CHAPTER 24 OUT!
A Naruto Fanfiction
..:: Disclaimer © Masashi Kishimoto ::.
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Rate : T (Semi M).
Warning : Typo bertebaran, Alur Berantakan, Ide Pasaran, OOC,
OC (Maybe), StrongNaru, GodlikeNaru, Etc
Pair : Naruto X Kushina - Karin X ?
Genre : Adventure - Romance – Family
A/N : Cerita ini murni Fiction, yang berasal dari otak yanga Rada-Rada Error milik Lompoberang.
apabila ada kesalahan mohon dimaklumi,
Notification:
"Naruto." = Human Talking
"Naruto." = Human Thinking/Telepati
"Kurama." = Bijuu, Summoning and Othed Talking
"Kurama." = Bijuu, Summoning Thinking/Telepati
"Rasengan!" = Jutsu.
::
::
::
..:: CHAPTER 24 : UZUHIOGAKURE ::..
Di dalam sebuah hutan yang lumayan lebat. Terlihat seorang bocah berambut kuning jabrik dengan tiga whisker menghiasi wajahnya tengah duduk bersantai di atas dahan pohon. Di tangan kirinya ia memegang sebuah Bingo Book. Sambil tersenyum ia memandangi salah satu halaman di Bingo Book tersebut.
"Heee...Ternyata aku lumayan tampan juga." Kata Naruto dalam hatinya.
"Tampan gundulmu, kau sekarang SS-Rank Missing-nin, Baka!" Umpat Kurama kesal melalui telepati miliknya. "Memangnya kenapa kalau aku menjadi Missing-nin?" Tanya Naruto polos membuat Kurama sweatdrop di dalam tubuh Naruto.
"Terserah kau Baka Duren, aku mau tidur. Dan setengah tubuhku di Karin-chan sudah mengirim pesan bahwa mereka berdua telah keluar desa." Kata Kurama lalu memutus telepati mereka berdua.
"Haa! Dasar bola bulu tukang tidur, memangnya kenapa jika aku menjadi Missing-nin, lagian status itu tidak memberatkan misiku." Gumam Naruto lalu menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.
.
.
Karin dan Kushina yang tengah menunggu kedatangan Naruto di sebuah kedai tidak jauh dari desa Konoha. Saat ini Kushina mengenakan Kimono merah darah selutut dengan motif jilatan api di ujung lengan. Sepatu ninja panjang hingga mencapai bawah lututnya (mirip yang digunakan Sakura). Sedangkan Karin mengenakan pakaian seperti di canon dalam versi anak-anak namun tidak sampai memperlihatkan pusarnya.
Tak berselang lama Naruto muncul di depan mereka diikuti seberkah kilatan kuning. Tanpa babibu keduanya langsung menerjang dan memeluk si Blonde hingga membuatnya sesak nafas. "Baka Nii-chan/Naruto-kun!" Kata keduanya.
"Kenapa tiba-tiba saja memutuskan untuk pergi saat melakukan misi." Tambah Karin.
"Lwuespaskwuan dwuedy bwaru bwertanga (Lepaskan dulu baru bertanya)." Kata Naruto dengan nada tidak karuan. Karin dan Kushina yang sedikit mengerti langsung melepaskan pelukan mereka sambil tersenyum tanpa dosa.
"Haaa..Haaa...itu karena aku tidak punya ide lagi." Balas Naruto sambil memegang lehernya yang sedikit sakit akibat pelukan keduanya. Karin menautkan alisnya sedangkan Kushina menatap tajam ke kekasihnya tersebut.
"Begini, aku sudah tahu alasan Sasuke meninggalkan desa. Jadi aku tidak punya pilihan lain kecuali meninggalkan desa seperti yang dilakukan Sasuke." Jelas Naruto dibalas anggukan oleh Karin.
"Lalu sekarang kita pergi kemana?" Tanya Kushina.
"Kita ke dimensiku dulu, ada seseorang yang ingin aku perkenalkan pada kalian berdua." Jawab Naruto. Karin dan Kushina langsung penasaran dengan orang yang dimaksud oleh Naruto.
"Ayo!" Kata Naruto dibalas anggukan oleh ketiganya. Naruto kemudian merapalkan Handseal kemudian mengatakan nama jutsunya. "Jikkukan : Hori!"
Sebuah gerbang dimensi terbuka di depan mereka. Naruto mengangguk pelan ke keduanya lalu melompat masuk bersamaan.
.
Sesampainya di dimensi milik Naruto. Ketiganya langsung berjalan ke arah pondok yang berada di sana. Namun sebelum mereka masuk pintu pondok tiba-tiba terbuka dan menampakkan perempuan berambut merah yang mengenakan Kimono hitam dengan corak bunga sakura. Rambut merah yang tidak terlalu terang tergerai membuat ia kelihatan cantik
"Siapa dia/mereka?" Tanya ketiganya pada Naruto.
"Karin-chan, Kushina-chan perkenalkan ia adalah Uzumaki Tayuya." Naruto memperkenalkan Tayuya sambil menunjuknya. Tayuya yang melihat dua perempuan seumuran Naruto hanya tersenyum.
"Perkenalkan aku Uzumaki Karin, adik dari Nii-chan." Kata Karin perkenalkan dirinya.
"Perkenalkan aku Uzumaki Kushina..."
"Kekasih Nii-chan!" Potong Karin dan langsung mendapat Deathglare dari Naruto dan Kushina, sedangkan Tayuya hanya tersenyum melihat tingkah ketiganya.
"Hihihih...masih kecil udah main pacaran." Gumam Tayuya setelah tertawa kecil membuat Naruto dan Kushina yang tadinya kesal pada Karin langsung blushing secara bersamaan.
Keempatnya lalu masuk ke dalam pondok dan duduk di kursi ruang makan. "Ne~Ne...Tayuya-neechan bertemu Nii-chan dimana?" Tanya Karin pada Tayuya yang duduk di kursi di samping kanannya.
"Bisa dibilang awalnya aku musuh dari Nii-chan-mu pada saat ia melakukan misi, namun karena aku Uzumaki seperti kalian. Naruto tidak mengalahkanku seperti yang dilakukannya pada rekan-rekanku." Jelas Tayuya. Karin dan Kushina hanya menggut-manggut paham mengenai perjelasan tersebut.
"Ngomong-ngomong sebelum bertemu Naruto-kun, Tayuya-nee ninja dari mana?" Tanya Kushina.
"Otogakure no Sato, anak buah Ular brengsek itu." Jawab Tayuya dengan nada kesal diakhir kalimatnya.
"Karena kita kan berangkat malam ke Uzuhiogakure, jadi untuk saat ini kita beristirahat dulu di dimensiku." Kata Naruto. Ketiganya mengangguk secara bersamaan. "Apa karena status Naruto-kun?" Tanya Kushina.
"Ya! Itu benar, makanya kita akan berangkat malam, agar terhindar dari para Hunter-nin." Jawab Naruto lalu beranjak dari kursinya dan berjalan keluar pondok.
.
.
.
Kirigakure no Sato
Di ruangan Mizukage terlihat seorang perempuan berambut merah maroon dengan pony yang menutupi salah satu matanya tengah berkutat dengan paperwork mengenai perkembangan desa mereka.
"Haah, kalau aku tahu pekerjaan menjadi Mizukage hanya mengalahkan kertas brengsek ini. Aku tidak akan menerimanya!" Umpat sang Mizukage membuat seseorang di sampingnya sweatdrop. "Dan kesempatanku untuk menikah menjadi menipis." Tambah Inner perempuan tersebut yang terlihat menakutkan.
"Bukannya Mizukage-sama sendiri yang menerimanya." Balas seseorang di sampingnya.
"Diam kau Ao!" Bentak Mei sambil memasang wajah seramnya membuat Ao mengeluarkan keringat dingin. "B-Baik Mizumake-sama!"
Pooft!
Sebuah kepulan asap muncul di depan meja kerja Mizukage dan menampak Jounin Kirigakure.
"Ada apa?" Tanya Ao
"Begini, kemarin Konohagakure no Sato baru saja mengeluarkan status Missing-nin terbaru mereka." Jawab Jounin. Mei dan Ao langsung menyipitkan mata mereka.
"Siapa dan apa statusnya?" Tanya Mei.
"Uzumaki Naruto, SS-Rank Missing-nin!" Jawab Jounin tersebut membuat Mei dan Ao terkejut bukan main pasalkan Missing-nin tersebut adalah pahlawan desa mereka. "Na-Naruto-san?" Tanya Ao dibalasa anggukan oleh Jounin tersebut
"Kalau begitu cepat beritahukan kepada seluruh shinobi kita agar tidak memburu Naruto-san!" Perintah Sang Godaime Mizukage.
Sang Jounin mengangguk paham lalu menghilang diikuti kepulan asap putih. "Apa yang terjadi di Konoha. Dan apa penyebab Naruto-san menjadi Missing-nin?" Tanya Mei dalam hatinya.
"Mungkin hal ini menyangkut kematian dari Sandaime-Hokage." Gumam Ao sambil memegang dagunya dibalas anggukan oleh Mei. "Walaupun seorang SS-Rank Missing-nin, Naruto-san tetap pahlawan Kirigakure, jadi tidak ada satu pun shinobi dari desa kita yang boleh memburunya." Kata Mei.
Berbeda dengan Kirigakure no Sato. Beberapa desa shinobi malah menganggap status Naruto sebagai berbahaya lantasan statusnya yang sangat tinggi yaitu SS-Rank. Namun yang mengejutkan bagi mereka semua adalah umur Naruto yang masih 13 tahun membuat mereka bertanya-tanya. Apa status itu pantas untuk seorang bocah berumur 13 tahun tersebut.
"Wajah bocah ini mengingatkan pada seseorang yang sangat ingin aku kalahkan!" Gumam seorang Kage berbadan kekar di dalam sebuah ruangan yang berada di ketinggian.
"Wajahnya mirip dengan Kiroi Senko yang pernah membantai ribuan shinobi dari desa kita." Gumam seorang kakek berbadan kecil yang ternyata adalah seorang Kage.
.
.
.
Naruto sedang duduk dengan sambil memeluk lututnya memandang matahari yang hampir tenggelam di dimensi buatannya. Sebuah senyum terukir di mulutnya ketika melihat seekor kura-kura berukuran besar dengan tiga ekornya berenang dengan bebasnya di danau. Dari Rikudou Sennin, Naruto tahu jika kesembilan Bijuu menginginkan yang namanya kebebasan, bukan hidup di dalam tubuh Jinchuriki mereka dan di jadikan senjata oleh desa yang memilikinya.
"Sudah lama aku tidak merasa setenang ini." Gumam Naruto lalu membaringkan tubuhnya di rerumputan.
"Naruto buat satu Bunshin!" Perintah Kurama Yin di tubuh Naruto memalui telepati. Naruto mengangguk paham lalu merapalkan Handseal.
Pooft! Booft!
Naruto menciptakan satu bunshin di sampingnya. Kemudian Bunshin tersebut meledak menjadi kepulan asap besar dan menampakkan rubah berekor sembilan a.k.a. Kurama. Rubah tersebut lalu berjalan menjauh dari Naruto dan mengambil posisi yang sempurna untuk tidur.
"Dasar rubah pemalas!" batin Naruto sweatdrop melihat tingkah dari sahabatnya tersebut.
Tak berselang lama sebuah langkah kaki terdengar dari arah belakang Naruto. Ia lalu menoleh ke belakang dan mendapati Kushina berjalan ke arahnya.
"Apa yang kau lakukan Naru-kun?" Tanya Kushina sambil mengambil posisi duduk di sampin Naruto yang tengah berbaring. "Hanya bersantai!" Jawab Naruto singkat.
"Kenapa kau tidak ke pondok. Tayuya-nee memasak makanan yang enak loh." Kata Kushina.
Naruto bangkit dari acara berbaringnya lalu menoleh ke arah Kushina dengan wajah cemberut. "Seenak apapun makanan buatan Tayuya-nee, belum bisa mengalahkan enaknya ramen." Kata Naruto membuat gadis berambut merah di sampingnya terkekeh pelan.
"Hihihi...Naru-kun memang maniak ramen." Gumam Kushina.
"Kenapa Kushi-chan meninggalkan Karin-chan dan Tayuya-nee di pondok?" Tanya Naruto.
"Ah bersama mereka berdua membuatku kesal. Dari tadi mereka terus menggodaku." Jawab Kushina sambil menggembungkan pipinya membuat Naruto tidak tahan untuk mencubitnya.
"I-Ittai!" Kushina meringis ketika Naruto mencubit pipinya kemudian membalas Naruto dengan jitakan di kepala jabriknya.
"Kenapa kau menjitakku Kushi-chan? Sakit tauu!" Umpat Naruto sambil mengelus bekas jitakan Kushina yang berasap.
"Kau sendiri kenapa mencubitku Haaa?" Balas Kushina tidak kalah sengit sambil menyilangkan kedua lengan di depan dadanya.
"Gomen-gomen...!" Balas Naruto.
Naruto mengalihkan pandangannya ke arah matahari yang mulai tenggelam. "Ne~ Kushi-chan, bolah aku meminta sesuatu padamu?" tanya Naruto.
"Bolah tapi jangan yang aneh-aneh apalagi yang berbau mesum." Balas Kushina.
"Ini bukan hal aneh apalagi mesum." Kata Naruto lalu menoleh ke arah kekasihnya sambil tersenyum. "Ya sudah cepat katakan!" Perintah Kushina ketus.
"Anoo..Etto...bagaimana mengatakannya yaaa?" Naruto memegang keningnya sambil berkata demikian membuat Kushina sedikit kesal. "Cepat kat-"
Kushina belum sempat melanjutkan perkataannya karena Naruto langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir Kushina.
"Aku mau Kushi-chan jangan meniggalkanku! Apapun alasannya!...Aku mau Kushi-chan adalah orang pertama yang kulihat ketika terbangun di pagi hari...Dan menjadi Kaa-san dari Uzumaki-Uzumaki kecil penerus klan kita." Jelas Naruto lalu mengukir senyum di wajahnya.
Kushina hanya bisa diam tanpa mengatakan sepatah katapun ditambah wajahnya yang sudah memerah total layaknya tomat kesukaan Sasuke mendengar apa yang baru saja Naruto katakan. Tanpa pikir panjang Kushina langsung memeluk Naruto kemudian mengangguk.
"T-Tentu saja Naru-kun!" Balas Kushina masih di dalam keadaan memeluk Naruto. "Seharusnya Naru-kun yang tidak meninggalkanku mengingat Naru-kun pasti diburu banyak orang." Tambah Kushina.
Naruto membalas pelukan Kushina. Senyum di wajahnya semakin melebar. "Hehehehe...benar juga!" Kata Naruto sambil tertawa garing.
Sementara itu tidak jauh dari tempat keduanya. Karin dan Tayuya yang tengah mengintip kedunya dari balik jendela pondok ikut tersenyum melihat kejadian tersebut.
"Hihihihi...Mereka benar-benar mesra ya Tayuya-neechan?" Tanya Karin.
"Benar...Apa kau tidak mau mencari kekasih dan melakukan yang sama dengan mereka." Balas Tayuya dengan nada menggoda membuat Karin mendengus kesal.
"Aku tidak seperti Nii-chan dan Nee-chan yang udah main pacar-pacaran padahal masih kecil." Kata Karin. "Seharusnya aku yang mengatakan itu. Tayuya-neechan apa tidak berniat mencari kekasih?" Tanya balik Karin membuat Tayuya sedikit gelalapan.
"T-Tentu saja aku mau agar bisa membantu Naru untuk membangun klan kita kembali." Tambah Tayuya sedikit blushing.
.
.
.
Malam harinya mereka berempat bersiap-siap untuk keluar dari dimensi Naruto. Tidak lupa Tayuya mengganti pakaian yang ia kenakan dengan pakaian ninja Otogakure miliknya karena Karin maupun Kushina tidak memiliki pakaian yang pas untuknya.
Setelah keluar dari dimensi Naruto, keempatnya langsung memulai perjalan mereka menuju ke Uzuhiogakure. Selama perjalan Karin dan Naruto terus mengaktifkan sensor mereka. Karena jarak antara Konoha dan Uzuhiogakure yang lumayan jauh sehingga membuat keempatnya tiba di Uzuhiogakure tepat pagi hari.
"Aku tak menyangka kerusakan desa leluhur kita separah ini." Gumam Kushina menatap lirih reruntuhan desa para leluhurnya. Karin dan Tayuya pun mengangguk mengiyakan penuturan Kushina.
"Tenang saja...Beberapa tahun kedepan desa ini akan kembali ke masa kejayaannya." Kata Naruto yang berada di ujung kanan. "Ayo kita ke tempat Jiji!" Kata Naruto.
"Jiji?" Tanya Karin.
"Aku lupa mengatakan hal ini pada kalian. Sebenarnya masih ada Uzumaki lain yang tersisah selain kita berempat dan ia juga adalah Tou-san dari Kaa-san." Jelas Naruto membuat semuanya terkejut sekaligus senang terutama Karin yang ternyata ia dan Naruto masih memiliki anggota keluarga yang masih hidup.
Keempatnya pun melanjutkan perjalanan mereka dan secara tidak sadar ternyata mereka melewati Kekkai pendeteksi yang tidak terlihat. Dan hal itu membuat seorang kakek tua berambut merah yang duduk di kursi tersenyum.
"Ternyata cucuku sudah datang dan aku juga merasakan ada seorang Uzumaki lain. Kerja bagus Naruto!" Gumam kakek tersebut yang ternyata adalah Sandaime Uzukage, kakek dari Naruto dan Karin bernama Uzumaki Arashi.
Beberapa menit kemudian akhirnya terdengar suara seseorang mengetuk pintu. Dengan cepat Arashi langsung beranjak dari kursinya dan membuka pintu masuk pondoknya.
"Tadaima Ero-Jiji!" Sapa Naruto tanpa dosa membuat Karin, Kushina dan Tayuya sweatdrop sedangkan Arashi hanya mendengus kesal dengan panggilan dari cucunya.
"Okaeri Kuso-Magoco (Cucu sialan)!" Balas Arashi ketus.
"Oh jadi ini cucu perempuan dan calon cucuku." Kata Arashi. Karin mengangguk pelan sedangkan Kushina sudah blushing di tempat begitupula Naruto.
Perhatian Arashi lalu tertujuh pada Tayuya dengan tatapan mesum membuatnya langsung mendapat Deathglare dari Naruto. "Jauhkan tatapan mesumu itu dari Tayuya-nee, Kuso-jiji!" Kata Naruto dalam hati.
"Ma~Ma...Santai Kuso-Magoco...aku tidak akan me-" Perkataan dalam hati Arashi langsung terhenti ketika melihat tatapan tajam dari Naruto yang membuatnya sedikit merinding. Membuat tiga orang yang lain menatap heran ketiganya.
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Tayuya.
"Hehehehe~ aku lupa kalo aku dan Arashi-jiji mempunyai kemampuan membaca pikiran jadi kami bisa berkomunikasi lewat pikiran." Jelas Naruto membuat Tayuya sedikit terkejut mendengarnya.
"Ma~Ma...tidak baik mengobrol di sini. Sebaiknya kita masuk!" Ujar Arashi membuka jalan untuk membiarkan keempatnya masuk ke dalam pondoknya.
Setelah memasuki pondok kecil tersebut, kelima Uzumaki tersebut langsung mengambil posisi duduk di lantai kayu. Arashi menatap keempat Uzumaki di depannya dengan senyum mengingat sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan orang-orang dari klannya tersebut.
"Perkenalkan namaku Uzumaki Arashi, Sandaime Uzukage namun sekarang aku digantikan oleh cucuku yaitu Naruto sebagai Yondaime Uzukage." Karin, Tayuya dan Kushina pun terbelalak kaget mendengar status Naruto sedangkan si pirang hanya memasang cengiran khas miliknya.
"Te~he...Aku lupa memberitahu kalian." Naruto berujar sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Nah aku belum mengenal nama kalian kecuali Kuso-Magoco itu!" Umpat Arashi sambil menunjuk Naruto yang tengah kesal dengan panggilan kakeknya tersebut.
"Perkenalkan namaku Uzumaki Karin, Imouto dari Nii-chan!" Kata Karin memperkenalkan dirinya lalu tersenyum. "Oh ini cucu perempuanku, pantas saja wajahmu sangat mirip dengan Ayuki-chan ketika kecil." Kata Arashi ikut-ikutan tersenyum
"Perkenalkan Uzukage-sama, namaku Uzumaki Tayuya." Ujar Tayuya.
"Ma~Ma tidak usah seformal itu, panggil saja aku seperti Naruto memanggilku." Kata Arashi menatap Tayuya dengan ekspresi mesum yang ternyata disadari oleh Tayuya.
"Ha'i...Ero-Jiji!" Balas Tayuya.
"Tidak seperti itu kali." Umpat Arashi sweatdrop. "Ini semua gara-gara kau Kuso-Magaco kampret!" Tambahnya dalam hati yang ditujukan untuk Naruto.
"Salah sendiri kenapa menatap Tayuya-nee dengan ekspresi mesum Ero-jiji!" Balas Naruto tidak kalah sengait.
"Perkenalkan Uzumaki Kushina-"
"Kekasih dari Naru/Niichan!" Potong Karin dan Tayuya yang langsung mendapat Deathglare dari kedua pasangan tersebut.
Setelah sesi perkenalan selesai. Tayuya, Karin dan Kushina meminta izin untuk memasak sarapan untuk mereka berlima. Arashi menangagguk paham. Setelah ketiganya pergi ke dapur, Arashi mengalihkan padangan ke Naruto.
"Hey Kuso-Magoco, apa kau membawa pesananku?" Tanya Arashi.
"Tentu saja Ero-Jiji!" Jawab Naruto lalu mengeluarkan lima tumpuk buku Icha-Icha Paradise dari Fuin di lengan kirinya. Secepat kilat Arashi langsung menyambar kelima buku tersebut yang membuat Naruto sweatdrop.
.
.
Setelah menyantap sarapan. Naruto, Karin, Kushina dan Tayuya memilih beristirahat atau lebih tepatnya tidur karena kelalelahan akibat perjalanan mereka apalagi dilakukan di malam hari sehingga tidak sempat untuk tidur.
Sore harinya setelah mereka bangun minus Naruto. Keempatnya memilih untuk bersantai di depan pondok milik Arashi. Sedangkan sang empunya pondok sudah berkutat dengan buku nista karangan salah dari ketiga Legenda Sannin. Terlihat lubang hidung kakek tua itu sudah tersumpal dua kertas membuat ketiga perempuan yang memandanganginya sweatdrop.
"Dasar kakek tua mesum!" Gerutu Tayuya dibalas anggukan oleh keduanya.
Tak berselang lama pintu pondok tersebut terbuka dan menampakkan Naruto yang terlihat lesuh sambil mengucek kedua matanya. "Hoaaamzzzz...!" Naruto menguap selebar-lebarnya.
"Hueeekk...Nafasmu bau amat Kuso-Magoco!" Umpat Arashi dengan nada mengejek yang berada di dekat Naruto.
"Muka mesummu sendiri membuatku mimpi buruk Ero-jiji!" Balas Naruto kesal dan memilih menghampiri ketiga wanita yang tengah bersantai dan mengabaikan Uzukage nista tersebut.
"Sebaiknya kita membangun rumah sendiri daripada seatap dengan kakek uzur yang mesum itu." Kata Naruto dibalas anggukan setuju oleh ketiganya.
"Tapi itu pasti membutuhkan waktu Naru." Timpal Tayuya yang belum mengetahui kalau Naruto mempunyai Mokuton.
Naruto lalu berjalan menjauh dari pondok Arashi kemudian merapalkan Handseal. "Kalau itu serahkan saja padaku Tayuya-nee... Mokuton : Shichūka no Jutsu!"
Dari permukaan tanah mulai bermunculan balok-balok kayu dan perlahan membentuk sebuah rumah sederhana. Tayuya yang melihat hal tersebut hanya bisa kagum dengan apa yang dilakukan oleh Naruto.
"Nee~ sudah selesai kan? Tinggal mengisi rumah tersebut dengan perabotannya." Kata Naruto dibalas anggukan oleh yang lain. "Kalau itu serahkan pada kami! Ya kan Nee-chan?" Kushina mengangguk pelan mendengar Karin lalu mengeluarkan sebuah gulungan penyimpanan.
"Hoi! Apa yang kalian lakukan?" Teriak Arashi yang berada di depan pondoknya.
"Tentu saja membangun rumah agar tidak seatap denganmu Ero-Jiji!" Balas Naruto dengan berteriak lumayan keras membuat Arashi menghela nafas.
Keempatnya lalu memasuki rumah tersebut. Setelah berada di dalam, Kushina mengeluarkan semua benda yang tersimpan di gulungan penyimpanannya. Mulai dari perabotan masak, futon, pakaian dan lain-lain.
"Untuk sisahnya biar aku dan Karin-chan yang pergi desa terdekat untuk membelinya." Kata Tayuya dibalas anggukan oleh Karin.
.
.
.
Sementara di Konoha tepatnya di sebuah Training Ground. Rookie 10 (karena Rei tewas dan Sasuke meninggalkan desa) sedang berkumpul. Masing-masing dari mereka terlihat melakukan aktivitas yang berbeda-beda. Shikamaru tengah tertidur di dahan pohon. Sakura, Hinata, Ino dan Tenten tengah bergosip. Lee yang melakukan Puss-up sambil berteriak gak jelas dan lainnya.
"Hey apa kalian sudah tahu status Naruto sekarang?" Tanya Kunoichi berambut pirang pucat yang diikat ponytails. "Kudengan ia sekarang SS-Rank Missing!" Tambahnya.
"N-Naruto-kun sekarang menjadi Missing-nin?" Tanya Hinata dengan tergagap. Selama ia sering memperhatika si Blonde tersebut namun tidak berarti ia menyukainya.
"Itu pantas untuknya Ino-pig, Hinata-chan. ia membuat kedua rekan setimku meninggalkanku. Rei tewas dan Sasuke-kun meninggalkan desa." Timpal Sakura dengan nada kesal.
"Si brengsek itu membuatku muak. Ia mengabaikan misi yang dipimpinnya." Ujar seorang pemuda dengan dua tato segitiga di pipinya yang sedang mengelus seekor anjing putih. Yang lain mengangguk mengiyakan pernyataan Kiba minus Shikamaru.
"Hey Kiba. Seharusnya kau mengerti apa yang dilakukan Naruto." Ujar Shikamaru membuat semuanya menoleh ke arahnya.
"Hampir semua warga Konoha tidak menyukainya. Dan sekarang ia harus menanggung misi yang ia pimpin namun misi tersebut gagal sehingga pilihan utama adalah meninggalkan desa." Jelas Shikamaru lalu melompat turun dari dahan pohon.
"Kalian semua tidak tahu seperti apa Naruto itu, bisa dibilang pemikirannya jauh di atas kita semua...Aku pulang dulu Jaa..neee." Tambah Shikamaru yang berjalan meninggalkan Training Ground tersebut.
Semua hanya memasang wajah penasaran dengan perkataan Shikamaru. "Cih! Aku tidak peduli, yang jelas jika aku bertemu dengannya. Aku akan menghajarnya." Kata Kiba dengan semangat diikuti gongkongan oleh Akamaru.
"Hmmm...aku juga berpikiran sama dengannmu Kiba!" Timpal Neji yang tengah bersandari di sebuah batang pohon.
"Dan aku juga dengan dari Kakashi-sensei kalau Karin dan Kushina meninggalkan desa untuk pergi ke Naruto." Ujar Sakura.
"I-itu berarti mereka juga menjadi Missing-nin?" Tanya Tenten. Sakura menggeleng pelan lalu menjawab pertanyaan Tenten. "Mereka berdua mengundurkan diri dari dunia Shinobi. Jadi mereka tidak akan dicap sebagai Missing-nin."
Satu persatu dari mereka mulai berpamitan untuk pulang mengingat hari mulai senja. Sementara itu di tempat yang tidak diketahui terdapat dua orang tengah berada di atas dahan pohon.
"Madara-sama!" Sapa salah dari mereka yang mempunyai wujud seperi sebuah tanaman ke orang yang memakai topeng spiral dengan lubang di mata kanannya.
"Apa yang kau dapat?" Tanya si spiral dengan nada datar.
"Uzumaki Naruto sekarang menjadi Missing-nin dan Jinchuriki dari Kyuubi meninggalkan desa Konoha." Jawab tanaman tersebut yang bernama Zetsu.
"Kalau begitu segera perintahkan dia untuk bersiap. Kita akan memulai rencananya tiga tahun lagi." Kata Si spiral lalu terhisap oleh lubang topengnya sedangkan Zetsu terhisap masuk dalam dahan pohon tersebut.
.
.
.
::~~~ TBC ~~~::
Fiuuh akhirnya Chapter 24 sekaligus penutup dari Arc Chillhood selesai juga. Dan Chapter depan merupakan Chapter pembukaan untuk Arc Shippuden. Mohon maaf bila chapter ini membosankan.
Dan untuk Review mungkin Chapter depan baru Lompoberang jawab...
:::::
.
.
See You at Next Chapter and Another Fict Lompoberang
:::LOMPOBERANG :::
:::LOG OUT :::
