Gomen untuk keterlambatannya karena dua minggu ini Author sibuk untuk persiapan UAN dan semoga hasil UAN Author beserta yang lain tidak mengecewakan... AMIN!


Chapter 22 Out!

A Naruto Fanfiction

Disclaimer © Masashi Kishimoto

..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...

Genre : Adventure - Romance – Family

Rate : T (Semi M).

Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?

Warning : Typo bertebaran, Alur Berantakan, Ide Pasaran, OOC,
OC (Maybe), StrongNaru, GodlikeNaru, Etc

.

Don't Like...Don't Read

.


Mengenai Chapter sebelumnya, Lompoberang sedikit minta maaf karena banyaknya kesalahan terutama pada Kabuto dimana ia masih bisa bertarung walaupun sudah terkena Rasengan di punggungnya. Maka dari itu Lompoberang ingin para Minna-san untuk tidak ragu untuk mengkritik ataupun memberi saran agar kedepannya Fict ini semakin baik.

.

.

..:: CHAPTER 22 : SASUKE RESCUE MISSION ::..


Setelah Tsunade setuju untuk menjadi Godaime Hokage. Tim 11, Jiraiya, Tsunade dan Shizune akhinya meninggalkan desa tersebut. Selama perjalan mereka hanya berjalan dengan santai diiringi pembicaraan ringan dan beberapa candaan. Tsunade dan Shizune pun mulai mengerti dengan Naruto yang mempunyai dua sifat. Dingin dan tertutup terhadap orang lain sementara jika berada di dekat beberapa orang ia berubah menjadi anak ceria dan banyak omong.

"Kuharap Tsunade-Baachan tidak menghabiskan dana Konoha untuk berjudi." Gumam Naruto.

Twitch!

Sebuah perempatan langsung muncul di kening Tsunade. Sedangkan Jiraiya dan yang lain berusaha menahan tawa mereka. "Apa kau bilang Bocah!" Umpat Tsunade kesal.

"Bukannya Tsunade-Baachan mempunyai hobi buruk yaitu berjudi, aku jadi khawatir dengan Konoha." Canda Naruto.

Bletak!

"Jangan berpikiran bodoh seperti Bocah!" Umpat Tsunade setelah memberikan Jitakan 'Kasih sayang' pada Naruto. "Namun aku masih penasaran dengan apa dimaksud Orochimaru sialan itu sebelum pergi." Raut wajah semuanya langsung berubah menjadi serius ketika mendengar penuturan Naruto.

"Begitu juga denganku. Kuharap bukan hal yang buruk." Kata Jiraiya dibalas anggukan oleh semuanya kecuali Naruto yang tampak berpikir.

Setelah beberapa menit berpikir, Naruto akhirnya mempunyai sebuah prediksi mengenai maksud dari Orochimaru. "Jangan-jangan Uchiha Sasuke. Karena sewaktu Ujian Chunin aku berhasil menghentikannya." Pikir Naruto.

"Lebih baik kita berdoa semoga hal itu bukan sesuatu yang buruk!" Kata Tsunade.

.

.

.

Four Days Later

Akhirnya Tim 11 dan lain akhinya tiba di depan gerbang Konoha. Sesampainya di sana Naruto langsung berkata.

"Aku langsung ke apartemen saja." Sontak semuanya langsung menoleh ke arah Naruto. "Memangnya kenapa Nii-chan?" Tanya Karin.

"Aku tidak mau merusak acara penyambutannya!" Jawab Naruto lalu menghilang diikuti seberkah kilatan kuning membuat semunya menghela nafas panjang.

"Haaa...anak itu main pergi begitu saja!" Umpat Jiraiya.

Dan benar saja perkataan Naruto. Setelah memasuki kawasan desa, Jiraiya dan lainnya langsung disambut dengan meriah karena ketidakhadiran Naruto. Keesoka harinya, Pelantikan Tsunade berlangsung dengan baik karena Naruto kembali tidak menampakkan dirinya membuat beberapa orang hanya bisa menghela nafas.

Setelah pelantikan, Tsunade memulai pekerjaannya sebagai Godaime-Hokade. Namun saat tengah asik memeriksa beberapa dokumen. Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Hokage.

"Masuk!" Kata Tsunade.

Setelah pintu terbuka masuklah Kakashi bersama Sakura dan Rei. "Ada apa?" Tanya Tsunade To thr Point.

"Aku ingin meminta bantuan Hokage-sama untuk mengekang sesuatu pada tubuh salah satu muridku. Uchiha Sasuke." Jawab Kakashi membuat Tsunade menautkan alisnya. "Mengekang?"

"Begini ceritanya..."

.

Flashback

Setelah Orochimaru berhasi diselamatkan oleh Kabuto. Mereka berdua tengah berada di salah satu bangunan Konoha yang masih dalam keadaan membaik.

"Anda tidak apa Orochimaru-sama?" tanya Kabuto.

"Aku tidak bisa lagi menggunakan kedua tanganku gara-gara Sarutobi sialan itu!" Jawab Orochimaru sambil mengankat keduanya lengannya yang menghitam.

"Tapi sebelum kita pergi. Aku ingin melakukan sesuatu malam ini. Kudengar Uchiha Sasuke berada di rumah sakit karena kelelahan menghadapi Shukaku." Kata Orochimaru sambil menyeringai.

.

Malam harinya di salah satu ruangan rumah sakit Konoha terlihat Sasuke tengah tertidur. Tak berselang lama Orochimaru dan Kabuto muncul menggunakan Shunshin mereka yang sontak membuat Sasuke langsung terbangun dari tidurnya.

"Siapa kalian? Dan apa yang kalian inginkan?" Tanya Sasuke.

Dengan cepat Kabuto langsung menghilang dan muncul tepat di samping Sasuke yang sudah turun dari ranjang miliknya.

Tak! Tak!

Kabuto langsung mengunci tubuh Sasuke sehingga membuatnya tidak dapat bergerak. Melihat targetnya sudah tidak dapat bergerak, Orcochimaru langsung memanjangkan lehernya dan menananmkan Curse Mark pada bahu Sasuke.

"AAAARRGGHHH!" Sasuke langsung terjatuh sambil memegang bahunya diiringi teriakan kesakitan.

"Kalau kau menginginkan kekuatan untuk membawa pulang Itachi, datanglah ke tempatku. Dengan senang hati aku akan memberikanmu kekuatan...Khukukukukuku!" Kata Orochimaru diakhiri tawa khas miliknya.

"A-apa yang kalian lakukan?" Tanya Sasuke.

Bukannya menjawab pertanyaan dari Sasuke. Kabuto langsung menghilang diikuti kepulan asap putih sedangkan Orochimaru perlahan terhisap lantai ruangan tersebut. "Ingatlah kata-kataku Sasuke-kun!" Kata Orochimaru sebelum ia terhisap sepenuhnya.

.

Flasback Off

"...Setidaknya itu yang aku ketahui Hokage-sama!" Kata Kakashi.

Tsunade langsung berdiri dan menggebrak meja kerjanya. "Jadi ini hadiah yang dimaksud Orochimaru." Kata Tsunade lalu beranjak dari tempatnya.

"Cepat! Ayo kita kekang Curse Mark itu sebelum Uchiha itu bena-benar terpengaruh dengan godaan Orochimaru." Kata Tsunade dibalas anggukan oleh semuanya.

Sesampainya di ruangan Sasuke. Tsunade langsung memberikan Sasuke obat bius agar tidak memberontak ketika proses mengkekang Curse Mark di bahunya dan hasilnya proses tersebut berjalan dengan lancar. Setelah proses selesai Kakashi dan Tsunade mengembalikan Sasuke ke ruangannya untuk beristirahat.

.

.

.

One Month Later

Sebulan setelah Tsunade menjabat sebagi Godaime-Hokage, keadaan Konoha perlahan mulai pulih dari efek Invasi Oto-Suna. Dan beberapa hari yang lalu desa Sunagakure meminta maaf atas Invasi ini dan menjelaskan bahwa mereka juga mengalami kerugian yang sama yaitu kehilang pemimpin mereka.

Awalnya Tsunade dan Tetua menolak permintaan maaf tersebut. Namun setelah melihat kegigihan serta mempertimbangkan hal tersebut. Akhirnya Konoha menerima permintaan maaf Sunagakure.

Namun bagi Naruto, para penduduk masih belum berhenti menyalahkan Naruto walaupun ia dan Timnya berhasil membawa Tsunade. Tetapi walaupun seperti itu, Ia dan Timnya masih bisa menjalankan beberapa misi karena Tsunade secara diam-diam memberikan misi. Itu karena jika Naruto dan Timnya diberikan misi secara terang-terangan maka para Tetua dan Civilian Council akan menolak hal tersebut.

Sedangkan di sisi Sasuke. Selama sebulan ini ia terus memikirkan penawaran Orochimaru. Dan akhirnya pada saat ia melakukan misi, saat itu bertarung dengan beberapa Missing-nin dan secara tidak sengaja segel pengekang Curse Mark di bahunya melemah sehingga memaksa tubuhnya masuk ke dalam Curse Mark tingkat pertama dimana di beberapa bagian tubuhnya muncul bercak hitam. Dan saat itulah Sasuke merasakan kekuatannya benar-benar meningkat pesat.

Saat ini Sasuke tengah berada di salah satu bangunan tinggi di Konoha. Ia tengah berpikir keras mengenai keputusannya. Di sisi lain ia merasa sudah sedikit terbantu oleh Naruto namun keadaan Naruto yang belakang ini sangat tertutup membuatnya sangat sulit untuk menemui Naruto.

"Tch! Apa yang aku harus lakukan." Gumam Sasuke lalu menoleh ke arah bulan yang membulat sempurna.

"Coba lihat apa yang kita dapat!" Sebuah suara langsung membuyarkan lamuan Sasuke. Dengan cepat Sasuke langsung menoleh ke arah sumber suara dan mendapti empat orang dengan penampilan berbeda-beda.

(Pertarungan antara empat suruhan Orochimaru dan Sasuke, Lompoberang Skip hingga Sasuke pergi dari desa. Untuk alasan Sasuke pergi dari desa akan diketahui setelah ia bertarung dengan Naruto)

.

.

.

Pagi harinya di ruangan Hokage. Naruto, Shikamari, Neji, Kiba, Chouji, dan Rei tengah menghadap ke Tsunade. Hari ini Naruto mengenakan T-shirt merah denga gambar pusaran air di bagian punggung. Celana standar Chunin hitam serta sepatu standar Shinobi. Tidak lupa sebuah Wristband hitam untuk menutupi Fuin penyimpanan di lengan kirinya.

Naruto yang berada di paling kanan terus mendapat tatapan tajam dari semuanya minus Shikamaru yang sudah mengetahui kejadian sebenarnya dari ayahnya.

"Untuk apa kami dikumpulkan disini Hokage-sama?" Tanya Naruto memanggil Tsunade dengan sebutan formal.

"Iya Hokage-sama kenapa kami dipanggil pagi-pagi seperti ini?" Tanya Shikamaru diikuti anggukan oleh yang lain.

"Semalam Uchiha Sasuke meninggalkan desa bersama 4 empat orang." Jawab Tsunade membuat semuanya terkejut terutama Naruto. "Apa yang terjadi, mungkin ini ada hubungannya dengan hadiah yang dimaksud Orochimaru." Pikir Naruto.

"Hokage-sama bercanda kan?" Tanya Rei memastikan. Tsunade menggeleng pelan lalu berkata. "Jadi kalian berenam aku beri misi mengejar dan mengambil kembali Sasuke dan aku menunjuk Naruto sebagai ketua dan Shikamaru sebagai wakil."

"Kenapa bukan Shikamaru yang dijadikan ketua Hokage-sama." Kata Kiba sedikit menolak Naruto sebagai ketua dibalas anggukan oleh yang lain minus Shikamaru.

"Ini sudah keputusanku dan diantara kalian Naruto adalah yang paling kuat dan bisa diandalkan." Bentak Tsunade membuat Kiba menjadi bungkam dan sedikit kesal. "Baiklah bubar!" Kata Tsunade dibalas anggukan oleh semuanya.

"Aku beri kalian waktu 30 menit untuk bersiap. Dan kita akan berkumpul di gerbang!" Kata Naruto datar lalu menghilang diikuti seberkah kilatan kuning. Membuat semuanya mendecih kesal kecuali Shikamaru.

.

.

30 menit kemudian semuanya telah berkumpul di depan gerbang. Bukan hanya mereka, Sakura juga berada di sana, sambil menangis ia meminta agar Sasuke dibawah pulang.

"Tenanglah. Seorang Kunouchi seharusnya tidak boleh menangis!" Kata Naruto datar.

"K-kau tidak tahu yang kurasakan Naruto. Sasuke sudah kuanggap sebagai keluargaku dan tidak ingin kehilangan dirinya." Balas Sakura sedikit membentak Naruto.

"Jadi kau bilang tidak mengetahui apa kau rasakan." Naruto menatap tajam ke arah Sakura yang sontak membuat Rei yang merupakan setim dari Sakura langsung berkata.

"Sakura benar-"

"Coba kau bayangkan apa rasanya kehilangan orang tua dihari kelahiranmu...COBA BAYANGKAN HAAH!" Potong Naruto membuat semua bungkam terutama saat Naruto berteriak.

"Sudah hentikan Naruto! Sebaiknya kita bergegas." Lerai Shikamaru. Naruto mengangguk paham lalu memberi perintah untuk berangkat mengabaikan Sakura yang masih memikirkan kata-kata Naruto barusan.

.

.

Setelah pengejaran berlangsung selama dua hari. Naruto dan timnya berhasil menyusul 4 bawahan Orochimaru beserta Sasuke yang berada di dalam Tong. Dengan cepat Naruto langsung mengeluarkan satu kunai miliknya dan melempar ke 4 empat orang yang berada di depannya.

Keempat orang langsung terkejut ketika kunai Naruto melewati mereka. Lalu sebuah kilatan kuning muncul tepat di depan mereka dan memunculkan Naruto. Sontak keempatnya langsung berhenti di dahan pohon yang sama.

"Cih! Apa Konoha sudah kehabisan Shinobi sehigga hanya mengirimkan segerombolan bocah tengik!" Kata seorang yang memiliki dua kepala bernama Sakon.

Tap! Tap! Tap!

Kelima Tim Naruto berhenti tepat di belakang 4 Oto-nin. Merasa terdesak salah satu dari Oto-nin langsung menggigit jarinya kemudian merapalkan Handeal.

Kuchiyose no Jutsu

Seekor laba-laba raksasa langsung muncul dan menyerang Tim Naruto. Melihat hal tersebut Naruto tidak tinggal dan langsung merapalkan Handseal.

Fuūton : Kazeryuu no Jutsu

Naruto menarik nafas dalam-dalam lalu menyemburkan angin berbentuk naga raksasa yang langsung melesat ke arah 4 Oto-nin. Dengan cepat keempatnya langsung melompat secara berpisah untuk menghidarinya. Namun hal tersebutlah yang diincar Naruto.

Jraash! Braak!

Naga angin Naruto langsung menghantam laba-laba raksasa milik Kidomaru hingga membuat mahluk tersebut terlempar dan menghantam beberapa pohon hingga rubuh. Kidomaru mendecih tidak suka karena setelah itu laba-laba raksasanya menghilang diikuti kepulan asap putih.

"Sakon! Cepat bawah paket itu dari sini. Biar kami bertiga yang mengurus bocah-bocah ini!" Peritah Kidomaru dibalas anggukan oleh Jirobo dan Tayuya. Lalu melesat menjauh dari tempat Naruto dan lainnya,

Naruto tinggal diam dan langsung memberikan perintah pada Timnya. "Kalian berlima cepat kejar Sasuke! Biar aku yang menahan tiga sampah ini!" Kata Naruto datar.

"Apa kau gila Naruto! Jangan sok kuat!" Kata Kiba.

"Sudahlah. Ini adalah perintah! Cepat lakukan!" Balas Naruto dengan nada membentak. Kelimanya akhinya patuh karena Naruto merupakan ketua tim. Dengan cepat semuanya langsung mengejar Sakon

"Tidak akan kubiarkan!" Kata Kidomaru sambil bersiap memuntah sesuatu dari mulutnya.

Melihat hal tersebut Naruto langsung bertindak dengan merapalkan Handseal lalu menarik nafas dalam-dalam.

Katon : Sanryu Huashi no Jutsu

Tiga ekor naga api langsung disemburkan oleh Naruto ke arah tiga Oto-nin. Dengan cepat ketiganya melompat menghidari tiga naga api tersebut sehingga naga api Naruto hanya mengenai pohon tempat ketiganya berdiri.

"SHIKAMARU TANGKAP!" Teriak Naruto sambil melempar satu kunai Hiraishin miliknya dan berhasil ditangkap Shikamaru dengan sempurna lalu dengan cepat Shikamaru langsung melesat bersama keempat lainnya untuk mengejar Sakon.

Naruto mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan tiga Oto-nin tersebut. Tidak lupa mengaktifkan sensor miliknya. Namun hal yang terduga langsung dideteksi oleh Naruto dan juga Kurama.

"Kurama! Apa kau juga merasakannya." Kata Naruto pada Kurama melalui telepati.

"Aku merasakan samar-samar ada chakra signature seperti milik kalian para Uzumaki." Balas Kurama. (AN : Disini Lompoberang membuat Tayuya sebagai seorang Uzumaki)

"Pasti wanita itu. Aku yakin, apalagi warna rambutnya yang hampir sama dengan Kushi-chan dan Karin-chan." Kata Naruto. "Jadi apa yang akan kau lakukan Naruto?" Tanya Kurama.

"Aku akan menangkapnya hidup-hidup dan kumasukkan ke Dimensi milikku." Jawab Naruto.

Pembicaraan Naruto dan Kurama melalui telepati langsung terganggu ketika Jirobo melompat ke arah Naruto dengan sebuah batu besar yang siap dilemparkan. Naruto tidak tinggal diam, dengan cepat Naruto mengeluarkan kunai dan melemparnya ke arah Jirobo.

Syuut!

Jirobo memiringkan kepalanya untuk menghindari kunai milik Naruto. "Kau kira hanya dengan satu kunai akan membunuhku!" Kata Jirobo lalu melempar batu besar yang dibawahnya ke Naruto.

Sebelum batu itu mengenai Naruto, ia langsung menghilang diikuti seberkah kilatan kuning dan muncul tepat di belakang Jirobo sambil menangkap kunai yang tadi ia lempar.

"Di belakangmu bodoh!" Umpat Naruto datar lalu melempar kunainya ke arah Jirobo kemudian merapalkan Handseal.

"Se-sejak kapan?" Tanya Jirobo sedikit terkejut.

Kunai Kagebunshin no Jutsu

Satu kunai tadi langsung berlipat ganda menjadi ratusan dan langsung menghujani Jirobo yang masih berada di udara. Teriakan kesakitan dan suara kunai yang menancap di tubuh langsung menghiasi hutan tersebut.

Bruuk!

Jirobo langsung terjatuh dan menghantam tanah dengan kerasnya. Setelah itu Naruto langsung memutar tubuhnya yang masih berada di udara karena merasakan keberadaan seseorang di belakangnya yang ternyata adalah Kidomaru yang siap memuntahkan sesuatu.

Namun saat Naruto sudah berbalik ternyata Kidomaru sudah memuntahkan empat jaring laba-laba dari mulutnya dan langsung mengenai kedua kaki dan tangan Naruto. Hasilnya Naruto langsung terhempas kebelakang, namun sebelum mengenai sebuah batang pohon Naruto langsung menghilang diikuti seberkah kilatan kuning meninggalkan empat jaring laba-laba yang tadi melekat di kaki dan tangannya.

Tap!

Naruto muncul di salah satu batang pohon yang terdapat satu kunai miliknya menancap. Namun sedetik kemudian sebuah suara seruling terdengar oleh Naruto dari arah kanannya.

"Apa itu?" Gumam Naruto yang melihat beberapa benda aneh berbentuk cincin transparan namun masih dapat dilihat.

Dengan cepat Naruto melompat ke atas sambil membawa satu kunainya untuk menghindari benda aneh tersebut. Setelah berada di atas udara Naruto melempar kunainya ke bawah lalu merapalkan Handseal.

Kunai Kagebunshin no Jutsu

Satu kunai yang dilempar Naruto langsung berlipat ganda menjadi ratusan. Ratusan kunai tersebut langsung menancap pada pohon, tanah di hutan tersebut.

"Sekarang, area ini sudah aku kuasai!" Gumam Naruto sambil menyeringai.

Tap!

Naruto mendarat di salah satu pohon. Ia lalu mencari keberadaan ketiga musuhnya menggunakan sensor miliknya. Tak berselang lama Naruto langsung membalikkan tubuhnya karena mendeteksi kedatangan sesuatu yang besar di belakang.

"Mati kau bocah!"

Rakanken (Pukulan Kaki)

Tak!

Naruto langsung menahan pukulan kaki milik Jirobo yang sudah masuk ke Curse Mark tingkat pertama dimana tubuhnya dipenuhi pola segitiga kecil yang saling berhubungan. Setelah itu Naruto langsung menghilang diikuti seberkah kilatan kuning sebelum sebuah jaring laba-laba mengenai tubuhnya.

"Cih! Bocah itu cepat juga!" Umpat Kidomaru yang berjongkok di dahan pohon dekat Jirobo.

"Kau saja yang lambat!" Balas Jirobo datar.

"Sudah-sudah kalian bedua jangan bertengkar, sebaiknya kita segera mengalahkan bocah itu." Lerai Tayuya sambil menunjuk Naruto yang berada di bawah mereka.

Sementara di sisi Naruto, ia menatap datar ketiga musuh di depannya. Dan setelah itu ia langsung merapalkan Handseal.

Fuūton : Shinku Renpa

Puluhan pedang angin langsung tercipta di sekitar Naruto. Dengan perintah si pirang puluhan pedang angin tersebut langsung melesat ke arah tiga musuhnya. Tayuya, Jirobo dan Kidomaru langsung melompat ke segalah arah untuk menghidari Fuuton milik Naruto.

"Aku harus menyelesaikannya dengan cepat!" Gumam Naruto sambil memperhatikan Jirobo yang masih melompat-lompat menghindari Fuuton miliknya. "Aneh! Bukannya gendut itu tadi sudah aku kalahkan. Tetapi ia sekarang berpenampilan berbeda." Pikir Naruto lalu menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.

Tap!

Jirobo mendarat di salah dahan pohon dan langsung terkejut ketika Naruto tiba-tiba muncul di depannya dengan Rasengan di tangan kanan.

"Se-sejak kapan!" Umpat Jirobo terkejut.

Rasengan

Jraash! Duaar!

Naruto langsung mengarahkan Rasengan ke dada kiri Jirobo hingga membuat sebuah ledakan kecil. Setelah ledakan mereda, terlihat Jirobo terjatuh dari dahan pohon dengan lubang menganga di dada kirinya lengkap dengan darah segar yang mengucur deras. Jika dilihat lebih jelas terlihat jantung milik Jirobo hancur terkena Rasengan.

"Satu sudah tumbang!" Gumam Naruto yang sudah tidak merasakan chakra dari Jirobo menandakan bahwa ia sudah tewas.

"Cih! Bocah ini bukan Genin sembarangan. Dan kalau aku ingat-ingat dia adalah orang yang dulu menyerang Orochimaru-sama." Gumam Kidomaru.

"Kalau begitu tidak cara lain selain masuk ke dalam tingkat ke-2!" Kata Tayuya dibalas anggukan oleh Kidomaru.

Perlahan tubuh Kidomaru mulai berubah warna serta sebuah mata muncul di tengah-tengah keningnya. Tidak jauh beda dengan Kidomaru. Tayuya juga telah mengaktifkan Curse Mark tingkat ke-2 miliknya sehingga merubah tubuhnya beserta tiga buah sesuatu yang mirip tanduk muncul di kepalanya.

Melihat perubahan dari kedua musuhnya. Naruto menyipitkan matanya. "Apa itu?" Tanya Naruto.

"Hahaha...Ini adalah kekuatan yang diberikan oleh Orochimaru-sama. Dan kau akan segera merasakannya!" Jawab Kidomaru lalu mengeluarkan sebuah busur.

Sedangkan Tayuya terlihat melompat mundur sambil merapalkan Handseal.

Kuchiyose no Jutsu : Doki

Pooft! Pooft! Pooft!

Tiga buah kepulan asap putih besar tiba-tiba muncul di depan Tayuyu setelah kepulan asap menghilang terlihat tiga monster Doki yang memiliki penampilan berbeda-beda. Melihat hal tersebut Naruto langsung mengeluarkan Kakuto Yoru dari Fuin dilengan kirinya.

"Sepertinya akan memakan waktu agak lama!" Gumam Naruto.

"Mari kita mulai bocah!" Kata Kidomaru kemudian mengucah sesuatu dalam mulutnya. Setelaha selesai sebuah anak panah emas langsung dimuntahkan olehnya.

Sedangkan Tayuya sudah bersiap untuk meniup seruling miliknya. Kidomaru lalu memasang anak panah pada busurnya dan langsung menembakkan ke Naruto dengan kecepatan tinggi. Namun bukan Naruto namanya jika tidak bisa menghindari serangan tersebut. Dalam sekejap Naruto langsung menghilang.

Duaar!

Anak panah emas milik Kidomaru langsung menghantam pohon tempat Naruto tadinya muncul hingga hancur. Naruto lalu muncul di dekat kunai miliknya namun langsung di kejutkan dengan kedatangan Doki yang memegang pemukul besi berduri.

Traank! Braak!

Naruto menggunakan Yoru untuk menahan pemukul tersebut hingga membuat dahan pohon tempatnya berdiri patah. Dalam keadaan melayang Naruto kembali dikejutkan dengan Doki kedua yang terdapat dua senjata mirip pisau di kedua tangannya.

Traank!

Naruto kembali menahan kedua pisau tersebut dengan Yoru, lalu berpindah tempat di permukaan tanah. Ia lalu menancapkan Yoru kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Kidomaru yang berada jauh dari tempatnya dan bersiap memanah dirinya.

"Rasakan ini bocah!" Teriak Kidomaru.

Kumo Senkyū : Suzaku

Zwuush! Braak! Braak!

Anak panah emas Kidomaru meluncur dengan kecepatan tinggi hingga membuat area yang dilewatinya hancur. Melihat kecepatan dan kekuatan dari anak panah tersebut Naruto langsung merapalkan Handseal dengan cepat.

Mokuton : Mokujōheki

Puluhan balok kayu muncul di sekitar Naruto dan dengan cepat langsung membentuk kubah berlapis-lapis.

Duaar!

Ledakan yang cukup besar langsung tercipta ketika anak panah Kidomaru menghantam kubah kayu milik Naruto. Setelah efek ledakan mereda terlihat kubah kayu milik Naruto hancur namun tidak sampai melukai Naruto yang berada di dalamnya.

"Sial! Serangan yang sangat dahsyat!" Gumam Naruto.

"A-apa mustahil!" Umpat Kidomaru tidak percaya melihat serangan andalannya berhasil ditahan oleh Naruto.

"Kurama! Tolong deteksi keberadaan wanita itu!" Pinta Naruto melalui telepati.

"Baik dasar tukang perintah." Balas Kurama. Setelah beberapa detik Kurama kembali berkata. "Ia berada di belakangmu dengan jarak sekitar 500 meter."

"Baiklah aku akan menyelesaikannya sekarang juga." Balas Naruto.

Namun sebelum Naruto keluar dari kubahnya tiba-tiba saja ketiga Doki milik Tayuya menyerang kubah milik Naruto secara brutal. Sehingga perlahan kubah Naruto mulai hancur.

"Pertama-tam ketiga monster bodoh ini yang akan kulenyapkan." Gumam Naruto lalu merapalkan Handseal.

Duar!

Bersamaan dengan hancurnya kubah Naruto, ia langsung menarik nafas dalam-dalam lalu.

Katon : Gōuka Mekakkyū

Naruto langsung menyemburkan api berskala besar sambil memutar tubuhnya 360 derajat. Area di sekitar Naruto langsung hangus terbakar beserta ketiga Doki tersebut yang langsung menghilang diikuti kepulan asap putih. Sementara itu di tempat Tayuya. Ia hanya bisa mendecih tidak suka melihat ketiga Dokinya dilenyapkan oleh Naruto.

Setelah kobaran api mereda Naruto mengambil Yoru lalu melesat menuju ke Kidomaru. Si tangan enam tidak tinggal dia dan langsung menciptakan beberapa anak panah.

Jleeb!

Anak panah pertama berhasil dihindari Naruto sehingga anak panah tersebut hanya menancap di batang pohon hingga menyebabkan pohon tersebut hancur. Kidomaru kembali melepaskan anak panah kedua yang mengarah tepat ke Naruto.

Melihat hal tersebut. Sambil melesat ke Kidomaru, Naruto mengalirkan chakranya ke Yoru lalu menebaskan secara horizontal ke arah anak panah tersebut sehingga menciptakan sebuah gelombang hitam yang sangat tipis.

Zuiing!

Shinigami Shoshin

Duaarr!

Anak panah tersebut langsung meledak ketika mengenai gelombang hitam mengenai tepat di kepala anak panah tersebut. Merasa kesal karena dua anak panahnya tidak mengenai Naruto. Kidomaru langsung menyiapkan tiga anak panah di busurnya dan secara bersamaan langsung dilepaskan ke arah Naruto.

Zwuush!

Ketiga anak panah tersebut langsung melesat ke Naruto dengan kecepatan tinggi. Naruto berhenti di salah satu batang pohon lalu menancapkan Yoru di sampingnya. Setelah itu Naruto langsung merapalkan sebuah Handseal

Fuūton : Daitoppa

Naruto mengeluarkan sebuah hembusan angin yang sangat besar ke arah tiga anak panah milik Kidomaru. Perlahan kecepatan ketiga anak panah tersebut mulai melambat hingga akhirnya terjatuh ke tanah karena kuatnya hembusan angin milik Naruto.

"Sekarang saatnya!" Gumam Naruto lalu mengeluarkan kunai dan melemparnya ke arah Kidomaru.

Kidomaru yang melihat hal tersebut langsung bersiap untuk berpindah tempat namun diluar dugaan ternyata Naruto sudah terlebih dahulu berpindah ke depannya dengan Yoru di tangan kirinya.

Jraash!

Tanpa babibu Naruto langsung menebas perut Kidomaru hingga menyebab sebuah luka menganga. Darah segar langsung keluar dari luka tersebut. Belum sampai disitu Naruto lalu menarik Yoru lalu menusukkan ke perut Kidomaru.

Jleeb!

Ujung Yoru langsung keluar dari punggung Kidomaru setelah Naruto menusuk perutnya hingga tembus. Dengan kasar Naruto menarik Yoru dari tubuh Kidomaru. Pelahan tubuh Kidomaru mulai berubah menjadi normal hingga akhirnya ambruk di atas dahan pohon tersebut.

"Sekarang tinggal menangkap wanita itu!" Gumam Naruto sambil bertanya ke Kurama dimana lokasi Tayuya.

Setelah mendapat lokasi dari Tayuya, Naruto langsung menuju ke tempat tersebut. dan sesampainya di tempat Tayuya ia langsung terkena Genjutsu dari seruling Tayuya.

Bletak!

Kurama langsung menjitak Naruto di alam bawah sadarnya sehingga membuat Naruto terbebas dari Genjutsu Tayuya. Setelah terlepas Naruto langsung menyerang Tayuya dengan Taijutsu.

Duagh! Duagh!

Dua pukulan Naruto langsung bersarang di perut Tayayu hingga menyebabkan Tayuya tersungkur di atas dahan pohon.

"Maaf tetapi-"

Perkataan Naruto langsung terhenti ketika Tayuya hendak memukul Naruto namun dengan cepat Naruto langsung menghindarinya dengan cara melompat ke atas Tayuya.

Duagh! Bruuk!

Naruto memukul tengkuk Tayuya hingga membuat Tayuya pingsan dan ambruk di atas dahan pohon. Setelah itu Naruto langsung merapalkan Handseal.

Jikkukan Hori

Pintu gerbang dimensi Naruto muncul tepat di depan kedunya. Naruto lalu memeng pundak Tayuya langsung kedunya langsung terhisap ke masuk ke Dimensi Naruto. Di dalam Dimensi Naruto, ia langsung mengurung Tayuya dengan Mokuton lalu menyuruh Isobu untuk menjaganya hingga ia sadar.

Setelah selesai Naruto keluar dari dimensinya lalu menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.

.

.

Shikamaru and Othe Place

Naruto tiba-tiba saja muncul di samping Shikamaru dan terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Apa yang terjadi disini?" Tanya Naruto pada Shikamaru yang tengah berlutut.

"R-Rei tewas!" Kata Shikamaru pelan sontak membuat Naruto membelakakkan matanya.

"Bagaimana bisa?" Tanya Naruto lagi.

"Ia terlalu gegabah dengan menyerang tanpa memperdulikan rencana yang kubuat. Ia hampir berhasil namun tiba-tiba saja bala bantual musuh datang dan langsung menusuk Rei dari belakang menggunakan sesuatu yang keluar dari tubuhnya." Jelas Shikamaru.

Naruto lalu mengalihkan pandangannya ke depan dan mendapati Rei terbaring tidak bernyawa dengan luka tusukan di bagian dada. Sedangkan di dekat jasad Rei. Kiba, Neji dan Chouji tengah bertarung melawan Sakon Ukon dan Kimimaru yang keduanya sudah masuk ke Curse Mark tingkat dua.

"Na-Naruto." Pikir Shikamaru yang tahu apa yang dialami oleh Naruto saat ini. Sebagai ketua ia pasti akan disalahkan atas kematian Rei ditambah lagi jika ia gagal membawa pulang Sasuke. Desa Konoha akan semakin membenci Naruto.

"Sial! Sial! SIAAALL!" Teriak Naruto dan perlahan iris Sapphire miliknya berganti menjadi Pola riak air berwarna ungu.

"KIBA! NEJI! CHOUJI! Menjauh dari situ!" Perintah Naruto dengan nada berat membuat timnya menjadi merinding mendengar hal tersebut.

Ketiganya mengagguk pelan karena ketakutan dengan nada berat yang dikeluarkan oleh Naruto. Ketiganya lalu melompat ke arah Shikamaru. Setelah itu Naruto langsung merapalkan Handseal.

Fuūton : Kazeryuu no Jutsu

Seekor naga angin berukuran sangat besar langsung melesat ke Sakon dan Kimimaro. Tim Naruto yang melihat naga angin besar tersebut hanya bisa berdecak kagum melihatnya.

"Be-besarnya!" Pikir semuanya.

Sakon tidak tinggal diam langsung merapalkan Handseal kemudian menghenttakan tangannya di tanah.

Kuchiyose: Rashōmon

Sebuah gerbang Iblis raksasa langsung mencuat dari permukaan tanah di depan Sakon dan Kimimaro.

Duaaar!

Sebuah ledakan yang sangat besar langsung tercipta ketika naga angin milik Naruto menghantam dinding tersebut. Setelah efek ledakan menghilang terlihat gerbang iblis milik Sakon hancur berantakan. Dan tak berselang lama tiga orang langsung muncul di belakang Shikamaru dan yang lain.

"Gaara! Kankuro! Temari!" Kata tim Naruto bersamaan.

Naruto menonaktifkan Rinnegan miliknya lalu berbalik ke arah timnya. "Kalian?" Tanya Naruto.

"Kami kesini atas permintaan dari Hokage-sama." Jawab Gaara datar.

"Serahkan yang disini pada kami." Kata Kankuro.

"Itu benar Naruto! Cepat kejar Sasuke, ia sudah jauh dari sini." Kata Shikamaru diikuti anggukan oleh yang lainnya.

"Apa maksudmu?" Tanya Naruto datar.

"Sasuke berhasil keluar dari tong yang mengurungnya. Namun diluar dugaan ternyata Sasuke memilih untuk pergi ke tempat Orochimaru." Jelas Shikamaru.

"Sialan! Apa yang kau inginkan Teme." Pikir Naruto lalu mengagguk paham mengenai pernyataan Shikamaru. "Aku serahkan yang sini pada kalian!" kata Naruto dibalas angguka oleh semuanya.

"Bagaimana dengan ketiga lawanmu Naruto?" Tanya Kiba sedikit penasaran karena jika Naruto sudah berada disini berarti ia berhasil mengalahkan ketiganya.

"Tewas!" Jawab Naruto dingin

Semuanya langsung membulatkan mata mereka tidak percaya bahwa Naruto berhasil mengalahkan tiga musuhnya dengan cepat. Neji dan Chouji hendak bertanya lagi namun Naruto keburu meninggalkan mereka untuk mengejar Sasuke.

"Seberapa kuat sebenarnya Naruto?" Tanya Chouji ke yang laiinya.

"Entahlah! Namun satu hal yang pasti yaitu Naruto akan disalahkan atas kematian Rei." Jawab Shikamaru dengan malasnya.

"Memang benar!" Umpat Kiba diikuti anggukan oleh Neji dan Chouji membuat Shikamaru bertanya ke mereka bertiga. "Apa kalian tahu apa yang akan terjadi setelah kita kembali ke desa?"

Ketiga mengangguk mengerti. Bahwa Konoha akan semakin membenci Naruto begitu juga mereka kecuali Shikamaru yang sudah mengetahui kebenaran mengenai Naruto.

.

.

.

~~~ TBC ~~~


Fiuuhh...selesai juga Chapter ini...Kuharap tidak terlalu membosankan...

Untuk Review Minna-san Lompoberang minta maaf jika tidak membalasnya di chapter ini...


Dan sedikit Informasi untuk Minnaa-san. Bahwa mulai chapter depan Lompoberang menetapkan jadwal Update Fictnya yaitu setiap hari Sabtu dan Minggu karena mulai besok Lompoberang akan menambah satu lagi Fict selain dua Fict yang sudah terpublish.

Fict baru Lompoberang merupakan Crossover antara Naruto X Highschool DxD.
Dan tenang saja Lompoberang tidak akan mengabaikan Fictnya... KARENA ITU JALAN "PENULIS" LOMPOBERANG!


..:: LOMPOBERANG OUT ::..