CHAPTER 18 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina, Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 18 : KONOHA INVASION (PART II)::..
Invasi Konoha pun memasuki mulai memasuki babak akhir. Di dalam desa, Ninja Konoha berusaha menahan gempuran aliansi Oto-Suna serta ular raksasa berkepala tiga. Di atap tribun Konoha Stadium, Naruto dan Hiruzen dikejutkan oleh kedua sosok yang dibangkitkan Orochimaru dengan Jutsu Edo Tensei. Sedangkan di hutan tidak jauh dari desa Konoha, Karin dan Kushina akan berhadapan dengan Gaara yang telah berubah menjadi Ichibi.
.
.
Naruto Place
Naruto menatap datar apa dilihat di depan matanya setelah tadinya terkejut. "Ini bercanda kan!" Umpat Naruto datar. Tidak jauh beda dengan Naruto, Hiruzen pun menatap kedua sosok di dalam peti tersebut. "Terketuklah kau Orochimaru! Karena melakukan hal ini!"
"Khukukuku..." Tawa Psikopat pun dikeluarkan Orochimaru melihat ekspresi Hiruzen.
Perlahan kedua sosok itu mulai berjalan pelan keluar dari dalam peti. Mata kedua sosok tersebut masih tertutup rapat. Orochimaru kemudian berjalan ke arah kedua sosok tersebut. Sesampainya di belakang kedua sosok tersebut, Orochimaru mengeluarkan dua kunai yang diujung terikat sebuah kertas Fuin. Ia lalu memasukkan kedua kunai tersebut ke dalam tubuh kedua sosok di depannya. Perlahan mata keduanya pun terbuka.
"Dimana ini?" Tanya kedua sosok tersebut yang telah tersadar. Pandangan orang yang berada di sebelah kanan langsung tertuju pada Naruto dan Hiruzen yang berada tidak jauh di depannya. "Hi-Hiruzen, kaukah itu?" Tanyanya seolah tidak percaya apa dilihatnya.
"Kau sudah setua itu...Tunggu dulu!" Orang yang berada di kiri menoleh ke samping kanan. "Baka-Aniki!" Katanya melihatnya orang di samping.
"Tobirama!" Umpat orang yang berada kanan. Orang yang dipanggil menyipitkan matanya melihat tubuh orang berada di samping kanannya. "Tubuhmu, jangan bilang-"
"Sensei dibangkitkan dengan Jutsu buatan Tobirama-sensei." Potong Hiruzen. "Siapa yang bisa menggunakan Jutsu ini. Orangnya pasti ninja yang sangat hebat." Kata orang berada di kanan a.k.a Senju Hashirama, Shodaime Hokage.
"Sensei?" Tanya Naruto bingung mendengar Hiruzen memanggil Hashirama dan Tobirama.
"Mereka berdua adalah Sensei-ku sewaktu Genin." Jawab Hiruzen.
"Khukuku...Sebuah kehormatan dipuji oleh Dewa Shinobi." Kata Orochimaru yang berada di belakang ET Hashirama dan Tobirama.
"Siapa kau?" Tanya Hashirama menoleh kebelakang tepatnya ke Orochimaru. "Orochimaru." Balas orang yang ditanya.
"Apa yang kau inginkan? Kenapa kau membangkitkan kami?" Tanya Hashirama.
"Anda dibangkit untuk membantunya menyerang desa. Desa sedang diserang dan orang dibelakang kalian adalah dalangnya." Jawab Naruto. Hashirama menoleh ke arah Naruto sementara Tobirama menatap Naruto dengan tajam.
"Siapa dia Hiruzen?" Tanya Tobirama. "Dia Uzumaki Naruto, salah satu Genin desa kita." Jawab Hiruzen.
"Uzumaki, Ia bermarga sama dengan Mito." Umpat Hashirama dalam hati. "Mito? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu dari Kaa-chan." Pikir Naruto mendengar pemikiran Hashirama.
"Apa kau bilang bocah! Konoha diserang?" Tanya Tobirama tajam, dan dibalas anggukan oleh Naruto.
"Lihat Tobirama, sudah kubilang kau tak seharusnya menciptakan jutsu ini." Kata Hashirama sambil menunjuk sang adik. "Diam kau, Baka-Aniki!" Balas Tobirama.
"Sudah cukup bicaranya. Kita mulai saja!" Kata Orochimaru lalu membentuk Handseal.
"Sial! Orang ini membangkitkan kami dengan setengah kekuatan kami. Ia benar-benar ingin menghancurkan Konoha!" Pikir Hashirama.
"Melawan Shodaime dan Nidaime yang dibangkitkan dengan setengah kekuatan mereka." Pikir Naruto. Yang mengetahui pikiran Hashirama.
Tubuh Hashirama langsung bergerak sendirinya dan membentuk Handseal-Serpent. Melihat Hashirama membentuk Handseal, Naruto dan Hiruzen langsung bersiaga.
Mokuton
"Sial! Tubuhku bergerak sendiri. Kalian berdua bersiaplah!" Kata Hashirama pada Naruto dan Hiruzen.
Dua akar pohon langsung keluar di depan Hashirama. Kedua akar tersebut lalu saling melingkar dan ujungnya menjadi runcing yang mengarah ke Naruto dan Hiruzen. Dengan cepat keduanya langsung melompat menghindar. Naruto ke kanan sementara Hiruzen ke kiri.
Braak!
Akar tersebut menancap di tempat Naruto dan Hiruzen sebelumnya. Namun ujung akar tersebut kembali keluar dan mengarah ke Hiruzen. Dengan cepat Naruto mengeluarkan kunai Hiraishin dari Fuin di lengan kirinya dan melemparnya ke tempat agak jauh dari kedua Hokage tersebut.
Akar yang mengarah ke Hiruzen semakin cepat. Melihat orang dianggapnya sebagai kakek dalam bahaya. Naruto langsung menghilang diikuti kilatan kuning dan muncul di belakang Hiruzen lalu kembali menghilang bersama Hiruzen dan muncul di tempat kunai Hiraishin Naruto menancap.
Kedua Hokage yang melihat Naruto menggunakan Hiraishin sedikit terkejut. "Bocah itu bukan Genin sembarangan." Kata Tobirama. Dibalas anggukan oleh Hashirama.
"Dia menggunakan Hiraishin ciptaanmu Tobirama." Kata Hashirama.
.
"Arigato,Naruto! Kalau kau tidak menyelamatku, aku pasti sudah tertusuk Mokuton milik Hashirama-sensei." Kata Hiruzen. "Hn." Jawab Naruto sambil mengangguk pelan.
"Jiji aku akan melawan Shodaime dan Nidaime. Sementara Jiji melawan Si ular pedo itu." Kata Naruto memberi usulan.
"Apa kau bercanda Naruto. Aku tidak mungkin membiarkanmu melawan kedua sensei-ku." Tolak Hiruzen dengan nada kasar.
"Aku tidak bercanda Jiji," kata Naruto menegaskan dengan wajah serius.
Tanpa diketahui oleh Naruto dan Hiruzen yang sedang berbicara. Ternyata Tobirama yang tidak mengendalikan tubuhnya langsung membuat sebuah Handseal. Tobirama berusaha menolak pergerakan tubuhnya karena ia merupakan pencipta Edo Tensei. Namun semuanya yang dilakukan nihil.
"Sial! Orang ini benar-benar menguasai tubuh kami." Pikir Tobirama yang sudah menyelesaikan Handseal-nya.
Suiton : Dai Bakususi Soha
Tobirama menyemburkan air dengan intensitas besar dan mengarah ke Naruto dan Hiruzen. Perbincangan keduanya pun terhenti ketika melihat ratusan galon air mengarah ke mereka. Dengan cepat Naruto langsung merapatkan Handseal lalu menghentakkan kedua tangannya ke permukaan atap.
Doton : Doryuujoheki
Sebuah dinding tanah berukuran besar yang memiliki ukiran pusaran air di bagian tengahnya pun muncul dari permukaan dan mengangkat Naruto dan Hiruzen. Ketiga orang yang melihat Doton milik Naruto sedikit berdecak kagum. Sementara Orochimaru hanya menyeringai melihatnya.
"Apa dia benar-benar Genin?" Tanya kakak beradik Senju dalam hati mereka.
Bluuur!
Semburan air Tobirama pun menghantam dinding besar milik Naruto. Genangan air pun menutupi seluruh permukaan di dalam Kekkai tersebut. Naruto mengalihkan pandangannya ke Hiruzen.
"Bagaimana Jiji? Apa Jiji setuju?" Tanya Naruto. Hiruzen pun berpikir dengan keras untuk mengambil keputusan yang tepat. "Aku menyarankan ini karena aku tahu Jiji adalah sensei Orochimaru jadi Jiji pasti mengetahui kemampuannya."
"Tapi aku juga mengetahui kemampuan Shodaime dan Nidaime, Naruto?" Kata Hiruzen.
"Aku tahu itu-" Naruto menjeda kalimatnya lalu menghela nafas ringan. "-Tapi apa Jiji tahu bagaimana cara mengalahkan mereka yang merupakan mayat hidup." Sambung Naruto. Hiruzen pun menggeleng pelan.
"Jadi aku ingin Jiji mengorek informasi sambil bertarung dengan Orochimaru tentang jutsu ciptaan Nidaime ini. Aku pun demikian, aku juga akan berbicara mengenai kelemahan jutsu ini." Jelas Naruto dengan wajah serius. "Bagaimana?" Tanya Naruto.
Hiruzen tampak berpikir sejenak. Lalu akhirnya berkata."Baiklah, tapi kau harus berhati-hati!" Naruto pun mengangguk pelan.
.
.
.
Karin and Kushina Place
"KALIAN BERDUA AKAN MERASAKAN KEKUATANKU YANG SEBENARNYA!" Teriak Gaara yang setengah badannya menempel di atas kepala Ichibi.
"Bagaimana ini?" Tanya Karin yang berada di samping Kushina yang sedang memperhatikan mahluk besar di depan mereka.
Ichibi mulai pergerakan dengan memegang perutnya sambil menarik nafas. Melihat Ichibi mulai melakukan sesuatu Kushina pun mengeluarkan dua rantai chakra. Rantai chakra pertama melesat menuju salah pohon yang berada di samping kanannya sementara yang kedua langsung mengikat tubuh Karin.
"RASAKAN!" Teriak Gaara.
Zwuush!
Ichibi langsung menembakkan dua peluru angin berukuran besar yang mengarah ke Karin dan Kushina. Sebelum peluru angin mengenai mereka. Kushina langsung menarik tubuhnya beserta Karin menggunakan rantai chakra yang terikat di pohon yang berada di samping kanan.
Blaar!
Dua peluru angin Ichibi pun meluluh lantakkan area tempat Karin dan Kushina tadinya berdiri. Keduanya pun menatap horor tempat mereka sebelumnya. Pohon-pohon tampak hancur berantakan, di permukaan tanah dua kawah berdiameter 5m. Sama halnya dengan Karin dan Kushina, Temari pun menatap horor area yang terkena peluru angin Gaara.
"Bagaimana mungkin mereka tetap ingin melawan Gaara yang sudah berubah menjadi Shukaku sempurna." Gumam Temari mengarahkan pandangan ke Karin dan Kushina yang berada di atas pohon yang cukup tinggi.
.
Setelah menembakkan dua peluru angin Ichibi langsun berjalan ke tempat Karin dan Kushina. Karena ukuran Ichibi yang sangat besar, hanya beberapa langkah Ia sudah berada di depan Karin dan Kushina yang langsung melompat dari tempat mereka karena Ichibi langsung mengayunkan lengan kirinya.
Blaar!
Sekali hantaman ledakan yang cukup besar pun tercipta. Untungnya Karin dan Kushina sudah melompat menjauh sehingga mereka tidak terkena dampak pukulan lengan kiri Ichibi. Dalam keaadan melompat keduanya membuat Handseal secara bersamaan.
Katon : Gouryuuka No Jutsu
Keduanya pun mengeluarkan dua naga api berukuran sedang yang langsung mengarah ke kepala Ichibi. Ketika hampir mengenai kepalanya, Ichibi pun mengayunkan lengan kanannya di depan kepalanya sehingga kedua naga api tersebut langsung hancur.
Blaar!
"Sial! Apa yang harus kita lakukan. Semua jutsu kita hanya seperti mainan anak kecil baginya." Kata Kushina melihat naga api miliknya yang dengan mudahnya dihancurkan.
"Ada satu yang bisa kita lakukan." Umpat Karin.
"Apa itu?" Tanya Kushina. "Kuchiyose no Jutsu." Jawab Karin.
Kushina pun mengangguk mengerti. "Jadi kita akan melawannya bersama Gama No Oyabun." Kata Kushina. Karin pun membalas dengan anggukan. "Tetapi Nee-chan jangan memanggil Gamahiro-san dulu." Kata Karin.
"Eh! Kenapa?" Tanya Kushina.
Karin lalu membisikkan rencana di dekat telingan Kushina. Setelah selesai Kushina mengangguk paham.
Setelah itu Karin langsung menggigit ujung ibu jarinya lalu membuat sebuah Handseal. Setelah menyelesaikan Handseal. Karin menghentakkan kedua tangan mereka ke dahan pohon tempatnya berdiri.
Kuchiyose no Jutsu
Seratus meter di depan Ichibi, kepulan asap putih besar langsung tercipta. Tak berselang lama kepulan asap putih tersebut menghilang. Gaara menyipitkan matanya melihat sesesok katak berukuran sedikit lebih besar dari Shukaku. Ia mempunya kulit orange kusam dan di sekitar mata dan bibirnya berwarna merah serta di dadanya. Di mata kirinya terdapat luka dan memakai rompi happi berwarna biru. Di pinggulnya terdapat pisau Dosu (Semacam belati) dan tidak lupa di mulutnya terdapat pipa kiseru yang digunakan untuk merokok.
.
.
.
Naruto and Hiruzen Place
"Ayo kita mulai, Jiji." Kata Naruto lalu mengeluarkan satu kunai Hiraishin dari Fuin di lengan kirinya dan menancapkannya di atas dinding tanah besarnya.
Hiruzen mengangguk pelan lau menggigit ujung ibu jarinya dan membuat Handseal. Setelah selesai Hiruzen langsung menghentakkan kedua tangannya di atas dinding Naruto.
Kuchiyose no Jutsu : Enma
Sebuah kepulan asap kecil tercipta di samping Hiruzen. Setelah kepulan asap menghilang tampaklah sang raja monyet Enma.
"Ada apa Hiruzen?" Tanya Enma sambil menyilangkan kedua lengannya di dada.
"Bantu aku mengalahkan Orochimaru. Aku akan membayar kesalahanku pada waktu itu." Jawab Hiruzen. Flashback ketika Orochimaru tertangkap basah melakukan eksperimen berbahaya pun teringat oleh Hiruzen dan Enma.
.
"Jadi kau sudah menyesal membiarkannya melarikan diri waktu itu." Kata Enma. Hiruzen pun mengangguk pelan mengiyakan. "Aku mengerti." Balas Enma.
Henge: Kongōnyoi
Seketika Enma langsung berubah menjadi sebuah Toya (tongkat panjang) sekeras berlian yang dapat memanjang dan melebar. Dengan cepat Hiruzen memegang Toya tersebut lalu berlari secara vertikal menuruni dinding tanah diikuti Naruto.
"Pertama aku akan memisahkan mereka bertiga." Gumam Naruto lalu merapatkan Handseal sambil berlari vertikal.
Tap! Zwuush!
Setelah sampai di permukaan air yang menggenangi area di dalam Kekkai. Kedua langsung berlari dengan kecepatan High Jounin di atas permukaan air ke arah lawan mereka. Naruto yang berada di sebelah kanan telah menyelesaikan Handseal-nya pun bergumam pelan.
Suiton : Suiryuudan No Jutsu
Seekor naga langsung keluar dari permukaan air dan langsung melesat ke arah Hashiram dan Tobirama yang sudah berjarak 20 meter dari Naruto dan Hiruzen. Dengan cepat Dou Senju langsung berlari menghindari naga air milik Naruto. Namun naga air Naruto terus mengikuti mereka hingga Dou Senju berjarak 10 meter dari Orochimaru.
"Genin itu juga bisa menggunakan Suiton dengan baik seperti Tobirama." Gumam Hashirama sambil berlari menghindari naga air Naruto.
Hashirama dan Tobiram terus menghidari serangan naga air Naruto. Merasa cukup kerepotan menghindari naga air yang menyerangnya. Tobirama pun membuat Handseal sambil menghindar.
Suiton : Suiryuudan No Jutsu
Seekor naga air yang berukuran sama dengan milik Naruto pun muncul di depan Tobirama dan langsung melesat ke naga air Naruto.
Blaar!
Kedua naga air tersebut saling berbenturan hingga hancur menjadi percikan air. Hashirama dan Tobirama pun berhenti berlari. Setelah Duo Senju dan Orochimaru sudah terpisah denga jarak sekita 20 meter. Naruto langsung berlari ke arah Hashirama dan Tobirama, sedangkan Hiruzen berlari ke Orochimaru sambil mengarahkan kepala tongkatnya ke depan.
.
.
Hiruzen VS Orochimaru
Setelah berjarak 10 meter dari Orochimaru. Hiruzen langsung memanjangkan ujung Toya ke arah Orochimaru. Dengan cepat Orochimaru langsung melompat ke tempat Kusanagi miliknya tertancap sehingga ujung tongkat Hiruzen mengenai udara.
Tap!
Setelah mendarat, Orochimaru langsung mencabut Kusanagi lalu berlari ke Hiruzen. Ujung Toya Hiruzen langsung memendek seperti semula. Sesampainya di depan Hiruzen, Orochimaru langsung mengayunkan Kusanagi secara horizontal dengan tangan kanan ke arah leher 'mantan' sensei-nya. Hiruzen tinggal diam, setelah Toya kembali ke ukuran semula, ia langsung melemparnya ke atas dan menangkapnya dengan tangan kiri.
Traank!
Ayunan Kusanagi Orochimaru langsung ditahan oleh Hiruzen menggunakan Toya. Setelah itu Hiruzen menurunkan Toya sehingga ujungnya menyentuh atap, ia lalu memegang Toya dengan kedua tangan dan berayun searah jarum jam sambil mengarahkan tumit kaki kanannya ke kepala Orochimaru.
Zwuush!
Dengan cepat Orochimaru langsung menunduk untuk menghindari tendangan Hiruzen. Namun belum sampai disitu, masih dalam keaadan berayun Hiruzen melanjutkan serangannya dengan cara mengayunkan Toya secara vertikal searah jarum jam ke kepala Orochimaru yang sedang menunduk.
Braak!
Beberapa genteng pun hancut terkena ujung Toya milik Hiruzen karena Orochimaru berhasil menghindari dengan cara bersalto kebelakang sebanyak tiga kali.
Tap! Tap!
Hiruzen dan Orochimaru mendarat secara bersaman dengan jarak beberapa meter.
"Untuk orang tua seumuranmu, kau lumayan cepat Sarutobi." Puji Orochimaru sambil memutar-mutar Kusanagi dengan tangan kanan.
"Begitukah?" Balas Hiruzen dengan nada mengejek membuat Orochimaru sedikit mendecih.
.
.
Naruto VS ET Hokage
Setelah naga airnya dihentikan oleh Tobirama, Naruto mempercepat larinya ke arah Hashirama dan Tobirama. Sambil berlari Naruto membuat Handseal.
"Aku akan melepaskan Gravity seal sebanyak 50 persen!" Gumam Naruto dalam hati. Setelah ia berpisah dengan Rikudō Sennin, Naruto hanya melepaskan Gravity Seal sebanyak 10 persen. Ia merasa 10 persen itu sudah cukup.
Kai
Setelah melepaskan sebanyak 50 persen. Naruto langsung merasakan tubuhnya menjadi ringan. Hal ini juga akan memperkuat serangan Taijutsu miliknya. Setelah berjarak 5 meter, Naruto langsung melompat dan memutar tubuhnya untuk melakukan tendangan salto menyamping ke Hashirama.
Takk!
Hashirama menahan tendangan salto menyamping Naruto dengan menyilangkan kedua tangannya di atas kepalanya. Walaupun menahan kaki kanan Naruto, Hashirama dapat merasakan kuatnya tendangan Naruto.
"Tendangan bocah ini kuat sekali, sebelumnya ia mengucapkan 'Kai', itu berarti bocah ini menanamkan Gravity seal pada tubunya." Pikir Hashirama masih dalam keaadan menahan kaki kanan Naruto.
"Anda benar Shodaime-sama, aku melepaskan 50 persen Gravitasy seal dari tubuhku." Kata Naruto setelah mengetahui pemikiran Hashirama.
"50 persen! Itu artinya kau baru melepaskan setengahnya?" Tanya Hashirama sedikit syok. Tidak jauh beda dengan Hashirama, Tobirama pun sedikit syok namun ia menutupinya dengan wajah datar setelah mendengar perkataan Naruto.
Tobirama yang tidak jauh dari mereka berdua langsung melompat ke arah Naruto yang sedang berada di atas Hashirama dan bersiap melakukan pukulan tangan kanan. Melihat Tobirama bersiap menyerangnya dari arah kanan, Naruto langsung menggunakan kedua tangan Hashirama sebagai tumpuan lalu melompat kebelakang Hashirama.
Tap! Zwuush! Tap! Zwuush! Zwuush
Setelah mendarat secara bersamaan di tempat yang berbeda, Naruto dan Tobirama langsung berlari ke arah depan, sedangkan Hashirama memutar tubuhnya dan berlari di belakang Tobirama ke arah Naruto yang juga berlari ke arah mereka.
Tobirama yang berada di depan langsung melakukan Tackle di atas permukaan air yang langsung mengarah ke kaki Naruto yang sedang berlari. Dengan cepat Naruto melompat ke atas menghindari Tackle Tobirama.
Tap!
Naruto mendarat di depan Hashirama dan langsung melayangkan dua pukulan secara berurutan dengan kedua tangannya. Pertama adalah pukulan lurus namun sedikit keatas karena tinggi Naruto yang hanya mencapai dada Hasirama dengan tangan kanan yang mengarah ke kepala. Hashirama memiringkan kepalanya sehingga pukulan Naruto dapat terhindar.
Takk!
Sementara kedua adalah pukulan lurus dengan tangan kiri ke arah perut setelah menarik tangan kanannya yang langsung ditahan oleh Hashirama dengan kedua tangannya. Tobirama yang sebelumnya melakukan Tackle memutar tubuhnya lalu melakukan Handseal.
"Handseal ini!." Terkejut Tobirama melihat tubuhnya yang dikendalikan melakukan Handseal. "Bocah! Cepat menghindar!" perintah Tobirama.
Suiton : Suishōha
Permukaan air di sekitar mereka bertiga mulai berputar. Namun dengan cepat Naruto langsung menghilang diikuti kilatan kuning dari depan Hashirama. Setelah Naruto menghilang putaran dari permukaan air tersebut mulai meninggi hingga terlihat seperti sebuah tornado air. Hashirama yang juga berada di area tersebut pun melompat mundur tetapi bagian kanan tubuhnya terkena tornado air tersebut.
Blaar! Swuush!
Setelah mencapai tinggi 10 meter. Tornado air tersebut langsung meledak menciptakan gelombang air berintensitas besar yang akan menyapu bersih area yang berada di dalam Kekkai. Hiruzen dan Orochimaru pun terkejut dengan gelombang air yang akan menyapu mereka. Denga cepat Orochimaru langsung membuat Handseal lalu masuk ke dalam atap. Sedangkan Hiruzen di jemput Naruto menggunakan Hiraishin lalu menghilang bersama ke atas dinding tanah milik Naruto.
Tap! Tap!
"Untung aku menancapkan kunaiku disini." Gumam Naruto.
Perlahan gelombang air Tobirama mulai berhenti. Tak lama kemudian akhirnya permukaan air di dalam Kekkai kembali tenang. Terlihat Tobirama sedang berdiri menatap tajam ke arah Naruto dan Hiruzen. Sedangkan Hashirama tampak tergeletak tak jauh dari Tobirama dengan tubuh bagian kanan yang hancur. Tetapi perlahan tubuh Hashirama mulai beregenerasi membuat Naruto dan Hiruzen menjadi terkejut.
"Jadi seperti itu rupanya. Tubuh mereka dapat beregenarasi setelah terkena serangan." Kata Naruto sambil memperhatikan tubuh Hashirama. "Apa yang kita harus lakukan untuk mengelahkan mereka berdua." Sambung Naruto.
"Kalian berdua harus menyegel kami. Itu satu-satunya cara untuk mengelahkan kami." Kata Tobirama sedikit keras agar dapat didengarkan oleh keduanya.
"Kami mengerti." Kata keduanya.
.
.
Tubuh Hashiram akhirnya kembali seperti semula, kesadarannya pun telah kembali. Dengan langkah pelan ia mendekati Tobirama.
"Hey Baka-Otouto! Apa kau ingin membunuhku!" Umpat Hashirama dengan nada kesal karena terkena Suiton Tobirama.
"Kita memang sudah mati, Baka-Aniki!" Balas Tobirama tidak kalah kesal dengan tingkah Aniki-nya yang disebut-sebut sebagai Dewa Shinobi. Hiruzen yang berada di atas dinding tanah sweatdrop melihat Hashirama.
"Ia benar-benar tidak berubah, mengapa orang yang kuat kadang memiliki tingkah yang sedikit bodoh. " Pikir Hiruzen memegang jidat sambil geleng-geleng kepala. Sementara Naruto yang bisa membaca pikiran Hiruzen pun menghela nafas. Ia tahu bahwa Hiruzen juga mengatainya sedikit bodoh.
"Nah! Kita sudah mengetahui cara menghentikan mereka berdua. Sisanya tinggal Jiji mengalahkan si ular pedo itu." Kata Naruto dibalas anggukan oleh Hiruzen.
.
Melihat anggukan Hiruzen, Naruto langsung melompat turun ke arah Hashirama dan Tobirama yang telah siap menyambut serangan Naruto selanjutnya. Dalam keadaan melayang ke arah keduanya, Naruto dengan cepat merapalkan Handseal.
Fuuton : Sinkhu Renpa
Puluhan pedang angin langsung bermunculan di sekitar Naruto yang sedang melayang ke arah Hashirama dan Tobirama. Dengan perintah Naruto, puluhan pedang angin tersebut langsung melesat ke arah Hashirama dan Tobirama yang kembali kagum melihat Naruto. Bukan hanya Fuinjutsu, bahkan mempunya tiga elemen dasar dan berpotensi membangkitkan Kekkei Genkai, itulah yang dipikirkan keduanya mengenai Naruto.
Walaupun kagum, Tobirama hanya menampakkan wajah datar seperti biasa sedangkan Hashirama merapalkan Handseal dikarenakan puluhan pedang angin mengarah ke mereka.
Mokuton : Mokujoheki
Perlahan beberapa balok kayu bermunculan dari dalam permukaan dan akhirnya membentuk sebuah kubah pelindung yang melindungi Hashirama dan Tobirama dari puluhan pedang angin milik Naruto.
Jleeb! Jleeb! Jlleeb! Tap!
Puluhan pedang Naruto pun menancap di kubah pelindung milik Hashirama. Dan bersamaan dengan itu Naruto juga mendarat di depan kubah kayu milik Hashirama lalu mengeluarkan satu kunai Hiraishin dari Fuin di lengan kirinya.
Tak berselang lama Hashirama membuka kubah miliknya di bagian depan. Tobirama langsung berlari ke arah Naruto yang sudah siap dengan sebuah kunai Hiraishin. Tobirama dan Naruto langsung beradu Taijutsu. Pertama Tobirama melayangkan dua pukulan lurus ke wajah Naruto yang berhasil dihindari. Selanjutnya Tobirama melakukan Right Side Kick ke bagian kiri perut Naruto.
Dugh! Takk!
Naruto membiarkan tendangan itu mengenainya, namun tidak sampai melukainya karena sedikit memiringkan tubuhnya untuk meringankan efek tendangan tersebut. Setelah terkena tendangan tersebut, Naruto langsung menjepit kaki kanan Tobirama lalu memotongnya dengan kunai Hiraishin yang ia pegang di tangan kanannya secara vertikal.
Jraash! Bruuk!
Kaki kanan Tobirama pun terpotong di bagian paha sehingga ia kembali kehilangan kesadaran lalu ambruk ke tanah. Dengan cepat Naruto mengarahkan telapak tangan kirinya ke dada Tobirama namun beberapa senti sebelum menyentuh dada Tobirama, Hashirama langsung muncul di depan sambil mengayunkan kaki kanan.
Dugh!
Dengan cepat Naruto menarik tangan kirinya lalu menyilangkan kedua tangan di samping kiri kepalanya untuk menahan tendangan Hashirama sambil menunduk.
"Cih! Padahal sedikit lagi!" Umpat Naruto sambil menahan tendangan Hashirama.
Masih dalam keadaan menahan kaki kanan Hashirama, Naruto melempar kunai yang ia pegang dengan tangan kanan ke samping kirinya lalu memutar tubuhnya searah jaram jam sambil mengayunkan kaki kanan.
Jleeb!
Kunai Hiraishin yang tadi Naruto lempar ke samping kirinya langsung menancap di dada Hashirama karena dengan timing yang tepat Naruto membenturkan tumitnya ke kunai tersebut sehingga kunai tersebut langsung melesat ke dada Hashirama.
Bruuk!
Tubuh Hashirama langsung abruk. Naruto langsung terkejut ketika melihat ke tempat Tobirama abruk ternyata kosong atau lebih tepatnya beregenerasi. Dengan cepat Naruto mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Tobirama.
"Aku dibelakangmu bocah!" Kata Tobirama yang ternyata sudah berada di belakang Naruto sambil bersiap melakukan Right Roundhouse Kick.
Naruto langsung menghilang diikuti kilatan kuning sebelum kaki kanan Tobirama mengenainya dan kembali muncul di tempat sama lalu melakukan Counter Attack dengan cara menendang dada Tobirama yang berhasil ditahan Tobirama dengan kedua tangan yang disilangkan di depan dada.
Sreet!
Tobirama sedikit terseret setelah menahab tendangan Naruto. Tobirama lalu memperhatikan Hashirama yang tergeletak dengan kunai bermata tiga yang menancap di dadanya. Dengan tatapan menyelidik Tobirama menyipitkan matanya melihat Hashirama yang masih belum bergerak sama sekali.
"Apa yang kau lakukan bocah? Kenapa Aniki belum beregenerasi, seharusnya kunai itu tertarik keluar lalu luka di dadanya akan beregenerasi?" Tanya Tobirama.
"Itu karena aku menanamkan Juinjutsu pada kunai itu sebelum aku melemparnya. Hasilnya setelah kunai itu tertancap di tubuhnya Shodaime-sama tidak bisa beregenerasi." Jawan Naruto sambil menjelaskan apa yang dilakukannya.
"Pemikiran yang jenius bocah! Dari mana kau mendapatkan ide untuk melakukan hal itu?" Tanya Tobirama kembali. "Entahlah! Hal itu langsung muncul di dalam otakku." Jawab Naruto datar.
.
.
.
Hiruzen VS Orochimaru
Beberapa menit sebelumnya. Setelah Naruto melompat, Orochimaru telah keluar dari dalam permukaan. Tanpa pikir panjang Hiruzen langsung melesat sambil memegang Toya ke arah Orochimaru yang berada 20 meter dari kedua ET Hokage.
Sesampainya di depan Orochimaru. Hiruzen langsung menyerang Orochimaru dengan memajukan ujung Toya secara membabi buta yang dengan mudah Orochimaru menghindari semuanya. Melihat semua serangannya tidak mengenai sasaran. Secara vertikal, Hiruzen mengayunkan Toya searah jarum jam.
Jraash!
Orochimaru melompat ke samping kanan sehingga Toya hanya mengenai permukaan air. Sambil melompat Orochimaru mengeluarkan dua ekor ular berukuran seperti pahanya dari dalam tangannya yang melesat ke arah Hiruzen.
Dugh! Dugh!
Menggunakan Toya sebagai tumpuan, Hiruzen melompat lalu menendang kedua ular itu secara berurutan menggunakan kedua kakinya. Masih dalam keadaan melompat, Hiruzen mengayunkan Toya miliknya searah jarum secara vertikal. Dalam keadaan terayun ujung Toya langsung memanjang sehingga mencapai tempat Orochimaru.
Traank!
Orochimaru menggunakan Kusanagi sebagai penahan agar ayunan Toya tidak mengenainya. Orochimaru dengan kuat melemparkan Toya ke atas lalu berlari ke Hiruzen. Dengan cepat Hiruzen mengembalikan Toya ke ukuran normal lalu berlari menuju Orochimaru.
Traank!
Keduanya saling menyerang menggunakan senjata masing-masing sehingga menimbulkan suara senjata saling berbenturan. Keduanya lalu melompat mundur secara bersamaan. Setelah mendarat Orochimaru menancapkan Kusanagi miliknya lalu membuat Handseal.
Jagei Jubaku
Dua ekor ular putih sebesar tubuh Hiruzen keluar dari tubuh Orochimaru dan langsung melesat ke arah Hiruzen yang juga telah meletakkan Toya secara berdiri di sampingnya lalu melempar tiga shuriken dan merapatkan Handseal.
Shuriken Kagebunshin no Jutsu
Tiga shuriken yang dilempar Hiruzen pun berlipat ganda menjadi ratusan dan langsung mengarah ke dua ular putih yang dikeluarkan Orochimaru. Puluhan shuriken langsung menancap di tubuh kedua ular tersebut hingga membuat keduanya tewas. Sementara shuriken yang melewati kedua ular tersebut mengarah ke Orochimaru yang sedang merapalkan Handseal.
Fuuton : Daitoppa
Orochimaru menghembuskan angin yang membuat puluhan shuriken yang mengarah padanya langsung beterbangan kemana-mana. Beberapa detik kemudian hembusan angin Orochimaru akhirnya berhenti.
"Ternyata kemampuan belum menumpul, Sarutobi." Kata Orochimaru menampilkan evil smilenya. Orochimaru lalu menoleh ke arah pertarungan Naruto melawan ET Hokage. "Dan kusangka bocah Hiraishin itu bisa menahan kedua Hokage itu." Tambah Orochimaru.
Hiruzen pun menoleh ke tempat ketiganya dan sedikit terkejut melihat Naruto berhasil membuat Hashirama tergeletak dengan sebuah kunai bermata tiga menancap di dadanya. Dan sekarang Naruto terlihat sedang berdiri saling bertatap muka dengan Tobirama. Dan samar-samar mereka berdua mendengar perkataan Naruto.
"Entahlah! Hal itu langsung muncul di dalam otakku."
.
.
.
.
Karin-Kushina VS Gaara (Shukaku)
Setelah kepulan asap putih telah menghilang Gamabunta yang sedang mengisap pipa kiseru miliknya, di atas kepalanya Karin dan Kushina yang memandang lurus ke arah Shukaku atau tepatnya Gaara yang berada di atas kepala Shukaku.
"Hoi..Hoi! kenapa kau memanggilku tiba-tiba. Apa kau tidak aku sedang bersantai." Umpat Gamabunta mengarahkan bola matanya ke atas.
"Gomen...Gamabunta-san tetapi aku sangat membutuhkanmu untuk melawan mahluk disana." Balas Karin sambil menunduk Shukaku yang berada di depan mereka.
"Apa kalian bercanda! Mahluk disana itu seekor Bijuu." Kata Gamabunta melihat Shukaku yang berada seratus meter di depannya.
"Kami tahu. Tetapi jika kita tidak mengalahkannya ia akan ke konoha dan menghancurkannya." Kata Karin diikuti anggukan oleh Kushina. "Apa Konoha sedang-."
"Ya! Konoha sedang diserang oleh Aliansi Otogakure dan Sunagakure. Mahluk itu mungkin senjata utama mereka." Sebelum menyelesaikan perkataan Kushina langsung memotong perkataan Gamabunta.
"Baiklah! Tapi setelah ini jangan mengganggu waktu santaiku lagi." Kata Gamabunta dibalas anggukan oleh Karin dan Kushina.
.
.
Sementara itu Gaara yang melihat kedua lawannya memanggil Kuchiyose langsung menyeringai evil. Dengan gerakan tangan yang lumayan lambat Gaara merapalkan Handseal lalu bergumam pelan.
Tanuki Neiri no Jutsu
Setelah menggumam nama jutsunya. Kedua lengan Gaara langsung tergantung lemas begitu juga dengan kepalanya yang tertunduk menandakan bahwa ia tengah tertidur. Beberapa detik Shukaku tampak tidak bergerak sama sekali dan akhirnya ia pun mendongak ke arah langit.
"HAHAHAHAHA...AKU AKHIRNYA BEBAS!" Teriak Shukaku sambil mengarahkan kepala ke langit.
"Apa yang terjadi kenapa suaranya tiba-tiba berubah?" Tanya Karin diikuti anggukan oleh Kushina mendengar teriakan dari Shukaku yang terdengar menakutkan.
"Sial! Sepertinya Shukaku sudah mengambil alih. Bocah itu pasti menggunakannya." Kata Gamabunta lalu menghembuskan asap dari dalam mulutnya. "Menggunakan?" Tanya Kushina mengankat sebelah alisnya.
"Bocah itu menggunakan Jutsu tidur sehingga Shukaku mengambil alih tubuhnya." Jawab Gamabunta. "Jadi satu-satu cara mengalahkannya adalah membangunkan bocah itu. Apa kalian menger...DIA DATANG."
Shukaku tiba-tiba saja berlari ke arah Gamabunta sambil mengayunkan tangan kanannya. Dengan cepat Gamabunta melompat tinggi ke udara. Melihat lawannya melompat tinggi, Shukaku langsung menembakkan dua peluru angin berukuran besar ke arah Gamabunta yang juga menembakkan dua bola berukuran sama.
Blaar! Blaar!
Hujan deras langsung tercipta di area tempat keempat peluru tersebut saling berbenturan. Ketika melayang di atas Shukaku, Gamabunta langsung mengeluarkan Pisau Dosu dari dalam sarungnya. Setelah Gravitasi mempengaruhi tubuhhnya, Gamabunta langsung menjatuhkan dirinya dengan pisau Dosu di arahkan depan seperti tombak dan langsung mengarah ke Shukaku yang berada di bawahnya.
Duar!
Ledakan cukup besar pun tercipta ketika Gamabunta menghantam tanah, namun Shukaku berhasil melompat ke samping lalu menembakkan peluru angin ke arah kepulan asap akibat ledakan tersebut.
"Kalian berdua halau peluru angin itu! Aku tidak sempat membuat Handseal." Kata Gamabunta yang menyadari Shukaku menembakkan peluru agin ke arah mereka. Setelah dikomando oleh Gamabunta keduanya langsung membuat Handseal secara bersaman.
Fuuton : Kazeryuu No Jutsu
Katon : Gouryuuka No Jutsu
Karin mengeluarkan seekor naga angin sedangkan Kushina mengeluarkan seekor naga api yang berukuran sama besar. Kedua naga tersebut lalu menyatu sehingga ukurannya bertambah 4 kali lipat dan langsung mengarah ke peluru angin tersebut.
Blaar!
Naga api berukuran besar Karin dan Kushina bertabrakan dengan peluru angin milik Shukaku sehingga sebuah bola api sebesar Gamabunta langsung tercipta di tempat kedua jutsu tersebut bertabrakan. Gamabunta kemudian melompat-lompat ke samping kiri lalu ke depan Shukaku dan langsung mengayun Pisau Dosu miliknya ke kepala Shukaku.
Zuiing!
Dengan cepat Shukaku langsung melompat kebelakang sambil menembakkan dua peluru udara ke arah Gamabunta yang telah menyarungkan pisau Dosu-nya lalu membuat Handseal.
Suiton : Teppodama
Gamabunta menembakkan tiga peluru air berukuran lebih besar dari peluru angin milik Shukaku.
Blaar!
Keempat peluru tersebut langsung bertabrakan hingga menimbulkan hujan deras di area tempat keempat peluru tersebut berbenturan. Namun salah satu peluru air milik Gamabunta ternyata masih mengarah ke Shukaku.
Blaar! Duar!
Peluru air Gamabunta pun mengenai Shukaku yang tidak sempat menghindar. Shukaku pun terlempar ke belakang dan mendarat dengan posisi telungkup. Setelah berhasil bangun dari posisinya Shukaku kembali dikejutkan dengan Gamabunta yang telah berada di depannya. Gamabunta pun memutar tubuhnya dan menendang dada Shukaku dengan kaki kanannya.
Dugh! Duar!
Shukaku kembali terlempar ke belakang dan mendarat dengan posisi terlentang. Melihat hal tersebut Gamabunta langsung melompat tinggi dan bersiap menghantam perut Shukaku dengan kaki kanan.
Tak!
Dalam posisi terlentang Shukaku berhasil menangkap kaki Gamabunta dengan kedua lengannya.
"Aku akan membunuhmu katak brengsek!" Kata Shukaku lalu memegang kaki kanan Gamabunta dan bersiap membantingnya.
"Kalian berdua berpegangan! Ini akan sakit!" Umpat Gamabunta. Dengan cepat Karin dan Kushina langsung berpegang erat pada kulit Gamabunta.
Duar!
Shukaku membanting tubuh Gamabunta di samping kanannya. Masih memegang kaki kanan Gamabunta, Shukaku dengan cepat bangun dari posisi terlentangnya lalu memutar tubuhnya sehingga Gamabunta ingin berputar.
Zwuush!
Setelah berputar sebanyak tiga kali, Shukaku melepaskan kaki Gamabunta sehingga terlempar ke udara. Setelah melempar Gamabunta, Shukaku memegang perutnya yang mengempes menandakan bahwa ia akan menembakkan peluru agin.
"MATILAH!" Teriak Shukaku setelah menembakkan dua peluru angin.
Dugh! Dugh! Duar!
Gamabunta terkena dua peluru angin di bagian perut membuat kecepat terhempasnya bertambah lalu menghantam hutan dengan kerasnya.
"Sial!" Umpat Gamabunta sambil berusaha memperbaiki posisinya. "Anda baik-baik saja, Gamabunta-san?" Tanya Kushina yang masih berpegangan di atas kepala Gamabunta.
"Iya. Bagaimana dengan kalian?" Tanya balik Gamabunta. Karin dan Kushina mengangguk pelan di atas kepala Gamabunta.
"Kita harus segera membangunkan bocah itu. Tetapi aku tidak bisa berada di dekat Shukaku dengan begitu kalian bisa membangunkan bocah itu dengan memukulnya." Jelas Gamabunta.
"Sebenarnya dari semula kami sudah mempunyai rencana. Namun rencana tersebut sedikit susah karena Nee-chan harus berada di atas Shukaku lalu memanggil Gamahiro-san untuk menindih tubuhnya." Balas Karin sambil menjelaskan rencana awalnya.
"Kenapa kalian tidak dari tadi Hah!" Umpat Gamabunta sedikit keras. "Lantasan Gamabunta-san terus menyerangnya sih. Jadi kami tidak sempat memberitahukan anda." Balas Kushina.
"Huh! Baiklah mari kita lakukan rencana kalian. Tetapi kau harus mengubah tubuhku." Kata Gamabunta. "Mengubah?" Tanya Keduanya.
"Pertama kita harus menahan tubuhnya. Tetapi dengan lenganku itu mungkin sedikit susah. Kau harus mengubahku menjadi sesuatu yang mempunyai cakar dan taring. Mengerti!" Jelas Gamabunta dibalas anggukan oleh keduanya.
"Ayo kita mulai!" Seru Gamabunta.
Dengan cepat Gamabunta langsung melompat-lompat ke arah Shukaku yang sudah bersiap. Setelah berada 50 meter dari Shukaku. Gamabunta berhenti sambil membuat Handseal.
"Pertama kita buat dia sibuk. Kalian berdua keluarkan Katon. Aku akan mengeluarkan minyak. Lalu satukan api kalian dengan minyakkku." Perintah Gamabunta. Dengan cepat Karin dan Kushina merapalkan Handseal. Sementara Gamabunta sudah menyemburkan ratusan liter minyak ke arah Shukaku.
Katon : Endan
Karin dan Kushina menyemburkan peluru api ke semburan minyak milik Gamabunta. Semburan minyak tersebut langsung terbakar dan mengarah ke Shukaku.
Senpou : Gamaryuu Endan
Blaaaaaarrrrr!
Ledakan cukup besar pun terjadi ketika semburan api milik ketiganya mengenai area tempat Shukaku yang telah melompat ke samping kanan untuk menghindari semburan api tersebet. Area hutan tersebut pun terbakar dengan hebat hingga menyisahkan abu.
Shukaku yang melompat ke kanan ternyata melakukan kesalahan karena tempatnya mendarat kini berjarak 30 meter dari Gamabunta. Dengan cepat Gamabunta langsung melompat ke arah Shukaku.
"Lakukan! Dan ingat taring dan kuku tajam." Kata Gamabunta. Karin mengangguk pelan sambil membuat Handseal.
Henge
Pooft!
Ketika Gamabunta sudah berada di depan Shukaku. Tiba-tiba sebuah kepulan asap putih langsung menyelubungi tempatnya dan tak lama kemudian seekor rubah berekor sembilan a.k.a Gamabunta dalam bentuk Kyuubi melompat keluar dari kepulan asap putih tersebut.
"GROOOAAARRRR!"
Graab!
Kedua bahu Shukaku langsung dicengkram kuat oleh Gamabunta (Kyuubi) sehingga kuku-kuku tajamnya menancap di bahunya.
"ARRRRGGGHHHH!...RUBAH SIALAN!" Teriak Shukaku sambil melempar ejekan pada Gamabunta yang berubah menjadi Kyuubi salah satu Bijuu yang ia tidak suka karena sifatnya.
Pooft!
Gamabunta kembali ke bentuk semula yaitu katak dan diatas kepalanya Karin sedang berdiri dan disamping Kushina tengah membuat Handseal. Cengkraman di bahu Shukaku pun mengendur karena tangan katak milik Gamabunta tidak memiliki kuku.
"Bocah/Nee-chan, sekarang." Teriak Gamabunta dan Karin bersamaan.
Setelah menyelesaikan Handseal. Dengan cepat Kushina langsung melompat ke udara tepat di atas Shukaku. Dan bersamaan dengan itu Gamabunta melepaskan cengkramannya dan melompat mundur agar tidak mengganggu rencana mereka.
Kuchiyose : Yatai Kuzushi no Jutsu
Sebuah kepulan asap putih besar langsung muncul di atas Shukaku. Tak berselang lama seekor katak sebesar Gamabunta yang memiliki warna kehijauan dan abu-abu di sekitar matanya yang berwarna kuning. Di punggungnya terdapat dua Katana besar yang dililit sabuk orange di sekitar perutnya.
Dugh! Duar!
"AAAARRRHHHHH!" Teriak Shukaku.
Sang katak a.k.a Gamahiro sambil bersikedeplangsung menimpah tubuh Shukaku yang langsung tersungkur dengan posisi tengkurap di bawah Gamahiro. Tidak mau berada di bawah seekor katak, Shukaku berusaha mengankat kedua tangannya namun berhasil disadari oleh Kushina yang berada di atas Gamahiro yang melipat kedua lengannya di dada.
"Gamahiro-san tahan keduangan tangannya!" Kata Kushina.
Mendengar perkataan Kushina, dengan cepat Gamahiro langsung mencabut kedua Katan yang berada di punggungnya.
Jraash! Jraash!
"AARRRGGGHHHH!"
Kedua lengan Shukaku langsung tersungkur ke tanah dengan Katana yang menancap di masing-masing lengannya. Melihat Shukaku tidak berbuat apa-apa lagi dengan tubuh dan kedua lengan yang tertahan, Gamabunta langsung melompat ke dapan Shukaku dan Gamahiro.
"Bocah sekarang!" Kata Gamabunta pada Karin yang berada di atas kepalanya.
"Aku tidak akan membiarkan kalian mengusik kebebasanku." Kata Shukaku lalu menggerakkan ekornya untuk memukul Gamahiro yang berada di atas tubuhnya.
Bersamaan dengan melompatnya Karin, Gamabunta melihat ekor Shukaku bersiap memukul Gamahiro, dengan cepat ia langsung melompat melewati Gamahiro serta Shukaku dan mengeluarkan pisau Dosu miliknya.
Jraash! Duaar!
Ekor Shukaku langsung tertusuk pisau Dosu. Gambunta kemudian mendorong pisau Dosu miliknya yang tertancap di ekor Shukaku dan menancapkannya di permukaan tanah sehingga ekor Shukaku ikut tertahan seperti tubuh dan tangannya.
Sementara itu Karin sudah berada di depan Gaara yang tertidur di atas kepala Shukaku. Dengan cepat Karin langsung mengarahkan pukulan tangan kanan ke arah Gaara namun beberapa senti sebelum menyentuh kepala Gaara, tiba-tiba sebuah dinding pasir muncul dari dalam kepala Shukaku.
Jraash!
"Kalian meremehkanku! Motoku adalah pertahan sempurna." Kata Shukaku masih dalam posisi yang sama.
Tangan Karin langsung menghantam dinding pasir tersebut lalu dinding pasir tersebut langsung mengikat tangan kanan Karin. Perlahan dari dinding pasir tersebut keluar dua buah tombak pasir yang siap menusuk tubuh Karin. Kushina yang berada di atas kepala Gamahiro melihat hal tersebut dan ia langsung melompat turun dan mengeluarkan dua rantai chakra dari punggungnya.
Jraash! Jraash!
Kedua tombak pasir tersebut langsung hancur menjadi butiran pasir ketika tertusuk dua rantai chakra milik Kushina. Namun dua rantai chakra itu kembali bergerak dan menusuk dinding pasir tersebut hingga hancur sehingga tangan kanan Karin pun terlepas.
Setelah tangan kanannya terlepas, Karin menarik tangan kanan lalu mengarahkan sebuah pukulan tangan kiri ke kepala Gaara.
Duaagh!
Pipi bagian kanan Gaara pun terkena pukulan telat dari Karin membuat dirinya terbangun dari tidurnya. Sehingga Shukaku pun mulai pecah layaknya guci pasir.
Kraak! Kraak! Kraak!
Seluruh bagian tubuh Shukaku mulai terpecah hingga akhirnya hancur menjadi pasir yang langsung memenuhi area tempatnya tadi tersungkur. Gamahiro yang berada di atas tubuh Shukaku pun sedikit menghantam secara pelan karena tempat duduknya alias Shukaku hancur menjadi butiran pasir.
Duar! Tap! Tap!
Gaara terjatuh menghantam tanah dengan keras sehingga tercipta kawah berukuran kecil, sementara Karin dan Kushina mendarat dengan mulus tidak jauh dari tempat Gaara.
"Arigato Gamabunta-san/Gamahiro-san!" Kata keduanya yang dibalas anggukan oleh kedua katak dari gunung Myobokusan tersebut.
Pooft! Pooft!
Kedua katak tersebut langsung menghilang diikuti kepulan asap putih tebal. Sementara di tempat Karin, ia terlihat berbicara atau tepatnya menceramahi Gaara (Pembicaraan mereka sama seperti Naruto dan Gaara di canon). Dan disamping Kushina hanya mengangguk-ngangguk mengiyakan ceramah Karin pada Gaara.
Tap!
Tak berselang lama Temari pun menghampiri Gaara yang tengah terluka di bagian pipinya akibat pukulan Karin yang lumayan keras sehingga menimbulkan luka robek, darah terlihat keluar dari luka tersebut.
"Kau rekannya?" Tanya Kushina dan Temari menggangguk pelan. "Kalau begitu segera bawa pergi dan rawat lukanya." Kata Karin.
Secara perlahan Temari mulai mengankat tubuh Gaara yang sudah tidak bisa bergerak lagi. Setelah Gaara berhasil berdiri dengan bantuan Temari yang hendak melangkah pergi namun Gaara memberi isyarat agar berhenti. Gaara lalu menoleh ke arah Karin dan Kushina.
"Siapa nama kalian?" Tanya Gaara dengan nada pelan.
"Uzumaki Karin dan dia Uzumaki Kushina." Kata Karin lalu menunjuk Kushina.
"Arigato, Kushina, Karin-chan." Kata Gaara sambil tersenyum kecil dan secara tidak sadar memberi Suffix-chan pada Karin yang juga tidak sadar dipanggil seperti itu oleh Gaara.
Akhirnya Gaara dan Temari beranjak dari tempat itu. Karin dan Kushina pun menghela nafasnya karena merasa kelelahan akibat pertarungan mereka. "Ayo kita kembali ke Konoha!" Kata Kushina.
"Haah Sekarang! Tunggu dulu aku masih lelah." Umpat Karin sambil menggembungkan pipi.
"Kau ini manja amat sih! Nanti juga sembuj sendiri karena Kurama-chan pasti membantumu." Balas Kushina.
Akhirnya Karin pun setuju untuk kembali ke Konoha walaupun sepanjang perjalanan terus menggerutu tidak jelas sedangkan Kushina hanya menghela nafas karena ia juga lelah.
.
.
.
.
Sementara itu di Desa Konoha. Ular raksasa berkepal tiga hampir mencapai pusat desa begitupula dengan ninja Oto-Suna. Namun sebelum mereka tiba seluruh klan beserta Ketuanya menghadang mereka seperti klan Nara, Inuzuka, Yamanaka, Akimichi dan lainnya. Sama halnya dengan ninja Oto-Suna. Ular raksasa berkepala tiga tersebut langsung tertimpa seekor katak raksasa bernama Gamaken dan diatas katak tersebut terlihat Jiraiya dengan gaya pihak Konoha pun mendesak seluruh ninja Oto-Suna.
.
Sedangkan di salah satu tempat pertarungan kunci dalam Invasi konoha tengah akan mencapai babak akhir.
.
.
~~~ TBC ~~~
NOTE :
Setelah memikirkan matang-matang. Author memutuskan untuk sedikit mengikuti alur di Canon yaitu Sandaime-Hokage a.k.a Hiruzen akan tetap mati di tangan Orochimaru. Dan setelah kematian Sandaime Author sudah memiliki rencana untuk alurnya. Jadi Gomenasai untuk para readers yang menginginkan Sandaime untuk tetap hidup setelah Invasi Konoha.
#Akhirnya Chapter 18 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
#Balasan Beberapa Review.
R : Thor dou itu siapa ? Apa sandaime mati di episode depan atau naruto nanti ngalahin orochimaru itu saja prtanyaan nya lanjut terus sama sampai end b
B : Ya! Sandaime akan mati di chapter depan.
R : apa karin akan menggunakan kekuatan kyubi untuk melawan ichibi?
B : Sudah terjawab di chapter ini.
R : Naruto membantu Hiruzen. Logikanya jika sudah begini Hituzen tidak mungkin tewas. Kecuali benar-benar ada kejadian yang luar biasa. Di Canon saja Hiruzen dapat menahan duo kage Senju dan membuat Oro hampir tewas tanpa bantuan. Apalagi dibantu oleh Naruto yang notabene kekuatannya bisa disandingkan dengan Madara ini hohoho. Kita tunggu saja lah chapter selanjutnya. Yosh! Lanjut terus
B : Senpai benar. Nanti akan ada kejadian luar biasa Hohohohoho...
R : klo nanti karin chan bs nyadarin jurus tidurnya gaara, nanti gaara dbikin suka sma karin aja.. biar si pantat ayam ad saingan
hahaha
next next..
B : Saran yang menarik. Author akan pikirkan dan tandanya sudah sedikit terlihat di chapter ini.
R : lanjut,...
Ngomong2 apa nanti Hiruzen bakalan mati pas ngelawan orochimaru.?&
untuk pair itu terserah author aja, menurut saya pairnya cukup kushina aja.!
B : Yup! Hirezen bakalan mati dan Kushina akan tetap menjadi pair Naruto.
R : Berapa hari sekali Fic In Update ya?
Soalnya Author-san sering sekali Update, apa karena cepat update ya fic ini Banyak x yang suka ya?
B : Jadwal Updatenya tergantung cepat atau lambatnya penulisan chapternya.
R : apa naruto bakal gunain rinnegannya lawan 2 kage?
B : Mungkin Ya! Mungkin Tidak! Kita lihat saja nanti.
R : Disini Naruto sudh menguasai Rinnegan-nya kan?
Berarti kuchiyose Naruto bertambah 3 dong? Kan Orang yang menggunakan Rinnegan no me Dapat memanggil 3 kuchiyose? Benar tidak?
Oke saya tunggu kelanjutannya.
Ganbattene.
B : Benar! Naruto udah bisa manggil Kuchiyose dari Rinnegan miliknya tetapi Naruto belum ingin mengeluarkannya jadi Author Cuma menulis Kuchiyose Naruto cuman dua.
R : Lanjut ...
Hem kalo hiruzen gak mati saat invasi ntar alurnya jadi baru, dan mungkin author akan butuh waktu lama untuk mikirin alur baru, dan banyak chara yang tidak masuk ke alur nanti, contoh tsunade, shizune
Ntar yang ngoperasi lee siapa..?
Di sini siapa yang menyadarkan gaara dengan sebuah kata-kata. Apakah naruto, khusina, ato karin
udah mungkin itu aja ,,,
B : Hiruzen akan mati dan terjadi di chapter depan dan untuk siapa yang nyadarin Gaara udah terjawab di chapter ini.
R : thor klo bsa sandaime jgn d matiin donk, biar bda alur-a sm d canon.. klo soal lemon mnrut ane gk ush deh, klopun ada d shippuden gk usah trlalu vulgar. krna agk brlbihan aja rsa-a..
B : Gomen! Sandaime tetap akan mati kayak di canon dan untuk lemonnya yah Author hanya buat karena tuntutan alur dan hanya bersifat selingan.
R : Author kpn rilis chpater selanjutx,ane berhrap kisah romance antra naru kushi agak tonjolkan dkit lah biar kgak bosan action mulu:D
B : Yah! Tenang ajha chapter depan kisah romance keduanya akan muncul setelah kematin Sandaime.
R : Lanjut yha..
Usahain sampai psd4..
B : Yah! Author akan usahakan ampe PDS-4.
R : Ko kayanya Naruto terkejut banget ya pas duo hokage muncul,mang Naru pernah liat sebelumnya selain di patung?
Apa Karin bakal masuk mode kyuubi wat nahan serangannya Gaara?
Lanjut and update,,,;)
B : Siapa yang tidak terkejut dengan bangkitnya dua Hokage pendahulu desanya. Dan untuk pertanyaan kedua udah terjawab di chapter ini.
R : Yooo... Pair tetap NaruKushi yaa.. Klo Sasu sama Karin aj thor.. Trus pair nya Saku and Hina siapa ya?
Ok, tetap lanjut thoorrr... Semangat...
B : Pair NaruKushi itu udah tetap dan tidak dapat diganggu gugat dan untuk Karin masih rahasia. Untuk Saku dan Hina nanti Author pikirin.
R : Apa nanti gamabunta berubah menjadi kyubi saat melawan shukaku seperti di canon?
B : Udah terjawab di chapter ini.
R : Tor kalau bisa nanti Sandaime tewas dan membuat Naruto dituduh sebagai penyebab kematian Sandaime,,,,lalu hampir seluruh warga dan shinobi konoha mencomoh bahkan menghinanya sehingga sifatnya menjadi dingin dan tertutup kecuali pada orang-orang yang percaya bahwa Naruto bukan penyebab kematian Sandaime.
Lallu Naruto memutuskan untuk pergi dari konoha bersama KushiKarin.
Ini cuman saran Tor,,,,,,,Lanjut and Ganbatte...
B : Heemm! Saran yang menarik. Author akan pikirin.
R : Keren senpai cepet di lnjut ea klo bisa 2x semingu
B : Author akan usahain
R : senpai d tunggu chapter slanjutnya, klo boleh saran dkit, c tanuki kembali lagi nyerang desa. karena nglanjutin misi. tpi dihadang oleh karin pke kuchiose jd bertarungnya agak dket desa, jadi biar keliatan warga konoha klo karin nyelamatin desa dan ngalahin monster takuni. hehee tpii, maf klo saranya konyoll. hee maf yh sblumnya
B : Heem! Saran yang lumayan menarik. Author juga akan memikirkan saran ini.
R : Pertarungannya masih kurang;(
B : Gomen! Dan untuk chapter bagaimana dengan pertarungannya.
R : Lanjut!
apa nanti Sandaime akan mati? dan tangan Oro akan seperti di canon (Dipotong dewa kematian).
B : iya Benar. Nanti tangan si ular pedo akan seperti di canon.
R : ceritanya semakin menarik senpai!,,,,,semoga chapter depan lebih manarik...
Tentang pair Karin dan Hinata yang readers ingin dimasukkan ke Pair Naruto! dihiraukan saja, bisa-bisa nanti senpai kebingungan mencari imajinasi lagi...
B : Arigatou buat sarannya.
Maaf yang Review-nya gak dibalas karena beberapa Review hanya menanyakan hal yang sama jadi Author gak usah nulis agar hemat kata
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
