CHAPTER 17 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina, Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 17 : KONOHA INVASION (PART I)::..
Duaaar!
"HOKAGE-SAMA!" Teriak Ninja Konoha.
Sebuah ledakan di tempat Hokage dan Kazekage pun mengagetkan semua orang yang berada di Konoha Stadium. Kekagetan semua orang terhenti ketika ribuan bulu beterbangan di sekitar mereka membuat mereka tertidur kecuali ninja yang berhasil mematahkan Genjutsu tersebut. Beberapa Ninja Oto dan Suna pun keluar dari penyamaran mereka sebagi penduduk. Kakashi, Guy dan Naruto pun langsung menyerang mereka dengan Taijutsu.
Sementara di tengah-tengah arena. Sasuke melompat mundur ketika pelindung pasir milik Gaara mulai hancur.
"Apa yang terjadi?" Gumam Sasuke sambil memperhatikan area sekitar.
Tap! Tap! Tap!
Baki, Temari dan Kankuro mendarat di dekat Gaara yang terluka. Sasuke langsung memasang kuda-kuda bertarung melihat ketiga orang tersebut. Genma pun tidak tinggal diam, ia berlari ke samping Sasuke.
"Sepertinya kita diserang." Kata Genma.
Kankuro da Temari langsung membopoh tubuh Gaara yang sedang terluka. Genma menoleh ke arah Tribun penonton dan melihat Naruto, Kakashi dan Guy sedang bertarung dengan ninja yang menggunakan Hitae-atte Sunagakure dan Otogakure. Melihat hal tersebut Genma pun mengetahui bahwa Konoha sedang diserang Sunagakure yang beraliansi dengan Otogakure. Dengan cepat Genma langsung menyerang empat orang didepannya.
"Kalian berdua! Cepat bawa Gaara pergi dari sini hingga ia siap!" Perintah Baki yang berlari untuk menghadang Genma. Kankuro dan Temari mengangguk paham.
Kankoru dan Temari yang sedang membopoh Gaara pun langsung menghilang menggunakan Shunshin. Melihat ketiganya kabur, Sasuke langsung mengejar mereka. Sedangkan Genma dan Baki pun memulai pertarungan mereka.
.
Sementara itu di tempat Hokage dan Kazakage. Hiruzen berhasil menghindari ledakan tersebut dengan cara melompat keatas diikuti Kazekage. Kedua mendarat dengan sempurna di atas atap. Bersamaan dengan pakaian Kazekage pun terbuka dan menampilkan Si Ular Pedo a.k.a Orochimaru.
"Orochimaru! Jadi kau beraliansi dengan Sunagakure untuk menginvasi konoha. Apa alasanmu menyerang Konoha adalah kejadian waktu itu?" Tanya Hiruzen.
"Itu benar Sarutobi." Balas Orochimaru. "Cepat lakukan!" Perintah Orochimaru entah pada siapa.
Entah darimana muncul. Empat pengawal Orochimaru pun muncul dan membentuk formasi persegi panjang yang mengurung Hiruzen dan Orochimaru. Keempat orang tersebut membuat Handseal secara bersamaan dan muncullah sebuah Kekkai yang mengurung Hiruzen dan Orochimaru.
.
Bersamaan dengan ledakan di Konoha Stadium. Tiga ekor ular raksasa menerobos dan menghancurkan dinding Konoha. Setelah dinding tersebut roboh ribuan ninja Oto dan Suna pun memasuki Konoha dan memulai Invasi mereka. Namun ratusan Ninja Konoha tidak tinggal diam saja melihat Oto dan Suna menginvasi desa. Akhirnya pertarungan pun terjadi di beberapa penjuru desa Konoha.
.
Kembali ke Konoha Stadium tepatnya di Tribun penonton. Setelah mengatasi beberapa ninja Oto dan Suna. Naruto, Kakashi dan Guy berkumpul tidak lupa pula Sakura yang telah mematahkan Genjutsu yang mengenainya.
"Sial! Sudah kuduga akan terjadi." Kata Naruto.
Tak lama kemudian Karin dan Kushina menghampiri mereka.
"Nii-chan sepertinya desa sedang diserang." Kata Karin diikuti anggukan oleh Kushina.
"Tiga Genin dari desa Sunagakure yang mengikuti Ujian Chunin tiba-tiba saja pergi meninggalkan tempat ini. Sepertinya Genin yang memiliki kemampuan mengendalikan pasir itu memilik peran yang penting." Tambah Karin.
"Oh! Begitu rupanya. Otogakure dan Sunagakure ternyata berencana mengeluarkan Ichibi di Konoha." Pikir Naruto.
"Satu lagi. Sasuke sepertinya pergi mengejar mereka." Ujar Kushina. Sontak membuat Sakura menjadi terkejut. "Sa-Sasuke-kun mengejar mereka." Karin dan Kushina mengangguk pelan.
"Begini saja. Karin-chan dan Kushina-chan pergi dan kejar Sasuke oh salah. Ketiga Genin Sunagakure itu. Jika ketemu coba tahan mereka selama mungkin dan kalau perlu kalahkan mereka bertiga." Kata Naruto. Karin dan Kushina mengangguk paham.
"Apa kau gila Naruto. Menyuruh adik dan Kushina melawan tiga Genin Suna itu." Umpat Sakura. Naruto membalas dengan anggukan kecil. "Kalau begitu aku juga ikut." Tambah Sakura.
"Dan satu lagi. Jangan sampai terluka parah apalagi mati. Kalau perlu jangan ragu untuk mengeluarkan seluruh kemampuan kalian. Paham?" Karin dan Kushina mengangguk paham mendengar perkataan Naruto.
"Naruto-kun sendiri ingin melakukan apa?" Tanya Kushina.
"Aku akan membantu Jiji. Sepertinya ia sedang melakukan pertarungan di sana." Jawab Naruto menunjuk Kekkai tempat Hiruzen dan Orochimaru di atas atap.
"Bagaimana Kakashi-sensei?" Tanya Naruto yang melihat Kakashi yang dari tadi hanya mendengarkan. "Terserah padamu saja." Jawab Kakashi.
"Tapi bagaimana cara kami mengejar Sasuke dan ketiga Genin Suna itu. Aku sudah tidak mendeteksinya lagi." Kata Karin. "Serahkan itu padaku." Timpal Kakashi lalu membuat Handseal dan menghentakkan kedua tangannya di lantai.
Kuchiyose no Jutsu
Pooft!
"Ada apa Kakashi?" Tanya sesuatu dibalik asap putih."Yo Pakkun. Bantu mereka untuk melacak bau Sasuke." Jawab Kakashi. Setelah asap putih menghilang tampak seekor anjing kecil yang di kepalanya terdapat Hitae-atte Konoha.
"Aku mengerti." Ujar Pakkun lalu mulai mengendus area sekitar dan tak lama kemudian akhirnya ia menemukan bau Sasuke. "Aku menemukannya. Ikuti aku!" Perintah Pakkun lalu mulai beranjak dari tempatnya diikuti Karin, Kushina dan Sakura.
Dan tanpa mereka sadari ternyata Shino dan Shikamaru juga pergi mengejar Sasuke dan tiga Genin Sunagakure. Setelah kepergian Tim pengejar Sasuke. Beberapa Ninja Suna pun muncul di depan Naruto, Kakashi dan Guy.
"Heeii Kakashi! Sepertinya kita kedatangan tamu." Umpat Guy. Kakashi hanya mengangguk pelan. "Naruto! Pergi dan bantu Hokage-sama. Kami akan menahannya disini." Kata Guy.
"Tunggu Naruto! Bagaimana caramu ke tempat Hokage-sama. Tempat meraka terlindung oleh Kekkai?" Tanya Kakashi. Naruto memutar bosan bola matanya. "Aku sudah menandai Jiji. Jadi aku tinggal berteleportasi ke tempatnya." Jawab Naruto lalu menghilang diikuti kilatan kuning..
.
.
Sandaime Place (Beberapa menit sebelum Naruto tiba)
Setelah Kekkai yang mengurung keduanya terbentuk sempurna. Beberapa Anbu yang ingin membantu Hokage mereka untuk melawan Orchimaru harus terhenti karena mereka dihadang oleh 20 Ninja Sunagakure. Pertarungan antara Anbu Konoha melawan 20 Ninja Suna pun terjadi di luar Kekkai.
Sementara di dalam Kekkai. Hiruzen maupun Orochimaru masih belum bergerak sama sekali. Mereka berdua saling memandang satu sama lain. Baik Hiruzen maupun Orochimaru mengingat masa lalu mereka sewaktu masih berstatus guru dan murid.
"Mari kita mulai saja Sarutobi!" Kata Orochimaru lalu berlari ke arah Hiruzen.
Melihat Orochimaru berlari ke arahnya dengan cepat Hiruzen merapalkan sebuah Handseal lalu menghentakkan tangannya di permukaan atap.
Doton : Doryu Taiga
Seketika permukaan atap di depan Hiruzen pun berubah menjadi lumpur dan menjalar ke arah Orochimaru yang berlari. Alhasil Orochimaru langsung berhenti berlari karena kedua kakinya terjebak di lumpur. Hiruzen yang melihat Orochimaru sudah tidak bisa bergerak langsung membentuk sebuah Handseal dan menarik nafas dalam-dalam.
Katon : Karyuu Endan
Hiruzen menghembuskan peluru api berintensitas sedang lalu berubah menjadi seekor naga yang langsung melesat ke arah Orochimaru yang terjebak di lumpur buatannya.
Blaar!
Peluru api berbentuk naga api pun langsung menghantam Orochimaru hingga tercipta ledakan yang cukup besar. Perlahan kobaran api mulai menghilang. Hiruzen sedikit terkejut karena melihat tempat Orochimaru terkena ledakan. Bukannya Orochimaru yang hangus melainkan seekor ular berukuran sedang.
Sekali lagi Hiruzen kembali terkejut karena tepat dibelakangnya tiba-tiba saja Orochimaru keluar dari permukaan. Dengan cepat Hiruzen langsung melompat menjauh.
Tap! Tap!
Hiruzen mendarat tepat di sampin ujung genangan lumpurnya. "Hampir saja." Guma Hiruzen pelan namun pandangannya tetap mengarah ke Orochimaru.
"Seriuslah Sarutobi! Jutsu seperti itu tak akan mengalahkanku." Kata Orochimaru. Hiruzen yang mendengar perkataan Orochimaru pun langsung memasang wajah serius. "Baiklah kalau itu maumu." Balas Hiruzen.
Setelah itu Hiruzen langsung melepaskan Jubah Hokage miliknya dan kini ia mengenakan pakaian yang khusus ia gunakan ketika bertarung. Dengan kecepatan Jounin Hiruzen melesat sambil memegang empat shuriken ke arah Orochimaru.
Orochimaru tidak tinggal diam. Ia langsung mengarahkan kedua tangannya ke depan. Dari kedua tangan Orochimaru empat ular keluar dan langsung melesat bagaikan peluru ke arah Hiruzen. Dengan cepat Hiruzen melompat ke atas untuk menghidari keempat ular lalu melempar keempat shuriken yang ia pegang ke masing-masing ular tersebut.
Jleeb! Jleeb! Jleeb! Jleeb!
Keempat shuriken pun menewaskan keempat ular tersebut. Setelah melempar shuriken yang dipegangnya. Hiruzen memutar tubuhnya yang masih berada di udara menghadap ke tempat Orochimaru. Hiruzen menyipitkan matanya melihat Orochimaru yang sudah menyelesaikan Handseal.
Setelah melakukan Handseal, Orochimaru mengarahkan tangan kanannya ke Hiruzen. Tangan kanan Orochimaru langsung berubah menjadi seekor ular berukuran besar yang dapat menelan Hiruzen bulat-bulat. Ular tersebut membuka mulutnya lebar-lebar untuk menelan Hiruzen yang masih berada di udara.
Tap! Tap!
Hiruzen menahan rahang atas ular tersebut dengan kaki kanan sementara rahang bawah ditahan kaki kiri. Alhasil ular tersebut tertahan dengan mulut menganga. Masih dalam posisi yang sama, Hiruzen membuat Handseal lalu menarik nafas dalam-dalam.
Katon : Endan
Duaar!
Hiruzen menyemburkan peluru api ke dalam tubuh ular tersebut melalui mulut ular yang terbuka lebar karena ditahan oleh kedua kakinya. Tubuh ular tersebut langsung membesar lalu meledak berkeping-keping. Dengan cepat Orochimaru melepaskan ular yang tersambung dengan tangan kanannya agar tidak terkena efek ledakan.
"Jenius seperti biasa. Tidak salah orang-orang menyebutmu 'The Profesor'." Puji Orochimaru.
"Orang-orang tak akan memberi gelar pada seseorang tanpa alasan." Balas Hiruzen.
Setelah membalas pujian 'mantan' muridnya. Hiruzen langsung melesat ke arah Orochimaru sambil membuat Handseal. Orochimaru tidak tinggal diam Ia juga membuat sebuah Handseal. Seekor ular yang berukuran lebih besar dari sebelumnya langsung keluar dari permukaan atap dan melesat ke Hiruzen.
Zwuush! Tap!
Hiruzen melompat ke atas tubuh ular tersebut lalu berlari di atasnya. Handseal miliknya pun telah selesai. Hiruzen bergumam pelan mengucap nama jutsunya.
Katon : Ryuuka no Jutsu
Seekor naga yang terbuat dari api langsung melesat ke arah Orochimaru yang masih berdiri di depan ular besarnya. Melihat seekor naga api melesat ke arahnya, dengan cepat Orochimaru melompat masuk ke dalam tubuh ularnya dan dengan cepat kepala ular tersebut langsung berbalik ke arah Hiruzen yang berlari di atas tubuhnya.
Sreet!
Hiruzen mengerem tubuhnya lalu berbalik kebelakang dan melihat kepala ular yang dinaikinya tengah bersiap menggigit tubuhnya. Hiruzen segera berjongkok lalu mencengkram tubuh ular tersebut dengan kedua tangan dan kuat Hiruzen mengankat tubuh ular tersebut.
"SRAAAAKK!"
Ular tersebut langsung merintih kesakitan (?) karena menggigit tubuhnya sendiri bukannya Hiruzen. Dengan cepat Hiruzen melompat ke udara agar tidak terlempar karena ular tersebut menggeliat kasar karena kesakitan. Dalam keadaan melayang di udara, Hiruzen terkejut karena tiba-tiba Orochimaru keluar dari ular besar dibawahnya, namun ia segera sadar dari keterkejutannya karena itu merupakan kemampuan Orochimaru yang dapat dengan mudahnya keluar masuk dari tubuh ularnya.
Setelah keluar dari tubuh ularnya, Orochimaru langsung memanjangkan lehernya ke arah Hiruzen. Setelah berjarak hampir 2 meter, Orochimaru membuka mulutnya lebar-lebar lalu mengeluarkan Kusanagi dari dalam mulutnya. Setelah Kusanagi milik keluar hampir setengahnya. Orochimaru menambah kecepatan lehernya untuk menusuk dada Hiruzen.
"Kepalanya cepat sekali." Pikir Hiruzen melihat kecepatan kepala Orochimaru dengan Kusanagi yang bersiap menusukknya
Hiruzen bersiap melakukan lompatan di udara ketika jarak ujung Kusanagi Orochimaru dengan dadanya sudah mencapai setengah meter. "Sial! Walaupun berhasil menghindari tusukan di dada, bagian perutku pasti terkena." Umpat Hiruzen dalam hati.
Perkiraan Hiruzen pun tepat karena ujung Kusanagi Orochimaru hampir menusuk bagian samping perutnya. Namun Hiruzen maupun Orochimaru langsung terkejut karena tiba-tiba sebuah kilatan kuning muncul tepat di depan Hiruzen.
Dugh!
Setelah kilatan kuning menghilang dan memunculkan Naruto yang langsung menendang kepala Orochimaru. Hasilnya kepala Orochimaru pun langsung terlempar dan diikuti tubuhnya yang tertarik karena kepala Orochimaru terlempar cukup jauh.
"Naruto!" gumam Hiruzen melihat Naruto yang tiba-tiba muncul dan menendang kepala Orochimaru sehingga Kusanagi milik Orochimaru tidak menusuk perutnya.
Duagh! Sreeet! Jleeb!
Kepala diikuti tubuh Orochimaru menghantap permukaan atap lalu terseret beberapa meter. Kusanagi miliknya pun terlepas dari mulutnya dan menancap tidak jauh darinya.
Tap! Tap!
Hiruzen dan Naruto mendarat bersamaan tidak jauh dari Orochimaru yang masih tergeletak. Tidak jauh dibelakang mereka berdua ular besar Orochimaru pun telah menghilang.
"Apa yang kau lakukan disini, Naruto?" Hiruzen melempar pertanyaan retoris yang sudah tentu ia sudah mengetahui jawabannya. "Jiji sudah pasti mengetahuinya." Jawab Naruto menatap Hiruzen sambil memperlihatkan cengirannya.
"Bagaimana dengan desa konoha, Naruto?" Tanya Hiruzen kembali. "Jiji tau sendirikan." Jawab Naruto. Hiruzen mengangguk paham jika Konoha sedang diinvasi Oto-Suna.
.
Sementara itu diluar Kekkai. Beberapa Anbu yang tadinya bertarung melawan 20 ninja Oto-Suna kembali memperhatikan dengan seksama kejadian yang terjadi di dalam Kekkai setelah mengalahkan 20 ninja Oto-Suna.
"Lihat!" tunjuk Anbu bertopeng Bear ke dalam Kekkai. "Bukannya bocah yang berdiri di dekat Hokage-sama adalah Genin yang bisa menggunakan Hiraishin. Bagaimana ia bisa melewati Kekkai ini? Tanyanya pada rekan Anbu di sampingnya.
"Sudah pasti ia menggunakan Hiraishin, Baka. Ia pasti sudah menaruh Fuin Hiraishin di tubuh Hokage-sama." Jawab rekan Bear yang mengenakan topeng Eagle. "Benar juga, aku lupa." Umpat Anbu Bear.
Perbincangan mereka langsung terganggu karena 20 Ninja Oto-Suna kembali muncul di belakang mereka. Pertarungan pun kembali terjadi di luar Kekkai. Hingga kedua belah pihak bertarung menjauh dari Kekkai.
"Kuharap Genin itu bisa membantu Hokage-sama." Pikir seluruh Anbu tersebut.
.
Inside Barrier (Kekkai)
Setelah beberapa saat akhirnya Orochimaru berhasil berdiri lalu menatap tajam ke arah Hiruzen dan Naruto. Orochimaru terkekeh pelan membuat Naruto dan Hiruzen menaikkan sebelah alis mereka.
"Khukuku...Ternyata kau mendapat bantuan Sarutobi." Kata Orochimaru. "Tetapi aku tak menyangka bantuanmu adalah si bocah Hiraishin." Tambah Orochimaru.
Hiruzen manatap bingung Orochimaru. Bagaimana bisa ia mengenal Naruto namun ia langsung teringat bahwa selama pertandingan berlangsung ternyata Kazekage adalah Orochimaru. "Kita bertemu lagi Hebi-kun." Sapa Naruto datar membuat Hiruzen kembali bingung.
"Kau sudah bertemu dengan Orochimaru sebelum ini Naruto?" Tanya Hiruzen. Naruto mengangguk pelan. "Iya sewaktu tahap kedua. Aku sempat bertarung dengannya." Jawab Naruto.
"Akhirnya aku mengerti kenapa ia repot-repot menyamar menjadi Genin. Ternyata ia berniat menyerang Konoha." Tambah Naruto. "Aku mengira ia hanya mengincar Teme. Ternyata bukan hanya itu." Sambung Naruto dalam hati.
"Khukukuku!" Hiruzen dan Naruto langsung menoleh ke arah Orochimaru yang tiba-tiba tertawa ala psikopat. "Bukan hanya kau yang mempunyai bantuan Sarutobi." Kata Orochimaru.
Tatapan Hiruzen dan Naruto pun langsung menajam ketika mendengar perkataan Orochimaru. "Aku juga mempunyai bala bantuan." Kata Orochimaru sambil membuat Handseal.
Takut Orochimaru melakukan hal yang mengejutkan. Hiruzen langsung mengeluarkan tiga shiruken dan langsung melemparnya arah Orochimaru. Namun Hiruzen sedikit terlambat karena Orochimaru telah menyelesaikan Handseal-nya sambil bergumam sangat pelan agar tidak terdengar.
Kuchiyose : Edo Tensei
Jleeb! Jleeb! Jleeb!
Ketiga shuriken yang dilempar Hiruzen langsung menancap pada dua peti yang tiba-tiba keluar dari permukaan atap. Orochimaru pun menyeringai evil melihat kedua peti di depannya. Sementara Hiruzen menatap horor kedua peti depan Orochimaru. Sedangkan Naruto hanya memandang datar kedua peti tersebut.
"Jangan-jangan jutsu ini!." Pikir Hiruzen. Tatapan datar Naruto langsung berubah ketiga mengetahui pikiran Hiruzen. "Jutsu?" Tanya Naruto dalam hati.
Perlahan penutup kedua peti tersebut mulai terjatuh kedepan.
Braak! Braak!
Hiruzen langsung terbelalak kaget melihat duo sosok yang berada di dalam peti tersebut. Tidak jauh beda dengan Naruto yang terkejut karena mengenali kedua sosok yang berada di dalam peti tersebut.
.
.
.
Sementara itu tidak jauh dari desa Konoha. Sasuke berhasil menghadang Temari dan Gaara. Walaupun sempat di hadang oleh Kankuro yang berniat menghalanginya, tetapi niat Kankoru langsung sirna karena Shino tiba-tiba muncul dan menyuruh Sasuke untuk mengejar Gaara dan Temari sementara ia berhadapan dengan Kankuro. Sementara Shikamaru dihadang oleh 10 ninja Suna tetapi berhasil mengalahkan mereka karena tiba-tiba saja Jounin perokok berat a.k.a Sarutobi Asuma datang membantunya.
Setelah berhasil menyusul Gaara dan Temari. Sasuke langsung menyerang keduanya namun Temari memberikan perlawanan. Di sela-sela pertarungan Sasuke dan Temari, Gaara akhirnya sadar. Luka di bahunya telah sembuh begitupula dengan chakranya yang sudah pulih. Gaara langsung memerintahkan Temari untuk menjauh namun Temari menolaknya dengan alasan Gaara harus mempersiapkan diri untuk rencana. Gaara tidak memperdulikan alasan Temari dan langsung berhadapan dengan Sasuke.
Pertarungan sengit antara Sasuke melawan Gaara pun terjadi. Sasuke berhasil menyudurkan Gaara sehingga mau tidak mau Gaara harus menggunakan chaka Ichibi. Sontak hal itu langsung membuat Temari menjadi sedikit ketakutan.
Kini keadan menjadi terbalik. Sasuke yang tadinya menyudutkan Gaara kini ia yang disudutkan oleh Gaara. Tidak ambil pusing Sasuke langsung menyerang Gaara dengan Chidori sehingga lengan kanan Gaara yang terselimuti pasir Ichibi langsung hancur tetapi Ia langsung menumbuhkan pasir Ichibi di lengan kirinya.
Akhirnya Sasuke berhasil terkapar karena chakra miliknya telah terkuras habis karena menggunaka Chidori sebanyak dua kali. Pertama saat pertandingan, kedua pada serangan sebelumnya. (Ingat! Ingat Sasuke tidak memiliki Curse Mark di lehernya).
Melihat Sasuke yang terkapar di atas dahan pohon. Gaara tertawa ala Psikopat lalu melompat untuk menyerang Sasuke dengan lengan kiri yang dilapisi pasir milik Ichibi. Ketika hampir mencapai Sasuke tiba-tiba saja..
Duagh! Duagh! Braak!
Karin dan Kushina langsung muncul dan menendang Gaara sebelum Ia menyerang Sasuke. Gaara pun terlempar dan menabrak dahan pohon di belakangnya hingga hancur.
Tap! Tap!
Karin dan Kushina mendarat di dahan pohon tidak jauh dari Sasuke lalu diikuti Sakura dan Pakkun yang baru saja tiba. Setelah keempatnya datang Sasuke pun kehilangan kesadaran dan pingsan. Namun sebelum pingsang samar-samar Sasuke melihat orang yang menolongnya.
"Karin, Kushina apa yang mereka lakukan disini dan dimana Dobe." Umpat Sasuke dalam hati sebelum pingsan.
"Sakura, Pakkun! Bawa pergi Sasuke pergi dari sini! Kami akan menahannya." Perintah Kushina tampak menoleh kebelakang. Sakura yang berada di belakang mereka mengangguk paham.
Dengan cepat Sakura langsung menghampiri Sasuke yang sudah terkapar tidak sadarkan diri. Sementar Pakkun masih diam di tempatnya sambil mengendus-ngendus udara. Setelah mengendus-ngendus area sekitar, Pakkun mencium bau Temari yang bersembunyi tidak jauh dari mereka.
"Ternyata ia tidak sendiri, satu rekannya bersembunyi tidak jauh dari sini." Pikir Pakkun. "Kalian berdua. Musuh kalin bukan hanya dia, salah satu rekannya bersembunyi disana." Kata Pakkun pada Karin dan Kushina yang berada di depannya.
"Pakkun benar! Aku juga mendeteksinya dengan sensorku. Tetapi kelihatannya ia tidak bergerak sama sekali. Apa ia ketakukan dengan wujud rekannya itu." Kata Karin.
"Mereka menyadari keberadaanku. Sial!" gumam Temari yang berada di balik pohon tidak jauh dari mereka. "Aku ingin membantu Gaara tetapi jika ia sudah berwujud seperti itu. Mungkin ia juga akan menyerangku." Tambah Temari.
.
Setelah menaikkan Sasuke di punggungnya. "Kalian berhati-hatilah!" Kata Sakura. Karin dan Kushina mengangguk pelan tanpa menoleh kebelakang.
Sakura yang menggendong Sasuke langsung beranjak dari tempat itu diikuti Pakkun. Melihat Sakura, Sasuke dan Pakkun meninggalkan tempat itu. Temari sempat berpikir untuk mengejar mereka namun ia mengurungkan niatnya karena tugasnya menjada Gaara.
Tak lama kemudian Gaara akhirnya berada di atas dahan pohon berjarak 10 meter dari dahan pohon tempat Karin dan Kushina. Melihat ada dua lawan baru, Gaara langsung mengaung layaknya hewan buas yang mendapat mangsa.
"GRRRR! Akhirnya ada korban lain untukku." Kata Gaara.
"Apa dia hilang kendali?" Tanya Kushina pada Karin melihat Gaara yang terus-terusan meneteska air liur. "Sepertinya begitu. Bijuu di tubuhnya pasti mulai mengambil alih." Jawab Karin.
"Bijuu?" Tanya Kushina bingung.
"Ia sama sepertiku. Seorang Jinchuriki tepatnya Jinchuriki Ichibi." Jawab Karin. "Kita harus berhati-hati! Nee-chan." Kushina mengangguk paham terhadap peringatan Karin.
"Karin-chan, aku ingin kau menghajar habis-habisan Tanuki sialan itu." Kata Kurama melalui telepati pada Karin. "Tanuki?" Tanya Karin pada Kurama melalui telepati.
"Bentuk Ichibi adalah seekor Tanuki. Aku sedikit tidak suka dengannya jadi hajar dia habis-habisan." Jawab Kurama lalu memutuskan telepati mereka.
.
Tanpa pikir panjang Gaara langsung melompat ke tempat Karin dan Kushina dan mengayunkan lengan Ichibi. Melihat hal tersebut Karin langsung melompat ke kiri sementara Kushina ke kanan.
Braak!
Dahan pohon tempat Karin dan Kushina sebelumnya langsung hancur terkena hantaman Gaara. Sedangkan Karin dan Kushina masing-masing mendarat di pohon berbeda yang sedikit lebih tinggi dari tempat Gaara.
"Kalian berhasil menghindar rupanya." Kata Gaara sambil memandang keduanya secara bergantian.
"NEE-CHAN AYO KITA MULAI!" Teriak Karin.
Karin dan Kushina pun memulai serangan mereka. Keduanya langsung melompat ke arah Gaara. Kushina mengeluarkan tiga kunai dari kantong ninjanya dan melemparnya ke Gaara sementara Karin melompat sambil membuat Handseal.
Jleeb! Jleeb! Jleeb!
Tiga kunai milik Kushina pun menancap di lengan Ichibi Gaara yang digunakan sebagai tameng. Ketiga kunai milik Kushina pun terhisap masuk ke dalam lengan Ichibi. Perhatian Gaara langsung tertuju pada Karin yang sudah menyelesaikan Handseal yang ia buat.
Fuuton : Daitoppa
Zwuush!
Sebuah gelombang angin yang dikeluarkan Karin langsung menghantam Garaa membuatnya terlempar ke arah Kushina yang melompat ke arahnya. Setelah berada di depan Gaara, Kushina langsung melakukan tendangan kaki kana ke kepala Gaara yang dalam keaadan terlempar.
Takk!
Sebelum tendangan Kushina mengenai kepalanya, Gaara berhasil menahannya dengan lengan Ichibi. Setelah menahan tendangan Kushina, Gaara mengcengkram kaki kanan Kushina lalu melemparnya ke arah Karin yang melompat ke arahnya.
Zwuush!
"AWAS, KARIN-CHAN!" Teriak Kushina yang terlempar ke arah Karin.
Grab! Sreet!
Dengan refleks yang bagus, Karin langsung menahan tubuh Kushina menggunakan kedua tangannya untuk menghindari benturan. Keduanya mendarat di atas dahan pohon dan sedikit terseret kebelakang.
"Maaf Karin-chan! Kau tidak apa-apa?" Tanya Kushina yang masih berada di depan Karin yang hanya mengangguk mengiyakan.
Tap!
Gaara mendarat dengan mulus di sebuah dahan pohon tidak jauh dari Karin dan Kushina. "Kalian berdua lumayan juga." Kata Gaara menatap keduanya. "Dan itu berarti aku akan membunuh kalian!" Tambah Gaara.
Gaara mengayunkan lengan Ichibinya dari atas kebawah dan dari lengan Ichibi tersebut melesat puluhan shuriken pasir yang mengarah ke Karin dan Kushina. Dengan cepat Karin dan Kushina melompat turun ke permukaan tanah secara bersamaan sehingga puluhan shuriken pasir Gaara mengenai udara tempat Karin dan Kushina tadinya berdiri.
"Kalian tidak akan lolos...Hahaha!" Kata Gaara lalu tertawa Psikopat
Gaara kembali mengayunkan lengan Ichibinya dari atas ke bawah sehingga puluha shuriken pasir kembali keluar dan mengarah ke Karin dan Kushina yang berada di permukaan tanah. Dengan cepar Karin dan Kushina membuat Handseal lalu menghentakkan tangan mereka ke permukaan tanah.
Doton : Doryuheki
Di depan mereka dua buah dinding tanah lansung keluar dari dalam tanah.
Jleeb! Jleeb!
Puluhan shuriken pasir yang mengarah mereka pun menancap di dinding tanah di depan mereka. Melihat puluhan shuriken pasirnya kembali tidak mengenai sasaran. Gaara pun melompat ke tempat kedua lawannya. Karin dan Kushina tidak melihat Gaara melompat ke arah mereka, tetapi dengan kemampuan sensorik milik Karin, Pergerakan Gaara dapat diketahui.
"Nee-chan, menghindar!" Pinta Karin ke Kushina dan dengan cepat keduanya langsung melompat secara terpisah dan menjauh dari dinding tanah mereka.
Duaar!
Kedua dinding tanah mereka pun hancur ketika Gaara memukulnya dengan lengan Ichibi. Untungnya mereka berdua telah menjauh dari dinding tersebut sehingga serangan Gaara kembali gagal.
"Menghindarlah dasar lemah!" Ejek Gaara di dalam kepulan debu dari serangannya kemudian mengayunkan kembali lengan Ichibinya sehingga puluhan shuriken pasir melesat dari kepulan debu ke arah Karin.
Karin yang baru saja mendarat setelah melompat dari serangan Gaara sebelumnya tidak menyadari bahwa puluhan shuriken mengarah padanya. Berbeda dengan Kushina yang melihat shuriken pasir yang mengarah ke Karin. Dengan kecepatan High Chunin Kushina langsung berlari ke arah Karin sambil membuat Handseal.
Setelah puluhan shuriken pasir itu berjarak 5 meter dari Karin. Ia akhirnya menyadarinya. Dengan cepat ia mencoba membuat Handseal namun jarak shuriken pasirnya kini 5 meter membuat Karin tidak sempat.
Katon : Endan
Sebuah peluru api yang berasal dari samping kanan Karin berhasil menghentikan laju puluhan shuriken pasir tersebut. Karin langsung menongek ke samping kanan.
"Arigatou, Nee-chan!"
Kushina berhenti tepat di samping Karin lalu mengangguk pelan lalu berkata. "Kau tidak apa, Karin-chan?" Karin mengangguk pelan.
"Kita harus menyerang, kalau seperti ini terus kita bisa kelelahan dan kehabisan chakra. Aku tidak mau kejadian seperti di Shi no Mori terulang kembali dimana kita ditolong oleh Naruto-kun." Kata Kushina.
"Benar! Nii-chan tidak setiap saat dapat bertarung bersama kita apalagi bergantung padanya terus. Contohnya sekarang." Balas Karin.
"Kita mempunyai keuntungan di jumlah. Kita harus memanfaatkan itu dalam serangan maupun bertahan." Tambah Karin. Kushina mengangguk mengiyakan. Keduanya lalu memandang ke arah kepulan debu tempat Gaara.
Perlahan kepulan debu mulai menghilang dan terlihat Gaara dengan mulut masih meneteskan liur menandakan rasa lapar untuk membunuh. Tidak jauh dari mereka, Temari yang dari tadi mengawasi jalannya pertarungan sedikit berdecak kagum melihat Karin dan Kushina yang dapat bertahan melawan Gaara yang nafsu membunuhnya sangat tinggi.
"Kalian benar-benar membuatku terhibur." Kata Gaara.
"Ayo!" Kata keduanya dan langsung melesat dengan kecepatan High Chunin ke arah Gaara.
Karin yang berada di depan langsung melompat ke udara dan mengeluarkan dua kunai dan kertas peledak. Dengan cepat Karin menempelkan kertas peledak tersebut pada kunainya lalu melemparnya ke Gaara. Sementar Kushina masih berlari lurus.
Dengan cepat Gaara langsung menggunakan lengan Ichibinya untuk menahan kedua kunai yang dilempar Karin. Sehingga kedua kunai tersebut tertancap di lengan Ichibinya.
Duaar! Duaar!
Kedua kunai tersebut langsung meledak sehingga lengan Ichibi Gaara hancur menjadi pasir. Melihat hal tersebut Kushina langsung mempercepat larinya dan sesampainya di depan Gaara, ia langsung melompat dan menendang perut Gaara dengan kaki kanan
Duagh!
Gaara sedikit terseret kebelakang. Tetapi ketika terseret kebelakang Gaara memunculkan sebuah ekor yang terbuat dari pasir, lalu ekor tersebut memanjang dan mengarah ke Kushina lewat di atas tubuh Gaara. Dengan cepat Kushina menarik kakinya lalu bersalto kebelakang.
Bruuk!
Tanah di depan Gaara langsung retak ketika ekornya menusuk ke tanah tersebut. Melihat hal tersebut membuat Gaara mendecih pelan.
Tap! Tap! Zwuush!
Setelah Karin mendarat begitupula Kushina yang telah bersalto sebanyak tiga kali. Mereka langsung berlari ke arah Gaara yang ekornya masih tertancap ditanah. Kushina mengeluarkan sebuah gulungan dan dari gulungan tersebut ia langsung mengeluarkan Nuibari sementara Karin membuat Handseal.
"Setelah aku menebas ekornya kita kurung dia dengan Doton : Doryuheki." Kata Kushina sambil berlari memegang Nuibari di tangan kirinya. Sedangan Karin mengangguk sambil menyelesaikan Handseal-nya.
Kushina mempercepat lajunya dan sesampainya di depan Gaara ia sedikit berbelok ke kanan lalu menebaskan Nuibari secara horizontal ke ekor Gaara.
Jraash!
Setelah tertebas ekor Gaara langsung hancur menjadi butiran pasir. Kushina melompat ke samping kanan Gaara sedangkan Karin ke samping kiri. Kushina menancapkan Nuibari lalu membuat Handseal. Karin sedikit menunggu Kushina menyelesaikan Handseal karena miliknya telah selesai. Setelah Handseal Kushina selesai. Keduanya secara bersamaan menghentakkan tangan mereka ke tanah.
Doton : Doryuuheki
Keduanya memuncul dinding tanah yang mengurung Gaara. Wajah bingung langsung terlihat pada wajah Gaara melihat dirinya terkurung di dinding tanah berbentuk persegi.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Gaara.
Tanpa menjawab pertanyaan Garaa. Secara bersamaan Karin dan Kushina melompat ke udara. Setelah dirasa cukup tinggi. Mereka berdua melempar anggukan lalu membuat Handseal secara bersamaan.
Katon : Gouryuuka No Jutsu
Kedua mengeluarkan seekor naga api berukuran besar yang langsung mengarah ke Gaara yang terkurung di dinding tanah. Seluruh jalur melarikan diri Gaara pun tertutup, pertama ia dikelilingi dinding tanah, ia tidak menghancurkan dinding tersebut karena lengan dan ekornya sudah hancur. Dan dari arah atas dua naga api berukuran sedang mengarah langsung ke dirinya.
Blaaar!
Ledakan berukuran sedang pun terjadi di tempat Gaara. Temari yang melihat hal tersebut pun terbelalak kaget. Ini pertama kalinya ia melihat Gaara menerima serangan seperti itu. Firasat buruk langsung menghampiri dirinya. Bukan firasat mengenai luka yang akan diderita Gaara melainkan sesuatu yang lain.
Tap! Tap!
Karin dan Kushina mendarat tidak jauh dari asap bekas ledakan yang dibuat mereka. Kushina berjalan ke arah Nuibari tertancap dan mencabutnya. Ia kemudian berlari memutari kepulan asap tersebut menuju ke tempat Karin.
Sesampainya di tempat Karin. Keduanya langsung menatap ke arah kepulan asap tersebut. Tiba-tiba saja keduanya terkejut karena seluruh pasir di area tersebut langsung beterbangan ke arah kepulan asap. Keduanya langsung melompat menjauh dari kepulan asap tersebut.
Lama kelamaan kepulan asap mulai menghilang dan digantikan sebuah gundukan pasir yang semakin membesar. Temari langsung menatap horor gundukan pasir tersebut sedangkan Karin dan Kushina menatap penuh kewaspadaan gundukan pasir tersebut.
Beberapa menit berselang gundukan pasir tersebut mencapai tinggi 30m. Karin dan Kushina langsung menjauhkan jarak mereka dan memilih naik di puncak pohon tertinggi untuk melihat dengan jelas gundukan pasir yang mulai memadat dan akhirnya membentuk seekor Rakun berukuran raksasa dengan sebuah ekor yang panjang dan sedikit lebar.
"GAWAT! GAARA!" Teriak Temari yang melihat Gaara yang berada di tertanam di kepala rakun tersebut.
"Apa itu?" Tanya Kushina.
"Itu adalah Ichibi tetapi sepertinya bocah itu masih bisa mengendalikannya." Kata Kurama melalui telepati.
"Itu adalah Ichibi." Karin menjawab pertanyaan Kushina setelah mendengar perkataan Kurama di pikirannya.
"KALIAN BERDUA AKAN MERASAKAN KEKUATANKU YANG SEBENARNYA!" Teriak Gaara yang berada di atas kepala Ichibi.
.
.
Akhirnya dua pertarungan utama pada Invasi Konoha mencapai puncaknya
.
.
~~~ TBC ~~~
#Akhirnya Chapter 11 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan Beberapa Review.
R : Gimana kalau nanti Salah satu diantara KushiKarin membatalkan Kontrak dgn Boss Katak dan Membuat Kontrak baru dgn Katsuyu Shiput dari Shikotsurin agar salah satu dari mereka bisa jadi Ninja Medis dan klw ada yg terluka bisa di Obatin ..
Keren dan Lanjut ..
B : Nanti Author pikirkan.
R : Thor tolong tuliskan profil jutsu naruto_
B : Kalau ditulis satu persatu pasti akan sangat banyak, yang jelasnya ia mengusai Kelima Elemen -Dua kekkei Genkai – Jutsu dari Rinnegan – Dua Kuchiyose.
R : Lanjut sob, bikin naruto jadi pengembara...
B : Mungkin Author tidak menjadikan Naruto pengembara
R : Bikin Naru vs Shodaime dan Nidaime ET ya thor. Hehehehe.
Biar kaget Hashe dan Tobi melihat lawannya adalah seorang bocah.
B : Kita lihat saja di chapter depan.
R : review aq bales dong senpaiiii kapan naruto ketahuan kalau di yondaimen uzukage .,.,.,.,.,.,.,
B : Masih lama.
R : Lumayan untuk chapter ini Lompoberang-san. Oh iya, ngomong-ngomong banyak nih yang minta Hinata dimasukkan ke pair Naruto. Saya hanya berharap jika pairnya tetap NaruKushi hingga akhir fic ini. Dan juga, semoga sukses dengan ujiannya! Untuk Invasi, akan sulit sepertinya jika Hiruzen tidak tewas. Alur ceritanya akan semakin panjang dan kemungkinan Tsunade tidak dapat berperan dalam fic ini. Mengubah alur cerita bukanlah hal yang sepele. Jadi mohon dipertimbangkan dengan baik kedepannya, sehingga ceritanya tidak akan berantakan. Bukannya tidak suka fic yang tidak seperti Canon. Tapi untuk Arc invasi Konoha sepertinya sulit jika diubah. Sekian dari Saya
B : Mungkin Senpai benar. Nanti Author pikirkan matang-matang.
R : Bosan NaruHina,
Pairnya Cukup NaruKushi saja,
pair itu lumayan jarang lhooo
B : Itu memang rencana Author.
R : Nanti KushiKarin bakal ada yg ngelatih lg gk thor,selain Jiraya tentunya?...
dan Sasuke jd missingnin gk?
B : Ada dan itu masih rahasia. Dan Sasuke menjadi Missing-nin masih Author pikirin.
R : baguusss ceritanya thor.. berbeda tapi menarik, walapun di beberapa tempat masih suka ada atau yang hilang dan gak nyambung. tapi keseluruhannya udah sangat bagus kok.. oyaa, aku mau tanya, kenapa author bikin pairnya NaruKushi? ada alasan tersendiri?
aku harap cerita ini tidak discontinu, karena aku bakalan tunggu banget cerita ini.
B : Author akan memperbaiki kata-kata yang hilang.
Kenapa Author memilih Pair NaruKushi? Alasannya karena menurut author itu jarang.
R : Apa nanti sasuke akan pergi menemui orochimaru
B : Nanti kita lihat saja.
R : lanjut Senpai...
dan usahain agar tidak ada lagi kata2 yang ilang...
B : Author akan usahain.
R : Yo Lompoberang san,,,,,
selama ini saya adalah Silent Readers yang selalu mengikuti setiap chapternya
untuk chapter 16 ini saya akan memberikan saran mengenai banyaknya readers yang meminta Hinata dimasukin di pair Naruto. saya berharap Lompoberang san mempertahankan pair NaruKushi hingga Fict ini selesai.
Itu ajha dari saya,,,,,lanjut.
B : Rencana Author memang Pair Naruto hanya Kushina ampe end.
R : apa sandaimenya meninggal?
apa Naruto bakal nolong Sandaime or ngalahin ichibi?
lanjut and update..._
B : Sudah terjawab di chapter ini.
R : Aq mohon msukan karin dan hinta tuk pair naruto smpai,uzumaki klan kann di prblehkn incest dan juga naruto juga mndapat tugas saat bljr di rruntuhan uzumaki clan,untuk mmbngun clan uzumaki aq rsa naruto kushi-karin-hinata akan jdi manarik,dan juga kapan identitas naruto sbgai yondaime uzukage terungkap senpai, ,untuk yg lain ok smua smpai ganbate ne sempai
B : Walaupun di Uzuhiogakure diperbolehkan Incest tetapi Pair Naruto hanya Kushina doang.
R : Lanjut Tor
Apa nanti Naruto yang melawan Shodai and Nidaime Hokage?
B : Sudah terjawab di chapter ini.
R : Lemon nya dong gan
B : Entar kalau udah Shippuden.
R : Ano, kapan ya naruto mengeluarkan kekuatan Rinnegan nya ?
B : Mungkin di Chapter depan.
R : ok lanjut keren thor...
apa klemahan naruto y?
masa y seperfect itukah..
smga aja bs cpt update...
sukses ujiannya y
B : Salah satu kelemahannya adalah kelelahan namun bisa ditutupi oleh Kurama dan kelemahan yang lain masih rahasia.
R : Lanjt,,,,,
Kapan lemonx tor-san
B : Entar kalau udah Shippuden
R : Lompoberang-san
Mungkin Sandaime dibuat mati ajha agar Alurnya tidak bertambah rumit dan panjang. Menurut saya mengubah alur itu adalah hal yang sulit.
Ini cuman saran...
B : Author akan pikirkan matang-matang mengenai kematian Sandaime.
R : Pairnya NaruKushi ajha Thor...
dan untuk Karin mungkin Sasuke agar lebih serasi...
B : Pair Naruto memang hanya Kushina dan untu Karin Author masih belum ada ide.
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: SALAM HANGAT DARI AUTHOR ::..
..:: SEE YOU IN THE NEXT CHAPTER ::..
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
