengan sangat pendek dengan gambar pusaran air di punggungnya serta sebuah penutup siku di kedua sikunya (Yang digunakan Sakura di Canon). Celana standar Chunin hitam dan kotak kecil penyimpanan Shuriken di paha kirinya serta tas ninja di bagian belakang pinggulnya. Sepatu standar ninja hitam. Tak lupa Hitae-atte dikenakan di kening yang sedikit tertutupi beberapa helai rambut merahnya.

.

Sesampainya di depan gedung pelaksanan tahap pertama mereka bertemu dengan Tim 7 yang sedang berkumpul di depan pintu masuk. Kedua tim tersebut langsung berbincang-bincang mengenai seperti apa nantinya Ujian Chunin minus Naruto dan Sasuke. Tak berselang seluruh peserta akhirnya dipersilahkan untuk masuk ke dalam gedung untuk memulai tahap 1.

Sesampainya di depan ruangan Naruto langsung menggerutu tidak jelas.

"APA!..Tahap pertama adalah tes tertulis!" Kata Naruto sambil mengacak rambutnya.

"Memangnya kenapa kalau tes tertulis Nii-chan?" Tanya Karin.

"Kau tau sendirikan. Aku paling malas melakukan yang namanya menulis dan mengerjakan soal." Jawab Naruto.

"Tenang saja kami akan membantu Nii-chan." Kata Karin diikuti anggukan oleh Kushina. "Nii-chan kan bisa membaca pikiran. Jadi aku dan Nee-chan tinggal mengucapkan jawabannya dalam hati."

"Benar juga. Kalau begitu aku serahkan pada kalian." Karin dan Kushina mengangguk paham.

Trio Uzumaki pun memasuki ruangan tes tahap 1. Ternyata di dalam ruangan tersebut seluruh peserta sudah siap yang terdiri dari Rookie 12 (AN : Disini Rookie 12 seperti di Canon posisi Naruto digantikan Rei. Tim Naruto tidak termasuk karena Hokage menyebut tim 11 adalah tim spesial). Beberapa Konoha-nin, Ame-nin, Oto-nin, Suna-nin, dan terakhir Kiri-nin.

Perhatian Naruto langsung tertuju pada seorang Suna-nin berambut merah bata.

"Naruto kau juga pasti merasakannya." Kata Kurama melalui telepati.

"Dia juga Jinchuriki." Balas Naruto.

"Aku meraskan chakra Ichibi pada bocah itu."

"Ujian kali ini pasti menarik. Bagaimana keadaan kalian di dimensi milikku." Tanya Naruto.

"Tubuhku yang setengah sudah kembali ke Karin mungkin sekarang ia juga merakannya. Baka Kame itu juga mulai tenang." Jawab Kurama.

"Sudah dulu Kurama. Seperti sudah mau dimulai." Kata Naruto lalu memutus telepatinya.

.

Beberapa menit kemudian seluruh peserta akhirnya duduk di tempat mereka masing. Tak lama kemudian sebuah kepulan asap muncul danseorang Jounin bermuka sangar muncul dari kepulan asap tersebut.

"Perkenalkan aku Morino Ibiki. Instruktur Ujian Chunin tahap pertama kali ini."

"Mari kita mulai saja. Pertama aku akan menjelaskan peraturan dari tahap pertama ini. Peraturan yaitu...Bla bla bla bla...." (Skip Aja).

Setelah menjelaskan peraturannya. Tes tertulis pun dimulai. Wajah seluruh peserta pun langsung berubah setelah membaca soal di kertas mereka. Ada bingung, frustasi dan lainnya. Sementara Naruto hanya mamainkan pensil miliknya sambil menunggu Karin dan Kushina.

"Peserta nomor 56 gagal!"

"Nomor 34!"

"Nomor 21!"

"Nomor 11!"

"Nomor 78!"

Tahap pertama sudah berlangsung selama 20 menit. Puluhan peserta pun telah gagal namun Naruto masih belum menerima pesan dari Karin dan Kushina. Tak berselang lama akhirnya Kushina pun mulai memberi Naruto sebuah pesan. Bukannya jawaban melainkan sebuah pernyataan.

"Naruto-kun aku merasa ada yang aneh dengan soal ini."

"Nii-chan sepertinya soal ini bukan untuk seorang Genin. Aku bahkan baru menjawab dua soal."

"Jadi seperti itu rupanya." Pikir Naruto sambil menyeringai. Ia lalu memperhatikan seluruh peserta lainnya. Perhatiannya langsung tertuju pada peserta yang terlihat sangat lancar mengerjakan soal.

Naruto lalu manaruh pensil milikknya kemudian berdiri membuat seluruh peserta menjadi kebingungan terutama Ibiki.

"Baiklah Ibiki-san. Bisa hentikan omong kosong ini!" Ucap Naruto.

"Omong kosong?" Tanya beberapa peserta.

"Sepertinya ia sudah menyadarinya." Pikir Ibiki.

"Yah aku sudah menyadarinya bukan aku dan timku yang menyadarinya-" Naruto memberi jeda sejenak.

"Pertama. Aku dan rekan setimku menyadari bahwa soal ini bukan untuk Genin seperti kami malainkan soal ini untuk Chunin." Kata Naruto.

"Dan kedua, aku perhatikan ada beberapa peserta yang dengan lancarnya mengerjakan soal ini. Jadi aku simpulkan bahwa Tes ini adalah Tes bertujuan untuk mengetes seberapa hebat seseorang untuk mencari informasi tanpa diketahui." Tambah Naruto.

"Aku tak menyangka ternyata ada juga yang menyadari tujuan dari tes ini." Kata Ibiki.

"Jadi aku nyatakan kalian yang masih berada di ruangan...LULUS." Kata Ibiki.

Sontak seluruh peserta yang berada di ruangan tersebut langsung terkejut mendengar kata lulus. Beberapa dari mereka bahkan melompat kegirangan.

Criiing!

Suara kaca jendela yang tiba-tiba pecah sontak membuat seluruh peserta yang tengah merayakan kelulusan mereka dari tahap satu langsung terhenti. Ibiki pun menghela nafas karena mengetahui siapa yang melakukan hal ini.

Pooft!

Sebuah kepulan asap muncul di samping Ibiki. "Wah kau berhasil mengurangi setengah dari mereka." Kata seorang perempuan di balik kepulan asap tersebut. Ibiki hanya membalasnya dengan anggukan.

"Dari 210 peserta kini tersisa 114 peserta yang terbagi dalam 38 Tim." Kata Ibiki.

Tak lama kemudian kepulan asap tersebut menghilang dan menampakkan sang instruktur tahap ke-2 nantinya.

"Bagi peserta yang lulus tahap ini aku beri waktu 1 jam untuk mempersiapkan diri kalian. Aku akan menunggu kalian di depan Shi no Mori." Kata sang Instruktur lalu menghilang diikuti kepulan asap.

"Huuh! Dasar main datang dan pergi begitu saja." Gumam Ibiki.

.

Skip Time

Satu jam kemudian seluruh peserta yang berhasil melalui tahap pertama telah berkumpul di depan gerbang masuk Shi no Mori. Beberapa peserta menatap horor hutan di depan mereka tetapi Naruto hanya menatap datar hutan di depannya.

"Perkenalkan aku Mitarashi Anko. Instruktur Ujian Chunin tahap dua." Kata Anko di depan para Genin yang lulus dari tahap pertama.

Para Genin tersebut berbaris menurut anggota tim mereka. Tim 11 berada tepat di depan Anko yang menatap heran Naruto karena di wajahnya tidak terpasang wajah takut memandang Shi no Mori berbeda dengan peserta yang lain.

"Jadi ini Tim 11 yang dikatakan Tim spesial oleh Sandaime-sama." Pikir Anko.

"Well! Selamat datang di Shi no Mori bagi kalian yang telah lulus tahap pertama." Kata Anko sambil menatap horor peserta di depannya. "Mengapa di beri nama Shi no Mori. Kalian akan segera mengetahuinya jika sudah berada di dalamnya." Tambahnya.

"Sebelum kalian memulai Tahap kedua ini. Kalian terlebih dahulu harus menandatangi surat perjanjian ini-" Anko memberi jeda sambil memperlihatkan sebuah kertas. "-lalu setorkan ke pos sebelah sana." Sambung Anko sambil menunjuk pos yang tidak jauh dari gerbang Shi no Mori.

"Ano...memangnya surat perjanjian apa itu." Tanya seorang peserta.

"Pertanyaan bagus-" Jawab Anko sambil memasang kembali wajah horornya. "Ini adalah surat perjanjian hidup atau mati." Sambung Anko.

"Untuk menghemat waktu aku akan langsung menjelaskan tes tahap kedua ini. Tahap kedua ini merupakan tes bertahan hidup selama 5 hari dan itulah kenapa kalian harus menandatangani surat perjanjian tadi. Kalian semua akan dibagi rata menjadi 4 regu dan ditempatkan di masing-masing gerbang Shi no Mori." Jelas Anko.

"Dalam jangka waktu lima hari kalian diberi tugas untuk mengumpulkan dua macam gulungan seperti ini." Tambah Anko sambil menunjukan dua guluang yaitu Ten dan Cho (Bumi dan langit).

"Setiap tim akan mendapat satu gulungan dan jadi di dalam hutan nantinya kalian harus merebut pasangan dari gulungan kalian dan membawanya menuju ke menara di bagian tengah hutan ini. Dalam merebut gulungan tersebut kalian dibebaskan untuk menggunkan segala cara termasuk membunuh. Jadi singkatnya tanpa aturan." Jelas Anko semua peserta pun mengangguk pelan sambil memasang wajah takut kecuali beberapa dari mereka yang hanya memasang evil smile.

.

Skip Time

Setelah menyelesaikan seluruh persyaratan. Tim 11 dan beberapa tim lain menuju ke gerbang barat tempat mereka memulai. Naruto dan Tim 11 mendapat gulungan Cho. Dengan perintah dari asisten Anko. Tahap kedua akhirnya dimulai seluruh peserta pun langsung masuk ke dalam Shi no Mori.

.

Tim 11 kini berada di atas dahan pohon sedang beristirahat. Sedang asik beristirahat tiba-tiba saja Karin merasakan ada chakra yang mendekat. Sensor milik Karin lebih hebat dibanding Naruto karena jaraknya sekitar 750 meter.

"Nii-chan...Nee-chan ada yang mendekat dari arah belakang." Kata Karin.

"Kalau begitu ayo kita sambut mereka." Kata Naruto sambil menyeringai. Karin dan Kushina pun mengangguk paham.

Tak lama kemudian tiba-tiba saja tiga buah kunai yang dipasangi kertas peledak langsung mengarah ke mereka bertiga. Dengan cepat Trio Uzumaki langsung melompat turun dari dahan pohon tempat mereka berdiri.

Duaar!

Dahan pohon tempat mereka berdiri tadinya pun langsung rusak terkena ledakan. Karin langsung berkonsentrasi melacak keberadaan sang pelempar.

"Dahan sebelah sana!" Ucap Karin sambil menunjuk dahan pohon di samping mereka.

"Wah! Wah! Lihat apa yang kita temui...Ruki..Tatsu." Ucap seseoramh yang berada di tengah yang terlihat lebih tua dari kedua timnya a.k.a Kagero.

"Tim dari Konoha...Sebutkan gulungan apa yang kalian pegang?" Tanya Ruki. Wanita dari tim tersebut.

"Kami memegang gulungan Cho. Sepertinya kalian dari Amegakure." Jawab Naruto datar sambil menatap tajam ketiga Ame-nin di dahan pohon tersebut.

"Sepertinya hari ini kita lagi beruntung Kagero." Kata Tatsu laki-laki berambut hitam klimiks.

"Kalau begitu ayo rebut gulungan mereka." Balas Kagero lalu melempar tiga kunai diikuti kedua timnya.

Jleb! Jleb! Jleb!

Kesembilan kunai tersebut hanya mengenai tanah tempat Trio Uzumaki berdiri. Karin dan Kushina melompat kesamping sementara Naruto melompat ke atas mengarah ke Ame-nin tersebut.

"Karin-chan...Kushi-chan kalian berdua saling melindungi. Aku akan menghadapi mereka." Kata Naruto.

"Ummm!" Kedua mengangguk paham.

Dalam keadaan melompat Naruto membuat sebuah Handseal.

Suiton : Suiryuudan No Jutsu

Seekor naga air yang tercipta dari udara hampa muncul di belakang Naruto dan langsung melesat menuju ke Ame-nin tersebut.

Braak!

Dahan tempat Ame-nin pun hancur diserang oleh Naga air Naruto. Ketiganya berhasil menghindar sebelum naga air tersebut menyerang mereka. Setelah melancarkan serangan, Naruto berdiri di sebuah pohon sambil mencari keberadaan Ame-nin tersebut. Tak lama kemudian Naruto menemukan mereka tengah berdiri di tengah lahan yang cukup luas.

"Hebat juga kau bocah!" Puji Kagero. "Kalian berdua hadapi kedua wanita itu." Tambah Kagero. Ruki dan Tatsu mengangguk paham lalu melesat menuju ke arah Karin dan Kushina.

"Cih! Sial mereka berpisah." Umpat Naruto. Ia lalu menaikkan Wristband sedikit ke atas lalu mengaluarkan kunai bermata tiga dari Fuin miliknya.

.

Karin and Kushina Place

Kini mereka berdua sedang berada di lahan yang cukup luas tidak jauh dari tempat Naruto. Di depan mereka Ruki dan Tatsu tengah bersiap menyerang mereka.

"Kau siap Karin-chan?" Tanya Kushina. Karin mengangguk pelan.

Karin mengeluarkan kunai dari kantong ninjanya sementara Kushina mengeluarkan gulungan lalu gulungan tersebut lalu mengeluarkan Nuibari. Ruki dan Tatsu langsung melesat ke arah mereka sambil memegang kunai. Kushina tidak tinggal diam. Ia juga langsung melesat ke arah mereka sambil mengayunkan Nuibari.

Traank!

Tatsu menahan Nuibari menggunakan kunainya sementara Ruki melesat ke arah Karin. Belum selesai sampai disitu, Kushina berusaha menendang perut Tatsu namun Tatsu berhasil menghindari dengan bersalto ke belakang lalu melempar kunai yang di pegang ke Kushina.

Traank!

Kushina menangkis menggunakan Nuibari. Namun Tatsu telah menyelesaikan sebuah Handseal setelah melempar kunainya. Kushina langsung menancapkan Nuibari dan membuat Handseal.

Fuuton : Repusho

Katon : Gouryuuka no Jutsu

Tatsu mengarahkan sebuah gelombang angin ke Kushina yang juga mengeluarkan sebuah naga api berukuran sedang. Naga api Kushina langsung membesar setelah menghantam gelombang angin milik Tatsu. Melihat hal tersebut Tatsu melompat ke atas untuk menghindari naga api Kushina lalu melempar lima kunai.

Jleb! Jleb! Jleb!

Kushina melakukan salto ke belakang sebannyak dua kali untuk menghindari lempar kunai Tatsu meninggal Nuibari yang tertancap di tanah.

Sementara di tempat Karin dan Ruki, mereka tengah beradu Taijutsu sambil memegang kunai masing-masing. Ruki bersiap menusukkan kunai miliknya ke arah perut Karin namun diketahui alhasil Karin menangkisnya dengan cara menahannya dengan bagian lebar kunai miliknya.

Traank!

Karin langsung mengayunkan pukulan tangan kiri yang tidak memegang kunai ke kepala Ruki namun berhasil dihindari karena Ruki menundukkan kepala lalu menyerang perut Karin dengan sebuah pukulan.

Takk!

Karin mengankat lutunya untuk menahan pukulan Ruki. Belum selesai sampai disitu, Ruki menarik tangannya lalu melakukan tendangan kaki kiri untuk menjatuhkan Karin. Dengan cepat Karin melompat melewati tubuh Ruki.

Tap! Tap!

Karin dan Kushina mendarat bersamaan dengan punggung mereka saling bertemu. Karin dan Kushina mengangguk pelan seolah mengerti satu sama lain lalu bersamaan membuat sebuah Handseal.

Doton : Doryuuheki

Muncul sebuah dinding berbentuk persegi yang melindungi keduanya. Karena sebelum mereka membuat Handseal, Ruki dan Tatsu melempar masing-masing lima kunai.

Jleb! Jleb!

Kesepuluh kunai tersebut menancap di dinding tanah yang Karin dan Kushina buat.

.

Naruto Place

Setelah mengeluarkan kunai bermata tiga miliknya. Naruto langsung melempar kunai tersebut ke arag Kagero.

"Apa dengan melempar satu kunai dapat mengalahkanku bocah. Jangan bercanda!" Kata Kagero menggerakkan kepalanya sedikit ke samping untuk menghindari kunai.

Namun hal ini yang ditunggu Naruto. Ia langsung menghilang diikuti kilatan kuning lalu muncul tepat di belakang Kagero sambil menangkap kunai yang ia lempar. Kagero pun membelakakan matanya karena Naruto tiba-tiba muncul di belakangnya sambil mengarahkan tendang ke kepalanya.

Dugh!

Tendangan Naruto pun mengenai telak bagian samping kepala Kagero sehingga membuatnya terhempas ke samping dan mendarat dengan sempurna.

"Jutsu apa yang ia pakai. Cepat sekali!" Gumam Kagero sambil memegang kepalanya.

Setelah mendarat di tanah. Naruto langsung melesat ke arah Kagero sambil memegang kunainya. Kagero tidak tinggal dia langsung mengeluarkan sebuah kunai.

Traank!

Naruto mengayunkan kunai miliknya secara vertical namuk berhasil ditahan Kagero menggunakai kunai. Hasilnya kunai Naruto sedikit terlempar ke atas. Melihat hal itu Kagero langsung menyerang Naruto dengan sebuah tendangan ke arah perut Naruto.

Sebuah kilat kuning langsung muncul ketika tendangan Kagero hanya berjarak beberapa centi dari perut Naruto.

Takk! Buaagh!

Naruto muncul di atas Kagero dan menangkap kunai miliknya lalu sekuat tenaga meninju kepala Kagero. Tanah di sekitar mereka langsung retak karena Kagero menghantam tanah dengan kerasnya setelah menerima pukulan Naruto. Kagero pun tidak sadarkan diri dan mengeluarkan dari segar dari mulutnya. karena Naruto sedikit memberi chakra pada pukulannya.

"Cih baru satu pukulan langsung jatuh." Umpat Naruto.

Naruto langsung memeriksa tubuh Kagero untuk mencari gulungan milik Tim Kagero.

.

Karin and Kushina Place

Setelah dinding tanah milik Karin dan Kushina menghilang. Ruki dan Tatsu langsung menyerang mereka. Serangan pertama dimulai oleh Ruki yang membuat sebuah Handseal sambil berlari.

Katon : Ryuuka no Jutsu

Seekor naga api berukuran kecil dikeluarkan oleh Ruki dan melesat ke arah Karin dan Kushina. Melihat hal tersebut keduanya langsung melompat ke samping kiri secara bersamaan.

Duaar!

Naga api milik Ruki pun mengenai tanah tempat Karin dan Kushina tadinya berada. Sementara itu Tatsu yang tadinya hanya berlari langsung mengubah arah ke Kushina dan mereka pun langsung beradu Taijutsu.

Sama hal dengan Kushina dan Tatsu. Karin dan Ruki pun saling beradu Taijutsu. Pada pukulan terakhir milik Ruki berhasil mengenai perut Karin karena Karin sedikit kelelahan sehingga membuatnya sedikit terdorong. Ruki pun tidak selesai sampai disitu saja ia langsung melompat ke Karin dan mangarahkan tendangan ke arah Karin yang berhasil ditahan karena Karin menyilangkan kedua tangannya di depan wajahnya.

"Karin-chan!" Gumam Kushina mendengar suara tendangan yang ditahan.

"Kalau kau sedang bertarung jangan sampai kehilangan konsentrasi." Kata Tatsu lalu memukul perut Kushina.

Buagh!

Setelah itu Tatsu langsung melompat ke belakang Kushina lalu mengalungkan sebuah kunai di leher Kushina.

"Hei! Menyerahlah atau temanmu akan kehilangan kepalanya." Kata Tatsu sambil memutar tubuhnya serta Kushina ke arah Karin.

"Nee-chan!" Teriak Karin

Ruki pun melompat ke samping Tatsu yang sedang mangalungkan sebuah kunai di leher Kushina.

Sebuah kilat kuning langsung muncul di samping Karin. Naruto langsung berpindah menggunakan Hirashin setelah mendengar teriakan Karin. Diam-diam Naruto telah menemukan gulungan milik Kagero. Ruki dan Tatsu langsung terkejut melihat kedatangan Naruto apalagi Kagero tidak muncul-muncul di dekat mereka.

"Kalau kau berada di sini Kagero pasti sudah kalah. Namun bukan berarti kalian sudah menang, itu karena kami telah menyandra rekanmu." Kata Tatsu diikuti sebuah seringai.

"Gomen...Naruto-kun aku sedikit lengah." Kata Kushina yang sedang dikalungkan kunai.

"Itu adalah kesalahanku." Tambah Karin.

"Cepat berikan gulungan kalian. Kalau tidak nyawanya akan melayang." Gertak Tatsu lalu tangan yang satunya langsung memegang salah satu tangan Kushina agar tidak berbuat apa-apa.

Sebuah ide langsung muncul di benak Naruto. Ia lalu mengeluarkan gulungan Cho milik mereka lalu menanamkan Fuin Hiraishin pada gulungan tersebut.

"Nii-chan apa yang kau lakukan?" Tanya Karin melihat apa yang Naruto lakukan.

"Naruto-kun jangan!" Kata Kushina.

"Nah! Begitu lebih baik...cepat lempar!" Perintah Tatsu.

"Tenang saja. Kita bisa mencari lagi." Jawab Naruto sambil tersenyum evil ke Karin yang membuatnya menelan ludah.

Naruto lalu melempar gulungan miliknya ke arah Tatsu yang juga melepaskan kunai dari leher Kushina lalu menendang Kushina ke arah depan.

Takk! Duagh!

Bersamaan setelah Tatsu menangkap gulungan yang dilempar Naruto sebuha kilatan kuning langsung muncul di depan Tatsu dan dihadiah sebuah pukulan yang cukup keras oleh Naruto. Ruki yang melihat hal tersebut langsung terbelalak kaget.

"Kau akan merasakan akibatnya karena telah melukai Kushina-chan." Kata Naruto.

Naruto lalu mencengkram leher Tatsu lalu melemparnya ke udara. Dengan cepat Naruto membuat sebuah Handseal dan menarik nafas dalam-dalam.

Fuuton : Shinkugyaku no Jutsu

Naruto langsung menembakkan tiga peluru angin ke tubuh Tatsu yang terlempar.

Jrash! Jrash! Jrash!

Peluru angin pertama langsung menembus kepala Tatsu sehingga terbentuklah sebuah lubang yang dipenuhi darah segar sementara dua lainnya menembus tubuh Tatsu. Tatsu pun tewas mengenaskan dengan tiga lubang yang penuh darah segar terlihat di tubuhnya.

Bruuk!

Setelah tubuh Tatsu mendarat di tanah. Naruto mengalihkan pandangannya ke arah Ruki lalu menembakkan satu peluru angin. Ruki pun tidak berbuat banyak karena syok melihat rekan satu timnya tewas mengenaskan.

Jrash! Bruuk!

Tubuh Ruki pun langsung ambruk setelah peluru angin Naruto menembus jantungnya. Darah segar langsung keluar dari lubang di dada Ruki. Karin dan Kushina langsung menutup mulut mereka agar tidak muntah melihat kejadian di depan mereka. Ini pertama kalinya mereka melihat Naruto melakukan hal sesadis tadi.

"Nii-chan/Naruto-kun." Lirih keduanya.

"Itulah yang terjadi jika ada yang melukai kalian berdua." Jawab Naruto datar tanpa menoleh ke keduanya sambil mengambil gulungan yang tergeletak di tanah.

Naruto lalu berbalik dan berjalan ke arah Karin dan Kushina. "Lain kali kita tak boleh berpisah. Kecuali aku perintahkan." Karin dan Kushina mengangguk pelan.

"Ayo kita pergi ke menara di bagian tenga hutan ini. Kita sudah mempunyai kedua gulungannya." Kata Naruto keduanya sekali lagi hanya mengangguk. Sebelum pergi Kushina mengambil Nuibari dan memasukkan ke gulungan.

.

Keesokan harinya Tim 11 sudah setengah jalan ke arah menara. Kemarin Naruto memutuskan untuk beristirahat karena Karin dan Kushina yang meminta. Ketika mereka tengah melompati dahan demi dahan, Karin tiba-tiba mendeteksi sesuatu dari samping kanan mereka.

"Ada apa?" Tanya Naruto.

"Aku mendeteksi chakra milik Tim 7. Dan chakra mereka aku deteksi sangat lemah dan di depan mereka ada chakra yang sangat kuat." Jawab Karin membuat Naruto dan Kushina menjadi terkejut.

"Kalau begitu ayo cepat ke sana!" kata Naruto lalu mereka pun langsung menuju lokasi Tim 7.

.

Tema Seven Place

Sakura dan Rei kini berada di atas dahan pohon yang cukup besar. Rei terluka cukup serius karena terkena sabetan kunai sementara Sakura sedang duduk kelalahan sambil memperhatikan Sasuke yang tengah berdiri di depannya yang juga sudah sangat kelelahan karena bertarung dengan Orochimaru.

Melihat Sasuke yang sudah sangat kelelahan. Orochimaru pun memanjangkan lehernya dan bersiap memberikan Curse Mark di leher Sasuke. Ketika jaraknya sekitar 2 meter tiba-tiba Naruto muncul dan sekuat tenaga menendang kepal Orochimaru.

Buagh! Bruuk!

Kepala Orochimaru pun terpental diikuti badannya yang berada di tidak jauh dan menghamtam sebuah pohon. Sasuke sedikit terkejut tiba-tiba saja ada seseorang yang muncul dan menendang kepala musuhnya.

"Dobe!" Kata Sasuke.

Tap! Tap!

Bersamaan dengan itu Karin dan Kushina pun muncul di belakang Sasuke. "Cih!...Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Sasuke.

"Tentu saja menyelamatkanmu." Jawab Kushina.

"Kalian berlima cepat pergi dari sini! Biar aku yang menahan orang itu!" Kata Naruto sambil memperhatikan kepulan asap yang tidak jauh dari tempatnya.

"Aku tidak akan pergi! Dia adalah lawanku." Tolak Sasuke dengan nada cukup keras.

"Kau sudah lelah Teme. Lagi pula kalau kau mati disini, kau tidak bisa membawa pulang Aniki-mu." Kata Naruto datar sontak membuat Sasuke menjadi terbungkam

"Ta-tapi..."

"Sudahlah cepat pergi. Sebentar lagi orang itu akan muncul." Kata Naruto.

"Baiklah!"

Kelimanya pun meninggalkan area yang sebentar lagi akan menjadi lahan pertempuran meninggalkan Naruto yang masih mengamati kepulan asap di depannya.

Setelah kelimanya pergi. Samar-samar Naruto mendengar Orochimaru mengatakan sesuatu membuat Naruto meninkatkan kewaspadaannya. Seekor ular yang berukuran cukup besar langsung keluar dari kepulan asap dan melesat ke arah Naruto.

Dengan cepat Naruto melompat ke atas sambil membuat sebuah Handseal.

Katon : Endan

Naruto mengeluarkan puluru api yang langsung membakar habis ular yang ingin menyerangnya. Namun Naruto langsung terkejut karena tiba-tiba Orochimaru berada di atasnya sambil menusukkan sebuah kunai miliknya ke kepala Naruto. Dengan cepat Naruto mengeluarkan kunai miliknya dan melemparkan ke arah pohon di sampingnya.

Dengan cepat Naruto langsung menggunkan Hiraishin untuk menghindari tusukan Kunai milik Orochimaru. Sedikit terkejut, itulah yang dirasakan oleh Orochimaru karena tiba-tiba saja Naruto menghilang diikuti kilatan kuning.

Tap! Tap!

Naruto dan Orochimaru mendarat bersamaan di tempat yang berbeda. Naruto mendarat di tempat kunainya tertancap sementara Orochimaru mendarat di tempat Naruto.

"Khukukuku...Tak kusangka ada bocah yang bisa menggunakan Hiraishin selain Yondaime." Kata Orochimaru. Sementara Naruto hanya memasang wajah datar.

"Kau akan merasakan akibatnya karena telah menggangguk kegiatanku. Naruto-kun!" Tambah Orochimaru.

"Aku juga tak menyangka kau repot-repot menyamar menjadi Genin... Konoha no Sannin Orochimaru. Kau pasti merencanakan sesuatu?" Kata Naruto datar.

"Khukukuku...Bagaimana kau bisa mengetahui diriku?" Tanya Orochimaru.

"Simpel...Ular tadi hanya kau yang bisa mengeluarkannya." Jawab Naruto.

"Bocah ini bukan bocah biasa." Pikir Orochimaru.

"Hee! Ternyata kau takut padaku." Kata Naruto mengetahui pikiran Orochimaru.

"Siapa yang juga yang takut...Khukukukuku." Balas Orochimaru diiringi tawa khasnya. Ia lalu mengarahkan kedua tangannya ke Naruto.

Senei Tajushu

Sepuluh ekor ular langsung keluar dari tangan Orochimaru dan melesat ke arah Naruto yang juga tengah membuat sebuah Handseal.

Katon : Endan

Naruto membakar habis seluruh ular yang menyerangnya dengan sebuah puluru api. Setelah apinya mereda Naruto melempar tiga kunai yang ia keluarkan dari Fuin di lengannya lalu membuat sebuah Handseal.

Kunai Kagebunshin no Jutsu

Tiga kunai tersebut langsung berubah menjadi ratusan dan menancap di sekitar Orochimaru. Naruto langsung menghilang dikuti kilatan kuning dan muncul tepat di samping Orochimaru dan menebaskan kunai miliknya.

Jraash!

Kunai tersebut menyayat tubuh Orochimaru. Namun langsung berubah menjadi gumpalan lumpur membuat Naruto mendecih.

"Cih! Iwa Bunshin."

Tiba-tiba Orochimaru langsung muncul sambil menyerang Naruto menggunakan sebuah kunai ke arah kepala Naruto. Lagi-lagi Naruto menghilang diikuti kilat kuning dan muncul di salah kunainya yang menancap di batang pohon.

"Khukuku...melawan pengguna Hirashin memang menyusahkan." Kata Orochimaru lalu membuas sebuah Handseal.

Mandara no Jin

Ribuan ular berukuran kecil langsung keluar dari tangan Orochimaru. Dari mulut seluruh ular tersebut langsung keluar pedang. Menciptakan gelombang ular bermulut pedang yang mengarah ke Naruto. Bahkan seluruh kunai Naruto berada di radius ribuan ular tersebut. Melihat hal ini Naruto langsung membuat sebuah Handseal.

Mokuton : Mokujoheki

Dari batang pohon tempat Naruto berdiri langsung keluar beberapa balok kayu dan membentuk sebuah kubah kayu yang cukup tebal. Ribuan ular bermulut pedang tersebut pun menancap di kubah Naruto. Setelah beberapa menit akhirnya serangan Orochimaru pun mereda dan seluruh ular miliknya telah menghilang.

"Khukuku...Mokuton dan Hirashin. Bocah ini benar-benar menarik." Pikir Orochimaru.

Sebuah kilat kuning langsung muncul di depan Orochimaru dan setelah itu Naruto muncul sambil membuat sebuah Handseal.

Katon : Dai Endan

Peluru api berukuran besar pun langsung mengenai Orochimaru. Tak lama setelah itu konaran api mulai menghilang dan tampaklah tubuh paslu Orochimaru yang hangus terbakar. Naruto pun mendecih tidak suka melihat tubuh Orochimaru.

Setelah itu tubuh yang hangus tersebut tiba-tiba mengeluarkan seekor ular putih yang langsung melesat ke arah Naruto. Dengan cepat Naruto mencabut kunai yang berada di bawahnya dan melempar ke atas secara pelan.

Dari mulut ular tersebur keluarlah Orochimaru yang wujud aslinya yang berkulit pucat sambil memegang Kusanagi yang bersiap menusuk Naruto. Dengan cepat Naruto menghilang diikuti kilat kuning dan muncul tepat diatas Orochimaru tempat kunai yang tadi ia lempar.

Duagh!

Naruto menghantamkan kedua kakinya pada punggung Orochimaru hingga membuat Orochimaru menghantam dahan pohon. Orochimaru pun memuntahkan darah segar. Disela-sela badannya yang tertindih Naruto ternyata Orochimaru mangayunkan Kusanagi miliknya.

Sreek!

Lengan kanan Naruto pun terkena tebasan Kusanagi milik Orochimaru karena sedikit terlambat menggunkan Hiraishin. Sebuah luka sabetan pedang pun diderita lengan Naruto yang muncul di tidak jauh dari Orochimaru yang masuh bertelungkup.

"Uhhh! Sial aku terlambat menyadarinya." Gumam Naruto sambil memegang luka di lengan kanannya.

Orochimaru berusaha berdiri dan menghapus jejak darah di sudut bibirnya. "Khukuku...Bertarung denganmu lebih menarik dibandingkan melawan Sasuke." Kata Orochimaru yang sudah berdiri.

"Oh ya! Aku penasaran bagaimana kau bisa mengetahui namaku?" Tanya Naruto.

"Sebelum tahap pertama dimulai." Jawab Orochimaru.

"Bagaimana kalau kita lanjutkan Hebi-kun." Kata Naruto lalu melesat ke arah Orochimaru.

Orochimaru langsung mengayunkan Kusanagi setelah Naruto berada di depannya.

Zuiing!

Naruto sedikit menundukkan kepala sehingga tebasan Kusanagi hanya mengenai udara hampa. Namun dari tanga Orochimaru yang lain langsung keluar ular yang lumayan besar dan langsung mengikat tubuh Naruto dengat kuat. Sebelum ular itu meremukkan Naruto. Ia sudah menghilang diikuti kilat kuning dan muncul di samping Orochimaru sambil membuat sebuah Hamdseal.

Fuuton : Kazekiri no Jutsu

Naruto mengeluarkan sebuah angin pemotong berukuran sedang.

Jraash!

Tubuh Orochimaru langsung terpotong menjadi dua bagian lalu hancur menjadi puluhan ular kecil. lalu Orochimaru langsung keluar dari dahan pohon di belakang Naruto. Karena menyadari kemunculan Orochimaru, Naruto langsung memutar tubuhnya dan melakukan Roundhouse Kick.

Duagh!

Kepala Orochimaru pun terkena telak pukulan Naruto membuatnya terlempar ke samping dahan pohon tersebut. Dengan cepat Naruto mencabut kunai yang tertancap di dekatnya dan melempar ke Orochimaru.

Setelah kunai yang dilempar Naruto melewati Orochimaru. Ia langsung berpindah ke kunai tersebut diikuti kilat kuning.

Duagh! Zwuush! Duaar!

Setelah muncul tepat di belakang Orochimaru. Naruto langsung melakukan tendangan salto yang mengenai kepala Orochimaru sehingga terhempas ke permukaan tanah dan menciptakan kepulan debu yang tebal.

Naruto kemudian melempar kunainya di dekat kepulan debu tersebut lalu berpindah ke sana. Setelah kepulan debu menghilang tampak tubuh Orochimaru dengan posisi yang tidak elitnya. Kepala dan setengah tubuhnya tertancam di dalam tanah sementara kaki mencuat ke atas.

Naruto langsung terkejut ketika kepala Orochimaru tiba-tiba keluar dari dalam tanah (Leher Oro yang memanjang) dan melesat ke arahnya. Naruto melakukan salto ke belakang sebanyak tiba kali untuk menghindari kepala Orochimaru.

"Aku harus menyelesaikannya sekarang juga!" Kata Naruto lalu melempar kunai ke tubuh Orochimaru yang berjarak sekitar 15 meter darinya.

Sesudah Naruto melempar kunainya kepala Orochimaru melanjutkan serangannya ke arah Naruto. Dengan cepat Naruto langsung menghilang diikuti kilat kuning dan muncul tepat di atas tubuh Orochimaru.

"Khukuku...Ternyata kau pintar juga. Naruto-kun." Kata Orochimaru.

Naruto tidak menggubris perkataan Orochimaru langsung memegang kedua kaki Orochimaru lalu menariknya sekuat tenaga dan melemparnya ke udara. Kepala Orochimaru pun ikut tertarik ke arah lubang tempat kepala dan lehernya muncul.

Duagh!

Naruto sekuat tenaga menginjak leher Orochimaru membuat tubuhnya yang terbang langsung terhenti. Naruto lalu mencabut kunainya yang tertancap di tanah lalu menusuk leher Orochimaru.

Jraash!

Setelah lehernya tertusuk tubuh dan kepala Orochimaru langsung meregang lalu berubah menjadi gumpalan lumpur.

"Sudah kuduga melawan seorang Sannin akan sangat merepotkan." Umpat Naruto.

Orochimaru keluar dari permukaan tanah tidak jauh dari Naruto dan menggigit ujung jarinya dan membuat sebuah Handseal.

Kuchiyose no Jutsu

Kepulan asap putih yang cukup lebat langsung menutupi area tempat Naruto bertarung. Setelah itu seekor ular raksasa langsung muncul dari dalam kepulan asap tersebut dan melesat ke arah Naruto dengan mulut terbuka.

Dengan cepat Naruto langsung menghilang diikuti kilatan kuning dan muncul di tempat awal pertarungannya dengan Orochimaru. Naruto mengedarkan pandangannya ke arah ular raksasa tersebut mencari keberadaan Orochimaru.

"Mencariku! Naruto-kun." Sebuah suara terdangar dari samping kanan Naruto.

"Selamat bersenang-senang dengan peliharaanku." Kata Orochimaru lalu terhisap dahan pohon tempatnya berdiri.

"Cih! Dia kabur." Pikir Naruto. Lalu pandangannya langsung mengarah ke ular yang kini bersiap menelan tubuhnya.

Braak!

Dahan pohon tempat Naruto berdiri langsung hancur terkena gigitan ular raksasa milik Orochimaru. Di detik terakhir Naruto berhasil melompat ke atas dan membuat sebuah Handseal.

Fuuton : Kazekiri no Jutsu

Naruto mengeluarkan angin pemotong yang cukup besar yang mengarah ke tubuh ular tersebut.

Jraash! Pofft!

Ular tersebut pun terkena angin pemotong milik Naruto lalu menghilang diikuti kepulan asap putih. Naruto mendarat dengan sempurna di salah satu dahan pohon. Ia menoleh ke arah lukanya sejenak dan terlihat luka tersebut sudah berhenti mengeluarkan darah. Setelah itu Naruto menghilang diikuti kilatan kuning.

.

Team Seven and Eleven Place.

Di bawah akar pohon yang cukup besar yang mirip sebuah gua. Tim 7 dan 11 tengah beristirahat sambil menunggu kedatangan Naruto dengan sedikit kekhawatiran.

Karin tengah merawa luka yang dialami olh Rei sementara Kushina menemani Sakura yang tengah mengistirahatkan tubuhnya. Dan untuk Sasuke ia tengah melamun dan mengingat percakapannya dengan Orochimaru sebelum Naruto muncul

.

Flasback

"Khuhuhu...Sasuke-kun aku akan memndapatkan tubuhmu." Kata Orochimaru sementara Sasuke menaikkan sebelah alisnya.

"Tubuhku. Memangya kau mau apakan tubuhku?" Tanya Sasuke datar.

"Kau tak usah tahu hal itu dan sekarang aku akan mengatakan sesuatu yang manarik padamu." Jawab Orochimaru.

"Kalau mengenai Itachi cepat katakan! Kalau tidak aku akan membakar tubuhmu." Kata Sasuke sambil menatap tajam Orochimaru.

"Kau pasti sangat membenci Aniki-mu itu karena telah membantai klannya sendiri sehingga kau ingin membalas dendam padanya." Kata Orochimaru.

"Jadi-" Orochimaru memberi jeda sejenak. "Jadi?" Sasuke kembali menaikkan alisnya sebelah.

"Aku ingin memberikanmu kekuatan untuk membalaskan dendammu." Sambung Orochimaru.

"Kau salah! Aku tidak menaruh dendam lagi pada Itachi." Balas Sasuke.

"Benarkah?" tanya Orochimaru.

"Kau tak usah mengetahui alasannya, Brengsek!" Geram Sasuke.

"Khuhuhu...kalau begitu aku akan memberimu sebuah hadiah walaupun kau sudah tidak menaruh dendam lagi pada Itachi." Kata Orochimaru. "Dan juga kalau kau berubah pikiran aku dengan senang hati akan memberikanmu kekuatan dengan datang ke tempatku." Sambung Orochimaru. Lalu memanjangkan lehernya ke Sasuke.

Flashback Off

.

"Sial! Apa yang harus aku lakukan. Aku belum cukup kuat untuk membawa pulang Aniki. Apa aku harus mendatangi Orohimaru." Pikir Sasuke sambil mengepalkan kedua tangannya.

Tak lama kemudian kilatan kuning langsung muncul di dekat Karin lalu muncullah Naruto.

"Nii-chan/Naruto-kun/Dobe." Kata Sasuke Karin dan Kushina bersamaan.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Karin sambil memperhatikan tubuh Naruto. Mencoba mencari apa Naruto mendapat sebuah luka. Perhatiannya langsung tertuju pada luka di lengan Naruto.

"Ini cuman luka kecil nanti juga sembuh sendiri." Kata Naruto yang melihat Karin yang sedang memperhatikan lukanya.

"Bagaimana dengan orang itu Dobe?" Tanya Sasuke.

"Ia kabur." Jawab Naruto singkat. "Bagaimana dengan Sakura dan Rei?"

"Aku sudah merawa luka Rei sementara Sakura hanya membutuhkan istirahat." Jawab Karin.

"Kalau begitu malam ini kita menginap disini. Aku dan Teme akan bergantian berjaga. Besok pagi kita langsung menuju ke menara di tengah hutan ini." Jelas Naruto. Karin dan Kushina mengangguk paham.

"Tapi Nii-chan. Tim 7 masih belum mendapat pasangan gulungan mereka." Kata Sasuke

"Apa gulungan kalian?" Tanya Naruto pada Sasuke. "Ten." Jawab Sasuke singkat.

"Kalian sepertinya beruntung. Karena aku mengambil gulungan Cho milik orang tadi." Kata Naruto.

"Kalau begitu beristirahatlah aku yang akan berjaga pertama." Perintah Naruto.

"Hn/Baik." Jawab Ketiganya.

.

Skip Time

Keesokan paginya kondisi Rei dan Sakura mulai membaik. Tim 7 dan 11 pun memutuskan untuk langsung menuju ke menara di tengah-tengah hutan.

Hari menjelang sora dan akhirnya mereka tiba di menara. Tim 7 langsung disambut oleh Jounin pembimbing mereka sementara Tim 11 disambut oleh Iruka. Mereka pun di suruh beristirahat agar mempunyai tenaga untuk menghadapi tahap selanjutnya.

~~~ TBC ~~~


#Akhirnya Chapter 11 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.

Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.

Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.

Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan

Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.


#Balasan Beberapa Review.

R : Sebaik-nya biarkan sasuke tetap pergi aga tdk mengganggu alur cerita ..
Buat aja Team Jinchuriki tp hanya 5 org Anggotanya ..
Keren dan lanjut ..
B :
Tenang saja Sasuke tetap pergi ke tempat Orochimaru dan alasannya masih rahasia. Dan Jinchurikinya itu masih dalam tahap pemikiran.

R : Author Kapan Lemon Nya
B :
Setelah Metalica merilis single Religi...Abaikan.
Nunggu waktu yang tepat.

R : keren senpai...
Kalau bisa jangan lama2 updatenya senpai :)
kapan naruto sama kushina menikah?
Lalu sakura sama siapa senpai?
B :
Arigatou...dan tentu saja.
Kapan NaruKushi nikah? Itu masih lama. Untuk Sakura Author kagak tau.

R : Kalau boleh tau thor, kapan Kushi dan Karin mendapat kontrak kuchiyose? klo bisa kuchiyosenya dari klan Uzumaki
apa Mizukage akan datang ke konoha?
B :
Mungkin dua chapter kedepannya dan boleh juga mengenai sarannya.
Mizukage tidak ke Konoha.

R : Hem lanjuut ...
Chuunin exam alurnya di ubah dikit
Dan naruto jangan di buat terlalu mainstream
Dan semua itu terserah author
Ane tunggu chap depan
Ok itu aja
B :
Oke Arigatou buat sarannya.

R : waduh apa tidak di skip time aja ke shippuden bukanx sudah banyak yang nyeritakan ujian chunnin dan kalau bisa sadisnya dan lemonya heheheh
B :
Tidak karena di ujian Chunin ini akan terjadi sesuatu. Untuk lemonnya masih lama nunggu waktu yang tepat.

R : thor apakah naruto akan menggunakan hiraishin di ujian chunin ?
B :
Sudah diketahui di chapter ini.

R : jujur chapter ini yg paling membosankan...
B :
Hehehe..Author juga berpikir demikian.

R : sya seneng dgn fic anda. Klo bisa update y 1minggu 2x .
dan jgn sampe ngelantung ni fic soal y banyk author di luar yg fic yg bgus2 tpi byk macet di tengah jln .jdi di insartkan ngk bertangung jawab gitu .
B :
Author akan berusaha agar tidak ngegantung.

R : Kakashi ganggu NaruKushi aja nih,kan ga jdi kissingnya!
Apa nanti Sasukenya bakal di kasih tanda sama Orochimaru?
Lanjut and update,,,;)
B :
Sudah terjawab di chapter ini. Menganai Sasuke

R : Saat digunakan, kunai bermata tiganya kan juga bisa dilipatgandakan dengan Kunai Kagebunshin No Jutsu bukannya?
B : Benar. Kunainya bisa digandakan.

Dan yang Review untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.


..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..

..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..

..:: LOMPOBERANG::..

- LOG OUT -