Disclaimer © Masashi Kishimoto
The Chronicle Of Trio Uzumaki © Ryusuke Akairyuu
Rate : M
Genre : Adventure, Family, Romance, Friendship.
Pair : Naruto X Kushina – Karin X ?
Warning : Typo, Alur Berantakan, Mainstream, Ancur, GaJe, OOC, OC, Etc.
Summary :Setelah meninggalkan desa Konoha. Naruto bersama adik dan kekasihnya memilih untuk menetap dan membangun kembali desa leluhur mereka disamping Naruto menjalankan tugas dari Rikudou Sannin yaitu kedamaian dari balik layar.
.
Chapter 31 : Meet With Uchiha Itachi
.
"Perang dunia shinobi ke-4 'yah." Gumam Naruto sambil memegang dagunya menandakan bahwa pemuda itu tengah memikirkan hal ini.
"Ada apa bocah kuning? Kau takut?" Oonoki memandang Naruto meremehkan.
Naruto menautkan alisnya. "Takut?" Tanya Naruto kemudian memperlihatkan sebuah seringai tipis kepada Oonoki. "Justru sebaliknya kakek kecil. Dengan adanya terjadinya perang ini, maka semakin memuluskan jalan menuju tujuanku." Ujar Naruto tenang.
"Tujuan?" Beo Oonoki masih dengan raut wajah meremehkan.
"Perdamaian untuk dunia shinobi ini." Jawab Naruto.
Oonoki terkekeh pelan mendengar Naruto yang seorang Missing-nin mempunyai tujuan mendamaikan dunia shinobi. "Hohohoho ... apa aku tidak salah dengar? Seorang Missing-nin mempunyai tujuan mendamaikan dunia." Naruto tampaknya mulai kehabisan kesabaran menghadapi kakek tua yang satu ini, keningnya mulai berkerut serta pandangannya mulai mengeras kepada Oonoki.
Naruto menunjuk lurus Oonoki dengan raut wajah datar nan keras. "Baiklah jika kau serius untuk melaksanakan perang dunia shinobi yang kau maksud. Tapi setidaknya pikirkan dulu hal ini kakek tua!" Naruto membalik tubuhnya membelakangi Oonoki.
"Dan satu lagi ... " Naruto menoleh kembali ke Oonoki. " ... jangan salahkan aku dan desaku jika nantinya Iwagakure hancur, ... melawanku saja kau sudah kena encok apalagi jika sudah melawan seluruh shinobi desaku." Sambung Naruto datar. "Apalagi jika Kiri dan Suna ingin ikut serta." Tambah Naruto lagi dalam pikirannya. Pemuda itu kemudian menghilang diikuti seberkah kilatan kuning meninggalkan Oonoki yang tengah memproses perkataan dari Naruto.
"Dasar bocah kuning sialan, ... dia berani mengancam dan meremehkanku." Gumam Oonoki dengan tangan kanan yang terkepal. Tampaknya ia tidak terima karena Naruto secara terang-terangan mengancam dan sedikit meremehkannya.
Oonoki membalik badannya menghadap ke ribuan shinobi Iwagakure yang berdiri di belakangnya. "Kenapa Tsuchikage-sama membiarkannya pergi?" Tanya salah satu dari shinobi Iwagakure.
"Aku mau dia menikmati masa-masa damainya sebelum kita, para shinobi dari kelima negara besar akan menyerang desanya." Jawab Oonoki.
"Jadi kita benar-benar akan menghadapi perang dunia lagi?" Tanya salah satu dari mereka untuk kedua kalinya.
"Tidak untuk waktu yang dekat, saat ini kita berfokus dulu pada Akatsuki. Aku takut nantinya mereka memanfaatkan perang ini untuk tujuan mereka."Jawab Oonoki, kakek tua itu kemudian mulai melayang ke udara. "Ayo kita kembali ke desa dan bersiap-siap mengimformasikan hal ini kepada desa lain." Seluruh shinobi Iwagakure menganggak paham kemudian mengikuti Kage mereka yang sudah mengudara ke arah desa.
.
Sasori and Uzushiogakure Place
Ketujuh Shinobi Uzushiogakure yang tengah duduk bersantai mengelilingi sebuah api unggun langsung terkejut ketika sebuah kilatan kuning muncul tepat di atas kunai bermata tiga yang Kiyoshi tancapkan di depannya.
"Naruto!" Seru mereka secara bersamaan dengan nada senang lantasan Yondaime Uzukage mereka pulang dengan keadaan tidak terluka sama sekali. Secara serentak mereka bertujuh langsung berdiri menghadap ke Naruto.
"Yoooo!" Sapa Naruto dengan cengiran khas miliknya sambil mengankat tangan kanannya.
"Kau tidak terluka Naruto?" Sasori membuka sesi pertanyaan untuk mewakili mereka bertujuh. Topeng yang ia gunakan pun telah ia lepas mengingat mereka berada di dalam Kekkai pendeteksi.
"Hanya kelalahan dan sedang memikirkan sesuatu." Jawab Naruto tenang namun raut wajahnya mengatakan hal sebaliknya dimana ia tampak memikirkan hal mengenai PDS-4 yang dimaksud oleh Oonoki.
"Sesuatu?" Tanya Kiyoshi diikuti anggukan mengenai pertanyaan itu oleh semuanya.
"Iwagakure menyatakan perang untuk memusnahkan desa kita, Uzushiogakure untuk kedua kalinya." Ketujuh orang itu langsung membulatkan mata mereka mendengar jawaban dari Naruto yang mengatakan bahwa Iwagkure hendak melancarkan serangan kepada mereka.
"Memangnya kenapa jika Iwagakure menyerang?" Tanya Riku.
"Bukan hanya menyerang, tetapi Iwagakure mendeklarasikan perang dunia shinobi ke-4 dan berencana memberitahukan kepada kelima negara besar shinobi mengenai hal ini." Jelas Naruto.
"Haaa? Apa Tsuchikage tua itu bercanda, ... mana mungkin Kirigakure dan Sunagakure menyetujui untuk menyerang kita Naruto, kedua desa itu adalah Aliansi kita." Ujar Riku. Pemuda itu tidak habis pikir kenapa Naruto terlalu mempermasalahkan hal ini. Bukannya jika Suna dan Kiri adalah Aliansi mereka jadi bisa dibilang jika memang terjadi perang maka kekuatan akan seimbang. Itupun jika Konoha desa asal Naruto menyetujuinya.
"Masalahnya bukan perang ini, ... melainkan Akatsuki. Bisa saja mereka memanfaatkan perang ini untuk mengambil Bijuu yang tersisah." Naruto yang kakinya agak pegal karena pertarungannya dengan Oonoki langsung beranjak dari tempatnya dan memilih duduk pada salah satu batang pohon di dekat api unggun.
Ketujuh shinobi Uzushiogakure ikut melakukan apa yang Naruto lakukan, yaitu duduk pada batang pohon yang lain. "Jadi itu yang membuatmu pusing Naruto?" Tanya Kiyoshi dibalas anggukan mengiyakan dari Naruto.
Ketujuh shinobi Uzushiogakure yang melihat orang yang mereka hormati sedang memikirkan hal yang lumayan rumit. Akhirnya memutuskan untuk mengalihkan topik pembicaraan. Naruto yang mengerti dengan apa yang dilakukan ketujuhnya tersenyum tipis dan akhirnya memilih untuk ikut dalam permbicaraan ringan itu agar beban pikirannya sedikit berkurang.
Setelah hampir setengah jam. Kiyoshi berdiri dari acara duduknya pada batang pohon. "Sebaiknya kalian beristirat, terutama kau Naruto, ... biar aku yang menjaga untuk malam ini." Ujar Kiyoshi. Naruto menganggak mengerti kemudian berdiri dari batang pohon yang ia duduki.
"Baiklah! Arigatou." Kata Naruto. ia kemudian berjalan menuju salah satu tenda yang sudah didirikan sebelum kedatangannya oleh ketujuh shinobi Uzushiogakure-nya.
.
Keesokan paginya, setelah merapikan tempat mereka berkemah. Naruto dan ketujuh Shinobi Uzushiogakure langsung bergegas untuk kembali ke desa kebanggaan mereka. Selama perjalanan kedelapan Missing-nin itu terus melakukan perbincangan ringan diiringi saling lempar ejekan mengenai desa dari Sasori, Kiyoshi dan Riku.
"Kan benar kata Naruto, ... Iwagakure memang dari jaman batu, Kuchiyose Kage-nya saja batu." Riku yang berada samping Naruto langsung menoleh kebelakang dan mendelik Sasori yang berada di samping Kiyoshi.
"Setelah mendengar cerita pertarungan Naruto, ... aku setuju dengan Art." Kiyoshi ikut setuju dengan perkataan dari Art (Sasori) yang kembali mengenakan topeng dan nama samarannya mengenai perkataan darii pengguna Kugutsu itu tentang Iwagakure.
Riku mengalihkan delikannya ke Kiyoshi. Walaupun ia sudah tidak dianggap oleh Iwagakure. Riku tetap tidak terima jika desa asalnya diejek. "Diam kau rambut ekor kuda!" Umpat Riku kesal.
"Rambut kuda? Coba ulangi sekali lagi manusia bekas peradaban jaman batu." Balas Kiyoshi.
"R-a-m-b-u-t .. e-k-o-r .. k-u-d-a." Urat kekesalan Kiyoshi pun muncul akibat dari ejekan Riku yang dieja satu persatu. Sasori yang berada di samping Kiyoshi menepuk pundak Missing-nin dari desa Takigakure itu.
"Kau tak usah membalasnya, bukannya kau sendiri yang meminta Riku mengulanginya." Kata Sasori yang sontak membuatnya langsung mendapat delikan dari Kiyoshi. "Urusai! Dalang boneka."
"Apa kau bilang rambut ekor kuda!"
"Aku bilang dalang boneka."
"Gumpalan otot." Sasori menunjuk tubuh kekar milik Kiyoshi.
"Grrrr ... sesampainya di desa, aku akan mengubur kalian berdua menggunakan Kekkai Genkai milikku!" Kiyoshi menggeram kesal. Riku yang sudah mengetahui Kekkai Genkai milik Kiyoshi langsung menteskan keringat dingin karena ia pernah sekali dikubur oleh Kiyoshi.
Naruto yang berada di samping Riku hanya menghela nafas ringan mendengar ketiganya. "Haaa ... setidaknya mereka membuatku melupakan sejenak masalah ini." Batin Naruto.
"Naruto!" Sesaat kemudian tiba-tiba Naruto menaikkan alis ketika dua suara demonic memanggilnya secara bersamaan. "Tumben kalian akur, ada apa? Kenapa tiba-tiba menghubungiku secara bersamaan." Tanya Naruto melalui telepati kepada kedua mahluk yang memanggilnya tadi.
"Aku merasakan chakra Yonbi dari arah barat Naruto." Jawab Kurama.
"Aku juga."
"Kau jangan ikut-ikutan Baka Kame." Umpat Kurama.
"Memangnya kenapa Kuso Kitsune."
"Hentikan perdebatan bodoh kalian. Dan kenapa dengan Yonbi? Bukannya ia aman bersama Jinchuriki-nya di Iwagakure."
"Dasar bodoh! Arah barat itu bukan berasa dari desa kakek kecil lawanmu itu." Kata Kurama. "Dan dari tekanan chakranya ini, aku pastikan ia sedang bertarung Naruto." Tambah Kurama.
"Jangan-jangan ..." Naruto langsung menghentikan gerakan di atas sebuah dahan pohon yang membuat ketujuh rekannya ikut berhenti dengan alis terangkat karena Naruto tiba-tiba saja berhenti.
"Ada apa Naruto?" Tanya Kiyoshi.
Naruto menarik Wristband di lengan kirinya kemudian mengeluarkan satu kunai. "Ambil ini dan kalian duluan saja. Aku ada urusan." Kiyoshi menerima kunai yang diberikan oleh Naruto. Ia hendak menanyakan apa yang terjadi namun Naruto sudah keburu melompat dari mereka ke arah barat meninggalkan ketujuhnya.
"Ahh dia mau pergi saja." Umpat Kiyoshi sweatdrop setelah menghela nafas ringan.
"Sepertinya masalah lain akan muncul lagi." Gumam Riku sambil menggeleng beberapa kali ketika melihat Naruto yang terburu-buru tanpa menjelaskan apa yang ingin dilakukan. Tidak mau ambil pusing mengenai Naruto walaupun masih sedikit penasaran, akhirnya ketujuh shinobi Uzushiogakure melanjutkan perjalanan mereka.
.
Dahan demi dahan Naruto lompati, tidak lupa ia mengalirkan sedikit chakranya pada telapak kakinya agar kecepatannya bertambah. Mengingat masalah ini mungkin berkaitan dengan Akatsuki. Setelah sekitar 30 menit menyusuri hutan. Naruto akhirnya tiba di ujung barat hutan itu, di depannya adalah sebuah tebing curam.
"Uchiha Itachi!" Naruto menyipitkan mata ketika melihat seseorang mengenakan jubah hitam bermotif awan merah duduk di ujung tebing dengan kepala mendongak ke arah langit.
"Uzumaki Naruto, SS-Rank Missing-nin dari Konoha 'kah." Gumam Itachi pelan tanpa menoleh ke arah belakang sedikit pun ketika mendeteksi kedatangan Naruto.
Naruto melompat turun dari dahan pohon tempatnya berdiri. Pemuda itu kemudian berjalan menghampiri Itachi yang masih setia dengan acara duduknya. "Apa yang dilakukan anggota Akatsuki disini?" Naruto berujar datar ketika sudah berada di samping Itachi.
"Menikmati masa mudanya 'kah?" Tanya Naruto datar.
"Kata-katamu itu mengingatkan pada seseorang di Konoha, Uzumaki Naruto." Alih-alih menjawab pertanyaan dari Naruto. Itachi malah menyamakan Naruto dengan Gai, orang yang dimaksud oleh Itachi.
"Gai-sensei kan?" Itachi mengangguk membenarkan tebakan dari Naruto dengan wajah datarnya yang masih mendongak ke arah langit. "Ngomong-ngomong dimana partnermu? Setahuku Akatsuki bergerak dengan tim berjumlah dua orang?" Tanya Naruto setelahnya.
Itachi menurunkan kepalanya kemudian diarahkan ke samping kanan. "Partnerku sedang melawan Jinchuriki Yonbi." Jawabnya. Wajah Naruto seketika mengeras mendengar jawaban dari Itachi. Ternyata dugaan Kurama dan Isobu benar, Chakra Yonbi yang merasakan berasal dari pertarungan.
"Apa yang akan kau lakukan Naruto?" Itachi akhirnya menyudahi basa-basi perbincangan mereka dan langsung menanyakan tujuan dari Naruto mengapa ia sampai ada disini.
Wajah Naruto yang tadi sempat mengeras kini beralih menjadi normal kembali. "Awalnya aku hanya ingin mengecek sumber chakra yang kurasakan ini yaitu Chakra dari Yonbi." Jawab Naruto.
Pemuda itu kemudian mengambil posisi duduk di samping Itachi. "Tapi karena aku bertemu denganmu, maka kuurungkan niatku itu walaupun hal ini akan mengakibatkan Akatsuki semakin dekat dengan tujuannya untuk mengumpul kesembilan Bijuu." Tambah Naruto.
"Jadi kau sudah tahu tujuan dari Akatsuki?" Naruto menganggukkan kepalanya dengan gerakan pelan. "Aku dengar kau sekarang seorang Missing-nin sama seperti Sasuke karena kalian meninggalkan desa Konoha tiga tahun yang lalu."
"Itu benar." Balas Naruto singkat.
"Lalu apa tujuanmu keluar dari desa Naruto?" Tanya Itachi. Nampakanya ia sedikit penasaran dengan Naruto. Baik itu tujuannya kenapa keluar dari Konoha maupun hal-hal menyangkut pemuda di sampingnya itu.
"Membawa sebuah perdamaian untuk dunia shinobi ini. Walaupun statusku yang sekarang sedikit menyulitkan." Jawab Naruto. Memang bagi orang-orang tidak terlalu mengerti apa itu kedamaian tujuan Naruto itu terdengar naif, namun bagi Itachi yang mempunyai ideologi hampir sama dengan Naruto hanya tersenyum tipis mendengar tujuan dari Naruto.
"Jadi ... " Terdengar gumaman dari Itachi yang dapat di dengar oleh Naruto. " ... kau bekerja di balik layar." Sambung Itachi dibalas anggukan pelan oleh pemuda di sampingnya itu.
Naruto menerawang jauh ke atas langit biru di siang hari itu. "Sejenak tujuanku itu hampir tercapai. Tiga Elemental Nation sudah menerima Aliansi dengan desa yang aku bangun ... "
"Kau membangun sebuah desa?" Potong Itachi.
"Desa itu adalah Uzushiogakure, desa para leluhurku yang kini berisikan para Missing-nin yang kurekrut dan menjadikan mereka keluarga besarku ... Uzushiogakure yang sekarang." Jelas Naruto, ia kemudian menyelesaikan acara menerawangnya lalu menoleh ke arah Itachi.
"Dan asal kau tahu, Sasuke adikmu akan menjadi anggota keluargaku setelah ia berhasil mengetahui kebenaran mengenai dirimu." Tambah Naruto membuat Itachi sedikit tersentak lantasan rencana yang ia sudah susun matang-matang, yaitu mati di tangan adiknya Uchiha Sasuke sedikit melenceng. Walaupun ia sudah pernah mendengar Sasuke mengatakan hal ini 3 tahun yang lalu.
"Dia tidak berniat membunuhku." Naruto mengangguk. "Kenapa bisa? Apa dia tidak memiliki kebencian terhadapku."
"Kau salah!" Tukas Naruto. "Sasuke yang sekarang bukan seorang yang masuk ke dalam jurang kebencian. Malah dia berniat untuk memba ... ehh ... memintamu untuk ikut bersamanya membangun Klan Uchiha di desaku." Jelas Naruto.
Kalimat yang diucapkan Naruto membuat Itachi terdiam sejenak. "Bagaimana? Apa kau mau mengikuti saran Sasuke atau ..."
"Akan kupikirkan!" Potong Itachi cepat-cepat. "Tetapi untuk saat ini, aku tetap akan berada di Akatsuki." Tambah Itachi. Sontak sebuah rencana langsung muncul di kepala Naruto ketika mendengar Itachi masih tetap ingin berada di dalam Akatsuki.
"Itachi ... " Kakak dari Sasuke itu kembali menoleh ke arah Naruto. " ... apa kau bisa menjadi mata-mataku di Akatsuki ... Ehh bukan! Rekanku di Akatsuki untuk membantuku mengetahui segala pergerakan dari Organisasi itu." Tawar Naruto dengan nada pelan. Nampaknya Pemuda itu agak takut-takut jika Itachi akan menolak hal ini.
"Aku punya alasan tersendiri kenapa aku memintamu melakukan hal ini." Itachi belum sempat mengutaran jawabannya, Naruto kembali mengatakan hal itu. "Saat ini, perang dunia shinobi ke-4 mungkin saja akan terjadi."
Itachi langsung membulatkan matanya ketika mendengar bahwa akan terjadi perang dunia shinobi untuk keempat kalinya. "Apa kau bercanda Naruto?" Tanya Itachi memastikan.
Naruto mengangguk dengan wajah serius. "Iwagakure yang mendeklarasikannya kepadaku. Ia hendak menyerang desa yang aku buat karena menurutnya desaku berpotensi membahayakan dunia shinobi ini." Jelas Naruto.
"Dan ia berniat mendiskusikan hal ini kepada kelima Kage Desa Shinobi terkuat." Tambah Naruto.
"Bukannya kau tadi mengatakan bahwa sudah mendapatkan tiga Aliansi? Kalau boleh aku tahu desa mana saja yang menjadi aliansimu?" Tanya Itachi yang nampaknya penasaran dengan desa Aliansi dari Naruto.
"Kirigakure, Sunagakure dan Konoha. Walaupun di Konoha hanya beberapa orang yang menjadi aliansiku bukan keseluruhan desa." Jelas Naruto mengenai Aliansi dari desanya.
"Baiklah!" Itachi menghela nafas ringan. Nampaknya ia akan menyetujui untuk menjadi rekan (mata-mata) Naruto di Akatsuki. "Aku akan menjadi rekanmu. Tapi aku ingin kau menjaga Sasuke untukku." Naruto akhirnya tersenyum mendengar Itachi mau menjadi rekannya walaupun dengan syarat ia harus menjaga di Teme Pantat Ayam adik dari Itachi. "Lagipula, tujuanmu itu juga adalah tujuanku. Dimana aku memimpikan sebuah dunia dimana tidak ada yang namanya perang." Tambah Itachi.
Well. Sebenarnya syarat itu tidak terlalu memberatkan Naruto, lagipula Sasuke menurutnya sebentar lagi menjadi saudaranya. "Tentu saja aku akan menjaga si Teme itu, lagipula ia menyukai adikku." Ujar Naruto.
"Sasuke menyukai adikmu, ... sungguh sesuatu yang mengejutkan." Itachi menggeleng beberapa kali. Ia tidak habis pikir ternyata adiknya itu sudah menyukai seorang wanita.
"Aku pun tidak menyangkanya." Gumam Naruto. Ia kemudian bangkit dari acara duduknya di samping Itachi. Karena ia sempat mendengar suara ledakan besar dari arah kanan. "Aku pamit dulu, sepertinya rekanmu itu akan segera datang." Naruto seketika menghilang diikuti seberkah kilatang kuning membuat Itachi terkejut.
"Itu tadi Hiraishin." Gumamnya karena ia mengetahui tehnik yang Naruto gunakan untuk pergi.
.
Skip Time
Setelah menyusul timnya menggunakan Hiraishin, Naruto dan yang lain langsung melanjutkan perjalanan mereka yang memakan waktu dua hari untuk sampai ke Uzushiogakure. Sesampainya di desa. Naruto langsung menjelaskan apa yang terjadi kepada Kakeknya Arashi. Mulai dari misi penyelamat yang berjalan sukses hingga deklarasi perang yang diinginkan oleh Oonoki.
Sandaime Uzukage yang mempunyai sifat mesum stadium akhir itu pun terkejut dengan deklarasi perang secara tiba-tiba ini. Dengan cepat ia dan Naruto langsung mendiskusikan hal ini. Setelah sebuah rencana sudah ia dapatkan. Kedua langsung menuliskan sebuah surat untuk kedua Kage dari desa Aliansi mereka, sebelum Oonoki yang bertindak duluan.
"Aku pamit dulu Jiji, ... aku sangat lelah memikirkan hal ini." Pamit Naruto sekaligus mengatakan keadaannya saat ini. Detik selanjutnya pemuda itu langsung menghilang diikuti seberkah kilatan kuning meninggalkan Arashi.
"Dasar cucu kamvret, ...main pergi saja. " Gumamnya kemudian menghela nafas dengan mata terpejam. Detik selanjutnya ia langsung mengeluarkan benda kramat miliknya. yaitu Novel Icha-Icha Paradise.
.
Sebuah kilatan kuning langsung muncul tepat didepan pintu masuk kediaman Trio Uzumaki. Dari kilatan kuning itu Naruto muncul dengan raut wajah yang terlihat memikirkan sesuatu. Apalagi kalau bukan mengenai perang ini. Bukan menang atau kalah yang ia pikirkan, melainakan Akatsuki yang mungkin saja akan memanfaatkan situasi perang nantinya.
"Tadaima!" Seru Naruto sambil membuka pintu masuk kediamannya.
"Okaeri!" Suara feminim yang sangat Naruto kenal membalas seruan dari Naruto.
"Kemana Imouto merepotkan itu." Pikir Naruto yang tidak mendengar Karin, adiknya tidak menyahut sapaannya. Naruto kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dapur dimana asal suara yang membalas seruannya terdengar.
Sesampainya di dapur. Naruto langsung mendapati Kushina, kekasihnya mengenakan pakaian terusan merah darah dengan lengan mencapai siku berwarna putih sedang mamasak. Entah apa yang merasuki tubuh Naruto karena ia langsung menghampiri Kushina yang tengah memasak dan memeluknya dari belakang.
"Naru-kun!" Kushina langsung terkejut karena Naruto tiba-tiba memeluknya dari belakang. Tangan kekar milik Kekasihnya itu melingkar di pinggang ramping miliknya. "Aku sedang memasak!"
"Biarkan sejenak seperti ini." Tukas Naruto cepat-cepat dengan nada yang terdengar pelan. Pemuda itu kemudian menyandarkan dagunya pada pundak gadis berambut merah itu.
"Baiklah! ... tapi jangan berbuat macam-macam yah Naru-kun." Kushina akhirnya memilih untuk membiarkan Naruto memeluknya walaupun dirinya tengah memasak. Itu karena ia sempat memandang wajah kekasihnya itu sejenak dan menangkap raut wajah yang tengah memikirkan sesuatu.
"Naru-kun sedang memikirkan sesuatu?" Naruto mengangguk lemah sehingga membuat pundak Kushina ikut bergoyang. "Apa yang kau pikirkan adalah sesuatu yang berat?" Tanya Kushina untuk kedua kalinya.
"Yap benar! ... tapi dengan memelukmu seperti ini, pikiranku lepas dari masalah itu." Ujar Naruto.
"Mou ... dasar gombal!" Kushina menghentikan acara memasaknya dengan mematikan kompor yang memang masakan yang berada di atas kompor itu sudah matang.
"Are? ... siapa juga yang ngegombal Kushi-chan, memang jika aku seperti ini. Aku bisa melupakan hal yang sedang kupikirkan." Sanggah Naruto membuat Kushina terkekeh pelan. "Apa yang lucu Kushi-chan?" Tanya Naruto yang penasaran karena Kushina tiba-tiba terkekeh sebelumnya.
"Kau! ... tidak biasanya kau menggombal Naru-kun."
Naruto melepaskan tangan kanannya dari pinggang Kushina kemudian menunjuk dirinya sendiri. "Aku!" Kushina mengangguk antusias. "Sudah aku katakan, ... aku tidak menggombal Kushi-chan." Sanggah Naruto untuk kedua kalinya karena dia dianggap menggombal Kushina.
"Baiklah-baiklah kau tidak menggombal." Dalam keadaan pinggangnya dilingkari lengan kiri Naruto, Kushina memutar tubuhnya dan menghandap langsung ke Naruto. "Jadi, ... bisa kau katakan Naru-kun, apa yang kau pikirkan sampai-sampai kau memelukku?" Tanya Kushina.
"Biasa, ... masalah Akatsuki." Jawab Naruto seadanya sambil melepaskan lengan kiri yang melingkar di pinggang Kushina.
"Ha ha, kau bohongkan Naru-kun, ... tidak mungkin hanya masalah Akatsuki. Kau sudah mempunyai masalah dengan Akatsuki, tapi sangat jarang kau memelukku dari belakang jika masalahnya hanya Akatsuki." Sergah Kushina lalu menjelaskan bahwa Naruto sedang berbohong.
"Katakan padaku-ttebane." Paksa Kushina sambil berkacak pinggang di depan Naruto.
"Haaa ... " Naruto mendesah pelan. Ia tampak mencoba menyusun kata-kata untuk memberitahukan mengenai perang ini kepada kekasihnya itu. " ... ano ... etto ... bagaimana cara menjelaskannya ..."
"Cepat!" Perintah Kushina. Kedua tangannya yang tadi berada di pinggang kini berpindah posisi ke depan dada dengan posisi terlipat.
"Baiklah ... langsung ke intinya saja, kita akan menghadapi perang dunia shinobi ke-4."
"NANIII!" Teriak Kushina histeris membuat Naruto menutup telinga karena teriakan dari kekasihnya.
"Sebenarnya masalahnya bukan ke Perang-nya, melainkan ke Akatsuki yang tadi aku katakan." Naruto menurunkan kedua tangannya dari kedua sisi kepalanya. "Masalahnya adalah Akatsuki yang mungkin akan mengambil kesempatan dari perang ini untuk mengambil Bijuu yang tersisah, terutama Karin-chan." Tambah Naruto menjelaskan apa yang ia takutkan dari perang ini nantinya.
Kushina mengangguk mengerti mengenai apa yang Naruto takutkan. Ia kemudian menaruh tangan mulusnya pada pipi kanan Naruto yang terdapat tiga guratan halus. "Tenang saja Naru-kun, ... kita bertiga sudah melewati banyak masalah dan berhasil melewati semuanya." Kushina berusaha untuk membuat Naruto tidak terlalu memikirkan hal ini.
Naruto mengankat tangan kirinya kemudian menyentuh tangan kanan Kushina yang masih memegang pipinya. "Apa kau lupa Naru-kun, ... sekarang kita sudah memiliki keluarga yaitu Uzushiogakure yang akan membantumu menyelesaikan masalah ini. Dan yang paling penting, ..."
Kushina mendekatkan wajahnya ke Naruto kemudian mencium singkat bibir kekasihnya itu. " ... Aku akan selalu berada di sampingmu untuk membantumu." Sambung Kushina sambil menjauhkan wajah dari Naruto yang kini tersenyum.
"Arigatou, Kushi-chan!" Naruto kembali memeluk kekasihnya itu. Kushina pun membalas pelukan dari Naruto. Setelah beberapa menit berpelukan, keduanya melepas pelukan mereka.
"Nah, ... sebaiknya kita makan siang dulu sebelum kita membahas masalah ini." Ujar Kushina dibalas anggukan setuju oleh Naruto. Keduanya kemudian mulai mengambil masakan yang tadi Kushina buat dan membawanya ke meja makan. Dan tak berselang lama. Karin dan Tayuya akhirnya tiba dirumah dan ikut menyantap makan siang mereka.
"Haaa ... untuk kedua penggoda ini tadi tidak ada." Batin Naruto lega karena kalau sampai Karin dan Tayuya tadi melihat keduanya. Sudah Naruto pastikan keduanya akan menggodanya dan Kushina habis-habisan.
Karin dan Tayuya pun ikut menyantap makan siang bersama Naruto dan Kushina. Makan siang mereka diiringai dengan perbincangan ringan dan sesekali Naruto dan Kushia balik menggoda Karin mengenai Sasuke. Tayayu yang juga seorang pengggoda sejati pun ikut-ikutan bersama sepasang kekasih itu untuk menggoda Karin.
.
.
.
TBC!
Oke ... saya tahu di Chapter ini tidak ada yang menarik sama sekali. Humor yang amat sangat Garing, Romance yang kagak ada Feel-nya sama sekali. Chapter depan adalah penutupan dari Arc [Early PDS-4 ?].
Untuk PDS-4 antara Uzushiogakure beserta aliansinya melawan Iwagakure beserta Aliansinya sudah saya putuskan bakalan terjadi agar Anti Mainstream menurut beberapa Reader. Dan saya kasih bocoran dikit ... PDS-4 bakalan terjadi setelah Arc Pain.
Oh iya saya hampir lupa ... Ada beberapa Review dari fasilitas Guest yang mengatakan bahwa mereka kecewa pada saya karena satu Fic belum tamat udah nambah Fic lagi, ditambah lagi ada juga yang nge-Flame lewat fasilitas Guest. Untung saja saya mengaktifkan Filter untuk Guest Review jadi Flame itu kagak saya munculkan.
Ya... Kok saya malah ngoceh kagak jelas ... Oke abaikan yg diatas.
Sekarang waktunya membalas Review yang belum sempat saya balas melalui PM.
Ndah D Amay : Raykage A lawan Naru? Tunggu saja setelah [Arc : Pain] dan untuk rundingan kelima negara besar mungkin tidak dilakukan dengan pertemuan melainkan melalui surat saja. Di Chapter depan akan dibahas.
MATAkami : Persetujuan dari keliama negara besar untuk melenyapkan Uzu bakan dibahas di Chapter depan. Sementara bagian Akatsuki juga akan dibahas di Chapter depan.
Alphantouciha : Nih udah saya buatin humor yang amat sangat Garing dan Romance-nya juga kagak terlalu dapat Feel-nya karena saya agak Kaku dalam romance. (ada yang mau bantu saya?)
Lucifer/ Lagaligo : Ya perangnya bakalan terjadi kok. Jadi tunggu saja setelah [Arc : Pain] dan disana juga kekuatan dari Uzushiogakure bakalan diketahui.
Zubaidi : Dari rencana alur yang saya tulis di Laptop saya ... Chap-nya saya prediksi sekitar 50-55an-lah (Terlalu banyak ya?)
dark uzumaki : Masa? Apa bener ini Fic yg pertama kali majuin PDS-4?
ultimate rinnegan/gaje/Guest : Maaf sepertinya itu tidak bisa saya lakukan, ... bisa-bisa semua idenya bakalan hilang ditelen bumi.
Guest : Tunggu saja di PDS-4 setelah [Arc : Pain]
Maaf klo penulisan namanya salah.
Untuk Fic Uzumaki D. Naruto Update-nya paling cepet Kamis dini hari. Itu karena Bavak-Bavak sekalin meminta pertarungan yang Hot. Sementara untuk Fic yang di Fandom Naru x DxD hari Sabtu ato Minggu.
Oh Iya ... bagi para readers yang ingin bertanya melalui Facebook mengenai Fic saya ... Kalian bisa ADD Facebook yang baru saya buat khusus untuk hal-hal mengenai Fanficton. Namanya sama dengan Penname saya yaitu Ryusuke Akairyuu.
Sekali lagi saya berterima kasih telah Mereview, Favorite, Follow ataupun sekedar membaca Fic super berantakan dan Gaje ini.
Akhir kata dari saya silahkan berikan komentar/saran/kritikan kalian mengenai Chapter ini di kolom Review dan akan saya balas melalui PM.
.
.
Next Chapter : Reaction From Big Five Shinobi Village
Ryusuke Out!
