CHAPTER 21 Out!
A Naruto Fanfiction
Disclaimer © Masashi Kishimoto
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Genre : Adventure - Romance – Family
Rate : T (Semi M).
Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?
Warning : Typo bertebaran/ Alur Berantakan / Ide Pasaran / OOC / StrongNaru / GodlikeNaru /
.
Don't Like...Don't Read
.
..:: CHAPTER 20 ::..
Tim 11 dan Jiraiya saat ini tengah melompati dahan demi dahan, sambil melompat Karin dan Kushina terlihat membicarakan sesuatu sedangkan Jiraiya hanya memperhatikan Naruto yang dari tadi hanya diam.
Setelah hampir dua jam mereka berempat akhirnya tiba di sebuah desa yang lumayan ramai yang terdapat sebuah banguna besar mirip kastil di bagian tengah (Lupa nama desanya). Satu demi satu tempat judi mereka masuki untuk menanyakan mengenai Tsunade. Namun tetapi petunjuk mengenai keberadaan Tsunade. Malahan ada tempat Judi yang ingin utang Tsunade dibayar oleh mereka sontak keempatnya langsung keluar dengan kecepatan kilat.
Hari mulai gelap mereka akhirnya memutuskan untuk menyewa sebuah penginapan di pusat desa. Di dalam penginapan mereka Jiraiya tampak sibuk memikirkan ide tentang buku Icha-Icha Paradise edisi terbaru miliknya sedangkan Karin memilih tidur karena kelelahan mencari Tsunade.
Sedangkan Naruto memilih berbaring di atas atap penginapan sambill memainkan kunai Hiraishin miliknya. Saat ini ia hanya mengenakan T-shirt berlengan pendek dengan gambar pusaran air di bagian punggung. Celana merah pendek dan tidak lupa sepatu shinobi hitam miliknya.
"Masih memikirkan hal kemarin?" Sebuah suara feminim membuat Naruto bangun dari posisi berbaringnya. Lalu menoleh ke arah suara.
"Tidak...Bukan hal itu Kushi-chan." Jawab Naruto.
Kushina yang mengenakan Kimono biru laut dengan aksen bunga sakura di bagian lengan mengambil posisi duduk di samping Naruto. "Lalu apa yang Naru-kun pikirkan?" Tanya Kushina.
"Mengenai hal kedepannya." Jawab Naruto menoleh ke arah langit.
"Apa itu?" Tanya Kushina lagi.
Naruto lalu mendekatkan wajah ke telingan Kushina dan membisikkan sesuatu yang membuat Kushina sedikit tersentak. "Bagaimana menurutmu?" Tanya Naruto setelah membisikkan sesuatu.
"Entahlah...Tetapi apapun keputusan Naru-kun pasti kuikuti." Jawab Kushina sambil tersenyum.
"Arigatou...Kushi-chan!" Balas Naruto lalu memeluk Kushina yang sontak membuat yang di peluk menjadi merona tipis. "Mau jalan-jalan?" Tanya Naruto masih memeluk Kushina dan dibalas anggukan oleh Kushina.
Keduanya lalu melepaskan pelukannya dan melompat turun dari atap penginapan. Satu per satu toko yang menyediakan hiburan mereka masuki karena di desa itu sedang terjadi festival tahunan. Setelah lelah bermain mereka dua beristirahat sambil menyantap ramen di salah satu kedai.
Setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang ke penginapan. Di tengah perjalanan Naruto menghentikan langkahnya sambil mengambil sesuatu dari dalam saku celananya membuat Kushina penasaran.
"Ada apa Naru-kun?" Tanya Kushina.
Sambil merogoh sakunya, Naruto mengambil beberapa langkah ke Kushina. Setelah ia sudah berada di depan Kushina, Naruto mengeluarkan sebuah jepit rambut berwarna orange.
"Aku membeli ini di salah satu toko." Kata Naruto sambil memasangkan jepit rambut tersebut pada Kushina. "Dan lihat sangat pas dan kau terlihat cantik mengenakannya!" Puji Naruto sambil menatap wajah Kushina yang hanya beberapa senti wajahnya.
"A-Arigatou Naru-kun!" Kata Kushina lalu berjinjit dan memberikan ciuman singkat di pipi Naruto sehingga sang empunya sedikit merona.
"Kau curang Kushi-chan!" Umpat Naruto.
"Curang apa maksudmu?" Tanya Kushina.
Naruto langsung menarik kepala Kushina dan mempertemukan bibir keduanya penuh rasa sayang walaupun cukup singkat mampu membuat wajah Kushina memerah sempurna seperti warna rambutnya.
"Dengan begini aku bisa melupakan sedikit yang kupirkan." Pikir Naruto sambil tersenyum melihat Kushina yang sudah merona hebat.
.
.
.
Sementara itu di luar gerbang desa tersebut terlihat dua orang berbeda warna rambut, yang pertama berambut hitam panjang dengan kulit pucat namun kedua tangannya terlihat terbungkus perban sedangkan yang satunya remaja berambut putih mengenakan kacamata.
"Apa kau yakin ia berada di sini?" Tanya si rambut hitam a.k.a Orochimaru.
"Saya yakin Orochimaru-sama." Balas remaja di samping-nya a.k.a Kabuto.
.
.
.
Keesokan harinya Tim 11 dan Jiraiya melanjutkan menyisir seluruh pelosok desa untuk mencari Tsunade. Namun kali ini Jiraiya membagi mereka menjadi dua kelompok yaitu ia bersama Karin sedangan Naruto bersama Kushina.
Di bagian kastil yang mirip sebuah gang ternyata Tim 11 dan Jiraiya didahului oleh Orochimaru dan Kabuto yang sudah menemukan Tsunade dan Shizune.
"Bagaimana Tsunade? Apa kau setuju?" Tanya Orochimaru sambil mengankat kedua tangannya yang menghitam. "Jangan Tsunade-sama!" Kata Shizune yang berada di belakangnya
"Berikan aku waktu untuk memikirkannya." Jawab Tsunade.
"Baiklah, kuberi waktu satu hari. Besok ditempat ini aku tunggu keputusanmu...Khukukukuku." Kata Orochimaru lalu tertawa khas miliknya. "Ayo Kabuto!" Tambah Orochimaru.
"Ha'i!" Keduanya lalu menghilang menggunakan Shunshin masing-masing.
"Tsunade-sama apa anda akan menyetuinya?" Tanya Shizune.
"Entahlah Shizune, aku butuh sake untuk menengkan diriku"
Keduanya pun beranjak dari gang tersebut untuk mencari kedai sake. Sesampainya di sebuah kedai Sake ternyata Jiraiya dan Karin bertemu dengan mereka.
"Ternyata kau disini Tsunade-hime." Sapa Jiraiya.
"Apa dia orang yang kita cari Ero-sennin?" Tanya Karin. Jiraiya mengangguk pelan lalu duduk pada kursi kedai di samping Tsunade. "Siapa dia Jiraiya?" Tanya Tsunade.
"Dia putri Minato dan Ayuki, Uzumaki Karin." Jawab Jiraiya membuat Tsunade sedikit tersentak. "Pantas aku merasa pernah bertemu dengannya, ia mirip dengan ibunya." Kata Tsunade lalu menengguk saku di tangannya.
"Ada apa Jiraiya tumben kau tidak melakukan hobi busukmu itu?" Tanya Tsunade.
"Begini langsung ke initinya..." Jiraiya menjeda kalimatnya sambil menenguk sake. "...Apa kau tahu Konoha baru saja diserang dan hasilnya Sandaime tewas dan para Tetua ingin kau yang menjadi Godaime-Hokage." Sambung Jiraiya.
"S-Sandaime tewas?" Tanya Tsunade tersentak. "Dan apa kau tahu siapa pembunuhnya." Kata Jiraiya.
"Siapa?"
"Orochimaru!" Untuk kedua kalinya Tsunade tersentak. "Cih! Kenapa bukan kau saja yang menjadi Hokage, Jiraiya?" Tanya Tsunade.
"Kau tahu kan kesibukanku mengenai jaringan mata-mataku yang luas. Apalagi aku harus melanjutkan edisi terbaru dari novelku." Jawab Jiraiya.
"Untuk apa aku menjadi Hokage. Lagipula aku tidak mau berkutat dengan tumpukan kertas bodoh itu." Kata Tsunade lalu kesekian kalianya menenngguk sake.
"Bukan hanya itu alasanku untuk mencarimu dan menjadikanmu Hokage, Tsunade-hime." Kata Jiraiya.
"Lalu apa alasanmu yang lain?" Tanya Tsunade.
"Kau tahu Minato dan Ayuki sebenarnya mempunyai dua anak yang pertama adalah Karin dan yang kedua adalah Naruto. Dan sekarang Naruto mengalami hal yang buruk karena ia disalahkan atas tewasnya Sandaime." Jelas Jiraiya.
"Itu artinya jika kalian berhasil membujukku menjadi Hokage nama anak itu akan bersih atau jika aku sudah menjadi Hokage kalian ingin menjelaskannya apa yang sebenarnya terjadi." Jelas Tsunade dan dibalas anggukan pelan oleh Jiraiya.
"Aku takut Naruto akan membenci Konoha dan membuatnya masuk ke dalam jurang kebencian tanpa dasar karena hinaan penduduk terhadapnya." Kata Jiraiya.
"Dan apa kau tahu! Sifat Naruto itu hampir sama dengan kedua orang yang telah pergi meninggalkanmu itu walaupun impian Naruto sedikit berbeda." Tambah Jiraiya membuat Tsunade sedikit tersentak. "Dan...Nawaki!" Batin Tsunade.
"Kenapa bukan kau yang menjelaskannya bahwa anak itu tidak bersalah." Balas Tsunade.
"Itu karena aku belum tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi pada pertarungannya sewaktu Invasi." Kata Jiraiya sambil memijit pelepisnya. "Kenapa kau tidak minta ia menceritakannya?" Tanya Tsunade.
"Semenjak hari itu ia berubah 180 derajat menjadi sorang yang dingin dan tertutup." Jawab Jiraiya.
"Kenapa kau tidak tanyakan pada Karin, ia pasti tahu." Umpat Tsunade, Jiraiya langsung Facepalm mendengarnya. "Benar juga!" Kata Jiraiya.
"Baka!" Ejek Tsunade.
"Jadi apa keputusanmu Hime? Apa kau-"
"Aku kupikirkan." Potong Tsunade. "Sial! Apa yang harus aku lakukan, aku ingin bertemu dengan mereka berdua sekali lagi tetapi...AKKKHHH!" Pikir Tsunade lalu berteriak frustasi di dalam pikirannya.
"Kalau begitu malam ini kalian menginaplah di tempat kami." Tawar Jiraiya. "Naruto dan Kushina pasti sudah berada di sana menunggu kita." Tambahnya, dibalas anggukan oleh Tsunade.
.
.
Di penginapan sementara Jiraiya dan Tim 11, Jiraiya dan Tsunade melanjutkan acara minum sake mereka namun tanpa sepengetahuan Jiraiya dan Shizune, Tsunade mengcampurkan sesuatu pada sake milik keduanya. Tim 11 juga tidak menyadarinya karena mereka sudah terlelap.
.
.
Siang harinya Jiraiya dan Shizune masih terkena efek dari sesuatu yang dimasukka Tsunade pada sake keduanya sehingga mereka belum sadarkan diri. Sedangkan Kushina dan Karin lebih memilih untuk berjalan-jalan, sementara Naruto memilih untuk melatih fisiknya di dekat desa.
Tsunade kini berada di tempat pertemuannya dengan Orochimaru dan Kabuto.
"Apa keputusanmu?" Tanya Orochimaru.
"Aku akan mengobati kedua lenganmu tetapi dengan satu syarat, yaitu jangan pernah menyentuh desa Konoha lagi." Jelas Tsunade.
"Setuju!" Balas Orochimaru, ia kemudian berjalan ke arah Tsunade dan sesampainya disana Orochimaru langsung mengankat kedua lengannya di depan Tsunade.
Kedua telapak Tsunade mulai mengeluarkan cahaya berwarna kehijauan dan perlahan diarahkan ke kedua lengan Orochimaru.
Jleeb!
Keduanya langsung melompat mundur ketika sebuah kunai mengarah dan menancap di tengah-tengah mereka. Orochimaru lalu menoleh ke arah lemparan dan mendapati Kabuto dengan tatapan penuh selidik. "Apa maksudmu Kabuto?" Tanya Orochimaru.
"Chakra yang dialirkannya tadi bukan merupakan chakra penyembuh melainkan chakra yang tidak aku ketahui." Jawab Kabuto.
"Jadi kau menyadarinya?" Tanya Tsunade dan dibalas anggukan oleh Kabuto.
"Apa kau tidak ingin bertemu dengan mereka berdua?" Tanya Orochimaru.
"Aku memang ingin bertemu dengan mereka walaupun hanya sekali..." Tsunade menjeda kalimatnya lalu melompat ke Orochimaru.
Braaak!
Dengan cepat Orochimaru langsung melompat kebelakang sebelum pukulan monster milik Tsunade menghantamnya sehingga membuat tempat tersebut hancur berantakan.
"...Aku belum bisa mempercayaimu bahwa kau tidak akan menyentuh Konoha!" Sambung Tsunade dan mengejar keduanya yang telah kabur. Jaket atau apalah milik Tsunade yang berwarna hijau pun terlepas dan menyankut di antara puing-puing bekas pukulannya.
.
.
.
Sementara itu di penginapan perlahan keduanya mulai sadarkan diri namun efek dari sake milik Tsunade membuat mereka tidak bisa menggunaka chakra mereka secara baik.
"TSUNADE-SAMA!" Teriak Shizune karena mengingat siang ini adalah hari perjanjian Tsunade dan Orochimaru
"Apa ada Shizune?" Tanya Jiraiya.
"Nanti kujelaskan selama di jalan, pokoknya kita harus bergegas." Jawab Shizune dibalas anggukan oleh Jiraiya.
Kedua dengan cepat menuju ke tempat ke Tsunade dan selama perjalan Shizune menceritakan semuanya sontak membuat Jiraiya terkejut. Dalam perjalan kesana mereka juga bertemu dengan Karin dan Kushina, lalu keempatnya pun berangkat bersama ke tempat Tsunade dan Orochimaru.
.
.
.
Tsunade Place
Saat ini Tsunade dan Orochimaru beserta Kabuto berada di lahan yang sangat luas di dekat desa. Di sana-sini terlihat puluhan kawah berbagai ukuran. Tak berselang lama Jiraiya, Shizune, Karin dan Kushina tiba di tempat itu.
"Tsunade kuharap kau menolak tawarannya?" Tanya Jiraiya.
"Aku tidak akan mengobati tangannya itu!" Balas Tsunade lalu berlari ke arah Orochimaru.
Duar! Duar! Duar!
Dengan cepat Orochimaru menghindari seluruh pukulan monster milik Tsunade. Kabuto tidak tinggal diam dan langsung berlari arah Tsunade dengan pisau chakra di kedua tanyannya.
Zwuush! Zwuush! Wuush!
Tsunade menghindari dengan baik seluruh serangan pisau chakra di kedua tangan Kabuto. Lalu melompat mundur tidak jauh dari keempatnya.
"Kalian lawan bocah kacamata itu!" Perintah Tsunade.
"Karin! Kushina! Kalian lawan dia sementara kami membantu Tsunade!" Perintah Jiraiya dibalas anggukan oleh keduanya.
Bruuk! Bruuk!
Tiba-tiba saja Jiraiya dan Shizune ambruk di tempat mereka berdiri karena efek dari sake milik Tsunade semakin membuat tubuh mereka susah digerakkan.
"Uhh! Sial! Apa yang kau masukkan ke sake semalam Tsunade?" Tanya Jiraiya sambil berusaha berdiri. Begitupula Shizune yang berusah berdiri.
"Kalian tidak usah ikut campur! Ini urusanku dengan Orochimaru!" Kata Tsunade.
"Jangan Tsunade-sama!" Kata Shizune.
Tsunade langsung berlari dengan mempersiapkan sebuah pukulan ke arah Orochimaru yang hanya menyeringai.
Duar! Duar! Duar!
Ledakan-ledakan pun bermunculan di area tersebut, tetapi tidak ada satu pun yang membuat Orochimaru terluka karena ia terus menghindari pukulan dan tendangan dari Tsunade. Di akhir lompatannya Orochimaru mengeluarkan Kusanagi dari dalam mulutnya.
Sraak!
Bersamaan dengan itu Tsunade langsung muncul di depan Orochimaru dengan sebuah pukulan, namun Orochimaru lebih cepat mengayunkan Kusanagi miliknya dengan cara menggoyangkan kepalanya sehingga tangan kanan Tsunade pun terkena tebasan tersebut.
Bruuk!
Tsunade jatuh di depan Orochimaru sambil memperhatikan lengan kirinya yang berlumuran dari lukanya. Pandangan Tsunade terlihat sangat ketakutan melihat darah yang mengalir di lengan kirinya.
"TSUNADE/-SAMA!" Terika Jiraiya dan Shizune bersamaan.
.
.
.
Karin and Kushina VS Kabuto
Setelah diperintahkan Jiraiya, Karin dan Kushina langsung berlari sambil merapalkan Handseal ke Kabuto dengan pisau chakra yang masih aktif di kedua tangannya.
Katon : Gōuryuūka no Jutsu
Dua naga yang terbuat dari api langsung melesat ke arah Kabuto. Setelah mengeluarkna naga api keduanya berpisah, Karin ke kiri dan Kushina ke kanan.
Blaar!
Sebuah ledakan berintensitas sedang tercipta ketika dua naga api mengenai tempat Kabuto berdiri. Empat orang yang berada tidak jauh ledakan tersebut menoleh ke arah ledekan.
"Bagaiman mereka bisa menggunakan Katon sehebat itu?" Tanya Shizune masih posisi menahan tubuhnya dengan kedua tangannya.
"Itu semua Naruto yang melatihnya dan aku tidak tahu dimana ia belajar." Jawab Jiraiya dengan posisi yang sama dengan Shizune.
"Lalu dimana Naruto sekarang?" Tanya Shizune.
"Tenang saja, sebentar lagi ia pasti datang mengingat sifatnya yang tidak ingin orang terdekatnya terluka." Jawab Jiraiya. "Walaupun sifat dinginnya sedikit merepotkan." Tambah Jiraiya dalam hati.
.
Back To Fight
Zwuush!
Kabuto melompat keluar dari kepulan asap hasil ledakan tanpa luka apapun dan pisau chakra di tangannya sudah tidak aktif, namun diluar dugaan Kabuto, Kushina sudah berada di belakang dengan Nuibari di tangan kanannya. Setelah Kabuto berada di jarak jangkauan Nuibari, Kushina langsung mengarahkan Nuibari ke luhur Kabuto.
Traank!
Kabuto dengan cepat mengeluarkan kunai dan menahan ayunan Nuibari. Namun Karin langsung muncul di samping keduanya sambil melayangkan sebuah tendangan kaki kanan.
Duag!
Kabuto terkena telak tendangan dari Karin dan membuatnya terlempar ke samping namun berhasil mendarat dengan baik. Ia lalu mengeluarkan sebuah pil dan langsung memakannya. Luka lebam hasil tendangan Karin pun mulai pulih.
"Aku tidak akan main-main lagi!" Ucap Kabuto lalu mengaktifkan pisau chakra di tangan kanannya. Dan langsung berlari ke Karin dan Kushina.
.
.
.
Naruto Place
"Naruto berhentilah berlatih." Kata Kurama Yin melalui telepati.
"Memangnya kenapa Kurama." Balas Naruto datar.
"Karin dan lainnya sedang bertarung dengan orang yang ingin kau hancurkan." Kata Kurama membuat Naruto sedikit terkejut. "Segeralah ke arat barat!" Perintah Kurama.
"Tidak perlu! Hubungi saja Kurama di tubuh Karin dan beritahukan pada Karin agar melempar kunai milikku ke Orochimaru." Balas Naruto dingin.
.
.
Back To Karin
"Karin-chan lempar kunai milik Naruto ke arah orang itu." Kata Kurama Yang melalui telepati.
"Untuk apa?" tanya Karin
"Lempar dan lihat saja." Jawab Kurama.
Tidak ingin berdebat dengan Kurama di dalam tubuhnya, Karin mengeluarkan kunai milik Naruto dan langsung melempar ke arah Kabuto yang sedang berlari ke arahnya. Kabuto menunduk menghindari kunai tersebut dengan cara menunduk namun inilah yang diinginkan duo Kurama dan Naruto.
"Sudah/Sudah!" Kata Karin dan Dou Kurama melalui Telepati bersamaan.
Di tempat Naruto, ia langsung menghilang dengan Rasengan di tangan kanan diikuti kilatan kuning. Dan sedetik kemudian muncul tepat di atas Kabuto sambil menangkap kunai yang dilempar Karin. Kabuto langsung terkejut dengan kemunculan Naruto yang bersiap melayangkan Rasengan di atasnya.
Rasengan
Duar!
Sebuah ledakan langsung mengejutkan semuanya karena Jiraiya dan Shizune tidak melihat Karin dan Kushina melakukan apa-apa begitupula dengan Tsunade dan Orochimaru yang langsung menoleh ke arah ledakan.
Perlahan kepulan debu mulai menghilang dan menampakkan Naruto yang tengah berdiri dengan kaki kanan berada di punggung Kabuto.
"NARUTO/NARUTO-KUN/NII-CHAN!" Teriak semuanya minus Kabuto dan Orochimaru.
"Hey Kurama kenapa malah kutu buku ini yang kena, bukannya aku bilang Orochimaru."umpat Naruto pada Kurama Yin melalui telepati.
"Salahkan Kurama Yang di tubuh adikmu." Balas Kurama Yin lalu memutus telepati mereka.
"S-sialan kau!" Umpat Kabuto yang berada di dalam kawah. Naruto menoleh ke arah Kabuto yang berada di bawahnya dengan tatapan dingin. "Diam! Urusanku bukan denganmu!"
Duagh!
Setelah berkata dengan dingin, Naruto langsung memukul wajah Kabuto hingga membuatnya pingsan. Melihat kedatangan Naruto, Orochimaru langsung menyeringai.
"Khukukuku...bagaimana dengan hadiahnya Bocah Hiraishin!" Umpat Orochimaru sambil tertawa psikopat.
"Diam! Akan kuhancurkan kau hingga ke bagian tubuh terkecilmu!" Umpat Naruto dingin membuat Karin dan Kushina sedikit khawatir melihat perubahan Naruto yang terlihat sangat dingin.
"Dinginnya." Pikir Jiraiya, Shizune dan Tsunade dalam hati mereka.
"Jiraiya apanya yang sama!" Kata Tsunade.
Dengan cepat Naruto langsung berlari ke arah Orochimaru sambil memegang kunai miliknya. Tidak mau dihancurkan oleh Naruto, Orochimaru langsung berlari menjauh dari Tsunade dan Naruto.
Melihat Orochimaru melompat menjauh, Naruto melompat ke atas dan langsung melempar kunai miliknya ke bawah lalu merapalkan Handseal.
Tajuu Kunai Kagebunshin no Jutsu
Satu kunai tadi langsung berlipat ganda menjadi ribuan dan langsung menghujani area di sekitarnya dengan ruang lingkup sekitar 200 meter namun tidak ada satu pun yang mengarah Tsunade, Jiraiya dan Shizune.
"Kalian semua keluar dari ruang lingkup kunaiku!" perintah Naruto.
Jleeb! Jleeb Jleeb!
Ribuan kunai milik Naruto pun menancap di area dibawahnya. Jiraiya dan Shizune yang masih terkena efek dari sake milik Tsunade berusaha bangkit dan langsung keluar dari ruang lingkup kunai Naruto, sedangkan Tsunade yang masih syok melihat darah belum bisa menggerak.
"Kenapa Tsunade-baachan belum keluar dari area ini?" Tanya Naruto sedikit keras agar dapat didengar oleh Tsunade.
"Naruto! Tsunade-sama sedang syok karena ia mempunyai trauma jika melihat darah." Kata Shizune. Naruto mengangguk paham lalu menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Tsunade.
"Kenapa? Kenapa kau ingin menghancurkan (membunuh) Orochimaru Naruto?" Tanya Tsunade mendongak ke Naruto untuk melihat wajah Naruto.
"Itu karena ia penghalang utamaku untuk mencapai perdamaian dan juga membuat Jiji harus menderita di dalam perut Shinigami." Balas Naruto datar+dingin membuat Tsunade sedikit tersentak.
"Ja-jadi Hiruzen-sensei mati karena menggunakan Shiki Fujiin?" Tanya Tsunade dibalas anggukan pelan oleh Naruto.
Naruto lalu menyentuh bahu Tsunade dan muncul di samping Kushina yang masih menyimpan kunai miliknya. "Jagi Tsunade-baachan dan apabila si kutu buku itu bangun tahan dia selama mungkin." Kata Naruto pada Kushina dan Karin yang dibalas anggukan.
.
Tap!
Sementara itu Orochimaru yang sudah mendarat di dekat salah satu kunai Naruto dari lompatannya berniat kabur dengan cara masuk ke dalam tanah langsung terkejut ketika Naruto muncul di depannya. "Mau kabur! Jangan harap!" Kata Naruto.
Duagh!
Orochimaru langsung terpental ke samping ketika Naruto melakukan Right Roundhouse Kick tepat di kepalanya. Setelah itu Naruto kembali menghilang diikuti kilatan kuning dan muncul di belakang Orochimaru yang masih terpental.
Dugh!
Orochimaru kembali terpental ke samping karena kepalanya terkena hantaman kaki kanan Naruto yang kembali menghilang dan muncul tepat di depannya.
Dugh! Dugh! Dugh!
Terkena hantaman dan terpental. Itulah yang sekarang dialami Orochimaru. Sedangkan yang berada di luar area kunai Naruto hanya bisa melebarkan mata mereka melihat pertarungan satu pihak Naruto.
"Minato, ia seperti dirimu kecuali sifat dinginnya pada orang lain." Batin Jiraiya.
"Kiroi Senko." Gumam Shizune dan Tsunade yang mulai pulih dari syoknya.
"Bagaimana dengan rekan Orochimaru?" Tanya Jiriaya pada Karin dan Kushina.
"Ia masih belum bergerak." Jawab Kushina.
.
Back To Fight
Setelah terpental puluhan kali, Naruto muncul di depan Orochimaru sambil bersiap menghantam dagu Orochimaru menggunakan lutut kanannya.
Duagh! Zwuush!
Orochimaru terpental dengan cepatnya ke atas akibat hantaman lutut Naruto, dengan cepat Naruto langsung mencabut kunai yang berada di dekatnya lalu melemparnya melewati Orochimaru.
"Terima ini!" Kata Naruto yang sudah berada di belakang Orochimaru dengan Rasengan di tangan kanan.
Rasengan
Zwuush! Duarr!
Naruto menghantamkan Rasengan miliknya pada punggung Orochimaru hingga membuatnya terlempar dan menghantam tanah dengan kerasnya. Kepulan debu langsung menghiasi tempat Orochimaru terhantam.
"Masih belum!" Gumam Naruto lalu merapalkan Handseal
Katon : Sanryuu Huashi no Jutsu
Duarr!
Tiga naga api langsung menghantam tempat Orochimaru yang masih terdapat kepulan debu. Ledakan yang cukup besar pun terjadi kembali di tempat Orochimaru.
Pooft! Tap!
Bersamaan dengan mendaratnya Naruto, sebuah kepulan asap muncul di tempat Kabuto sehingga membuat Karin dan Kushina terkejut. "Sial! Dia kabur!" kata keduanya.
"Khukukuku...aku terkesan dengan kemampuanmu Bocah Hiraishin." Sebuah suara langsung mengejutkan semuanya terutama Naruto. Mereka semua lalu menoleh ke arah sumber suara.
"Sialan!" Umpat Naruto lalu mengalihkan pandangan ke arah bekas ledakan yang ternyata tubuh Orochimaru terganti dengan sebuah ular yang hangus terpanggang.
Kabuto langsung muncul disamping Orohimaru lalu merapalkan sebuah Handseal. "Orochimaru-sama lengan kanan anda! Kita tak bisa lolos jika tidak menggunakan Manda dan Kuchiyose lain untuk pengalihan." Perintah Orochimaru.
Setelah Handseal-nya selesai, Kabuto menggigit ujung jarinya lalu mengoleskan darah miliknya ke lengan kanan Orochimaru yang terdapat sebuah Kanji. (Kuharap tidak terbalik).
Kuchiyose no Jutsu
Dua buah kepulan asap besar langsung muncul di depan Naruto, setelah kepulan asap menghilang terlihat dua ular berukuran raksasa muncul. Ular pertama berwarna ungu dengan Orochimaru dan Kabuto yang berada di atas ular tersebut. Dan ular kedua adalah ular berkepala tiga berwarna coklat.
"Siapa yang berani memanggil Manda-sama kemari!" Kata Ular berwarna ungu a.k.a Manda.
"Maaf Manda-sama tapi kami membutuhkan bantuan disini." Kata Kabuto.
"Sebaiknya kau mempersiap 100 manusia untukku setelah ini Orochimaru." Kata Manda.
.
.
With Jiraiya and Other
"Sial! Ini semua gara-gara kau Tsunade. Kalau tidak aku sudah pasti memanggil salah satu katak untuk membantu Naruto." Kata Jiraiya.
"Kalian berdua cepat panggil Kuchi-"
"TIDAK USAH! BIAR KUCHIYOSE MILIKKU YANG MENGURUSNYA!" Teriak Naruto.
"Tapi Naruto -kun/Nii-chan!" kata Kushina dan Karin bersamaan.
"Ini urusanku dan dia." Kata Naruto sambil menunjuk Orochimaru yang berada di atas Manda.
"Mau kubantu Naruto." Suara Tsunade yang ternyata sudah berada di samping Naruto langsung mengejutkan semuanya minus Naruto. "Bukannya kau masih trauma dengan darah?" Tanya Naruto datar.
"Itu dulu! Sekarang tidak lagi." Jawab Tsunade sambil merapalkan Handseal lalu menyentuh luka di lengannya tadi sehingga perlahan luka di lengannya mulai tertutup.
"Tapi kenapa kau ingin membantuku?" Tanya Naruto.
"Apa kau gila? Melawan Sannin sepertiku dan dua ular raksasa. Kau bisa tewas, Baka." Jawab Tsunade sedikit keras.
"Ingat ini! Aku tidak akan mati sebelum mencapai tujuanku." Kata Naruto membuat Tsunade langsung mengingat dua orang yang sangat berarti buatnya tergiang di kepalanya.
"Aku tidak akan mati sebelum mencapai impianku." (Maaf kata-katanya sedikit Author ubah).
"Jiraiya benar ia mirip dengan keduanya walaupun sifatnya yang dingin." Pikir Tsunade.
"Aku urus Orochimaru sementara kau kedua ular itu dengan Kuchiyose yang tadi kau katakan." Kata Tsunade membuat Naruto sedikit geram pasalkan ia yang ingin menghajar Orochimaru.
"Hey! Orochimaru bagianku!" Balas Naruto.
"Sudahlah kau bisa menghancurkannya (Membunuh) lain kali." Kata Tsunade.
"Haaaahh...Baiklah!" Naruto akhirnya pasrah lalu merapalkan sebuah Handseal.
Kuchiyose no Jutsu : Hajiri Senshi
"Hajiri Senshi? Kuchiyose macam apa itu?" Tanya semuanya bingung karena belum pernah mendengarnya.
Sebuah lubang hitam yang dikelilingi Kanji-Kanji rumit muncul dibawah Naruto dan Tsunade dan perlahan memunculkan sebuah kepala hingga akhirnya terlihatlah sesosok Samurai setinggi 30 meter yang mengenakan Baju khas samurai dengan gambar pusaran air di punggungnya. Mengenakan sebuah topeng dengan bekas tebasan di kedua matanya dan dua Katana panjang bertengger di pinggulnya.
"K-Ku-Kuchiyoser macam apa itu?" Tanya Jiraiya terbelalak kaget melihat untuk pertama kalinya sesososk samurai setinggi 30 meter.
"Menakutkan!" Gumam Karin, Kushina dan Shizune bersamaan.
"Apa lawannya Bijuu lagi Naruto-sama?" Tanya Hajiri Senshi.
"Bukan! Lawannya hanya dua ular. Apa tidak apa?" Jawab Naruto lalu bertanya balik.
"Tidak apa yang penting aku bisa bertarung." Jawab Hajiri Senshi.
"Baiklah begini rencananya. Pertama-tama Hajiri-san akan mendekati ular ungu itu lalu setelah jaraknya menipis, Tsunade-baachan melompat ke arah Orochimaru dan hajar ia habis-habisan." Jelas Naruto. Dibalas anggukan oleh Tsunade.
"Ayo kita mulai Hajiri-san!" Kata Naruto.
"Okay Naruto-sama!" Balas Hajiri Senshi.
Hajiri langsung berlari ke arah dua ular Orochimaru sehingga membuat area tersebut bergetar. Ular berkepal tiga tidak tinggal diam dan langsung melesat ke arah Hajiri Senshi yang sedang berlari.
Takk! Takk!
Kepala kiri dan kanan ular tersebu langsung ditahan dengan kedua tangan Hajiri Senshi, namun kepala yang bagian tengah hendak menyerang namun dengan cepat Hajiri langsung mengankat lutut kananya
Duagh!
Kepala bagian tengah langsung terkena lutut Hajiri hingga membuat kedua kepala dan badannya terpental ke atas karena Hajiri Senshi melepas kedua kepala ular yang dipegangnya. Setelah ular berkepala tiga terlempar ke atas, Hajiri langsung berlari ke arah Manda yang juga sudah melesat ke arahnya.
"Mangsa yang lumayan." Gumam Manda sambil melesat lalu melompat dan bersiap menggigit Hajiri Senshi.
"Kau yang mangsa reptil sialan." Balas Hajiri Senshi.
Duagh!
Sebelum mengigit kepalanya, Hajiri Senshi menjepit kepala Manda dengan cara menghantam tinjunya di kedua bagian samping kepala ular didepannya sehingga membuat Manda meringis.
"Aaaarrrrgggghhhhh!"
"Sekarang Baa-chan!" Kata Naruto.
Tsunade dan Naruto langsung melompat dari kepala Hajiri Senshi menuju ke Orochimaru dan Kabuto yang berada di atas Manda.
"Kau milikku Kutu Buku!" Gumam Naruto sambil melomapat. "Kuserahkan dua reptil ini padamu Hajiri-san!" Tambah Naruto yang sudah berada di depan Kabuto sambil bersiap memukulnya.
Dugh! Dugh!
Orochimaru dan Kabuto langsung terpental kebelakang karena serangan Naruto dan Tsunade. Namun Kabuto berhasil menahannya dengan cara menyilangkan kedua tangannya di depan kepala sehingga efek pukulan Naruto tidak terlalu besar.
Bagian Tsunade melawan Orochimaru sama seperti canon saat Tsunade menghajar Orochimaru habis-habisan.
.
.
.
Naruto VS Kabuto
Setelah keduanya mendarat mereka berdua langsung beradu Taijutsu sambil menjauh dari ketiga Kuchiyose yang akan bertarung.
Tak!
Kabuto menahan tangan kanan Naruto sambil menyeringai. "Hanya ini?" Tanya Kabuto lalu mengaktifkan pisau chakra di tangan kanannya.
"Kau yakin?" Tanya Naruto kembali dengan seringai. Kabuto mengalihkan pandangannya ke tangan kiri Naruto yang ternyata sudah tercipta sebuah bulatan chakra berwarna biru yang berputar dengan cepatnya.
Syuut! Syuut!
Keduanya saling menghindari serangan. Naruto memiringkan sambil mengarahkan Rasengan kepala Kabuto yang ternyata juga menghindarinya dengan cara menunduk. Keduanya lalu melompat kebelakang dan menghilangkan kedua jutsu di tangan mereka.
Setelah mendarat Naruto mengeluarkan satu kunai dari Fuin di lengan kirinya lalu melempar ke arah Kabuto. "Biar kutebak! Kau pasti akan muncul di kunai itu?" Tanya Kabuto lalu melompat ke arah kanan untuk menjauh dari kunai tersebut.
Sambil melompat Kabuto menoleh ke arah Naruto yang tetap di tempatnya namun sudah selesai merapalkan Handseal.
"Kau salah kutu buku!" Kata Naruto lalu mengarahkan telapak tangannya ke Kabuto yang masih dalam keadaan melompat
Fuūton : Shinkuuha
Sebuah pedang angin langsung muncul dari tangan Naruto dan langsung melesat ke arah Kabuto yang masih melompat. Dengan refleks yang baik, dalam keadaan melayang Kabuto menunduk sehingga pedang angin Naruto hanya merobek bagian punggung bajunya.
Tap! Tap!
Kabuto mendarat dengan baik namun Naruto ternyata berada di sampingnya dengan kaki kanan yang bersiap di arahkan kepadanya.
"Sial! Dia memanfaatkan situasi saat aku menunduk untuk pergi ke tempat nantinya aku mendarat!" Pikir Kabuto.
"Ya itu benar!" balas Naruto yang mengetahui pikiran Kabuto. Lalu menendang kepala Kabuto dengan kaki kannya.
Duagh! Braak!
Kabuto terpental dan menghantam sebuah batu yang tidak jauh darinya, sebuah kawah tercipta di batu tersebut dengan Kabuto berada di bagian tengah. Naruto lalu mengeluarkan satu kunai dan melemparnya ke arah Kabuto.
Jleeb!
Kunai tersebut menancap di samping kepala Kabuto karena ia memiringkan kepalanya ke kiri namun teringat bahwa itu adalah kunai Hiraishin sontak membuat Kabuto sedikit terkejut. Naruto langsung muncul di depannya dengan Rasengan di tangan kanan.
Rasengan
Braak! Zwuush!
Naruto menghantam perut Kabuto lalu terpental kebelakang karena batu tempatnya hancur karena efek tubuhnya yang terhantam Rasengan.
.
.
.
Hajiri Senshi VS Manda and Three Head Snake
Duagh!
Setelah menjepit kepala Manda, Hajiri Senshi menarik kedua tangannya lalu melayangkan bogem mentah ke kepala Manda dengan tangan kanan sehingga Manda terlempar ke kiri. Hajiri Senshi lalu membalik tubuhnya kebelekang karena ular berkepala tiga tadi telah mendarat dan langsung melesat ke arahnya.
"Dasar Reptil aneh merepotkan." Kata Hajiri Senshi sambil merapalkan Handseal
Katon : Reza Musatsu no Jutsu
Setelah menyelesaikan Handseal miliknya, Hajiri Senshi mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah ular berkepala tiga yang sedang melesat ke arahnya. Dari telapak tangannya langsung keluar laser api yang lumayan besar lalu terbelah menjadi lima laser api berukuran sama.
Duar! Duar! Duar! Duar! Duar!
Lima buah ledakan besar langsung tercipta ketika kelima laser api menghantam ular berkepala tiga. Hembusan angin yang sangat kuat langsung menyapu bersih area tersebut efek dari kelima ledakan tersebut.
"Katon yang sangat mengerikan!" Gumam Jiraiya sambil menahan tubuhnya agar tidak terlempar karena kuatnya hembusan angin.
"Sugoii!" Gumam Shizune, Karin dan Kushina bersamaan sambil berusaha menahan tubuh mereka.
Sedangkan Kabuto dan Orochimaru yang sudah kalah harus terlempar terkena hembusan angin yang cukup kuat tersebut. Sementara Tsunade bersembunyi di balik sebuah baru karena ia dekat dengan area ledakan. "Kuchiyose yang mengerikan!"Pikirnya.
Dan untuk Naruto hanya bisa menghela nafasnya melihat Kuchiyose pemberian kakeknya yang jika bertarung tidak peduli dengan area sekitar. "Dasar gila pertarungan!" Gumam Naruto.
.
.
.
Bekas ledakan mulai menghilang dan menampakkan ular berkepala tiga yang hangus terbakar lalu menghilang diikuti kepulan asap putih. Hajiri Senshi lalu mengembalikan perhatiannya pada Manda yang ternyata sudah menghilang karena diperintahkan oleh Orochimaru yang sudah berdiri bersama Kabuto dengan masing-masing menderita luka yang serius.
Kabuto dengan luka berlubang di bagia perut karena bekas Rasengan Naruto, sedangkan Orochimaru yang terlihat babak belur karena pukulan dan tendangan monster milik Tsunade.
"Haaaaa...Haaaa...Haaaaa...Lain kali kupastikan kalian dan Konoha akan hancur!" Kata Orochimaru sambil ngos-ngosan.
Perlahan Orochimaru mulai masuk ke dalam tanah sedangkan Kabuto sedang membuat Handseal. "Dan satu lagi...Masih ada satu hadiah lagi yang telah kuberikan pada Konoha. Dan kalian akan segera mengetahuinya." Kata Orochimaru sebelum tubuhnya masuk ke tanah secara keseluruhan.
Naruto dan Tsunade lalu menghampiri yang lain. Dan sesampainya di sana Naruto langsung dipeluk oleh Karin dan Kushina yang membuatnya sedikit merona karena pelukan keduanya. Bukan pelukan Karin tetapi pelukan dari Kushina.
"Nii-chan tidak apa-apa kan?" Tanya Karin yang balas anggukan oleh Naruto.
"Anda boleh kembali Hajiri-san." Kata Naruto pada Hajiri Senshi yang berdiri di dekat mereka. Lalu merapalkan Handseal penghilang Kuchiysepada
"Baik Naruto-sama!" Balas Hajiri Senshi lalu menghilang diikuti kepulan asap putih besar.
"Kenapa kau harus menyuruhnya menghilang? Bukannya Kuchiyose bisa menghilang sesuka hatinya atau pun terkena serangan fatal?" Tanya Jiraiya diikuti anggukan oleh yang lain.
"Itu karena Hajiri Senshi Kuchiyose spesial yang boleh pulang apabila aku menyuruhnya. Walaupun menderita luka fatal ia tetap tidak menghilang." Jawab Naruto masih dipeluk oleh keduanya.
"Dimana kau mendapatkannya? Aku belum pernah melihatnya?" Tanya Jiraiya kembali.
"Nanti saja bertanyanya. Aku sedikit lelah." Jawab Naruto ketus. Membuat Jiraiya menghela nafasnya.
.
.
.
Malam harinya di penginapan Jiraiya dan Tim 11. Mereka ditambah Tsunade dan Shizune tengah berbincang-bincang di ruang tengah.
"Jadi dimana kau mendapatkan Kuchiyose tadi Naruto?" Tanya Jiraiya karena penasaran dengan Kuchiyose Naruto.
"Apa tadi kalian melihat lambang klan Uzumaki di punggung Hajiri Senshi." Jawab Naruto semuanya pun mengangguk bersamaan.
"Hajiri Senshi merupakan penjaga klan Uzumaki dan ia hanya bisa dipanggil oleh para Uzukage pemimpin desa Uzuhiogakure. Dan aku mendapatkan sewaktu memeriksa reruntuhan desa leluhurku." Jelas Naruto membuat.
"Pantas saja kau tidak mau Kuchiyose katak milikku dan Minato, ternyata kau memiliki Kuchiyeso yang lebih kuat." Kata Jiraiya.
"Dan sekarang-" Jiraiya menjeda kalimatnya lalu menoleh ke arah Tsunade. "-apa kau mau menjadi Hokage selanjutnya?" Tanya Jiraiya ke Tsunade.
"Aku menerimanya. Tetapi pertama-tama apa kau mau menceritakannya bagaimana sebenarnya Hiruzen-sensei tewas?" Tanya Tsunade ke Naruto.
Naruto pun memulai cerita sewaktu ia bertarung kecuali dimana ia menggunakan Shiki Fujiin. Setelah selesai sontak semuanya langsung terbelalak kaget mendengar Naruto melawan dua Hokage pendahulu.
"J-Jadi kau melawan kakek seorang diri?" Tanya Tsunade dibalas anggukan oleh Naruto.
"Kenapa kau tidak memberitahukannya ke penduduk tentang yang sebenarnya Naruto? Bukannya itu akan membuat penduduk tidak mencemoh dirimu lagi?" Tanya Jiraiya.
"Asal kau tahu otak para penduduk dan shinobi Konoha itu bisa dibilang dangkal terutama para orang tua bodoh itu, mana mungkin mereka akan percaya dengan yang kuceritakan." Jelas Naruto.
"Jadi aku ingin Ero-sennin dan Baa-chan merahasiakan hal ini. itu juga berlaku ke kalian. (Shizune dan Karin)" Kata Naruto. Dibalas anggukan oleh semuanya. Namun setelah mengangguk sebuah persimpangan muncul di kening Tsunade. "Jangan panggil aku seperti itu bocah!" Umpa Tsunade.
"Memang kau sudah setua itu." Balas Naruto tidak kalah sengitnya.
"Dasar durian montok!"
"Kendi besar!" Jiraiya langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ejekan Naruto.
"Cih! Bukannya tadi kau orang yang dingin bagaikan es batu. Tetapi sekarang kau terlihat seperti anak bodoh!" Umpat Tsunade. Naruto lalu beranjak dari tempatnya sambil menatap tajam Tsunade.
"Bukan urusanmu. Kendi besar!" kata Naruto
"Hahahahahaha...AAAUUUUWWWW!"
Tawa terbahak-bahak Jiraiya langsung berganti menjadi rintihan karena mendapat pukulan 'sayang' dari Tsunade. Tsunade lalu menoleh ke arah Karin dan Kushina.
"Apa sikapnya selalu seperti itu?" Tanya Tsunade.
"Itu benar Baa-chan, jika Naruto-kun bersama kami sifatnya begitu lembut dan hangat sedangkan jika bersama orang lain begitu dingin." Jelas Kushina. "Dan hal itu dimulai saat-"
"Para penduduk menyalahkannya." Potong Tsunade dibalas anggukan oleh Kushina dan Karin.
.
.
.
~~~ TBC ~~~
#Akhirnya Chapter 21` selesai juga.
Kuharap Chapter ini cukup memuaskan.
Mohon maaf apabila chapter ini sedikit kacau.
Serta masih banyaknya Typo yang bertebaran, GaJe, Alur berantakan (Mungkin) dan lainnya.
Author dengan senang hati menerima Saran dan Kritikan
Jadi lebih dan kurang mohon di REVIEW.
Balasan beberapa Review :
=Kekuatan Naruto memang kadang maju kadang mundur karena mentalnya yang belum sepenuhnya stabil. Dan juga kekuatan Naruto tergantung dari lawannya ataupun emosinya seperti pada chapter ini.
=Mungkin 2-3 chapter lagi Naruto keluar desa dan langsung skip ke shipppuden.
=Kedatangan Tsunade akan sedikit meringankan Naruto tetapi akan kembali memburuk karena sesuatu.
=Dan kenapa tidak dihidupin. Semuanya akan terbongkar dengan sendirinya.
=Naruto hanya menyimpan Isobu atau Sanbi di dimensi miliknya tetapi ia bisa berkomunikasi dengannya melalu telepati karena diberikan sedikit chakra.
=Nama Trio Uzumaki mungkin akan bersih ketika PDS 4
=Setelah Shippuden mungkin Naruto Author hanya jadiin Gray.
SEE YOU IN NEXT CHAPTER
..:: LOMPOBERANG ::..
..:: LOG OUT ::..
