CHAPTER 19 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru , GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
Mohon maaf atas keterlambatan Author untuk Update
karena Laptop Author kena Rasenagn Naruto jadinya laptop Author jadi Blue Screen.
..:: CHAPTER 19 : SANDAIME DEATH ::.. .
.
.
Hiruzen VS Orochimaru
Orochimaru yang masih memegang Kusanagi miliknya sedikit mendecih tidak suka melihat salah satu pionnya yaitu Hashirama berhasil dihentikan sementara oleh Naruto. "Khukukuku...Aku tak menyangka Bocah Hiraishin itu bisa membuat Shodaime-Hokage seperti itu." Kata Orochimaru.
Hiruzen pun menoleh ke arah pertarungan Naruto. "Apa yang akan kau lakukan Naruto?" Gumam Hiruzen. Ia kembali menoleh ke arah Orochimaru yang ternyata telah berlari ke arahnya dengan Kusanagi di tangan kanan.
Dengan cepat Hiruzen langsung memanjangkan ujung Toya ke Orochimaru. Orochimaru melompat ke samping kiri lalu kembali berlari ke arah Hiruzen.
Zwuush!
Orochimaru mengayunkan Kusanagi miliknya secara horizontal namun Hiruzen menghindar dengan menunduk lalu melepas Toya miliknya dan merapalkan sebuah Handseal.
Katon : Dai Endan
Blaar!
Hiruzen melepaskan puluru api sambil melompat ke belakang agar tidak terkena efek ledakan peluru api yang mengenai Orochimaru. Perlahan kobaran api mulai menghilang dan terlihat seekor ular putih yang hangus terbakar dan bersamaan dengan itu Hiruzen mendarat tidak jauh dari tempat ular tersebut.
"Sudah kuduga." Umpat Hiruzen
Hiruzen mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Orochimaru. Tak berselang lama Orochimaru keluar dari dalam atap setelah seluruh tubuhnya sudah keluar, Orochimaru langsung merapalkan sebuah Handseal.
Mandara no Jin
Ribuan ular langsung keluar dari permukaan atap di depan Orochimaru dan menciptakan sebuah gelombang ular lalu ribuan ular tersebut langsung mengeluarkan pedang dari mulut masing-masing. Tidak tinggal diam Hiruzen kembali menaruh Toya disamping kirinya lalu merapalkan sebuah Handseal.
Katon : Endan
Hiruzen menyemburkan peluru api sembari menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan secara bergantian sehingga menciptakan sebuah dinding api yang menghanguskan seluruh ular milik Orochimaru. Sementara Hiruzen sibuk menahan seluruh ular miliknya, Orochimaru diam-diam mengirim seekor ular untuk mencabut kunai Hiraishin yang menancap di dada Hashirama.
.
.
.
Naruto VS ET Tobirama
Naruto dan Tobirama kini berdiri saling berhadapan dengan jarak beberapa meter. Beberapa saat kemudian keduanya langsung berlari dengan kecepatan High Jounin ke depan. 2 meter sebelum mencapai lawannya, keduanya mengeluarkan kunai masing-masing.
Traank!
Dua kunai berbeda pun saling bertabrakan. Setelah itu Naruto memutar tubuhnya searah jarum jam sambil mengayunkan kaki kiri sedangkan Tobirama bersiap menahan kaki kiri Naruto dengan tangan kanan.
Tak! Sreet!
Tobirama sedikit bergeser ke kiri akibat kerasnya tendangan Naruto tetapi ia berhasil menandai kaki Naruto dengan Fuin Hiraishin miliknya tanpa disadari oleh Naruto sendiri. Tobirama melompat kebelakang sambil merapalkan Handseal begitu juga Naruto yang melakukan hal yang sama.
Suiton : Suiryūdan no Jutsu
Fuūton : Kazekiri no Jutsu
Tobirama mengeluarkan seekor naga air dan disaat bersamaan Naruto menghembuskan sebuah angin pemotong yang cukup panjang.
Jraash!
Naga air milik Tobirama langsung terbelah dua terkena angin pemotong milik Naruto. Setelah naga air tersebut hancur Naruto langsung melesat ke arah Tobirama dan langsung menyarangkan dua tendangan berurutan.
Dugh! Dugh! Zwuush!
Tendangan pertama adalah sebuah Left Side Kick yang membuat Tobirama sedikit oleng ke kiri. Setelah itu Naruto sedikit melompat sambil memutar tubuhnya dan menyarangkan sebuah tendangan ke arah dada Tobirama sehingga membuatnya terlempar ke belakang.
Dalam keaadan terlempar, Tobirama langsung menghilang menggunakan Hiraishin dan muncul tepat di atas Naruto dengan puluhan kertas peledak melekat di tubuhnya.
"Kau tau bocah! Hiraishin adalah tehnik ciptaanku dan aku sudah menandai tubuhmu, jadi bersiaplah!" Ungkap Tobirama, kertas peledak di tubuhnya pun mulai terbakar.
Gojō Kibakufuda
Duar! Duar! Duar! Duar!
Tubuh Tobirama pun meledak secara bertubi-tubi namun Naruto berhasil menghindarinya dengan menguarkan kunai dan melemparnya ke arah depan lalu dengan cepat ia menghilang diikuti kilatan kuning dan muncul di tempat kunainya tertancap.
"Hampir saja!" Kata Naruto sambil mencabut kunai miliknya. "Setelah ini Nidaime pasti membutuhkan waktu yang lama untuk beregenarasi." Gumam Naruto.
.
Beberapa detik kemudian akhirnya ledakan pun mereda dan terlihat Tobirama tergeletak dengan tubuh yang hancur tetapi mulai beregenasi. Naruto langsung memasukann kunainya ke dalam Fuin lalu berlari ke arah Tobirama sambil merapalkan Handseal.
Setelah hampir mencapai Tobirama, Naruto langsung dikejutkan dengan munculnya Hashirama sambil melayangkan sebuah tendangan ke bahu Naruto.
Duagh! Tap!
Naruto langsung terhempas kebelakang namun berhasil mendarat dengan sempurna. Ia lalu menoleh ke arah tempat Hashirama terbaring sebelumnya dan terlihat seekor ular sedang menggigit kunai miliknya.
"Sial!" Umpat Naruto sambil memegang bahunya.
"Kau harus fokus!" Perintah Hashirama sambil merapalkan sebuah Handseal.
Moku Bunshin no Jutsu
Lima buah balok kayu keluar dari tubuh Hashirama dan membentuk menyerupai Hashirama dan langsung melesat ke arah Naruto.
Bunshin ke-1 langsung melompat sambil melakukan pukulan tangan kanan. Dengan cepat Naruto menunduk menghindarinya dan ketika bunshin tersebut berada di belakangnya, Naruto memutar tubuhnya dan menendang punggung bunshin tersebut
Duagh!
Selanjutya keempat bunshin Hashirama lansung menyerang Naruto secara bergantian namun semuanya dapat dihindari oleh Naruto. Bunshin yang terkena tendangan Naruto ikut menyerang namun Naruto sudah berada di atas meraka sambil merapalkan sebuah Handseal.
Fuūton : Shinku Renpa
Puluhan pedang angin langsung tercipta di dekat Naruto dan langsung melesat ke arah lima bunshin Hashirama.
Jleeb! Jleeb! Jleeb!
Kelima bunshin Hashirama pun tertusuk beberapa pedang angin dan langsung berubah menjadi patung kayu berbentuk Hashirama. Naruto langsung dikejutkan dengan kemunculan Tobirama di atasnya yang bersiap memukulnya. Dengan cepat Naruto memutar tubuhnya mengdap ke Tobirama.
Tak! Tak!
Naruto berhasil menahan kedua tangan Tobirama yang ingin memukulnya. Tetapi Hashirama langsung melompat ke arah Naruto dengan tangan kanan yang berubah menjadi sebuah kayu runcing.
Tak!
Sebelum menusuk tubuhnya, Naruto berhasil menjepit tangan kanan Hashirama yang berubah menjadi kayu runcing dengan kedua kakinya. Merasa posisinya bisa dibilang berbahaya, Naruto memutar tubuhnya sehingga Hashirama dan Tobirama ikut berputar.
Tap! Tap! Tap!
Ketiganya mendarat dengan sempurna. Naruto berada di tengah-tengah Hashirama dan Tobirama dengan jarak sekitar 15 meter.
"Refleks yang bagus." Puji Hashirama, sedangkan Tobirama hanya mengangguk mengiyakan. Beberapa detik kemudian tiba-tiba Hashirama merapalkan sebuah Handseal.
"Handseal itu! Jangan bercanda Baka-Aniki!" Kata Tobirama yang mengetahui tehnik apa yang akan dikeluarkan oleh Aniki-nya.
Mokuton Hijutsu : Jukai Kōtan
Di sekitar Hashirama mulai bermunculan akar-akar yang semakin membesar hingga menjadi sebuah batang pohon dan perlahan batang-batang pohon tersebut mulai terpisah dan menyebar ke segelah arah. Naruto dan Tobirama pun melompat dari batang satu ke batang yang lain untuk menghindari agar tidak terjepit ataupun tertusuk.
"Kalau seperti ini aku akan terkena atau terjepit." Gumam Naruto lalu melompat turun ke permukaan atap.
Tap!
Setelah mendarat Naruto lanngsung merapalkan sebuah Handseal.
Fuūton : Kamikaze
Di sekeliling Naruto mulai tercipta sebuah hembusan angin yang semakin cepat dan juga bertambah tinggi hingga menciptakan sebuah tornado yang berguna sebagai pelindung karena ia berada di dalam tornado tersebut.
Braak! Braak! Braak!
Batang pohon yang terkena tornado tersebut pun hancur sehingga melindungi Naruto yang berada di tengah-tengah tornado tersebut. Hashirama dan Tobirama yang melihat tornado yang melindungi Naruto pun kagum.
"Ia bahkan bisa menciptakan tornado tanpa mengenai dirinya sendiri yang berdiri di tengah-tengahnya." Gumam Hashirama.
"Hal tersebut pasti membutuhkan control chakra yang tinggi." Tambah Hashirama sedangkan Tobirama hanya memasang wajah datar sambil menghindari batang-batang pohon yang semakin menggila pertumbuhannya.
.
Tidak jauh dari mereka bertiga. Hiruzen dan Orochimaru yang sedang beradu Taijutsu setelah gelombang ular terhenti langsung Orochimaru langsung merapalkan Handseal sedangkan Hiruzen memberi kode ke Enma. Karena batang pohon Hashirama mulai mencapai tempat mereka
Hiru Bansho: Boka no Jutsu
Kongō Rōheki
Orochimaru langsung masuk ke dalam atap sedangkan Enma (Toya) yang mengetahui kode Hiruzen langsung mengkloning dirinya dan membentuk sebuah kurungan dengan Hiruzen yang berada di dalamnya.
Batang-batang pohon Hashirama semakin meluas sehingga membawa kurungan Enma ke sisi lain dari dinding tanah milik Naruto. Beberapa menit kemudian akhirnya seluruh area di dalam Kekkai sudah dipenuhi batang pohon sehingga pertumbuhan batang pohon Hashirama terhenti.
.
.
.
Hiruzen Place
Kurungan Enma kini berada di atas sebuah batang pohon tidak jauh dari dinding tanah milik Naruto. Di dalam kurungan Hiruzen mencari keberadaan Orochimaru karena firasatnya mengakatan bahwa Orochimaru berada tidak jauh darinya.
"Kita terpisah dengan Genin itu." Sebuah mata tiba-tiba terbuka pada salah satu Toya di depan Hiruzen. "Kau benar Enma. Kuharap Naruto baik-baik saja." Balas Hiruzen.
"Hal ini akan membuatmu lebih fokus untuk mengalahkan Orochimaru, Sarutobi." Kata Enma dan Hiruzen mengangguk pelan.
Tak berselang lama Orochimaru akhirnya keluar dari batang pohon tidak jauh dari Hiruzen. Melihat kemunculan Orochimaru, Hiruzen langsung menyentuh Toya yang mempunyai mata.
"Ayo kita mulai Enma!"
Pooft!
Kurungan Toya pun menghilang diikuti kepulan asap putih menyisahkan Toya yang asli yang langsung dipegang Hiruzen dengan tangan kanan. "Baik!" Balas Enma.
Hiruzen langsung melompat ke arah Orochimaru lalu memanjangkan ujung Toya ke arah Orochimaru yang dengan cepat melompat kebelakang untuk menghindari ujung Toya
Braak!
Ujung Toya langsung menancap di batang pohon tempat Orochimaru tadinya berdiri. Hiruzen lalu melompat ke atas Toya lalu berlari di atasnya sambil merapalkan Handseal.
Katon : Sanryu Huashi no Jutsu
Sambil berlari Hiruzen mengeluarkan tiga naga api yang langsung melesat ke Orochimaru yang sudah mendarat di dahan pohon.
Blaar!
Satu naga api mengenai dahan pohon hingga membuat dahan pohon tersebut hancur, Orochimaru berhasil melompat sebelum naga api yang pertama mengenainya.
Tap! Blaar!
Setelah mendarat Orochimaru kembali melompat ke kanan untuk menghindari naga api yang kedua yang kembali hanya mengenai dahan pohon tempat Orochimaru sebelumnya. Masih dalam keadaan melompat ternyata naga api yang terakhir kini berada tepat di depan Orochimaru. Tidak mau mati terpanggang Orochimaru langsung merapalkan sebuah Handseal.
Jagei Jubaku
Dari lengan Orochimaru langsung keluar dua ular berukuran sama besarnya dengan tubuhnya dan langsung melingkar satu sama lain untuk melindungi Orochimaru dari naga api depannya.
Blaar!
Ledakan yang cukup besar langsung tercipta di udara tepat di atas Hiruzen yang tengah bersiap untuk melompat sambil memegang Toya dengan kedua tangannya.
Setelah efek ledakan menghilang terlihat dua ekor ular yang melindungi Orochimaru hangus terbakar dan perlahan hancur menjadi abu sehingga menampakkan Orochimaru yang tidak terkena efek ledakan. Hiruzen langsung melompat ke depan Orochimaru sambil mengayunkan Toya secara Horizontal ke kepala.
Zwuush!
Ayunan Toya hanya mengenai udara karena Orochimaru memanjangkan lehernya ke arah belakang sedangkan kedua tangannya sedang merapalkan Handseal.
Fuūton : Daitoppa
Zwuush! Tap! Tap!
Hiruzen pun terkena hembusan angin yang dikeluarkan Orochimaru tetapi berhasil mendarat dengan sempurna di batang pohon dengan posisi vertikal. Sedangkan Orochimaru mendarat di dahan pohon di depan Hiruzen.
"Haah..Haaah!" Hiruzen membuang nafas dengan keras yang dapat didengar oleh Orochimaru. "Sepertinya kau sudah kelelahan pak tua Sarutobi." Ejek Orochimaru.
Hiruzen menghiraukan ejekan Orochimaru lalu menancapkan Toya di sampingnya dan mengeluarkan tiga shuriken dan langsung melemparnya ke arah Orochimaru. Setelah ketiga shuriken tersebut melesat ke Orochimaru, Hiruzen langsung merapalkan Handseal.
Shuriken Kagebunshin no Jutsu
Tiga shuriken yang dilempar Hiruzen langsung berlipat ganda menjadi puluhan dan langsung mengarah ke Orochimaru.
Jleeb! Jleeb! Tap!
Orochimaru melompat turun ke atap sehingga puluhan shuriken tersebut hanya menancap di area sekitar tempat Orochimaru tadinya berada. Setelah mendarat Orochimaru langsung merapalkan Handseal.
Kuchiyose : Edo Tensei
Dua peti langsung keluar dari dalam atap membuat Hiruzen semakin geram karena lagi-lagi Orochimaru membangkitkan seseorang dan juga penasaran siapa lagi yang akan dibangkitkan oleh Orochimaru.
"Khukukuku...Untung semalam aku menyuruh Kabuto untuk mencarikanku pion tambahan sebagai persiapan." Pikir Orochimaru sambil tertawa psikopat dalam hati.
Braak! Braak!
Tutup kedua peti tersebut langsung terjatuh dan dua sosok langsung keluar dari peti mati tersebut. Sosok pertama memiliki rambut hitam spike dengan baju khas Uchiha berwarna hitam sedangkan sosok yang satunya berkepala plontos dan juga memakai baju khas Uchiha berwarna biru dongker.
.
.
.
Naruto Place
Terlihat area di sekitar Naruto bersih dari batang-batang pohon dan di tidak jauh di depannya Hashirama sedang berdiri dengan tangan masih merapalkan Handseal. Sedangkan Tobirama tidak terlihat karena ia berada cukup dari mereka berdua.
"Aku akan segera menyegel Shodaime mumpun Nidaime tidak ada disini." Gumam Naruto lalu mengeluarkan dua bunshin. "Kalian berdua cari dan tahan Nidaime selama mungkin." Perintah Naruto pada kedua bunshinnya."
"Baik!" Ucap kedua bunshin tersebut lalu melompat untuk mencari keberadaan Tobirama.
Setelah kedua bunshin pergi, Naruto langsung berlari ke Hashirama begipula sebaliknya. "Bocah cepat hentikan kami lalu pergi bantu Hiruzen untuk mengalahkan orang itu." Kata Hashirama sambil berlari dibalas anggukan oleh Naruto.
Ketika Naruto berjarak 5 meter darinya, Hashirama merapalkan Handseal lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah Naruto.
Mokuton : Daijurin no Jutsu
Tangan Hashirama langsung berubah menjadi balok kayu sementara Naruto sudah mempersiapkan sebuah Rasengan di tangan kanannya.
Rasengan
Braak! Braak!
Balok kayu Hashirama mulai hancur terkena Rasengan milik Naruto yang semakin mendekat ke Hashirama. Setelah balok kayu Hashirama hancur tepat di depannya, Naruto memutar tubuhnya dan Rasengan di tangan kanannya belum menghilang.
Rasengan
Zwuush! Braak!
Hashirama terpental ke belakang hingga menghantam batang pohon setelah terkena Rasengan di perutnya. Naruto kemudian mengeluarkan satu kunai dan melemparnya ke Hashirama.
Jleeb! Duagh!
Setelah kunai tersebut menancap di samping Hashirama, Naruto menghilang diikuti kilatan kuning lalu muncul tepat di depan Hashirama dan langsung menghantamkan sebuah pukulan di bekas Rasengan di perut Hashirama.
"Bagus bocah!" Puji Hashirama membuat Naruto sedikit terkejut. "Bahkan setelah terkena Rasengan. Shodaime belum kehilangan kesadaran. Benar-benar seorang dewa shinobi." Gumam Naruto dalam hatinya.
Naruto menarik tangannya dari perut Hashirama lalu merapalkan sebuah Handseal, namun sebelum menyelesaikan Handseal-nya ternyata Naruto dihadiahi sebuah pukulan tangan kanan dari Hashirama.
Dugh! Tap!
Naruto mendarat dengan baik setelah mendapat pukulan dari Hashirama. Setelah mendarat Naruto langsung berlari ke arah Hashirama yang ternyata telah merapalkan sebuah Handseal. Bekas Rasengan di perutnya sudah tertutup.
Mokuton
Sebuah akar yang lumayan runcing langsung muncul di depan Hashirama dan melesat ke arah Naruto yang ternyata juga merapalkan sebuah Handseal.
Fuūton : Kazekiri no Jutsu
Braak!
Naruto mengeluarkan sebuah angin pemotong yang langsung membelah dua akar tersebut tetapi angin pemotong tersebut belum berhenti dan langsung mengarah ke Hashirama.
Jraah!
Sebuah luka menganga tercipta di perut Hashirama membuatnya kehilangan kesadaran namun Naruto belum berhenti, ia kembali merapalkan Handseal.
"Masih belum." Gumam Naruto.
Suiton : Suiryūdan no Jutsu
Naruto menciptakan sebuah naga air dan langsung menghantam tubuh Hashirama sehingga membuatnya terlempar dan menghantam di batang pohon yang sama.
Duar!
Naruto mendekati tubuh Hashirama yang masih beregenerasi lalu merapalkan Handseal lagi.
Mokuton : Mokusatsu Shibari
Empat akar langsung keluar dari batang pohon tempat Hashirama terhantam dan langsung mengikat kedua tangan dan kakinya. Belum sampai disitu akar kecil mulai mengikat jari-jari Hashirama yang masih beregenerasi membuatnya benar-benar tidak bisa bergerak.
"Haah...Haaah...sekarang tinggal mengunggu chakraku pulih sebanyak 90 persen. Lalu menggunakan tehnik itu untuk menyegel Shodaime." Gumam Naruto sambil membuang nafas.
"Naruto jangan bilang kau ingin menggunakan tehnik itu untuk menyegelnya." Tiba-tiba Kurama langsung menghubungi Naruto melalui telepati.
"benar Kurama. Aku akan menyegelnya menggunakan tehnik itu." Balas Naruto. "Bukannya kau bisa menggunakan Fuinjutsu yang lain kenapa harus Shiki Fūjin."
"Agar kedua Hokage ini tidak dibangkitkan lagi oleh Orochimaru."
"Apa yang membuatmu berpikir bahwa jika disegel menggunakan Shiki Fūjin. Kedua Hokage tidak akan dibangkitkan lagi." Tanya Kurama.
"Jika jiwa seseorang disegel di perut dewa kematian tidak cara untuk mengambilnya kembali. Jadi mereka tidak akan bisa dibangkitkan kembali." Jawab Naruto "Huuft..Baiklah terserah kau saja." Balas Kurama lalu memutus telepati mereka.
"Lagipula Shiki Fūjin milikku berbeda dengan Shiki Fūjin yang ada saat ini." Gumam Naruto.
.
.
FLASHBACK
Naruto sedang berbaring di rerumputan di dimensi milik Kakeknya Uzumaki Arashi setelah lelah berlatih bersamanya. Disampingnya Arashi sedang duduk sambil memegang sebuah gulungan.
"Naruto-" Naruto menoleh ke arah kakeknya. "-apa yang kau ketahui tentang Shiki Fūjin?" Tanya Arashi.
"Shiki Fūjin adalah Fuinjutsu Rank-S yang apabila digunakan penggunanya akan mati setelah menggunakan tehnik itu karena tehnik itu harus mengorbankan jiwa penggunanya untuk menyegel lawan mereka di dalam perut dewa kematian." Jawab Naruto.
"Lalu apa kau ingin mempelajari Fuinjutsu ini?" Tawar Arashi. Dengan spontan Naruto langsung menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia menolak membuat Arashi terkekeh pelan.
"Apa karena kau takut mati atau kau seorang Jinchuriki." Kata Arashi. Naruto mengangguk pelan mengiyakan. "Tou-chan mengatakan bahwa seorang Jinchuriki tidak dapat menggunakan Shiki Fūjin meskipun ia tidak tahu apa alasannya." Kata Naruto.
"Apa kau lupa bahwa kita, klan Uzumaki adalah klan spesialis Fuinjutsu." Kata Arashi lalu mengeluarkan satu gulungan lagi.
"Sebenarnya kita memiliki dua buah Shiki Fūjin. Yang pertama merupakan Shiki Fūjin yang dunia shinobi ketahui selama ini sementara yang kedua merupakan Shiki Fūjin yang berbeda. Selama ini kami menyembunyikannya agar tidak diketahui oleh orang lain. Bahkan Ayuki-chan saja tidak mengetahui ada Shiki Fūjin yang lain." Jelas Arashi.
"Yang lain?" Naruto menaikkan sebelah alisnya. "Dan apa perbedaan dari keduanya?" Tanya Naruto.
"Shiki Fūjin yang selam ini kami sembunyikan berbeda dan perbedaan adalah penggunanya tidak perlu mengorbankan nyawanya karena Dewa Kematian hanya mengambil 75 persen chakra penggunanya sebagai imbalan. Dan satu lagi, bahkan seorang Jinchuriki pun bisa menggunakannya." Jelas Arashi.
"Bagaimana? Apa kau ingin mempelajarinya?" Tawar Arashi kembali.
"Baiklah aku ingin mempelajarinya. Mungkin suatu saat akan berguna." Jawab Naruto mantap.
"Tetapi Shiki Fūjin ini tetap memilik resiko yaitu setelah jiwa korban berhasil ditarik keluar dan melewati perutmu. Tanda Fuin tetap akan muncul di perutmu dan membuatmu tidak dapat bergerak selama lima menit. Setelah lima menit tandanya akan hilang sendiri dan tubuhmu bisa digerakkan kembali. Batas waktu pemakaiannya adalah chakramu yang sebanyak 75 persen itu setelah habis dewa kematian akan menghilang dengan sendirinya." Jelas Arashi
"Heeh! Ternyata resikonya lumayan berat tetapi aku tetap ingin mempelajarinya." Kata Naruto.
FLASHBACK OFF
.
.
.
Setelah beberapa menit akhirnya chakra Naruto sudah terisi sebanyak 90 persen dan bersamaan dengan itu kesadaran Hashirama akhirnya kembali, namun Hashirama langsung terbelalak kaget karena ia tidak dapat bergerak karena diikat oleh Mokuton Naruto.
"Kau juga bisa menggunakan Mokuton sepertiku?" Tanya Hashirama.
"Tentu saja. Aku menggabungkan Doton dan Suiton." Jawab Naruto.
"Sekarang waktunya menyegel anda." Kata Naruto. Hashirma pun mengangguk pelan sambil tersenyum.
Naruto lalu merapalkan sebuah Handseal yang cukup rumit dan ditutup dengan tepukan.
Shiki Fūjin
Senyum yang tadi menghiasi wajah Hashirama langsung menghilang ketika ketika mendengar nama tehnik yang akan digunakan Naruto untuk menyegelnya. Hashirama tahu bahwa Shiki Fūjin adalah tehnik yang mengorbankan penggunanya.
Dari punggung Naruto, Dewa kematian langsung keluar tetapi berbeda karena dewa kematin hanya mengikat chakra Naruto sebanyak 75 persen bukannya jiwanya.
"Apa yang kau lakukan! Kau masih memiliki masa depan untuk menjadi shinobi yang hebat tetapi kenapa kau malah mengorbankan nyawamu untuk menyegel kami?" Tanya Hashirama dengan nada membentak.
"SEKARANG!" bukannya menjawab pertanyaan Hashirama, Naruto malah memerintahkan dewa kematian untuk memulai proses penyegelan.
Dewa kematian langsung memasukkan tangannya ke gumpalan chakra yang diikatnya dan dari perut Naruto langsung keluar tangan dari dewa kematian dan langsung meraih jiwa milik Hashirama membuat bagian perut pakaian Naruto menjadi sobek karena tangan dari dewa kematian.
Setelah jiwanya sudah dipegang oleh dewa kematian. Akhirnya Hashirama melihat dewa kematian di belakang Naruto dan sontak membuatnya terkejut karena bukan jiwa Naruto yang diikat melainkan sebuah gumpalan chakra milik Naruto.
"Sekarang anda melihatnya. Shiki Fūjin yang aku gunakan berbeda dengan yang anda ketahui." Kata Naruto.
"Hahahaha...Ternyata seperti itu rupanya. Pantas kau menggunakannya. Baiklah segera segel aku lalu kau segel Tobirama si-Baka-Otouto." Kata Hashirama.
Fuin
Dewa kematian akhirnya menarik keluar jiwa milik Hashirama dan melewati perut Naruto sehingga tanda fuin dari Shiki Fūjin langsung muncul di perut Naruto. Setelah melewati Naruto jiwa Hashirama langsung ditelan oleh dewa kematian. Sedangkan tubuh Hashirama langsung menjadi potonga-potongan kertas.
"Sial! Tubuhku serasa lumpuh." Gumam Naruto karena mulai merasakan efek dari Shiki Fūjin miliknya.
.
Lima menit kemudian akhirnya tanda di perut Naruto menghilang dan tubuhnya sudah bisa digerakkan. Dengan cepat ia langsung menuju ke tempat Tobirama.
.
.
.
Bunshin Naruto VS Tobirama
Selama kurang lebih 10 menit, kedua bunshin Naruto berhasil menahan Tobirama walaupun sedikit kesusahan karena Tobirama terus mengeluarkan Suiton miliknya.
Tap!
Naruto pun tiba di atas dahan pohon di dekat pertarungan bunshinnya. "Kalian berdua bantu aku agar Nidaime dapat kusegel." Perintah Naruto pada kedua bunshinnya.
"Pasti Nidaime akan menggunakan Hiraishin dan muncul di dekatku karena ia telah menandai tubuhku." Pikir Naruto lalu membuat sebuah Handseal.
"Baik Master!"
Kedua bunshin Naruto langsung berlari ke Tobirama yang ternyata membuat sebuah Handseal.
Suiton : Suiryūdan no Jutsu
Tobirama mengeluarkan seekor naga air yang siap menghantam kedua bunshin Naruto. Dengan cepat kedua bunshin tersebut langsung melompat menghindar ke kiri dan kanan sehingga naga air milik Tobirama hanya mengenai batang pohon.
Bluur!
Kedua bunshin tersebut langsung beradu Taijutsu dengan Tobirama. Ketiganya seimbang dalam adu Taijutsu membuat Naruto menjadi geram.
"KALIAN BERDUA CEPAT! CHAKRANYA TINGGAL 40 PERSEN!" Teriak Naruto
Mendengar perintah Naruto, kedua bunshin tersebut langsung melakukan pukulan tangan kanan secara bersamaan namun Tobirama berhasil menghindarinya dengan cara menunduk namun kedua bunshin Naruto belum selesai karena mereka langsung menarik tangan kanan mereka dan bersiap melakuakn Right Low Kick ke Tobirama yang menunduk.
"Kau lupa melupakan sesuatu bocah!" Kata Tobirama dan langsung menghilang menggunakan Hiraishin.
"Seperti perkiraanku. Sekarang tinggal memprediksi dimana Nidaime akan muncul." Gumam Naruto. "Belakang!" Gumam Naruto.
"Apa kau lupa bahw-"
"Sebaliknya itu yang aku inginkan." Potong Naruto sehingga Tobirama menyipitkan kedua matanya di belakang Naruto.
Mokuton : Mokusatsu Shibari
Dua buak akar langsung muncul di samping kiri dan kanan Tobirama lalu mengikat tubuhnya. Dua bunshin Naruto pun ikut membantu dengan memegang kedua tangan Tobirama agar tidak kabur menggunakan Hiraishin. Naruto lalu memutar tubuhnya sehingga ia dan Tobirama saling berhadapan.
"Kau juga bisa menggunakan Mokuton seperti Baka-Aniki?" Tanya Tobirama
"Tentu saja. Aku menggabungkan Doton dan Suiton." Jawab Naruto.
"Sekarang apa yang akan kau lakukan?" Tanya Tobirama kembali.
"SEKARANG!" bukannya menjawab pertanyaan Tobirama, Naruto malah memerintahkan dewa kematian untuk memulai proses penyegelan.
Dewa kematian langsung memasukkan tangannya ke gumpalan chakra yang diikatnya dan dari perut Naruto langsung keluar tangan dari dewa kematian dan langsung meraih jiwa milik Tobirama.
Setelah jiwanya sudah dipegang oleh dewa kematian. Akhirnya Tobirama melihat dewa kematian di belakang Naruto. Ia langsung mengukir senyum tipis.
"Heeh! Ternyata kau menggunakan Shiki Fūjin untuk menyegelku dan Baka-Aniki. Tetapi aku melihat ada yang aneh dengan dewa kematin di belakangmu itu."
"Keanehannya adalah Dewa Kematian tidak mengikat jiwaku." Tobirama mengangguk pelan. "Dan biar aku tebak. Pasti Dewa kematian hanya mengikat chakramu." Kata Tobirama.
"Anda benar. Bagaimana anda bisa mengetahuinya?" Tanya Naruto.
"Aku melihatnya dasar bodoh." Jawab Tobirama dengan nada sedikit keras. "Baiklah segera segel aku. Dan aku percayakan Konoha padamu boc- Uzumaki Naruto." Sambung Tobirama.
Fuin
Dewa kematian akhirnya menarik keluar jiwa milik Tobirama dan melewati perut Naruto sehingga tanda fuin dari Shiki Fūjin langsung kembali muncul di perut Naruto. Setelah melewati Naruto jiwa Tobirama langsung ditelan oleh dewa kematian. Sedangkan tubuhnya langsung menjadi potongan-potongan kertas kecil
Pooft! Pooft! Bruuk!
Kedua bunshin Naruto akhirnya menghilang diikuti kepulan asap putih dan bersamaan dengan itu Naruto langsung ambruk di atas daha pohon.
"Se...karang...ti..tingg..al...si...ular..pedo..i..itu." Kata Naruto dengan posisi tengkurap. "Tunggu aku Jiji. Jadi tolong tunggu lima menit lagi." Sambung Naruto dalam hati.
.
.
.
Hiruzen Place
Saat ini Hiruzen tengah bertarung dengan Uchiha Yashida (OC) dan Uchiha Hikaku (OC) yang merupaka korban dari Pembantai Uchiha oleh Itachi. Kedua Uchiha ini merupakan pasangan Jounin yang diakui kemampuannya oleh Hiruzen sendiri.
Posisi Hiruzen kini berada di dahan pohon dan di depannya Uchiha plontos a.k.a Yashida sedang berdiri menatapnya dengan Sharingan tiga Tomoe yang sedikit gelap karena Orochimaru tidak membangkitkan kepribadian mereka.
Hiruzen mengalihkan pandangannya ke arah Hikaku yang berada di dahan pohon di atas Yashida."Mereka berdua belum menyerang secara bersamaan dan apa yang Orochimaru sedang rencanakan." Gumam Hiruzen sambil melihat Orochimaru yang berdiri di belakang Hikaku.
"Ayo kita selesaikan, Sarutobi." Kata Orochimaru.
Yashida yang berada di depan Hiruzen langsung merapalkan Handseal lalu berlari ke arah Hiruzen.
Katon : Gōkakyū no Jutsu
Sambil berlari Yashida menyemburkan bola api berukuran sedang. Dengan cepat Hiruzen merapalkan Handseal lalu menghentakkan kedua tangan di dahan pohon.
Doton : Doryūheki
Blaar!
Sebuah dinding langsung keluar dari dahan pohon di depan Hiruzen dan langsung menahan bola api milik Yashida, ledakan cukup besar pun tercipta tepat di depan Hiruzen. Tanpa di ketahui Hiruzen ternyata Hikaku sudah berada di atasnya sambil merapalkan Handseal.
Katon : Gōuryuūka no Jutsu
Sebuah naga api berukuran sedang langsung menukik dengan kecepatan tinggi ke tempat Hiruzen namun sebelum mengenainya, Hiruzen dengan cepat langsung melompat kebelakang.
Blaar!
Ledakan kembali terjadi di tempat yang sama namun skalanya lebih besar, untungnya Hiruzen sudah menjauh dari tempat.
.
.
Naruto Place
Ledakan dari balik dinding tanah miliknya membuat Naruto terkejut. Ia berusaha untuk menggerakkan tubuhnya yang sedang tengkurap namun efek dari Shiki Fūjin masih belum hilang sehingga usahanya menjadi sia-sia.
"Sial! Sial! Sial!." Umpat Naruto. "Kenapa efeknya harus memakan waktu lima menit." Gerutu Naruto.
.
.
Back To Hiruzen
Setelah mendarat di batang pohon secara vertikal. Hiruzen terkejut karena Yashida sudah berada di sampingnya dan langsung menyarangkan sebuah pukulan yang berhasil dihindari oleh Hiruzen.
"ENMA!" Teriak Hiruzen.
Dari kanan Hiruzen Emna (dalam bentuk Toya) langsung muncul dan dengan cepat Hiruzen langsung memegangnya lalu mengayunkan ke kepala Yashida.
Duagh!
Kepala milik Yashida langsung hancur terkena ayunan Toya Hiruzen alhasil tubuh Yashida langsung terjatuh dan menghantam dahan pohon di bawahnya. Tak lama kemudian dari bawah Hikaku berlari secara vertikal ke arah Hiruzen sambil merapalkan Handseal.
Katon : Sanryu Huashi no Jutsu
Sambil berlari Hikaku mengeluarkan tiga naga api yang melesat dengan cepat ke Hiruzen. Naga api pertama berhasil dihindari Hiruzen dengan bersalto ke samping lalu naga api kedua dan ketiga kembali hindari dengan cara melompat sebanyak dua kali di samping kiri.
Duar! Duar! Duar!
Ketiga naga api tersebut langsung menghatam dahan pohon yang lumayan besar di atas Hiruzen hingga membuat dahan pohon tersebut patah dan terjatuh ke arah Hiruzen dan Hikaku. Dengan cepat Hiruzen memutar tubuhnya lalu melompat sambil mengayunkan Toya miliknya yang telah memanjang ke dahan pohon tersebut.
Braak!
Dahan pohon tersebut langsung terbelah dua terkena ayunan Toya milik Hiruzen. Kedua dahan pohon tersebut kini mendekati Hikaku yang dengan cepat melompat namun ketika dalam keadaan melayang, Hiruzen telah berada di depannya dan langsung menendang Hikaku hingga terpental ke arah bawah.
Duar! Tap!
Kepulan debu pekat pun menghiasi tempat Hikaku dan di dekat kepulan debu tersebut Hiruzen mendarat lalu meletakkan Toya miliknya dan melakukan Handseal yang ditutup dengan tepukan tangan.
"Jangan bilang kau ingin menyegel mereka dengan Shiki Fūjin, Hiruzen?" Tanya Enma dalam bentuk Toya.
"Benar. Aku juga akan berusaha menyegel Orochimaru. Sehingga ia tidak dapat muncul di dunia ini lagi." Jawab Hiruzen. "Aku sudah memutuskan hal ini. Lagipula setelah kematianku, pasti akan ada Hokage yang baru. Ditambah lagi sisa chakraku tinggal sedikit." Tambah Hiruzen dengan senyuman.
"Minato. Seperitinya aku akan melakukan hal yang sama denganmu." Batin Hiruzen.
Fuinjutsu : Shiki Fūjin
Dari punggung Hiruzen, Dewa kematian langsung keluar dan langsung mengikat jiwanya. Setelah dewa kematin keluar, Hiruzen merapalkan Handseal.
Kagebunshin no Jutsu
Hiruzen mengeluakan dua bunshin. Setelah itu Yashida langsung muncul tetapi Hiruzen menyadarinya, dengan cepat dua bunshin Hiruzen langsung menghadapi Yashida hingga akhirnya salah satu bunshin berhasil memegang kedua bahu Yashida.
Grab! Grab!
Setelah memegang bahu Yashida. Hiruzen langsung memerintah dewa kematian untuk memulai ritual penyegelan memalui bunshin yang menahan Yashida. Sementara Hiruzen dan bunshin yang satunya masih berdiri menunggu kepulan debu di tempat Hikaku menghilang.
Dewa kematin pun memulainya dengan memasukkan tangannya ke jiwa Hiruzen lalu tangan dewa kematian pun keluar dari perut bunshinnya dan langsung memegang lalu menarik jiwa Yashida. Akhinya ritual penyegelan jiwa Hikaku selesai dan tanda Fuin pun muncul di perut bunshin Hiruzen.
Bersamaan dengan tersegelnya Hikaku, Kepulan debu di tempat Yashida telah hilang dan dengan cepat bunshin yang berdiri tidak jauh dari Hiruzen langsung melompat lalu memegang kedua bahu Yashida. Proses penyegelan Yashida pun dimulai dan berjalan seperti penyegelan Hikaku.
"Sekarang tinggal Orochimaru." Gumam Hiruzen lalu mulai mencari keberadaan 'mantan' muridnya.
Sementara itu di atas sebuah dahan pohon, Orochimaru mendecih karena kedua pionnya telah dikalahkan serta terlihat berpikir bagaimana cara Hiruzen mengalahkan kedua pionnya.
.
Tak berselang lama Hiruzen akhirnya menemukan Orochimaru dan dengan cepat langsung melesat ke tempat Orochimaru.
Tap!
"Mari kita selesaikan sekarang, Orochimaru." Kata Hiruzen setelah mendarat di depan Orochimaru.
"Khukuku..Ternyata kedua pionku sudah di kalahkan. Aku penasaran dengan caramu mengalahkan kedua pionku itu. Lalu bagaimana dengan kedua pionku yang lain." Kata Orochimaru.
"Kau akan segera mengetahuinya." Balas Hiruzen. Beberapa keringat dingin langsung menghiasi kening Orochimaru mendengar perkataan Hiruzen.
"Jangan bilang kau menggunakan tehnik terlarang itu. Itu artinya kau akan segera mati, Sarutobi...Khukukuku!" Kata Orochimaru diakhiri tawa psikapat.
"Konoha adalah rumah ku!...Hokage adalah orang yang terus bertindak sebagai pilar utama rumah, uuntuk melindunginya walaupun harus mengorbankan nyawanya!...Dialah yang melakukan kehendak Konoha, dipercayakan dengan itu ...! Ini tidak berarti mudah bagiku." Kata atau lebih tepatnya sebuah ceramah singkat oleh Hiruzen.
"Kata-katamu itu seolah mengartikan bahwa kau sudah putus asa." Balas Orochimaru.
"Bagiku Konoha bukan hanya sebuah organisasi, Setiap tahun ada banyak ninja lahir dan dibesarkan di Konoha. ... Mereka hidup, berjuang untuk melindungi desa ini walaupun harus menemui kematian contohnya seperti yang kulakukan sekarang."
"JADI AYO KITA SEGERA AKHIRI!" Teriak keduanya. "Dan berhentilah mengoceh seolah-oleh kau bisa mengalahkanku." tambah Orochimaru.
Dengan cepat Hiruzen langsung berlari ke arah Orochimaru yang juga berlari sambil memegang Kusanaginya. Serangan pertama diambil oleh Orochimaru dengan mengayunkan Kusanaginya secara vertikal namun Hiruzen menghindarinya dengan melompat ke samping lalu mengarahkan sebuah pukulan di kepala Orochimaru.
Duag!
Kepala Orochimaru terkena pukulan telat dari Hiruzen. Belum sampai disitu, Hiruzen memutar tubuhnya sambil mengayunkan kaki kanannya.
Zwuush!
Dengan cepat Orochimaru menunduk membuat tendangan Hiruzen hanya melewati udara di atas kepala Orochimaru. Sambil menunduk Orochimaru bersiap menghunus Kusanagi miliknya.
Tap! Jleeb!
Setelah kaki kanan Hiruzen menyentuh permukaan atap, Orochimaru langsung menusuk dada Hiruzen dengan Kusanagi miliknya hingga menembus tubuh Hiruzen. Bercak darah pun menghiasi ujung Kusanagi milik Orochimaru.
"Kau kalah, Sarutobi!"
Grab! Grab!
Namun Hiruzen belum menyerah. Dalam keadaan tertusuk Hiruzen langsung memegang erat kedua bahu Orochimaru yang sontak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Hiruzen.
"Sebaliknya. Kau yang kalah Orochimaru." Balas Hiruzen.
Dewa kematin yang masih setia menunggu korban selanjutnya pun menyeringani dan langsung memasukkan tangannya ke jiwa Hiruzen.
Baju Hiruzen pun sobek pada bagian perut setelah tangan dewa kematian menembusnya dan langsung mengcengkram jiwa Orochimaru yang langsung ketakutan karena akhirnya melihat wujud dewa kematian di belakang Hiruzen.
"SIALAN KAU SARUTOBI!" Teriak Orochimaru sambil berusaha mempertahankan jiwanya.
.
.
.
Naruto Place
Deg!
Naruto yang masih belum bisa menggerakkan tubuhnya langsung merasakan ada sesuatu yang terjadi.
"Jiji, Apa yang terjadi?" Gumam Naruto.
Beberapa detik kemudian akhirnya tubuh Naruto sudah bisa digerakkan. Dan langsung menghilang diikuti kilatan kuning.
.
.
Kraak! Kraak!
Sementara itu di pahatan wajah milik Hiruzen langsung tercipta sebuah retakan di bagian hidungnya. Iruka yang sedang mengantar para penduduk langsung terkejut melihat hal ini. Tidak jauh dengan Iruka, Konohamaru pun merasakan ada sesuatu yang terjadi.
"Jiji/Sandaime-sama!" Gumam keduanya.
.
.
.
Sementara itu di luar Kekkai di atas Konoha Stadium. Beberapa Anbu serta Kakashi dan Gai sedang berdiri di depan Kekkai.
"Sial! Apa yang terjadi di dalam Kekkai ini." Gumam salah seorang Anbu.
"Hutan! Apa Naruto menggunakan Mokuton miliknya." Kata Kakashi sambil memperhatikan hutan di dalam Kekkai.
"Karena hutan ini kita tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam. Kekkai ini juga sangat sulit dihancurkan." Tambah Gai.
.
.
.
Hiruzen Place
Beberapa menit saling tarik menarik antara Hiruzen dan Orochimaru. Kusanagi milik Orochimaru pun semakin menusuk dada Hiruzen membuatnya semakin tertekan. Akhirnya Hiruzen memutuskan hanya mengambil bagian tangan Orochimaru. agar Orochimaru tidak dapat menggunakan tangannya lagi untuk merusak Konoha.
Dewa kematian pun mengambil pisau yang di gigit olehnya dan langsung memotong bagian tanganjiwa Orochimaru lalu menelannya.
"Kau adalah kebodohan yang tak tertandingi, Orochimaru satu penyesalanku adalah bahwa aku tidak bisa membawamu denganku.. ...Selamat tinggal, murid semoga kita! Bertemu lagi di dunia berikutnya." Kata Hiruzen yang mulai kehilangan keseimbangan.
Tangan Orochimaru mulai menghitam dan tidak bisa lagi digerakkan. Orochimaru mengambil beberapa langkah mundur. "SIALAN KAU SARUTOBI!" Teriak Orochimaru sambil menghadap ke atas.
Bruuk! Tap!
Bersamaan dengan ambruknya Hiruzen, sebuah kilatan kuning muncul disamping Hiruzen dan muncullah Naruto yang langsung terkejut melihat Hiruzen telah ambruk dengan Kusanagi milik Orochimaru menancap di dada Hiruzen.
"JIJI!" Teriak Naruto sambil mencabut Kusanagi milik Orochimaru. Pandangan Naruto langsung tertuju pada tanda Fuin di perut kakek angkatnya.
"Jangan bilang Jiji juga menggunakan Shiki Fūjin." Kata Naruto. "Go..Gomen..Na..Naruto!" Kata Hiruzen dengan kelopak mata yang mulai menutup
"Khuhuhu...Walaupun ia bisa selamat dari tusukanku tetapi ia tetap akan mati karena menggunakan Shiki Fūjin." Kata Orochimaru pada Naruto.
"Ketika daun pohon jatuh, salah satu akan menemukan api Bayangan api akan menerangi desa, dan sekali lagi, akan ada daun pohon baru dari tunas baru." Gumam Hiruzen dalam hati. Di pikirannya kini terlihat sebuah daun yang terjatuh secara pelan kemudian berganti Scene ke masa kecil Hiruzen ketika Hashirama dan Tobirama masih hidup.
Kelopak mata Hiruzen pun menutup dengan sempurna namun sebelum benar-benar pergi. Ia mengukir senyum untuk terakhir kalinya yang dapat dilihat oleh Naruto. Air mata pun mengalir dengan deras pada pipi tan milik Naruto. Mini Flashback yang memperlihatkan kebersamaannya denga Hiruzen pun terlintas di pikiran Naruto.
Naruto mulai berdiri dan menghapus air matanya secara kasar lalu menghadap Orochimaru. "Kau akan merasakan akibatnya." Kata Naruto penuh penekanan.
Zwuush! Duag!
Dengan kecepatan kilat Naruto langsung melesat ke Orochimaru dan langsung menghadiahi Orochimaru dengan tendangan.
Zwuush! Braak! Braak! Braak! Duaar!
Orochimaru terhempas dengan kerasnya sehingga pohon-pohon yang dilaluinya pun tertembus hingga menghantam dinding tanah milik Naruto dan membuat sebuah kawah yang cukup besar.
"AAAAARRHHHH!" Teriak Orochimaru sambil memuntahkan darah
Belum selesai sampai disitu, Naruto mengeluarkan sebuah kunai dan melemparnya ke arah Orochimaru melalui lubang-lubang bekas Orochimaru. Setelah kunai tersebut berada di depan Orochimaru. Naruto langsung menghilang diikuti kilatan kuning.
Duag! Duaar! Zwuush!
Naruto muncul tepat di depan Orochimaru dan kembali menendang perut Orochimaru dengan sekuat tenaga hingga dinding tanah miliknya pun hancur berkeping-keping dan kembali menghempaskan Orochimaru
.
Semua orang yang berada di luar Kekkai pun terkejut mendengar suara hancurnya dinding tanah milik Naruto.
"Apa itu!" Tanya semuanya.
.
.
Daagh!
Orochimaru akhirnya menghantam bagian atas Kekkai-nya. Tetapi sebuah kunai Hiraishin kembali melesat ke arahnya dan Naruto kembali muncul lalu memukul perut Orochimaru sehingga membuatnya memuntahkan banyak darah.
"AAAAAKKHHHHH!" Orochimaru tidak dapat melakukan apa-apa karena sudah kelelahan apalagi kedua lengannya sudah tidak bisa digunakan.
Kraak! Kraak! Duaar!
Sebuah retakan muncul di Kekkai di sekitar Orochimaru dan mulai menyebar hingga akhirnya hancur berkeping-keping karena kuatnya pukulan Naruto.
Zwuush!
Orochimaru pun terlempar ke langit diikuti Naruto yang menggunakan beberapa pecahan Kekkai sebagai tumpuan untuk melompat.
Kakashi dan yang lainnya pun terkejut melihat Orochimaru terlempar dengan tidak berdaya dan di depannya Naruto terlihat mengejarnya.
"Naruto! Orochimaru! Apa yang sebenarnya terjadi?" Kata Semuanya.
Keempat pengawal Orochimaru yang melihat Naruto ingin menghabisi tuannya langsung melompat ke arah Naruto dan langsung mengepungnya.
Naruto memejamkan kedua matanya. "Minggir!" Kata Naruto dengan penuh penekanan lalu merentangkan kedua tangannya.
"NARUTO!" Teriak Kakashi dan Gai.
Shinra Tensei
Keempat pengawal Orochimaru pun terpental kebelakang membuat semua orang yang melihatnya membelalakan mata. Naruto mementalkan keempat orang di sekelilingnya tanpa melakukan apa-apa.
"Apa itu?" Tanya seorang Anbu.
Kelopak mata Naruto kini terbuka dan menampak pola riak air berwarna ungu, namun Naruto tidak dapat menemukan keberadaan Orochimaru yang ternyata sudah diselamatkan oleh Kabuto.
"Sial! Dia kabur!" Gumam Naruto namun di dalam hatinya merasa sangat kecewa dan marah karena tidak dapat membunuh Orochimaru yang telah membuat orang yang dianggapnya sebagai kakek meninggal.
Naruto pun menonaktifkan Rinnegan miliknya lalu menghilang diikuti kilatan kuning. Kakashi dan lainnya yang melihat Naruto menghilang langsung masuk ke dalam hutan ciptaan Hashirama.
.
.
Kakashi dan yang lain akhirnya tiba di tempat Hiruzen. Alangkah terkejutnya mereka karena melihat Naruto tengah duduk sambil memeluk Hiruzen yang sudah tidak bernyawa. Tak lupa Cairan bening yang kembali mengalir tak hentinya dipipi Naruto.
"Hokage-sama!" lirih semuanya.
"Tewas!" sambung Kakashi. Naruto mengangguk pelan
"Ini semua gara-gara kau Uzumaki Naruto." Sebuah pemikiran yang salah akhirnya muncul di benak lima Anbu di samping Kakashi.
"Diam!" Bentak Kakashi.
"Eagle benar Kakashi-san, jika Naruto tidak berada bersama Hokage-sama. Ia tidak akan tewas." Tambah Anbu Bear.
"Kubilang diam!" Perintah Kakashi sekali lagi.
"Itu sudah pasti. Hokage-sama pasti melindungi bocah ini." Tambah Eagle.
Naruto meletakkan kepala Hiruzen dengan pelan lalu bangkit dan berjalan ke arah Kusanagi Orochimaru.
Kraak!
Dengan sekali remasan Kusanagi milik Orochimaru pun hancur berkeping-keping. Tangan Naruto yang meremas Kusanagi pun meneteskan darah segar.
"Orochimaru." Kata Naruto dengan penuh penekanan.
Para Shinobi Konoha pun berdatangan ke tempat Hiruzen. Tangis beberapa Shinobi Konoha yang berada di sana pun pecah. Dan beberapa diantara mereka mendengar percakapan lima Anbu yang menyalahkan Naruto, mereka pun ikut menyalahkan Naruto hingga akhirnya seluruh shinobi konoha yang berada di sana pun menyalahkan Naruto karena saling berbisik kecuali beberapa orang yang belum sepenuhnya percaya bahwa Naruto adalah penyebab kematian Hiruzen.
Satu persatu Shinobi Konoha yang berada di sana mulai memandang tajam dan benci ke arah yang dipandangi akhirnya menundukan kepalanya dan jauh di dalam hatinya. Ia berpikiran bahwa ia memang penyebab Hiruzen meninggal karena terlambat di saat genting. Hingga membuatnya Down.
"Naruto, jangan menyalahkan dirimu. Hiruzen pasti mempunyai alasan mengapa ia menggunakan Shiki Fūjin. Hiruzen bukan shinobi yang melakukan apa-apa tanpa berpikir." Kurama berusaha untuk membuat Naruto tidak menyalahkan dirinya atas kematian Hiruzen.
Kakashi yang melihat Naruto langsung berjalan ke arahnya. "Naruto." Lirih Kakashi. "Kau harus ke rumah sakit. Kau harus dirawat." Tambah Kakashi.
Kucuran darah di tangan Naruto semakin deras. Dan beberapa detik kemudian Naruto menghilang diikuti kilatan kuning membuat Kakashi terkejut.
"Naruto." Lirih Kakashi.
"Apa benar Uzumaki Naruto yang menyebabkan kematian Hokage-sama?" Tanya seorang Jounin.
"Kurasa itu benar, ia adalah penyebabnya. Karena Anbu pengawal Hokage-sama mengatakan bahwa Naruto berada di dalam Kekkai bersama Hokage-sama."
"Cih! Setengah desa Konoha hancur. Sandaime-Hokage tewas hanya karena melindungi seorang Genin."
Kakashi yang mendengar seluruh perkataan shinobi konoha pun mengepalkan tinjunya dengan kuat. Ia benar-benar yakin bahwa Hiruzen tidak tewas karena melindungi Naruto mengingat kekuatan Naruto yang bisa dibilang setara dengannya.
.
.
.
~~~ TBC ~~~
#Akhirnya Chapter 19 selesai juga. Kuharap Chapter ini cukup memuaskan. Karena di chapter ini lumayan gak jelas dan berantakan apalagi mengenai Shiki Fujiin milik Naruto.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
R : cie cie, gaakarin udh da awal2 penampkan...
oh y thor.. sekali2 dbkin fight yg dsitu keliatan kelemahannya naruto y...
kayaknya gmn gitu klo terlalu godlike..
spt kta Kang mas itachi yg keriputnya makin nambah tiap tahun "semua jutsu pasti punya kelemahan"..
mantap author san...
sukses buat next chap y
B : Pair Karin belum tentu Gaara...
R : naruto bisa panggil gedomazo gak?
B : Tidak karena Gedo Mazou masih milik Nagato.
R : lanjut Lompoberang san
kalau bisa hinata hime jangan diberi pair, lagipula bukannya hinata jarang keluar di fic ini?
please
B : Kita lihat saja nanti.
R : Oro-Pedo (?)
Biar Greget (?)
Kalau Boleh Tau Chap Berapa Naruto Shippudennya?
B : Mungkin 21 atao 22
R : Keren thor,,
apa kekuatan Naru gk pnya kelemahan?
atau bikin kekuatan Naru tersegel 50% sehingga mengharuskan trio uzumaki atau salah satu yg berpotensi , belajar fuinjutsu utk memecahkan formula dr segel tsb...
B : Mungkin Naru tidak tersegel melainkan Naru menyembunyikannya.
R : lanjut ...
gaara kok gak di kasih kata-kata kok langsung sadar ya ,,,?
B : Author udah kasi penjelasan bahwa percakapannya sama kayak di canon antara Naruto dan Gaara.
R : Lanjut Senpai!
BTW nanti bagaimana cara naruto nyegel Hashi ama Tobi?
B : Sudah diketahui di chapter ini.
R : lanjut, ya thor.. aku tunggu updet selanjutnya..
apa nanti selain hiruzen yang mati, oro pedo alias orocimaru juga bakalan mati?
B : Sudah terjawab di chapter ini.
R : KAPAN NARU CHAN KETAHUAN JADI UZUKAGE /?
B : Author masih memikirkan kapan dan dimana Naru diketahui sebagi Uzukage.
R : Sekedar informasi.!
Mata rinnegan sama skali tidak memiliki kuchiyose. Kuchiyose yang digunakan pain waktu itu, bukanlah kuchiyose milik rinnegan.! Semua kuchiyose pain itu berasal dari berbagai tempat yang memiliki kuchiyose.! Pain mencuri kuchiyose itu, lalu dia mengendalikan semua kuchiyose itu dengan menggunakan besi hitam yang tertancap di setiap bagian tubuh kuchiyose itu. Semua itu sudah tertera dalam data book!
Jadi, naruto sama skali tidak bisa menggunakan kuchiyose selain kuchiyosenya sendiri.!
B : Makasih atas Infonya.
R : Gan, apa Naruto bisa menggunakan Rinbou Hengoku ?
Dan apakah Naruto bisa memanggil gedou mazou ?
B : Untuk Rinbou Hengoku bisa dan Gedo Mazou tidak bisa karena masih dipegang oleh Nagato.
R : Thor menurut saya mending sandaime ttp mati aja dan naruto yg mengetahui itu jdi bls dendam k oro-pedo
Trus si sasuke ikt smaular-pedo itu buat bls kematian sandaime plus jdi mata" buat konoha
Itu aja deh thor maap klo gk jls ya
lanjutin ya
B : Makasih buat sarannya.
R : Sugoii! , Gak sabar Lihat Chapter Berikutnya :D
Oh Iya Thor Apakah Nanti yang Nyari Tsunade itu naruto sama Jiraiya Saja? , Atau sama Karin dan kushina juga?
B : Mungkin ketiganya bersama Jiraiya.
R : Kalau bleh taw kekkai genkai naruto apa2 aja thor..?
Selain rinnegan ama mokuton..
Tapi koq naruto jarang gunain mokutonnya thor.?
Kalau dapat bwat naruto gunain mokutannya pas ngelawan kage 1&2 thor biar agak suprise gitu.!
Wkkwkwkwkwk
Yosh lanjut jangan smapai brhnti di tengah jalan aja di critanya thor..
Kasian para readers yg nngu2 ne ceritanya thor..
Gomen kalau ada yg salah..
Sankyu
B : Kekkei Genkai Naru adalah Mokuton, Hyouton dan mungkin akan ada tambahan.
R : Ntar yg jd pasanganny Karin tuch Gaara ya?
Naru kan dah pasti tuch menang,klo Hiruzen sich gimana?
lanjut and update,,,_
B : Pair Karin belum tentu Garaa dan untuk Hiruzen udah terjawab di chapter ini.
R : Ku akui ceritamu keren thor..
Tapi,terlalu mengikuti canonnya,cman tokoh dan naruto yg kuat disini bedanya...
Kalua dapat di skip aja ataw cari alur lain.
Soalnya alur kayak itu dah sering diputar d TV thor. Ntar takutnya cerita ini akan dicontinued jadi thor..
Lagean kalau canonnya kan lbih dri 300 episode th thor..gomen kalua tersinggung...
Dan juga jangan fokus ke prtarungan terus thor sekali2 sisipkan juga romance narukushi thor,,kalau dapat lemaonnya juga wkwkkwk..
Mngkiun itu aja thor..
Lanjut..!
B : Alurnya akan berbeda setelah Invasi selesai.
R : Apa nanti naruto yang pergi mencari tsunade setelah sandaime mati?
OK Next!
B : Masih dipikirin
R : Ano senpai, siapa yang bakalan nyegel Shodai ama Nidaime, Apa Hiruzen ato Naru?
B : Udah terjawab di chapter ini.
R : Thor klo bisa tambahin Kuchiyose Naruto misalnya Empat penjaga mata angin Uzuhiogakure ato ciptaan Author sendiri...
B : Nanti Kuchiyose Naru akan bertambah.
R : Apa nanti Pair Karin itu Gaara?
Lanjut
B : Masih belum diketahui siapa pair Karin.
Maaf yang Review-nya gak dibalas karena beberapa Review hanya menanyakan hal yang sama jadi Author gak usah nulis agar hemat kata
Dan yang Mereview untuk melanjutkan. Author akan senang hati melanjutkannya.
..:: LOMPOBERANG::..
- LOG OUT -
