CHAPTER 15 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 15 : CHUNIN EXAM (PART II) ::..
Setelah menunggu selama dua hari. Tim 7 dan Tim 11 hanya berdiam diri di ruangan yang diberikan oleh panitia pelaksanaan Ujian Chunin. Akhirnya tahap kedua pun selesai menyisahkan 24 peserta yang terbagi atas 8 Tim. Tahap dua berhasil mengeleminasi banyak peserta karena sulitnya mencapai menara dalam waktu 5 hari ditambah lagi harus mencari dua gulungan.
Seluruh peserta yang telah berhasil kini berkumpul di tempat yang akan menjadi tempat pelaksanaan tahap ketiga. Seluruh peserta tampak berbaris sesuai dengan tim mereka masing-masing. Di depan mereka terlihat Sandaime-Hokage bersama dengan Gekko Hayate yang akan menjadi wasit dalam Tahap ketiga ini.
"Pertama saya mengucapkan selamat pada kalian semua yang telah sampai ke tahap ketiga dari Ujian Chunin kali ini." Kata Hiruzen.
"Untuk tahap ketiga. Kali ini kalian tidak diuji bersama tim kalian melainkan secara Individu. Atau singkatnya kalian akan melakukan pertandingan melawan peserta lainnya. Hayate tolong lanjutkan." Tambah Hiruzen.
Hataye mengangguk pelan "Baik Sandaime-sama...Nah kita mulai saja. Namun pertama apa ada diantara kalian yang ingin mengundurkan diri?" Tanya Hayate.
"Aku." Seseorang berambut silver memakai kacamata mengankat tangannya. "Aku mengundurkan diri karena mataku sedikit terluka sewaktu tahap kedua." Tambahnya.
"Kalau begitu. Anda dipersilahkan menuju ke tempat penonton." Kabuto mengangguk paham lalu melangkahkan kakinya menuju ke kempat penonton
"Apa tidak ada lagi. Baiklah peserta yang akan bertanding pertama akan muncul di LCD yang berada di sana." Kata Hayate sambil menunjuk LCD berukuran besar di dinding belakangnya.
Seluruh peserta dan beberapa Jounin pembimbing dari peserta langsung menatap ke arah LCD yang mulai mengacak nama peserta. Hingga dua buah nama langsung muncul.
"Pertandingan pertama : Uzumaki Kushina melawan Akaidou Ryuji (OC)." Ucap Hayate.
Peserta yang lain pun meninggalkan Kushina beserta lawannya di tengah arena pertarungan. Sebelum pergi Naruto dan Karin sempat berkata sesuatu pada Kushina.
"Berjuanglah Nee-chan!"
"Berjuanglah!" Kata Naruto. Kushina pun mengangguk pelan.
Sementara itu di tempat penonton Ninja Konoha tengah membicarakan sesuatu.
"Mari kita lihat sampai mana kemampuan anggota Tim yang dikatakan Sandaime-sama sebagai Tim spesial." Kata Kurenai. Gai dan Asuma mengangguk pelan.
"Hahaha..Ternyata kalian juga penasaran rupanya." Ucap seorang orang tua dari belakang.
"Sandaime-sama!" Kata ketiganya.
"Sebenarnya aku juga penasaran makanya aku tinggal untuk menonton mereka." Kata Sandaime sambil melirik ke arah Naruto dan Karin.
Kembali ke tengah Arena. Kedua peserta kini saling berhadapan. Ditengah-tengah mereka berdiri Gekko Hayate yang bertindak sebagai wasit.
"HAJIME!" Teriak Hayate.
Mendengar Hayate memulai pertandingan Ryuji langsung berlari ke arah Kushina sambil mengeluarkan tiga Shuriken dan langsung melemparnya ke arah lawannya. Kushina langsung melompat ke samping kiri lalu melesat ke arah Ryuji sambil mempersiapkan pukulan tangan kanan.
Takk!
Ryuji menahan tangan kanan Kushina menggunakan kedua tangannya. Melihat hal ini Kushina melompat ke sambil mengarahkan lutut kanannya ke dagu Ryuji yang berhasil dihindari dengan memundurkan kepalanya. Masih dalam keadaan melayang Kushina memegang kepala Ryuji dan menggunakan sebagai tumpuan untuk mengarahkan tubuh ke belakang Ryuji lalu menendang punggung Ryuji.
Duugh!
Ryuji terhempas ke depan setelah mendapat tendangan oleh Kushina namun Ryuji berhasil mendarat dengan sempurna lalu mengeluarkan tiga kunai dan melemparnya ke Kushina dan membuat Handseal.
Kunai Kagebunshin no Jutsu
Kunai yang dilempar Ryuji pun berlipat ganda menjadi puluhan. Kushina pun tidak tinggal diam langsung membuat sebuah Handseal lalu menghentakkan kedua tangannya di lantai.
Doton : Doheki
Sebuah dinding tanah berukuran kecil pun muncul di depan Kushina dan menahan puluhan kunai yang mengarah ke dirinya. Melihat hal tersebut Kakashi dan Hiruzen pun tersenyum tipis.
"Sepertinya Kushina-chan tidak ingin mengeluarkan seluruh kemampuaanya." Pikir Kakashi dan Hiruzen.
Kembali ke arena. Dimana setelah menghilangkan dinding tanahnya Kushina langsung melesat ke arah Ryuji lalu mengeluarkan satu kunai begitupula dengan Ryuji yang juga mengeluarkan satu kunai miliknya dan langsung berlari ke arah Kushina.
Ketika keduanya bertemu. Kunai merepun langsung berbenturan hingga suara dua logam yang berbenturan cukup keras.
Traank!
Ryuji menyerang Kushina secara membabi buta menggunakan kunai, namun Kushina dengan sempurna menangkis dan menghidarinya. Di serangan terakhir Ryuji berhasil ditahan oleh Kushina membuat kunai miliknya terlempar cukup jauh. Melihat hal tersebut Kushina langsung menendang perut Ryuji sehingga membuat Ryuji terlempar kebelakang. Dan bersamaan dengan itu Kushina melempar kunai miliknya ke Ryuji yang tengah terhempas.
Sreek!
Betis kiri Ryuji pun terkena goresan kunai milik Kushina yang kini tengah melesat ke arahnya sambil mempersiapkan sebuah pukulan tangan kanan yang dialiri chakra.
Duagh!
Pukulan Kushina pun mengenai telak wajah Ryuji sehingga membuatnya terpental ke arah dinding. Beberapa orang yang berada di sana cengo melihat pukulan Kushina yang cukup keras. Hayate yang termasuk orang yang cengo pun tersadar lalu menghampiri Ryuji untuk memeriksa keadaannya.
"Pemenangnya. Uzumaki Kushina."
.
.
Skip Time
Setelah beberapa pertarungan. Peserta yang belum bertarung langsung memperhatikan LCD besar yang sedang mengacak nama. Dan tak lama kemudian muncul dua nama.
"Pertandingan selanjutnya : Inuzuka Kiba melawan Uzumaki Naruto." Kata Hayate.
Kiba pun langsung melompat turun ke arena bersama Akamaru yang berada di atas kepalanya sementara Naruto hanya berjalan santai menuruni tangga.
"Berjuanglah Nii-chan!" Karin memberi semengat pada Naruto
"Yo Dobe aku menunggumu di putaran selanjutnya." Kata Sasuke sedikit keras agar Naruto dapat mendengarnya.
"Hn." Jawab Naruto singkat membuat Sasuke sweatdrop. "Hei itu kosakataku." Pikir Sasuke.
Beberapa orang pun memandang heran Naruto karena tidak membawa tas ninja ataupun yang lainnya untuk menaruh senjata miliknya.
"Sepertinya muridku akan melawan pemegang ROTY tahun ini." Kata Kurenai. "Tapi apa bocah itu serius ingin bertanding? Ia tidak membawa perlengkapan apapun." Tambah Kurenai.
"Entahlah! Aku juga sedikit bingung mengenai Naruto. Ini pertama kalinya aku akan menyaksikannya bertarung." Jawab Hiruzen lalu menghisap pipa tembakaunya.
"Nah! Naruto-kun mari kita lihat kemampuanmu melawan salah satu Heiress klan dari Konoha." Batin Hiruzen.
Kembali ke Arena. Naruto dan Kiba kini saling berhadapan di tengah-tengah mereka Hayate tampak memperhatikan keduanya. Kiba dengan tatapan tajamnya sementara Naruto yang memperlihatkan wajah datar.
"Hoi Naruto! menyerahlah. Gelar ROTY yang kau sandang itu tidak ada gunanya disini." Ujar Kiba sambil memperlihatkan sebuah kepalan ke Naruto.
"Haaa!" Naruto hanya menanggapi dengan menaikkan kedua alisnya
"HAJIME!" Teriak Hayate.
Kiba dan Akamaru lalu melesat gaya mirip anjing yang sedang berlari ke arah Naruto yang masih belum bergerak sama sekali. Sambil berlari Kiba membuat sebuah Handseal
Jūjin Bunshin
Pooft!
Akamaru lang berubah menjadi Kiba. Lalu Kiba dan Akamaru (Kiba) langsung melesat ke arah Naruto. Yang pertama tiba di depan Naruto adalah Kiba sambil bersiap mencakar. Naruto memundurkan kaki kanannya.
Takk!
Naruto menahan cakaran Kiba menggunakan punggung tangan kirinya. Kiba menyeriangai di depan Naruto yang menyipitkan matanya.
"Akamaru!" Teriak Kiba.
Akamaru tiba-tiba saja berada di atas Kiba dengan cara melompat dan bersiap mencakar Naruto menggunakan kedua tangannya. Namun Naruto mengetahui hal tersebut langsung membalik tangan kirinya dan memegang lengan Kiba lalu melempar tubuh Kiba ke atas sehingga Akamaru dan Kiba pun saling bertabrakan.
Bruuk! Sreet!
Kiba dan Akamaru berhasil menyeimbangkan tubuh mereka dan mendarat serta sedikit terseret kebelakang. Setelah beberapa menit Kiba dan Akamaru kembali melesat ke arah Naruto lalu memutar tubuh mereka dan lama kelamaan menjadi sebuah bor.
Gatsuga
Dua buah bor langsung mengarah ke Naruto yang tengah membuat Handseal. Setelah selesai Naruto menghentakkan kedua tangannya pada lantai dan bergumam pelan.
Doton : Doryuuheki
Sebuah dinding tanah berukuran sedang yang mempunyai ukiran bergambar pusaran air di bagian tengah tiba-tiba muncul di depan Naruto dan berhasil menahan Kiba dan Akamaru.
"Hee! Ternyata Ia juga memodifikasi dinding tanahnya...Hebat!" Puji Kakashi sambil memamerkan Eye smile.
Setelah beberapa lama mencoba menerobos dinding tanah Naruto. Kiba dan Akamaru akhirnya menyerah lalu berhenti berputar dan melompat kebelakang. Kiba pun mendecih tidak suka melihat dinding tanah Naruto tidak retak sedikit pun. Beberapa Jounin pun sedikit terkejut melihat dinding tanah Naruto.
Naruto membuat Handseal sederhana lalu dinding tanah miliknya pun kembali ke dalam lantai arena pertarungan.
"Akamaru! Ayo kita serang dia secara bersamaan menggunakan Taijutsu." Kata Kiba pada Akamaru yang dibalas gongkongan.
Kiba dan Akamaru pun melesat secara bersamaan menuju Naruto lalu berpisah setelah jarak Naruto mencapai lima meter. Kiba mengapit dari kiri dan Akamaru di kanan.
"Hee! Mau menyerang secara bersamaan." Kata Naruto datar.
Pertama-tama Kiba mencoba mencakar wajah Naruto namun berhasil dihindari karena Naruto memundurkan sedikit kepalanya. Lalu Akamaru melanjutkan serangan dan berniat mencakar bagian punggung. Naruto dengan cepat memutar tubuhnya lalu menahan dengan tangan kiri. Lalu Kiba kembali melakukan cakaran ke bagian belakang kepala namun lagi-lagi Naruto menghindarinya dengan cara menunduk.
Setelah itu Akamaru melakukan sebuah Low Kick ke kaki kanan namun dengan cepat Naruto mengankat kaki kanannya. Serangan selanjutnya adalah Kiba berinisiatif menusuk dada Naruto menggunakan kuku jarinya dan berhasil dihindari kembali oleh Naruto dengan cara menekuk tubuhnya dan menggunakan kedua tangannya sebagai tumpuan sehingga posisinya seperti kayang.
Naruto mengankat kedua kakinya dan melakukan salto kebelakang namun Kiba dan Akamaru mengikuti Naruto lalu melancarkan puluhan cakaran ke arah Naruto yang semuanya berhasil dihindari.
Beberapa orang yang berada di sana pun kagum melihat refleks dan gerakan tubuh Naruto yang dengan lincahnya menghindari serangan-serangan brutal milik Kiba.
"Apa ini yang disebut ROTY. Kau hanya menghindari seranganku dan tidak berniat membalasnya." Kata Kiba dengan geram.
"Jadi kau ingin aku menyerang!" Balas Naruto. "Baiklah!" Tambah Naruto.
Setelah mengatakan itu. Naruto menghindari serangan Kiba dan Akamaru yang berniat menusuk kepala dan dadanya menggunakan kuku mereka. Naruto menghindar dengan cara menarik tubuhnya kebelakang. Ketika kepala Kiba dan Akamaru (Kiba) saling berdekatan. Naruto langsung bertindak dan memegang kepala keduanya lalu saling membenturkannya.
Dugh!
Kepala Kiba dan Akamaru saling menempel. Lalu Naruto melompat sambil memutar tubuhnya dan mengayun kaki kanannya ke kepala keduanya.
Duagh! Bruuuk! Pooft!
Keduanya pun terpental kebelakang secara bersamaan karena Naruto melakukan tendangan putar ke kepala mereka berdua. Akamaru pun kembali ke bentuk aslinya
"Hanya dengan satu serangan Kiba dan Akamaru langsung terhempas." Kata Kurenai sedikit syok.
Kiba dan Akamaru lalu mencoba untuk berdiri. Setelah berhasil Kiba mengeluarkan dua pil dan memberinya ke Akamaru serta dirinya sendiri. Seketika seluruh bulu Akamaru menjadi memerah. Kiba membuat sebuah Handseal.
"Bersiaplah Naruto!" Teriak Kiba.
Jūjin Bunshin
Pooft!
Gatsuga
Setelah Akamaru berubah. Kiba dan Akamaru langsung berubah menjadi Bor dan melesat ke arah Naruto. Kali ini serangan Bor Kiba dan Akamaru tidak berpusat pada satu titik melainkan menyerang Naruto secara bergantian sehingga tempat ketiganya pun dikelilingi kepulan debu serta Kiba dan Akamaru yang sesekali terlihat sedang mencoba mengenai Naruto.
Samar-sama di dalam kepulan debu. Ternyata Naruto mengeluarkan kunai miliknya dan melemparnya ke atas jari patung tangan yang membetuk sebuah Handseal. Semua orang tidak menyadari Naruto melempar kunai tadi kecuali Kakashi yang terkejut ketika melihat kunai Naruto.
"Itu! Kunai milik Minato-sensei...Apa Naruto bisa mnggunakan Hiraishin." Pikir Kakashi.
Dan benar saja sebuah kilatan kuning langsung muncul di atas patung tangan tersebut dan memunculkan Naruto. Kakashi pun tersenyum bangga melihat Naruto yang melakukan Hiraishin. Sementara yang lainnya fokus pada kepulan debu di tengah arena.
"Bocah kuning itu pasti sudah tidak sadarkan diri." Kata salah seorang yang berada di sana yang lain hanya mengangguk mengerti.
Sementar Kiba dan Akamaru masih terus melakukan serangan mereka. Obsesi untuk mengalahkan Naruto membuat Kiba dan Akamaru tidak mempergunakan penciumannya untuk mengetahui apa Naruto masih berada di dalam kepulan asap yang dibuatnya.
"Oi Kiba! Bisa-bisa kau membuat sebuah sumur di tengah arena."
Semua orang langsung terbelalak setelah menoleh ke arah sumber suara. Mereka semua tengah manatap Naruto yang duduk bersila di atas patung tangan sambil menopang dagunya. Kiba dan Akamaru langsung menghentikan serangan mereka dan menatap geram ke arah Naruto.
Semua orang lalu kembali menoleh ke arah tempat serangan Kiba dan Akamaru. Setelah kepulan debu menghilang area tersebut terlihat berantakan namun tidak ada seorang yang berada di sana.
"Bagaimana ia bisa berada disana?" tanya Beberapa orang.
"Bagus Naruto. Kau semakin mirip dengannya." Kata Kakashi sedikit keras yang hanya dibalas senyuman oleh Naruto.
"Sejak kapan kau berada disana Haa?" Tanya Kiba penuh emosi.
"Mau tau aja atau mau tau banget?" Jawab Naruto dengan ejekan. Membuat semuanya sweatdrop. "Jawaban macam apa itu?" Pikir semuanya minus beberapa orang yang kalem dan dingin. (Tau sendiri aja siapa orangnya).
"Cih! Sialan kau Naruto!" Umpat Kiba.
Naruto lalu berdiri dan melompat turun ke arena. Ia dengan mulus mendarat di lantai. "Baiklah mari kita lanjutkan!" Kata Naruto.
Setelah itu Naruto langsung melesat ke arah Kiba yang juga tinggal diam langsung berputar bersama Akamaru.
Gatsuga
Kali ini Kiba dan Akamaru memusatkan bor mereka ke satu titik karena Naruto juga dalam keadaan berlari. Setelah jarak ketiga mencapai dua meter. Naruto melompat ke atas sambil membuat sebuah Handseal.
Fuuton : Daitoppa
Setelah Kiba dan Akamaru berada di bawah Naruto. Ia langsung mengeluarkan hembusan ke arah bawah sehingga Kiba dan Akamaru langsung berhenti berputar dan menghantam lantai dengan kerasnya
Pooft!
Setelah hembusan angin menghilang Akamaru langsung berubah ke wujud aslinya dan tidak sadarkan diri sementar Kiba mencoba untuk berdiri. Setelah berhasil berdiri. Naruto sudah mendarat di lantai dan langsung melesat ke arah Kiba.
Pertama-tama Naruto melakukan Tackle hingga mencapai tubuh Kiba lalu dengan keras menendang dagu Kiba sehingga membuat Kiba terhempas ke atas beberapa percikan darah keluar dari mulut Kiba. Setelah Kiba melayang ke atas, Naruto langsung melompat ke depan Kiba lalu memegang kedua kaki Kiba dan melemparnya ke bawah.
Duaar!
Kiba menghantam keras lantai. Naruto yang masih berada di udara mengeluarkan satu bunshin lalu Naruto menjadikan dirinya sebagai pijakan untuk bunshin-nya yang melesat ke bawah dengan kecepatan tinggi sambil bersiap meninju tubuh Kiba.
Buaagh! Pooft!
Naruto dengan keras mendaratkan sebuah pukulan di bagian perut Kiba. Dan alhasil Kiba pun memuntahkan darah segar dari mulutnya dan bersamaan dengan itu Bunshin Naruto pun menghilang.
Tap! Tap!
Naruto mendarat dengan sempurna di dekat Kiba. Melihat hal tersebut Hayate langsung menghampiri Kiba. Setelah melihat kondisi Kiba, Ia pun mengumumkan pemenangnya.
"Pemenangnya. Uzumaki Naruto."
Beberapa Tim medis pun mengampiri Kiba yang sudah tidak sadarkan diri lalu menaikkan ke tandu bersama Akamaru yang berada di atas dada Kiba yang juga tidak sedarkan diri.
Setelah itu Naruto pun berjalan dengan santai sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Ia lalu menghampiri Karin dan Kushina.
"Nah! Tinggal Karin-chan yang harus menang!" Kata Kushina diikuti anggukan oleh Naruto.
Kakashi dan Hiruzen lalu menghampiri ketiganya.
"Ne! Naruto bukannya kau mempunyai Mokuton dan beberapa Jutsu lain? Kenapa kau tidak menggunakannya?" Tanya Kakashi.
"Yang benar saja. Masa aku harus menggunakan Mokuton atau sebagainya di pertandingan ini. Lagipula Kiba itu sahabatku mulai dari ketika kami masih di akademi." Jawab Naruto.
Kakashi lalu mendekatkan mulut ke telinga Naruto. "Pasti ketika menghindari Gatsuga milik Kiba, kau menggunakan Hiraishin." Bisik Kakashi.
"Heheheheh..." Naruto tertawa kikuk sambil menggaruk tengkuknya. Lalu mengangguk mengiyakan jawaban Kakashi.
"Jadi tadi kau menggunakan jutsu ayahmu. Naruto-kun?" Tanya Hiruzen dengan nada kecil agar tidak di dengar oleh orang lain sementara Naruto kembali mengangguk.
Sementara itu tidak jauh dari mereka. Seorang bocah berambut merah bata yang membawa gentong pasir memandang dengan tatapan Evil ke arah Naruto.
"Uzumaki. Dia cukup menjanjikan." Gumumnya pelan.
.
Skip Time
Beberapa pertandingan kembali selesai dan kini peserta yang tersisa kembali memandang LCD besar tersebut. Dan tak lama kemudian dua nama akhirnya muncul.
"Pertandingan selanjutnya : Uzumaki Karin melawan Hikaru." Kata Hayate.
"Karin-chan berjuanglah!" Kata Kushina.
"Arigatou Nee-chan!" Balas Karin.
"Ingat! Lakukan seperti yang dilakukan Kushi-chan." Karin mengangguk pelan dan melangkahkan kakinya menuju ke tangga untuk turun ke arena.
Kedua peserta kini saling berhadapan dan di tengah-tengah mereka Hayate menatap mereka bergantian. Karin dan Hikaru mengangguk mengisyaratkan bahwa mereka sudah siapa.
"HAJIME!" Hayate pun memulai pertandingan.
Karin langsung mengeluarkan satu kunai sementara Hikaru membuat kedua tangannya menjadi pisau chakra (Yg Kabuto sering gunai). Setelah itu Hikaru langsung berlari ke arah Karin dengan kecepatan Genin.
"Kalau terkena pisau chakra itu. Mungkin syarafku akan terganggu. Satu-satunya cara adalah menghindarinya." Pikir Karin.
Sesampainya di depan Karin. Hikaru pun menyerang secara bertubi-tubi menggunakan kedua tangannya yang dijadiakan pisau chakra. Karin yang mempunyai pengamatan dan sensor yang lumayan pun menghindari seluruh serangan Hikaru.
Serangan terakhir Hikaru yang mengarah ke kepala Karin berhasil dihindari. Setelah itu Karin melihat sebuah kesempatan langsung melakukan Left Roundhouse Kick yang mengarah ke kepala.
Dugh!
Hikaru menggunakan kedua lengannya untuk menahan Roundhouse Kick Karin namun pisau chakranya tidak mengenai kaki Karin. Hikaru sedikit tertunduk karena kuatnya tendangan tersebut. Hikaru lalu menarik kedua lengannya lalu bersiap menyerang kaki kiri Karin menggunakan pisau chakranya. Melihat hal tersebut Karin langsung menggunakan bahu Hikaru sebagai tumpuan dan melompat ke belakang Hikaru dan langsung meninju punggung sehingga Hikaru sedikit terdorong kedepan.
Belum sampai disitu Karin langsung berlari mengejar Hikaru yang terlempar ke depan dan melakukan Tackle lalu menendang perut Hikaru yang tadinya terlempar ke arah depan kini berubah arah menjadi ke atas. Karin membuat Handseal Kagebunshin dan mengeluarkan dua Bunshin.
Bunshin pertama langsung melompat dan menendang perut Hikaru yang masih melayang. Sementara Karin memegang tangan Bunshin kedua lalu melemparnya hingga melewati Hikaru. Sang Bunshin langsung melakukan tendangan salto.
Duagh! Duagh!
Setelah terkena tendangan salto Hikaru terhempas ke bawah dan langsung disambut Uppercut oleh Karin yang menunggu di bawah.
Pooft!
Tubuh Hikaru pun berubah menjadi sebuah batang kayu. Karin pun sedikit terkejut dan langsung memerintahkan kedua Bunshin untuk membentuk formasi segitiga yang saling membelakangi.
"Di atas!" Kata Karin karena ia dan kedua Bunshin tidak mendapati keberadaan Hikaru.
Dan benar saja Hikaru muncul di atas ketiganya dan langsung mengayunkan pisau chakra ke Karin. Kedua Bunshin Karin langsung menarik Karin membuat serangan Hikaru hanya mengenai udara. Hikaru memutar tubuhnya lalu menembakkan puluhan Senbon dari mulutnya. Dengan cepat Karin mengeluarkan kunai.
Pooft! Triink! Triink!
Kedua Bunshin terkena Senbon semenetara Karin menangkis seluruh Senbon tersebut menggunakan kunai yang di pegangnya. Sedangkan Hikaru yang telah mendarat sempurna langsung berlari ke Karin dengan piasu chakra yang masih aktif. Karin pun berlari ke
"Sial! Refleks tubuh dan pengamatannya benar-benar hebat. Apa yang harus aku lakukan?" Batin Hikaru.
Ketika keduanya bertemu. Hikaru mengarahkan tangan kanannya ke kepala. Sementar Karin berniat menggores pipi Hikaru menggunakan kunai yang dipegang tangan kananya. Tangan kanan Hikaru berhasil dihindari berbeda dengan kunai Karin yang berhasi menggores pipi Hikaru. Namun Hikaru menghiraukannya lalu menyerang lengan kiri Karin dengan tangan kiri yang merupakan sebuah pisau chakra.
Karin melompat ke samping kanan namun lengan kirinya sedikit terkena pisau chakra sehingga membuat syarafnya menjadi tidak bisa dikendalikan. Alhasil sementara ini lengan kirinya tidak bisa digunakan.
"Gawat! Lengan Karin-chan terkena pisau chakra." Kata Kushina.
"Itu berarti ia tidak bisa menggerakkannya." Kata Naruto.
"Itu benar! Lihat itu." Kushina menunjuk lengan Karin yang tampak menggantung lemas
Kembali ke arena. Karin sedang berusaha untuk menggerakkan lengan kirinya namun hasilnya nihil. Mempunyai sebuah kesempatan yang besar. Hikaru langsung berlari ke arah Karin masih dengan pisau chakra yang masig aktif.
Sesampainya di depan Karin. Hikaru menyerang Karin secara membabi-buta namun berhasil dihindari dengan baik walaupun hanya satu lengan yang berfungsi. Melihat semua serangannya berhasil dihindari, Hikaru berhenti lalu melompat ke belakang.
"Aku akui, Refleks dan pemangatanmu sangat hebat. Aku bahkan sekali mengenaimu-" Hikaru menjeda kalimatnya sambil membuat Handseal. "-Tetapi serangan kali ini pasti berhasil." Tambah Hikaru. Handseal-nya pun telah selesai lalu menarik nafas dalam-dalam.
Ribuan Senbon pun di keluarkan Hikaru dari dalam mulutnya. Beberapa orang pun mengira bahwa Karin tidak dapat lagi menghindari ataupun menangkis ribuan senbon tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan...Ayo berpikir...pikir...pikir!" Gumam Karin.
Akhirnya Karin memutuskan untuk memaksa jari lengan kiri lalu mendekatkan lengan kanannya lalu membuat sebuah Handseal.
Kagebunshin no Jutsu
Sebelum ribuan Senbon tersebut mengenai dirinya. Karin mengeluarkan satu Bunshinyang juga tidak bisa menggerakkan lengan kirinya. Dengan perintah Karin, bunshin tersebut memegang lengan kakan Karin dan melempar Karin ke arah samping kanan.
Tap!
Karin mendarat dengan kasar di area yang tidak terjangkau ribuan Senbon Hikaru. Kushina menghela nafasnya karena Karin berhasil sementara Naruto, Kakashi dan Hiruzen hanya tersenyum melihat Karin dapat membuat sebuah cara dalam waktu beberapa detik saja.
"Benar-benar mirip Sensei/Minato." Pikir Kakashi dan Hiruzen. Naruto yang bisa membaca pikiran semakin melebarkan senyumnya.
Jleeb! Jleeb! Pooft!
Puluhan Senbon menancap di tubuh Bunshin milik Karin dan langsung menghilang diikuti kepulan asap putih. Hikaru pun mendecih tidak suka. Serangan andalannya dapat dihindari oleh lawannya. Sementara Karin yang sudah bangkit kemudian berkomunikasi dengan Kurama di Mindscape.
"Kurama-chan. Bisa bantu aku. Mungkin cara ini akan berhasil."
"Apa itu? kalau tidak sulit akan kulakukan." Balas Kurama.
"Bisa kau alirkan chakramu di balik permukaan kulitku untuk melindungi syarafku dari pisau chakra milik lawanku. dan mudah-mudahan cara ini berhasil." Kata Karin pada Kurama di pikirannya.
"Aku mengerti. Tetapi bagaimana kalau ada orang yang mendeteksi chakraku?" Tanya Kurama.
"Aku akan menutupinya dengan chakraku jadi tenang saja." Jawab Karin. Kurama pun akhirnya mengerti lalu mulai mengalirkan chakranya ke bagian bawah permukaan kulit Karin.
Beberapa detik kemudian akhirnya seluruh bagian bawah kulit Karin telah dilapisi oleh chakra Kurama. Lengan kirinya juga telah dapat digerakkan. Dengan itu Karin langsung berlari ke arah Hikaru.
"Hee! Begitu rupanya." Gumam Naruto seperti mengerti apa yang Kurama dan Karin lakukan.
Ketika sampai di depan Hikaru yang mengaktifkan kembali pisau chakranya. Karin langsung melakukan pukulan tangan kanan horizontal ke kepala Hikaru.
"Bodoh!" Gumam Hikaru melihat Karin menyerang.
"Kalau ini gagal. Aku akan kalah." Pikir Karin.
Takk!
Hikaru menahan pukulan Karin menggunakan tangan kirinya lalu Hikaru berusaha memotong syaraf lengan kanan Karin. Seperti yang diperkirakan Karin efek dari pisau chakra itu ditahan oleh chakra Kurama yang berada di lapisan dalam kulitnya.
"Apa kau sedang pura-pura bodoh atau memang bodoh." Kata Hikaru.
"Sepertinya sudah selesai. Ia kembali kehilangan salah satu lengannya." Kata seorang Jounin
Namun alangkah terkejutnya Hikaru dan beberapa orang yang berada di sana. Karena lengan kanan Karin tidak terjatuh lemas melainkan masih dalam posisi yang sama.
"Sepertinya berhasil!" Pikir Karin.
"Apa yang terjadi?" Tanya Hikaru dan beberapa orang di sana.
Bukannya memberikan jawaban sebeliknya Karin mengayunkan tangan kirinya ke perut Hikaru dan berhasil ditahan juga menggunakan tangan kiri oleh Hikaru. Melihat kedua tangan Hikaru sudah dipakai. Karin langsung memegang erat kedua tangan Hikaru lalu menarik tubuh Hikaru kedepan dena bersamaan dengan itu Karin mengangkat lutut kirinya.
Dugh!
Lutut Karin pun mengenai telat dagu Hikaru. Karin menurunkan lutut kirinya lalu melepaskan kedua tangan Hikaru dan melakukan pukulan tangan kanan ke perut Hikaru
Buagh!
Perut Hikaru mundur ke belakang sementara kepalanya maju ke depan. Mulutnya juga mengeluarkan liur karena efek dari pukulan di perutnya. Setelah itu Karin berjongkok dan kedua tangannya di arahkan ke belakang menyentuh lantai sebagi tumpuan lalu menghantamkan telepak sepatu ninja kanannya ke wajah Hikaru.
Dugh! Sreet! Duar!
Hikaru terhempas ke belakang dan menghantam lantai dengan keras lalu terseret hingga menabrak dinding. Kepulan debu langsung menyelubungi tubuh Hikaru. Hayate lalu beranjak dari tempatnya dan berjalan ke kepulan debu.
Setelah kepulan debu menghilang. Terlihatlah wajah Hikaru mendapat bekas telapak sepatu ninja milik Karin. Hikaru juga tidak sadarkan diri karena kerasnya tabrakan tubuhnya dengan dinding. Hayate lalu menghadap ke penonton lalu mengumumkan pemenangnya.
"Pemenangnya : Uzumaki Karin."
Karin pun merayakan kemenangannya dengan menoleh ke arah Naruto dan Kushina dan tersenyum. Setelah itu ia berjalan menuju tangga lalu menghampiri Naruto dan Kushina.
"Sekarang anggota Tim 11 sudah lolos semuanya." Kata Kushina.
"Bagaimana caramu hingga pisau chakra tadi tidak mempengaruhimu? Karin-chan." Tanya Hiruzen.
"Nanti saja Jiji. Aku tak orang lain mengetahui cara mengatasi pisau chakra seperti itu." Jawab Karin. Hiruzen pun mengangguk paham lalu menghisap pipa tembakaunya.
"Coba kutebak? Sewaktu bertanding tadi kalian belum mengeluarkan semua kemampuan kalian?" Bisik Kakashi. Ketiganya pun mengangguk.
.
.
Skip Time
Pertandingan demi pertandingan pun dilanjutkan hingga seluruh pertandingan selesai. Ada satu pertandingan yang seri sehingga peserta yang lulus melewati tahap tiga hanya 11 orang. Kini seluruh peserta yang lolos tahap tiga sedang berkumpul di arena dan di depannya Hayate dan Genma sedang memegang sebuah toples berisi 11 bola.
"Baiklah. Satu persatu dari kalian maju dan ambil satu bola." Perintah Hayate.
Satu persatu peserta maju dan mengambil satu bola hingga habis. "Di bola tersebut tertulis sebuah angka. Lihat angka kalian." Perintah Genma. Semuanya pun melihat bola yang mereka pegang.
Hayate lalu mengeluarkan sebuah kertas dan disana tergambar sebuah bagan mengenai siapa yang akan bertanding selanjutnya. Seluruh peserta pun memperhatikan kertas tersebut. Beberapa dari mereka menyeringai sadis melihat siapa lawan mereka.
Uzumaki Naruto vs Hyuga Neji
Sabaku Temari vs Nara Shikamaru
Aburame Shino vs Sabaku Kankurou
Uchiha Sasuke vs Sabaku Gaara
Kurosaki vs Uzumaki Karin
Uzumaki Kushina menunggu pemenang antara Shino dan Kankurou.
.
Kushina menghela nafas lega karena ia tidak mendapat lawan melainkan menunggu lawan. Ia berpikir bahwa hal tersebut merupakan hal baik karena ia berpikir fisik dari lawannya akan terkuras ketika pertandingan pertama.
"Baiklah untuk Tahap keempat kalian diberi waktu selama satu bulan untuk melakukan persiapan." Kata Hayate. "Kuharap kalian mempersiapkan diri kalian sebaik mungkin. Mengerti!" Tambahnya.
Semua peserta pun mengangguk paham.
.
.
Skip Time
Keesokan harinya Trio Uzumaki merayakan kemenangan mereka dengan memakan ramen sepuasnya di Ichiraku.
"Yosh! Karena kalian semua lolos ke tahap keempat jadi hari ini aku beri diskon 50 persen!" Kata Teuchi.
"Benarkah?" Tanya ketiganya bersamaan dijawab anggunakan oleh yang lain.
Trio Uzumaki pun mulai menyantap pesanan mereka. Sesudah menyantap ramen di Ichiraku. Karin dan Kushina kembali ke apartemen mereka sementara Naruto pergi ke gedung Hokage. Karena sebelum mereka masuk ke Ichiraku. Naruto bertemu Anbu kepercayaan Hiruzen.
.
Flashback
"Naruto-san. Anda dipanggil Hokage-sama!" Ucap Anbu Taka.
"Memangnya ada apa?" Tanya Naruto.
"Aku juga tidak tahu." Jawab Taka.
"Kalau begitu aku akan kesana setelah makan ramen."
"Aku mengerti. Akan kusampaikan pada Holage-sama." Ucap Taka.
"Kalau begitu aku pergi dulu!" Tambah Taka. Naruto mengangguk paham
Pooft!
Anbu Takamenghilang diikuti kepulan asap putih.
Flashback Off
.
Kini Naruto sudah berada di dalam ruangan Hokage tepatnya berdiri di depan Hiruzen.
"Ada apa Jiji?" Tanya Naruto –To-the-Point-.
"Begini Tim 11 kan tidak memiliki Jounin pembimbing jadi aku akan menyuruh salah seorang muridku untuk melatih kalian." Jawab Hiruzen.
Ting! Ting! Ting!
Sebuah suara kaca yang diketuk terngar dari arah belakang jendela. Mendengar hal ini Hiruzen hanya menghela nafas sementara Naruto hanya diam tanpa terganggu sedikit pun.
"Sepertinya ia sudah tiba." Kata Hiruzen.
Berselang beberapa detik. Seorang Pria berumur sekitar 50 tahun berambut putih panjang dan di wajahnya terdapat coretan merah dari ujung mata hingga pipinya. Dialah satu dari tinga Sannin. Gama no Sannin Jiraiya.
"Haah! bisa tidak kau menggunakan pintu normal saja?" Tanya Hiruzen setelah menghela nafas. Jiraiya lalu masuk ke dalam ruangan lewat jendela yang terbuka.
"Bagiku iitu adalah pintu normal." Jawab Jiraiya sambil menunjuk jendela tempatnya tadi masuk.
"Siapa dia?" Tanya Naruto sambil menunjuk-nunjuk Jiraiya.
"Hoi bocah! Kau tidak mengenalku?" Naruto menggeleng pelan.
"Baiklah aku akan memperkenalkan diriku-" Jiraiya memberi jeda lalu melakukan sebuah gerakan yang menurut Naruto sedikit aneh. "-Aku adalah Pertapa dari gunung Myobokuzan. Gama no Sannin Jiraiya." Sambung Jiraiya.
"Jadi kau yang bernama Jiraiya. Dimana kau selama 13 tahun hidup Karin-chan. Haah!...Tou-san dan Kaa-san mempercayakanku dan Karin-chan untukmu namun kau malah menelantarkan Karin-chan. Jika aku tidak diberitahu oleh sensei-ku. Mungkin Karin-chan masih kesepian sampai sekarang." Jelas Naruto panjang lebar dengan nada sedikit keras.
"Tunggu...kalian sudah mengetahui orang tua kalian?." Tanya Jiraiya sedikit terkeejut. Naruto hanya membalas dengan anggukan.
"Kalau begitu aku minta maaf. Selama ini aku sibuk dengan jaringan mata-mata milikku. Jadi sebagai gantinya aku akan melatih kalian bertiga karena sensei sudah memberitahukanku mengenai tim kalian." Tambah Jiraiya.
"Pertama aku akan memberikan Kuchiyose milikku dan Minato, lalu-"
"Kau tak usah memberiku Kuchiyose karena aku sudah punya. Berikan saja pada Karin-chan atau Kushina-chan." Naruto langsung memotong perkataan Jiraiya.
"Aku mengerti. Dan kedua aku akan mengajarkan salah satu jutsu ciptaan ayah kalian yaitu-"
"Rasengan." Potong Naruto cepat.
"Hoi! Bocah jangan memotong perkataanku. Dan bagaimana kau tahu mengenai Rasengan?" Tanya Jiraiya.
"Itu karena aku sedang masa pelatihannya dan hampir menguasainya." Jawab Naruto.
"Jiji! Apa kau yakin dengan orang ini itu terlihat mesum." Tambah Naruto. Hiruzen pun mengangguk menjawab kedua pertanyaan tersebut.
"Aku tidak mesum...Aku super mesum." Bela Jiraiya. Naruto dan Hiruzen pun sweatdrop.
"Bagaimana Naruto? Apa kau menerima tawaran Jiraiya?" Tanya Hiruzen.
"Aku menerimanya tetapi aku tidak ikut berlatih dengan Karin-chan dan Kushina-chan. Aku ingin berlatih sendiri." Jawab Naruto.
"Baiklah. Jiraiya apa kau keberatan?" Tanya Hiruzen. Jiraiya menggeleng pelan.
"Kalau begitu berutahu mereka berdua untuk menemuiku besok pagi di dekat permandian air panas di utara desa." Kata Jiraiya sambil tersenyum mesum.
Naruto mengangguk pelan. "Kalau begitu aku pergi dulu." Naruto pun menghilang diikuti kilatan kuning membuat Jiraiya terkejut bukan main.
"I-Itu Hiraishin. Ia sudah menguasainya...Apa kau tahu mengenai ini sensei?" Tanya Jiraiya.
"Iya aku sudah tahu. Ia menggunakan sewaktu Ujian Chunin tahap tiga kemarin." Jawab Hiruzen.
.
Keesokan paginya. Setelah Karin dan Kushina diberutahu pleh Naruto bahwa mereka akan berlaruh dengan seseorang. Awalnya keduanya menolak karena mereka hanya ingin berlatih dengan Naruto namun setelah menjelaskan mengenai Jiraiya akhirnya keduanya pun setuju.
Setelah sarapan pagi Karin dan Kushina berangkat menuju ke Onsen tempat pertemuan mereka dengan Jiraiya. Sementara Naruto melanjutkan latihannya di dimensi miliknya.
.
Sesampainya disana ternyata mereka telah ditunggu oleh Jiraiya. Kali ini Jiraiya tidak melakukan hobinya yang ia katakan sebagai 'mencari inspirasi'. Itu karena Ia tidak mengecewakan Karin dan Kushina.
"Sebenarnya siapa orang yang dikatakan Nii-chan akan melatih kita?" Tanya Karin pada Kushina yang berada di sampingnya. Mereka berdua berjalan ke depan Onsen.
Karin dan Kushina berhenti sejenak di depan Onsen lalu mengedarkan pandangan mereka. Pandangan Karin langsung terhenti ketika melihat seorang pria berambut silver yang sedang menulis di atas sebuah batu di dekat Onsen. Jiraiya yang merasakan kedatangan Karin dan Kushina pun menghentikan kegiatan menulisnya.
"Kalian sudah datang?" Tanya Jiraiya sambil berjalan ke arah Karin dan Kushina.
"Ano..Apa anda orang yang bernama Jiraiya?" Bukannya menjawab Kushina malah melempar sebuah pertanyaan.
Jiraiya mengangguk pelan. "Kau pasti Kushina dan Karin kau sangat mirip dengan Ayuki." Kata Jiraiya.
"Karena kalian sudah tiba. Aku akan memulai latihannya." Kata Jiraiya. "Latihan hari adalah cara memanggil Kuchiyose. Dan aku juga akan memberikan Kuchiyose katak dari Myobokusan." Tambah Jiraiya.
"Benarkah?" Tanya Karin memastikan dan dibalas anggukan oleh Jiraiya.
"Baiklah kalau begitu ayo kita mulai latihannya." Ajak Jiraiya. Karin dan Kushina pun mengangguk paham.
Mereka bertiga pun berangkat untuk memulai latihan mereka. Jiraiya memilih hutan yang tidak jauh dari konoha. Sebelum memulai pelatihan. Jiraiya mengeluarkan gulungan kontrak Kochiyose lalu menyuruh Karin dan Kushina untuk meneteskan darah mereka ke gulungan tersebut. Jiraiya memberikan Gamabunta untuk Karin sementara untuk Kushina ia diberikan Gamahiro.
Dalam jangka waktu lima hari mereka diterima oleh katak Kuchiyose mereka. Setelah melatih Kuchiyose, Jiraiya lalu melatih keduanya menyempurnakan Ninjutsu elemen mereka masing-masing dan juga beberapa Taijutsu untuk membaiki cara bertarung jarak dekat mereka.
.
Sementara itu Naruto sudah hampir menguasai Rasengan. Setelah Rasengan. Naruto berencana menggabungkan dua dari lima elemennya untuk agar mempunyai Kekkei Genkai yang lain kecuali Mokuton.
~~~ TBC ~~~
#Akhirnya Chapter 11 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan Beberapa Review.
R : apkah karin dan kushina akn menunjukan kekuatan asli.a di ujian ke tiga..
apakah naruto yg akn melawan hasirama dan tobirama..
apakah hiruzen akan mati di akhir ujian exam..
ketika sasuke pergi keluar desa.. apakh naruto akn menghentikanya..
B : Di Ujian ketiga Trio Uzumaki belum nunjukin kekuatan asli mereka.
Dan untuk tiga pertanyaan selanjutnya masih rahasia.
R : Untuk Kuchiyose Naruto Naga aja tp itu mungkin butuh waktu yg lama untuk mendeskripsikan ..
Kalau Lemon kalau bisa di Shippuden aja ..
Sebaik-nya Nuibari Kushina keluarin saat dlm misi atau dlm keaadaan terdesak agar tdk di curigai dari pihak civilian ..
Buat Naruto punya Jurus Original seperti Rasengan jurus original Minato tp beda elemen misal naruto Api tp tdk berkaitan dgn Rasengan ..
Dan apa itu gk berlebihan Genin tim kagero memakai jurus Rank B ?
Keren dan Lanjut ..
B : Untuk Kuchiyose Naru selanjutnya masih dipikirin. Dan lemonnya tentu saja akan terjadi di Shippuden.
Untuk Nuibari Kushina akan digunakan waktu terdesak saja.
Tentu saja Author akan membuat Naru mempunyai Jutsu Oroiginal.
Gomen...Author agak berlebihan untuk hal tersebut
R : lumayan - lumayan...
klo bsa sasuke-a jgn ngkutin s ular pedo tu ya, krna udh trlalu bnyak fic kyak gtu.. buat ja sasuke d latih sama naruto.
B : Sasuke tetap akan pergi ke markas Orochi dan alasannya masih rahasia.
R : Kushina dan Karin terlihat terlalu lemah di chap ini. Masa melawan Genin saja kewalahan seperti itu. Kedepannya mohon dibuat lebih realistis.
B : Hehehe..Kedepannya Author akan membuat lebih realistis.
R : Lanjut ...
Action yang pertama udah keren, and kalo soal membunuhnya nggak terlalu sadis (menurut ane), itu pun cukup
Action 2 lumayan oke
Kalo sasuke pergi, apakah yang ngejar sasuke itu naruto atau rei, and jika naruto yang melawan sasuke di valley of the end, apa naruto menghadapi sasuke dengan kepala dingin atau pake emosi kayak di cannon
sorry gw berondong pertanyaan ke ente
udah itu aja
B : Arigatou...
Naruto yang akan ngejar Sasuke...dan sisanya masih rahasia.
R : Hee Sasuke gak kena Cipokan Maut dari Orochi xD Berarti gak ada segel kutukan. Apa nanti kedepannya Sasukeh tetap ada segel itu?
Motto...
B : Itu masih Author pikirin.
R : Thor, apakah ichibi bakal jd koleksi Naru?
klo boleh tau disini level Karin dan Kushi apa ya?
Genin, low chunin,high chunin, atau low jonin?
klo Naru kan dh di atas Kage..
saya tunggu kekkei genkai elemen(hyoton dll) dr trio Uzumaki..
B : Ichibi tetap milik Gaara.
Dan untuk level Karin dan Kushi mungkin setelah Chunin Exam Author utarakan.
R : ceritanya semakin menarik senpai..
Kl bisa alurnya sedikit berbeda atau kalo bisa sesuai imajenasi senpai..
Apa naruto bisa menciptakan fuinjutsu untuk dirinya sendiri, dan apa nanti naruto jadi anbu ?
B : Author akan usahain agar berbeda dengan Canon. Dan untuk pertanyaan selanjutnya mungkin iya dan unutk Anbu author masih belum tahu.
R : Apakah sasuke nanti menjadi missing-nin dan dendam ke konoha?
Terus update thor!
B : Mungkin
R : kenapa naruto gak gunain rinnegan pas lawan orochimaru?
B : Rinnegan hanya digunakan ketika dalam keadaan benar-benar terdesak.
R : Thor bukannya kalau ada lemon nanti... Rated nya jadi M?
Ni fictionkan Rated-nya (Teen)?
B : Setelah Shippuden Author akan naikkan Rated nya jadi M.
R :Apa ntar di skip langsung gede apa bertahap kaya di canon?
Kenapa Sasukenya pergi,mang Naruto ga ngasih motifasi or ngajarin Sasuke gitu?
Lanjut and update,,,;)
B : Skipnya akan terjadi setelah Sasuke pergi dari desa. dan kenapa Sasuke pergi dari Desa itu masih rahasia.
R : Akhirnya update jga fic yg di tunggu", yosh,,,,smakin menarik aja fic ini, lanjutkan thor,,,,:-D
Entar Naruto nya dapet ke 9 cakra biju gak thor?
B : Nanti lihat saja
R :maaf Lompoberang san
menurut saya fic anda masih banyak keanehan nya
naruto sudah memiliki chakra kontrol yang perfect seperti nidaime hokage, pasti seluruh jutsu ninjanya akan mengalami peningkatan kekuatan setidaknya 2 x lipat.
kurama menjadi 2 seharusnya hanya 1 yang memiliki kesadaran kecuali jika ada alasan lain (yang sebaiknya anda jelaskan).
yang terakhir Bijuu yang bisa keluar dari tubuh inang nya hanya pada saat jinchuriki tersebut kehilangan kontrol, mengunakan bunshin, dilepas segelnya, dan inangnya kenapa Isobu bisa keluar pada saat mizukage pingsan!
maaf jika menyinggung anda Lompoberang san.
thanks
B : Kontrol chakra Naruto memang sudah Perfect seperti Nidaime Hokage. Itu berarti Naruto juga bisa mengontrol Kekuatan dan Intensitas Ninjutsu yang ia keluarkan.
Kurama dibagi menjadi Dua yaitu Yin dan Yang itu berarti Duo Kurama mempunyai kesadaran masing-masing.
Isobu keluar dari tubuh Mizukage karena Yagura sudah tidak bisa menahan Sanbi.
Tidak apa-apa menyinggung apa yang salah mengenai Fict ini.
R : Waktu di nami no kuni naruto datang menolong kusina dan karin, sekarang di ujian chunin juga d tolong,, seakan kusikarin ngga ada perkembangan kekuatan dan terlalu bergantug pada naruto,, okey next chaf
B : Setelah Ujian Chunin KushiKarin akan tidak bergantung lagi pada Naruto.
R : Bisa menggunakan mukoton dengan sempurna, dapat membuat air dari ketidak adaan, memiliki cakra tak terbatas, dan memiliki rinnegan, memiliki hiraisin, dan mempunyai pedang yang mampu membelah apa saja.!
Dengan semua itu, bukankah naruto dapat membuat bahkan ke 5 kage sudah sangat kewalahan.!?
Dan juga, kenapa naruto hanya bergantung pada hiraisin untuk bertarung.!?
Padahal, pada saat naruto melawan yagura, dia bahkan dapat menghindari serangan yagura yang berjarak sekitar 2 meter tampa menggunakan hiraisin.!?
Dan sekarang, hanya karena terlambat menggunakan hiraisin, danruto sudahh tidak bisa menghindari serangan orocchimaru.!?
Bukankah itu agak memalukan.!?
B : Kenapa Naruto hanya bergantung pada Hiraishin ketika bertarung malawan Orochimaru tidak menggunakan Rinnegan ataupun Ninjutsu lainnya. Jawabannya adalah Naruto tidak ingin memperlihatkan semuanya ke Orochimaru. Tau sendirikan bagaimana Orochimaru jika melihat seluruh kemampuan Naruto.
Dan kenapa Naruto bisa terkena sabetan Orochimaru. Itu karena Naruto mengira Orochimaru sudah tidak bisa lagi bergerak.
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
