Disclaimer © Masashi Kishimoto
The Chronicle Of Trio Uzumaki © Lompoberang
Rate : M
Warning : Typo dan Miss Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran, Ancur, GaJe, OOC, OC, StrongNaru, GodlikeNaru, Etc.
Genre : Adventure – Family – Romance – Friendship
Pair : Naruto X Kushina – Karin X ?
Yosshh dichapter ini saya melakukan perombakan pada Chara Sasori karena memutuskan untuk menjadikannya Shinobi Uzushiogakure.
Perombakan yang pertama adalah tubuh Sasori bukan sebuah Kugutsu dan yang kedua adalah kisah hidupnya saya menyamakan dengan kisah Sasuke di canon dimana ia hanya berniat membalaskan dendam kedua orang tunya yang mati di medan perang.
Untuk Deidara masih belum diketahui apa mau direkrut apa tidak. Untuk lebih jelasnya langsung saja ke cerita.
::
::
..:: CHAPTER 27 : KAZEKAGE RESCUE MISSION (PART II)::..
Di dalam sebuah gua yang lumayan luas terlihat dua pria yang tengah berdiri sambil memandangi satu sama lain. Di sekitar mereka ribuan Senbon dan ratusan kunai bermata tiga menancap di sana-sini. Sebuah bekas ledakan di bagian dinding gua yang berada di belakang pria pertama yang memiliki ciri-ciri berambut merah dengan wajah yang lumayan tampan.
"Wujud aslimu lumayan tampan juga rupanya." Puji pemuda yang kedua yang mempunyai ciri-ciri berambut pirang jabrik dan memilik tiga whisker di masing-masing pipinya. Ia memegang sebuah pedang hitam besar yang bernama Kakuto Yoru, pedang terkuat yang dimiliki oleh Klan Uzumaki.
"Hn ... Kau adalah orang pertama yang membuat salah satu Kugutsu milikku hancur hingga menampakkan wujud asliku." Balas pria berambut merah bernama Sasori.
"Bagaimana kalau kita lanjutkan saja?" Tanya Naruto dibalas anggukan pelan oleh pengguna Kugutsu tersebut. Naruto lalu menghilangkan Yoru dan memasukkannya kembali ke Fuin penyimpanan di lengan kirinya kemudian langsung berlari menuju ke Sasori.
Sesampainya di depan Sasori, Naruto langsung melayangkan pukulan lurus ke arah wajah tampan Sasori menggunakan tangan kanannya. Pengguna Kugutsu tersebut langsung memiringkan kepalanya lalu menangkap tangan kanan Naruto setelah melewati bagian samping kepalanya. Sasori langsung menggunakan kedua tangannya untuk membanting Naruto ke tanah, namun sebelum menyentuh tanah, Sang Uzukage langsung menghilang diikuti seberkah kilatang kuning dan muncul tidak jauh dari lawannya dimana disana tertancap sebuah kunai bermata tiga.
"Aku benar-benar kagum dengan kecepatanmu yang menyamai seseorang yang bergelar ... Kiroi Senko."Sasori menegakkan tubuhnya yang sebelumnya membungkuk karena berniat membanting Naruto.
"Aku memang anaknya!" Sasori tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya setelah mendangar balasan Naruto. Pantas saja ia mempunyai kemampuan yang mirip. Ternyata orang yang dilawannya merupakan keturunan langsung dari Sang Kiroi Senko.
"Sepertinya kau memang layak untuk menjadi lawan dari seni keabadian milikku." Sasori memperlihatkan sebuah seringani lalu mengeluarkan sebuah gulungan.
Pooft!
Kepulan asap putih langsung muncul di belakang Sasori. Setelah menghilang terlihat dua sosok berbeda yaitu Sasori yang berpose seorang pengguna Kugutsu dan dibelakangnya sebuah Kugutsu dari tubuh Sandaime Kazekage yang dikatakan pernah menghilang dan tidak pernah ditemukan sampai sekarang.
"Ayo kita mulai!" Sasori menggerakkan jari-jarinya sehingga membuat Kugutsu Sandaime Kazekage langsung melesat ke arah Naruto dengan kecepatan tinggi. "Senju Sōbu!" Gumam Sasori sambil merubah gerakan kesepuluh jari tangannya.
Kugutsu Sandaime Kazekage pun mengulurkan lengan kanannya ke dapan dan langsung berlipat ganda menjadi ratusan lengan Kugutsu yang menuju ke arah Naruto. Dengan cepat Yondaime Uzukage langsung melompat kesana kemari untuk menghindari serangan ratusan tanga Kugutsu itu.
Tap! Tap!
Naruto mendarat dengan baik namun Sasori belum selesai karena ia kembali mengubah gerakan jari-jarinya sehingga tanga-tangan Kugutsu tersebut langsung mengeluarkan gas beracun yang dengan cepat menyebar ke segalah arah.
"Percuma!" Naruto merapalkan sebuah Handseal dan sedikit menarik kaki kanannya kebelakang. "Fuūton : Daitoppa!"
Wussh!
Naruto langsung mengeluarkan hembusan angin yang lumayan kuat sehingga membuat gas beracun tersebut langsung tertiup ke arah orang yang mengeluarkannya sendiri yaitu Sasori. Namun sebelum gas beracun tersebut mencapai dirinya, Sasori kembali menggerakkan jari-jarinya membuat ratusan kunai langsung keluar dari ratusan lengan-lengan Kugutsu tersebut. Naruto tidak tinggal diam dan langsung merapalkan sebuah Handseal kemudian berjongkok dan menghentakkan kedua tangannya pada tanah.
"Doton : Doryūheki!" Sebuah dinding tanah yang memiliki ukiran pusaran air di bagian tengah muncul dari dalam tanah di depan Naruto.
Trank! Trank!
Jleb! Jleb!
Ratusan kunai dari lengan-lengan Kugutsu Sasori pun terpelanting ke mana-mana ketika menghantam dinding tanah sang Uzukage dan ada juga beberapa yang menancap di bagian yang tidak terlalu keras. Sementara itu di balik dinding tanah tersebut, Naruto tengah memfokuskan sensor miliknya untuk menentukan lokasi Sasori sebelum melancarkan serangan selanjutnya.
"Dapat!" Gumamnya lalu merapalkan Handseal lain. "Doton : Ganchūro no Jutsu!" Masih dalam keadaan berjongkok Naruto kembali menghentakkan tangannya ke tanah setelah menyelesaikan Handseal.
Di tempat Sasori berdiri, pemukaan tanah mulai bergemuruh dan secara perlahan pulahn tombak tanah mulai keluar. Tidak mau tertusuk dengan percuma, Pengguna Kugutsu itu langsung melompat ke arah kanan. Namun saat mendarat tombak tanah kembali mencuat di sekitarnya.
"Level orang ini pasti setara dengan seorang Kage." Sasori melompat ke kanan untuk kedua kalinya. Namun ia tidak mengetahui kalau tempat ia akan mendarat ada satu kunai bermata tiga yang menancap.
Tap!
Sriink!
Setelah mendarat sebuah kilatan kuning terlihat di depannya dan memunculkan remaja berambut jabrik yang siap menghantamkan sebuah bola yang berputar dengan kencang berwarna kebiruaan. Sebelum bola kebiruan tersebut menyentuh tubuhnya, Sasori menggerakkan jari-jarinya.
"Rasengan!"
Duarr!
Ledakan yang berintensitas kecil pun tercipta ketika Naruto menghantamkan Jutsu ciptaan Ayahnya. Setelah efek ledakan menghilang, Naruto menyipitkan matanya karena bukannya Sasori yang terkena Jutsu tersebut melainkan sesuatu berwarna hitam yang mirip dengan pasir padat berbentuk persegi kecil.
"Apa ini?" Naruto lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kugutsu Sandaime-Kazekage yang berada tidak jauh dari tempatnya. Dan melihat kedua telapak tangan Kugutsu tersebut mengeluarkan sesuatu mirip pasir namun berwarna hitam dan tersambung dengan persegi yang menahan jutsu yang baru ia hantamkan.
"Itu adalah pasir hitam. Satu-satu orang yang bisa menggunakannya adalah Sandaime-Kazekage yang sekarang menjadi bagian dari koleksiku." Suara Sasori yang menjawab pertanyaan Naruto mengenai benda hitam tersebut terdengar di telinga sang Uzukage.
"Pasir hitam?" Naruto melompat menjauh dari benda tersebut karena pemuda itu belum mengetahui secara pasti mengenai benda yang baru pertama kali ia lihat. Dan menurutnya pasir hitam tersebut pasti memiliki efek samping jika sampai terkena.
"Baiklah, sekarang giliranku untuk menyerang." Sasori melompat mundur sambil menggerakkan jari-jarinya. "Satetsu Kesshū!"
Kugutsu Sandaime-Kazekage langsung terbang tinggi menuju langit-langit gua. Setelah merasa cukup dengan ketinggiannya. Pasir hitam dengan jumlah banyak langsung dikeluarkan oleh Kugutsu tersebut. Setelah terkumpul, Sasori mengkompresnya hingga membentuk sebuah kubus besar yang sangat padat.
"Menghilanglah bersama seniku!"
Kubus tersebut langsung menukik ke arah Narut dengan kecepatan tinggi. Dengan cepat sang Uzukage tersebut langsung menghilang diikuti seberkah kiltang kuning sebelum kubus tersebut menghantamnya.
Duaar!
Sebuah dentuman keras pun menggema di dalam gua tersebut ketika kubus pasir hitam milik Sasori menghantam tanah. Belum selesai sampai disitu, Kugutsu Sandaime-Kazekage kembali mengeluarkan pasir hitam dalam volume sangat banyak dan langsung dikompres menjadi bentuk segitiga.
"Tck! Datang lagi satu benda aneh!" Naruto melihat segitiga tersebut mengerah ke dirinya. "Tapi itu percuma saja!" Pemuda itu mengambil ancang-ancang untuk berpindah tempat menggunakan tehnik andalah ayahnya yaitu Hiraishin.
Sriink!
Duaar!
Naruto kembali menghilang dikuti seberkah kilatan kuning sebelum segitiga besar tersebut menghantam tempatnya berdiri. Sang Uzukage pun muncul di tempat yang terdapat kunai bermata tiga yang posisinya berjarak sekitar 50 meter dari Sasori.
"Begitu rupanya, kunai bermata tiga tersebut adalah media untuk ia gunakan berpindah, ternyata ini rahasia dari tehnik Kiroi Senko." Pikir Sasori yang menganalisa Hiraishin milik Naruto. Sedangkan Uzukaga muda yang mampu mengetahui pemikiran seseorang hanya mendecih.
"Kau baru mengetahui salah satu cara bertarungku, bagaimana jika aku memperlihatkan yang lainnya." Naruto memperlihatkan sebuah seringai tipis yang ditujukan kepada Sang Pengguna Kugutsu tersebut.
.
.
.
Sementara itu di hutan yang berada jauh dari lokasi gua tempat pertarungan antara Naruto dan Sasori. Empat orang tengah bersiap melakukan ke level yang lebih tinggi dimana salah satu dari mereka akan menggunakan kekuatan dari Bijuu terkuat yaitu Kyuubi no Yuko.
"Apa kau yakin ingin menggunakannya Karin-chan?" Kushina menyakinkan gadis berambut merah di dekatnya agar tidak menggunakan Chakra Kyuubi karena ia pernah melihat Karin berlatih menggunakan chakra Kyuubi saat melawan kekasihnya lalu pingsan setelah menggunakannya.
"Aku yakin, lagipula aku mendeteksi chakra Nee-chan dan Kakashi-sensei sudah habis setengahnya." sang Jinchuriki dari Kyuubi Yang pun mengeluarkan alasannya kenapa ia mau menggunakan Chakra Kyuubi. "Baiklah, tapi kau jangan menunjukku jika Naruto-kun berkoar-koar karena hal ini." Kushina untuk memberi peringatan sambil berkacak pinggang pada Karin mengingat Naruto yang sering mengomel jika sesuatu terjadi pada keduanya.
Karin dan Kushina pernah sekali diomeli Naruto selama hampir 3 jam karena Karin menggunakan chakra Kyuubi tanpa sepengetahuan Naruto ketika melakukan sebuah misi mengantar paket ke Kirigakure. Mereka berangkat bersama Kiyoshi dan dihadang puluhan bandit yang hendak merampas seluruh bahan bawaan mereka.
"Apa sudah kalian sudah selesai ~un?" Sang manusia bom yang dari tadi dihiraukan karena pembicaraan ketiganya pun mengeluarkan pertanyaan dengan nada mengejek sambil menunjuk-tunjuk ketiga orang di depannya.
"Belum! Kau bisa tunggu beberapa hari lagi!" Balas Karin dengan nada yang terdengar mengejek juga membuat Deidara menjadi kesal dan langsung memasukkan kedua tangannya di penyimpanan tanah liat miliknya.
"Memangnya siapa kau ~un ... ingin memerintahku seenaknya ~un!" Umpat Deidara kesal lalu mengeluarkan kedua tangannya dan langsung melempar puluhan tanah liat berbentuk burung.
Karena ketiganya belum siap karena pembicaraan kecil tadi. Kakashi yang berada di kanan langsung memfokuskan chakranya pada mata kirinya yang merupakan pemberian dari teman semasa kecilnya. "Ini adalah yang terakhir bisa kulakan! Karena ini memakan setengah dari chakraku!" Kata Kakashi dibalas anggukan oleh Karin dan Kushina.
"Kamui!"
Mata kiri Kakashi langsung berputar dan membentuk Mangekyo Sharingan dan didepan puluhan tanah liat berbentuk burung tersebut langsung tercipta sebuah portal dimensi yang langsung menghisap puluhan tanah liat berbentuk tanah liat tersebut.
Bruuk!
Sang Copy Ninja tersebut langsung oleng dan menopang tubuhnya dengan lutut kiri dan kedua tangannya di tanah. Ia lalu menoleh ke arah duo Uzumaki dan mengangguk. "Kuserahkan pada kalian berdua!" Katanya dengan nada yang terdengar pelan karena efek penggunaan Mangekyo Sharingan.
Duo Uzumaki mengangguk pelan. "Aku yang akan menyerang pertama!" Kushina mengeluarkan gulungan kecil dari kantong kecil di bagian kiri dada rompi Jounin Uzushiogakure yang ia kenakan lalu membuka dan mengalirkan sedikit chakra miliknya pada gulungan itu.
Poft!
Sebuah pedang tipis berbentuk jarum bernama Nuibari kembali dikeluarkan oleh Kushina karena ia memasukkan kembali sebelum mereka melakukan serangan jarak jauh sebelumnya. Dengan hadiah dari Naruto di tangannya, Kushina langsung berlari dengan kecepata Jounin ke arah Deidara yang terlihat kembali ingin mengeluarkan tanah liat.
"Tidak akan kubiarkan~ttebane!" Kushina melempar Nuibari ke arah Deidara.
Syuut! Jleeb!
Belum sempat mengeluarkan tanah liat miliknya Deidara langsung melompat ke kiri untuk menghindari Nuibari sehingga membuat pedang berbentuk jarum tersebut menancap pada pohon di belakang Deidara.
Kushina mengubah arah berlari sambil mengeliminasi jaraknya dengan Deidara. Sesampainya di depan Manusia Bom tersebut, ia langsung menarik Nuibari menggunakan senar yang tersambung dengan Nuibari di tangan kirinya.
"Karin-chan!" Teriak Kushina sambil menyerang secara brutal menggunakan Nuibari ke Deidara yang dengan mudah dihindari.
Setelah tebasan terakhir dari Nuibari dihindari oleh Deidara, ia melompat mundur dan setelah mendarat ia langsung melebarkan matanya ketika merasakan tekanan chakra yang sangat kuat dari arah belakang.
Duag!
Bersamaan saat ia membalikkan tubuhnya, Deidara harus rela terkena pukulan telat di bagian wajahnya yang dilancarkan oleh Karin yang sudah diselubungi chakra kemerahan yang memiliki telinga dan sebuah ekor yang bergoyang-goyang dengan liarnya.
Tidak ada yang berubah dari fisik Karin ketika ia menggunakan chakra Kyuubi Yang. Hanya kecepatan dan kekuatan fisik yang bertambah (Bayangin ketika Rookie 12 menggunakan chara Kyuubi pemberian Naruto di PDS 4 minus di bagian ekor). Kakashi yang melihat Karin menggunakan chakra Kyuubi tanpa kehilangan kontrol hanya bisa tersenyum bangga.
"Sensei! Anda memiliki dua anak yang hebat." Pikirnya untuk kesekian kalinya melihat kemampuan kedua keturunan dari Senseinya tersebut. Sang sulung yang memiliki pemikiran tinggi serta kemampuan yang sudah setara dengan seorang Kage dan Sang bungsu yang mampu menggunakan Chakra Kyuubi tanpa kehilangan kontrol mengingat Kyuubi dikatakan memiliki kebencian besar.
Kembali ke Deidara dan Karin. Sang manusia bom belum sempat memperbaiki posisinya setelah mendapat pukulan. Kembali harus menelan pil pahit melihat Karin yang diselubungi chakra Kyuubi bersiap melakukan sebuah tendangan kaki kanan.
Duagh! Zwuush!
Duarr!
Karin langsung menghantam kaki kanannya pada perut Deidara hingga membuatnya terhempas dan menabrak sebuah pohon di belakangnya. Belum sampai disitu, adik dari Uzukage langsung berlari dengan gaya seperti shinobi seperti biasanya ke arah tempat ledakan kecil yang diakibatkan oleh Deidara.
"Tomat sialan!" Deidara berusaha memperbaiki posisinya yang tergeletak akibat tendangan keras dari Karin yang sudah memasuki Chakra Kyuubi ekor satu.
"Kau akan-"
Duagh!
Belum sempat menyesaikan kalimatnya, Deidara kembali terkena pukulan tangan kanan oleh Karin yang dilakukan sambil melompat di atas Manusia Bom itu. Hasilnya Deidara langsung menghantam tanah dengan kerasnya.
"Masih belum!" Gumam Karin yang masih berada di udara sambil menyatukan kedua tangannya.
Duaar!
Sebuah ledakan kecil ditambah kepulan debu kecil pun tercipta ketika Karin menghantam kedua tangannya pada perut Deidara yang masih dalam posisi terlentang di tanah. Setelah kepulan debu menghilang terlihatlah Deidara yang memuntahkan darah segar dan di bagian perutnya kedua tangan Karin belum ditarik.
"Kisama!" Deidara kesal dan berusaha untuk memasukkan tangannya di penyimpanan tanah liat miliknya, namun Karin menyadari hal tersebut.
Karin menarik tangan kanannya kemudian dikepal dengan eratnya. Adik Naruto langung mengarahkan tangan kanannya ke arah wajah Deidara.
Duagh!
Bogem mentah yang dilapisi chakra Kyuubi pun kembali menghantam wajah Deidara dengan kerasnya hingga akhirnya membuat Manusia Bom tersebut pingsan dan tanah di bawahnya sedikit retak. "Nee-chan!" Kata Karin pada Kushina yang berada di dekatnya.
Kushina mangangguk paham lalu melempar sebuah kunai ke arah jam 10 tepatnya pada sebuah dahan pohon yang diatasnya sesosok mahluk berbentuk Venus Flytrap bertengger.
"Mereka menyadarinya!" gumam mahluk tersebut lalu masuk ke dalam batang pohon sebelum kunai yang dilempar Kushina mengenai tubuhnya.
"Jangan remehkan kemampuan sensorik milikku mahluk aneh, aku sudah menyadari keberadaanmu sejak tadi." Kata Karin sebelum mahluk tersebut terhisap sempurna ke dalam dahan pohon tempatnya muncul.
.
.
Mini Flashback Few Minutes Before
Saat Karin dan Kushina bersiap melakukan Jutsu jarak jauh milik mereka, Karin tiba-tiba merasakan keberadaan orang lain selain mereka berempat di area tersebut.
"Sepertinya orang itu hanya bertugas mengamati pertarungan ini." Gumam Karin yang menganalisa keadaan karena dari tadi mahluk tersebut hanya bersembunyi di salah pohon tidak jauh dari tempatnya.
"Aku harus memberitahu Nee-chan untuk bersiaga mengenai orang ini." Pikirnya lagi.
Skip Time
Kakashi, Karin dan Kushina kini berdiri di depan Deidara. Saat Duo Uzumaki tersebut membicarakan mengenai chakra Kyuubi. Di sela-sela pembicaraannya, Karin membisikkan sesuatu yang ternyata adalah menyuruh kekasih dari kakaknya untuk bersiaga untuk menyerang seseorang.
"Aku mengerti!" Balas Kushina. Lalu melanjutkan pembicaraan mereka mengenai Chakra Kyuubi.
Flashback End
.
.
"Sepertinya ia sudah tidak berada di sini." Karin menjauh dari Deidara yang sudah tidak sadarkan diri. "Mungkin ia ke tempat Nii-chan." Tambahnya dibalas anggukan oleh Kushina.
"Kurama-chan, beritahukan ke Nii-chan agar berjaga-jaga mengenai orang yang tadi." Karin melalui telepatinya memberitahukan kepada Kurama Yang di dalam tubuhnya untuk memberitahukan mengenai hal ini pada Kurama Yin di tubuh Naruto. "Baik Karin-chan!" Balas Kurama Yang lalu menutus telepati mereka.
"Kenapa kau tidak membunuhnya Karin-chan?" Kakashi menghampiri ketiga dengan raut wajah kelalahan, mata kirinya pun sudah ditutup kembali dengan Hitae-atte miliknya.
"Nii-chan menyuruh kami untuk membuat lawan kami pingsan untuk diintrogasi mengenai organisasi mereka serta pemimpinnya."Dan mungkin saja Naruto-kun ingin menjadi orang ini sebagai anggota dari desa kami." Tambah Kushina mengingat Naruto selalu saja mempunyai cara untuk membujuk seseorang untuk bergabung dengannya agar memperkuat desa Uzushiogakure.
"Begitu yah, Naruto benar-benar serius untuk membangun kembali desa leluhur kalian." Kakashi manggut-manggut mengerti mengenai perkataan Kushina tentang merekrut walaupun musuh kali ini yang ingin Naruto rekrut adalah seorang kriminal.
"Lalu apa yang akan kalian pada orang ini? pasti ia sebentar lagi akan sadarkan diri." Tambah Jounin berambut silver tersebut mengingat orang-orang di Akatsuki dikatakan sangatlah kuat.
Kushina lalu mengeluarkan sebuah toples kecil berisi pil berwarna kemerahan. Ia kemudian mengambil satu pil lalu membungkuk dan memasukkan pil tersebut ke mulut Deidara yang sudah tidak sadarkan diri lagi. Namun belum sempat ia memasukkan pil itu kemulut Deidara. Tiba-tiba saja Deidara langsung sadar dan melompat menjauh dari ketiganya.
"Kalian akan kubalas lain kali ~un!" Deidara merapalkan sebuah Handseal. "Doton : Moguragakure no Jutsu!"
Karin yang masih dalam keadaan diselumuti chakra Kyuubi langsung melesat ke arah manusia bom tersebut, namun ia terlambat karena tanah tempat berpijak Deidara menjadi halus dan menjadi sebuah pasir yang langsung menghisap tubuhnya.
Sreet!
"Sial dia kabur!" Karin menggunakan kaki kirinya sebagai rem sebelum ia memasuki area yang menjadi pasir akibat dari jutsu yang dikeluarkan Deidara untuk melarikan diri. Setelah berhenti ia langsung menghentak-hentakkan kakinya. "Nii-chan pasti akan marah."
Kushina berjalan menghampiri adik dari kekasihnya itu. Sesampainya di sana ia langsung menepuk pundak gadis yang masih diselimuti chakra kemerahan. "Biar aku yang menjelaskannya ke Naruto-kun."
Karin menoleh ke arah Kushina dengan terlihat memastikan bahwa gadis itu yang akan menjelaskannya ke Naruto. "Benarkah?" Kushina mengangguk menjawab pertanyaan dari Karin sambil tersenyum. Karin lalu menghilangkan chakra Kyuubi yang menyelubungi tubuhnya.
"Lebih baik kita bantu Kakashi-sensei!" Karin mengangguk kecil kemudian mengikuti Kushina yang sudah mendahuluinya untuk menghampiri Jounin bermasker itu.
.
.
.
Saat ini Naruto tengah sibuk menghindari serangan kubus dan segitiga besar milik Sasori, Sang Uzukage tidak diberi kesempatan sedikit pun untuk membalasnya. Apalagi tidak ada satu pun kunai miliknya yang berjarak cukup dekat dengan Sasori. Walaupun seperti itu, keadaan Naruto bisa dibilang tidak terdesak sama sekali karena ia dengan mudahnya menghindari serangan-serangan dari Sasori.
"Sepertinya aku harus menghilang dua benda merepotkan ini dulu." Naruto kembali menghilang diikuti seberkah kilatan kuning untuk kesekian kalinya sebelum sesuatu menghantam dirinya.
Duar!
Kubus berukuran besar yang dikompres dari pasir hitam Sasori kembali menghantam tempat Naruto berdiri sebelum menghilang. Setelah muncul Naruto langsung merapalkan sebuah Handseal dan menghentakkan tangannya di tanah. Namun sebelum Naruto mengeluarkan jutsunya, pasir hitam berbentuk segitiga milik Sasori kembali mengarah ke dirinya, dengan cepat Naruto langsung melompat ke kanan karena hanya ujung segitiga tersebut yang mengarah ke dirinya.
Tap!
Setelah mendarat Naruto merapalkan kembali Handseal yang tertunda karena serangan Sasori kemudian berjongkok dan menghentakkan kedua tangannya di tanah. "Mukoton : Hotei no Jutsu!"
Empat tangan raksasa yang terbuat dari kayu langsung muncul di sekitar segitiga tersebut dan langsung memegang benda itu dengan erat sehingga tidak dapat digerakkan oleh Sasori.
Sasori melihat salah satu senjata miliknya ditahan tidak dapat menahan kekesalannya. Namun ia tidak tinggal diam dan langsung mengarah kubus ke arah Naruto. "Sialan!"
"Sekarang tinggal yang satu itu!" Bukannya berlari menghindari kubus tersebut, pemuda itu malah berlari menuju ke kubus tersebut sambil membuka telapak tangan kanannya.
Perlahan di telapak tangannya tercipta sebuah bola yang berputar dengan cepat dan bukan hanya itu, ia juga memasukkan chakra Kekkai Genkai Hyotoun miliknya ke dalam jutsu ciptaan ayahnya. Perlahan di sekitar Rasengan tersebut mulai bermunculan partikel-partikel es yang membentuk empat cincin yang mengelilingi Rasengan tersebut.
"Rasen Hyoūgan!"
Sambil menyerukan nama jutsu variasi dari Rasengan yang ia ciptakan, Naruto melompat ke arah kubus tersebut dan langsung menghantamkan dengan Rasengan perpaduan Chakra Hyouton ke kubus tersebut.
"Apa itu?" Sasori memasang wajah penasaran melihat sesuatu di tangan Naruto, namun wajah penasarannya langsung tergantikan dengan keterkejutan.
Perlahan tapi pasti pasir hitam yang terkompres membentuk kubus tersebut mulai membeku akibat terkena Jutsu milik Naruto hingga akhinya membeku dengan sempurna. Naruto lalu menarik tangan kanannya kemudian mengalirkan sedikit chakra ke tangan kirinya dan langsung dihantamkan pada kubus yang sudah membeku tersebut.
Duagh! Krakk! Krakk!
Prang!
Kubus yang sudah membeku tersebut pun hancur berkeping-keping menyisahkan serpihan-serpihan es kecil dan diantara serpihan-serpihan es tersebut Naruto melayang dengan posisi tangan kiri masih terkepal. Perlahan gravitasi mulai mempengaruhi pemuda dan akhirnya mendarat sempurna di atas permukaan tanah yang di sekitarnya bercecer serpihan es berjumlah banyak.
"Merepotkan!" Naruto memperbaiki posisi berdirinya menjadi tegak dan menatap tajam ke arah lawan di depannya yang terlihat kesal bukan main karena salah satu senjata andalannya di hancurkan dengan mudahnya.
"Sekarang tinggal yang satu itu." Naruto menoleh ke arah pola segitiga besar yang masih tertahan Mokuton miliknya. Pemuda itu merapalkan Handseal yang hendak meremas segitiga besar tersebut menggunakan Mokuton berbentuk tangan kayu raksasa yang menahannya.
"Tidak akan kubiarkan!" Sasori menggerakkan jari-jarinya sehingga Kugutsu Sandaime-Kazekage melesat ke arah Naruto dengan pasir hitam berbentuk pedang di kedua lengannya.
"Itulah yang kutunggu!" Naruto melepaskan kembali Handseal lalu menciptakan sebuah Rasengan di tangan kanannya kemudian membalik badannya sambil menggerakkan tangan kanannya.
"Rasengan!"
Duar! Prang!
Setelah berbalik Naruto langsung melompat menghampiri Kugutsu Sandaime-Kazekage sambil memajukan tangan kanannya. Kugutsu andalan itu pun hancur berkeping-keping begitu pula dengan semua pasir hitam yang berada di gua itu. Bagian-bagian tubuh Kugutsu Sandaime-Kazekage yang hancur pun melewati tubuh Naruto yang berada di udara.
Tap!
Bersamaan dengan mendaratnya Naruto, bagian-bagian tubuh Kugutsu yang hancur itu jatuh berserakan di permukaan gua. Tidak mau kehilang kesempatan karena lawannya sekarang tidak memiliki senjata, pemuda itu langsung berlari ke arah lawannya dengan kecepata High Jounin.
Sreek!
Naruto menggunakan kaki kanannya sebagai rem ketika mencapai Sasori lalu menarik dan mengepal tangan kananya kebelakang. Pengguna Kugutsu itu hendak melompat mundur namun lawannya sudah terlebih dahulu mengambil tindakan.
Duagh!
Bogem mentah pun mendarat mulus di pipi kiri Sasori hingga membuat kepalanya sedikit oleng kekiri. "Masih belum!" Naruto menarik tangannya kemudian memundurkan sedikit kaki kirinya. Sedetik kemudian langsung diayunkan ke arah pinggul kanan pemuda di depannya.
Duag! Krak!
Suara dentuman keras ditambah retakan pun terdengar di pinggul kanan Sasori ketika terkena tendangan kaki kiri Naruto. "Kisama!" Naruto menghiraukan umpatan dari lawannya kemudian mengepal kembali tangan kanannya namun kali ini ia menambahkan sedikit chakra agar memperkuat efek pukulannya.
Duaagh!
Naruto menarik kaki kirinya dan setelah menyentuh tanah, ia langsung mengarahkan bogem di tangan kananya ke arah wajah Sasosri. Beberapa tetes air liur pun disemburkan oleh pengguna Kugutsu itu. Tetapi Naruto bukannya menarik tangan kanannya yang masih menempel di wajah Sasori, ia malah mendorong tangannya dan dorongan itu semakin kuat karena pemuda pirang itu menggunakan kaki kirinya sebagai alat bantu dorongan dengan cara mengankatnya kebelakang.
Zwuush!
Dengan raut wajah yang terkesan jelak, Sasori terhempas dengan kuatnya saat Naruto mendorong pukulan tangan kanannya. Sementara itu pelaku terhempasnya pengguna Kugutsu itu kini memperbaiki posisi berdirinya sambil melihat Sasori terhempas.
Duaar!
Sasori pun menghantam dengan keras dinding gua sehingga membuat kepulan debu mengepul di tempat itu. Setelah kepulan debu menghilang tubuh Sasori terlihat menempel di kawah bekas hantaman tubuhnya pada dinding itu.
Naruto yang melihat kesempatan emas untuk mengorek informasi dan mungkin ia bisa merekrut pengguna Kugutsu tersebut menjadi anggota shinobi Uzushiogakure langsung merapalkan sebuah Handseal sambil berjalan ke arah dinding gua itu. "Mokuton!"
Puluhan batang-batang kayu pun tumbuh di dinding sekitar Sasori dan langsung mengikat tubuh pengguna Kugutsu tersebut. tidak mau lengah sedikit pun, sang Uzukage muda itu bahkan mengikat kesepuluh jari-jari mengingat bagian tubuh itulah yang menjadi media untuk melakukan tehnik-tehnik dari seni bermain boneka.
"Waktunya mencari penguntit itu!" Naruto lalu menoleh ke arah samping kirinya kemudian mengeluarkan satu kunai bermata tiga dari dalam Fuinjutsu penyimpanan di lengan kirinya. "Enyalah dari situ mahluk aneh!" Naruto langsung melempar ke arah sesuatu berbentuk tanaman Venus Flytrap di salah satu batu di gua tersebut.
"Sebenarnya sehebat apa sensor milik Klan Uzumaki sih!" Dengan nada terdengar malas, Mahluk itu berkata demikian dan perlahan masuk ke dalam batu tempatnya menempel sehingga kunai yang dilempar Naruto hanya menancap di batu itu.
"Sepertinya ia sudah tidak berada disini lagi!" Naruto berbalik dan berjalan ke arah Sasori yang sudah tidak dapat bergerak lagi karena teringat Mokuton. "Bagaimana Kurama?"
"Sama! Aku sudah tidak mendeteksi niat jahat lagi selain lawanmu tadi di sekitar sini." Naruto mengangguk mengerti kemudian memutus telepatinya dengan mahluk di dalam tubuhnya.
"Apa yang akan kau lakukan, bocah sialan!" Sasori membentak pemuda yang sudah berada di depannya yang hanya memasang wajah datarnya. "Aku tahu, kau belum mengeluarkan semua kekuatanmu sewaktu bertarung tadi."
"Tentu saja-"
"Bagaimana jika kau menggunakan kekuatanmu untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti dibanding dimanfaatkan oleh seseorang yang hanya ingin merusak dunia ini." Sasori langsung menatap tajam pemuda yang memotong perkataannya barusan.
"Kalau boleh aku tahu, bagaiman rupa ketua dari organisasi ini?" Sasori hanya menampilkan sebuah seringai kepada Naruto, ia tahu pemuda di depannya ini berniat mengorek informasi darinya. Sementara Naruto yang melihat seringai itu, masih setia menunggu jawaban yang akan dikeluarkan oleh Sasori.
"Tidak mau juga tidak apa, tapi yang kutahu kau bukanlah seseorang yang jahat. Kau hanya seseorang yang kehilangan arah karena orang yang sangat berarti bagimu direnggut oleh kejamnya dunia shinobi." Naruto langsung tersenyum ketika melihat perubahan ekspresi dari Sasori, dari kesal menjadi sulit diartikan.
"Apa maksudnya kehilangan arah, dan bagaimana ia tahu kalau aku kehilangan kedua orang tuaku di medan perang." Naruto hanya bisa memuji dirinya sendiri dalam hati karena kata-kata yang tadi ia lontarkan hanyalah hipotesis semata. Namun hal tersebut ternyata benar ketika ia mengetahui apa yang dipikirkan orang di depannya.
"Seperti dugaanku." Pengguna Kugutsu itu langsung menatap Naruto penuh tanda tanya. "Bagaimana kalau kau keluar dari organisasi ini dan menjadi salah satu shinobi desa yang sedang aku bangun."
"Bagaimana?" Naruto sabar menanti jawaban dari Pengguna Kugutsu di depannya ini.
"Tck! Itu sama saja, karena kau hanya memanfaatku saja sebagai seorang shinobi desamu." Sasori mengumpat kesal karena tawaran Naruto menurutnya sama dengan Akatsuki yang hanya memanfaatkan kekuatannya untuk mengumpulkan Bijuu.
"Tidak!" Naruto menggelengkan kepalanya. "Di desa yang ku bangun itu. Tidak ada yang namanya dimanfaatkan, aku menganggap mereka semua adalah keluarga." Naruto menghela nafasnya lalu memperlihatkan sebuah senyuman tipis ke arah Sasori.
"Aku sama sepertimu, kehilangan orang yang berharga bagiku yang direnggut oleh kejamnya dunia shinobi ini. Bahkan yang kualami lebih parah dimana aku kehilangan kedua orang tuaku tepat di saat hari kelahiranku."
"Aku membangun desa leluhurku yaitu klan Uzumaki dengan mengumpulkan orang-orang yang mengalami penderitaan yang sama dengan kita agar mereka dapat merasakan kembali hangatnya rasa kekeluargaan." Naruto menundukan kepalanya sejenak sambil membuang nafas ringan kemudian mendongak dan menatap Sasori.
"Jadi apa kau mau menjadi bagian dari keluarga dari desaku atau memilih mati sebelum merasakan kembali apa itu keluarga?"
(AN : Sasori disini belum sepenuhnya menjadi sebuah Kugutsu jadi ia masih punya hati broo)
.
.
Beberapa menit tidak mendapat jawaban dari Sasori membuat Naruto memperkirakan kalau Sasori lebih memilih mati. Sang Uzukage muda itu lantas menghela nafas lalu merepalkan Handseal secara pelan. Namun sebelum ia menyelesaikan Handseal-nya Sasori langsung berkata. "Baiklah! Aku masih ingin merasakan yang namanya keluarga."
Naruto tersenyum mendengar hal tersebut. "Apa kau mendeteksi ada niat jahat darinya Kurama?" Naruto yang masih ragu mengenai Sasori langsung menyuruh Kurama untuk mendeteksi niat jahat dari Sasori. "Negatif Naruto, ia benar-benar ingin merasakan kembali yang namanya keluarga. Niat jahat di dalam dirinya langsung menghilang begitu saja ." Naruto pun mengukit senyum tipis kemudian melepaskan Mokuton yang mengikat anggota baru Uzushiogakure di depannya.
"Baiklah Sasori-nii, untuk saat ini tinggallah dulu di dimensi milikku agar Akatsuki mengira kau sudah aku bunuh." Sebuah sensasi yang pernah pengguna Kugutsu itu rasakan ketika kedua orang tuanya masih hidup, ketika mendengar Naruto memanggilnya kakak serta melihat senyum dari Naruto.
"Rasanya seperti saat bersama Tou-san dan Kaa-san ketika ia memanggilku seperti itu." Naruto semakin melebarkan senyumnya ketika mendengar pemikiran Sasori. Ia lalu merapalkan sebuah Handsela. "Jikkukan Hori!"
Sebuah gerbang dimensi muncul di samping Naruto. "Masuklah dan ketika sudah berada di sana berhati-hatilah terdapa Isobu-san atau lebih tepatnya Sanbi." Pengguna Kugutsu itu sedikit tersentak mendengar bahwa di dalam dimensi Naruto terdapat Bijuu.
"Di situ juga ada pondok kecil, masuklah ke ruangan penyimpanan gulungan-gulungan. Aku mempunyai beberapa gulungan mengenai Kugutsu yang bisa Sasori-nii baca." Sasori mengangguk paham kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam gerbang dimensi di depannya.
Setelah Sasori memasuki dimensi miliknya, Naruto menutup kembali pintu dimensi itu. Ia menghela nafas sejenak. "Satu lagi orang yang kuselamatkan dari jurang tanpa dasar." Pemuda itu pun melangkahkan kakinya menuju pintu keluar gua tersebut.
.
.
.
Sementara itu di depan gua itu. Nenek Chiyo sedang menunggu kedatangan yang lain. Nenek itu duduk di samping tubuh yang sudah tidak bernyawa Godaime-Kazekage desanya. Beberapa menit menunggu yang lain, akhirnya Tim Kakashi, Karin dan Kushina yang pertama kali tiba dan langsung menghampiri Nenek Chiyo dan Gaara.
"Dimana Nii-chan?" Karin mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kakaknya. Jounin bermasker di samping gadis tersebut menoleh ke arah mulut gua dan mendapati Naruto berjalan keluar dari sana. "Itu dia!"
Karin, Kushina dan Chiyo pun ikut menoleh ke arah mulut gua. "Itu artinya Naruto sudah mengalahkan Sasori." Ketiga orang di dekatnya pun mengangguk setuju dengan hal tersebut. lantasan dilihat dari kondisi Naruto yang berjalan sambil tersenyum tipis menandakan ia memenangkan pertarungan di dalam gua tersebut.
Tap! Tap! Tap!
Ketujuh orang yang bertugas untuk membuka Kekkai pun tiba setelah melalui pertarungan yang sulit melawan tiruan mereka sendiri. "Kenapa kalian lama sekali?" Jounin bermasker yang terlihat kelelahan bertanya pada ketujuh orang tersebut dengan nada pelan.
"KAMI MELAWAN MUSUH YANG MEMPUNYAI SEMANGAT YANG MEMBARA!" Semuanya langsung sweatdrop mendengar teriakan penuh semangat dari Monster Hijau Konoha. Namun sweatdrop mereka seketika hilang ketika melihat Gaara yang berbaring di samping nenek Chiyo.
"Ada apa dengan Gaara?" Semuanya mengangguk mengenai pertanyaan yang dilontarkan oleh Gadis berambut merah yang mengenakan kacamata yang berdiri di samping Kakashi.
"Ia tewas karena Bijuu di dalam tubuhnya diekstrak secara paksa oleh Akatsuki." Semuanya langsung syok mendengar jawaban dari Naruto yang baru saja tiba dan sempat mendengarkan pertanyaan dari adiknya.
"I-itu bohongkan?"
"Itu adalah kenyataan dari seorang Jinchuriki." Naruto menoleh ke Ninja Konoha dengan tatapan tajam untuk memberitahukan sekejam apa sebenarnya menjadi seorang Jinchuriki. Bukan hanya dibenci oleh penduduk, mereka juga sangat mudah dibunuh hanya dengan menarik paksa Bijuu dari dalam tubuh mereka.
Sakura yang notabene seorang Medic-nin hendak berjongkok dan menyalurkan chakra medic-nya pada Gaara namun dihentikan oleh Naruto. "Percuma! Kazekage-dono sudah tidak diselamatkan dengan apapun."
"Hey! Naruto kenapa kau bisa setenang itu ketika melihat seseorang mati di depan matamu." Suasana yang tadinya sedih kini berganti menjadi panas ketika Neji membentak Uzukage muda itu. "Itu karena aku sudah beberapa kali melihat orang yang berharga bagiku mati di depan mata kepalaku."
Naruto menoleh ke arah Karin dan Kushina secara bergantian yang dibalas anggukan. "Maaf Naruto-kun, lawan kami kabur." Pemuda itupun mengangguk setelah mendengar perkataan dalam hati dari kekasihnya.
"Sebenarnya masih ada cara untuk menyelamatkan Gaara." Semuanya langsung menoleh ke arah Nenek Chiyo. "Jangan bilang-"
"Ya...aku mempunyai sebuah Kinjutsu yang dapat mengembalikan hidup seseorang." Chiyo dengan cepat memotong perkataan dari Kakashi.
"Namun harus dibayar dengan nyawa sendiri." Nenek Chiyo menoleh ke arah Naruto yang menambahkan perkataannya barusan. Semua orang yang berada disana pun terkejut mendengar bayaran dari jutsu itu. Tetua Sunagakure itu mengangguk mengiyakan perkataan Naruto kemudian berjongkok di samping kanan Gaara.
"Apa anda yakin ingin melakukan hal ini Chiyo-baasama?" Tanya Naruto sambil ikut berjongkok di depan nenek Chiyo/di samping kiri Gaara. Nenek Chiyo tersenyum simpul ke pemuda itu. "Aku yakin...Lagipula Kazekage lebih dibutuhkan oleh Suna dibanding nenek tua yang sudah renta sepertiku."
Sebelum nenek Chiyo memulai Handseal, Naruto tiba-tiba saja memegang tangan kiri nenek Chiyo. "Sebelum itu ada yang ingin aku katakan pada anda, Chiyo-baasama." Keduanya pun menghilang diikuti seberkah kilatang kuning yang membuat semuanya bertanya-bertanya. Sepenting apakah hal yang ingin dikatakan Naruto sehingga ia dan Nenek Chiyo harus berbicara di tempat lain.
.
.
.
Di bekas pertarungan Naruto melawan Sasori yaitu di dalam gua tersebut. Naruto dan Nenek Chiyo muncul diikuti seberkah kilatan kuning. "Apa yang ingin kau bicaraka Nak?" Nenek Chiyo langsung bertanya to the point apalagi mereka berdua harus berbicara empat mata.
"Tadi sebelum pertarunganku, Chiyo-baasama seperti mengenal Sasori." Nenek Chiyo mengangguk mengenai hal tersebut. "Ia adalah cucuku." Naruto langsung tersenyum ketika mendengar hal tersebut yang membuat Nenek Chiyo penasaran kenapa pemuda di depannya malah tersenyum mendengar status dari Sasori.
"Begini...Sebenarnya Sasori tidak aku bunuh melainkan aku menjadikannya bagian dari keluarga desa Uzushiogakure. Jadi mengingat anda adalah keluarga Sasori aku meminta ijin Chiyo-baasama untuk menjadikan-"
"Tentu saja aku mengijinkannya. Lagipula itu lebih baik dibanding bergabung bersama organisasi ini." Naruto kembali tersenyum ketika Nenek Chiyo memotong perkataannya serta mengijinkan 'mantan' lawannya untuk menjadi anggota Uzushigakure.
"Ngomong-ngomong apa yang sebenarnya terjadi pada Sasori hingga membuatnya bergabung bersama organisasi ini?" Tanya Naruto yang sedikit penasaran walaupun ia sudah mengetahui sedikit dari masa lalu Sasori.
Nenek Chiyo pun mulai menceritakan mengenai masa lalu Sasori. Dimana sebelum orang tuanya meninggal ia sangat bahagia. Namun saat ia mendengar kematian orang tuanya. Sasori menjadi seorang pendendam yang ingin membalaskan dendam dari orang tuanya. Termasuk kepada desa Sunagakure yang seenaknya mengirim kedua orang tua Sasori ke medan perang.
"Jadi begitu rupanya." Naruto mengangguk mengerti mengenai masa lalu dari anggota keluarga Uzushiogakure barunya itu. "Arigatou!" Ucapnya kemudian.
"Seharusnya aku yang berterimakah Nak! Kau telah menyelamtkan Sasori dari hal bernama kebencian." Nenek Chiyo lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam tas yang ia bawa. Di gulungan tersebut tertulis kanji Shirohigi : Jikki Chikamatsu no Shū yang berarti sepuluh Kugutsu berjubah putih.
"Berikan ini kepada Sasori sebagai hadiah terakhir dariku." Naruto dengan senang hati menerima gulungan tersebut dan memasukkan ke dalam Fuinjutsu penyimpanan di lengan kirinya. "Dan aku percayakan Sasori kepadamu. Walaupun kau seorang SS-Rank Missing-nin tetapi aku merasa kau bukan seorang yang berbahaya." Chiyo pun mengutaran pendapatnya mengenai pemuda di depannya itu.
"Status itu kudapat karena kesalapahaman dengan Konoha." Chiyo mengangguk paham mengenai kesalapahaman itu. Dan menurutnya pemuda di depannya bukan orang yang menyebabkan kematian dari Sandaime-Hokage yang ia dengar dari Shinobi Konoha yang pernah mengunjungi Sunagakure.
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita kembali ke yang lain!" Kata Naruto dibalas anggukan oleh Nenek Chiyo. Pemuda itu lalu memegang pundak Nenek Chiyo kemudian menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.
.
.
.
Sriink!
Sebuah kilatan kuning muncul dan menampakkan Naruto dan Nenek Chiyo di samping Karin. Tanpa berbicara banyak Nenek Chiyo langsung menghampiri Gaara lalu berjongkok di sampingnya. "Ini adalah pengorbanan terakhir yang kulakukan untuk Desa Sunagakure." Nenek Chiyo mulai merapalkan Handeal. Setelah selesai ia langsung menadahkan kedua tangannya di atas dada Gaara.
"Kishō Tensei!"
.
.
.
TBC
Oke ini adalah chapter 27 yang amat sangat Gak jelas...
Akhir kata dari saya ... Jangan lupa meninggalkan jejak berupa Review!
