Disclaimer © Masashi Kishimoto

The Chronicle Of Trio Uzumaki © Ryusuke Akairyuu.

Rate : M

Genre : Adventure, Family, Romance, Friendship.

Pair : Naruto X Kushina – Karin X ?

Warning : Typo, Alur Berantakan, Manstream, Ancur, GaJe, OOC, OC, Etc.

Summary : Setelah meninggalkan desa Konoha dan menyandang status Missing-nin, Naruto bersama adiknya Karin dan Kushina memilih untuk menetap dan membangun kembali desa leluhur mereka Uzushiogakure, disamping Naruto menjalankan tugas dari Rikudou Sannin yaitu kedamaian untuk dunia shinobi dari balik layar

.


Chapter 29

Di dalam gedung Uzukage tepatnya di ruangan milik pemimpin desa Uzushiogakure terlihat empat orang tengah membicarakan sesuatu. Dari raut wajah keempatnya, sepertinya hal yang mereka bicarakan adalah masalah yang serius.

"Jadi ... apa terjadi selama dua hari ketika aku pergi melakukan misi?" Tanya seorang pemuda berambut pirang jabrik kepada pria berambut coklat panjang yang diikat ekor ekor kuda bernama Hito Kiyoshi, Jounin kepercayaan pemuda berambut pirang bernama Naruto.

Kiyoshi menghela nafas sejenak. Nampaknya begitu sulit untuk menjelaskan apa yang terjadi selama Naruto berangkat melakukan misi. Setelah merasa tenang akhirnya Kiyoshi menjawab pertanyaan dari Naruto. "Beberapa jam setelah keberangkatanmu ... tim berjumlah tujuh orang yang dikirim Uzukage-sama untuk mengambil beberapa paket dari Kirigakure ... hanya kembali lima orang!"

Naruto menyipitkan kedua matanya. "Apa yang terjadi dengan dua orang yang tidak kembali itu?" Tanya pemuda itu yang nampaknya penasaran sekaligus merasa was-was sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada dua orang Jounin yang hilang saat melakukan misi.

"Itulah inti masalahnya ... " ketiga orang yang berdiri di depan meja Uzukage langsung menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Uzukage itu sendiri. " ... mereka ditangkap shinobi Iwagakure."

Sandaime-Uzukage yang bernama Uzumaki Arashi kemudian menyipitkan matanya. "Dan yang kutakutkan adalah ... shinobi Iwa menggunakan Ninjutsu untuk mengorek informasi dari keduanya." Katanya dengan raut wajah serius.

"Sial!" Naruto mengumpat kesal karena hal ini akan menjadi hal yang buruk bagi desanya. "Kalau begitu ... sekarang juga kumpulkan tiga Jounin untuk melakukan misi ke Iwagakure." Kiyoshi mengangguk paham perintah dari Naruto. Pria itu kemudian beranjak dari tempatnya.

"Kiyoshi!" Tetapi sebelum ia memegang gagang pintu keluar. Kiyoshi menoleh ke arah Naruto karena pemuda itu memanggil namanya. "kumpulkan Jounin yang memiliki ... kemampuan menyelinap yang hebat!" Kiyoshi kembali mengangguk paham kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

Sasori yang dari tadi diam mendengarkan perbincangan ketiganya kemudian menoleh ke arah Naruto. "Bagaimana dengan Orochimaru? ... apa kau akan melepaskannya begitu saja?" Tanya Sasori. Pengguna Kugutsu itu sudah mengetahui kalau Naruto memiliki masalah tersendiri pada Sannin ular itu.

"Akan akan mengusahan misi penyelamat ini ... berlangsung selama empat hari ... sebelum hari pertemuanmu dangan ular itu." Jawab Naruto yang direspon anggukan mengerti oleh Sasori. "Dan kau akan akan ikut dalam misi ini!" Tambah Naruto.

"Aku mengerti! ... dan ini akan menjadi misi pertamaku sebagai shinobi Uzushiogakure!" Ujar Sasori yang diakhiri sebuah anggukan yang secara bersamaan Naruto juga melakukan anggukan. "Tetapi alangkah baiknya jika kau ... menggunakan topeng dan nama samaran ... untuk berjaga-jaga!"

"Art!" Sasori menggumamkan nama samaran yang ia akan gunakan. "Untuk topengnya ... nanti akan kubuat sendiri!" Tambahnya.

Setelah itu, Naruto kemudian menoleh ke kakeknya yang sudah bergelut dengan dunianya sendiri yaitu membaca buku kramat karangan dari Jiraiya. "Dan kau Ero-jiji ... " Arashi mendongak ke Naruto. " ... jangan memberikan misi kepada yang lain ... saat aku tidak ada didesa!"

Beberapa perempatan muncul di kening Arashi karena cucunya seenak jidatnya memerintah dirinya yang notabene seorang kakak sekaligus Uzukage dari Naruto. "Cucu brengsek! ... bisa-bisanya kau memerintah kakekmu ini." Umpat Arashi.

"Baiklah! ... tapi jangan salahkan aku jika ... seluruh koleksi kakek kubakar habis ..." Arashi hanya merespon ancaman Naruto karena menurutnya jika cucunya itu membakar habis bukunya ia masih bisa menyuruh Jiraiya untuk memberikan kopiannya.

"Beserta penulisanya sekaligus!" Secepat kilat Arashi langsung mengangguk paham. Sementara Sasori yang melihat kejadian itu hanya bisa sweatdrop.

"Bisa-bisanya Arashi-sama menuruti perkataan Naruto hanya demi sebuah buku p*rno!" Batin Sasori sweatdrop. Naruto dan Arashi yang mampu membaca pikiran Sasori pun ikut sweatdrop.

"Baiklah Naruto! ... karena aku tidak mau kehilangan karya seni ini!" Arashi memperlihatkan buku lakant miliknya.

"Seni?" Beo Sasori.

"Ya seni ... buku ini adalah karya seni terbaik!" Ujar Arashi.

"Hei ... seni itu keabadian."

"Apa! ... keabadian? ... jangan bercanda dalang boneka! ... seni itu adalah hal-hal yang menyangkut mesum!" Balas Arashi.

"Seni itu keabadian ... kakek mesum!"

Naruto hanya bisa sweatdrop mendengar perdebatan mengenai seni antara keduanya. "Begini saja ... " keduanya menoleh ke arah Naruto. " ... seni itu keabadian mengenai hal mesum!" Sambungnya.

"Aku tidak setuju!" Seru kedua secara bersamaan dengan nada membentak.

Naruto menghela nafas sejenak. "Baiklah terserah kalian!" Gumamnya pelan kemudian menghilang diikuti seberkah kilatan kuning meninggalkan keduanya yang kembali melanjutkan perdebatan bodoh mereka mengenai seni.

.


Skip Time

Di depan pintu keluar Kekkai pelindung Uzushiogakure telah berkumpul enam orang termasuk Naruto, Sasori dan Kiyoshi. Ketuju orang itu mengenakan pakaian lengkap shinobi Uzushiogakure kecuali Sasori yang mamkai topeng agar ia tidak dikenali oleh orang-orang terutama Akatsuki yang menganggapnya telah mati.

"Oh iya Sasori ... " Orang yang disebukan namanya langsung menoleh ke arah Naruto yang terlihat menaikkan wristband di lengan kirinya kemudian mengeluarkan sebuah gulungan. " ... ini adalah hadiah perpisahan dari mendiang Chiyo-baasama!" Naruto menyodorkan gulungan itu kepada Sasori yang berdiri di samping kirinya.

Sasori yang mendengarkan kata-kata dari Naruto mengenai nenek Chiyo pun membulatkan mata. "Hadiah perpisahan? ... mendiang? ... itu berarti!" Naruto menganggukan kepalanya ditambah sebuah senyuman tipis.

"Ia mengorban nyawanya untuk menghidupkan Kazekage bermata panda itu." Kata Naruto.

"Sial! ... itu berarti ia mati karena aku!" Gumamnya lirih mengingat penyebab kematian Gaara adalah Akatsuki yang merupakan organisasi yang pernah ia masuki sebelum menjadi shinobi Uzushiogakure.

"Sudahlah! ... lagipula ia sudah memaafkanmu dan disaat-saat terkahirnya sebelum meninggal ... ia tersenyum dan mengatakan bahwa ia senang karena kau tidak lagi berada di jalan kebencian." Ujar Naruto agar Sasori tidak terlalu larut dalam duka karena kehilangan satu-satunya keluarga yang memiliki hubungan darah dengannya.

"Arigatou ... karena telah memberikan gulungan ini ... serta memberitahukan hal tadi." Sasori tersenyum tipis ke arah Naruto yang dibalas anggukan oleh pemuda berambut pirang itu.

Sebelum Naruto memerintahkan untuk membuka pintu Kekkai, ia menggigit jarinya kemudian meneteskan darahnya di atas tanah. Setelah terkumpul cukup banyak darah, ia melakukan sebuah Handseal. "Chi Bunshin no Jutsu!"

Genangan darah itu kemudian menggumpal membentuk sebuah tubuh manusia hingga akhirnya menampakkan sosok yang sama dengan Naruto. "Kau tahu apa yang harus kau lakukan!" Kata Naruto pada Chi Bunshin miliknya. "Mengerti bos!" Bunshin itu kemudian menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.

Naruto berbalik ke arah Riru dan Kotane yang merupakan penjaga pintu Kekkai pelindung kemudian mengangguk yang berarti menyuruh mereka untuk membuka pintu Kekkai itu. "Baiklah! ... misi ini akan menentukan masa depan dari desa kita ... jadi bersungguh-sungguhlah untuk menyelesaikan misi ini!" Naruto berujar dengan nada serius.

"Ha'i!" Balas keenam orang yang akan menjalankan misi itu bersama Naruto.

Setelah Riru dan Kotane membuka pintu Kekkai, Naruto dan yang lain langsung berlari keluar tidak lupa mengaktifkan jutsu Kōsiku no Jutsu yaitu Jutsu penangkal kabut Genjutsu milik Isobu yang melindungi Uzushiogakure. Setelah melewati area danau, Naruto dan yang lain langsung mengaktifkan Chakra Boost agar mempercepat perjalan mereka menuju ke Iwagakure.

.


Sementara itu sebuah gua, tengah berkumpul sembilan hologram dan dua sosok. Sosok pertama adalah pria berambut raven yang memiliki kriput di wajahnya sedangkan sosok kedua adalah pria berambut biru dan memiliki wajah mirip ikan hiu, di punggungnya terdapat sebuah pedang besar yang dililit perban.

"Untuk saat ini ... Bijuu yang kita miliki adalah ... Ichibi ... Nibi ... dan Gobi!" Ujar hologram yang memiliki rupa berambut model spike dengan dua mata beriris pola riak air berwarna ungu.

"Itu karena aku berhasil mengalahkan Jinchuriki Nibi dengan bantuan Jashin-sama!" Balas hologram berambut klimiks yang dipunggung terdapat sebuah senjata berbentuk sabit bermata tiga.

"Diam kau Hidan ... dan berhenti menyebut dewa sesatmu itu!" Ujar hologram yang miliki rupa seorang pria yang mengenakan cadar.

"Kau yang diam ... Renternir bercadar!" Balas Hidan sengit sambil menunjuk-nunjuk orang yang dipanggil rentenir bercadar a.k.a Kakuzu.

"Hidan-senpai ... Kakuzu-senpai ... kenapa kalian tidak bisa akur sih!" Gumam hologram berupa pria yang mengenakan topeng berbentuk spiral dengan nada autisnya.

"Dasar bocah autis ... suara melengkingmu itu membuatku tuli ~un!" Umpat Hologram Deidara.

"Benar-benar Organisasi Rank-SS ... Iya'kan Itachi-san." Kata salah satu sosok yang bukan hologram a.k.a Hoshigaki Kisame kepada Itachi yang nampaknya tidak percaya kalau ini merupakan organisasi Rank-SS

"Hn." Balas Itachi ambigu.

"Dasar manusia tanpa ekspresi!"

"Wajah hiu!" balas Itachi datar.

Hologram pemimpin organisasi iitu hanya bisa sweatdrop melihat perdebatan masing-masing anggotanya. Ia heran, apa benar ini Organisasi yang berisikan orang-orang dengan kemampuan yang hebat.

"DIAM!" Lerai pemimpin mereka membuat semuanya terdiam kemudian secara bersamaan langsung membalasnya. "Ha'i! ... leader bokep!"

Hologram yang dipanggil leader hanya mendesah pelan kemudian berkata. "Aku langsung saja menjelaskannya ... daripada harus meladeni orang-orang gila macam kalian ini!"

"Untuk Hidan dan Kakazu ... tugas kalian sekarang adalah mengumpulkan dana untuk organisasi ini."

"Mengerti leader ... aku akan mencari dana segar ... yaitu uang ... dewa dari segala dewa!" Balas Kakuzu.

"Untuk Deidara, Tobi dan Zetsu ... tugas kalian masih sama yaitu mencari keberadaan Sanbi ... aku yakin kura-kura bodoh itu masih berkeliaran bebas." Perintah leader dari organisasi itu karena belum mengetahui kalau Sanbi kini berada di dimensi milik Naruto.

"HA'I ... LEAAAADERRRRRRR!" Balas Tobi dengan suara melengkin yang membuat beberapa hologram anggotanya bergoyang akibat besarnya frekuensi suara dari Tobi.

"Untuk Itachi dan Kisame ... tugas kalian menangkap Yonbi yang sekarang berada di kawasan Iwagakure."

"Hn/mengerti!"

"Sedangkan aku ... akan pergi ke Kirigakure untuk menangkap Rokubi! ... sekarang kalian boleh bubar!" Ujar Leader mereka.

Satu-satu persatu hologram itu pun menghilang menyisahkan Itachi dan Kisame. Keduanya kemudian berjalan keluar dari gua dan bersiap untuk pergi ke Iwagakure.

.


Skip Time : Midnight At Iwagakure Border

Perjalan Naruto dan timnya memakan waktu satu setengah hari mengingat jarak Iwagakure dan Uzushiogakure yang lumayan jauh, tetapi karena bantuan dari Chakra Boost sehingga membuat perjalanan mereka terpotong setengah dari waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Perbatasan Iwagakure.

Keenam shinobi Uzushigakure yang menjalankan misi ini terlihat berdiri berjejeran di atas sebuah bukit batu mengingat daerah Iwagakure memang didominasi bukit-bukit batu besar, bahkan banguna-bangunan desa itu pun terbuat dari batu. Membuat Naruto berpikir bahwa orang-orang dari desa ini adalah orang dari jaman batu.

"Desa yang unik ... mungkin beberapa penduduknya berasal dari jaman batu." Gumam Naruto membuat rekan setimnya sweatdrop.

"Mana mungkin Naruto ... kalau seperti itu pasti penduduknya pasti sudah berumur ribuan tahun." Balas Kiyoshi sweatdrop.

"Kalau seperti itu ... penduduk dari desa Sunagakure berasal dari zaman pasir." Ujar Riku yang berdiri di jejeran paling kanan.

"Hoi! ... jangan menghina desa asalku!" Ujar Sasori sewot karena desa asalnya dibilang berasal dari zaman pasir.

"Mungkin juga ... sih!" Naruto membenarkan perkataan dari Riku.

"Diam kau Naruto!" Bentak Sasori yang nampaknya mulai kesal karena desa asalnya diejek. Walaupun ia sempat membenci desa itu, tetapi kini kebenciannya mulai menghilang karena ia sekarang bagian dari Uzushiogakure yang sudah menjalin aliansi bersama Sunagakure.

"Sudahlah! ... hentikan perdebatan bodoh kalian!" Lerai Naruto.

"Bukannya kau sendiri yang memulainya!" Balas Sasori ketus.

"Kau benar-benar pintar Naruto ... kau memulainya agar kami semua tidak gugup dalam misi ini!" Ujar Kiyoshi.

Naruto yang akal-akalan diketahui pun tersenyum kikuk. "Ternyata kau menyadarinya Kiyoshi?" Tanya Naruto dibalas anggukan oleh Kiyoshi.

"Tenang saja ... kami tidak gugup sama sekali ... ini adalah misi yang menyangkut masa depan desa kita ... jadi kita akan menyelesaikannya dengan baik!" Kiyoshi berujuar demikian sambil memandang satu persatu rekan mereka yang dibalas anggukan oleh semuanya.

"Baiklah!" Naruto menghela nafas ringan sambil memejamkan matanya. "Aku akan menjelaskan rencanannya ... aku, Art (Sasori) dan Izuki (OC) akan bertindak sebagai pengalih ... sedangkan kalian bertiga bertugas untuk menyusup ke dalam desa dan mencari kedua rekan kita." Jelas Naruto dibalas anggukan mengerti oleh yang lain. Pemuda itu lalu menoleh ke arah Riku.

"Kau adalah mantan shinobi desa ini ... jadi perananmu disini sangat vital ... Riku!" Kata Naruto lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kiyoshi yang direspon anggukan kecil.

"Ayo kita mulai!" Keenam orang itu langsung melompat turun dari atas bukit batu itu. Sesampainya di permukaan tanah mereka langsung berpencar menjadi dua kelompok.

.


Tap! Tap! Tap!

Naruto, Sasori dan Izuki mendarat tepat didepan puluhan Shinobi Iwagakure yang ternyata sudah menyadari keberadaan mereka bertiga.

"Siapa kalian?" Tanya Shinobi Iwa-nin karena memang wajah Naruto dan Izuki tidk terlihat karena kegelapan malam yang menyelimuti tempat mereka saat ini yaitu sebuah tanah lapang yang diapit dua bukit batu besar.

Naruto, Sasori tidak menggubris pertanyaan mereka melainkan merapalkan Handseal secara bersamaan minus Sasori yang hanya mengeluarkan sebuah gulungan kecil lalu menyentuh Kanji di gulungan tersebut.

Poft!

Sebuah kepulan asap kecil muncul setelah Sasori menyentuh Kanji tersebut. Setelah kepulan asap putih menghilang terlihatlah sebuah Kugutsu berbentuk manusia dengan empat tangan yang dimasing-masing tangan itu terdapat empat Katana hitam.

"Apa itu Art?" Tanya Naruto.

"Bukannya kau sendiri yang memberikan ini padaku Naruto! ... apa kau lupa?" Tanya balik Sasori membuat Naruto tertawa kikuk sambil menggaruk tengkuknya sehingga membuat Handseal miliknya jadi batal.

"Aku berterima kasih padamu Naruto ... karena berkat kau akhirnya aku menemukan salah satu Kugutsu legenda yang dinyatakan hilang di era Nidaime-Kazekage." Jelas Sasori mengenai Kugutsu bertangan empat dengan Katana hitam di masing-masing lengannya itu.

"Itung-Itung ... sebagai pengganti Kugutsu beserta Inti chakra dari pasir hitam milikmu ... yang kuhancurkan tempo hari." Balas Naruto.

"Kau salah Naruto ... inti chakra pasir hitamku masih aku simpan ... dan aku berencana untuk menggabungkan dengan KUgutsu ini." Kata Sasori sambil memperlihatkan sambil menunjuk Kugutsu yang baru saja ia keluarkan.

"Ngomong-ngomong dimana kau mendapat Kugutsu ini?" Tanya Sasori.

"Pemberian seseorang!" Jawab Naruto dibalas 'oh' ria oleh Sasori. "Sebaikanya kita mulai saja! ... Izuki!" Naruto menoleh ke arah Jounin berambut ikal hitam yang mengenakan rompi Jounin Uzushiogakure yang berdiri di samping kirinya.

Izuki yang sudah menyelesaikan Handsealnya mengangguk paham kemudian mengacungkan tangannya ke atas. "Kirigakure no Jutsu!"

"Sial! ... apa yang akan mereka lakukan dengan kabut dan Kugutsu?" Tanya salah satu dari puluhan shinobi Iwagakure itu. "Tapi apapun itu ... pastinya sangat berbahaya! ... cepat salah satu dari kalian melapor ke Tsuchikage-sama!" Tambahnya.

Salah satu Iwa-nin tersebut mengangguk paham lalu menghilang diikuti kepulan asap putih. Naruto yang melihat hal ini langsung menyeringai karena rencananya untuk membuat panik desa Iwagakure berhasil dengan sempurna hingga membuat Tim penyusup dengan mudah menyelematkan kedua rekan mereka yang tertangkap. Perlahan area tersebut mulai terselubungi kabut ciptaan Izuki. Melihat hal itu para Shinobi Iwa-nin pun memasang kuda-kuda bersiaga di dalam kabut itu.

"Art ingat! ... Jangan membunuh mereka!" Jelas Naruto pada pria berambut merah itu yang direspon anggukan.

Sasori kemudian merapalkan Handseal dengan benang chakra yang masih menyambung dengan kesepuluh jarinya. "Kugutsu ini bernama Kuroshiki ... dimana keempat Katana hitam di lengannya itu terbuat dari unsur padat ... unsur itu dapat diubah menjadi beberapa senjata ... tergantung Handseal yang digunakan." Jelas Sasori yang kini Handseal miliknya telah selesai.

"Henko : Toya!"

Katana di keempat lengan Kugutsu Kuroshiki langsung berubah bentuk menjadi tongkat panjang yang biasa disebut Toya (bukan Henge Enma). Sasori lalu mulai menggerakkan jari-jarinya sehingga membuat Kuroshiki langsung melesat masuk ke dalam kabut tersebut.

Trank! Duag! Trank! Duag!

Tak! Krak! Tak! Prang!

Beberapa suara berbeda pun terdengar dari dalam kabut. Suara-suara itu adalah pukulan, logam berbenturan, sesuatu pecah, sesuatu yang ditahan dan lain-lain. Bukan hanya suara, sesekali sebuah percikan muncul dari dalam kabut.

"Fuūton : Daitoppa!"

Zwush!

Beberapa shinobi Iwagakure yang mempunyai elemen Fuūton langsung mengeluarkan sebuah hembusan angin yang membuat kabut dari Izuki langsung menghilang dan menampakkan area yang terdapat beberapa tubuh shinobi Iwagakure yang tergeletak tidak sadarkan diri dan juga beberapa senjata shinobi seperti kunai, Katana biasa dan lain-lain tergeletak.

"Kisama! ... kalian bertiga akan menyesal ... karena telah menyerang kami!" Umpat salah satu shinobi Iwagakure yang kini menyisahkan sekitar 20 pasukan. "Serang mereka!" Sambungnya memberi perintah untuk menyerang Naruto, Sasori dan Izuki.

"UOOOAHHHHH!" Teriak seluruh Iwa-nin tersebu sambil berlari ke arah Naruto.

Namun seketika mereka semua langsung membulatkan mata mereka setelah sinar bulan menyinari tempat Naruto, Sasori dan Izuki. Semua Iwa-nin itu langsung berhenti berlari ketika melihat pemuda berambut pirang jabrik yang mengenakan pakaian shinobi Uzushiogakure.

"D-Dia ... Uzumaki Naruto ... SS-Rank Missing-nin dari Konogakure no Sato!" Gumam beberapa shinobi Iwagakure yang mengenali wajah Naruto dari Bingo Book.

"Dan di samping kanannya ... Izuki ... B-Rank Missing-nin dari Kirigakure no Sato ... salah satu dari Shinobi Kirigakure yang selamat dari tragedi Yasuga Pass." Tambah seorang Iwa-nin yang lain.

"Ternyata kalian masih mengingat tragedi itu rupanya ... itulah penyebab aku menjadi seorang Missing-ini." Balas Izuki datar kemudian berjalan ke arah Naruto.

"Itulah yang membuatku bingung Izuki ... Mei-san sudah mau menghapus statusmu dan ingin mengangtkatmu kembali menjadi shinobi Kirigakure ... tetapi kau malah bergabung denganku ... dan mempertahankan gelar B-Rank Missing-nin yang kau sandang." Jelas Naruto membuat Izuki terkekeh pelan.

"Justru itulah yang membuat Uzushigakure spesial ... karena rata-rata shinobinya adalah Missing-nin dari beberapa desa!" Balasnya pelan.

"Dan aku yang memiliki status tertinggi ... hahahahah!" Naruto pun membangggakan dirinya membuat Sasori, Izuki dan Kurama yang berada di dalam tubuhnya sweatdrop.

"Status SS-Rank Missing-nin kok dibanggakan ... dasar Uzukage bodoh!" Batin Sasori dan Izuki sweatdrop. Nampaknya mereka benar-benar bingung mengenai pemimpin mereka itu dimana kadang-kadang pintar begitupula sebaliknya. Naruto hanya mendesah pelan mengetahui pikiran dari keduanya yang menganggap dirinya bodoh. "Apa benar aku seperti itu?" Tanya Naruto dalam hati yang ditujukan kepada dirinya sendiri.

Naruto mengembalikan pandangan ke arah segerombolan shinobi Iwagakure yang berjarak sekitar 25 meter didepannya. Ia lalu menoleh ke arah kiri dan kanan secara bergantin sambil mengangguk. Sasori yang masih dalam keadaan mengontrol Kugutsu miliknya membalas anggukan itu.

"Anoo ... apa artinya itu Naruto?" Tanya Izuki polos yang sama sekali tidak tahu arti dari anggukan itu.

Dong!

Kepala Naruto dan Sasori langsung tersentak kebelakang sambil sweatdrop mendengar pertanyaan dari polos dari Izuki. "Itu artinya maju ... dasar Baka Izuki!" Jawab Naruto masih dalam keadaan swetdrop. Ia lalu mengankat kepalanya yang tadi sempat tersentak kebelakang.

"Baiklah! ... ayo!" Naruto langsung berlari ke arah segerombolan shinobi Iwagakure. "Dia datang ... sebaiknya kita mewaspadai bocah ini!" Kata salah satu shinobi Iwagekure. Beberapa dari mereka langsung mengangguk paham kemudian mempersiapkan kuda-kuda bertarung mereka.

.


Sementara itu di dalam desa Iwagakure. Ketiga orang yang bertugas menyusup kini bersembunyi di salah satu bangunan kecil. Suara shinobi-shinobi Iwagakure yang terdengar dari atas mereka langsung membuat ketiga orang itu memasang kewaspadaan tinggi, namun beberapa menit menunggu serangan tak kunjung datang juga.

"Sepertinya Naruto-sama dan yang lain ... berhasil membuat mereka panik." Riku menoleh secara bergantian kepada kedua rekannya yang berjongkok di depannya. "Ayo! ... aku yakin mereka menahan kedua rekan kita ... di penjara bawah tanah dekat gedung Tsuchikage!" Tambah Riku.

"Tunggu Riku ... itu artinya kita harus melewati gedung Tsuchikage!" Umpat Kiyoshi yang nampaknya bingung karena raut wajah dari Riku terlihat-tenang saja padahal tempat mereka akan pergi bisa dibilang berbahaya.

Riku menggeleng pelan lalu menyungging sebuah seringai tipis. "Asal kalian tahu ... aku bukan hanya mantan shinobi desa ini ... tetapi aku juga mantan anbu elit ... jadi aku tahu seluruh selut belut desa ini." Jelas Riku.

"Begitu rupanya ... aku jadi mengerti dari seringai mu tadi." Kata Kiyoshi sambil menganggukkan kepalanya. Ia kemudian berdiri diikuti kedua orang didepannya.

"Di arah barat ada gedung kecil ... disana terdapat salah satu pintu masuk ... menuju ke ruang bawah tanah." Kata Riku sambil menoleh ke arah jendela lebih tepatnya sebuah bangunan yang dapat ia lihat dari jendela itu. Bangunan itu sama seperti bangunan lain di Iwagakure dan didepannya terdapat papan bertuliskan "Kedai Dango Iwagakure".

Kiyoshi berjalan ke arah jendela, sesampainya disana ia langsung mengeluarkan kepalanya kemudian menoleh kiri dan kanan untuk memeriksa keadaan. "Ayo!" Katanya setelah mengetahui keadaan sudah aman. Pria itu kemudian melompat keluar dari jendela itu dikuti dua orang rekannya.

Setelah mengendap-ngendap ala shinobi selama beberapa menit. Ketiganya akhirnya tiba di bangunan tersebut. Namun Riku langsung membulatkan matanya ketika menoleh ke arah atas dan mendapati seorang kakek tua berbadan kecil terbang dengan kecepatan tinggi. "Sial!" Umpatnya.

"Ada apa Riku?" Tanya rekannya. Riku lalu menunjuk ke arah atas, dua rekannya mengikuti arah telunjuk Riku dan sedetik kemudian mereka ikut membulatkan mata mereka.

"Kita harus cepat ... sebelum Tsuchikage tiba di tempat Naruto-sama dan yang lain!" Kata Riku lalu berjalan ke samping bangunan itu. Setibanya di samping gedung, ia berjalan ke arah sebuah bak sampah berukuran besar. "Disini!" Riku menunjuk bak sambah berbentuk persegi panjang itu.

"Kita akan melompat masuk ... kedalam sebuah tempat sampah?" Tanya Kiyoshi dibalas gelengan oleh Riku. "Tentu saja tidak ... !" Katanya kemudian meraba-raba bagian depan tong sampah itu.

"Dapat!" Riku langsung menggit ujung ibu jari tangan kirinya setelah tangan kanannya menemukan sebuah Kanji kecil. "Kuharap darahku ... masih belum dihapus!" Gumamnya kemudian meneteskan darahnya pada Kanji kecil itu. Setelah beberapa tetes darah, Kanju itu langsung bercahaya kemudian meredup.

Kedua rekan Riku menaikkan alis mereka karena tidak ada sesuatu yang terjadi setelah Kanji itu bercahaya sejenak. Tetapi tidak bagi Riku karena kini ia tengah berjalan menuju ke samping kanan bak sampah itu dan sesampainya disana tubuhnya langsung terisap masuk kedalam tanah. Melihat kejadian itu, kedua rekan Riku pun mengangguk paham kemudian ikut melangkahkan kakinya menuju samping bak sampah itu.

.


Sementara itu di tempat Naruto, Sasori dan Izuki sedang terjadi pertempuran sengit. Sasori yang merupakan pengguna Kugutsu berada jauh dari arena pertarungan, dengan santainya ia memainkan jari-jarinya membuat Kugutsu Kuroshiki miliknya bergerak ke sana kemari sambil melayangkan pukulan keempat Toya di tangan.

"Sisa sepuluh ... mereka lumayan juga!" Gumam Naruto lalu menundukan kepalanya karena satu orang shinobi Iwagakure melayangkan sebuah pukulan dari arah belakangnya. Setelah menunduk Naruto langsung berbalik dan melayangkan Right Roudhouse Kick.

Duag!

Shinobi Iwagakure itu langsung terpental kebelakang terkena serangan Naruto di kepalanya. Pemuda berambut pirang itu lalu melompat ke udara ketika beberapa tombak tanah mencuat di sekitar kakinya. "Hampir saja." Ujarnya sambil memandang lawan yang melancarkan Doton tadi.

Naruto yang masih berada di udara kembali melakukan pertempuran udara karena dua shinobi Iwagakure melompat menuju dirinya dan melancarkan Taijutsu kepada lawannya. Adu Taijutsu itu berlangsung hingga jarak tanah dan ketiganya adalah 5 meter. Naruto yang diuntungkan karena berada di atas langsung merapalkan Handseal.

"Fuūton : Atsugai!"

Zwush! Duaar!

Kedua shinobi Iwagakure yang berada di bawah Naruto langsung terhempas kebawah dan menghantam tanah dengan kerasnya ketika hembusan angin yang cukup padat menghantam keduanya.

Tap!

Setelah mendarat perhatian Naruto langsung tertuju pada Izuki dan Kugutsu Kuroshiki milik Sasori yang tengah bertarung melawan tujuh shinobi Iwagakure yang tersisah. Tak berselang lama dua orang langsung tumbang terkena Toya Kuroshiki, satu menit kemudian satu orang kembali tumbang terkena pukulan keras di tengkuk yang dilakukan oleh Izuki. Hingga akhirnya setelah bertarung selama lima menit akhirnya seluruh shinobi Iwagakure yang berada di sana sudah dikalahkan.

Tap! Tap! Tap!

Lima orang berpakaian shinobi Uzushiogakure tiba-tiba mendarat di samping Sasori yang kini berpose cool karena berhasil mengalahkan banyak shinobi Iwagakure.

"Hei ... apa-apaan posemu itu Sasori?" Kiyoshi bertanya dengan alis terangkat melihat pose Sasori yang menurutnya itu aneh.

"Apanya ... yang 'apa-apaan' itu?" Sasori menoleh ke arah belakang dan menatap Kiyoshi yang berada di tengah-tengah dengan alis yang masih terangkat.

"Lupakan!" Kiyoshi berujar singkat kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Naruto dan Izuki yang kini berjalan menghampiri mereka dengan senyum mengembang.

"Apa kalian mengatakan sesuatu pada shinobi Iwagakure?" Tanya Naruto to the point ketika sampai di depan dua shinobi Uzushiogakure yang ditangkap. Kedua orang itu menggeleng pelan sehingga membuat Naruto bernafas lega karena mereka tidak mengatakan apapun kepada shinobi Iwagakure.

"Arigatou minna!" Ujar kedua shinobi Uzushiogakure yang ditangkap dengan lirih, nampaknya mereka merasa tidak enak karena menjadi akar masalah untuk desa mereka terutama bagi Naruto.

Naruto tersenyum tipis ke arah keduanya. "Sudah menjadi tugas kami ... untuk menyelamatkan kalian ... apa kalian lupa moto utama dari desa kita." Naruto berujar masih dengan senyum tipis miliknya.

"Keluarga adalah yang paling utama ... apapun akan kita lakukan demi keluarga ... walaupun nyawa taruhannya!" Jelas keduanya secara bersamaan mengatakan moto utama dari Uzushiogakure. Naruto dan lain pun mengangguk dengan senyum tipis masing-masing.

"Tapi Naruto,... kita punya masalah!" Riku yang tadinya diam akhirnya membuka suara mengenai masalah yaitu Tsuchikage yang tadi mereka lihat terbang menuju ke sini, sebelum mereka memasuku ruang bawah tanah.

"Maksudmu kakek kecil ... yang terbang disana." Tanpa menoleh ke arah belakang, Naruto menunjuk ke arah atas langit. Semua orang yang berada di sana langsung mengikuti arah telunjuk Naruto, dan langsung membulatkan mata mereka melihat seorang kakek-kakek bertubuh kecil terbang sambil bersikedep di udara.

"Uzumaki Naruto ... Riku ... Izuki ... Hito Kiyoshi ...!" Kakek terbang itu langsung menyebutkan nama-nama yang ia kenal dari rupa orang yang ia sebut. "Jadi kalian rupanya ... penyebab kekacauan di desaku ini!" Tambahnya dengan wajah yang terlihat kesal.

"Kalian pergilah ... aku akan menahan kakek kecil itu ... aku juga mempunyai firasat kalau sebentar lagi ... ribuan bala bantuannya tiba!" Semua langsung tersentak ketika mendengar perintah dari Naruto, nampaknya mereka khawatir dan terkejut ketika karena perintah itu berarti meninggalkan Naruto melawan seorang Kage dan ribuan pasukan Iwagkure.

"Ta-Tapi ..." Kiyoshi hendak melanjutkan perkataannya tetapi Naruto langsung mendelik ke arahnya. "Ini adalah perintah ... dan aku tidak akan mati sebelum ... perdamaian di dunia shinobi ini ... TERCIPTA!" Naruto berujar dengan raut wajah serius karena ia tahu apa yang mereka pikirkan jika Naruto ditinggal sendirian. Semuanya langsung mengangguk paham apalagi melihat Naruto sudah memasuki mode seriusnya.

"Pergilah!" Naruto langsung membalik tubuhnya, ia kemudian mendongak ke arah atas atau lebih tepatnya ke Sandaime-Tsuchikage yang masih melayang dengan bersikedep dada.

"Kau harus selamat Naruto!" Ujar Kiyoshi yang dibalas anggukan kecil oleh Naruto, mereka bertujuh pun berbalik dan langsung berlari meninggalkan Naruto yang kini menatap Sandaime-Tsuchikage bernama Ohnoki dengan wajah datar.

"Tidak akan kubiarkan!" Ujar Ohnoki kemudia merapalkan Handseal, setelah Handseal yang dibuatnya selesai sebuah cahaya kecil muncul di antara kedua telapak tangannya. "Jinton : ... "

"Katon : Gōuryuūka no Jutsu!"

Tetapi sebelum Ohnoki melancarkan Kekkai Touta miliknya sebuah naga api berukuran besar langsung melesat ke arahnya. Naga api itu berasal dari Naruto yang ternyata ikut merapalkan Handseal saat mendengar Ohnoki berujar, ditambah lagi kecepatan Naruto yang merapalkan Handseal membuat ia lebih duluan mengeluarkan jutsunya.

"Bocah yang menarik!" Ohnoki langsung terbang menuju ke arah kanan dengan kecepatan tinggi sehingga membuat naga api berukuran besar milik Naruto terbang bebas ke langit malam di atas langit kawasan Iwagakure.

"Mahluk macam apa itu ... sudah kecil ... berhidung besar ... bisa terbang pula." Gumam Naruto penasaran dengan Ohnoki, ia menggerakkan kepalanya mengikuti arah terbang Ohnoki, dan disaat bersamaan kepala Naruto dan Ohnoki berhenti.

"Sebagai seorang Sandaime-Tsuchikage ... aku akan membunuhmu ... Uzumaki Naruto!" Ohnoki kembali bersikedep dada sambil berujar demikian, sementaara Naruto kini memasang wajah datar seolah tidak takur akan ancaman dari Ohnoki.

"Aku baru ingat ... pantas saja bangunan-banguna Iwagakure didominasi oleh bebatuan ... ternyata Kage-nya memang datang dari jaman batu!" Naruto malah melempar ejekan dengan wajah datar yang masih ia pertahankan. Ohnoki yang mendengar ejekan dari Naruto mengerutkan kening berkeriputnya.

"Ternyata ... anak muda jaman sekarang ... harus diajari tata kerama!"

"Dan kulihat ... kau ..." Naruto menunjuk Ohnoki masih dengan wajah datarnya. " ... hanya kakek tua yang seharusnya ... sudah duduk menikmati secangkir kopi!" Naruto langsung menyeringai ketika mendapati sorot wajah Ohnoki kini berubah kesal karena perkataan dari Naruto.

"Kau akan mati! ... bocah kuning kurang ajar!"

"Coba saja kalau bisa ... kakek pendek!"

Secara bersamaan keduanya melesat ke arah lawannya. Ohnoki terbang menukik kebawah menuju Naruto yang melompat ke atas menuju Ohnoki. Ketika keduanya bertemu di udara Naruto memundurkan tangan kirinya sambil dikepal dan tangan kanannya berada di depan siap menahan Ohnoki yang juga melakukan hal yang sama.

Dan ketika mereka secara bersamaan melempar pukulan...

.

.

.

TBC Yang terjadi!


Ckckckc...beberapa diantara kalian pasti mengira di chapter ini adalah pertarungan antara Naruto dan Orochimaru di jembatan Tenchi. Tetapi saya membuat sedikit melenceng dari Canon karena entah kenapa ide ini tiba-tiba terlintas di pikiran saya dan saya langsung saja aku buat... Ckckckckcc

.

.

Izuki adalah OC buatan saya, penampilan tidak usah saya jelaskan mengingat mungkin saja ia hanya muncul di chapter ini atau setidaknya akan muncul di chapter lain. Oh iya kalau ingin tahu apa itu Tragedi Yasuga Pass ... Itu ada di Anime Naruto episode yang berjudul "JANJI NARUTO" (Kalo tidak salah).

Di Fic ini mungkin akan ada banyak OC yang bermunculan, namun kemunculan hanya sekali atau paling banyak tiga kali mengingat Naruto dan Shinobi Uzushiogakure pasti banyak melakukan misi-misi dan tidak mungkin Trio Uzumaki yang terus-terusan menjalankan misi.

Dan ada yang bertanya mengenai Kuchiyose Naruto. ini aku sebutkan saja secara singkat yaitu Kurama dan Hajiri Senshi sang pelindung Uzushiogakure. Sedangkan Karin adalah Gamabunta dan Kushina adalah Gamahiro.

Mengenai 'lemon' ... saya tidak terlalu terburu-buru dengan hal itu... semuanya harus melalui proses dan harus ada pemicu yang membuat Naruto ataupun Kushina mau melakukan hal itu ... mungkin saja lemonya akan muncul di chapter setelah Arc Jembatan Tenshi 2-3 chapter kedepan.

Mungkin itu saja yang perlu saya bahas. Beberapa dari Review akan terjawab seiring berjalannya Fic.

.

.

Untuk kesekian kalinya saya berterima kasih karena telah Mereview, Fav, Fol dan membaca Fic super berantakan dan Gaje milik saya...

Dan terakhir dari saya ... setidaknya tinggalkan Review untuk Chapter ini ... Jaaaaaaa Neeeeeeeeee!