CHAPTER 16 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
#Sedikit Pemberitahuan : Mungkin Chapter selanjutnya akan sedikit terlambat karena tiga hari mulai Kamis Author akan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) di sekolah. Jadi maklum saja jika sedikit terlambat.
.
.
..:: CHAPTER 16 : CHUNIN EXAM (PART III) ::..
Setelah dua minggu berlatih bersama Jiraiya. Akhirnya Karin dan Kushina telah siap menghadapi Tahap keempat. Sementara Naruto ia sudah menguasai Rasengan dalam waktu dua hari serta telah menguasai beberapa Hyōuton atau elemen Es. Sekarang Tim 11 dan Jiraiya tengah berada di Training Ground 11.
"Hoi Naruto! Apa kau sudah menguasai Rasengan?" Tanya Jiraiya.
"Iya sudah. memangnya kenapa?" Jawab Naruto lalu berbalik bertanya.
"Baguslah. Kalau Karin-chan dan Kushina-chan juga sudah memiliki hewan Kuchiyose mereka masing-masing." Kata Jiraiya. "Jadi apa yang akan kalian lakukan dalam waktu seminggu sebelum Tahap keempat?" Tanya Jiraiya.
"Mungkin kami hanya akan beristirahat." Jawab Naruto. Karin dan Kushina hanya mengangguk pelan menandakan setuju dengan usulan Naruto.
"Nah kalau begitu berjuanglah di tahap keempat. Setelah ini aku akan melanjutkan penelitianku." Kata Jiraiya sambil tersenyum mesum.
"Penelitian apanya, yang Ero-sennin lakukan hanya mengintip wanita di onsen. Lalu menulisnya untuk dijadikan buku." Kata Karin melipat kedua tangan di dada. Selama berlatih bersama Jiraiya. Karin dan Kushina sudah mengetahui kebiasaan Jiraiya.
"Buku? Apa itu buku yang sering dibaca Jiji?" Tanya Naruto dibalas anggukan oleh Karin dan Kushina.
"Boleh aku minta Edisi ke-dua dan seterusnya." Tambah Naruto. Karin dan Kushina yang mendengar permintaan Naruto langsung menatap tajam ke arah Naruto.
"Jangan bilang kau ingin membaca buku laknat itu seperti Kakashi-sensei." Kata Kushina sambil memberikan Deathglare ke Naruto.
"Bu-bukan seperti itu. A-Aku ingin memberikannya ke seseorang." Kata Naruto tergagap karena merasakan Deathglare dari Kushina.
"Siapa orang yang ingin kau berikan buku itu?" Tanya Jiraiya.
"Kau tak perlu mengetahuinya." Jawab Naruto. Jiraiya pun ber'oh'ria.
Jiraiya lalu mengeluarkan 3 buku bertuliskan Icha-Icha Paradise yaitu edisi 2,3,dan 4 lalu memberikannya ke Naruto. Seteleh mengambil buku tersebut Naruto memasukkannya ke Fuin di lengan kirinya. Jiraiya pun terkejut melihat Naruto sudah bisa menggunakan Fuinjutsu penyimpanan pada tubuhnya.
"Hey! Dimana kau belajar Fuinjutsu?" Tanya Jiraiya penasaran.
"Aku belajar sendiri." Jawab Naruto.
"Oh begitu. Kalau begitu aku pamit dulu. Aku ingin menyelesaikan edisi ke-5 buku tersebut. Jaa nee." Kata Jiraiya lalu menghilang diikuti kepulan asap putih.
Setelah Jiraiya meninggalkan tempat itu. Trio Uzumaki kembali ke apartemen mereka untuk beristirahat.
.
.
ONE WEEK LATER
Seminggu kemudian akhirnya Ujian Chunin tahap keempat pun dimulai. Konoha Stadium menjadi tempat dilaksanakannya tahap keempat. Tribun penonton telah dipenuhi oleh penduduk dan beberapa ninja. Diantara banyaknya penonton. Terlihat Kakashi dan Gay sedang berdiri dan disamping mereka Lee sedang duduk di kursi roda. Sakura, Ino dan Chouji duduk di bangku penonton di samping Kakashi.
Terlihat juga Sandaime-Hokage dan Yondaime-Kazekage dan beberapa pengawal mereka terlihat di tribun khusus mereka. Sementara di tengah-tengah arena kesebelas peserta sedang berbaris di depan Genma Shiranui yang akan menjadi wasit.
Kali ini Naruto mengenakan pakaian yang ia gunakan sewaktu melaksanakan misi pertama yaitu baju merah polos. Memakai jaket putih tanpa lengan dengan gambar Pusaran air berada di bagian punggung namun tertutup karena jaket tersebut memiliki tudung. Untuk bawahan ia mengenakan celan hitam pendek dan alas kaki standar Ninja hitam . Hitae-atte miliknya di ikat pada lengan kanan baju merahnya.
Sementara Karin dan Kushina mengenakan pakaian yang mereka kenakan sewaktu tahap kedua. Dan Sasuke mengenakan pakaian yang sama ketika tahap keempat di canon.
Genma melirik ke Hokage yang duduk di Tribun dan dibalas anggukan. Genma lalu berbalik ke arah peserta. (AN : Disini Kakashi dan Sasuke datangnya tepat sebelum tahap keempat dimulai).
"Baiklah karena semuanya telah berkumpul. Kita akan segera memulainya." Kata Genma lalu mengeluarkan sebuah kertas.
"Pertandingan pertama adalah Uzumaki Naruto melawan Hyuga Neji. Sementara yang lain dipersilahkan untuk pergi ke tempat yang disediakan." Tambah Genma.
Seluruh peserta pun berjalan meninggalkan Naruto dan Neji serta Genma yang berada di tengah-tengah arena. Sementara di tribun penonton terlihat bergemuruh karena banyaknya orang yang saling memberi pendapat mengenai siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
"Aku yakin Hyuga itu yang akan menjadi pemenangnya."
"Aku juga. Ia memilik Byakugan yang memiliki penglihatan 360 derajat."
"Kalau aku pasti si kuning itu yang akan menang. Ia adalah pemegang ROTY tahun ini."
"Tapi Hyuga berada satu angkatan diatasnya."
Itulah beberapa pendapat yang keluar dari mulut para penonton yang dominan mendukung Neji. Sementara itu di tempat para peserta. Karin dan Kushina sedang bertumpu di pagar pembatas dan berselang lama Sasuke datang menghampiri mereka.
"Yo kalian berdua." Sapa Sasuke.
"Sasuke. Ada apa?" Tanya Kushina.
"Tidak ada. Aku hanya ingin melihat pertandingan Dobe." Jawab Sasuke lalu memposisikan dirinya seperti Karin dan Kushina yang ber'oh'ria.
"Aku dengar lawanmu itu memilik pertahanan yang sangat hebat. Lee saja yang berbeda satu tahun dengan kita bisa kalah dan menderita luka yang sangat parah." Kata Karin.
"Hn. Aku tahu itu." Balas Sasuke.
"Pertandingan sudah mau dimulai." Kata Kushina. Ketiga pun langsung menoleh ke arena.
.
Kembali ke arena. Naruto dan Neji sudah saling menatap satu sama lain. Neji menatap meremehkan ke arah Naruto sementara yang ditatap hanya memasang wajah datar.
"Menyerahlah Uzumaki. Takdir mengatakan bahwa aku yang akan keluar sebagai pemenangnya." Ujar Neji sambil menatap Naruto.
"Hn. Benarkah tau apa kau tentang takdir?" Tanya Naruto.
"Takdir adalah sesuatu yang sudah ditentukan sebelum kita dilahirkan." Jawab Neji lalu menyiapkan kuda-kudanya.
Genma menoleh bergantian ke Naruto dan Neji yang dibalas anggukan. "HAJIME!" teriak Genma.
Mendengar teriakan Genma. Neji langsung mengaktifkan Byakugan lalu berlari ke arah Naruto dengan kecepatannya. Naruto langsung bersiaga ketika Neji berlari ke arahnya. Sesampainya di depan Naruto. Neji mengerem tubuhnya dan mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah dada Naruto.
Jūken
Namun sebelum Jūken Neji mengenainya. Naruto menggunakan tangan kanannya untuk membelokkan serangan Neji sehingga Jūken tersebut hanya mengenai udara di samping kiri Naruto. Setelah menangkis serangan Neji, Naruto memutar tubuhnya 360 derajat ke kiri sambil mengayun kaki kirinya ke kepala Neji yang dengan sempurna ditahan oleh Neji.
Takk!
Neji menangkap kaki kiri Naruto dengan tangan kanan membuatnya sedikit menunduk karena kuatnya tendangan Naruto. Kemudian Neji menarik tangan kirinya dan kembali mengarah Jūken ke bagian rusuk Naruto. Kaki kanan Naruto yang ia gunakan sebagai tumpuan ditekuk lalu dengan kuat Naruto gunakan untuk melompat ke atas sehingga Jūken Neji pun kembali mengenai udara. Neji yang geram lalu memegang kaki kiri Naruto dengan dua tangan dan memutar tubuhnya sehingga Naruto yang berada di udara pun ikut berputar.
Zwuush! Tap! Tap!
Setelah berputar sebanyak lima kali Neji melempaskan kaki Naruto sehingga membuat Naruto terlempar namun berhasil mendarat dengan sempurna. Setelah mendarat Naruto mengeluarkan tiga kunai biasa dari Fuin miliknya tanpa terlihat oleh siapa pun.
"Untung sebelum kesini aku sempat memasukkan 10 kunai biasa ke Fuinjutsuku." pikir Naruto lalu melempar kunai biasanya lalu membuat sebuah Handseal.
Kunai Kagebunshin no Jutsu
Ketiga kunai yang dilempar Naruto pun berlipat ganda hingga menjadi ratusan. Melihat hal tersebut Neji melakukan sebuah kuda-kuda lalu memutar tubuhnya dan semakin lama putaran Neji semakin cepat hingga menciptakan sebuah kubah pelindung berwarna kebiruan.
Kaiten
Traank! Traank! Traank!
Ratusan kunai milik Naruto pun tertahan dan beterbangan ke segala arah setelah mengenai Kaiten milik Neji. Beberapa penonton pun dibuat kagum dengan permulaan pertandingan yang cukup menarik. Setelah beberapa detik akhirnya serangan ratusan kunai milik Naruto pun berhenti bersamaan dengan itu Neji pun menghentikkan Kaiten miliknya. Tampak kawah berdiameter 2m di sekitar Neji dan diluar kawah tersebut ratusan kunai tertancap dan tergelatak tak beraturan.
"Cuman segitu kemampuanmu." Ejek Neji merendahkan. Sementara Naruto hanya memasang wajah datar.
Melihat ekspresi datar Naruto membuat Neji menjadi geram. Neji merasa tatapan datar tersebut merupakan tatapan meremehkan. Dengan cepat Neji melompat keluar dari kawah lalu berlari ke arah Naruto yang sudah menyiapkan kuda-kuda pertahanan.
Sesampainya di depan Naruto Neji pun melancarkan pukulan khas Hyugake dada Naruto namun berhasil ditahan dengan mudah oleh Naruto. Neji melompat ke samping kiri Naruto juga memutar tubuhnya mengikuti Neji.
Sreet! Takk! Takk!
Neji mengerem tubunya dengan kaki kiri lalu melancarkan dua serangan berurutan ke Naruto yang berhasil ditahan. Setelah menangkis serangan Neji, Naruto melakukan pukulan lurus menggunakan tangan kanan ke wajah Neji.
Takk!
Neji menaha pukulan Naruto dengan tangan kiri. Namun serangan Naruto berlanjut dengan memajukan tubuhnya sehingga lengan kanannya terlipat lalu mengayunkan sikunya ke bagian kiri kepala Neji.
Takk!
Dengan cepat Neji menahan siku Naruto dengan tangan kanan. Neji melepaskan tangan kiri yang memegang tinju Naruto lalu melompat melewati tubuh Naruto dan mendarat tepat dibelakang Naruto yang dengan cepat juga memutar tubuhnya. Neji melepaskan lima pukulan berurutan dengan cepat menggunakan kedua tangannya.
Takk! Takk! Takk!
Naruto menahan lima pukulan tersebut dengan sempurna menggunakan tangan dan sikunya. Neji bersalto kebelakang sebanyak tiga kali lalu melempar tiga Shuriken.
Syuut! Syuut! Syuut! Zwush!
Naruto menghindari ketiga Shuriken tersebut lalu melesat dengan kecepatan Chunin ke Neji yang membuat beberapa orang tercengan dengang kecepatan Naruto termasuk Neji pula yang sedikit terkejut.
"Kau cepat juga! Namun cepat saja tidak bisa merubah takdir yang mengatakan bahwa aku yang akan menang." Kata Neji lalu bersiap menerima serangan Naruto.
Sesampainya di depan Neji. Naruto langsung melayangkan pukulan tangan kanan ke wajah Neji namun berhasil dilihat oleh Byakugan. Neji berhasil menahan pukulan Naruto dengan tangan kiri. Neji menarik kebelakang tangan kirinya sementara tangan kanannya mengarahkan pukulan ke kepala Naruto yang berhasil dihindari Naruto dengan cara memiringkan kepalanya ke kanan.
Sementara di tribun penonton semakin bergemuruh melihat pertarungan Taijutsu yang tersaji di arena. Kakashi yang melihatnya pun tersenyum yang bisa dilihat dari ekspresi matanya yang ternyata di sadari oleh monster hijau yang berada di sampingnya.
"Ada apa Kakashi? Kenapa kau tersenyum?" Tanya Gai
"Aku tersenyum melihat kemampuan Naruto yang bisa mengimbangi pertarungan jarak dekat dengan seorang Hyuga yang." Jawab Kakashi.
"Yah! Yah! Aku akui bocah itu bisa mengimbangi Taijutsu milik muridku. Semangat mudanya benar-benar mengagumkan." Kata Gai. "Aku ingin tanya Kakashi?"
"Hmm..apa itu?" Balas Kakashi.
"Naruto sebenarnya petarung tipe jarak apa? Kan kau pernah melakukan Survival Training dengan timnya?" Tanya Gai.
"Kalau Naruto aku kurang tahu mungkin ia ninja bertipe jarak menengah." Jawab Kakashi. "Tetapi ia memiliki Taijutsu yang lumayan untuk jarak dekat. Beberapa Ninjutsu jarak jauh serta menguasai Hiraishin. Bisa dibilang ia ninja bertipe semua jarak." Sambung Kakashi di dalam hati.
"Begitu rupanya." Kata Gai sambil mengangguk-ngangguk gaje.
"Tetapi entah kenapa Naruto malah meladeni adu Taijutsu melawan Neji, padahal ia bisa dengan cepat mengalahkannya jika menggunakan Hiraishin atau Ninjutsu jarak jauh miliknya. Apa mungkin Naruto masih ingin menyembunyikannya." Pikir Kakashi.
Beralih ke Sakura, Ino dan Chouji yang duduk di bangku penonton. Sakura dan Ino sedang serius memperhatikan pertandingan di arena sementara Chouji sedang asik menikmati kripik kentang ke-limanya.
"Hebat! Naruto bisa mengimbangi Taijutsu milik Neji." Kata Ino. Sakura pun menoleh ke arah Ino begipula Chouji yang berhentin mengunyah kripik di mulutnya.
"Kau benar Ino-pig. Aku benci mengakuinya tetapi bisa dibilang Naruto itu lebih hebat dibanding Sasuke-kun." Kata Sakura dan langsung mendapat Glare dari Ino.
"Apa kau bilang Jidat. Mana mungkin Naruto lebih hebat dari Sasuke-kun." Balas Ino.
"Sebenarnya yang dikatan Sakura itu...(Krauk)..benar...(Krauk)." Timpal Chouji melanjutkan mengunyah kripik di mulutnya.
"Buktinya..(Krauk)..Naruto adalah peringkat pertama di...(Krauk)...angkatan kita...(Krauk)..dan sekarang ia...(Krauk)...mengimbangi Neji yang satu angkatang...(Krauk)...di atas kita." Tambah Chouji sambil mengunyah kripik di mulutnya.
Di tempat tunggu para peserta. Seorang bocah berambut merah bata yang membawa gentong pun semakin melebarkan evil smile miliknya melihat Naruto bertarung. Membuat kedua rekan setimnya bocah berambut merah tersebut sedikit merinding. Berbeda dengan Karin, Kushina dan Sasuke yang berdiri di dekat pagar.
"Dobe. Sampai dimana sebenarnya kemampuanmu itu. Kau bahkan bisa menahan Taijutsu milik Neji." Pikir Sasuke.
Sementara di tribun Hokage dan Kazekage. Hiruzen mengukir senyum melihat pertarungan Naruto dan Neji. Kazekage melirik ke Hokage.
"Anda mempunyai Genin yang hebat Hokage-dono." Kata Kazekage.
"Hahaha...Anda juga mempunyai Genin yang hebat khususnya Genin yang menggunakan pasir itu." Balas Hiruzen.
"Sepertinya kau masih belum ingin menunjukan kemampuanmu Naruto-kun." Pikir Hiruzen.
.
Back To Figth
Melihat pukulannya gagal mengenai sasaran. Neji menarik tangan kanannya lalu berjongkok dan melakukan Right Low Kick yang mengicarkan kedua kaki Naruto. Dengan cepat Naruto melompat dan melakukan salto depan sambil mengarahkan tumit kaki kirinya ke kepala Neji yang sedang berjongkok.
Dugh! Kraak!
Neji menahan tumit Naruto dengan cara menyilangkan kedua tangannya di atas kepalanya. Namun Neji sedikit meringis merasakan kuatkan tendangan Naruto hingga membuat tanah tempat berpijaknya sedikit retak.
"Sial! Kenapa tendangannya berat sekali." Pikir Neji sambil meringis menahan tendangan Naruto.
"Hee! Ada apa? Kau meringis? Padahal aku hanya menggunakan sedikit kekuatanku pada tendangan ini." Kata Naruto mengejek setelah mengetahui pikiran Neji.
"Jangan sombong karena tendanganmu ini Uzumaki. Sudah kubilang takdir yang tertulis bahwa aku yang akan menang." Balas Neji.
Dengan kuat Neji menggerakkan kedua tangannya yang menahan tendangan sehingga Naruto menjadi terlempar kebelakang namun berhasil mendarat dengan sempurna. Setelah mendarat mengeluarkan enam kunai biasa dari Fuin di lengan kirinya tetapi kali ini Neji dan Genma melihat Naruto membuat keduanya sedikit terkejut.
"Apa! Dia bisa menjadi lengannya sebagai media Fuinjutsu penyimpanan." Gumam Genma sedikit terkejut. "Dia bukan Genin sembarang. Hanya Ninja yang berlevel Jounin yang bisa melakukan itu." Pikir Genma.
"Jadi itu alasannya ia tidak membawa tas ninja. Ternyata ia bisa menggunkan Fuinjutsu penyimpanan." Pikir Neji. Naruto yang mengetahui pemikiran kedua hanya memasang wajah datar
Setelah memegang tiga kunai di masing di tangannya. Naruto melemparnya secara bersamaan ke arah Neji. Melihat hal tersebut Neji langsung melakukan kuda-kuda lalu memutar tubuhnya dengan cepat.
Kaiten
Traank! Traank! Traank!
Keenam kunai tersebut terlempar ke segala arah setelah mengenai Kaiten Neji. Setelah berhenti berputar kawah berdiameter 2m pun kembali tercipta di sekekeling Neji.
"Sudah kubilang serangan seperti itu tidak dapat mengalahkanku." Kata Neji yang bediri tegak dan Byakugan miliknya juga telah dinonaktifkan.
"Apa yang terjadi? Apa kau menyerah? Kau menonaktifkan Byakugan milikmu." Ejek Naruto dengan wajah datar.
Bukannya membalas ejekan Naruto. Neji memilih diam untuk memulihkan chakra miliknya berbeda dengan Naruto yang chakranya bisa terisi walaupun dalam keadaan bertarung. Beberapa menit pun terjadi keheningan antara Naruto dan Neji hanya suara penonton dan hembusan angin yang terdengar membuat rambut keduanya berkibar tertiup hembusan angin. Setelah chakranya sudah dirasa cukup untuk melakukan satu jutsu yang prediksi dengan jurus ini Naruto akan kalah. Neji langsung mengaktifkan Byakugan miliknya.
"Siapa yang mengatakan aku menyerah. Sebaliknya kau yang akan menyerah Uzumaki." Kata Neji sedikit nada sedikit keras.
Dengan kecepatan miliknya. Neji langsung berlari ke arah Naruto yang sudah bersiap pula. Sesampainya di depan Naruto, Neji langsung melancarkan empat pukulan cepat secara berurutan. Dengan sigap Naruto menghindari keempat pukulan tersebut sehingga membuat Naruto sedikit mundur.
Neji memutar tubuhnya 360 derajat ke kanan sambil mengarahkan kedua tangannya ke rusuk kanan Naruto. Dengan cepat Naruto menekuk pinggulnya ke kiri sehingga pukulan Neji pun mengenai udara. Melihat posisi Naruto, Neji pun menyeriangai.
"Dengan ini berakhirlah!" Ujar Neji lalu membuat sebuah kuda-kuda.
Beberapa orang berdarah Hyuga yang berada tribun penonton sedikit terkejut melihat kuda-kuda Neji. "Gerakan itu. Jangan bilang Ia menguasai tehnik itu." Ujar sang Tetua.
"Sepertinya begitu." Kata orang yang duduk di sampingnya.
"Nah! Hanabi lihatlah apa yang akan dilakukan oleh Neji. Ia akan melakukan salah satu jutsu andalan klan kita." Tambahnya. Mendengar perkataan orang di sampingnya. Hanabi langsung memfokuskan pandangan ke Neji.
Terlihat kaki kiri Neji sedikit dimajukan sementara kaki kanannya sedikit ditekuk sehingga posisi tubuhnya terlihat rendah. Tangan kirinya mengarah ke depan sejajar dengan kaki kirinya sementara tangan kanan mengarah kebelakang dan sedikit terangkat ke atas. Tempat berdiri Neji dan Naruto pun tampak sebuah gambar delapan lingkaran Trigram dan di tengah-tengah terdapat lambang Yin dan Yang. Neji lalu bergumam pelan.
Hakke Rokujūyon Shō
Setelah mengatakan tersebut. Neji pun memulai serangannya.
"Dua pukulan!"
"Empat pukulan!"
"Delapan pukulan!"
"Enam belas pukulan!"
"Tiga puluh dua pukulan!"
"Enam puluh empat pukulan."
Zwuush! Duaar!
Setelah menerima enam puluh empat pukulan Neji. Naruto langsung terhempas kebelakang dan dengan keras menghantam dinding. Kepulan debu pekat pun menghiasi tempat Naruto menghantam dinding. Seluruh penonton pun bersorak melihar serangan Neji.
"Hoaa! Hebat!"
"Itu adalah salah satu serangan andalan keluarga Hyuga."
"Dengan ini selesai sudah pertarungan ini." Kata Hiashi. "Seluruh titik Tenketsunya sudah ditutup. Ia tidak akan bisa mengeluarkan chakra lagi." Tambah Hiashi.
Sementara itu di tempat Kakashi dan lain. Mereka langsung membelalakan mata mereka melihat serangan milik Neji. Namun Kakashi belum sepenuhnya yakin bahwa Naruto sudah kalah.
"Hee! Sepertinya muridku sudah menang rival abadiku." Kata Gai sambil tersenyum ke arah Kakashi.
"Kita belum mengetahuinya Gay." Balas Kakashi.
Dan ditempat para peserta. Karin dan Kushina langsung berteriak sementara Sasuke masih memasang wajah datar.
"NII-CHAN/NARUTO-KUN!"
.
Back To Arena
Neji menatap lurus ke arah kepulan debu tempat Naruto begitu juga dengan Genma. Setelah itu Neji mengalihkan pandangan ke Genma lalu berkata.
"Wasit segere umumkan pemenangnya." Kata Neji sambil menonaktifkan Byakugan miliknya.
Genma sedikir ragu untuk mengatakan bahwa Neji sudah menang. Genma kembali menoleh ke arah kepulan debu yang mulai memudar. Ia pun menghela nafas sejenak. "Pemenangnya Hyu-"
Genma langsung menghentikan perkataannya ketika melihat di kepulan asap. Samar-sama bayangan seseorang yang sedang berdiri. Setelah kepulan debu menghilang tampaklah Naruto sedang berdiri walaupun tubuhnya penuh dengan debu dan di sudut bibirnya ada sedikit bercak darah. Neji langsung terkejut melihat Naruto. Tetapi mengingat Naruto sudah terkena jutsunya. Neji pun menyeringai. Beberapa orang yang mendukung Naruto pun tersenyum melihat Naruto.
"Walaupun kau bisa bertahan dari seranganku tetapi kau sudah tidak bisa mengeluarkan chakra karena seluruh titik Tenketsu milikmu sudah aku tutup." Kata Neji.
"Apa kau yakin?" Tanya Naruto datar. Lalu membentuk Handseal-Tiger.
Melihat apa yang dilakukan Naruto. Neji menyipitkan kedua matanya. Setelah itu Neji mengaktifkan Byakugan. Alangkah terkejutnya Neji melihat aliran chakra di dalam tubuh Naruto yang ternyata mengalir dengan normal. Bahkan beberapa penonton pun terkejut melihat Naruto melakukan Handseal.
"Ini mustahil. Mana mungkin ia bisa mengalirkan chakranya. Seluruh titik Tenketsu miliknya sudah ditutup." Kata Hiashi sedikit terkeju dengan Byakugan aktif yang mengarah ke Naruto.
.
"Ba-bagimana mungkin. Chakra milikmu sudah normal bahkan tidak berkurang sedikit pun?" Tanya Neji.
"Simpel! Aku membukanya kembali." Balas Naruto lalu melepas Handseal yang dibuatnya.
"Kau meremehkan Klan Uzumaki. Bisa dibilang kami memiliki aliran chakra yang spesial." Tambah Naruto. Walaupun perkataan sedikit berbohong.
Melihat lawannya masih belum kalah. Neji kembali memasang kuda-kuda dan Byakugan yang diaktifkan. "Walaupun kau bisa bertahan dari seranganku. Tetapi takdir telah ditentukan bahwa aku yang menang dalam pertandingan ini." Kata Neji.
"Kau dari tadi mengomel mengenai takdir...takdir...dan takdir. Itu membuatku terganggu." Kata Naruto lalu dengan melesat dengan kecepat Chunin ke arah Neji.
Sesampainya di depan Neji. Naruto langsung memberondong pukulan dan tendangan Low Level sehingga dengan mudah Neji menahan dan menghindari serangan dari Naruto. Namun banyaknya serangan yang dilancarkan Naruto membuat Neji terdesak hingga posisinya dan Naruto sudah dekat dengan dinding.
"Cih! Sudah kubilang takdir sudah menentukan bahwa aku yang menang walaupun kau menyerangku berkali-kali." Kata Neji.
Walaupun ocehan Neji mengenai 'takdir' menganggu pendengaran milik Naruto. Naruto melompat ke belakang Neji dan mengalirkan chakranya ke kaki kanannya. Neji memutar tubuhnya kebelakang. Alangkah terkejutnya Neji karena dalam waktu bersamaan Naruto melakuakn High Kick menggunakan kaki kanan yang telah dialiri chakra.
"Karena ocehanmu mengenai takdir sedikit menggangguku. Jadi kau akan menjadi korban pertama dari jutsu baruku." Kata Naruto.
Dugh! Zwuush!
"Uaaaah!" Gumam Neji.
Kaki kanan Naruto mengenai telat perut Neji sehingga membuat Neji terlempar kebelakang. Dengan cepat Naruto mengeluarkan delapan kunai bermata tiga lalu semuanya kunai tersebut diselipkan di masing-masing sela-sela jarinya. Setelah itu Naruto melempar kedelapan kunai tersebut ke arah Neji dengan kecepatan yang sama dengan laju terlemparnya Neji.
Genma dan beberapa ninja yang mengenali kunai yang dilempar Naruto pun terbebelak kaget. Pasalkan kunai tersebut adalah kunai spesial yang hanya digunakan oleh Yondaime-Hokage.
"Kunai itu! Jangan-jangan Naruto bisa menggunakan Hiraishin seperti Yondaime-sama." Gumam Genma sambil terbelalak kaget.
"Bocah itu! Ini mustahil!" Kata beberapa Ninja yang mengenali kunai yang Naruto lempar.
"Hee! Sepertinya Naruto menunjukannya." Kata Kakashi. Guy, Lee, Sakura, Ino dan Chouji pun menoleh ke arah Kakashi.
"Menunjukan?" Tanya semuanya.
"Lihat saja. Naruto akan memperlihatkan sesuatu menarik yang akan membuat orang-orang terkejut." Jawab Kakashi sambil melakukan Eye Smile.
.
Back To Fight
Ke-delapan kunai yang dilempar Naruto tidak mengenai Neji melainkan mengelilinya yang masih dalam keadaan terlempar. Naruto membentuk Handsael Kagebunshin dan menciptakan satu bunshin. Setelah itu Bunshin tersebut langsung menghilang diikuti kilatan kuning yang akhirnya membuat seluruh penonton menjadi terbelalak kaget.
Kilatan kuning langsung muncul di kunai yang berada di bawah Neji dan memunculkan bunshin tersebut yang langsung menendang perut Neji yang masih terlempar.
Dugh!
Bunshin tersebut kembali menghilang diikuti kilatan kuning dan muncul di kunai yang berada di atas Neji lalu meninju kepala Neji.
Bugh!
Kilatan kuning pun bermuncul yang diiringi pukulan dan tendangan pada Neji yang masih terlempar. Hingga akhirnya kilatan kuning muncul di kunai yang berada sedikit di depan Neji yang masih terlempar. Setelah bunshin tersebut muncul. Bunshin tersebut langsung memasukkan kedua tangannya ke sela ketiak Neji dan mengunci pergerakan Neji. Bunshin dan Neji pun langsung menghilang diikuti kilatan kuning.
Bunshin dan Neji langsung muncul di depan Naruto yang ternyata sudah menyiapkan sebuah pukulan yang sedikit dialiri chakra. Sang bunshin menghilang diikuti kepulan asap putih hingga menyisahkan Neji di depan Naruto.
Hiraishin : Jikū Shippū Senkō Ren no Dan Zero Shiki
Dugh! Duarr!
Setelah mengucapkan nama Jutsunya. Naruto langsung memukul perut Neji lalu mendorong pukulannya ke arah tanah sehingga Neji pun menghantam tanah dengan kuatnya hingga menciptakan kawah berukuran kecil yang dikelilingi kepulan debu tipis. Darah segar langsung dimuntahkan Neji saat menghantam tanah hingga membuatnya tidak sadarkan diri.
Berbagai macam ekspresi pun menghiasi wajah penonton. Mulai dari beberapa Ninja konoha yang terbelalak kaget. Penonton yang cengo karena cepatnya serangan milik Naruto. Kakashi serta teman-teman Naruto yang kagum. Hingga ada beberapa yang menyeringai melihatnya.
"Cepat sekali!" gumam beberapa penonton.
"Yondaime-Hokage!" Gumam beberapa Ninja Konoha.
"Serangan macam itu! Cepat sekali." Kata Sakura.
Ino mengangguk pelan. "Aku bahkan tidak melihat pergerakan Naruto." Kata Ino.
"Sewaktu Neji terlempar. ia terlihat menerima serangan dari kilatan kuning yang muncul di dekatnya." Tambah Chouji yang bahkan menghentikan acara makan kripiknya.
"I-itu kan Hiraishin." Kata Guy yang dilanda syok. Kakashi memasang Eye Smile sambil mengangguk pelan.
"Pertunjukan yang hebat Naruto. Aku bahkan belum pernah melihat Minato-sensei melakukan serangan Hiraishin seperti itu." Pikir Kakashi.
Tidak jauh beda dengan ekspresi di tribun penonton. Dua pengawal Hiruzen pun terbelalak kaget melihat serangan tadi.
"Sa-Sandaime-sama yang tadi itu Hiraishin." Kata salah satu pengawal Hiruzen yang hanya dibalas anggukan pelan.
"Bukan hanya penampilan yang mirip. Naruto bahkan bisa menggunakan Hiraishin seperti Yondaime-sama." Kata pengawal satunya
Hiruzen melirik ke pahatan wajah milik Minato sambil tersenyum. "Aku yakin Minato. Putramu akan malampauimu." Pikir Hiruzen
.
Back To Arena
Setalah kepulan debu tipis menghilang. Tampaklah Neji yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di tengah kawah. Tinju Naruto masih menempel di perut Neji. Naruto melepaskan tinjunya dari perut Neji lalu berdiri dan menoleh ke Genma yang masih terkejut hingga rumput yang selalu ia gigit pun terjatuh.
"Haha...Jangan terlalu berlebihan terkejutnya! Genma-san." Kata Naruto yang berhasil menyadarkan Genma dari keterkejutkannya.
Genma menggeleng pelan untuk pulih dari keterkejutannya. "Pemenangnya! Uzumaki Naruto." Kata Genma. Seluruh penonton yang sudah pulih dari ekspresi macam-macam mereka pun langsung bergemuruh.
Beberapa petugas medis keluar dan menghampiri Neji yang sedang tidak sadarkan diri. Setelah petugas medis memberikan sedikit chakra medis akhirnya Neji pun sadarkan diri namun belum bisa menggerakkan tubuhnya. Neji lalu diangkat ke atas tandu lalu dua petugas medis mulai mengankat tandu yang terdapat Neji di atasnya hingga mereka tiba di dekat Naruto yang hanya menatap Neji dengan datar.
"Kau tahu! Memang setiap orang mempunyai takdir tersendiri yang sudah ditentukan sejak lahir. Namun jika kita berusaha maka kita dapat mengubah takdir tersebut." Neji yang berada di atas tandu pun tersentak mendengar perkataan Naruto. Tak lama kemudian akhirnya ia pun mengerti dan mengukir senyum tipis.
.
.
Outside Konoha Wall
Sementara tahap keempat Ujian Chunin berlangsung ternyata diam-diam dua desa ninja memanfaatkan keadaan tersebut dengan berniat menginvasi konoha.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya seseorang
"Kita tinggal menunggu tanda sebelum memulai." Jawab orang disamping.
Di luar dinding Konoho ternyata dua aliansi desa ninja telah bersiap melakukan invasi pada konoha yang tinggal menunggu tanda untuk memulainya.
.
.
Konoha Stadium
Naruto kini berada di tempat khusus peserta atau lebih tepatnya sedang bersama dengan Sasuke, Karin dan Kushina.
"Yo Dobe pertarungan yang hebat." Kata Sasuke.
"Aku menunggumu di pertandingan selanjutnya Teme." Balas Naruto.
"Hn."
"Nii-chan tadi sempat menakuti kami setelah menerima serangan Neji." Umpat Karin.
"Hahaha...Mana mungkin aku kalah dengan jutsu seperti itu." Kata Naruto disertai tawa dan mengacak rambut Karin yang memasang wajah cemberut.
"Woi Dobe! Jutsu terakhir milikmu tadi benar-benar cepat dan mematikan." Kata Sasuke yang hanya dibalas anggukan pelan oleh Naruto.
Sementara mereka berempat berbincang-bincang. Pertandingan selanjutnya telah berlangsung antara Sabaku Temari melawan Nara Shikamaru. Pertandingan mereka berdua tidak kalah seru dengan pertandingan sebelumnya. Temari terus melancarkan serangan Fuuton menggunakan kipas besar miliknya sementara Shikamaru memikirkan cara untuk menjerat Temari dengan Kagemane miliknya.
Setelah hampir setengah jam bertanding akhirnya Shikamaru berhasil menjerat Temari dengan Kagemane miliknya. Namun alangkah terkejut semua orang karena Shikamaru mengankat tangannya dan mengatakan ia menyerah. Alasan Shikamaru menyerah adalah bertarung dengan wanita itu 'merepotkan'.
"Pemenangnya : Sabaku Temari!" Kata Genma.
Setelah melepas Kagemane miliknya Shikamaru berjalan menuju ke tangga yang menuju ke tempat para penonton sementara Temari menuju ke tempat para peserta.
"Baiklah. Kita menuju ke pertandingan selanjutnya." Kata Genma. "Aburame Shino melawan Sabaku Kankuro." Tambah Genma dengan keras.
"Maaf! Aku mengundurkan diri jadi lanjutkan saja ke pertandingan selanjutnya." Kata Kankuro sambil mengankat tangannya.
Beberapa orang pun terkejut mendengar Kankuro mengundurkan diri. Shino yang menjadi lawannya pun mendecih tidak suka. Sementara Naruto langsung menatap Kankuro dengan tatapan penuh selidik.
"Ada yang aneh disini. Dia kan lumayan hebat mengapa ia menyerah." Pikir Naruto.
"Kalian berdua disini sebentar. Aku ingn menemui Kakashi-sensei." Kata Naruto. Karin dan Kushina mengangguk paham sementara Sasuke hanya memasang wajah datar.
"Selanjutnya kau Sasuke. Berjuanglah!" Kata Naruto.
"Hn." Balas Sasuke.
Setelah itu Naruto langsung meninggalkan ketiganya dan menuju ke tempat Kakashi yang berada di Tribun penonton. Sementara Genma mengumumkan pertandingan selanjutnya.
"Karena Sabaku Kankuro menyerah. Kita lanjutkan ke pertandingan selanjutnya. Uchiha Sasuke melawan Sabaku Gaara." Kata Genma.
Kedua peserta yang disebut namanya langsung beranjak dari tempat peserta dengan tenang. Sementara itu Naruto sudah tiba di tempat Kakashi. Naruto menutup kepalanya dengan tudung jaketnya agar tidak dilempari pertanyaan oleh yang lain.
"Ada apa Naruto?" Tanya Kakashi yang menyadari kedatangan Naruto.
"Aku merada ada yang aneh disini. Contohnya orang yang bernama Kankuro tadi, kurasa ia mempunyai alasan kenapa mengundurkan diri." Jawab Naruto. "Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi." Tambah Naruto dengan nada pelan agar tidak di dengar oleh yang lain.
"Begitukah?" Naruto mengangguk pelan. "Aku akan terus waspada." Sambung Kakashi.
"Ngomong-ngomong. Jutsu milikmu yang tadi benar-benar hebat. Aku bahkan tidak pernah melihat Minato-sensei melakukan serangan Hiraishin seperti tadi." Kata Kakashi.
"Itu adalah salah satu serangan andalan Yondaime-Hokage. Ia menamakannya 'Hiraishin : Jikū Shippū Senkō Ren no Dan Zero Shiki'." Balas Naruto.
"Sebenarnya penutupan serangan itu adalah Rasengan. Kakashi tau sendiri kan jika aku menutupnya dengan Rasengan." Tambah Naruto. Kakashi pun mengangguk pelan.
Guy, Sakura, Ino, Lee dan Chouji yang mendengar Kakashi berbicara pada seseorang langsung berbalik ke arah Kakashi.
"Wah! Ada Naruto yang semangat mudanya membara. Selamat atas kemenanganmu." Kata Guy sambil mengacungkan jempol ke arah Naruto. Cliing! Sebuah kilatan muncul dari senyum Guy.
"Selamat Naruto-san. Aku tak menyangka Neji bisa kalah." Puji Lee.
"Selamat Naruto. Jutsu milikmu tadi sangat hebat dan cepat. Apa nama jutsunya?" Tanya Sakura setelah memberi pujian. Diikuti anggukan oleh kelima orang yang juga ingin tahu apa nama jutsunya. Mereka tidak mendengar percakapan Naruto dan Kakashi mengenai jutsu tadi.
"Kau tak usah tau namanya." Jawab Naruto datar. Lima orang yang penasaran pun hanya menghela nafas karena tidak dapatkan nama jutsu Naruto.
Sementara di tengah arena. Ternyata pertandingan antara Sasuke dan Gaara telah dimulai.
.
.
(Pertandingannya sama seperti di canon)
.
.
Setelah mundur hingga naik ke dinding pembatas. Sasuke menyiapkan Chidori yang diajarkan Kakashi untuk menyerang Gaara yang berlindung di dalam pasirnya. Semua orang yang mengenali Chidori yang dikeluarkan Sasuke pun terkagum-kagum.
Sasuke langsung melesat ke arah pasir yang melindungi Gaara sambil membawa Chidori. Tanah yang dilewati Sasuke pun meninggalkan jejak. Sesampainya di dekat pasir Gaara. Sasuke langsung dihadang oleh beberapa tombak pasir yang keluar dari pelindung pasir Gaara. Dengan lincah Sasuke menghindari tombak tersebut walaupun pipinya sedikit tergore.
Chidori
Jraash! Jleeb!
"ARRRRGGGHHHH!" Teriak Gaara dari dalam pelindung pasirnya. Ternyata Chidori Sasuke berhasil menembus pertahanan Gaara dan membuat bahu Gaara terkena dan mengeluarkan darah.
"Gawat! Gaara terluka. Ini pasti akan menghambat rencananya." Gumam Temari.
Duaarrrr!
Sebuah ledakan besar pun terjadi di tempat Hokage dan Kazekage membuat semua orang yang berada di stadium tersebut terkejut.
~~~ TBC ~~~
#NOTE
Hiraishin : Jikū Shippū Senkō Ren no Dan Zero Shiki = Tehnik Dewa Petir : Badai Kilat kuning zero Style.
(Kalau tidak tahu ini adalah Ultimate Ninjutsu milik Edo Tensei Minato di Game Naruto Shippuden Strorm Revolution. Bedanya Naruto menutupnya dengan pukulan bukan Rasengan).
#Akhirnya Chapter 16 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan Beberapa Review.
R : Buat aja Naruto menyegel Rinnegang-nya tp hanya untuk sampai Shippuden ..
B : Author akan pikirkan.
R : yo lanjut Lompoberang san
dan masukkan hinata dong ke pair naruto!
please (Puppy Eyes no Jutsu)
B : Untuk saat ini dan mungkin tidak akan berubah, pair Naruto hanya Kushina.
R : Lanjut ...
Chap ni banyak actionnya, dan agak membosankan tapi emang harus gitu dari pada di skip, nanti kalo adegan yang penting di skip malah kecepetan alurnya dan jadi gak jelas.
Hem thor buat NaruKushi and Karin, sesekali liburan yang di muat dalam satu chap, menurut gw kalo kebanyakan action malah jadi membosankan, dan sedikit kasih romance NaruKushi
Udah itu aja ..
B : Arigato...
Nanti Author buat satu chapter untuk Trio Uzumaki libur.
R : crita-a makin menarik, hnya saja msih bnyak kata2 yg hilang. tp okelah...
oya pngendalian chakra naruto kan udh smpurna, knpa koq mmbuat rasenggan sperti-a susah kali..?
B : Kata-kata yang hilang akan Author perbaiki.
Untuk Rasengan di chapter ini sudah dijelaskan Naruto menguasainya dalam waktu dua hari.
R : Yoo...Lanjut Thor-san
Jangan sampai Discontinue Yaa...karena banyak Fict bagus tetapi berhenti di tengah2...
B : Author akan berusaha agar tidak Discontinue
R : Lanjt senpai
Dan bisa Hinata tolong ditambahkan menjadi Pair Naruto...
B : Untuk saat ini dan mungkin tidak akan berubah, pair Naruto hanya Kushina.
R : Saran buat Author..
Setidaknya alur invasi konoha berbeda dengan di canon
KariKushi yang ngelawan Gaara
Naruto membantu Sandaime buat ngelawan si ular pedo
Ini aja saran dari Saya...
Lanjut Tho-san...
B : Alur Invasi Konoha akan Author usahain berbeda. Dan kedua saran anda boleh juga.
R : Mantap Thor
satu kata dari saya...Mantap!
Lanjt dan semoga tk discontinue
B : Author akan berusaha agar tidak Discontinue
R : Thor, klo bisa pas lg invasi konoha jgn mainstream,,
biasanya klo fic lain sandaime mati,Naru nyari Tsunade...
bikin alur kejutan aja thor,sesuai imajinasi liar #plak
adakah yg ahli Fuinjutsu diantara Kushi-Karin?
B : Alur Invasi Konoha akan Author usahain berbeda
Keduanya bisa Fuinjutsu tapi masih lama.
R : Thor, apa nanti Naruto bisa memakai
1. mokuton : shinsuusenju no jutsu ?
2. Bijuumode ?
3. Dan seluruh kemampuan dari sage of the six path ?
B : Kita lihat saja nanti.
R : Lanjut Thor!
dan tambain Hinata dalam Pair Naruto.
B : Untuk saat ini dan mungkin tidak akan berubah, pair Naruto hanya Kushina.
R : Apa Naru bisa gunain chibaku tensei dan jutsu rinnegan yang lain?
Oke lanjut..
B : Iya bisa.
R : Thor saat Invasi nanti Naru lawan siapa? apa Gaara ato Orochi?
Dan apa Sandaime akan mati?
Chapter selanjutnya ditunggu!
B : Lihat saja nanti di Chapter depan.
R : No comen thor, cuma minta di lanjutin aja & tambahin words nya,,,:-D
#ini fic akan slalu aku tunggu
B : Ni Author udah lanjut dan banyak wordx tergantung chapternya sendiri
R : Siapa yg bisa manggil kochiyose katak,Karin apa Khusina?
lanjut and update,,,_
B : Keduanya bisa memanggil Kuchiyose katak.
R : Thor klo bisa kochiyose nya naruto kyubi ama sanbi atau sanbi aja ( hehe )
B : Kuchiyose Naruto baru Kyubi/Kurama dan Hajiri Senshi
R : Oke Lanjut Tor..
Sekalian mau nanya kapan time skip ke Shippuden?
B : Setelah Sasuke meninggalkan desa. mungkin.
R : Oke Lanjt Tor..
Sekalian minta jadwal Updatenya Tor
B : Jadwalnya tergantung cepar ato lambatnya satu chapter selesai ditulis.
R : Kapan Update lagi?
B : Ni udah Update.
R : Lanjut Senpai!
apa nanti Naruto menguasai Sage Mode atau malah Karin dan Kushina yang menguasainya?.
B : Itu Author masih pikirin.
R : Okey lanjut thor jangan ampe putus di tengah thor...!
B : Author akan berusaha agar tidak Discontinue
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
