Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Author © Ryusuke Akairyuu

Rate : M (For Safety)

Genre : Adventure, Family, Romance, Friendship.

Pair : Naruto X Kushina – Karin X ?

Warning : Typo, Alur Berantakan, Mainstream, EYD (Ejaan Yang Disemrawutkan), Ancur, GaJe, OOC, OC, Etc.

Summary : Setelah meninggalkan desa Konoha dan menyandang status Missing-nin, Naruto bersama adiknya Karin dan Kushina memilih untuk menetap dan membangun kembali desa leluhur mereka Uzushiogakure, disamping Naruto menjalankan tugas dari Rikudou Sannin yaitu kedamaian untuk dunia shinobi.

.

.

.


Chapter 33

"Jadi ... sebenarnya apa tujuan dari pertemuanmu dengan Orochimaru, Sasori?" Tanya seorang pemuda pirang yang tengah memandang dengan seksama keadaan desa Uzushiogakure. Sasori selaku orang yang di tanya langsung menoleh ke sang penanya. Pemuda pirang yang merupakan tokoh utama Fic ini memakai pakaian santai berupa kaos putih bergambar pusaran air di bagian tengah, celana 3/4 hitam serta tidak lupa sepatu standari shinobi biru tua.

Orang yang dipanggil Sasori pun menoleh ke pemuda yang duduk di samping kirinya kemudian menjawab pertanyaan yang dilontarkan Naruto. "Sebenarnya hanya membicarakan sesuatu." Pemuda pirang itu pun mengangguk pelan tanda bahwa pertanyaan sudah terjawab tanpa mengalihkan sedikit pun pandangannya dari pemandangan desanya yang mulai berkembang. "Oh iya Naruto ... " Pemuda yang dipanggil Naruto itu pun langsung mengalihkan perhatiannya ke Sasori ketika mendengar namanya dipanggil.

"Ada apa?" Tanya Naruto.

"Apa aku boleh ikut bersamamu ke Jembatan Tenchi, kalau saja Orochimaru membawa bantuan aku bisa membantumu melawannya."

"Tentu saja kau boleh ikut. Toh, ini juga adalah urusanmu dengan si Ular Brengsek itu." Agaknya pemuda pirang itu merasa tidak suka ketika menyebut nama orang yang telah membunuh orang yang telah ia anggap sebagai kakek, Sarutobi Hiruzen sang Sandaime-Hokage. "Lagipula aku yakin ucapanmu mengenai bala bantuan kurasa ada benarnya mengingat Ular itu cukup licik." Tambah Naruto masih dengan nada ketidaksukaannya.

"Hn! Arigatou Naruto." Kata Sasori kemudian tersenyum tipis. Ia kemudian mengeluarkan sebuah gulungan putih. "Dan sekali-kali aku mau mencoba gulungan pemberian Mendiang Chiyo-baasan ini." Tambahnya namun kali ini sedikit pelan karena secara tidak langsung dirinya-lah penyebab kematian Nenek Chiyo.

"Doita ... " Balas Naruto. "Dan aku juga penasaran dengan gulungan itu. Pastilah Jutsu itu sangat hebat sehingga ia mewariskannya kepadamu." Tambah Naruto sembari memperhatikan gulungan yang dipegang pemuda berambut merah itu dengan seksama.

Sasori mengankat gulungan itu sehingga sejajar dengan wajahnya. "Bisa dikatakan ini adalah Tehnik Kugutsu terkuat milik Chiyo-baasan." Kata Pemuda itu dengan nada pelan. "Jadi kapan kita akan berangkat? tiga hari lagi pertemuannya akan terjadi." Tanya Sasori kemudian.

"Besok pagi." Jawab Naruto direspon anggukan oleh Sasori. "Dan Karin-chan, Kushina-chan, Kiyoshi dan Tayuya-neechan juga akan ikut." Sasori menoleh ke Naruto dengan alis terangkat.

"Wanita galak itu juga ikut?" Tanyanya memastikan bahwa ia tidak salah.

"Wanita galak hee ... " Naruto seketika menyeringai. " ... memangnya kenapa kalau dia ikut?" Tanya Naruto kemudian dengan wajah pura-pura penasaran.

"Kau tahu 'kan, wanita sangat galak ... apalagi pertemuan ini melibatkan mantan atasannya." Jawab Sasori. Ia memang sudah mengetahui beberapa hal mengenai Tayuya. Gadis berambut merah yang dulunya adalah anak buah dari Orochimaru.

"Dia sendiri yang ingin ikut." Itulah balasan singkat yang dikeluarkan oleh Naruto.

Sesaat itulah Sasori langsung mendecih pelan karena misi kali ini, ia akan bersama dengan gadis bernama Tayuya yang ia panggil dengan sebutan 'wanita galak'. Sebutan itu tidak diberikan tanpa alasan oleh pengguna Kugutsu itu. Alasan ia memberikan sebutan itu adalah setiap dirinya dan Tayuya bertemu pasti gadis itu selalu saja berdebat dengannya dan tidak lupa saling melempar ejekan dan Deathglare yang membuat Sasori harus menahan dirinya untuk tidak menusuk Tayuya dengan Kugutsu miliknya.

"Sepertinya aku baru saja menyesal untuk ikut bersama Naruto ke Jembatan Tenchi." Batin Sasori lesuh. Di sisi Naruto, ia pun tersenyum tipis mendengar batinan dari Sasori. Berterima kashlah pada kemampuannya membaca pikiran seseorang walaupun kemampuan itu juga sedikit mengganggunya ketika banyak orang di sekitarnya.

"Hahaha ... " Naruto tertawa pelan sehingga membuat Sasori kembali menoleh ke arahnya.

"Apa ada yang lucu?" Tanya pengguna Kugutsu itu.

"Kulihat dari ekspresimu tadi, sepertinya kau menyesal mau ikut."

"Hoiii ... siapa juga yang menyesal pirang!"

"Siapa yang kau panggil pirang, Dalang Boneka!"

"Durian berjalan!"

"Jomblo!"

Dong!

Cibiran yang dilayangkan Naruto seketika membuat Sasori menundukkan kepalanya . Sedangkan Naruto, jangan ditanya lagi, ia sudah tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya. Semenit kemudian tawa Naruto akhirnya reda. Dengan nafas tersenggal-senggal setelah tertawa, Naruto menepuk pundak Sasori.

"Sabar Sasori ... aku yakin kau bisa menaklukkan Tayuya-neechan kok." Kata Naruto masih menepuk-nepuk pundak pemuda di sampingnya itu. Dengan gerakan secepat kilat, Sasori langsung mendongak dan mendelik Naruto.

"Siapa juga yang mau dengan wanita galak macam dia Naruto." Balasnya masih delikannya.

"Oke-Oke ... " Naruto bangkit dari acara duduknya. " ... kalau begitu aku pergi dulu dan memberitahukan ke Tayuya-neechan kalau kau juga ikut." Sedetik setelah mengucapkan hal tersebut Naruto langsung menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.

...

...

...


Di sebuah rungan terlihat tiga manusia berbeda-beda bentuk fisik. Yang pertama adalah seorang kakek yang bisa dibilang sudah tua dan mungkin bila ia tidak keras kepala, ia mungkin sudah dimasukkan ke panti jompo. Kakek tua itu mempunyai bentuk tubuh yang kecil namun berbanding terbalik dengan hidungnya yang berurukan besar. Ia adalah Oonoki, Sandaime-Tsuchikage pemimpin dari desa Iwagakure. Oonoki saat ini tengah duduk di kursi kerjanya sebagai Tsuchikage sambil memandangi dua gulungan yang berada di atas mejanya.

"Apa hanya ini balasan dari keempat desa besar yang lain?" Tanya Oonoki kepada dua orang yang tengah berdiri di depan mejanya. Dengan pelan kedua orang itu menganggukkan pelan tanda bahwa memang baru kedua gulungan itu yang mereka terima dari kelima negara besar shinobi di Elemental Nation.

"Bagaimana dengan Kirigakure dan Sunagakure?" Tanya Oonoki lagi.

"Kami kurang tahu Tsuchikage-sama." Balas salah satu dari mereka yaitu pria berbadan di atas rata-rata.

Orang kedua yang merupakan seorang wanita langsung berbisik pelan ke pria itu. "Haaa ... Akatsuchi kenapa kau mengatakan hal itu, Jiji pasti akan marah lagi."

"Bagaimana kau tahu kalau Tsuchikage-sama akan marah Kurotsuchi?" Berbeda dengan wanita yang diketahui bernama Kurotsuchi itu. Pria itu malah mengatakan hal itu secara terang-terangan. Untuk menjawab pertanyaan dari pria itu, Kurotsuchi langsung mengarahkan telunjuknya ke arah Oonoki yang terlihat mengkerutkan kening berkeriputnya.

"Bagaimana bisa kalian tidak tahu? apa kalian berdua benar-benar sudah mengirim pesan ke pihak Kirigakure dan Sunagakure?" Tanya Oonoki dengan nada membentak kepada keduanya. Seperti dugaan Kurotsuchi, Kakek tua benar-benar marah. Mungkin karena dirinya sudah tua membuatnya mudah sekali untuk marah walaupun alasan ia marah cuman sepele.

"Maa~Maa ... jangan marah Tsuchikage-sama, bisa-bisa encok anda kambuh lagi."

"Apa kau bilang Akatsuchi, ... kau mau a-"

Jedeer! Kraak!

Ucapan dari Oonoki yang ia ucapkan sembari ingin turun dari kursinya langsung terhenti ketika apa yang diucapkan oleh pria bernama Akatsuchi itu benar terjadi yaitu Encok dari Tsuchikage itu akhirnya kambuh. Dengan gerakan terpatah-patah, Ia kembali duduk di kursinya dengan keringat mengucur dari kening keriputnya tanda bahwa ia kini merasa tersiksa dengan sakit punggung yang sudah lama ia derita.

"Tuh kan benar, encok anda kambuh lagi." Kata Akatsuchi sambil berjalan mendekati tempat duduk Oonoki dengan maksud untuk membantu kakek tua itu.

"Jangan mendekat Akasuchi!" Larang Oonoki sambil mengarahkan telapak tangan kirinya ke Akatsuchi untuk mempertegas larangan darinya.

"Dasar kakek tua keras kepala." Begitulah gerutuan dari Kurotsuchi melihat kakeknya itu. "Ayo kita pergi Akatsuchi! biar saja Jiji melawan encoknya seorang diri." Akatsuchi menoleh ke Kurotsuchi sambil menganggak pelan. Selanjutnya, Kurotsuchi pun beranjak dari tempatnya berdiri menuju pintu keluar diikuti Akatsuchi meninggalkan Oonoki yang masih berkutat melawan encoknya.

.

Beberapa menit kemudian akhirnya encok dari Oonoki perlahan rasa sakitnya mulai menghilang. Dan setelah itu pun ia langsung membuka gulungan pertama yang bertuliskan 'Kumogakure'. Kata demi kata Oonoki baca secara perlahan, dan setelah selesai ia pun langsung menyungging senyum tipis karena pihak dari Komogakure setuju dan mengatakan bahwa mereka akan mengarahkan hampir seluruh kekuatan tempur mereka. Setelah selesai, Oonoki menggulung kembali gulungan itu dan menaruh kembali pada tempatnya, Dan setelahnya ia mengambil gulungan yang kedua bertuliskan 'Konohagakure' dan mulai membacanya.

"Apa ini? Konoha hanya mengirim pasukan Anbu mereka." gumamnya setelah membaca bagian yang bertuliskan kekuatan tempur yang Konohagakure kerahkan. Toh memang hanya itu yang bisa Konogakure kerahkan mengingat mereka bisa dibilang terbagi atas dua pihak. Tsunade adalah pihak pertama yang menolak keras permintaannya sedangkan pihak Danzou yang menerima permintaan itu karena ia memiliki rencana tersendiri pada saat Perang Dunia Shinobi ke-4 nantinya.

"Tapi tak apalah ... Kami bertiga sudah cukup untuk memusnahkan bocah itu beserta desa tercintanya." Gumam Oonoki. Dan kedepannya ketika Perang Dunia Shinobi entah apa yang akan terjadi pada ketiga desa ini saat rencana dari Naruto dan juga Akatsuki mereka lihat.

...

...

...


Skip Time

Keesokan harinya sinar hangat dari sang mentari mulai menyinari desa kecil bernama Uzushiogakure. Para penduduk dari desa itu satu per satu memulai kembali aktivitas keseharian mereka. Para pemilik toko yang membuka toko mereka, anak-anak kecil yang kelak ketika dewasa nanti ingin menjadi Shinobi hebat untuk melindungi desa tercinta mereka terlihat berjalan beriringan menuju ke Akademi Ninja Uzushiogakure dan aktivitas-aktivitas lain para penduduk.

Sementara itu tepat di depan pintu keluar Kekkai penghalang desa Uzushiogakure, beberapa orang berpakaian Jounin lengkap tengah berkumpul untuk memulai perjalanan mereka menuju ke Jembatan Tenchi. Salah satu dari mereka adalah Uzumaki Naruto.

Saat ini pikiran Naruto hanya tertuju pada satu hal yang berbeda dari hari-hari sebelumnya dimana pikirannya dipenuhi dengan masalah Perang Dunia Shinobi ke-4 yang akan desa mereka lakukan. Saking fokusnya pikirannya saat ini yaitu 'Menghancurkan Orochimaru' sampai-sampai sapaan selamat pagi dari Sasori, Tayuya dan kedua penjaga gerbang hanya ia tanggapi dengan dua huruf konsonan yang ia ucapkan dengan datar.

"Naruto-kun!" Tampaknya kekasih dari Naruto yaitu Uzumaki Kushina, agak terganggu dengan sikap Naruto pagi ini. Dan ia berniat membuat Naruto tidak terlalu memikirkan hal ini dengan cara memanggil nama kekasihnya itu dengan nada lembut.

"Hn! ada apa?" Tanya Naruto masih datar.

"Bisakah kau tidak bersikap seperti itu Naruto-kun, aku jadi terganggu." Jawab Kushina dengan nada jengkel dan tidak lupa ia mengatakannya sambil berkacak pinggang. "Aku tahu kenapa kau bersikap seperti ini, tapi setidaknya jawab gunakan wajah papan cucian milikmu itu sebelum waktunya tiba." Tambahnya dengan nada sebal menasehati kekasihnya.

"Memangnya kenapa jika aku memasangnya sekarang Kushina-chan?" Tanya Naruto lagi namun kali ini tidak dengan datar.

"Kan sudah aku katakan sebelumnya, itu sangat mengganggu." Jawab gadis berambut merah panjang itu. Karin yang berada di samping Kushina hanya memilih diam daripada harus ikut nimbrung perbinc tangan keduanya begitupula dengan Kiyoshi yang berada tidak jauh dari mereka.

Lain Naruto dan Kushina, lain pula dengan Sasori dan Tayuya, dari awal mereka bertemu saling lempar Deathglare terjadi sampai sekarang. Beginilah yang terjadi apabila keduanya bertemu. Sebenarnya awal mula mereka saling mengenal, hubungan mereka tidak separah ini. Namun setelah beberapa hari saling bertemu satu sama lain keduanya mulai merasa tidak suka satu sama lain, itu karena suatu hari secara tidak sengaja, Sasori menabrak Tayuya dan kedua buah dada gadis itu dipegang oleh Sasori dan hasilnya seperti yang terjadi saat ini.

"Tch! Kalau aku tahu kau juga ingin pergi, maka aku tidak akan mau mengikuti misi ini." Begitulah umpatan ketidaksukaan dari Tayuya perihal ikutnya Sasori dalam misi kali ini. Awalnya ketika ia mendengar Naruto akan bertemu dengan Orochimaru. Dengan antusias ia meminta kepada pemuda pirang itu untuk mengikuti perjalanan kali ini, tetapi kemarin setelah Naruto memberitahukan bahwa Sasori juga ikut dalam misi ini

"Aku pun begitu." Balas Sasori yang juga dengan nada ketidaksukaannya. "Dan bukannya kau sendiri yang meminta ikut misi ini." Tambahnya.

"Hmmpt ... itu memang benar, aku ingin ikut karena aku mau melihat Si Ular itu mati di depan mataku." Ucap Tayuya mengutaran alasannya untuk ikut dalam misi ini setelah dirinya mengkerutucutkan bibir.

"Hey ... apa kau sadar dengan yang kau katakan wanita galak ... aku mempunyai firasat apabila kau nanti bertemu dengan Orochimaru, akan terjadi hal yang mengerikan bagimu."

"Aku sudah tau dasar Dalang Boneka!"

"Aku cuman memperingatkanmu Wanita galak, agar kau bisa mengurungkan niatmu untuk ikut."

"Bisa kalian semua hentikan hal ini." Karin yang mulai risih mendengar keempat orang itu berdebat akhirnya buka suara untuk menghentikan mereka. "Kapan kita berangkat kalau begini?" Tanyanya kemudian hingga membuat keempatnya menoleh ke arahnya. Namun detik selanjutnya keempatnya kembali menoleh ke lawan bicara mereka untuk melanjutkannya dan mengabaikan pertanyaan dari Karin yang memang ada benarnya mengenai kapan mereka akan berangkat jika keempatnya tidak ada yang mau mengalah. Sektika Karin, Kiyoshi dan kedua penjaga pintu Kekkai langsung membuang nafas.

...

Setelah berlangsung selama hampir dua puluh menit, keempatnya pun akhirnya menghentikan kegiatan mereka dan langsung berangkat setelah kedua penjaga pintu Kekkai membuka jalan keluarnya. Sebagai Shinobi yang mempunyai kemampuan sensor Naruto berada di barisan terdepan. Dibelakangnya adalah Karin, Kushina dan Tayuya. Sementara di barisan paling belakang adalah Kiyoshi dan Sasori.

Setelah melakukan perjalanan selama hampir satu jam menyusuri hutan. Seketika orang yang berada di barisan paling depan yaitu Naruto menyipitkan kedua matanya ketika sensor miliknya mendeteksi keberadaan chakra dalam kelompok kecil dengan jarak sekitar 100 meter dibelakang mereka. "Sepertinya perkataan Riku dan Izuki benar mengenai Iwagakure yang mulai melakukan pergerakan." Dalam keadaan melompat ke arah pohon yang lain, Naruto melirik kebelakang sejenak sambil membatin.

"Sasori ... Kiyoshi!" Kedua orang disebuat namanya oleh Naruto merespon dengan gumaman pelan dan sedetik setelah itu, mereka berdua langsung berhenti di atas sebuah dahan pohon. Sedangkan Naruto dan para gadis juga berhenti, namun sedikt jauh dari keduanya.

"Kau siap ekor kuda?" Tanya Sasori sembari mempersiapkan kuda-kuda bertarung khas pengguna Kugutsu. Dimana kedua tangannya berada di depan tubuh serta kedua lututnya yang sedikit ditekuk.

"Kau sendiri dalang boneka?" Kiyoshi yang tidak mau kalah dari pria berambut merah di samping itu langsung memasang kuda-kuda bertarung miliknya. Setengah menit kemudian ratusan kunai langsung beterbangan ke mereka dari arah depan. Dengan cepat Kiyoshi langsung merapalkan Handseal kemudian mengucapkan nama jutsu yang akan ia kelurkan. "Fuuton : Daitoppa!"

Zwuush!

Trank! Trank! Jleb! Jleb!

Seketika sebuah hembusan angin berukuran sedang langsung muncul dari Kiyoshi dan menyapu bersih ratusan kunai tersebut hingga terlempar ke segala arah dan menancap di pohon, tanah dan objek di area tersebut. Dan tak berselang lama 20 Shinobi yang mengenakan ikat kepala Iwagakure langsung bermunculan di depan mereka berdua.

"Ternyata benar apa kata Riku dan Izuki, kalian memang ingin melaksanakan perang ini sesegera mungkin rupanya." Sambil menegakkan kembali badannya setelah mengeluarkan Fuuton sebelumnya, Kiyoshi berujar demikian sambil memandang satu per satu shinobi Iwagakure di depannya.

"Benar ... kami ingin melihat kalian semua musnah sesegara mungkin." Balas salah dari mereka dengan nada meremehkan seolah-olah ia sudah mengetahui masa depan dimana Uzushiogakure hancur di tangan desa mereka beserta aliansi.

Kiyoshi melirik Sasori sejenak dan dibalas anggukan pelan. "Baiklah ... kita tahan mereka sampai Naruto tiba." Kata Kiyoshi, dan setelah itulah ia langsung merapalkan Handseal sedangkan Sasori mengeluarkan sebuah gulungan dari tas ninja yang terpasang di bagian belakang agak kekiri pada pinggulnya.

Poft!

Gulungan yang dikeluarkan oleh Sasori langsung meledak menjadi kepulan asap putih, setelah asap tersebut menghilang terlihatlah sebuah Kugutsu yang mempunya empat lengan dengan pedang hitam pada masing-masing lengannya. "Ayooo!" Ucap Sasori dibalas anggukan oleh Kiyoshi yang baru saja menyelesaikan Handseal miliknya.

"Fuuton : Shinku Renpa!"

Seketika para shinobi Iwagakure langsung melompat ke segala arah tepat setelah Kiyoshi melakukan serangan pertama dengan menciptakan puluhan pedang angin berukuran tipis yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah mereka. Melihat lawannya melompat menghindari serangan miliknya, Kiyoshi melirik Sasori sepintas. Terlihat Pengguna Kugutsu itu mengangguk sejenak mengerti apa maksud dari lirikan Kiyoshi.

"Henko : Toya!" Setelah berujar singkat menyebut nama jutsu miliknya. Keempat Katana pada Kugutsu milik Sasori seketika berubah menjadi sebuah Toya (Tongkat Panjang). Dan setelah perubahan senjata selesai dengan sempurna, Sasori mulai menggerak-gerakkan kesepuluh jari yang pada ujungnya terlihat sebuah benang chakra yang terhubung dengan Kugutsu miliknya. Detik selanjutnya, Kugutsu bernama Kuroshiki itupun langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke salah satu Shinobi Iwagakure yang jaraknya lumayan dekat.

...

Beralih ke Naruto dan laiinya, saat ini mereka tengah berdiri di atas dahan pohon sembari fokus pada pertarungan Sasori dan Kiyoshi melawan 20 Shinobi berikat kepala Iwagakure. Sebenarnya Karin, Kushina dan Tayuya merasa tidak enak dengan pemandangan ini, dimana kedua rekan mereka bertarung melawan musuh yang sepuluh kali lipat dari keduanya.

"Naruto-kun!" Kushina akhirnya menegur kekasihnya itu. Namun Naruto malah mengidahkan teguran itu terlihat tengah memikirkan sesuatu agar dapat melewati masalah ini dengan cepat. Karena prioritas utamanya saat ini adalah Orochimaru seorang.

"Hey Naruto!" Kali ini giliran Tayuya yang menegur namun dengan nada yang lumayan keras hingga membuat pemuda pirang itu langsung menoleh ke arahnya. "Apa kita hanya berdiam diri disini dan tidak membantu kedua orang bodoh itu." Walaupun diakhir ucapannya terdengar mengejek, tetapi tidak dapat ia pungkuri bahwa saat ini bisa dikatan ia khawatir melihat keduanya.

"Nee-chan benar! aku bukan tipe orang yang hanya berdiam diri ketika melihat keluarga kita dalam masalah Nii-chan!" Tampaknya Karin mulai kesal pada Naruto yang menurutnya mengambil keputusan salah dimana menyuruh Kiyoshi dan Sasori bertarung melawan musuh sedangkan mereka hanya berdiam diri menyaksikan hal tersebut.

"Maka dari itu diamlah Karin-chan!" Ketiga gadis itu seketika terkejut saat Naruto membentak adiknya sendiri dengan nada datar. "Itulah saat ini yang aku sedang pikirkan ... bagaimana cara kita untuk lolos dari masalah ini tanpa membuat sesuatu yang buruk terjadi." Tambah Naruto masih datar mengutaran alasannya kenapa memilih untuk tidak ikut bertarung.

"Kau benar-benar berbeda hari ini Nii-chan!" Begitulah balasan yang terdengar pelan oleh Karin mengenai apa yang terjadi pada Naruto hari ini. Ia memang sudah mengetahui hal ini namun ia tetap tidak bisa membantah perkataan dari Naruto.

"Persetan dengan masalah yang akan terjadi kedepannya." Akhirnya Tayuya tidak bisa lagi menahan apa yang ingin ia lakukan saat ini. "Aku lebih baik menghadapi masalah besar ketimbang harus kehilang aggota keluargaku." Seketika mantan bawahannya Orochimaru itu langsung melompat dari dahan pohon tersebut meninggalkan ketiganya.

"Haa ... " Naruto mendesah pelan melihat kepergian Tayuya namun disisi lain ia juga merasa senang mendengar ucapan dari Tayuya sebelum ia pergi. " ... Baiklah, kita juga pergi. Tapi ingat! jangan membunuh ataupun dibunuh. Cukup dengan membuat mereka pingsan." Senyum langsung mengembang pada mulut Kushina dan Karin. Dan setelah itulah ketiganya langsung melompat dari dahan pohon tempat mereka mengikuti Tayuya yang sudah agak jauh dari mereka.

...

Kembali ke pertarungan. Dimana terlihat Sasori yang masih belum beranjak dari tempatnya namun Kugutsu miliknya mulai menyerang begitupula Kiyoshi yang saat ini terlihat beradu Taijutsu melawan satu dari dua puluh musuh mereka. Namun tanpa ia sadari, satu lagi shinobi Iwagure tiba-tiba mendarat tepat di belakangnya dengan kunai yang siap ditusukkan ke punggungnya.

Duag!

Tetapi sebelum kunai milik shinobi itu menusuk punggung Kiyoshi. Sebuah pukulan mentah langsung bersarang tepat di wajah yang ternyata dilancarkan oleh Tayuya kepada shinobi Iwagakure itu. Beberapa dari lawan mereka pun mendecih kesal karena ketiga orang yang mereka kira melarikan diri ternyata memlih kembali dan membatu Sasori dan Kiyoshi.

"Terima kasih Tayuya-san!" Kiyoshi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Tayuya tanpa mengalihkan sedikit pun pandangannya dari lawan yang berada di depannya.

"Sama-sama." Balas Tayuya kemudian mengalihkan perhatiannya ke kanan dimana dua lagi musuh berlari ke arahnya dengan kunai di masing-masing kedua tangan mereka.

Tap! Tap!

Beberapa meter sebelum kedua lawannya itu mencapai dirinya. Karin dan Kushina mendarat tepat di kedua sisisnya dengan kuda-kuda bertarung yang sudah disiapkan oleh keduanya. "Akhirnya Pirang itu menyerah juga." Ucap Tayuya agak senang melihat kedatangan keduanya yang berarti Naruto akhirnya mengijinkan mereka untuk membantu.

"Aku dan Karin-chan ambil yang kanan!" Ujar Kushina dibalas anggukan oleh kedua gadis berambut merah didekatnya itu. Dan setelah itu, ketiganya langsung berlari ke arah dua lawan mereka.

Di sisi Karin dan Kushina. Salah satu dari mereka yaitu Kushina mengeluarkan satu kunai dan melemparnya ke arah target mereka yang jaraknya sekitar 7,45 meter di depan mereka. Dengan sigap, lawan mereka melompat kekiri menghindari kunai tersebut. Tetapi, belum sempat lawan mereka mendarat. Karin langsung menerjangnya dengan pukulan tangan kanan hingga membuat lawannya terpental kebelakang.

Sreeet!

Namun pukulan Karin yang tidak terlalu keras membuat lawannya berhasil memperbaiki posisi dan mendarat dengan baik walaupun agak terseret beberapa centimeter. Baik Karin maupun Kushina hendak melanjutkan serangan mereka, tetapi mereka langsung mengurungkan niatnya ketika mendapati dua lagi shinobi Iwagakure mendarat di belakang mereka. Dengan cepat Kushina langsung beralih ke belakang Karin kemudian saling menempelkan punggung mereka dengan maksud melindungi sisi belakang.

Keduanya saling menoleh satu sama dan mengangguk. Dan detik selanjutnya keduanya secara bersamaan merapalkan Handseal sambil menarik nafas. Tidak mau kalah dengan Karin dan Kushina. Ketiga Shinobi Iwagakure itu ikut merapalkan kemudian berjongkok dan menghentakkan telapak tangan mereka pada permukaan tanah.

"Katon : Endan!"

"Doton : Doryuheki!"

Secara bersamaan kedua belah pihak mengeluarkan Ninjutsu mereka. Karin dan Kushina mengeluarkan semburan api dari mulut mereka yang diarahkan pada lawan mereka yang ternyata di depan mereka sudah mencuat sebuah dinding tanah yang berasal dari permukaan tanah.

Blaaaar!

...

Beralih ke bagian atas dimana Naruto yang sudah tiba langsung membantu Sasori untuk mengatasi lawan yang dihadapinya. Dan hanya dalam beberapa menit sepuluh Shinobi Iwagakure langsung tumbang oleh keduanya. Disaat Karin dan Kushina mengeluarkan Ninjutsu mereka, Naruto yang dalam keadaan melayang menoleh ke bawah sambil menghela nafas.

"Haaaa ... mereka tidak mendengarkanku." Batin Naruto melihat kedua gadis itu. Walaupun serangan mereka dapat dihadang dengan dinding tanah. Mungkin saja jika tidak melakukan hal itu, salah satu dari Shinobi Iwagakure akan tewas terpanggang dan tewas sehingga mengakibatkan pihak Iwagakure menjadi kesal dan akhirnya memecah terjadinya Perang Dunia Shinobi ke-4 yang memang akan terjadi.

Perhatian Naruto kemudian ia alihkan kedepan ketika dua lawannya berniat menyerangnya dengan lima kunai di masing-masing tangan mereka yang siap dilemparkan kepadanya. Dengan cepat ia langsung mengeluarkan kunai bermata tiga miliknya lalu mendahului keduanya melempar. Beberapa meter setelah kunai itu melesat, Naruto langsung menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.

"Sial!" Umpat kedua lawan Naruto ketika melihat pemuda pirang menghilang. Dan detik selanjutnya mata keduanya membulat sempurna ketika Kugutsu milik Sasori menukik tajam ke arah mereka dengan empat Toya yang siap dihantamkan kepada mereka.

Duag! Duag!

Zwuush!

Suara hantaman benda tumpul diikuti suara benda jatuh dari ketinggian langsung terdengar ketika Kugutsu Sasori yang bernama Kuroshiki menghantam kepala mereka dengan masing-masing dua Toya hingga membuat keduanya terhempas kebawah dan menghantam tanah. Dan hasilnya mereka berdua langsung tidak sadarkan diri ketika menghantam tanah.

Sriink!

Sebuah kilatan kuning muncul tepat di samping Sasori. "Di atas sisa empat dan ... " Gumam Naruto sembari memandang kedepan dimana empat Shinobi Iwagakure juga memandang balik mereka namun ekspresi wajah mereka terlihat kesal. Setelah itu beralih ke bagian bawah dimana Karin, Kushina, Tayuya kini hampir menyelesaikan bagian mereka. " ... dibawah sisa empat juga." Tambahnya ketika melihat keempatnya bertarung serta tidak lupa melihat dua lagi shinobi Iwagakure yang sudah tumbang duluan oleh Kiyoshi.

"Sebaiknya kita juga menyelesaikan bagian ini Naruto." Kata Sasori setelahnya dan direspon oleh Naruto. Pria berambut merah itu kemudian menarik mundur Kugutsu miliknya.

"Ayo kita mulai!"

Naruto yang melakukan tindakan pertama berupa melompat menuju sebuah pohon di samping kirinya sambil merapalkan Handseal. Tidak mau lengah dan kembali menerima serangan kombinasi Naruto dan Sasori. Keempat Shinobi Iwagakure itu membagi dua tugas untuk memperhatikan keduanya.

"Berhati-hatilah ... kali ini pasti serangan kombinasi lagi." ucap salah satu mereke mempertingatkan yang lain dan direspon gumaman pelan dari tiga temannya.

"Fuuton : Shinku Renpa!" Kata Naruto setelah mendarat dan menyelesaikan Handseal miliknya. Seketika puluhan pedang angin langsung bermunculan di sekitar tubuhnya dan langsung melesat ke arah lawannya. Dengan cepat para lawan Naruto yang menjadi target dari pedang angin tersebut mulai melompat kesana kemari untuk menghindari serangan Fuuton itu.

Dalam keadaan melayang sembari menghindari pedang angin Naruto, salah satu dari mereka merapalkan Handseal dan menarik nafas dalam-dalam. "Katon : Endan!" Sebuah semburan api berukuran sedang yang di keluarkan oleh shinobi barusan melesat menuju Naruto melewati sela-sela pepohonan.

Naruto tidak tinggal diam. Pemuda pirang itu kembali mengeluarkan kunai bermata tiga dan melemparnya ke arah sebuh batang pohon dimana pohon itu akan menjadi tempat mendarat salah satu lawannya. Dan ketika jarak semburan api sekitar 3,78 meter Naruto langsung menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.

Blaaarrr!

Tepat setelah menghilangnya Naruto, semburan api itu pun mengenai dan menyebabkan sebuah ledakan kecil tempat Naruto sebelumnya berada. Dan disaat bersamaan. Kunai Naruto menancap di batang pohon dan memunculkan dirinya yang dengan cepat merapalkan Handseal. "Mokuton!" Ucapnya sambil menempelkan kedua telapak tangannya pada batang pohon tempatnya saat ini.

Duagghh!

Sebuah balok kayu tiba-tiba mencuat dari dahan pohon tersebut dan menghantam wajah shinobi Iwagakure yang dari awal Naruto sudah incar. Seketika wajah dari lawan Naruto langsung memerah terkena ujung balok kayu tersebut hingga membuatnya terjatuh kebawah dan akhirnya pingsan setelah menghantam permukaan tanah.

Beralih ke Sasori yang kini tengah disibukkan dengan serangan-serangan kunai dari dua Shinobi Iwagakure yang menjadi bagiannya. Tetapi bukan Mantan Anggota Akatsuki namanya kalau dia terkena dengan mudah kunai-kunai tersebut. Sambil menggerak-gerakkan jari-jemarinya, ia melompat kebelakang sehingga kunai dari dua Shinobi Iwagakure hanya mengenai tempat Sasori tadi berpijak.

"Sekarang giliranku!" Dalam keadaan melayang, Sasori mengayunkan kedua lengannya secara horizontal dari kiri ke kanan sehingga Kuroshiki langsung melesat mengikuti ayunan tangannya.

Wooshhh!

Duaaghh!

Salah satu dari lawannya langsung terhantam Toya yang diayunkan Kuroshiki yang dalam keaadaan melesat. Hasilnya ia pun seketika tepar di udara terkena dua Toya di bagian perut, melihat satu lagi rekannya tumbang. Lawan Sasori yang tersisah mendecih kesal."Sialan kau!" Umpatnnya penuh kekesalan.

Kembali ke Sasori yang kini sudah mendarat namun jari-jemari miliknya masih setia bergerak dengan indahnya. "Maaf ... tapi aku yang duluan!" Gumam Sasori datar sembari mengubah gerakan jari jemarinya. Hasil dari gerakan itu pun membuat Kuroshiki membuka mulut dan mengeluarkan gas berwarna ungu pekat yang langsung menutupi area tersebut. Bahkan tempat Naruto yang masih bertarung melawan musuh terakhirnya tidak luput dari gas itu.

"Sasori Kamvret!" Teriak Naruto kemudian menghilang diikuti seberkah kilatan kuning meninggalkan lawannya yang sudah tidak dapat lagi menghindari penyebaran gas Sasori yang kecepatannya cukup cepat.

Dan disaat yang bersamaan pula. Kelompok yang bertarung di permukaan tanah berhasil menyelesaikan pertarungan mereka dan sesegera mungkin menghindari gas milik Kuroshiki.

...

Skip Time

Setelah menyelesaikan pertarungan yang mungkin saja akan membuat pihak Iwagakure kesal dan tidak menutup kemungkinan akan memulai Perang Dunia Shinobi ke-4 lebih awal. Naruto dan yang lain langsung melanjutkan perjalan mereka. Selama perjalanan Naruto, Tayuya dan Karin terus-terusan mengomeli Sasori yang seenak jidatnya mengeluarkan gas beracun tanpa memberitahukan kepada mereka. Dan dengan tampang tidak berdosanya Sasori menanggapi omelan keduanya.

"Grrrr ... Kau ini, sudah salah pasang muka tidak berdosa lagi." Begitulah salah satu dari omelan Naruto dan keduanya.

"Sudah-sudah Naruto-kun ... mungkin Sasori-san tidak sengaja. Lagipula dengan begitu kita jadi cepat melanjuutkan perjalanan kita." Lerai Kushina yang akhirnya membuka suara tetapi ia sepertinya berada di pihak netral.

"Tidak sengaja ... Aku bersumpah demi berhentinya Jiji dan Ero-senni mesum. Sasori pasti sengaja." Balas Naruto membuat mereka sweatdrop sejenak karena sumpahnya itu.

"Hei ... Kushina benar, itu adalah ketidaksengajaan yang kusengaja." Balas balik Sasori masih dengan muka tidak berdosanya membuat yang kembali sweatdrop untuk kedua kalinya namun kali ini berjalan cukup lama. Memang ada 'ketidaksengajaan yang disengaja', itulah yang mereka pikirkan.

Tanpa mereka sadari ternyata mereka sudah berada di sebuah tanah lapang cukup luas yang berada di tengah-tengah hutan. Dengan komando dari Naruto. Mereka semua pun menghentikan perjalanan mereka.

"Kita akan menginap disini!" Ucap Naruto kemudian merapalkan sebuah Handseal. "Mokuton : Shincuka no Jusu!"

Perlahan empat pilar yang terbuat dari kayu muncul dari dalam permukaan tanah dan langsung membentuk sebuah pondol berukuran sedang. "Ayo kita masuk dan membahas rencana kita." Ujar Naruto yang kini ia ucapkan dengan nada datarnya karena hal yang akan dibahas itu mengenai Orochimaru.

...

...

...

...

TBC!

Hehehe ... Chapter yang cukup membosankan bukan (Itu menurut saya sendiri). Oke ... ini adalah Chapter pembuka Arc [Tenchi Bridge] yang akan saya buat sedikit melenceng dari Canon (sebenernya udah melenceng sihh)


Dan kabar baik untuk kita semua ... Akar Kayu kini ada ekstraknya #Plakk ... Woee siapa yang nulis ini.

Kabar baiknya bukan soal kulit saya tapi mengenai Pair ... Setelah saya berpikir hingga tujuh kali keliling ... satu lagi Pair yang akan saya buat yaitu SasoTayu ... Tapi keduanya tidak secepat Hiraishin jadiannya ... semuanya butuh proses dan tidak akan muncul dalam waktu dekat.


Waktunya untuk membalas Review dari kalian pengguna Fasilitas Guest

Ndah D Amay : Maaf yee ... Saya tidak akan mengatakannya ... Dan Hn! benar, Akatsuki ikut andil dalam PDS-4 ... dan itu juga benar lagi, Naruto sudah mengantisipasi hal tersebut.

Mao-chan : Hn! Benar ... Konoha akan ikut tapi cuman Root dan mungkin beberapa Shinobi Konoha yang mengetahui hal ini.

fans berat author : Oke vak ... Saya akan pikirkan tujuh keliling dulu :v

Lucifer : Tunggu aja Khukukuku ... Saya bakalan buat si Kakek kecil menderita dengan cara menyuruhnya menelan obat Decolgen vengkok :v

Gaki-kun : Kumogakure ... Konoha ... dan masih rahasia ... he he he ... Maaf yeee

zubaidi : Punya vak :v ... tengok saja di saya punya Bio

shion : Tergantung cuaca #Plakk ... Tidak menentu ... kadang cepet kadang lambat

e n m/airi uzumaki/Lemon : Entar di penutupan Arc ini.

Aldho Namikaze : Nge-Flame kok make Akun Guest, Itu artinya Ente cuman berani bacot dibelakang bukannya di depan (Pake Akun) "DASAR TAIK ANJENG YANG KELINDES MOBIL AMBULANS DI DEPAN PONDOKAN KAUM OMO" ... Dan satu lagi Author Dark Kaito-sama pesen ke ane bilang kalau memang anda merasa hebat dengan Nge-Flame karya miliknya. Dia menantang anda untuk membuat Karya Sendiri (Saya juga ikut menantang ente) ... Kalau kagak berani ... 'Potong tuh ente punya'barang' terus jadiin bandul kalung :v ... Sekian dari saya dan juga sedikit uneg-uneg dari Author 'Master diatas Master dalam hal Kebejatan' ... Dark Kaito-sama


Untuk Readers Lain serta para Author ... saya minta maaf atas kata-kata 'mutiara' barusan.

Sekali lagi saya berterima kasih telah Mereview, Favorite, Follow ataupun sekedar membaca Fic super berantakan dan Gaje ini.

Akhir kata dari saya tinggalkanlah jejak berupa Review ... Baik tanggapan atau berupa sebuah saran. Karena Review anda merupakan bahan bakar/penyemangat untuk saya agar melanjutkan Fic ini.

.

.

.

.

.

Ryusuke Out .