CHAPTER 26 OUT!
A Naruto Fanfiction
..:: Disclaimer © Masashi Kishimoto ::.
..:: The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang ::...
Rate : M
Warning :
Typo dan Miss Typo bertebarang – Alur Berantakan – Ide Pasaran – Ancur
GaJe – OOC – OC – StrongNaru – GodlikeNaru – Etc
New Summary
Setelah meninggalkan desa Konoha. Naruto bersama adik dan kekasihnya memilih
untuk menetap dan membangun kembali desa leluhur mereka disamping
Naruto menjalankan tugas dari Rikudou Sannin yaitu kedamaian.
Genre :
Adventure – Family – Romance – Friendship
Pair :
Naruto X Kushina – Karin X ?
A/N : Cerita ini murni Fiction hasil dari otak yang rada-rada Erro milik Lompoberang. Apabila ada kesalahan mohon dimaklumi dan ada kesamaan dalam hal ide dan alur dari Fict lain, mungkin hanya kebetulan atau memang Lompoberang menjadikan Fict tersebut sebagai inspirasi.
Notification:
"Naruto." = Human Talking
"Naruto." = Human Thinking/Telepati
"Kurama." = Bijuu, Summoning and Othed Talking
"Kurama." = Bijuu, Summoning Thinking/Telepati
"Rasengan!" = Jutsu/Tehnique
Jangan salah paham jika mendapat kata 'Burung' karena itu mengarah pada Tanah Liat Deidara yang berbentuk burung. Ya buat jaga-jaga agar Minna-san tidak salah paham nantinya. #Plakkk!
::
::
..:: CHAPTER 26 : KAZEKAGE RESCUE MISSION ::..
Di depan pintu keluar Kekkai Uzushiogakure tengah berkumpul tujuah orang yaitu : Naruto, Karin, Kushina, Tayuya, Kiyoshi, Riku dan Kotane. Semuanya mengenakan perlengkapan shinobi Uzushiogakure lengkap dengan Hitae-atte minus Naruto. Kushina sang Kekasih Yondaime Uzukage mengikat Hitae-atte miliknya di bagian kening dan rambut merahnya diikat ponytails (sama kayak di RTN). Sementara Karin ditempatkan pada lengan kirinya.
"Aku titip desa pada kalian semua terutama kau Kiyoshi." Sang Yondaime memberi instruksi pada keempat orang yang tidak mengikuti misi tersebut yang direspon anggukan paham. "Memangnya kau mau kemana Naru?" Tanya perempuan berambut merah yang dikenal sebagai Uzumaki Tayuya.
"Untuk menyelamatkan seseorang dan mungkin jika misi ini berhasil, kita akan mendapat aliansi baru selain Kiri." Jawab Naruto tanpa menyebutkan siapa dan desa mana yang akan mereka bertiga akan tolong.
"Begitukah, kalau seperti itu berhati-hatilah dalam misi kalian." Ujar Tayuya. Dua penjaga pintu Kekkai dan Kiyoshi mengangguk mengiyakan perkataan dari mantan bawahan Orochimaru tersebut.
"Tapi kami bertiga belum bisa berangkat karena menunggu pesan dari seseorang." Kata Naruto .
::::
::::
:: Lompoberang ::
::::
::::
Di depan sebuah pintu gua yang tertutupi sebuah baru besar Tim 7, 11 dan Nenek Chiyo sedang mencari cara untuk menghilangkan batu besar yang ternyata di pasangi sebuah Kekkai pelindung di depan batu besar itu. Untung saja ada Hyuga Neji yang mempunyai Doujutsu Byakugan jadi memudah mereka untuk menemukan cara untuk membuka Kekkai tersebut.
"Aku sudah menemukan cara untuk membuka Kekkai-nya." Ujar Neji lalu menonaktifkan Byakugan miliknya. Ia lalu menunjuk tujuh titik yang terdapat kertas segel untuk membuka Kekkai dan menjelaskan sedikit mengenai cara menghilangkan Kekkai tersebut.
"Tujuh? Itu berarti hanya dua yang akan tinggal." Gumam Sakura direspon anggukan oleh semuanya minus Kakashi. "Aku punya rencana." Ujarnya mengingat musuh mereka adalah Akatsuki jadi saatnya untuk memanggil bala bantuan mereka.
"Apa itu Kakashi-sensei?" Tanya Tenten.
"Seperti biasa kau selalu cerdas rivalku!" Kata Jounin berambut model mangkok yang mengira Kakashi mempunyai cara untuk menghilangkan Kekkai tersebut dan tidak membuat mereka berpisah sambil mengacungkan jempolnya ke arah Jounin bermasker itu membuat semuanya sweatdrop ria.
Kakashi lalu mengeluarkan sebuah kunai bermata tiga dan mengalirkan chakra miliknya ke kunai tersebut. Di tempat Naruto dan yang lain, merasakan pangggilan mereka telah tiba. Sang Uzukage berpamitan ke yang lain lalu menghilang bersama dua perempuan berambut merah diikuti seberkah kilatan kuning.
"K-Kunai itu?" Kakashi mengangguk pelan sambil menampilkan eye smile miliknya.
Semuanya minus Kakashi langsung terkejut ketika sebuah kilatan kuning muncul dan menampakkan tiga orang yang mengenakan perlengkapan desa Uzushiogakure. Perhatian Sakura dan Neji langsung tertuju pada orang yang berada di tengah yaitu pemuda berambut pirang jabrik.
"KAUUUU!" Teriak Sakura lalu melompat dan bersiap melayang pukulan biasa kepada orang yang telah membuat dua orang anggota timnya meninggalkan Konoha. Namun Kakashi yang menyadari hal tersebut langsung mengambil tindakan cepat.
Tak!
"Sakura hentikan!" Perintah Kakashi sambil menangkap pukulan biasa milik Sakura membuat semua orang minus ketiganya terkejut kenapa Kakashi menghentikan Sakura yang ingin memukul seorang SS-Rank Missing-nin.
"Oh kalian, lama tidak bertemu!" Sapa Naruto dengan wajah datarnya berbanding terbalik ketika berada di Uzu. Tenten, Lee, Sai dan Gai yang tidak terlalu mempersalahkan status Naruto membalas sapaan dari Uzukage tersebut.
"Apa yang kau lakukan di sini, Brengsek!" Umpat Neji yang merupakan salah satu orang yang membenci Naruto dan sangat ingin memukul pemuda pirang tersebut. Namun sebelum keinginan terkabul untuk memukul Naruto, Kakashi langsung memperingatkan mereka.
"Neji...Sakura jangan menyerang Naruto!" Perintah Kakashi dengan nada tegas membuat keduanya sekali lagi terkejut kenapa Ketua untuk Misi kali ini melarang mereka menyerang Naruto. "Alasan pertama adalah Naruto merupakan bala bantuan yang diutus oleh Hokage-sama." Semuanya langsung terkejut ketika mendengarkan penjalasan dari Kakashi.
"Untuk apa Konoha meminta bantuan pada Penghianat seperti dia?" Tanya Neji sinis ditambah tatapan mengintimidasi ke Naruto yang tidak sama sekali berpengaruh pada Uzukage tersebut.
"Ohhh! Jadi kalian bertiga adalah bala bantuan yang dimaksud Kakashi-san?" Tanya nenek Chiyo yang mulai mengerti arah pembicaraan dari Kakashi yang sebelum berangkat ia dan Jounin bermasker tersebut membicarakan sesuatu mengenai bala bantuan. Ketiganya mengangguk pelan.
"Dan kau pasti orang bernama Karin yang sering dibicarakan oleh Gaara?" Tanya nenek Chiyo lagi pada Kunoichi berambut merah yang mengenakan kacamata yang merupakan High Jounin Uzushiogakure.
"Benar Emmm..."
"Chiyo." Karin mengangguk pelan sambil tersenyum ke arah nenek Chiyo.
"Dan alasan kedua adalah..." Semuanya langsung menoleh ke arah Kakakshi yang memasang wajah serius sambil menjeda kalimatnya kecuali Naruto dan Kushina. "...Konoha akan diserang oleh dua desa sekaligus jika kalian menyerang Naruto." Sambung Kakashi yang sekali lagi membuat semuanya syok. Pikirkan saja, masa menyerang seorang Missing berakibat sebuah serangan pada Konoha.
"Apa maksudmu Kakashi?" Tanya rival abadi dari orang yang ditanya ialah Maito Gai sang monster hijau dari desa Konohagakure.
"Jika kita-"
"Nii-chan!" Sebelum Kakashi menyelesaikan perkataannya, Karin langsung berujar memperingati Naruto. Dengan cepat pemuda yang diperangatkan langsung mengangguk dan merapalkan Handseal.
"Menyerang seseorang ketika lengah." Gumam Naruto lalu berbalik dan menyelesaikan Handseal miliknya. "Fuūton : Shinku Renpa!"
Puluhan pedang angin langsung melesat ke udara tepatnya ke arah lima tanah liat berbentuk burung berwarna putih yang mengarah ke mereka. Tim 7 dan 11 pun terbelalak kaget ketika melihat insting dan kecepatan Naruto merapalkan sebuah Handseal.
Duar! Duar!
Puluhan ledakan kecil pun terjadi di atas mereka. Naruto lalu menoleh ke arah datangnya tanah liat berbentuk burung tersebut dan mendapati seekor burung berwarna putih yang berukuran lebih besar. Dia atas burung tersebut ada seseorang berdiri dengan rambut pirang yang memiliki poni yang menutupi mata kirinya. Orang tersebut mengenakan sebuah jubah hitam bercorak awan merah.
"Ternyata kalian menyadarinya ~un." Kata orang tersebut yang bernama Deidara. Missing-nin yang berasal dari Iwagakure yang memiliki kekuatan berupa bom tanah liat. "Bagaimana dengan ini ~un!" Ucapnya sambil melempar bom tanah liat kemudian merapalkan Handseal.
Poft!
Bom tanah liat tersebut lalu meledak bersama kepulan asap putih. Setelah asap putih menghilang bom tanah liat tersebut berubah menjadi seekor burung yang berukuran sama dengan yang dinaikinya. Naruto menoleh secara bergantian ke Karin dan Kushina yang dibalas anggukan oleh keduanya.
"Kalian semua cepat buka Kekkai tersebut!" Perintah Kakashi pada Tim 7 dan 11.
"T-Tapi..."
"Serahkan orang itu pada Karin-chan, Kushina-chan dan Kakashi-sensei!" Potong Naruto dibalas anggukan oleh tiga orang yang disebut. Naruto lalu merapalkan Handseal kemudian menarik nafas panjang. "Katon : Gōkakyū no Jutsu!"
Sebuah bola api berukuran besar langsung disemburkan oleh Naruto dan mengarah menuju burung ciptaan Deidara. Kakashi dan Gai melebarkan mata mereka melihat besarnya ukuran bola api yang disemburkan oleh Sang Uzukage pirang tersebut.
Blaaar! Boom!
Bola api Naruto langsung menghantam burung berukuran besar milik Deidara hingga membuat burung tersebut menciptakan ledakan besar di udara. Hembusan angin yang cukup kuat pun menghantam kedua belah pihak. Namun Deidara yang berada di udara harus rela terhempas karena kuatnya hembusan angin tersebut.
"Kakashi-sensei, Karin-chan dan Kushina-chan. Kalian bertiga lawan orang itu sedangkan yang lain-"
"Buka Kekkai pelindung mulut gua itu kecuali nenek Chiyo yang ikut dengan Naruto." Potong Kakashi karena jika Naruto yang melanjutkan kemungkinan besar dua orang akan menolaknya. Semuanya mengangguk paham walaupun Sakura dan Neji tidak terima karena sempat diperintah oleh Naruto.
Tim 7 dan 11 minus Kakashi langsung menyebar ke segalah arah menuju ke tampat yang dimaksud oleh Neji. Sementara Kakashi, Karin dan Kushina langsung berlari menuju ke tempat Deidara terhempas meninggalkan Naruto dan nenek Chiyo yang masih berada di depan mulut gua.
"Kalian tahu yang harus dilakukankan!" Teriak Naruto pada Karin dan Kushina dibalas anggukan oleh keduanya.
::::
::::
Flashback at Uzushiogakure
Di depan pintu Kekkai Naruto terlihat tengah memikirkan sesuatu. "Akatsuki, apa organisasi itu yang dimaksud oleh manusia spiral yang kulawan di Kiri dulu." Ia lalu menoleh ke arah Karin dan Kushina.
"Aku ingin kalian berdua jika melawan salah satu dari mereka. Buat mereka setidaknya tidak sadarkan diri, karena aku ingin melihat siapa sebenarnya pemimpin mereka." Ucap Sang Uzukage dibalas anggukan oleh adik dan kekasihnya.
"Pemimpin?" Tanya Karin.
"Begini, kalian tahu kan. Aku pernah membantu pasukan Kirigakure?" Karin dan Kushina mengangguk mengenai apa yang dimaksud oleh Naruto. "Disana aku juga bertarung melawan seseorang yang ingin menciptakan organisasi. Dan Akatsuki mungkin saja organisasi yang ia maksud." Jelas Naruto secara detail namun singkat mengenai organisasi yang mereka akan lawan karena ia baru mengetahui organisasi tersebut.
"Baik Nii-chan/Naruto-kun." Balas keduanya bersamaan. "Namun jika tidak ada jalan lain selain..."
"Kami mengerti!" Potong keduanya sebelum Naruto selesai. Sang Uzukage mengangguk sambil tersenyum tipis.
Flashback Off
::::
::::
Tim 7 dan 11 berhasil menemukan kertas Fuin untuk membuka Kekkai pelindung dari mulut gua tempat Naruto dan nenek Chiyo, namun setelah mereka menghancur kertas tersebut. Tiruan mereka langsung muncul diikuti kepulan asap putih. Jadi mau tidak mau mereka bertujuh harus bertarung melawan tiruan mereka sendiri.
.
.
"Fuūton : Rasenshuriken!" Naruto langsung melancarkan salah satu Jutsu High-Rank Ciptaannya setelah melihat Kekkai pelindung tersebut lenyap menyisahkan sebuah batu besar sebagai penghalang.
Duaar! Braak!
Batu besar tersebut langsung hancur ketika Jutsu ciptaan Naruto menghantamnya. Setelah kepulan debu menghilang, Naruto dan Nenek Chiyo berjalan masuk ke dalam gua. Sesampainya di dalam gua mereka langsung disambut oleh sesosok Kugutsu berbentuk orang yang berbungkuk dengan ekor putih berujung runcing.
"Khukukuku...Ternyata kau Chiyo-baasan!" Sapa sosok tersebut membuat orang yang disapa menyipitkan matanya. "Sasori 'kah?" Tanyanya.
"Kalian terlambat, kami sudah mengambil Bijuu yang berada di dalam tubuh bocah ini." Gumam Sasori sambil menunjuk seorang pemuda berambut merah bata yang tergelatak tidak bernyawa di depannya.
"Jadi yang mereka incar adalah Bijuu, itu semakin memperkuat bukti bahwa pemimpin mereka adalah orang bertopeng itu." Pikir Naruto. Akhirnya mulai mendapat titik terang mengenai Akatsuki karena awalnya Naruto mengira Akatsuki hanya ingin menghancur Desa Sunagakure dan membunuh Kazekage muda teman dari adiknya. Dan ia selama ini tidak terlalu peduli dengan organisasi yang sering dibicarakan Jiraiya jika berkunjung ke Uzu.
"Chiyo-baasan, aku akan mengalihkan orang itu. Dan tugas anda adalah mengambil tubuh Kazakage!" Perintah Naruto dengan formal mengingat Nenek di sampingnya adalah seorang Tetua dari desa Sunagakure. "Aku mengerti!" Balas Chiyo singkat.
"Naruto, bocah itu sudah mati karena jika seorang Jinchuriki yang Bijuu di dalam tubuhnya di tarik keluar dengan paks..."
"Aku tahu Kurama dan sebaiknya kau fokus untuk menekan chakramu hingga level terendah agar tidak ketahuan." Potong Naruto pada Telepati miliknya.
Setelah mendengar balasan dari Nenek Chiyo serta memutus Telepatinya, Sang Uzukage langsung berlari ke arah Sasori sambil merapalkan sebuah Handseal. Sedangkan Nenek Chiyo mengamati dengan seksama apa yang akan dilakukan oleh pemuda yang baru dikenalkanya ini dan yang ia tahu seorang SS-Rank Missing-nin.
"Katon : Gōkakyū no Jutsu!" Sambil berlari Naruto menyemburkan sebuah bola api berukuran sedang ke arah Sasori.
"Jangan main-main bocah." Umpat Sasori lalu membuka mulutnya dan mengeluarkan ratusan Senbon beracun yang menembus bola api tersebut dan mengarah menuju pada Uzukage muda yang berlari.
"Sial! Aku tidak mengira ia melakukan hal ini." Gumam Naruto lalu merapalkan Handseal sambil berlari dan setelah Handseal-nya selesai, ia langsung berhenti. "Mokuton : Mokujōheki!" ucapnya kemudian menghentakkan kedua tangannya pada permukaan tanah gua tersebut.
Beberapa balok kayu langsung mencuat dari dalam tanah di depan Naruto dan perlahan membentuk kubah kayu berlapis 3. Chiyo yang melihat Naruto mengeluarkan Mokuton melebarkan matanya karena sepengatahuannya, yang mempunyai Mokuton hanya Shodaime Hokage, Hashirama Senju seorang.
Jleb! Jleb! Jleb!
Blaar!
Secara bersamaan ribuan senbon dan bola api tersebut menghantam sesuatu. Ribuan Senbon milik Sasori menancap di kubah kayu sedangkan bola api Naruto mengenai dinding Gua karena pengguna Kugutsu tersebut berhasil menghindarinya.
"Sepertinya, orang itu petarung tipe jarak jauh dan menengah." Gumam Naruto lalu menghilangkan kubah kayu miliknya kemudian menatap musuh di depannya. "Kau harus berhati-hati nak! Ia memiliki puluhan senjata dibalik tubuhnya." Nenek Chiyo yang berada tidak jauh dibelakang memperingati Naruto dengan nada keras.
"Apa maksud anda Nek?" Tanya Naruto sambil menoleh ke arah Chiyo yang berada tidak jauh dibelakangnya.
"Itu bukan tubuh aslinya lebih tepatnya tubuh itu hanya pelindungnya." Jawab Nenek Chiyo dibalas anggukan mengerti oleh Sang Uzukage.
Naruto mengembalikan pandangannya ke arah Sasori yang berjarak sekitar 100 meter di depannya. Ia lalu menaikkan Wristband yang menutupi Fuin penyimpanan di lengan kirinya. "Saatnya berdansa!" Gumam Naruto menggunakan trademark andalan sang Hantu Uchiha sebelum melakukan sebuah pertarungan.
::::
::::
::::
Karin + Kushina + Kakashi VS Deidara
"Fuūton : Daitoppa!" Acara kejar-kejaran keempatnya akhirnya terhenti di sebuah celah yang dipenuhi batang pohon yang terhubung dengan kedua dinding dari celah tersebut ketika Karin mengeluarkan hembusan angin yang menghempaskan Deidara bersama burung besarnya.
Braak! Boom!
Deidara menghantam salah satu batang pohon tersebut sedangkan berung tanah liat berukuran besarnya meledak dan meruntuhkan bebatuan di celah tersebut.
"TOMAT SIALAN ~UN!" Teriak Deidara penuh kekesalan karena dihempaskan oleh Adik dari Uzukage, Uzumaki Karin.
Tap! Tap! Tap!
Kakashi, Karin dan Kushina berhenti di salah satu batang pohon yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat manusia bom Akatsuki tersebut. Deidara lalu memasukkan tangan kanannya ke dalam penyimpanan bom tanah liat miliknya yang berada di pinggang kanan.
"C1 mungkin sudah cukup untuk mengalahkan kalian bertiga ~un!" Dengan nada yang terdengar meremehkan pada ketiga orang musuhnya, Deidara mengeluarkan tangan kanannya lalu melempar puluhan burung kecil yang memiliki empat sayap dari dalam mulut di tangan kanannya.
"Katsu!"
"Doton : Doryūheki!"
Bersamaan dengan Deidara menyebutkan kata 'meledak'. Kakashi menyelesaikan sebuah Handseal dan menghentakkan kedua lengannya pada batang pohon tempatnya berdiri. Walaupun tempat berdiri mereka adalah batang pohon.
Duar! Duar! Duar! Duar!
Puluhan ledakan kecil langsung terdengar di celah tersebuh hingga dipenuhi asap bekas ledakan yang baru saja terjadi. Setelah ledakan menghilang Deidara memfokuskan pandangannya ke tempat tiga orang yang tadi mengejarnya.
Setelah kepulan asap menghilang terlihatlah sebuah dinding tanah yang dipenuhi ukiran kepala anjing melindungi ketiga orang tersebut. Deidara pun mengumpat kesal dan kembali memasukkan tangannya ke kantong penyimpanan tanah liatnya.
Zwuush!
Namun sebelum ia mengeluarkan tangannya. Duo Uzumaki melompat ke udara lalu mengeluarkan masing-masing 5 kunai dan langsung dilempar ke arah Manusia Bom itu =. Sementara Kakashi, secara diam-diam ia menyelinap melalui kepulan asap yang belum sepenuhnya menghilang menuju ke arah Deidara.
Jleb! Jleb! Jleb!
Deidara dengan cepat melompat ke kanan sehingga ke-10 kunai yang dilempar Duo Uzumaki hanya mengenai batang pohon tempat manusia bom tadinya berdiri. Namun sial bagi Deidara karena arah lompatannya tepat menuju Kakashi yang tengah menyiapkan sebuah serangan berupa aliran petir di tangan kanannya.
"Kena kau...Raikiri!"
Tetapi tepat sebelum Jutsu andalan Kakashi mengenai tubuh Deidara, ia sempat mengeluarkan sebuah bom tanah liat berbentuk laba-laba dan langsung dilempar ke arah Kakashi.
Duar!
Sebuah ledakan ditambah aliran-aliran petir terjadi di udara tempat Kakashi dan Deidara saling bertemu, kepulan asap hitam langsung terlihat dan tak berselang lama kedua orang yang menjadi penyebab ledakan tersebut melompat keluar dari kepulan asap hitam tersebut dan mendarat di tempat berbeda.
Tap! Tap!
Karin dan Kushina menghampiri Kakashi yang terlihat di beberapa bagian rompingya terlihat koyak. "Anda tidak apa Kakashi-sensei?" Tanya Karin dengan nada khawatir, walaupun bukan lagi ninja Konoha. Kakashi adalah salah satu orang yang dekat dengannya sewaktu masih berada di Konoha.
"Cuman rompi milikku yang rusak." Jawab Kakashi mengenai keadaan saat ini lalu mengalihkan pandangannya ke arah Deidara yang terlihat bersiap mengeluarkan bom tanah liatnya kembali. "Bersiaplah untuk melihat sebuah seni Kyuubi no Jinchuriki!" Teriak Deidara yang ditujukan kepada satu orang yaitu. Uzumaki Karin.
"Aku baru menyadari hal ini, ternyata kami tidak perlu untuk mencarimu. Kau sendiri yang mendatangi kami ~un!" Tambahnya lalu melempar beberapa C1 berbentuk burung bangau kemudian merapalkan Handseal sehingga burung bangau tersebut bertambah besar. Dengan cepat ketiganya langsung melompat ke arah yang berbeda-beda.
Duar! Duar! Duar!
Beberapa ledakan berskala sedang menggema di celah tempat pertarungan tersebut. Sekali lagi kepualan asap hitam pun menutupi sebagian area tersebut. Setelah efek ledakan serta asap mulai menghilang. Deidara mengedarkan pandangannya mencari keberadaan ketiga musuhnya. Ketika ia hendak menoleh ke arah kanan tiba-tiba saja sebuah pedang berbentuk jarum melesat dengan kecepatan tinggi ke arahnya.
Jleeb!
Pedang berbentuk jarum atau lebih dikenal dengan nama Nuibari. Menancap pada dinding celah di belakang Deidara. Karena beberapa senti sebelum mengenai tubuhnya Sang Manusia Bom memiringkan kepalanya.
"Kalian keras kepa-"
Perkataan Deidara langsung terhenti, ia menyipitkan mata kirinya dan berfokus pada sesuatu yang bersinar serta mengeluarkan suara seperti sebuah benda logam yang saling bergesekan. "S-senar?" gumamnya pelan lalu menoleh ke asal senar tersebut.
Mata kiri Deidara langsung membulat dengan pupil yang mengecil melihat Kushina yang tengah merapalkan Handseal dengan senar yang terselip di sela-sela jarinya. "Katon : Ryuuka no Jutsu!" Gumam Kushina lalu menyemburkan api pada senar tersebut.
Semburan api milik Kushina merambat dan semakin membesar di senar yang menuju langsung ke arah Deidara. Penggila ledakan tersebut langsung melompat menjauh dari senar tersebut namun di luar dugaan ternyata Karin sudah menunggu dirinya sambil merapalkan Handseal.
"Fuūton : Daitoppa!"
Wussh!
Deidara langsung terhempas terkena hembusan angin yang diciptakan oleh Karin. "Sial! Aku lupa kalau mereka ada tiga." Pikir Deidara baru mengingat bahwa jumlah musuh adalah tiga orang entah ia lupa atau memang ia sudah pikun, Ia lalu memasukkan tangan kanannya pada penyimpanan tanah liat miliknya dan langsung membentuk sebuah burung berukuran besar.
Pooft!
Deidara langsung menaiki burung tanah liat miliknya dan terbang tinggi dari celah tersebut meninggalkan dua orang yang sudah ia ketahui keberadaannya, namun satu orang lagi tidak ia ketahui keberadaannya yaitu Sang Copy Ninja, Hatake Kakashi.
"Sial! Dia berhasil menghindarinya!" Umpat Kushina dengan alis yang melengkung kebawah menandakan bahwa ia kesal. "Kalian bertiga lumayan juga ~un." Kata Deidara yang berada di atas burung tanah liat berukuran besar miliknya
Tap! Tap!
Karin melompat menuju ke tempat Kushina dan bersamaan dengan mendaratnya adik dari Naruto. Sang Copy Ninja ikut bergabung dengan mereka. "Kerja sama kalian lumayan berkembang rupanya. Dan aku juga baru pertama kali melihat pedangmu itu Kushina-chan." Ucapnya sambil memperlihatkan eye smile andalannya dibalas senyum tipis oleh dua perempuan di dekatnya.
::::
::::
::::
Naruto vs Sasori
Lokasi pertarungan keduanya kini dilanda keheningan hanya suara air yang menetes dari langit-langit dinding yang terdengar. Baik Naruto maupun Sasori saling memandangi lawan mereka dengan raut wajah tenang. Sedangkan Nenek Chiyo lebih memilih memperhatikan dengan jelas pemuda yang dianggap penyebab kematian dari Sandaime-Hokage tiga tahun yang lalu.
"Kenapa kau diam saja? Apa kau takut?" Naruto hanya memiringkan kepalanya untuk merespon pertanyaan dari Sasori yang terdengar meremehkan. "Takut? Untuk apa aku takut dengan tubuh bungkuk seperti itu?" Balas Naruto seolah ingin mengejek Kugutsu yang menjadi tubuh sementara Sasori bernama Hiruko.
"Jangan mengejek karya seniku, BRENGSEK!" Binggo. Sasori pun naik darah mendengar karya seninya diejek oleh Pemuda pirang di depannya. Karena ejekan Naruto sudah terlalu kelewatan menurut Sasori, Pengguna Kugutsu tersebut langsung membuka mulutnya lalu mengucapkan nama jutsu yang akan ia keluarkan. "Shikomi Kugutsu : Shinshin Happa!"
Ribuan Senbon kembali diluncurkan Sasori dari mulut Kugutsu Hiruko miliknya. Naruto tidak tinggal diam, ia langsung mengeluarkan dua kunai bermata tiga dan langsung melemparnya kemudian merapalkan sebuah Handseal. "Kunai Kagebunshin no Jutsu!"
Trank! Trank! Trank! Trank!
Dua kunai milik Naruto langsung berlipat ganda menjadi ratusan. Senbon dan Kunai pun saling berbenturan di depan keduanya. Namun jumlah Senbon yang dimuntahkan Sasori lebih banyak membuat ratusan kunai milik Naruto hanya menghalau setengah dari Senbon tersebut.
Srink!
Naruto langsung menghilang diikuti kilatan kuning dan muncul pada salah kunai yang berada di luar jangkauan ribuan Senbon milik Sasori. Chiyo yang melihat apa yang Naruto baru saja lakukan sedikit teringat pada seorang shinobi Konoha yang telah gugur dalam penyerangan Kyuubi 16 tahun silam. "Kiroi Senko." Batinnya.
Melihat Naruto berpindah tempat, Sasori tidak tinggal diam dan langsung mengarahkan Senbo yang masih dengan lancarnya keluar dari mulutnya. "Cih Sial!..." Umpat Naruto lalu merapalkan sebuah Handsela kemudian menghentakkan kedua tangannya di tanah. "Doton : Doryūheki!"
Sebuah dinding tanah dengan ukiran pusaran air muncul dari permukaan tanah di sekitar Naruto hingga mengurung sang pengguna di dalamnya.
Jleb! Jleb! Jleb!
Ribuan Senbon Sasori pun menghantam dinding tanah milik Naruto. Tetapi dinding tanah yang diciptakan Naruto adalah sebuah dinding dengan kontrol chakra yang Perfect maka dinding tanah tersebut hanya retak di beberapa bagian hingga akhirnya Ribuan Senbon Sasori berhenti keluar dari mulutnya.
"M-Mustahil! Bagaimana bisa Doton itu hanya retak di beberapa bagian terkena ribuan Senbon milikku!" Umpat Sasori dengan nada tidak percaya melihat dinding tanah milik Naruto hanya retak di beberapa bagian. "Itu karena Doton milikku sudah di level sempurna!" Balas Naruto yang menjawab bagaimana Doton miliknya hanya retak di beberapa bagian lalu menghilangkan dinding tanah tersebut
"Waktunya..." Naruto menjeda kalimatnya sambil mengambil kunai yang menancap di bawah kakinya lalu dilempar ke arah Sasori. "...Untuk mengakhiri pertarungan ini!" Sambung Naruto lalu menghilang diikuti kilatan kuning.
Trank!
Sasori menahan kunai tersebut menggunakan ekor miliknya, namun sedetik kemudian Naruto langsung muncul di atasnya dan langsung mendaratkan sebuah pukulan pada punggung Sasori."C-cepat sekali!" Batin Sasori sedikit terkejut sedangkan Naruto yang mengetahuinya hanya tersenyum tipis.
Duagh! Sreek!
Pukulan tangan kanan Naruto pun menghantam keras punggung Sasori hingga membuat jubah Akatsuki yang menutupinya hancur dan menyisahkan sesuatu berbentuk wajah manusia yang dibagian mulutnya merupakan tempat keluarnya ekor Kugutsu berwarna putih yang Naruto tahu mempunyai racun.
"Apa itu?" Tanya Naruto dan Chiyo secara bersamaan.
"Sepertinya Sasori menambahkan sesuatu pada Kugutsu miliknya itu dan jika diperhatikan benda itu mirip dengan sebuah tameng." Tambah Chiyo yang menganalisa benda di punggung Sasori.
Masih dalam keadaan memukul punggung Sasori, Naruto mengalihkan pandangannya ke ekor milik Sasori yang terlihat mengarah ke dirinya. Naruto langsung menggunakan punggung Sasori sebagai batu loncatan untuk menghidari ekor yang ia tahu memiliki racun dari pembicaraan bersama Nenek Chiyo sebelum memasuki gua tersebut. Dan dari mana nenek Chiyo mengetahui hal tersebut, jawabannya adalah dari Kankoru yang sempat melawan Sasori hingga membuatnya terluka parah.
Setelah mendarat Naruto kembali melompat menghindar karena ekor milik Sasori terus menyerang dirinya. Ke kiri, kanan, atas, menunduk pun dilakukan oleh Naruto untuk menghindari serangan ekor milik Sasori. "Sial! Ekor ini sangat merepotkan." Batin pemuda itu.
Sementara nenek Chiyo yang melihat Sasori sibuk menyerang Naruto, ia langsung mengeluarkan benang chakra dari jari-jarinya dan disambungkan dengan tubuh Gaara yang tergeletak tidak jauh dari kedunya.
Greb!
Dengan sekali tarikan. Tubuh Gaara langsung terbang menuju Nenek Chiyo dan berhasil ditangkap dengan baik olehnya. "Nak! Gaara sudah aku amankan!" Teriak Chiyo pada Naruto.
"Sekarang keluarlah dari gua ini Nek!" Perintah Naruto sambil menghindari serangan demi serangan ekor Sasori. Ia merasa tidak sopan karena memerintah seorang Nenek yang sudah renta namun ini adalah cara terbaik agar Nenek Chiyo tidak terluka.
"Aku mengerti!" Balas Nenek Chiyo lalu membopoh tubub tidak bernyawa milik Gaara keluar dari gua tersebut.
Beralih ke Naruto. Karena sudah risih dengan ekor milik Sasori, sambil menghindari ekor tersebut, pemuda itu menyentuh Fuin di lengan kirinya dan mengeluarkan Kakuto Yoru lalu mengalirkan sedikit chakranya pada pedang hitam tersebut.
Traak! Prang!
Dengan sekali tebasan Yoru ekor milik Sasori langsung terpotong dan hancur berkeping-keping membuat sang empunya ekor terbelalak kaget melihat hal tersebut. "M-Mustahil!" Gumamnya seolah tidak percaya dengan hal tersebut.
"Tidak ada yang mustahil di dunia ini!" Naruto lalu berlati ke arah Sasori yang sudah tidak memiliki ekor lagi.
"Kisama!" Umpat Sasori lalu mengeluarkan lengan kanannya dari jubah yang ia kenakan dan diarahkan ke arah Uzukage muda yang berlari ke arahnya. "Kugutsu no Jutsu : Ginsu Senbon!"
Dari telapak tangan Kugutsu Hiruko (Sasori) ratusan Senbon langsung meluncur deras menuju ke arah Naruto. Melihat hal tersebut Uzukage Muda langsung bersiap mengayunkan Kakuto Yoru secara Horizontal.
Zuing! Zuing! Trank! Trank!
Naruto menebaskan Kakuto Yoru secara Horizontal secara bergatian dari kiri ke kanan sehingga ratusan Senbon tersebut terlempar ke segala arah dan tidak ada satu pun yang mengenai Sang Uzukage.
Zwuush!
Setelah berada di depan Sasori, Naruto langsung melompat ke atasnya lalu melempar Yoru keudara. Setelah itu sesuatu berbentuk bola berwarna kebiaruan muncul di tangan kanannya dan tanpa babibu langsung dihantamkan ke perisai berbertuk wajah di punggung Sasori.
"Rasengan!"
Duar! Kraak!
Setelah terhantam tehnik andalan dari mendiang Yondaime Hokage, tubuh Kugutsu bernama Hiruko milik Sasori pun hancur berkeping-keping dan sesosok pria berambut merah tiba-tiba melompat menjauh dari lokasi tersebut.
Tap! Tap! Tak!
Naruto dan sosok tersebut mendarat secara bersamaan. Di sisi Naruto setelah mendarat, Yoru langsung ditangkap dengan tangan kanannya. "Jadi itu wujud aslimu, Sasori!" Naruto menatap penuh pertanyaan ke arah pemuda berambut merah di depannya.
Sosok yang diketahui sebagai Sasori asli pun tersenyum kecil dengan wajah yang bisa dibilang masih muda dan tampan. "Ya benar!" Balasnya singkat lalu memperbaiki posisi berdirinya yang semula sedikit membungkuk agar pendaratan menjadi mulus.
::::
::::
::::
Karin + Kushina + Kakashi VS Deidara
Duar! Duar! Duar!
Tempat pertarungan keempatnya kini beralih ke hutan. Ledakan demi ledakan pun terjadi di hutan tersebut. Penyebab hanya satu yaitu Deidara sang seniman ledakan dari Iwagakure yang tengah terbang dengan santainya menggunakan Burung tanah liat berurkuran besar miliknya.
"Hahahaha...Lihat dan saksikanlah keindahan dari seni ledakan ~un." Dengan nada khas sang seniman ledakan. Orang yang dikenal sebagai maniak seni menatap penuh kekagumam apa yang baru saja ia lakukan.
Sementara di bawahnya. Tiga orang tengah memandang kesal padanya karena terus-terusan menghindar dan melempar bom tanah liat sesukanya. "Katsu!" Deidara kembali melancarkan beberapa tanah liat berbentuk burung ke bawah kemudian mengatakan kata kunci untuk meledakkan burung-burung itu.
Duar! Duar! Duar!
Tiga ledakan berintensitas besar kembali terdengar dan menyebabkan hutan tersebut diselubungi debu hitam bekas ledakan tersebut. Setelah kepulan asap hitam menghilang tiga buah batang pohon yang hangus terbakar di permukaan tanah. Deidara pun mendecih kesal melihat hal tersebut. "Kawarimi 'kah!" Deidara manggut-manggut layaknya anak kecil yang mengerti pembicaraan seseorang.
Sementara itu di tiga tempat berbeda. Karin, Kushina dan Kakashi tengah mempersiap jutsu jarak jauh milik mereka. Sambil melakukan Handseal, Sang Copy Ninja yang sudah menaikkan Hitae-atte miliknya mencari kesempatan yang bagus untuk menyerang Sang Manusia Bom.
"Sekarang... Katon : Gōuryuūka no Jutsu!" Kakashi yang sudahmendapatkan kesempatan untuk mengeluarkan jutsu jarak jauh miliknya. Langsung mengeluarkan jutsu Katon jarak jauh miliknya.
Seekor naga api langsun melesat ke arah Deidara yang berada di udara. Naga api tersebut berasal dari salah pohon di bawahnya. Dengan cepat Deidara langsung terbang ke arah kanan dengan Burung tanah liat miliknya sehingga naga api tersebut terbang bebas menuju ke langit ke 7.
"Serangan yang sia-sia ~un!" Deidara langsung terkejut ketika mendengar dua suara feminim yang menyerukan sebuah jutsu.
"Katon : Sanryu Huashi!"
"Fuūton : Kazeryuu no Jutsu!"
Dari arah barat muncul tiga naga api berukuran sedang yang melesat ke arahnya sementara dari arah timur seekor naga angin yang siap mengoyak dirinya dan burung tanah liat miliknya tampak meliuk-liuk. Dengan cepat Deidara langsung melompat turun dari burung tanah liat miliknya karena tidak akan sempat jika ia ingin terbang menjauh.
Blaar! Boom!
Tiga naga api dan satu naga angin pun menghantam burung api milik Deidara hingga menyebabkan sebuah ledakan yang cukup besar di udara. Sementara di permukaan tanah. Deidara yang sudah mendarat langsung disambut oleh Kakashi dan keduanya pun terlibat adu Taijutsu yang cukup sengit.
"Tiga lawan satu, tidak adil ~un!" Umpat Deidara dengan kesal sambil beradu Taijutsu dengan Kakashi. Ia lalu mengeluarkan tanah liat berbentuk ular dan sedetik kemudia langsung meledak hingga membuat Kakashi harus melompat mundur.
"Dimana dua tomat itu ~un." Deidara langsung memasang posisi bertahan ketika mendapati Karin berlari ke arahnya.
Tak!
Karin langsung menyerang Deidara dengan pukulan lurus ke arah wajah, namun berhasil ditahan oleh musuhnya dengan cara menyilangka kedua lengannya. Gadis berkacamata itu lalu menarik tangannya kemudian mengayunkan kaki kirinya.
Duagh! Braak!
Sebuah Left Roundhouse Kick langsung menghantam bagian samping kepala Deidara hingga membuatnya terlempar ke samping dan menghantam sebuah batang pohon. Kepulan debu pun tercipta disana.
"Masih belum ~un!" tiga buah burung tanah liat yang memiliki empat sayap langsung keluar dari dalam kepulan debu tersebut dan mengarah ke Karin. "Katsu!"
Duar! Duar! Duar!
Tiga burung tanah liat tersebut langsung meledak namun Karin berhasil selamat karena Kekasih dari Kakaknya langsung muncul dan mengambilnya sedetik sebelum ledakan terjadi.
"Arigatou Nee-chan!" Katanya sambil tersenyum ke arah orang yang menolongnya yaitu Uzumaki Kushina yang dibalas senyum pula. "Mungkin ini saatnya untuk mencobanya!" Gumam Karin membuat Kushina menolah ke arahnya.
"Apa maksudmu yang itu?" Tanya Kushina dibalas anggukan oleh Karin.
"Apa kau yakin Karin-chan, kau baru mencapai level empat ekor?" Sebuah pertanyaan langsung menggema di pikiran Karin yang ternyata adalah Kyuubi no Yokou yang tersegel di dalam tubuhnya. Kurama Yang sudah memperbolehkan Karin menggunakan kekuatan miliknya. Bahkan ia sering berlatih melawan Naruto menggunakan kekuatan tersebut namun ia tetap kalah dari Nii-chan-nya.
"Baiklah terserah padamu, jangan salahkan aku jika Naruto memarahimu." Ucap Kurama Yang pasrah karena ia tahu bagaimana Naruto jika sudah marah karena adiknya yang keras kepala jika sering tidak mendengarkan perkataan Uzukage tersebut.
"Lagipula Nii-chan sudah memberi izin." Balas Karin pada Kurama Yang di tubuhnya.
"Apa sebenarnya yang akan kau lakukan Karin-chan?" Tanya Kakashi yang bingung dengan perbincangan keduanya. "Chakra Kyuubi." Kakashi langsung membulatkan matanya ketika mendengar jawaban singkat dari Karin.
"Apa kau yakin? Jika kau menggunakannya kau pasti akan lepas kendali."
"Tenang saja Kakashi-sensei, aku sudah mengusai Chakra Kyuubi hingga level empat ekor." Kata Karin menyakinkan Kakashi. Lagipula chakra miliknya sudah berkurang setengahnya. Ia juga yakin Kakashi dan Kushina sudah kekuatang setengah chakra milik keduanya.
.
.
.
::~~~ TBC ~~~::
Maaf karena Lompoberang membuat pertarungannya menjadi dua chapter. Karena Lompoberang berusaha agar pertarungan terlihat lebih realistis walaupun sebenarnya tidak. Apa enaknya membaca Fict Adventure/Action jika pertarungan sangat singkat...
Dan untuk Chapter selanjutnya apa menurut Minna-san lebih baik Duo penggila seni tersebut dibunuh atau malah sebaliknya yaitu direkrut menjadi Anggota Uzushiogakure...Lompoberang minta pendapat dari Minna-san sekalian...
Balasan beberapa Review :
- Hemm..Lompoberang mendapati ada Flame yg menyusup di antara review positif dari para readers. Terima kasih atas Flame-nya dan semoga Flame anda tenang di alam sana XD...
- Untuk Kekkei Genkai Rantai Chakra milik Kushina, masih tetap ada. Lompoberang lupa menulisnya.
- Untuk jumlah chapternya, Lompoberang belum tahu pasti jadi ikutin saja terus perkembangannya.
- Untuk Sage Mode, Naruto belum pasti namun untuk Karin, mungkin saja ia akan mendapatkannya. Sementara Kushina, Lompoberang mungkin akan memberikan Kuchiyose yang lain entah itu karangan Lompoberang ataupun yang sudah ada di Canon.
- Pair Karin kemungkinan besar si Teme Pantat ayam, namun masih lama lagi akan direalisasikan.
- Mengenai Dei dan Sasori, nasibnya ada di tangan Minna-san. Apa mau dibunuh atau direkrut oleh Naruto. Jadi silahkan vooting menurut Minna-san bagus. Karena perkembangan Fict ini juga bergantung dari para readers. Jadi intinya para readers yang memberikan saran dan apabila saran itu cocok dengan rencana untuk alur Fict ini kedepannya maka akan diambil dan tinggal dipikirkan bagaimana cara merealisasikannya.
- Jadwal Updatenya tergantung cepat lambatnya Fict-nya selesai ditulis. Normalnya 4-7 hari dan paling lambat 10-15 hari.
- Sebenarnya Lompoberang juga kadang-kadang kesal dengan kata-kata yang hilang tersebut, karena setiap ingin diupdate pasti Lompoberang koreksi ulang dan setelah di Update kok banyak yang ilang. Mungkin ada yang error dgn akun ini (semoga sajak tidak).
Mungkin itu saja yang perlu dibahas mengenai Review dari Minna-san...Dan untuk Chapter ini Lompoberang ingin agar setidaknya meninggalkan jejak berupa Review...Arigatou.
:::::::::
.
.
See You at Next Chapter and Another Fict Lompoberang
:::LOMPOBERANG :::
:::LOG OUT :::
