Sedikit Informasi mengenai Jadwal Update Lompoberang. Karena banyaknya PM yang masuk mengenai keluhan Jadwal Update yang sudah Lompoberang tentukan yaitu seminggu sekali. Jadi Lompoberang memutuskan untuk mengubahnya menjadi, cepat atau lambatnya ketiga Fict tersebut selesai lalu di Update secara bersamaan sekaligus...


Chapter 23 Out!

A Naruto Fanfiction

Disclaimer © Masashi Kishimoto

..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...

Genre : Adventure - Romance – Family

Rate : T (Semi M).

Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?

Warning : Typo bertebaran, Alur Berantakan, Ide Pasaran, OOC,
OC (Maybe), StrongNaru, GodlikeNaru, Etc

.

Don't Like...Don't Read

.

.

.

..:: CHAPTER 23 : SAYONARA KONOHA ::..


Dahan demi dahan Uzumaki Naruto lompati untuk mengejar seorang Uchiha Sasuke. Sembil melompat-lompati dahan pohon Naruto terus memikirkan mengenai apa alasan Sasuke untuk meninggalkan Konoha untuk pergi ke tempat Orochimaru. Satu hal yang si Blonde ketahui adalah Sasuke bertujuan untuk membawa pulang Aniki-nya serta apa motif dibalik mengapa Itachi melakukan Pembantaian klannya sendiri.

"Tck! Memikirkannya membuatku pusing." Gumam Naruto.

Namun ada hal yang lebih penting selain membawa pulang Sasuke, yaitu bagaimana reaksi Tsunade dan Konoha mengenai tewasnya salah satu anggota timnya yaitu Rei.

"Rei tewas, dan sebagai ketua tim pasti aku yang akan disalahkan." Pikir Naruto.

"Benar Naruto. Dan hal itu akan bertambah jika kau gagal membawa Uchiha Sasuke pulang ke Konoha." Kata Kurama melalui telepati menambahkan opini dari Naruto.

"Jika prediksu benar. Maka masalahmu dengan Konoha akan semakin rumit setelah misi ini Naruto, jadi apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kurama.

"Yah mungkin aku akan memulai rencanaku." Jawab Naruto.

Karena keasikan mengobrol dengan Kurama. Naruto jadi tidak menyadari kalau ia sudah tiba di salah satu monumen lendegaris yaitu Death Valley End. Dimana terdapat dua patung besar dari pendiri desa Konoha. Yang pertama adalah patung sang Shodaime-Hokage, Senju Hashirama orang yang dijuluki Shinobi no Kami. Dan yang kedua adalah Rivalnya yaitu Uchiha Madara, hantu dari klan Uchiha. Salah satu Shinobi yang mampu mengendalikan Kyuubi no Yoko. Yang juga mempunyai julukan yang sama dengan Hashirama yaitu Shinobi no Kami.

Tap!

Naruto mendarat tepat di atas kepala patung Senju Hashirama. Ia lalu menoleh ke arah depan tepatnya patung Uchiha Madara. Naruto menyipitkan kedua matanya ketika melihat Sasuke tengah berdiri menghadap ke arahnya.

"Akhirnya kau tiba Naruto, aku sudah menunggumu." Kata Sasuke sambil menyeringai sedangkan Naruto yang mendengarnya hanya memasang wajah datarnya.

"Apa yang kau lakukan bodoh. Bukannya kau ingin mengetahui kebenaran mengenai Uchiha Itachi?" Tanya Naruto.

Sejenak Sasuke menghela nafasnya lalu menundukan kepalanya. Beberapa detik kemudian ia mengangkat kepalanya lalu memandang datar ke arah Naruto. "Kau benar, dan aku ingin mendengar kebenaran langsung darinya." Kata Sasuke.

"Lalu? Kenapa kau memilih meninggalkan Konoha. Kukira kau hanya diculik?" Tanya Naruto.

"Kau tahu Naruto, setelah aku memikirkan hal ini. Jika aku terus berada di Konoha maka aku tidak akan pernah menjadi kuat dan tidak akan mampu membawa pulang Itachi." Jawab Sasuke membuat Naruto menaikkan alisnya sebelah.

"Ini terjadi ketika kau melaksanakan misi untuk mencari Tsunade-sama, saat itu akan bermaksud untuk berlatih di desa dekat desa dan secara tidak sengaja aku bertemu dengan Itachi."

.

Flasback

Siang hari yang cerah di desa yang lumayan ramai di dekat desa Konoha. Terlihat Sasuke tengah berjalan-jalan di pusat desa tersebut untuk mengisi perutnya setelah lelah berlatih. Setelah ia tiba di sebuah kedai kecil. Ia mendapati dua orang yang mengenakan Jubah bermotif awan merah.

"Chakra ini?" Pikir Sasuke dan dengan cepat ia langsung memasuki kedai tersebut.

"Oh...Lama tidak bertemu Otouto-ku yang bodoh!" Kata salah satu pria dengan model rambut Raven dikuncir kuda. Setelah menyeruput Ocha panasnya.

"Jadi dia yang kau maksud Itachi-san?" Tanya pria disamping pria bernama Itachi dengan pedang besar yang dibungkus perban melekat di punggungnya. Itachi mengangguk pelan.

"Jadi? Apa yang akan kau lakukan Sasuke?" Tanya Itachi sambil bangkit dari kursi kedai yang ia duduki lalu berbalik ke arah Sasuke.

"Aku akan memaksamu menjelaskan semua kebenarannya." Jawab Sasuke dengan intonasi yang cukup tinggi. Lalu menunjuk Itachi yang masih memasang wajah datarnya. "Dan setelah mengetahui kebenarannya maka aku akan memutuskan apa yang akan kulakukan." Tambah Sasuke.

"Oh begitu rupanya. Baguslah!" Gumam Itachi lalu dengan kecepatan tinggi langsung melesat ke arah adiknya. Sasuke hanya membelakkan matanya melihat kecepatan dari Itachi.

Duagh!

Setelah berada di depan Sasuke, Itachi langsung memukul perut adiknya hingga membuat Sasuke memuntahkan darah segar. Belum cukup sampai disitu, Itachi melanjutkan serangannya dengan mencekit Sasuke.

Braak! Kraak!

Seluruh pengunjung kedai tersebut langsung terkejut ketika mendengar suara dinding yang retak. Beberapa dari mereka langsung menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Itachi tengah menahan tubuh Sasuke di dinding.

"Hoi-Hoi! Apa yang terjadi-" Pemilik kedai yang hendak menghentikan Itachi dan Sasuke langsung gemetar karena Partner Itachi a.k.a Kisame langsung menodongkan Samehada ke lehernya.

"Ini cuman masalah keluarga mereka. Dan keduanya tidak bermaksud bertarung." Kata Kisame semua orang disana pun mengangguk terpaksa.

"Dengar ini Sasuke..." Itachi menjeda kalimatnya sambil menghela nafas. "...Jika kau ingin mengetahui kebenarannya. Kuatlah dan jika itu sudah terjadi datanglah kepadaku untuk bertarung."

"Apa maksud?" Tanya Sasuke datar.

"Jika kau bisa mengalahkanku, aku akan mengatakan semua kebenarannya!" Jawab Itachi lalu memukul Sasuke hingga pingsan.

"Ayo Kisame!" Tambah Itachi lalu ketiganya menghilang diikuti kepulan asap putih.

Itachi dan Kisame muncul di hutan di dekat desa tersebut sedangkan Sasuke dikirim bunshin Itachi kembali ke Konoha menggunakan Shunshin.

Flashback Off

.

"Jadi itulah alasanku kenapa aku meninggalkan Konoha, jika aku terus-terusan berada di Konoha, aku tidak bertambah kuat." Kata Sasuke mengakhiri ceritanya.

"Apa kau lupa! Aku pernah mengatakan bahwa-"

"Bukan hanya itu alasanku meninggalkan Konoha untuk pergi ke tempat Orochimaru." Potong Sasuke membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.

"Lalu? Tanya Naruto.

"Aku sudah mengetahui semuanya dari Karin dan Kushina bahkan rencanamu untuk meninggalkan Konoha, Naruto." Jawab Sasuke membuat Naruto sedikit terkejut. "Apa masih ada selain kau yang mengetahuinya?" Tanya Naruto lagi.

Sasuke menggeleng pelan lalu berkata. "Kau tahu Naruto, kalian bertiga sudah aku anggap saudara terutama dirimu. Dan setelah aku mengetahui kebenaran mengenai kematian Sandaime. Aku sangat marah dan bahkan sempat berpikiran untuk membenci Konoha."

"Namun Karin memberitahuku agar tidak melakukan hal tersebut karena kau juga tidak berpikir demikian." Tambah Sasuke lalu tersenyum tipis begitu pula Naruto yang memperlihatkan senyum tipis. "Arigatou Sasuke!" Kata Naruto.

"Hn." Balas Sasuke lalu mendongakkan kepalanya ke arah langit. "Apa setelah ini kau akan menghentikanku Naruto?" Tanya Sasuke lalu menoleh ke arah Naruto yang tampak berpikir atau lebih tepatnya berkomunikasi dengan Kurama.

"Mungkin ada baiknya jika aku juga meninggalkan Konoha sekarang. Bagaimana menurutmu Kurama?" Tanya Naruto melalui telepati.

"Jika kau melakukannya sekarang. Mungkin kalian berdua akan dicap sebagai Missing-nin oleh Konoha. Tapi apapun keputusanmu, tetap ikut. Benar kan Baka-Kame." Balas Kurama melalui telepati.

"Kurama benar. Asalkan kau tidak melupakan misi yang diberikan Rikudou Jiji." Kata Isobu melalui telepati juga. "Kau sudah mengetahuinya Isobu?" Tanya Naruto.

"Kurama sudah memberitahuku." Jawab Isobu dibalas anggukan oleh Naruto lalu ketiganya memutuskan telepati mereka.

"Aku tidak akan menghentikanmu Sasuke. Karena itu adalah keputusanmu, lagipula-" Naruto menjeda kalimatnya lalu melompat ke arah patung Madara untuk menghampiri Sasuke. "-aku juga akan meninggalkan Konoha sekarang." Tambah Naruto.

"Sekarang?" Tanya Sasuke dibalas anggukan oleh Naruto.

"Tapi hal ini akan membuat kita menjadi Missing-nin." Kata Naruto.

"Tidak apa!" Balas Sasuke.

Naruto menepuk pundak Sasuke sambil menanamkan Fuin Hiraishin. Sedangkan Sasuke mengeluarkan gulungan yang pernah diberikan oleh Naruto. "Simpan saja, aku masih punya kopiannya." Kata Naruto.

"Hey Teme, apa kau juga mempunyai Curse Mark di lehermu?" Tanya Naruto dibalas anggukan oleh Sasuke.

"Kalau begitu cepat perlihatkan agar aku bisa memodifikasinya agar kau bisa menggunakannya sesukamu tanpa takut kehilangan kontrol atas dirimu." Kata Naruto lagi membuat Sasuke sedikit kagum. "Kau bisa melakukan itu Dobe?" Tanya Sasuke.

"Tentu saja Teme pantat ayam, aku ini Uzumaki." Balas Naruto.

Sasuke lalu berbalik dan memperlihatkan Curse Mark di lehernya. Setelah itu Naruto lalu merapalkan Handseal kemudian menyentuh Curse Mark di leher Sasuke.

Fuinjutsu : Kōsoku Sakkaike Fuin

Curse Mark Sasuke yang tadinya dikelilingi Kanji-Kanji hasil pengekangang Tsunade dan Kakashi kini berganti menjadi Kanj-Kanji berbentuk segitiga yang saling terhubung mengelilingi tiga simbol Tomoe di leher Sasuke.

"Apa sudah selesai?" Tanya Sasuke.

"Yah sudah selesai, walaupun Fuinjutsu yang kupasang di Curse Mark milikmu bersifat pengekang, tetapi kau tetap bisa menggunakannya dengan cara mengalirkan sedikit chakramu sehingga kau bisa menggunakannya sesukamu tanpa takut kehilangan kontrol." Jelas Naruto dibalas anggukan oleh Sasuke.

"Hey Dobe, bagaimana kalau sebelum kita pergi. Mari kita bertarung untuk terakhir kalinya sebagai Ninja Konoha. Untuk mengetahui seberapa kuat aku sekarang walaupun aku tahu aku tidak bisa mengalahkanmu!" tawar Sasuke walaupun berat untuk mengakui bahwa Naruto lebih kuat darinya.

"Apa kau yakin Teme?" Tanya Naruto memastika sambil menyeringai membuat Sasuke sedikit mengeluarkan keringat dingin.

"Tentu saja Dobe, lagipula aku juga ingin mengetes apa yang baru saja kau laku-" Sasuke langsung menghentikan perkataan sambil memiringkan kepalanya karena Naruto langsung melayangkan pukulan ke wajahnya.

"Aku belum siapa DOBE!" Teriak Sasuke lalu melompat mundur sambil melakukan Handseal.

"Di dunia Shinobi-"

Katon : Gōkakyū no Jutsu

Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Naruto langsung melompat ke samping kanan menghindari bola api milik Sasuke. Setelah mendarat Naruto langsung menghilang diikuti seberkah cahaya kuning dan muncul sambli bersiap menganyunkan kaki kanannya di belakang Sasuke yang berada di udara.

Tak!

Dengan cepat Sasuke memutar tubuhnya lalu menahan dan menangkap kaki kanan Naruto. Ia lalu melempar tubuh Naruto ke arah patung Madara.

Tap! Tap!

Naruto berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan mendarat dengan sempurna di bagian wajah Madara dengan posisi vertikal, sementara Sasuke mendarat di atas jari patung Madara yang melakukan Handseal.

"Baiklah, saatnya untuk serius Sasuke!" Kata Naruto lalu menghilang diikuti seberkah cahaya kuning.

Sasuke tidak tinggal diam dan langsung mengaktifkan Sharingan 2 Tomoe miliknya. Naruto langsung muncul di atas Sasuke sambil melayangkan pukulan tangan kiri ke kepala Sasuke. Dengan cepat Sasuke menahan pukulan Naruto dengan menyilangkan kedua lengannya.

"Masih belum!" Kata Naruto lalu memegang kedua lengan Sasuke.

Naruto lalu memutar tubuhnya berlawanan arah dari jarum jam sambil mengayunkan kakinya ke punggung Sasuke.

Dugh! Pooft!

Tubuh Sasuke langsung berubah menjadi batang kayu ketika punggungnya terkena tendangan. Naruto langsung berjongkok setelah menendang punggung Sasuke karena menyadari Sang Uchiha bungsu berada di belakangnya sambil melakukan Right Roundhouse Kick.

"Cih! Sial! Umpat Sasuke kesal sembil menoleh ke arah bawah tepatnya Naruto yang tengah berjongkok de depannya. Lalu melompat menjauh dan mendarat di patung Hashirama.

Bersamaan dengan mendaratnya Sasuke, Naruto berdiri dan memutar tubuhnya ke arah patung Hashirama. Keduanya saling melempar seringai lalu merapalkan Handseal secara bersamaan.

Katon : Gōuryuūka no Jutsu

Suiton : Suiryūdan no Jutsu

Sasuke langsung menyemburkan naga api berukuran besar sedangkan Naruto menciptakan sebuah naga air yang berukuran sama dengan naga api milik Sasuke. Kedua jutsu tersebut melesat ke arah keduanya dan bertemu di tengah-tengah.

Blaar!

Ledakan yang cukup besar terjadi di tengah-tengah patung kedua pendiri Konoha. Kepulan kabut yang tebal langsung menyelimuti udara di depan patung keduanya.

"Kalau tidak salah Hiraishin milik Naruto memerlukan tanda untuk berpindah janga-jangan!" Sasuke langsung teringat ketika Naruto menepuk pundaknya. Dengan cepat ia langsung merobek baju di bagian pundaknya lalu meletakkan di robekan tersebut di depannya.

Dan benar saja, Naruto langsung muncul membelakangi Sasuke. Sontak Naruto langsung kebingungan lalu menoleh ke bawah dan mendapati sobekan kain yang terdapat Kanji Hiraishin miliknya.

Duagh!

Sebuah pukulan langsung mengenaik pipi Naruto hingga membuatnya sedikit terdorong ke samping. Ia lalu menoleh ke samping dan mendapati Sasuke tersenyum tipis karen aberhasil memukul pipi Naruto.

"Begitu rupanya!" Gumam Naruto.

Sasuke mengangguk pelan lalu berkata. "Aku tahu rahasia dari Hiraishin dan mendapatkan ide ini. Yaitu menyobek baju di bagian pundakku dimana kau menanamkan Kanji milikmu."

"Ternyata Uchiha memang jenius walaupun mempunyai sifat dingin." Kata Naruto.

"Cih! Kata Karin kau juga bersifat dingin ke orang lain Dobe." Balas Sasuke.

"Kau salalu mengatakan sesuatu yang menyankut diriku dari Karin, jangan-jangan kau tertarik dengan Imouto-ku Teme?" Tanya Naruto dengan nada menggoda.

"A-apa kau bilang Dobe, mana mungkin aku tertarik dengan Imouto-mu yang tempramental itu." Balas Sasuke tidak kalah sengit.

"Tidak apa kok, yang penting kau tidak sampai membuatnya sakit hati ataupun terluka." Kata Naruto sambil tersenyum tipis sedangkan Sasuke yang mendengar hal tersebut sedikit merona tipis dan langsung disembunyikan.

"Urusai Dobe!" Teriak Sasuke sambil melompat dan bersiap memukul Naruto dengan tangan kirinya.

Tak!

Dengan sigap Naruto mengahan pukulan Sasuke dengan kedua tangannya, ia lalu memutar tubuhnya sambil mengarahkan tumit kaki kanannya ke samping kepala Sasuke.

Tak!

Sasuke menahan tumit Naruto dengan cara memposisikan tangan kanannya di samping kepala lalu melompat mundur sambil melakukan Handseal. Naruto tidak tinggal diam dan langsung melakukan Handseal yang sama dengan Sasuke.

Katon : Hōsenka no Jutsu

Puluhan peluru api berbentuk burung kecil langsung beterbangan ke arah keduanya. Dengan gerakan yang sangat cepat keduanya menghindari puluhan burung-burung api tersebut.

"Seriuslah Naruto, Aku tahu kau hanya menahan dirimu!" Kata Sasuke sedikit keras.

"Baiklah kalau itu maumu!" Balas Naruto lalu merapalkan Handseal sederhana. "KAI!" Teriak Naruto membuat area di sekitarnya sedikit retak. "Karna hanya Sasuke, aku cuman melepaskan 25 persen Gravity Seal milikku." Pikir Naruto.

Setelah itu Naruto langsung berlari ke arah Sasuke dengan kecepatan tinggi. Dengan cepat Sasuke mengeluarkan lima shuriken dan melemparnya ke arah Naruto yang semua dapat dihindari dengan mudah oleh Naruto.

"Sial kecepatan Naruto tidak dapat dibaca oleh Sharingan." Pikir Sasuke dan bersiap menahan serangan yang akan dilakukan Naruto. Si Blonde hanya tersenyum tipis ketika mengetahui apa yang Sasuke pikirkan.

Sesampainya di depan Sasuke, Naruto langsung menyerangnya secara membabi buta hingga akhirnya terlempar ke bawah permukaan air. Belum puas dengan serangannya Naruto ikut melompat ke bawah dan mendarat di samping Sasuke yang sudah dalam posisi bersiaga. Tidak hanya itu Sharingan 2 Tomoe milik Sasuke sudah bertambah menjadi 3 Tomoe.

"Berkatmu Naruto, Sharingan milikku telah meningkat." Guma Sasuke lalu melesat ke arah Naruto.

Dugh! Tak! Dugh! Takk!

Saling melempar pukulan dan tendangan antara keduanya berlangsung selama beberapa menit hingga Sasuke melompat mundur sambil merapalkan Handseal.

Katon : Gōkakyū no Jutsu

Sasuke menyemburkan bola api berukuran besar sedangkan Naruto yang melihatnya langsung merapalkan Handseal.

Suiton : Suijinheki

Permukaan air di depan Naruto langsung menciptakan sebuah dinding air sehingga bola api milik Sasuke menghantam dinding air tersebut dan mengakibatkan area di atas permukaan air terselimuti kabut.

Syut! Syut! Syut!

Naruto langsung melompat ke kiri lalu kanan menghindari tiga buah kunai yang tiba-tiba saja melesat menembus kabut dan mengarah langsung kepadanya. Dan setelah mendarat Naruto langsung dikejutkan dengan kemunculan Sasuke dari balik kabut sambil merapalkan Handseal

"Ini adalah jutsu terakhir yang bisa kukeluarkan karena chakraku sudah terkuras habis." Pikir Sasuke sedangkan Naruto yang mengetahui hal tersebut hanya menyeringai.

Katon : Gōkakyū no Jutsu

Sebuha bola api berukuran sedang langsung disemburkan oleh Sasuke. Naruto yang tidak sempat merapalkan Handseal langsung menghentikan aliran chakra yang menuju ke kakinya sehingga membuatnya tenggelam ke bawah dan menghindari serangan bola api milik Sasuke.

"Cih! Aku lupa kalau Naruto memiliki kemampuan menganalisa keadaan yang baik." Gumam Sasuke yang melihat apa yang dilakukan oleh Naruto.

Sedangkan Naruto yang berada di dalam air ternyata merapalkan Handseal lalu mengucapkan nama Jutsu dalam hati.

Suiton : Suiryūdan no Jutsu

Di depan Naruto langsung tercipta seekor naga air dan langsung melesat ke arah Sasuke yang berada di permukaan air.

Blaar!

Sasuke tidak menyadari kedatangan naga air milik Naruto dan langsung terhempas menghantam bagian kaki patung Madara hingga membuat bagian tersebut rusak berantakan. Tak berselang lama Naruto naik ke permukaan air dengan kondisi basah kuyup. Ia lalu menoleh ke arah tempat Sasuke terhantam.

"Begitu rupanya." Gumam Naruto yang melihat Sasuke kini masuk dalam mode Curse Mark level 1 dimana tubuhnya dipenuhi bercak hitam bermotif jilatan api.

"Bersiaplah Naruto!" Teriak Sasuke dan dengan cepat langsung melompat turun lalu berlari dengan kecepatan tinggi ke arah Naruto.

Adu Taijutsu dengan kecepatan tinggi langsung terjadi antara keduanya. Suara pukulan dan tendangan yang mengenai bagian tubuh terdengar jelas di atas permukaan air. Naruto melompat mundur kemudian langsung melempar kunai Hiraishin yang sudah ia keluarkan ke arah Sasuke

Sriink!

Naruto langsung berpindah tempat ke depan Sasuke lalu menghantam Uchiha bungsu tersebut dengan Right Roundhouse Kick hingga menyebabkan Sasuke kembali terpental ke tempat semula yaitu bagian kaki patung Madara. Belum selesai sampai disitu Naruto langsung merapalkan Handseal.

Fuūton : Shinku Renpa

Puluhan pedang angin langsung tercipta di sekitar Naruto dan langsung melesat ke arah kepulan debu yang berada di bagian kaki patung Madara.

Jleb! Jleb! Jleb!

Suara sesuatu yang tertancap langsung terdengar dari kepulan debu. Setelah kepulan debu menghilang terlihat beberapa pedang angin milik Naruto menancap pada sesuatu berbentuk tangan besar yang melindungi Sasuke.

"Oh jadi itu perubahan terakhir dari Curse Mark milikmu, terlihat berbeda dengan kedua sampah yang baru kubunuh itu." Kata Naruto datar.

Perlahan kedua tangan besar itu bergerak dan memperlihatkan Sasuke yang sudah masuk Curse Mark level ke 2 dimana di bagian atas hidungnya terdapat pola shuriken bermata empat. "Dua? Seingatku ada empat orang dan tiga diantara menghadangmu Naruto?" Tanya Sasuke.

"Itu karena salah satu dari mereka yaitu perempuan berambut merah itu adalah seorang Uzumaki, jadi aku tidak membunuhnya melainkan menangkapnya. Karena aku mempunyai tujuan lain disamping mendamaikan dunia ini." Jawab Naruto panjang lebar dan hanya dibalas "Hn." Datar oleh Sasuke.

"Dan tujuanmu itu adalah membangun kembali klan Uzumaki?" Tanya Sasuke dibalas anggukan pelan oleh Naruto.

"Itu berarti kita mempunyai tujuan yang sama Naruto." Tambah Sasuke yang kembali dibalas anggukan oleh Naruto.

"Bagaimana kalau kita akhiri saja Sasuke karena aku mempunyai firasat kalau yang lain sudah mengalahkan lawannya." Kata Naruto lalu melompat ke arah bagian kaki patung Hashirama.

"Terserah!" Balas Sasuke datar lalu mengambil posisi untuk menciptakan sebuah Chidori.

Naruto mulai membuka telapak tangan kanannya dan perlahan sebuah aliran chakra berwarna biru mulai tercipta sedangkan di tangan Sasuke mulai tercipta percikan listrik berwarna kehitaman. Dan secara bersamaan keduanya langsung melompat dan berteriak lantang sambil mengarahkan kedua jutsu mereka ke depan.

Rasengan

Chidori

Kedua jutsu High-Rank tersebut langsung bertemu dan menciptakan sebuah bola hitam yang menyelubungi keduanya hingga menghalangi laju air terjun tempat mereka bertarung.

.

.

.

Tim Naruto Place

Setelah bertarung cukup sengit Tim Naruto, Garaa, Kankuro dan Temari akhirnya mengalahkan Sakon Ukon dan Kimimaro yang sudah memasuki Curse Mark level kedua.

Gaara, Neji dan Kiba berhasil mengalahkan Kimimaru dengan cara mengakhiri hidup lawannya dengan kombinasi Gatsuga, Hakke Rokujuyon Sho dan diakhiri dengan serangan ombak pasir milik Gaara.

Sedangkan Shikamaru, Chouji dan Temari mengakhiri pertarungan mereka dengan cara melakukan serangan Nikudan Sensa, pada Sakon yang tejerak Kagemane milik Shikamaru, sementara Ukon terkena Fuuton berbentuk tornado milik Temari.

.

.

.

Setelah efek dari Chidori dan Rasenganyang bertabrakan. Naruto dan Sasuke kini berada di samping sungai yang mengalir. Sasuke tengah berbaring karena kelelahan sedangkan Naruto duduk bersila sambil memegang Hitae-atte Konoha miliknya.

"Haaa...Haaa...Haaa...Sudah kuduga kau mengalahkanku dengan mudah Dobe, walaupun kau belum mengeluarkan semua kemampuanmu." Gumam Sasuke dengan nafas memburu.

"Walaupun begitu, kau membuatku bertarung dengan sengit Teme." Balas Naruto.

Perlahan langit di atas Death Valley mulai menggelap dan akhirnya huja yang cukup deras terjadi di tempat itu. Naruto langsung berdiri diikuti Sasuke yang bersusah payah.

"Jadi setelah ini kau mau kemana Naruto dan bagaimana dengan Karin dan Kushina?" Tanya Sasuke.

"Pertama aku akan menjemput mereka dengan Hiraishin milikku, setelah itu pergi ke reruntuhan Uzuhiogakure." Jawab Naruto lalu mengeluarkan kunai dari Fuin di lengan kirinya.

Naruto lalu meletakkan Hitae-atte miliknya lalu menusuk bagian tengahnya dengan kunai yang dialiri sedikit chakra. Sementara Sasuke hanya meletakkan Hitae-atte yang terdapat bekas sayatan melintang di samping Hitae-atte milik Naruto.

"Kalau kau ada waktu, datanglah ke tempat itu. Lokasinya berada di dekat Kirigakure." Kata Naruto dibalas anggukan oleh Sasuke dengan wajah datarnya.

"Dan satu lagi. Kalau ada kesempatan tolong kau tendang bokong ular brengsek itu tetapi jangan sampai membunuhnya karena aku yang akan melakukan hal tersebut." Tambah Naruto.

"Iyalah tersera kau saja kuning jabrik!" Umpat Sasuke dengan datar yang langsung mendapat Deathglare dari Naruto.

"Kalau begitu ayo kita pergi." Kata Naruto dibalas anggukan oleh Sasuke.

Keduanya akhirnya berjalan berlawanan arah meninggalkan dua Hitae-atte yang tergeletak di sana.

.

.

Satu jam kemudian hujan mulai berhenti dan bersamaan dengan itu Kakashi bersama Pakkun tiba di tempat tersebut dan langsung menghampiri dua Hitae-atte tersebut.

"Jadi kalian berdua memutuskan untuk meninggalkan desa rupanya, Naruto...Sasuke!" Gumam Kakashi lalu mengambil kedua Hitae-atte tersebut.

"Bisa kau lacak bau keduanya Pakkun?" Tanya Kakashi.

"Bisa tetapi mengingat baru saja terjadi hujan itu berarti bau mereka tidak dapat aku deteksi." Jawab Pakkun membuat Kakashi sedikit tertunduk namun langsung terkejut ketika mendapat sebuah surat dari Hitae-Atte Naruto.

"Jika ada seseorang yang mendapat Hitae-atee dan surat ini. Tolong berikan kepada Hokage kelima karena di dalamnya tersegel gulungan yang hanya bisa dibuka oleh Hokage kelima."

"Begitu rupanya Naruto, ternyata kau sudah merencanakan hal ini." Gumam Kakashi lalu memasukkan kedua Hitae-atte tersebut ke dalam kantong ninjanya.

.

.

.

Keesokan harinya suasana di desa kembali berduka karena kehilangan salah satu Genin mereka. Setelah pemakaman Rei. Sedangkan Sakura tengah menangis sambil mengutuk Naruto sedalam-dalamnya pasalkan Naruto menjadi penyebab ia kehilang dua anggota timnya. Tidak jauh beda dengan Sakura, Tim yang dipimpin Naruto pun ikut kesal minus Shikamaru.

Setelah acara pemakaman selesai, Kakashi langsung mengunjungi dan memberikan surat yang ia dapatkan dari Hitae-atte Naruto ke Tsunade. Setelah membaca isi gulungan yang Naruto segel dari surat tersebut. Tsunade hanya memasang senyum tipis yang membuat Kakashi sedikit bingung.

"Apa isi dari gulungan Naruto, Hokage-sama?" tanya Kakashi.

"Kau baca sendiri!" Balas Tsunade sambil melempar gulungan tersebut ke Kakashi.

"Tsunade-baa-chan, maaf jika aku meninggalkan Konoha begitu saja. aku memikirkan hal ini dengan matang. Intinya jika aku tetap tinggal di Konoha, aku takut di masa depan nantinya jika aku mempunyai keluarga, mereka akan menderita hanya karena kesalahanku. Tetapi tenang saja jika Konoha mempunyai masalah atau bisa dibilang diserang tinggal alirakan saja chakra Tsunade-baachan ke kunai yang diberikan Karin-chan padamu maka dengan cepat aku akan datang membantu. Dan apabila Konoha mencapku sebagai Missing-nin biarkan saja hal tersebut. Dan untuk Karin-chan dan Kushina-chan mungkin dalam waktu dekat mereka akan mengundurkan diri dari Shinobi Konoha agar mereka tidak dicap Missing-nin jika meninggalkan desa untuk pergi bersamaku. TTD : Uzumaki-Namikaze Naruto."

Kakashi hanya tersenyum di balik maskernya ketika selesai membaca gulungan tersebut lalu berkata. "Benar-benar mirip Minato-sensei, selalu berpikir matang-matang sebelum melakukan tindakan." Gumam Kakashi dibalas anggukan oleh Tsunade.

"Baiklah Kakashi, kau dan aku akan mengikuti rapat hari ini yang membahas mengenai masalah Naruto." Kata Tsunade dibalas angguka oleh Jounin bermasker tersebut.

.

.

.

Meeting Room

Di ruang rapat terlihat para Tetua, Civilian Council, Beberapa Jounin Elit dan Tsunade tengah duduk untuk membahas masalah Naruto dan Sasuke.

"Jadi aku putuskan Uzumaki Naruto sebagai SS-Rank Missing-nin." Kata salah satu tetua perempuan bernama Koharu

Braaak!

Semua peserta rapat langsung terkejut ketika Tsunade menggebrak meja hingga hancur ketika mendengar keputusan dari Hotaru. "Hey tua bangka sialan. Aku tidak terima dengan hal itu!" Teriak Tsunade yang langsung mendapat tatapan tajam dari beberapa peserta rapat.

"Hokage-sama benar, apa itu tidak telalu tinggi?" Tanya Shikaku.

"Itu adalah status yang pantas. Bocah itu telah membuat Konoha kehilangan tiga Shinobi, pertama Hiruzen. Dan yang kedua dan ketiga adalah dua Genin berpotensi, Uchiha Sasuke dan Sarutobi Rei. Di dalam misi yang ia pimpin." Jawab Hotaru dibalas anggukan oleh beberapa peserta rapat.

"Asal kalian tahu, Shikamaru anak dari Shikaku yang aku tunjuk menjadi wakil Naruto mengatakan bahwa penyebab tewasnya Rei adalah kesalahannya yaitu bertindak gegabah dan tidak mengukuti rencana yang dibuat Shikamaru." Balas Tsunade di balas anggukan Shikaku dan Kakashi.

"Apa maksudmu Tsunade? Bukannya Naruto yang jadi ketua kenapa malah anak dari Shikaku yang menyusun rencana?" Tanya salah dari Tetua pria di ruangan tersebut.

"Itu karena Naruto tidak bersama mereka melainkan menghadang tiga musuhnya agar timnya dengan mudah mengambil Uchiha Sasuke." Jawab Tsunade.

"Cih! Walaupun begitu ia tetap seorang ketua yang harus mengutamakan keselamatan anggotanya." Balas Koharu dengan nada kesal.

"Melawan tiga musuh seorang diri apa itu tidak mengutamakan keselamatan timnya?" Tanya Tsunade yang membuat Koharu dan yang lain menjadi bungkam. "Benar katamu Naruto, para tetua busuk ini hanya mengambil keputusan tanpa mengetahui apa yang terjadi." Pikir Tsunade.

"Baiklah, untuk keputusan yang akan kita ambil, tolong acungkan tangan yang menyetujui status Uzumaki Naruto yang sudah ditentukan!" Kata Hotaru.

Tujuh anggota rapat setuju dengan hal tersebut sedangkan Shikaku, Tsunade dan Kakashi menolak keputusan tersebut. karena kalah Vooting akhirnya ketiga hanya menghela nafas panjang karena dengan ini Naruto berstatus SS-Rank Missing-nin.

Salah satu Tetua yang terdapat perban yang menutupi salah satu matanya langsung menyeringai setelaha mengetahui keputusan ini. Karena dengan ini ia akan semakin dekat dengan untuk mendapatkan anggota tim Naruto.

"Lalu bagaimana dengan anggota Timnya? Bagaimana kalau aku saja yang mengurus keduanya?" Tanya Danzo yang langsung mendapat tatapan tajam dari Tsunade.

"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh kedua cucuku tersebut!" Kata Tsunade dengan nada membentak sontak membuat Danzo menjadi kesal bukan main.

"Ayo Kakashi!" Kata Tsunade lalu keluar dari ruang rapat diikuti Kakashi.

.

.

.

Naruto Place

Tokoh utama kita sekarang berada di Dimensi miliknya. Ia tengah duduk sambil memainkan kunai bermata miliknya. Mendengar sebuah suara erangan dari arah belakang Naruto langsung menoleh dan mendapati Tayuya yang sudah sadar sambil memegang kepalanya.

"Kau sudah sadar?" Tanya Naruto.

"K-Kau!" Umpat Tayuya sedikit terkejut melihat Naruto yang duduk tidak jauh dari tempatnya. Ia tidak lagi terikat dengan Mokuton Naruto karena telah dilepaskan.

"Tenanglah aku tidak akan melukaimu apalagi membunuhmu." Kata Naruto.

"Jangan bercanda bocah! Kau adalah musuhku, ninja Konoha yang dikirim untuk membawa Uchiha Sasuke kembali." Kata Tayuya dengan nada membentak.

"Pertama, jika aku musuhmu sudah sejak kau pingsan aku membunuhmu seperti yang kulakan pada rekanmu dan yang kedua adalah aku bukan lagi ninja Konoha, melainkan Missing-nin dari Konoha." Jelas Naruto membuat Tayuya sedikit terkejut.

"Ba-bagaimana bisa dan apa alasanmu membiarkanku hidup?" Tanya Tayuya.

"Begini, sebenarnya Konoha sudah tidak menganggapku lagi dan kau tahu apa alasannya kan?" Tanya Naruto dibalas anggukan oleh Tayuya. "Apa mereka munuduh kau sebagai penyebab kematian Sandaime?" Tanya Tayuya dibalas anggukan pelan oleh Naruto.

"Dan alasanku yang kedua adalah misi yang kuketuai bisa dibilang gagal karena aku membiarkan Sasuke pergi ditambah salah satu anggotaku tewas yaitu Rei." Jelas Naruto.

"Ohhhhh!"

"Lalu alasanmu membiarkanku hidup?" Tanya Tayuya lagi.

"Itu karena kau seorang Uzumaki. Warna rambut dan aku samar-samar merasakan ada chakra Signature khas Uzumaki yang aku deteksi di dalam dirimu, mungkin karena pengaruh dari Curse Mark Orochimaru." Jelas Naruto membuat Tayuya terbelalak kaget lantasan ia adalah seorang Uzumaki.

"Aku tidak tahu sama sekali jika aku seorang Uzumaki." Kata Tayuya.

"Mungkin karena Orochimaru menghapus ingatanmu." Koment Naruto lalu bangkit dan mendekati Tayuya yang kini duduk bersila.

"Bagaimana jika aku melepaskan Curse Mark di lehermu, mungkin setelah terlepas kau akan mendapatkan ingatanmu dan ikut bersamaku ke Uzuhiogakure?" Tawar Naruto. Mendengar penawaran tersebut, Tayuya berpikir sejenak. Naruto mungkin ada benarnya lagipula ia sudah muak tinggal di Otogakure karena terus mendapat tatapan penuh nafsu dari para pria serta menjadi bahan percobaan untuk Orochimaru.

"Baiklah aku terima tawaranmu Emm..."

"Uzumaki Naruto!" Potong Naruto. "Berbaliklah!" Kata Naruto, Tayuya mengangguk pelan lalu memperlihatkan Curse Mark di lehernya.

"Isobu-san, bersiaplah jika ada sesuatu yang tidak diinginkan." Kata Naruto.

"Baik Naruto!" Jawab Isobu yang berada tidak jauh dari mereka.

Naruto lalu mengeluarkan gulungan kosong dan membuka dan meletakkan gulungan tersebut di samping Tayuya. Setelah itu Naruto merapalkan serentetan Handseal yang sangat rumit. Setelah itu menempelkan telapak tangannya di Curse Mark milik Tayuya lalu mengucapkan nama Jutsunya.

Fuinjutsu : Kyōmibukai Shīru no Jutsu

Tangan Naruto mulai bercahaya dan dengan cepat ia langsung menarik telapak tangannya dan perlahan Curse Mark di leher Tayuya mulai memudar dan bersamaan dengan itu ia langsung menempelkan telapak tangannya yang bercahaya ke gulungan kosong tersebut.

Fuin

Kanji-Kanji aneh langsung memenuhi gulungan tersebut dan dibagian tengah terdapat simbol Curse Mark milik Tayuya.

"Ah sudah selesai. Bagaimana keadaanmu Tayuya-nee?" Tanya Naruto.

"Aku masih tidak mengingat apapun kecuali kehidupanku di Otogakure." Tanya Tayuya balik dibalas anggukan pelan oleh Naruto.

"Begitu yah...tidak apalah." Kata Naruto lalu tersenyum mengingat ia sudah selangkah maju untuk membangun klan miliknya. Bukan bermaksud untuk menjadi Tayuya sebagai pacaranya. Karena ia sudah terlanjur mencintai Kushina ditambah lagi Tayuya terlampai sangat tua darinya.

"Kalau begitu. Tunggulah disini aku akan menjemput adikku dan Kushi-can. Kau bisa mempelajari jutsu-jutsu yang ada di gulungan yang kusimpan di pondok itu." Kata Naruto sambil menunju pondok miliknya.

"Untuk pakaian ada kau bisa memamkai pakaian yang sudah kesediakan di meja." Tambah Naruto dibalas anggukan oleh Tayuya.

"Ngomong-ngomong dimana ini?" Tanya Tayuya.

"Di dimensi milikku." Jawab Naruto membuat Tayuya terbelalak kaget mendengar ini adalah Dimensi milik Naruto. "Ka-kau memiliki dimensi buatanmu sendiri?" Tanya Tayuya dibalas anggukan oleh Naruto.

"Kalau begitu aku pergi dulu Tayuya-nee!" Kata Naruto lalu memunculkan gerbang dimensinya lalu melompat ke dalam gerbang tersebut meninggalkan Tayuya yang tersenyum.

"Dengan begini aku tidak lagi menjadi bahan percobaan Ular brengsek itu." Pikir Tayuya lalu berjalan ke arah pondok milik Naruto.

.

.

.

Real World

Setelah kembali dari Dimensi miliknya Naruto menanamkan segel Hiraishin miliknya lalu menghubungi Kurama.

"Kurama beritahu Kurama Yang di tubuh Karin-chan untuk menemui Tsunade-baachan untuk mengundurkan diri dari Shinobi Konoha dan mempersiapkan semuanya. Setelah itu akan akan menjemput mereka dengan Hiraishin."

"Baik Durian Montok tukang perintah." Jawab Kurama setelah itu menghubungi bagian tubuhnya yang lain di tubuh Karin.

.

.

Sementara itu di Apartemen Trio Uzumaki. Setelah Karin diberitahukan oleh Kurama Yang di tubuhnya. Ia langsung pergi menghampiri Kushina yang tengah melamun di balkon apartemen mereka.

"Nee-chan!" Sapa Karin.

"Ada apa, Karin-chan?" Tanya Kushina sambil menoleh ke belakang tepatnya ke arah Karin.

"Aku baru saja mendapatkan pesan dari Kurama-chan di tubuh Nii-chan-"

"Untuk segera meninggalkan Konoha?" Potong Kushina dibalas anggukan oleh Karin.

Dua gadis berambut merah tersebut lalu beranjak dari apartemen mereka dan tujuan mereka sekarang adalah Ruang Hokage.

Tok! Tok!

"Masuk!" Kata Tsunade yang tengah sibuk meladeni musuh bebuyutan para Hokage bernama Paperworks.

Setelah pintu terbuka masuklah dua gadis berambut merah khas Uzumaki yang membuat Tsunade tersenyum lantasan ia sudah mengetahui jika keduanya berada di sini berarti mereka ingin mengundurkan diri. Tanpa basa-basi Sang Sannin langsung berkata.

"Kalian semua keluarlah!" Katanya pada Anbu yang berada di ruangan tersebut lalu beralih ke Karin dan Kushina lalu kembali berkata.

"Segera lepas Hitae-atte kalian, aku sudah tahu rencana kalian dan Naruto." Sontak Karin dan Kushina langsung terkejut lantasan keduanya tahu hanya Sasuke dan mereka bertiga yang tahu rencana ini.

"Bagaimana Baa-chan bisa tahu?" Tanya Karin sambil melepaskan Hitai-atte miliknya diikuti oleh Kushina.

"Naruto menitipkan sebuah gulungan berisi pesannya." Jawab Tsunade dibalas anggukan oleh Duo Rambut merah tersebut. Setelah Hitae-atte keduanya terlepas, mereka menaruhnya di atas meja kerja Tsunade lalu berkata. "Arigatou, Baa-chan!"

"Jadi, kapan kalian berangkat?" Tanya Tsunade pada keduanya sambil menopang dagunya dengan tangan kirinya.

"Sore ini setelah kami mempersiapkan semuanya." Kata Kushina diikuti anggukan oleh Karin.

"Apa salah satu dari kaliam membawa Kunai Hiraishin milik Naruto? Ia berpesan agar memberikannya padaku jika sewaktu-waktu Konoha diserang ia akan datang membantu." Kata Tsunade.

Kushina mengangguk pelan lalu mengeluarkan kunai bermata tiga dari kantong ninja meliknya kemudian menaruh pada meja di samping dua Hitae-atte mereka.

"Kalau boleh aku tahu, dimana kalian dan Naruto akan tinggal, apa kalian bertiga akan mengembara?" Tanya Tsunade.

"Tidak! Nii-chan bilang kami bertiga akan tinggal di reruntuhan Uzuhiogakure." Jawan Karin membuat Tsunade bernafas lega. "Untunglah, mengingat status Naruto yang saat ini adalah S-Rank Missing-nin." Sontak Karin dan Kushina langsung terkejut mendengar status dari Naruto.

"Tenang saja Karin-chan, Naruto sudah menduga hal ini." Kata Kurama Yang di tubuh Karin membuat ia sedikit tenang. "Baiklah kalau begitu, kami pamit dulu Baa-chan!" Kata Karin dikuti anggukan oleh Kushina lalu keduanya berjalan keluar ruangan.

"Jadi diri kalian cucu-cucuku yang Kawaiii." Kata Tsunade sedikit OOC dibalas anggukan oleh keduanya.

Setelah meninggalkan Gedung Hokage, keduanya terlebih dahulu mampir ke toko tempat Naruto membeli kunai bermata tiga untuk persiapan Naruto nantinya. Setelah memborong semua kunai yang tersisa yaitu sekitar 400 kunai bermata tiga. Karin dan Kushina kembali ke apartemen mereka untuk mempersiapkan segala keperluan mereka.

Setelah memasukkan semua keperluan mereka delam gulungan penyimpanan. Sore harinya mereka akhirnya meninggalkan Konoha tanpa berpamitan kecuali kepada Tsunade.

.

.

.

~~~ TBC ~~~


Fiuhhh Akhirnya Chapter 23 selesai juga dengan word 5K bersih... Dan Chapter depan merupkan chapter penutupan untuk Arc Childhood dan Chapter di depannya lagi merupakan Chapter pembuka untuk Arc Shippuden...


.

.

.


:: LOMPOBERANG OUT ::