Disclaimer © Masashi Kishimoto

The Chronicle Of Trio Uzumaki © Ryusuke Akairyuu

Rate : M

Genre : Adventure, Family, Romance, Friendship.

Pair : Naruto X Kushina – Karin X ?

Warning : Typo, Alur Berantakan, Mainstream, Ancur, GaJe, OOC, OC, Etc.

Summary :Setelah meninggalkan desa Konoha. Naruto bersama adik dan kekasihnya memilih untuk menetap dan membangun kembali desa leluhur mereka disamping Naruto menjalankan tugas dari Rikudou Sannin yaitu kedamaian untuk dunia shinobi dari balik layar.

.


Chapter 30 : War Declaration

Tak! Tak!

Di atas langit malam di wilayah Iwagukure terdengar dua pukulan yang tertahan dari dua shinobi yang sedang mengudara. Mereka adalah Uzumaki Naruto sang Yondaime Uzukage dan Oonoki sang Sandaime Tsuchikage. Mereka berdua terlihat saling menahan pukulan lawan masing-masing. Naruto menahan pukulan Oonoki dengan tangan kanannya sedangakan Oonoki menahan pukulan Naruto dengan juga dengan tangan kanan.

"Lumayan bocah kuning!" Oonoki menyungging sebuah seringai tepat di depan wajah Naruto, namun pemuda itu menaikkan alisnya karena bingung dengan perkataan Oonoki.

"Kau memuji atau mengejek sih, Kakek kecil...?" Naruto yang berada di posisi bawah, berniat melakukan serangan tambahan dengan cara bersiap mengayunkan kaki kanannya. Tetapi sang kakek itu menyadari hal tersebut, dengan cepat ia langsung melepaskan kedua tangannya kemudian terbang menjauh dari Naruto.

"Terserah kau mau menganggapnya sebagai pujuan atau ejekan, yang jelas aku akan membunuhmu ... Bocah kuning." Oonoki menghentika pergerakan terbangnya, ia kemudian merapalkan sebuah Handseal namun lagi-lagi ia kalah cepat oleh Naruto. mungkin faktor umurlah yang mempengaruhi kecepatan merapalkan Handseal Oonoki.

"Fuūton : Shinku Renpa!" Seru Naruto, di sekitar tubuh pemuda itu langsung tercipta puluhan pedang angin lalu melesat ke arah Oonoki yang berada sekitar 20 meter di atasnya.

Oonoki yang di untungkan dengan tehnik terbang miliknya dengan mudahnya menghindari puluhan pedang angin milik Naruto. "Tehnik murahan!" Oonoki menyurerukan ejekan mengenai tehnik dari Naruto barusan, namun pemuda itu hanya menanggapi dengan wajah datar.

Perlahan gravitasi mulai mempengaruhi Naruto sehingga tubuhnya mulai turun ke bawah. Oonoki yang melihat hal itu hanya menyungging seringai sambil berseidep dada karena Handseal miliknya sudah ia batalkan. "Gravitasi memang tidak bisa dilawan bocah kuning, ... camkan itu!"

Naruto akhirnya mendarat dengan sempurna di permukaan tanah dengan kedua kaki sedikit terkekuk. Ia kemudian mendongak ke arah Oonoki yang masih bersikedep dada. "Dan yang tua tidak cocok untuk melawan yang muda." Balas Naruto kemudian berlari di permukaan menuju arah Oonoki yang berada di udara.

Oonoki menaikkan alis melihat apa yang lawannya itu lakukan. "Apa yang akan kau lakukan?" tanya Oonoki. Naruto hanya diam tidak merespon karena mana mungkin ia mengatakan apa yang akan ia lakukan, hanya orang bodoh yang memberitahukan lawannya mengenai rencana mereka.

Sesampainya di bawah Oonoki, Naruto menghentikan gerakannya kemudian merapalkan sebuah Handseal. "Mukoton!"

"Mo-Mokuton?" Oonoki membulatkan mata ketika mendengar salah satu Kekkei Genkai yang dianggap telah menghilang bersama Shodaime Hokage, Senju Hashirama. Kini muncul kembali dari seorang Missing-nin. Tetapi karena saat ini ia dalam pertarungan ia membuang jauh-jauh hal-hal mengenai Mokuton agar tidak mengganggu konsentrasinya.

Naruto mengarahkan telapak tangannya ke arah Oonoki dan puluhan balok kayu langsung tumbuh di sekitar Naruto dan langsung terbang secara bersamaan menuju ke Oonoki. "Kiri bukan, kanan juga bukan ... kalau begitu." Naruto menarik wristband di lengan kirinya kemudian mengeluarkan kunai bermata tiga.

Naruto langsung menyeringai ketika prediksi arah terbang Oonoki untuk menghindari puluhan baloknya tepat sasaran. Ia langsung melempar kunai miliknya ke langit lokasi yang akan dilewati oleh Oonoki. Sedetik kemudian Naruto langsung menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.

"Kena kau!" Ujar Naruto yang tiba-tiba muncul di depan Oonoki karena secara bersamaan kunai yang ia lempar berada di depan lawannya itu. Naruto langsung mengayunkan kaki kirinya ke kepala Oonoki yang kini terkejut akan kemunculan tiba-tiba Naruto.

"Berubahlah menjadi tempatmu berasal, yaitu batu!" Gumam Naruto yang sudah mengetahui kalau yang ia lawan adalah Iwa Bunshin karena ia baru saja mendeteksi kedatangan seseorang yang mempunyai chakra yang sama dengan lawannya ini.

Kura-kura kaki kiri Naruto langsung mengenai telat bagian samping kanan tubuh Oonoki yang tidak sempat menghindar. Kakek tua itu pun terhempas ke bawah. Naruto belum selesai karena ia langsung melempat kunai miliknya ke arah Oonoki yang terhempas kebawah kemudian menghilang diikuti kilatan kuning setelah kunai yang ia lempar sudah sejajar dengan Oonoki yang terhempas.

Naruto muncul tepat dibelakng Oonoki, ia kemudia memegang kedua pundak Iwa Bunshin milik Oonoki kemudian menariknya karena secara bersamaan saat Naruto juga mengarah lutut kirinya di daerah rawan milik seorang kakek-kakek tua renta. Punggung.

Brahk!

Tubuh Iwa Bunshin itu pun hancur berkeping-keping terkena lutut kiri Naruto. Gravitasi kembali mempengaruhi tubuh Naruto bersama kepingan-kepingan tanah di depannya mulai turun. Naruto mendarat dengan sempurna diikuti bekas Iwa Bunshin Oonoki yang berjatuhan di depannya.

"Sudah selesai main petak umpetnya, ... kakek kecil." Naruto melirik ke samping kirinya yaitu sebuah batu besar yang diatasnya Oonoki sedang berdiri sambil bersikedep dada.

"Hohohoho ... ternyata kau berhasil mengalahkan Bunshin tanah spesialku rupanya." Balas Oonoki kemudian melompat turun dari atas batu itu dan mendarat tepat di samping kiri Naruto dengan jarak 10 meter.

"Hn!" Naruto bergumam pelan dengan aggukan kecil lalu memutar tubuhnya agar saling berhadapan dengan Oonoki.

Sekitar dua menit keduanya tidak bergerak ataupu mengeluarkan suara sedikit pun, hingga akhirnya Naruto yang mengambil tindakan dengan mengeluarkan dua kunai bermata tiga dari dalam Fuinjutsu penyimpanan miliknya. "Aku duluan kakek kecil!" Naruto berseru tenang kemudian berlari ke arah Oonoki.

"Kesalahan fatal bocah pirang." Oonoki langsung merapalkan sebuah Handseal. Setelah Handsealnya selesei. Sebuah struktur bola bercahaya muncul di antara kedua telapak tangannya.

"Jinton : Genkai Hakuri no Jutsu!"

Struktur bola bercahaya di antara telapak tangan Oonoki langsung membesar membentuk struktur berbentuk silinder berukuran besar yang mengarah ke Naruto yang tengah berlari ke arahnya. Uzukage muda yang belum sepenuhnya mengetahui apa yang melesat ke arahnya itu tidak mau mengambil resiko.

"Jutsu yang aneh." Naruto mengerem tubuhnya menggunakan kaki kanannya kemudian melompat ke arah samping kanan. Jinton milik Oonoki pun melesat melewati tubuh Naruto dan mengenai sebuah batu yang berada tidak jauh di belakang pemuda itu.

Ciuuung!

Bumm!

Area pertarungan keduanya langsung diterangi cahaya dari ledakan Jinton milik Oonoki yang mengenai batu. Naruto langsung menatap horor batu yang terkena serangan Jutsu milik Oonoki yang menghilang setengah bagian dan bukan hanya itu, bagian yang menghilang itu meninggalkan bekas yang sangat halus.

"Hieee ... Jutsu yang mengerikan." Komen Naruto, ia kemudian mengembalikan pandangannya ke Oonoki lalu memasang kuda-kuda bertarung yang terlihat asal-asalan.

"Untuk orang setua Kakek, memiliki jutsu semerikan itu benar-benar mengagumkan." Naruto tidak melepaskan sedikitpun pandangannya dari Oonoki yang kini melayang di atas pemukaan tanah sambil melipat kedua lengannya di depan dada.

"Itulah kenapa aku masih diberikan jabatan sebagai seorang Tsuchikage, ... kau mengerti sekarang bocah kuning." Jelas Oonoki.

Naruto mengangguk sejenak kemudian mengeluarkan kunia bermata tiga dari Fuinjutsu penyimpanan miliknya. Oonoki yang melihat model kunai dari Naruto langsung membulatkan mata karena kunai itu mengingatkan dirinya pada seseorang yang sangat ingin ia bunuh walaupun sekarang ia sudah tidak ada lagi.

"Ja-Jangan-jangan k-kau ..." Naruto mengangguk paham mengenai karena ia mengetahui apa yang ingin Oonoki tanyakan. Pemuda itu kemudian memposisikan kunai itu di depan wajahnya dengan ujung yang diarahkan ke Oonoki.

"Ya kau benar, ... aku keturanannya, Uzumaki Namikaze Naruto!" Entah apa lagi yang ingin Naruto rencanakan karena dengan mudahnya ia mengatakan bahwa dirinya adalah keturunan dari Namikaze Minato, shinobi Rank-SS yang paling dibenci oleh shinobi Iwagakure.

"Kau juga seorang Uzumaki? ... itu tidak mungkin! Kami Kirigakure, Iwagakure dan Kumogakure sudah membinasakan mereka kurang lebih 2 dekade yang lalu." Jelas Oonoki dengan nada ketidakpercayaan karena pemuda didepannya ini bukan hanya keturunan dari Minato melainkan pemuda ini juga seorang Uzumaki yang dikenal dengan Fuinjutsu mereka yang sangat ditakuti.

"Membinasakan bukan berarti tidak ada yang selamat kakek kecil." Naruto menurunkan kunai bermata tiga dari depan wajahnya. Ia kemudian meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena pembicaraan ini. "Bisa kita lanjutkan kakek kecil, aku sebenarnya bisa kabur dari sini semauku namun aku ingin melakukan sesuatu terhadapmu, ... jadi aku akan sedikit 'berdansa' denganmu."

Oonoki tersentak sesaat ketika mendengar sebuah kata yang mengingatkan dirinya seseorang yang sering mengatakan kata 'berdansa' sebelum bertarung. "Dia seperti Uchiha Madara saja." Pikir Oonoki.

"Uchiha Madara ya, ... apa miripnya aku dengan salah satu pendiri desa Konohagakure itu." Pikir Naruto saat mengetahui pemikiran Oonoki yang menyamakan dirinya dengan Uchiha Madara.

"Perkataanmu Baka! ... Si Teme itu sering mengatakan 'berdansa' sebelum bertarung." Naruto mengangguk-anggukan kepalanya dengan pelan mendengar penjelasan dari Kurama. Sedangkan Oonoki yang melihat Naruto malakukan hal itu menaikkan alisnya karena bingung.

"Aku benar-benar akan membunuhmu bocah kuning, ... bersiaplah!" Oonoki langsung terbang rendah menuju ke Naruto sambil merapalkan sebuah Handseal, setelah selesai Kakek itu mengepal tangan kirinya. "Doton : Kengan no Jutsu!" Kedua tangan kakek itu langsung diselumiti tanah yang mengeras yang mungkin saja membuat pukulannya menjadi lebih kuat.

Melihat tangan lawannya menjadi batu, Naruto melempar kunai ke bawah dan menancap di samping kaki kirinya, ia lalu marapalkan Handseal sederhana. "Kai!" Seketika tanah tempat berpijak Naruto langsung retak karena pemuda itu melepaskan 45 persen Gravity Seal di tubuhnya.

"Mari kita lanjutkan kakek keci!" Naruto langsung berlari menuju Oonoki yang terbang rendah menuju ke arahnya. Saat mereka berdua saling berhadapan dengan jarak 4 meter, keduanya langsung menyiapakan sebuah pukulan.

Sreet!

Naruto menggunakan kaki kirinya sebagai rem, ia kemudian memundurkan tubuhnya kebelakang sambil mengepal erat tangan kirinya. "Mari beradu tinju kakek tua!" Secara bersamaan Naruto dan Oonoki melancarkan pukulan mereka, Oonoki dengan tangan kiri yang diselimuti tanah sementara Naruto yang juga dengan tangan kirinya.

Duag!

Braak!

Kedua bogem mereka bertemu di depan wajah keduanya. Namun Bogem milik Naruto lebih kuat sehingga membuat tanah yang menyelimuti tangan kiri Oonoki langsung hancur. "Sepertinya milikku lebih kuat kakek kecil." Naruto menarik tangan kirinya kemudian memundurkan kaki kanannya dan sedetik kemudian langsung diayunkan ke Oonoki yang melayang di depannya.

Syuut!

Karena tubuh yang kecil dan tehnik terbang milik Oonoki, dengan mudah ia menghindari Right Roundhouse Kick Naruto. Namun Naruto langsung melanjutkan serangannya dengan melakukan kombinasi Taijutsu yang menggunakan kedua tangan dan kakinya. Oonoki pun sama, sambil memghindari serangan dari Naruto, ia juga melakukan Taijutsu untuk menyelaraskan adu Taijutsu mereka.

Oonoki yang mulai kewalahan dari tertinggal jauh dari segi fisik dan kecepatan akhirnya memilih terbang menjauh dari Naruto. "Taijutsu milikmu lumayan juga bocah!" Oonoki kemudian merapalkan Handseal sambil terbang menjauh.

"Doton : Goremo no Jutsu!"

Sebuah bongkahan batu besar langsung mencuat pada tanah di depan Oonoki dan perlahan bongkahan batu itu mulai membentuk Golem/Humanoid. Naruto menaikkan alisnya melihat Golem batu di depannya. "Iwagakure memang berasal dari jaman batu, ... Kuchiyose milik Kage-nya saja sebuah bongkahan batu." Ejek Naruto dengan nada yang terdengar tidak mengenakkan bagi Oonoki.

Oonoki yang awalnya tidak terlalu memperdulikan ejekan Naruto mengenai jaman batu, akhirnya mulai terpengaruh, itu bisa terlihat dengan urat-urat kekesalannya mulai muncul di kening berkeriputnya. "Itu bukan Kuchiyose dan jangan katakan menganai jaman batu lagi bocah kuning." Perlahan Golem itu mulai membesar setinggi 10 meter.

"Kau akan kuhancurkan bocah kuning." Golem milik Oonoki pun mulai bergerak dengan pelan. Naruto yang tidak sama sekali takut melihat Golem itu malah melesat ke arah bongkahan batu itu.

Sesampainya di depan Golem itu, Naruto melompat ke arah kepala batu itu namun sebuah tangan langsung menghalangi arah lompatannya. Mau tidak mau Naruto langsung mengepal tangan kirinya. "Minggir!" Naruto yang masih dalam melompat ke arah kepala/tangan itu langsung melancarkan pukulannya ke tangan Golem itu.

Brakk!

Tangan kiri Golem itu pun hancur berkeping-keping sehingga membuka jalan untuk Naruto agar mengarah ke kepala Golem itu. Dengan menggunakan bongkahan batu yang lumayan besar sebagai alat untuk melompat, Naruto merapalkan Handseal. "Kalau tidak salah Doton lemah melawan Raiton, ... baiklah! Ini mungkin kalia pertama aku menggunakan Raiton."

Setelah Handseal Naruto selesai, ia mengarahkan telapak tangan kirinya ke kepala Golem itu. "Raiton : Kangekiha!" Sebuah aliran petir berskala kecil pun melesat dari telapak tangan Naruto menuju ke kepala Golem itu.

Duaar!

Ledakan kecil pun tercipta di kepala Golem itu, namun entah kenapa walaupun kepalanya sudah hancur, tangan kanan golem itu masih dapat bergerak dan berniat memukul Naruto yang masih berada di udara. "Aku lihat itu bongkahan batu." Naruto memutar tubuhnya sedikit kekiri dengan tangan kiri Naruto yang masih terdapat aliran listrik.

Duarr!

Golem itu bergerak mundur saat tangan kanannya hancur terkena aliran listrik yang dilesatkan Naruto. "Masih dapat bergerak rupanya, ... monster batu yang aneh." Naruto kembali menggunakan bongkahan batu sebagai tumpuan kemudian bersalto kebelakang sambil merapalkan Handseal.

Tap!

Setelah mendarat dengan sempurna dan Handseal miliknya pun telah selesai. "Raiton : Rairyuu no Jutsu!" Sebuah naga petir berukuran sedang pun melesat dengan kecepatan tinggi dari tubuh Naruto menuju ke tubuh tanpa lengan dan kepala Golem di depannya.

Duar!

Golem itu pun hancur berkeping-keping terkena serangan naga petir milik Naruto. "Dimana kakek kecil itu?" Naruto langsung memfokuskan sensor miliknya sembari menggerakkan matanya kesana kemari untuk mencari keberadaan dari Oonoki.

"Sial!" Rutuk Naruto kemudian menoleh ke atas setelah sebuah cahaya mulai bersinar di atas langit. Ia kemudian mengeluarkan kunai bermata tiga dari dalam Fuinjutsu penyimpanan miliknya.

"Jinton : Genkai Hakuri no Jutsu!"

Sebuah struktur berbentuk kerucut besar yang ujungnya melesat ke arah Naruto diciptakan oleh Oonoki. "Kakek ini sudah tua, ... pasti ia sudah rabun." Pikir Naruto, memanfaatkan cahaya dari Jinton Oonoki, pemuda itu diam-diam melempar kunai miliknya. tetapi tidak diarahkan ke Oonoki melainkan sedikit ke samping Oonoki.

Ciiung!

Bumm!

Ujung struktur Kerucut Oonoki pun menghantam tempat Naruto berdiri, namun pemuda itu sama sekali tidak berada di sanan karena ia menghilang diikuti kilatan kuning. Sementara di udara, Oonoki langsung membulatkan matanya ketika sebuah kilatan kuning muncul tepat ketika sebuah kunai bermata tiga berada di samping tubuhnya. "Sudah kuduga kau itu rabun, ... sampai-sampai tidak melihat kedatangan kunaiku." Gumam Naruto sambil mengepal tangan kanannya.

Duag!

Wajah tua milik Oonoki langsung berkerut terkena pukulan tangan kanan Naruto. "K-Kau ..." Desis Oonoki sambil merintih kesakitan.

"Kenapa?" Naruto bertanya dengan polosnya, pemuda itu kemudian berniat memukul lawannya untuk kedua kalinya, namun Oonoki lebih cepat mengambil tindakan dengan menyentuh lengan Naruto.

"Doton : Chokajūgan no Jutsu!"

Dug!

"Ada apa ini?" Tubuh Naruto seketika terjatuh ke bawah dengan kecepatan tinggin. Sebenarnya berat tubuhnya sekarang hampir sama jika ia melepaskan 75 persen Gravity Seal, tetapi karena itu terjadi begitu saja. Maka Naruto pun terjatuh ke bawah dengan kecepatan tinggi.

"Aku menambah berat tubuhmu hingga kau tidak dapat mengankatnya sendiri." Naruto menyipitkan mata mendengar perkataan dari Oonoki, hingga akhirnya Naruto pun menghantam permukaan tanah dengan kerasnya.

Duaar!

Ledakan serta kepulan debu pekat pun tercipta ketika Naruto menghantam tanah dengan kerasnya. Bahkan tanah area di sekitar ledakan itu pun memunculkan retakan besar. Perlahan kepulan debu mulai menghilah dan memperlihatkan sebuah kawah berukuran besar, di tengah-tengah kawah itu Naruto berbaring dengan pakaian miliknya yang dipenuhi debu.

"Hohohoho ... sekarang kau tidak bisa bergerak lagi bocah, ... nah! Saatnya untuk menangkapmu." Oonoki menukik dengan kecepatan tinggi menuju ke Naruto sambil merepalkan Handseal. "Doton : Kengan no Jutsu!" Lengan kiri Oonoki kembali diselumuti tanah hingga memadat membentuk tangan batu berukuran besar.

Duaar!

Ledakan kedua pun terjadi kembali di tempat yang sama, tidak lupa kepulan debu yang kembali beterbangan ketika Oonoki masuk ke dalam kepulan debu itu dan menghantamkan pukulan lengan batu miliknya.

.


Sasori and Uzushiogake Team Place

Di sebuah hutan yang cukup lebat yang berada jauh dari wilayah desa Iwagakure. Terlihat tujuh orang tengah menunggu kedatangan seseorang. Mereka adalah Sasori, Kiyoshi, Riku, Izuki dan rekan setim mereka. Mereka tengah duduk di depan sebuah api unggun. Untuk berjaga-jaga jika ada serangan Kiyoshi memasang sebuah Kekkai.

"Aku akan mengutuk diriku dalam-dalam jika sampai Naruto-sama tewas." Ujar salah satu shinobi Uzushiogakure yang tertangkap dengan lirih. Satu orang yang sama pun mengangguk mengiyakan.

"Kalian bercanda!" Bentak Kiyoshi kepada kedua orang itu, karena perkataan mereka seolah mengatakan Naruto itu seorang shinobi yang lemah.

Kiyoshi kemudian mengeluarkan sebuah kunai bermata tiga pemberian Naruto. "Jika Naruto-sama kalah dengan Tsuchikage bodoh itu, ... itu adalah hal termustahil yang pernah kudengar." Ujar Kiyoshi kemudian menancapkan kunai itu pada permukaan tanah.

"Apa kalian lupa dengan cerita dari Karin-sama mengenai Naruto pernah melawan Nidaime dan Shodaime Hokage yang dibangkitkan dengan jutsu terlarang." Semua orang yang berada di situ mengangguk minus Sasori yang membulatkan mata karena ini adalah kali pertama ia mendengarnya.

"N-Nidaime dan S-Sandaime Hokage?" Tanya Sasori dengan nada ketidakpercayaan.

"Yaps benar, ... dan kau tahu apa yang terjadi?" Sasori menggeleng pelan, nampaknya pengguna Kugutsu itu mulai penasaran dengan hal ini.

"Naruto-sama berhasil mengalahkan mereka berdua. Dan hal inilah yang membuatku semakin menghormatinya dan tidak berani membantah perintahnya kecuali yang terakhir tadi." Jawab Kiyoshi sambil tersenyum kecut karena ia tadi sempat melanggar janjinya untuk tidak pernah melanggar perintah dari Naruto.

"Baiklah, ... kami akan minta maaf dan kami juga akan meminta maaf kepada Naruto-sama." Ucap salah satu dari shinobi Uzushiogakure yang tertangkap.

"Tenang saja, ... Naruto-sama itu orangnya pemaaf." Balas Kiyoshi lalu tersenyum tipis kepada keduanya.

.


Naruto Place

"M-Mustahil!" Kepulan debu mulai menghilang dan memperlihat Oonoki yang membulatkan matanya. Di depannya kini Naruto berdiri sambil menahan lengan batu miliknya dengan dua tangan.

"Aku berterimah kasih padamu kakek kecil, ... karena berkatmu berat tubuhku naik tanpa melepas Gravity Seal milikku." Naruto menyeringai sadis membuat Oonoki meneteskan keringat dingin melihat seringai itu.

"Kuharap didesamu ada tukang urut yang akan memijat tubuh tuamu itu kakek." Naruto menarik tangan kirinya kemudian mengepalnya, sedangkan tangan kanannya menahan lengan batu milik Oonoki agar tidak melarikan diri.

Duagh!

Krak! Jdeer!

Tanpa rasa kasihan sama sekali kepada seorang kakek tua yang sudah renta, Naruto menghantam perut Oonoki hingga membuat encok Kakek tua itu kambuh. "Uaaaahhhh ... punggungku mau lepas rasanya." Ringis Oonoki sambil memegang punggungnya dengan tangan kanan.

"Punggung? ... bukannya yang kupukul itu perutmu? ... kau ini kakek tua yang aneh." Naruto menaikkan alis melihat Oonoki yang kini berdiri bungkuk, tangan batunya pun sudah menghilang.

Oonoki tidak menggubris penuturan bodoh Naruto yang tidak mengetahui jika pukulannya itu membuat punggung kakek tua itu encok. "A-Aku menderita encok bocah kuning!" Umpat Oonoki dengan nada serak karena tidak tahan dengan encok yang melandanya.

"Ohh." Balas Naruto singkat dengan tampan tanpa berdosanya karena membuat seorang kakek tua sakit punggung. Walaupun kakek itu adalah lawannya, Naruto masih memiliki hati nurani sehingga membuatnya tidak mau melanjutkan pertarungan ini walaupun kemenangan sudah ada di depan matanya.

Oonoki mengambil posisi duduk di depan Naruto masih dengan memegang punggungnya. Ia kemudian mendongak ke Naruto. "Apa yang kau tunggu bocah kuning! ... Cepat selesaikan pertarungan ini." Ujar Oonoki yang kini sudah pasrah menerima kekalahannya dan siap untuk dibunuh oleh Naruto.

Pemilik mata Sapphire itu menggeleng pelan dengan ekspresi datar yang kini ia pasang, menandakan bahwa kini ia dalam mode seriusnya. "Aku bukan seorang pembunuh kakek kecil." Naruto berujar datar untuk menghilangkan pikiran negatif Oonoki mengenai dirinya.

"Bukan? ... lalu apa maksudnya itu bocah kuning!" Oonoki menunjuk puluhan shinobinya yang tergetak di antara dua bukit batu tidak jauh dari keduanya.

"Dan apa maksudmu menyerang desaku haaa?" Oonoki menambahkan pertanyaan kepada Naruto dengan intonasi yang meninggi.

"Menyerang? ... siapa yang menyerang desamu kakek kecil, kami hanya ingin mengambil anggota keluarga kami yang kalian tangkap." Jawab Naruto masih dengan ekspresi wajah datarnya.

"Dan mereka tidak mati!" Tambahnya mengenai para shinobi Iwagakure yang tadi sempat mereka lawan.

"Kau hanya melakukan ini demi keluarga?" tanya Oonoki dijawab anggukan oleh Naruto.

"Hahaha ... kau lucu bocah pirang, aku tidak pernah mendengar seorang SS-Rank Missing-nin peduli dengan apa yang namanya keluarga." Oonoki tertawa keras karena menurutnya Naruto adalah orang bodoh yang melakukan semua ini hanya karena keluarga.

"Terserah kau kakek kecil!" Balas Naruto.

Keheningan mulai tercipta antara kedua Kage itu, tetapi Oonoki bukannya diam saja, ia mulai memproses kejadian-kejadian yang terjadi malam ini didalam otak tuanya. Pertama, lawannya adalah seorang Uzumaki, kedua Naruto dan ketujuh anggotanya tadi memakai perlengkapan shinobi yang sama dan yang terakhir rela melakukan hal ini demi menyelamatkan dua orang yang shinobinya tangkap.

Uzushiogakure.

"Kau membangun kembali desa leluhurmu bocah kuning?" Naruto langsung membulatkan matanya ketika mendengar Oonoki menanyakan mengenai hal itu.

"Apa maksudmu kakek tua?" tanya Naruto balik dan mencoba untuk mengelak, dan sedetik kemudian ia langsung berpikir untuk menjadikan Iwagakure manjadi aliansi sehingga tiga desa shinobi dapat berdamai dengan aliansi ini. "Baiklah!" Pikir Naruto.

"Kau aku mau menjelaskannya bocah kuning?" Naruto mengangguk antusias mendengar pertanyaan dari Oonoki.

"Baiklah ... " Oonoki mamasang raut wajah serius di wajah tuanya. "Pertama kau seorang Uzumaki, ... kedua kau melakukan semua ini demi dua orang yang artinya kau tidak ingin mereka berdua kami introgasi, ... ketiga, kami mencurigai sebuah danau berkabut di dekat Kirigakure yang aku perkirakan itu sebuah desa, ... dan yang terkahir yang paling menguatkan hal ini ..."

Oonoki yang encoknya sudah pulih langsung berdiri dan berjalan menjauh dari Naruto. disaat bersamaan ribuan bantuan dari Iwagakure pun tiba di belakang Oonoki. Kakek tua itu kemudian menyeringai.

" ... Seorang Missing-nin seperti kau dan ketujuhrekanmu tidak mungkin diterima di sebuah desa!"

"Benar!" Jawab Naruto singkat, padat dan jelas. Pemuda itu kemudian menyungging sebuah senyum tipis. Tubuhnya pun kini telah kembali ke berat semulanya karena efek dari Doton Oonoki sudah lanyap.

"Apa kau mau menjadi aliansi dari desaku?" Tawar Naruto to the point.

"Aliansi ... Hohohohoho ... jangan bercanda bocah kuning ... Hohohohoho!" Naruto mengerutkan keningnya mendengar perkataan dan tawa kencang dari Oonoki.

"Sebaliknya bocah kuning, desa yang kalian bangun akan kami hancurkan kembali, bukan karena kami takut dengan Fuinjutsu-nya seperti waktu dulu, ... tetapi karena di desa kalian berkumpul para penghianat yaitu Missing-nin dari berbagai desa."

Naruto mendelik ke arah Oonoki. "Kau berencana melakukan sebuah serangan ke desaku?" Tanya Naruto datar.

Oonoki mendelik balik Naruto. "Ya benar, ... aku berniat mendeklarasikan perang melawan desamu Uzushiogakure, dan aku yakin kelima desa besar akan menyetujui hal ini." Ujar Oonoki yang terang-terangan menyatakan bendera perang kepada sang titisan Rikudou Sennin.

Oonoki menaikkan alis ketika melihat Naruto menyeringai bukannya ketakutan mendengar ancamannya. "Kau yakin kakek kecil?" Tanya Naruto memastikan.

Dipikirannya Naruto, ia merasa geli karena Oonoki sangat yakin dengan hal ini. Mana mungkin Kirigakure yang bahkan ingin mengangkat Naruto menjadi shinobi mereka setuju untuk menghancurkan desa Uzushiogakure, desa dari pahlawan mereka.

"Aku sangat yakin bocah kuning, dan sebaikanya persiapkan dirimu dan desamu untuk menghadapi ... "

.

.

.

.

.

.

.

" ... Perang dunia Shinobi ke-4!"

.

TBC


Ckckckckckckc ... lagi-lagi ide gila saya muncul kembali dan kali ini mengenai PDS ke-4 yang saya majukan dan lawannya buka Tobi ataupun Madara.

Dan saya minta maaf karena pertarungannya kagak terlalu sengit.

Walaupun Oonoki maupun Naruto ingin melaksanakan PDS ke-4 yang dimaksud Oonoki di akhir chapter ini ... Saya belum tentu akan saya realisasikan, mengingat jika sampai saya realisasikan maka akan terjadi perubahan alur besar-besaran dan hal itu akan memaksa otak berkapasitas rata-rata milik saya akan bekerja keras ... Tapi tidak menutup kemungkinan bakal terjadi.


Saatnya untuk menjawab Review kalian.

riki ryugasaki 94 = Imajinasi anda terlalu liar gan :v ... tapi ada kok nanti lemonya.

Esya 27 BC = Hehehe ... maaf pertarungannya tidak terlalu hot (menurut saya)

Damrio = Sepertinya itu tidak dilakukan, banyak-banyakin word saja gan ... sekali maaf ya...

Ss FOX16 = Mungkin saja hehehehe ...

The Readboyz = Kagak nentu gan ... normalnya 5-10 hari (saya undur krn nambah fic satu lagi)

Shadow kisuke 56 = maaf itu belum terjawab krn arc ini belum masuk arc jembatan tenchi.

TheHalfSoul = Hehehehe ... gomen itu mungkin udah kebiasaan Author

HollyLucifer = Saat PDS melawan Madara ama Obito.

Naruko- tan/raitogekco = Chi Bunshin itu cuma bertugas mengawasi si Ero-Jiji.

Ndah D. Amay = Iwa jadi aliansi? itu sudah terjawab di atas dan jawabannya tidak malahan sebaliknya dan mengenai kejadian di jembatan tenchi, mungkin akan melenceng dari canon.

MATAkami/bikini party = tunggun Jiraiya dan Arashi berhenti mesum baru ada #plakkk, ... bercanda heheh, nanti setelah jembatan tenchi.

aoi senko = klo perlu ampe PDS 5 ... khukukuku

Dexto Uchiha = thanks buat ngingetin.

it = saya akan memperbaikinya jika ada waktu

Izuna = selamat kok,

Maaf klo penulisan namanya salah!


Oh sekalian saya promosi dikit ... silahkan mampir ke Fandom Naruto Xover HS DxD ... disana sy nambah satu lagi fic, baca saja saya sudah senang apalagi review ... dan setelah saya nambah satu lagi fic, jadwal update fic saya mundur dikit jadi 5-10 normalnya dan paling lambat 2 minggu.


Untuk kesekian kalianya ... saya Ryusuke Akairyuu mengucapkan terima kasih telah mereview, Fav, Fol ataupun sekedar membaca Fic super berantakan dan Gaje ini.

Akhir kata dari saya ... tolong tinggalkan komentar kalian mengenai chapter ini pada kolom Review...