Tittle : The Chronicle of Trio Uzumaki

Dislaimer : Masashi Kishimoto

Rate : M (Untuk jaga-jaga)

Genre : Adventure, Family, Romance, Friendship, Etc.

Pair : Naruto X Kushina, Slight Other Pairings

Warning : Typo, Alur Berantakan, Mainstream, EYD (Ejaan Yang Disemrawutkan), Ancur, GaJe, OOC, OC, Etc.

Summary : Setelah meninggalkan desa Konoha dan menyandang status SS-Rank Missing-nin, Naruto bersama adiknya Karin dan Kushina memilih untuk menetap dan membangun kembali desa leluhur mereka Uzushiogakure, disamping Naruto menjalankan tugas dari Rikudou Sannin menuntun dunia shinobi menuju kedamaian

...

...


Chapter 35 : Big Impact in Tenchi Bridge

...

Dengan cepat Orochimaru langsung melompat mundur menghindari serangan dari Naruto.

Brakk!

Sebuah kawah berukuran kecil pun tercipta ketika Rasengan milik Naruto menghantam permukaan jembatan. Kabuto yang berada tidak jauh dari Naruto langsung melompat ke arah Orochimaru agak tidak menjadi target serangan Naruto selanjutnya. "Santai bro ... tidak baik jika melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa." Kata Orochimaru.

"Kalau bisa cepat kenapa lambat!" Balas Naruto datar sembari melirik Orochimaru walaupun tubunya masih dalam keadaan pose terbalik dengan tangan kanan bertumpuh pada bagian tengah kawah bekas karya miliknya. Detik selanjutnya Naruto menekuk siku kanan lalu menghentakkannya sehingga membuatnya terlempar dan mendarat tidak jauh dari kawah.

"Naruto benar-benar bernafsu ingin menghajar orang itu." Batin Kiyoshi dan Sasori. Sedangakn Karin dan Kushina memandang pemuda bersurai pirang itu dengan tatapan khawatir. "Nii-chan/Naruto-kun!" Batin keduanya.

Naruto menoleh ke belakang dan mengangguk sekali kepada Tim-nya. Orochimaru menyipitkan mata melihat hal tersebut. "Sepertinya kau mempunyai rencana bocah Hiraishin?" Tanya Orochimaru kepada Naruto. "Tentu saja aku punya. Hanya orang bodoh yang tidak memikirkan sebuah rencana sebelum menyerang seekor ular sepertimu." Jawab Naruto datar membuat Orochimaru terkekeh pelan.

"Kau benar-benar shinobi yang tidak bisa menghormati shinobi yang lebih tua darimu bocah." ucap Orochimaru.

Naruto memandang sinis Orochimaru. "Orang sepertimu tidak layak untuk dihormati." Kata Naruto sinis dan membuat Orochimaru kembali terkekeh. "Khukukuku ... bukan cuman kau saja yang sudah punya rencana bocah!" Orochimaru memandang sinis Naruto kemudian mengalihkan pandangannya ke Kabuto.

"Laksanakan Kabuto!" Perintah Orochimaru.

Kabuto mengangguk sekali. "Ha'i Orochimaru-sama!" Kata Kabuto lalu memutar tubuhnya dan segera berlari.

Naruto menyipitkan mata melihat Kabuto berlari. "Minna! Segera susul mata empat itu!" Perintah Naruto kepada timnya.

Kelima Jounin Uzushiogakure di belakang Naruto mengangguk paham. Mereka berlima langsung berlari melewati Naruto. Orochimaru tidak tinggal diam. Pria berkulit pucat tersebut langsung meretangkan kedua lengannya ke arah depan. "Sen'ei Tajashu!"

Puluhan ular keluar dari lengan baju Orochimaru dan mengincar Tim Naruto yang berniat mengejar Kabuto. Naruto yang melihat puluhan ular tersebut melesat di udara segera menciptakan Handseal dengan cepat. "Fūuton : Shinku Renpa!" Puluhan pedang angin bermunculan di sekitar tubuh Naruto dan langsung melesat ke arah ular-ular Orochimaru. Dan setelah melepaskan serangan tersebut, Naruto segera berlari ke arah Orochimaru.

Jrash! Jrash!

Ular-ular yang berniat menyerang Tim Naruto pun tewas terkena puluhan pedang angin yang dilancarkan Naruto. Desisan ular yang kesakitan terdengar lantang di area tersebut. "Lawanmu adalah aku, Ular!" Kata Naruto datar sembari berlari ke Orochimaru.

"Berhati-hatilah!" Kata Tim Naruto menoleh sejenak ke pemuda bersurai pirang tersebut. Naruto membalas dengan anggukan tanpa mengalihkan pandangannya dari Orochimaru. "Kalian juga!" Kata Naruto singkat.

"Khukukuku ... kuakui kau berani juga bocah!" Kata Orochimaru agak meremehkan sang Uzumaki. Ia kemudian menggerakkan kepalanya seperti seorang yang tengah mabuk dan dalam sekejap mata langsung berlari ke Naruto yang juga tengah berlari ke arahnya.

Saat jarak keduanya sudah mencapai 3 meter. Masing-masing dari mereka mempersiapkan pukulan mereka. Naruto dengan tangan kanan dan tangan kiri berada di depan wajahnya yang akan berperang sebagai penahan pukulan Orochimaru. "Justru itulah yang ingin kulakukan Ular!" Naruto membalas ucapan pria Ular dengan nada agak keras tanda bahwa ia benar-benar tidak akan menahan dirinya untuk pertarungan kali ini.

"Khukukuku ... " Orochimaru tertawa khas miliknya. Ketika Naruto sudah berada di depannya. Ia langsung melakukan hal yang sama dengan Naruto. Yaitu mempersiapkan sebuah pukulan dan tidak lupa memposisikan tangan kirinya untuk menahan pukulan Naruto.

Wush! Wush!

Takk! Takk!

Secara bersamaan kedua Shinobi tersebut saling melempar pukulan ke lawan mereka. Dan kedua pukulan mereka berhasil ditahan menggunakan tangan kiri yang sudah mereka persiapkan. Orochimaru melanjutkan serangannya dengan cara memanjangkan lehernya dan berniat memberikan kecupan pada leher Naruto. "Tubuhmu akan menjadi milikku, Bocah Hiraishin!"

"Jangan harap Ular!" Naruto langsung melakukan manuver salto kebelakang dan mengarahkan kaki kanannya ke dagu Orochimaru.

Duagh!

"Uuuhhhkkkk~!" Pria Ular meringis kesakitan terkena ujung sepatu Shinobi Naruto di bagian dagunya hingga membuat kepalanya terpental ke atas. "Bocah sialan!" Umpat Orochimaru dalam hatinya mengarahkan pupil ularnya kebawah dan melihat seringai yang disungging pemuda bersurai pirang di sela-sela saat melakukan manuver salto.

Setelah Naruto mendarat. Pemuda tersebut kembali berlari ke Orochimaru yang masih dalam pose sama yaitu kepala berada di udara. "Ambil ini Keparat!" Naruto mengerem tubuhnya dengan kaki kanan sembari menarik tangan kirinya ke belakang dan secepat kilat langsung ia arahkan ke perut lawannya.

Buagh!

Bagian punggung Orochimaru langsung tersentak kebelakang terkena pukulan Naruto. Dan diatas, Ia kembali meringis kesakitan. "Bocah Sialan!" Orochimaru langsung memegang kedua lengan Naruto lalu kepalanya langsung menukik ke bawah untuk menyerang Naruto.

"Aku pinjam ini!" Naruto melirik tangan kanannya yang dipegang tangan kiri Orochimaru. Ia lalu menciptakan Handseal dengan bantuan tangan Orochimaru. "Fuuton : Shinkuha!" Naruto menunduk sembari menarik nafas dalam-dalam. Orochimaru seketika tersentak melihat apa yang dilakukan oleh Naruto.

Wussh!

Jrassh!

Naruto menghembuskan angin pemotong tipis dari mulut sembari menggerakkan kepalanya dari bawah ke atas. Tubuh Orochimaru yang tepat berada di depan Naruto pun terkena telat angin pemotong hingga membuat tubuhnya terbelah menjadi dua bagian. Tak berselang lama, Naruto menyipitkan matanya ketika melihat tubuh Orochimaru yang terbelah berubah menjadi ratusan ular kecil yang langsung merayap menuju ke satu titik tidak jauh dari Naruto. "Tck ... Bahkan tubuhnya pun terbuat dari ular." Naruto mengumpat kesal menyaksikan salah satu kemampuan Orochimaru.

Perlahan ratusan ular kecil tersebut mulai menyatu dan membentuk tubuh manusia dan akhirnya terbentuk sempurna lalu berubah menjadi Sang Sannin Orochimaru. "Khukukukuku ... itu lumayan sakit bocah Hiraishin." Kata Orochimaru sambil wajah tampan miliknya yang sempat terkena tendangan Naruto di bagian dagu dan juga angin pemotong dari Naruto. "Tapi jangan harap serangan seperti itu bisa mengalahkanku bocah." Orochimaru menyeringai ular yang ditujukan untuk Naruto.

"Jangan harap kau bisa kabur seperti waktu itu Orochimaru." Naruto berkata datar membalas ucapan Orochimaru yang sepertinya agak melenceng dari topik pembicaraan. "Kali ini kau benar-benar akan musnah dari muka bumi ini."

"Khukukuku ... " Orochimaru tertawa menanggapi ucapan dari Naruto. " ... Kabur? Memusnahkanku?" Tanya Orochimaru setelahnya.

"Tentu saja."

"Khukukuku ... aku tidak akan kabur bocah. Dan lihat saja nanti. Aku akan mengambil sesuatu yang sangat langka pada dirimu."

Naruto agak tersentak mendengar ucapan Orochimaru. "Apa yang dia maksud Rinnegan milikku, mustahil kalau dia menyadari ketika aku menggunakannya waktu itu." Naruto berkata dalam hati. "Sesuatu yang sangat langka?" Tanya Naruto untuk memastikan bahwa hal yang Orochimaru incar di dirinya bukan Rinnegan pemberian Rikudou Sannin.

"Ya benar! Bahkan satu-satunya di dunia ini." Kata Orochimaru membenarkan. "Dan itu adalah mata dari pendiri dunia shinobi ini yaitu Rikudou Sannin ... Rinnegan!" Naruto seketika membulatkan mata mendengar ucapan Orochimaru.

"Beberapa hari setelah Invasi Konoha, aku mengetahui perihal mata itu dari sebuah gulungan yang kutemukan di kuil tidak jauh dari desa Konoha."

"Apa yang dia maksud Uzushiogakure ... Tapi bagaimana? Bukannya Ero-Jiji memasang sebuah Kekkai pelindung di area desa."

...


Flashback

"Uhhhhkkkk ... Dasar Monyet Tua Bangka Sialan!" Orochimaru mengutuk dalam-dalam mantan Sensei-nya sembari menatap kedua lengannya yang menghitam. "Arggghhhhh ... !" Ringisan Orochimaru semakin menjadi-jadi. Kabuto yang mendengar sang Tuan langsung menghampiri Orochimaru.

"Orochimaru-sama ... cepat telan pil ini untuk meredakan rasa sakitnya." Kabuto menyodorkan sebuah pil merah. Dengan cekatan Orochimaru langsung mengambil pil di tangan Kabuto dengan mulutnya dan langsung menelannya.

"Haa ... Haaa ... Ikuti aku Kabuto!" Orochimaru bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan ke dinding sebelah kanan. Sesampainya di dinding tersebut, Orochimaru langsung meneteskan darah yang berada di lengan kanannya dan secara ajaib, sebuah lubang berbentuk pintu muncul di depannya.

"Aku tidak menyangka ada sebuah ruangan di sebelah sini." Kata Kabuto sembari menengok ke dalam lubang tersebut dan mendapati sebuah ruangan yang penuh dengan sebuah gulungan.

"Ayo!"

"Baik!"

Orochimaru berjalan ke arah sudut ruangan diikuti Kabuto dimana pada sudut ruangan itu terdapat sebuah rak kecil. "Posisi paling atas di ujung kiri!" Perintah Orochimaru. Kabuto mengangguk paham dan segera mengambil gulungan yang dimaksud Boss-nya.

"Ayo kita pergi ke lokasi pada gulungan itu Tetapi sebelum itu, aku harus mengganti tubuh ini dulu!"

...

"Kita sudah sampai!" Kata seorang pria berambut model jabrik yang hampir di seluruh tubuhnya terlilit perban kecuali di bagian mata kanan dimana memperlihatkan sebuah Pupil Ular. Dia adalah Orochimaru yang tengah menggunakan tubuh orang lain agar dirinya setidaknya bisa menggerakkan lengannya.

"Benar-benar hancur. Ini kuil apa?" Kabuto mengedarkan pandangannya menatap kuil yang hampir rubuh. "Ini berada tidak jauh dari Konoha. Kuil ini milik sebuah klan yang dikatakan sudah punah namun ternyata masih ada empat dari mereka yang tersisah." Jelas Orochimaru lalu beranjak menuju pintu masuk kuil diikuti Kabuto.

Dan ketika mereka memasuki kuil. Sebuah dinding yang dipenuhi topeng menyeramkan langsung menyambut mereka. "Berikan gulungannya!" Kabuto mengangguk paham lalu memberikan gulungan yang dimaksud ke Orochimaru.

Orochimaru mulai membuka dan membaca isi dari gulungan tersebut. Ia pun mendecih kesal karena isi dari gulungan itu. "Tck ... ternyata gulungan ini tidak menjelaskan caranya." Umpat Orochimaru agak kesal. "Periksa area ini dan cari gulungan lain yang mungkin bisa menjelaskan cara melakukan hal itu!" Perintah Orochimaru. Kabuto mengangguk sekali dan mulai menyusuri setiap sudut dari ruangan tersebut.

Setelah beberapa menit, mereka berdua menemukan empat gulungan yang berbeda motif. Dan perhatian Orochimaru langsung tertuju pada sebuah gulungan tanpa kanji apapun. "Gulungan yang mencurigakan." Pria Ular tersebut mengambil dan mulai membaca gulungan tersebut dan seketika ia langsung terkejut setengah mati membaca sebuah paragraf yang bertuliskan 'Mata Sang Sannin Legendaris'

"Ada apa Orochimaru-sama?" Tanya Kabuto yang melihat ekspresi terkejut dari tuannya.

"I-Ini ... "

Flashback Off


...

"Di gulungan itu bertuliskan mata Sang Sannin Legendaris mempunyai pola riak air berwarna keunguan." Kata Orochimaru lalu memandang Naruto penuh ketertarikan. "Dan itu adalah pola mata yang kulihat tepat setelah kematian Monyet Tua itu ketika kau mengamuk habis-habisan."

"Kau!" Naruto menunjuk Orochimaru sembari memasang ekspresi dingin. "Kau Telah melakukan tiga kesalahan besar ... Pertama, kau memasuki Kuil Klanku ... Kedua, kau mengambil apa yang menjadi milik Klanku ... Dan yang terakhir, berhenti memanggil Jiji seperti itu didepanku." Naruto langsung berlari dengan kecepatan tinggi ke arah Orochimaru. "Kau akan hancur hingga tidak bisa lagi bereinkarnasi lagi ... Keparat!"

"Khukukuku ... Bocah Labil kita sudah marah ternyata. Marahlah, bencilah dan datang kesini dengan niat membunuh agar memudahkan aku mengambil tubuh dan matamu itu!" Dan sebuah tantangan yang akan menjadi bumerang bagi Orochimaru ia ucapkan dengan lantang. Sebenarnya ia bermaksud membuat Naruto menjadi lepas kendali karena kemarahan dan kebencian terhadap dirinya sehingga pemuda bersurai pirang itu tidak bisa mengontrol dirinya sendiri ketika bertarung.

Orochimaru kemudian menciptakan Handseal lalu mengarahkan tangan kanannya ke Naruto yang berjarak sekitar 7 meter darinya. "Sen'eijashu!" Empat ekor ular beracun keluar dari lengan baju Orochimaru dan melesat ke arah Naruto dengan kecepatan tinggi.

Sambil berlari, Naruto mengepal kedua tangannya dan ketika ular pertama sudah berada di depannya, Ia langsung mengarahkan tangan kanannya ke kepala ular itu dengan kuat.

Duagh!

Ular pertama terpental kebelakang terkena pukulan Naruto. Detik selanjutnya, Pemuda bersurai pirang itu mengayunkan secara horizontal lengan kirinya ke arah kanan.

Duagh!

Ular kedua terpental ke arah kanan dan terjun bebas ke arah jurang di bawah jembatan. Setelah itu dengan gerakan cepat Naruto menarik lengan kanannya lalu mengayunkan dari atas ke bawah saat ular ketiga sudah berada di depannya dengan mulut terbuka.

Duagh! Brakk!

Ular ketiga terkena pukulan telat hingga membuat ular naas itu menghantam permukaan jembatan dengan kerasnya hingga retak.

Wussh!

Naruto melompat ke udara untuk menghindari ular yang terakhir. Orochimaru mendecih kesal. Di udara Naruto merapalkan Handseal sembari menarik nafas dalam-dalam. "Katon : Gōkakyūno Jutsu!" Sebuah bola api berukuran sedang langsung disemburkan oleh Naruto dari mulutnya. Orochimaru sesegera mungkin melompat ke pinggir kanan jembatan untuk menghindari bola api tersebut.

Blaaar!

Tap! Wush!

Sebuah ledakan berintensitas sedang disertai kepulan asap hitam muncul tepat setelah bola api Naruto menghantam permukaan jembatan, kepulan asap menghilang terlihatlah bagian tengah jembatan yang bolong dan disekitarnya kobaran api kecil masih mendarat denga sempurna lalu melesat menuju ke Orochimaru. "Kau ternyata lumayan cepat walaupun tidak menggunakan Hiraishin, Bocah!" Kata Orochimaru melihat kecepatan Naruto yang hampir setara dengan seorang High Jounin jika Hiraishin tidak masuk hitungan. "Tapi aku itu saja tidak cukup bocah!" Kata Orochimaru lagi. Oke Author mulai kesal dengan ular yang satu ini karena terus-terusan meremehkan Naruto dan mungkin para reader juga berpikir demikian.

Orochimaru mengeluarkan seekor ular kecil. Dan dari mulut ular itu keluar Katana biasa. Mengingat Kusanagi miliknya sudah hancur di tangan Naruto sewaktu invasi dulu. "Datanglah tubuh impianku!" Orochimaru menarik dan bersiap mengayunkan Katana yang dipegang tangan kanannya.

Syuut!

Orochimaru mengayunkan Katana miliknya secara horizontal ketika Naruto sudah berada di depannya. Namun Pemuda bersurai pirang tersebut berhasil menghindar dengan cara membungkukkan badannya. "Sial!" Umpat Orochimaru. Naruto menyeringai tipis dan bersiap melakukan pukulan tangan kanan yang sudah terkepal.

Duagh!

Wajah tampan berkulit pucat Orochimaru terkena pukulan telat dari Naruto. Uzukage muda tersebut kemudian bergumam pelan. "Hiraishin!" Orochimaru tersentak mendengar nama yg Naruto gumamakan karena ia tahu salah satu prinsip dari tehnik mendiang Yondaime-Hokage yaitu dapat memindahkan orang lain dengan syarat pengguna harus menyentuh atau setidaknya chakranya terhungan dengan target.

Srink!

Kedua Shinobi itu pun menghilang diikuti seberkah kilatan kuning meninggalkan jembatan tempat bertarung.

...

Di arah barat Jembatan Tenchi Naruto dan Orochimaru muncul diikuti seberkah kilatan kuning tepat di samping batang pohon yang menancap sebuah kunai bermata tiga yang Naruto lempar sekitar 1 jam yang lalu sebelum mereka melakukan simulasi rencana.

"Apa yang direncakan bocah ini?" Tanya Orochimaru dalam hati melihat lokasi mereka sekarang yang berada jauh dari jembatan. Naruto yang mempunyai kemampuan membaca perkataan dalam hati seseorang tidak menggubris ucapan lawannya. Ia malah mendorong sekuat tenaga tangan kanannya yang masih menempel mesra di wajah Orochimaru.

Wussh! Braakk!

Dan dalam sekali dorong kuat, Orochimaru terpental kebelakang dengan kecepatan tinggi dan menghatam sebuah pohon hingga hancur dan menciptakan kepulan debu serta serpihan-serpihan kayu yang beterbangan.

"Yang kurencakan adalah memusnahkanmu di tempat terpisah agar yang lain tidak ada yang melihat!" Naruto akhirnya menjawab pertanyaan dalam hati Orochimaru yang tadi ia gubris.

Di dalam kepulan debu. Orochimaru merangkak lalu bergumam. "Mandara no Jin!" Setelah itu Orochimaru membuka mulutnya dan dari sana keluar ribuan ular dengan mulut yang mengeluarkan sebuah Katana.

Di sisi Naruto. Pemuda bersurai pirang ini langsung terkejut melihat ribuan ular dengan mulut mengeluarkan Katana melesat dari dalam kepulan debu menuju ke dirinya. Dengan cepat Naruto melompat ke atas pohon lalu menuju ke pohon lain untuk menghindari ribuan ular tersebut. "Banyak amat oiii." Umpat Naruto sembari melompat dan mendarat lalu melompat lagi untuk menghindari serangan brutal dari Orochimaru.

Jlebb! Jleeb! Jleeb! Jleeb!

Braak! Duaar!

Ribuan suara Katana yang tertancap yang disertai desisan ular. Lalu suara pohon yang tumbang karena banyaknya ular yang menghantamnya terdengar secara bergantian di area pertarungan Naruto dan Orochimaru. Naruto yang mulai kesal terus-terusan menghindari serangan Orochimaru mendecih pelan lalu berkata. "Tidak ada habisnya jika tidak dimusnahkan sekaligus!"

Naruto mendarat di sebuah batang pohon kemudian melompat tinggi ke atas. "Kesini kalian semua mahluk melata!" Di udara Naruto menciptakan Handseal sembari menarik nafas dalam-dalam. "Katon : Gōuka Mekkakyū!" Sebelum mengeluarkan tehnik Katon terkuatnya. Naruto membuka lebar-lebar kedua kakinya. Dengan tangan masih membentuk Handseal Horse Naruto menyemburkan semburan api berintensitas sangat banyak yang bersifat pemusnah ke arah ribuan ular Orochimaru.

Blaaaaaaarrrrrr!

Semburan api pemusnah yang dikeluarkan oleh Naruto langsung membumi hanguskan ribuan ular Orochimaru. Tidak puas sampai disitu. Naruto malah memperpanjang durasi semburannya sehingga api pemusnah miliknya semakin melebar dan menghantam hutan hingga hangus terbakar. Dan tidak menutup kemungkin Orochimaru juga terkena api pemusnah tersebut.

Beberapa menit kemudian akhirnya Naruto menghentikan semburannya. Dan kini di bawahnya tersaji pemandangan kebakaran hutan yang luasnya setara dengan lapangan sepak bola. Asap hitam dalam jumlah banyak membumbung tinggi ke atas langit siang hari cerah di lokasi tersebut.

...


Beralih ke lokasi Tim Naruto yang masih mengejar Kabuto. Karin dan Kushina seketika berteriak memanggil nama pemuda pirang tersebut ketika melihat kepulan asap hitam yang membumbung tinggi tersebut. Secara bersamaan, Sasori menepuk pundak Karin dan Kiyoshi menepuk pundak Karin untuk menenangkan keduanya.

"Jangan khawatir ... Naruto tidak akan kalah hanya dengan serangan tersebut." Kata Kiyoshi.

"Si Gumpalan otot benar!" Kata Art (Sasori) membenarkan. Kiyoshi yang mendengar panggilan itu seketika di keningnya muncul perempatan dan melototi Sasori. "Tch ... Dasar Baby Face!" Balas Kiyoshi sinis.

"Wajahku memang begitu dan aku bangga!" Kata Sasori penuh rasa bangga membuat Kiyoshi sweatdrop sejenak mendengarnya.

"Aku yakin malah Naruto yang melancarkan serangan." Kata Tayuya akhirnya membuka suara. Dan keempat orang yang bersamanya langsung menoleh ke dirinya dengan alis terangkat kecuali Sasori yang tidak terlihat karena mengenakan topeng. "Itu karena setahuku, Ular Brengsek itu tidak memiliki elemen Katon."

"Benarkah?" Tanya Karin dan Kushina secara bersamaan untuk memastikan. Tayuya mengangguk membenarkan. "Jadi tidak usah khawatir dan sebaiknya kita fokus mengejar si mata empat!" Kata Tayuya setelahnya kemudian tersenyum.

"Hmnn!" Semuanya mengangguk secara bersamaan.

"Dia berhenti ... Dan ... " Kata Karin dengan mata membulat sempurna mendeteksi sesuatu dari Sensor miliknya. "Dan apa ... "

"Jangan-Jangan?" Sasori bertanya-tanya dengan nada sedikit terkejut.

"D-Dia ... "

Dan beberapa meter berlari dan tiba di sebuah hamparan tanah lapang yang cukup luas, mereka berlima langsung terkejut ketika mendapati sekitar 100 lebih Shinobi yang mengenakan ikat kepala berlambang note suara sudah menunggu kedatangan mereka.

"Si-Sial! ... Dugaanku benar kalau Orochimaru akan membawa bala bantuan, tapi ini diluar perkiraanku." Gumam Art (Sasori) dengan nada kesal karena tebakannya ternyata benar. Keempat rekannya mengangguk serentak.

"Hahah ... tamatlah riwayat kalian. Orochimaru-sama benar-benar jenius memikirkan hal ini. Dengan Naruto yang sibuk menuntas sesuatu, kami bisa merenggut orang-orang terdekatnya sekali lagi." Kabuto berkata agak keras agar kelima Jounin Uzushiogakure dapat mendengarnya dengan jelas. Dan hasilnya Tim Naruto menggertakan gigi mereka secara serentak.

"Bagaimana ini?" Tanya Kushina kepada keempatnya.

"Yah ... mau tidak mau kita harus bertarung. Mencoba kabur pun mungkin mustahil karena mereka pasti akan mengejar kita." Kiyoshi menjawab pertanyaan Kushina dengan nada pelan. Sepertinya ia tahu situasi yang mereka hadapi saat ini. "Tapi kita harus menghemat chakra kita karena jumlah lawan kita. Tidak seperti Naruto yang memiliki Chakra yang tak bisa habis selama pertarungan." Ketiga gadis berambut merah mengangguk bersamaan berbeda dengan Sasori yang malah terkejut karena ia baru tahu perihal chakra yang dimiliki Naruto.

"Na-Naruto memiliki chakra yang tidak bisa habis dalam pertarungan? Dan apa maksudmu lawan akan mengejar kita jika berusaha kabur?" Tanyanya Sasori .

"Ya dan kita tidak usah membahas itu dulu karena lawan kita sudah menunggu." Jawab Kiyoshi tanpa mengalihkan pandangannya dari 100 Shinobi Otogakure. "Seperti kata mereka sebelumnya. Mereka ingin membunuh kita agar Naruto melemah melawan Orochimaru, tampaknya Orochimaru memiliki suatu rencana terhadap Naruto."

Beralih ke salah satu Shinobi Otogakure yang tampaknya memandang gadis bersurai merah diantara tim Naruto. Setelah beberapa detik, ia langsung tertawa keras sambil menunjuk gadis itu."Hahahahaha ... Minna lihat itu!"

"Apa! ... Ternyata gadis jalang itu masih hidup. Kukira ia sudah mati bersama rekan setimnya dulu." Shinobi Otogakure yang lain menimpalli ucapan rekannya barusan. "Bagaimana kalau kita tidak usah membunuhnya. Kita bawa dia kembali dan menikmati tubuhnya saja. Tim yang dulu sering melindunginya sudah tidak ada. Bagaimana Kabuto-san?" Tanyanya kepada pemuda bernama Kabuto yang berdiri di depannya.

"Terserah kalian. Tapi apa kalian lupa kalau dia bisa membela dirinya sendiri tanpa bantuan Timnya?" Tanya Kabuto balik.

"Heheheh ... kami sudah kuat sekarang. Pasti mengalahkannya sangat mudah Kabuto-san."

"Itu benar! Nee Tayuya-chan, apa kau mau kembali ke Otogakure dan menjadi gadis kami. Daripada harus mati bersama sampah-sampah itu?" Tawar Shinobi Otogakure lainnya.

"Ayolah Tayuya-chan! Kembalilah ... tidak usah menolak."

Beralih ke Tim Naruto. Tayuya selaku orang yang dibicaraka. Menggertakan gigi lebih keras hingga terdengar bunyi gesekan kecil dari dalam mulutnya. Karin dan Kushina langsung memandang prihatin Tayuya. Ternyata ucapan Mantan Bawahan Orochimaru itu mengenai masa lalu di Otogakure benar perihal dirinya selalu ingin dijadikan bahan pelampiasan nafsu bejat para lelaki di desa tersebut.

"Tayuya-san jangan ... Sial!" Kiyoshi langsung mengumpat kesal karena Tayuya langsung berlari ke arah ratusan lawan mereka. Ia kemudian mendesah pasrah. "Tidak ada pilihan lain! Ayo dan ingat yang kukatana barusan!" Art, Karin dan Kushina mengangguk serentak dan ikut berlari menyusul Tayuya.

"Ternyata itu alasan dibalik sifat galakmu terhadap laki-laki bahkan Naruto selaku pemimpinmu." Batin Art (Sasori) lirih dan sedikit iba. Dan sepertinya masih ada teka-teki lain yang belum terjawab di kepala Sasori perihal Tayuya, yaitu bagaimana gadis itu bisa berada di Otogakure padahal ia merupakan keturunan Uzumaki asli seperti Naruto, Karin dan Kushina.

"Dan untuk kau Sasori!" Orang yang dipanggil menoleh ke Kiyoshi. "Jika ada kesempatan, gunakan Kugutsu milikmu untuk menangkap Tayuya-san lalu kita kabur dari pertarungan ini. Jujur melawan ratusan Shinobi yang rata-rata Jounin sangat sulit untuk kita." Kata Kiyoshi dan entah kenapa Sasori mengangguk mantab mengenai rencana Kiyoshi yang satu ini.

Karin dan Kushina yang mendengar ucapan Kiyoshi mengangguk paham akan rencana Jounin kepercayaan Naruto. "Nii-san/Naruto-kun tidak salah memilih Kiyoshi-san sebagai orang kepercayaan." Batin kedua secara bersamaan.

"Akan kubunuh kalian semua Brengsek!" Teriak Tayuya penuh amarah sambil berlari.

"Tampaknya kau dan Timmu memilih jalan yang salah. Semuanya!" Ucap Shinobi Otogakure kemudian berlari diikuti ratusan rekan-rekannya kecuali Kabuto yang memilih diam di tempatnya. "SERANG!"

Dan pertarungan besar antara dua pihak pun tidak terelakkan di lokasi yang jauh dari pertarungan Naruto dan Orochimaru. Dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kelima Jounin Uzushiogakure tersebut.

.

.

...


Kembali ke lokasi Naruto. Di beberapa bagian hutan yang terbakar, kobaran api mulai mereda dan menampakkan pohon serta permukaan tanah yang menghitam. Di atas udara, Naruto yang tubuhnya mulai dipengaruhi gaya Gravitasi mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Orochimaruu yang mungkin saja sudah menjadi Manusia Ular Bakar ala Chef Naruto. "Dimana dia? Aku yakin dia bisa selamat." Kata Naruto kemudian mendarat dengan sempurna di atas abu bekas kebakaran hingga membuat abu-abu beterbangan di sekitarnya.

"Khukukuku ... " Sebuah tawa yang Naruto sangat kenali terdengar dari arah depan. Setelah pandangan Naruto tidak terhalang abu terlihatlah Orochimaru yang perlahan keluar dari dalam permukaan tanah tidak jauh dari Naruto. "Hiru Bansho Boka no Jutsu 'kah?" Tanya Naruto datar kepada Orochimaru.

"Tanyakan saja ke arang di dekat kakimu itu Bocah!" Orochimaru menjawab sinis pertanyaan dari Naruto. Pemuda bermarga Uzumaki dan Namikaze itu pun mendecih kecil. "Ternyata kemampuanmu meningkat pesat ya bocah ... aku hampir saja tewas terpanggang lohh." Kata Orochimaru dengan nada dibuat bercanda.

"Dan setelah ini tidak ada lagi kata 'hampir' karena kau benar-benar akan menjadi Ular Panggang." Balas Naruto datar, dingin ditambah tatapan yang menajam yang ditujukan untuk siapa lagi kalau bukan Orochimaru. Memang disana ada orang lain selain mereka berdua. Dasar Author Goblok #Plakk.

"Benarkah ... aku jadi merinding mendengarnya." Lagi-lagi Sang Ular berucap dengan nada bercanda.

Naruto menggertakkan gigi hingga terdengar suara gesekan pelan dari mulutnya. Detik selanjutnya Naruto berlari ke arah Orochimaru. Sambil berlari Naruto menarik ke atas Wristband lalu mengeluarkan dua kunai bermata tiga. "Khukukukuku ... akhirnya kau menggunakan Hiraishin milikmu. Aku harus berhati-hati mulai sekarang." Kata Orochimaru melihat apa yang Naruto lakukan.

Naruto melempar kedua kunai yang dikeluarkannya barusan lalu menciptakan sebuah Handseal. "Kunai Kage Bunshin no Jutsu!" Dua kunai Naruto langusng berlipat ganda menjadi ratusan. Sehingga mau tidak mau Orochimaru selaku target harus menciptakan sebuah Handseal lalu berjongkok dan menghentakkan kedua tangannya di permukaan tanah. "Doton : Dōryuheki!" Sebuah dinding tanah tiba-tiba mencuat dari dalam tanah di depan Orochimaru.

Jleeb! Jleeb! Jleeb!

Ratusan kunai bermata tiga milik Naruto pun menancap pada dinding tanah Orochimaru. Naruto yang jaraknya sekitar 5 meter dari Orochimaru kembali menciptakan Handseal sambil berlari. "Bunshin no Jutsu!"

Poft!

Satu Bunshin Naruto muncul di samping kirinya. Ia melirik tiruan sempurnanya. "Lakukan pengalihan dari arah kiri Orochimaru!" Bunshin tersebut mengangguk paham mendengar bisikan dari sang master lalu berlari ke arah samping kanan dinding tanah Orochimaru.

Di balik dinding tanah. Orochimaru yang masih dalam keadaan berjongkok menoleh ke kanan ketika Bunshin Naruto muncul di sana. Sesegara mungkin Orochimaru memutar tubuhnya agak kekanan untuk menahan serangan tetapi ...

Poft!

Mata Orochimaru membulat sempurna ketika melihat Bunshin Naruto meledak menjadi kepulan asap putih. Dan dari balik dinding tanah di sebelah kiri Orochimaru, Naruto muncul mendarat dengan tubuh sedikit bungkuk. Kaki kirinya ia tekuk sedangkan kaki kanan lurus ke samping. "Sial Bunshin pengalihan." Batin Orochimaru.

Naruto menciptakan Handseal dengan cepat. "Aku tidak menyangka seorang Legenda Sannin bisa tertipu trik bodoh seperti ini ... " Handseal Naruto telah selesai ia kemudian membuka telapak tangan kanannya dan perlahan percikan-percikan api mulai bermunculan hingga membentuk sebuah bola chakra kemerahan yang dikelilingi dua cincin api. Orochimaru pun panik melihat Rasengan gabungan Chakra Katon dari Naruto yang bersiap dihantamkan di tubuhnya.

"Katon : Rasen Endan!" Naruto melompat ke depan dan menghantamkan bola kemerahan yang dikelilingi dua cincin tersebut ke punggung Orochimaru.

Blaar!

Ledakan berintensitas kecil langsung tercipta tepat di punggung Orochimaru tempat Naruto menghantamkan Rasengan yang digabung dengan Katon. Tubuh Orochimaru pun terpental ke arah depan menuju ke pepohonan tidak jauh dari Naruto.

Duaar! Braak!

Orochimaru menghantam sebuah pohon dengan kerasnya hingga membuat pohon tersebut tumbang dan menyebabkan kepulan debu beterbangan. Perlahan kepulan debu mulai menghilang dan memperlihatkan Orochimaru yang tengah bersandar di batang pohon yang tumbang tadi. Di beberapa bagian tubuhnya terlihat luka lebam. "Sudah lama aku tidak bertarung seperti ini ... Mungkin tiga tahun lamanya." Dengan gontai Orochimaru bangkit dan memandang Naruto.

"kalau tidak salah pertarungan itu ketika melawan Monyet itu." Kata Orochimaru. Naruto yang mendengarnya seketika menajamkan pandangannya ke lawannya. "Aku masih ingat senyum memuakkan darinya ketika ajalnya menjemput." Orochimaru menyeringai ketika melihat ekspresi dari Naruto sedikit berubah.

"Dan dia mengatakan bahwa akan ada seorang shinobi hebat yang akan mewarisi tekad bodohnya itu. Aku jadi bertanya-tanya apa Shinobi itu adalah kau bocah Hiraishin ... " Orochimaru mengankat kedua lengannya lalu mendongak ke arah langit. " ... Apabila shinobi itu adalah kau ... "

"Diam!" Potong Naruto cepat.

Orochimaru terkekeh pelan. "Khukuku ... lihatlah Sarutobi! Shinobi yang kau harapkan ternyata tidak mewarisi tekad bodohmu, melainkan ia menjadi seorang Avenger yang sangat ingin membunuhku. Apa itu yang disebut mewarisi tekadmu. Dan aku dengar dari kabar angin ... Shinobi kebangganmu ini malah mendeklarasikan perang dunia shinobi ke-4. Betapa bagus tekadnya 'kan Sarutobi." Kata Orochimaru yang layaknya orang stres yang berbicara sendiri.

Orochimaru kemudian menepuk pelan kepalanya karena teringat sesuatu. "Oh iya aku lupa ... kau tidak bisa melihatnya Sarutobi, itu karena kau sedang disiksa di perut Shinigami ... Khukukuku ... aku jadi heran kenapa kau mau melakukan hal seperti itu demi bocah bodoh ini."

"Tck ... " Naruto berdecak kesal menahan semua emosi yang hampir mencapai batasnya karena mendengar ocehan stress dari Orochimaru. Pemuda bersurai pirang itu kemudian menghela nafas untuk menghilang semua emosinya. "Naruto ... Jangan terpengaruh ucapannya lagi, itu bisa membuatmu tidak fokus dalam pertarungan." Suara berat tiba-tiba menggema di dari dalam tubuh Pemuda bersurai pirang tersebut.

"Aku tahu Kurama ... makanya dari tadi aku terus menahan emosiku." Naruto membalas ucapan suara berat tersebut melalui telepati. Pemilik suara yaitu Kurama hanya mendengus pelan di dalam tubuh Naruto kemudian kembali melanjutkan kegiatan favoritnya apalagi kalau bukan tidur.

Setelah merasa agak mendingan. Naruto langsung berlari menuju ke Orochimaru untuk melanjutkan pertarungan mereka. Di sisi Orochimaru, ia langsung mengoleskan ibu jarinya ke sudut bibirnya untuk mengambil beberapa tetes darah. Setelah selesai Orochimaru langsung menciptakan serangkaian Handseal dan menghentakkan kedua telapak tangannya pada permukaan tanah. "Kuchiyose no Jutsu!"

Boft!

Sebuah ledakan asap putih membumbung tinggi di tempat Orochimaru. Dan dari dalam kepulan asap putih tersebut seekor ular berukuran raksasa berwarna biru gelap dengan motif belang hitam melompat keluar dengan mulut terbuka ke arah Naruto. "Sial!" Pemuda pemilik Iris Sapphire mengumpat kesal melihat sebuah mulut raksasa siap menelannya bulat-bulat

Bumn! Duar!

Suara dentuman keras diikuti ledakan debu tercipta tepat setalah ular tersebut menghantamkan mulutnya pada permukaan tanah dimana Naruto berada. Ular itu a.k.a Manda mengankat kepalanya dari kepulan debu. "Dia berhasil menghindar Orochimaru-sama ... gerakannya cepat sekali." Kata Manda yang ditujukan kepada sang tua yang tengah berdiri di atas kepalanya.

"Hiraishin kah?" Orochimaru bergumam pelan ketika mendapati Naruto muncul diikuti seberkah kilatan kuning di dekat dinding tanah yang terdapat ratusan kunai bermata tiga menancap.

Naruto menegakkan tubuhnya dan mendongak ke arah kepala ular besar yang diatas kepala ular tersebut Orochimaru berdiri sambil menatapnya juga. "Naruto! Summon aku!" Perintah Kurama dari dalam tubuh Naruto melalui telepati.

"Dasar Baka-Kitsune ... bagaimana kalau Akatsuki mendeteksi chakramu." Umpat Naruto kesal melalui telepati. Kurama menggeram marah mendengar panggilan Naruto untuknya. "Dan Ular Bangsat itu juga akan curiga kenapa aku bisa meng-Kuchiyose seekor Bijuu." Tambah Naruto.

"Masalah Akatsuki ... biarkan mereka datang dan akan kuhancurkan mereka dengan Bijudama." Balas Kurama acuh tak acuh membuat Naruto sweatdrop sejenak. "Untuk Ular Bangsat itu ... kau saja yang memikirkannya." Di Mindscape keduanya. Kendutan muncul di kening Naruto. Pemuda bersurai pirang itu kemudian memukul-mukul kepala Kurama karena ia tengah duduk bersilah diatas kepala rubah itu.

"Apa yang kau lakukan Baka-Gaki ... Kau mau membuatku jadi goblok sepertimu." Kata Kurama agak kesal kepalanya dipukul Naruto. "Salahmu sendiri ... kenapa memintamu mengeluarkanmu padahal aku bisa memanggil Hajiri-san. Dan apa kau bilang! Aku tidak goblok Baka-Kitsune." Balas Naruto ketus.

"Cih ... Aku bosan disini terus Naruto ... sekali-kali aku harus meregangkan otot-ototku dan berhenti memanggilku seperti itu." Kurama memperbaiki posisinya menjadi duduk sehingga membuat kesembilan ekornya mulai melambai-lambai. "Lagipula aku bisa memusnahkan Ular itu dengan Bijuudama hingga tidak bisa bereinkarnasi lagi."

"Baiklah-Baiklah ... " Naruto akhirnya pasrah sembari manggut-manggut malas. " ... kau sama saja dengan Hajiri-san yang hobi bertarung." Kata Naruto dengan nada malas setelahnya. Setelah itu Naruto meninggalkan Mindscape miliknya.

...

"Khukukuku ... apa kau takut melihat Manda untuk kedua kalinya bocah?" Tanya Orochimaru melihat Naruto yang dari tadi cuman diam saja dengan mata terpejam.

Perlahan Naruto membuka kedua matanya sembari mendongak. Setelah terbuka dengan sempurna, pandangan tajam langsung ditujukan kepada Orochimaru. "Aku tidak pernah takut dengan ularmu itu apalagi denganmu!" Dan setelah berucap datar demikian, Naruto langsung menggigit ibu jarinya lalu merapalakan serentetakan Handseal. "Kau lupa kalau aku juga punya yang seperti itu ... keluar dan mengamuklah ..." Naruto menghentakkan telapak tangannya pada permukaan tanah. "Kuchiyose no Jutsu!"

Boft!

Ledakan asap putih yang tidak kalah besarnya dengan ledakan ketika Manda keluar tercipta di depan ular besar tersebut. Dan dari kepulan asap putih tersebut. Naruto melompat keluar sembari menciptakan Handseal menyerupai tanda '+'. "Kagebunshin no Jutsu!"

Poft! Poft! Poft!

Tiga kepulan asap putih kecil bermunculan di dekat Naruto yang melesat ke arah Orochumaru pada udara. Manda tidak tinggal diam dan langsung mengarahkan mulutnya yang kembali terbuka menuju ke Naruto dan ketiga Bunshin yang baru ia keluarkan.

"Grooooaaaarrrrr!" Sebuah auman keras langsung mengejutkan Manda dan Orochimaru. Dari kepulan asap putih besar di belakang Naruto. Seekor rubah berekor sembilan melompat keluar yang semakin membuat kedua lawan Naruto terkejut setengah mati.

"Kyuubi/Kyuubi!" Seru Orochimaru dan peliharaannya secara bersamaan dengan nada terkejut. "Ba-Bagaimana bisa bocah itu terikat kontrak dengan seekor Bijuu!"

"Diam dan bertarunglah dua ular bangsat!" Jawab Kurama sembari mengankat kaki kanan depannya kemudian mengarahkan ke kepala Manda yang siap menelan Naruto dan ke-3 Bunshin-nya. Menyadari bahaya yang datang, Orochimaru langsung melompat dari atas kepala Manda.

Duaar!

Kepala Manda berhasil dicengkram Kurama kemudian dihantamkan pada tanah hingga membuat sebuah ledakan besar tercipta. Sementara di dekat kedua mahluk berukuran raksasa itu, Orochimaru terkejut menyadari Naruto dan ke-3 Bunshin-nya mengarah ke dirinya.

"Terima ini!" Bunshin pertama melakukan sebuah pukulan tangan kanan tetapi berhasil dihindari oleh Orochimaru. Tetapi dua Bunshin sisanya kini berada tepat di hadapannya dengan seringai terpampang jelas di wajah mereka.

Takk! Takk!

Kedua Bunshin Naruto menangkap masing-masing lengan Orochimaru. Sedangkan Naruto asli mempersiapkan sebuah kepalan tangan kanan yang dialiri sedikit chakra. Dan tepat ketika Naruto sudah berada di depan lawannya yang kedua lengan sudah terkunci. Naruto mengarahkan pukulannya ke wajah Orochimaru.

Duagh!

Wajah tampan Orochimaru terkena pukulan telat yang dialiri chakra, kepala sang Sannin pun tersentak kebelakang dengan air liur yang muncrat kemana-mana. Belum selesai sampai disini saja. Kedua Bunshin Naruto yang memegang lengan Orochimaru langsung melakukan sebuah tendangan menggunakan masing-masing satu kaki mereka. (Bunshin di kanan dengan kaki kiri dan Bunshin di kiri dengan kaki kanan).

Duagh! Duagh!

Kedua kaki Bunshin Naruto mengenai perut Orochimaru dengan telak hingga membuat Sannin Ular tersebut melesat bagaikan roket ke arah bawah. Dan bersamaan dengan itu, ketiga Bunshin Naruto menghilang diikuti kepulan asap putih. Sementara Naruto kini tubuhnya terkena efek Gravitasi sehingga membuat tubuhnya mulai turun ke bawah.

Duaaar!

Ledakan yang cukup besar tercipta tepat setelah Orochimaru melakukan ciuman cinta tanah air pada permukaan tanah. Dan tidak berselang lama Naruto mendarat dengan sempurna tidak jauh dari lokasi ledakan tersebut. Naruto melirik Kurama yang tengah menahan kepala Manda sambil melakukan telepati. "Kuserahkan ular itu padamu Kurama."

"Dengan senang hati Gaki ... Aku harap ular ini tidak menghilang karena takut melawan Bijuu terkuat sebelum aku bersenang-senang." Balas Kurama melalui telepati dengan bangganya membuat Naruto sweatdrop sejenak. Pemuda bersurai pirang itu kemudian mengembalikan pandangnnya ke Orochimaru yang kini terlihat berbaring di tenga-tengah kawah berukuran sedang di depannya.

.

.

...


Kurama vs Manda

"Kuso-Kitsune!" Umpat Manda geram dengan kepala tertahan tangan kanan Kurama pada hutan yang sudah hangus. Ular besar tersebut kemudian menggerakkan ekornya dan berniat menyambuk Kurama dengan itu.

"Baka-Hebi!" Balas Kurama kemudian menggunakan kesembilan ekornya untuk menahan cambukan ekor Manda. Suara dentuman keras pun terdengar keras ketika kesepuluh ekor tersebut saling berbenturan.

Manda mendesis kesal. Dengan kepala masih tertahan Ia kemudian menggerakkan otot-otot tubuh panjangnya dan mulai melilit badan Kurama. Dengan cepat Kurama langsung menggunakan kaki depan sebelah kirinya untuk melespaskan lilitan Manda. "Lepaskan Ular Sialan!" Umpat Kurama sembari mencoba melepaskan lilitan Manda.

"Kau salah telah melawan ular yang seukuran denganmu." Seru Manda.

"Kau juga telah salah memilih lawan seekor Bijuu sepertiku." Kurama melepaskan kepala Manda kemudian menggunakan keempat kakinya untuk melompat ke atas. Menyadari apa yang mau dilakukan lawannya. Manda langsung melepaskan lilitannya dan melompat menjauh dari Kurama.

Secara bersamaan Kurama dan Manda mendarat dengan jarak sekitar 500 meter karena ukuran mereka yang sangat besar. Setelah mendarat Manda langsung memutar tubuhnya lalu bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Kurama sehingga pepohonan yang dilalui beterbangan kemana-mana. Melihat hal tersebut, Kurama ikut berlari ke arah Manda.

"Groooaaarrrr!" Sambil berlari Kurama mengaung keras hingga menciptakan hembusan angin yang menerbangkan pepohon di depannya menuju ke Manda.

Manda langsung melompat tinggi melewati serangan angin bahkan sampai melewati Kurama dan mendarat tidak jauh di belakang Sang Bijuu terkuat saat ini dan langsung melompat dengan mulut terbuka. Seketika Kurama menghentikan gerakan kemudian memutar tubuhnya. Kurama langsung terkejut ketika melihat Manda dengan mulut terbuka mengarah tepat ke dirinya. "Grooooaaarrrr!" Kurama mengaung keras sehingga hembusan angin disertai pepohon yang ikut beterbangan menuju Manda.

"Uaaaaahhhh!" Manda terpental agak jauh dan mendarat dengan kerasnya pada area hutan hingga menyebabkan ledakan yang cukup keras. Bekas ledakan mulai menghilang dan memperlihatkan Manda yang tengah terbaring dengan tubuh terbalik."Cih! Kitsune sialan, Kalau aku menghilang sekarang mungkin Orochimaru-sama akan menjadi bulan-bulanannya." Batin Manda agak kesal.

.

.

...

Naruto Vs Orochimaru

Hembusan angin yang lumayan kencang menerpa kedua shinobi hebat yang tengah berdiri saling memandang satu sama lain. Surai pirang dari salah satu shinobi tersebut melambai-lambai diterpa hembusan angin karena tempatnya berdiri berada di tanah yang cukup luas. Pemuda itu memandang sedikit kesal lawannya yang masih bisa bertahan walaupun sudah menghantam tanah dengan kecepatan tinggi. "Kau masih bertahan rupanya." Pemuda tersebut bergumam datar.

Dengan sempoyan dan mencoba untuk menegakkan tubuhnya yang baru saja menghantam tanah serta luka-luka disekujur tubuhnya terutama di bagian punggung yang terdapat luka bakar cukup parah. Orochimaru memandang Naruto dengan seringai. "Kau butuh lebih dari serangan barusan untuk mengalahkanku bocah." Kata Orochimaru agak serak. Dan ucapannya itu ada benarnya karena seorang Sannin seperti dirinya tidak akan kalah hanya dengan serangan barusan. Naruto menggertakan gigi mendengar ucapan Orochimaru barusan.

Masih dengan seringai, Orochimaru membatin. "Aku tidak menyangka bocah ini bisa sekuat ini, tapi tidak salah memang. Dia bisa mengalahkan dua Edo-Tensei terbaikku, sebaiknya kau mulai serius kali ini." Naruto menaikkan sebelah alisnya mendengar batinan Orochimaru. "Dan aku harus memberikan Manda bantuan, Kyuubi hanya Kuchiyose itu berarti ia bisa lenyap jika terkena serangan. Keberadaan Bijuu itu akan mempersulitku mengalahkan bocah ini."

Naruto yang mendengar ucapan dalam hati Orochimaru langsung berlari menuju lawannya itu agar tidak memberikan kesempatan memberi bantuan Manda. Orochimaru ikut berlari namun tidak kedepan melainkan ke arah samping kanan. "Tidak akan kubiarkan kau lari Ular!" Kata Naruto sambil berlari dan tidak mengatakan kalau ia tahu Orochimaru mau memberi bantuan ke Kuchiyose ularnya. Pemuda bersurai pirang itu mengubah arah berlarinya ke kiri dimana Orochimaru berlari.

"Cih! Bocah Sialan!" Umpat Orochimaru ketika Naruto sudah sejajar dengan dirinya dengan jarak sekitar 10 meter.

Naruto merapalkan serentetan Handseal sambil berlari. "Fūuton : Kazekiri!" Sebuah angin pemotong berukuran besar Naruto keluarkan dan melesat menuju ke Orochimaru yang berlari di samping kirinya. Dan setelah mengeluarkan angin pemotong tersebut. Naruto berbelok ikut berbelok ke kiri.

Sebelum angin pemotong Naruto memotong tubuh Orochimaru. Sannin itu melompat ke udara untuk menghindarinya. Tetapi saat Orochimaru melompat, Naruto ikut melompat ke dirinya dengan sebuah pukulan yang siap dihantamkan.

Duagh!

Pukulan tangan kanan Naruto pun mengenai telak wajah Orochimaru hingga menyebabkan Sannin itu terpental kebelakang. Dan tidak sampai disitu, setelah mendarat Naruto langsung berlari ke Orochimaru yang terpental beberapa meter.

Dalam keadaan terpental. Orochimaru mengeluarkan seekor ular besar dari lengan bajunya menuju Naruto. Dan ular besar tersebut membuka mulutnya dan Orochimaru keluar dari sana dengan Katana biasa yang siap dihunuskan ke Naruto. "Kena kau bocah Hiraisin."

Naruto langsung mengentikan langkahnya dan menciptakan sebuah Handseal. "Mokuton!" Kata Naruto sambil menghentakkan kedua telapak tangannya pada permukaan tanah. Dua buah balok kayu langsung muncul di kedua sisi Orochimaru. Tetapi balok Naruto telat beberapa menit sehingga hanya bada ular Orochimaru yang terkena. "Sial!" Batin Naruto.

Syuut!

Orochimaru mengayunkan Katana yang di pegang secara horizontal. Tetapi Naruto berhasil menghindar dengan cara memiringkan kepala ke kiri. Dan ketika Orochimaru sudah melewati Naruto sekitar 5 meter. Ia melempar Katana yang ia pegang untuk menyibukkan Naruto. Dan setelah mendarat, Orochimaru langsung berlari sembari mengambil beberapa tetes darah di sudut bibirnya dan menciptakan sebuah Handseal.

Naruto langsung memutar tubuhnya dan mengeluarkan sebuah kunai bermata tiga."Cih! Segel Hiraishin yang kutempel pada tubuhnya ternyata tidak ikut ketika ia keluar dari ularnya." Batin Naruto kesal akan hal tersebut. (AN : Prinsip ini saya buat sendiri).

Trank!

Naruto memblok Katana yang Orochimaru lempar dengan kunai yang baru saja ia keluarkan. Sehingga suara dua logam yang saling berbenturan terdengar keras di telinga Naruto. Ia kemudian melempar kunainya ke Orochimaru yang sudah berlari menjauh menuju ke pertarungan Manda dan Kurama yang kembali berlangsung sengit walaupun pertarungan tersebut terlihat berat sebelah.

"Terlambat bocah Hiraishin ... " Gumam Orochimaru mengomentari tindakan dari Naruto yang melempar kunainya. Ia kemudian berhenti dan menghentakkan tangan kirinya pada permukaan tanah. " ... Kuchiyose no Jutsu!" Dan bersamaan dengan Orochimaru mengucapkan nama tehniknya. Kunai Naruto sudah berada di sampingnya.

Boft!

Srink! Duagh!

Ledakan asap putih besar membumbung tinggi tepat di depan Orochimaru. Dan bersamaan dengan itu Naruto muncul diikuti seberkah kilatan kuning dan langsung melakukan Right Roundhouse Kick yang mengenai kepala bagian samping Orochimaru hingga membuatnya terpental jauh. "Uggghhhh~!" Ringis Orochimaru ketika menghantam sebuah pohon hingga rubuh dan itu belum menghentikan tubuhnya. Dirinya pun menghantam permukaan tanah beberapa kali hingga terhenti tepat di sebuh pohon berukuran besar.

Duaar!

Ledakan disertai kepulan debu tipis menjadi penutup acara terpental Orochimaru. Setelah kepulan debu menghilang. Orochimaru terlihat bersandar tepat di tenga-tengah sebuah lubang besar pada pohon tersebut dengan kondisi memprihatikankan. Wajahnya dipenuhi luka serta debu. "Tulang rusukku ada yang patah. Dan leherku terasa hancur terkena tendangan bocah Sialan itu." Ringis Orochimari sembari memegang bagian perut sebelah kirinya.

.

.

...


Kurama VS Manda

Disaat sang Bijuu terkuat saat ini tengah menahan Manda dengan kedua kaki depannya pada hutan. Dari ledakan asap putih yang berjarak sekitar 500 meter dari keduanya. Seekor ular yang tidak kalah besarnya dengan Manda dengan tiga kepala dan mengenakan kain besar di bagian leher ketiga kepala ular tersebut merayap keluar menuju ke Kurama. "Cih! Datang lagi mahluk melata yang lebih menjijikan dari satu ini." Kata Kurama agak kesal.

Kurama mengcenkram tubuh Manda kemudian melemparnya ke arah Ular berkepala tiga yang sudah berjarak sekitar 300 meter darinya. "Kalian berdua merepotkan!" Teriak Kurama.

"Ooouahhhhh!" Teriak Manda yang terlempar ke arah rekan ular Kuchiyose-nya.

Duaarr!

Ledakan cukup besar tercipta ketika Manda menghantam hutan. Ular berkepala tiga itu berhasil menghindari Manda dan langsung melesat ke Kurama sembari mendesis secara bersamaan. "Ssssssshhhhh!"

Kurama pun langsung berlari ke arah ular tersebut. Tetapi ia langsung terganggu ketika setengah tubuhnya yang berada pada Karin menghubunginya. "Cepat beritahu Naruto kalau Karin-chan dan lain tengah dalam bahaya."

"Apa yang terjadi?" Tanya Kurama Yin.

"Mereka dikepung ratusan Shinobi Otogakure. Mereka tidak bisa kabur karena salah satu dari mereka tidak mau mengikuti rencana kabur." Jawab Kurama Yang. Setelah itu Kurama langsung menghubungi Naruto melalui telepati dan mengatakan apa yang terjadi. Dan beberapa menit kemudian Naruto mengatakan rencananya dan Kurama membalas."Aku mengerti Naruto ... Mari kita hancurkan mereka sekaligus."

Ketika ular berkepala tiga Orochimaru berada di depannya. Kurama langsung menangkap dua kepala ular itu dengan kedua kaki depannya. "Musnahlah kalian secara bersamaan!" Kurama membuka lebar-lebar mulutnya tepat di depan kepala bagian tengah. Perlahan dua bola chakra berbagai ukuran dan memiliki dua warna berbeda bermunculan di depan mulutnya. Ular di depannya seketika ketakutan setengah mati (?).

...

Beralih ke Naruto. Saat ini ia tengah menyiksa Orochimaru dengan serangan Taijutsu bertubi-tubi hingga membuat hidup Sang Sannin hampir mencapai batasnya kalau Kurama tidak mengatakan kalau serangan pamungkasnya sudah siap.

"Sebelum penutupan ... " Naruto berucap dingin pada Orochimaru yang berada di depannya dengan nafas terengah-rengah. Naruto melakukan Right Uppercut di perut Orochimaru hingga membuat ular itu tersungkur. " ... aku akan melakukan yang kau lakukan pada Jiji." Naruto menyentuh Fuinjutsu di lengan kirinya dan mengeluarkan pedang hitam berukuran besar bernama Kakutou Yoru.

Jleeb!

Tanpa rasa kasihan pada lawannya. Naruto menusuk perut Orochimaru hingga tembus pada punggunya. "Ohoook ... Bocah sialan!" Orochimaru berucap lemah dengan mulut mengeluarkan darah segar.

"Dengan ini satu lagi orang yang menghalangiku mencapai tujuanku berkurang satu." Naruto mencabut Kakutou Yoru dari tubuh Orochimaru lalu bergumam pelan. "Sayonara ... Keparat!" Dan setelah mengucapkan kata perpisahan. Naruto menghilang diikuti seberkah kilatan kuning.

"BOCAAAHHH ... SIAAAAAAALAAAANNNNN!" Teriak Orochimaru dan mengalihkan pandangannya ke dua mahluk besar yang berjarak sekitar 700 meter dari lokasinya dan salah satu mahluk tersebut terlihat siap melakukan serangan dalam skala besar-besaran. "Sialan!" Orochimaru mengambil beberapa tetes darah di mulutnya dan menciptakan serentekan Handseal. Dengan gerakaan lemah ia menghentakkan kedua lengannya pada permukaan tanah. "Untung chakraku masih tersisah untuk melakukan tehnik ini." Batin Orochimaru tetapi sehebat apapun tehnikmu. Tidak akan mampu menyelematkanmu dari serangan terkuat dari Bijuu.

...

Sriink!

Naruto muncul tepat di atas kepala Kurama dengan posisi berjongkok sembari memegang pedang hitam besar di tangan kanannya. "Sekarang Kurama!" Perintah Naruto datar dan dibalas deheman ala rubah oleh Kurama. (Dia memang rubah #Plakk!)

"Bijuudama!"

"Kuchiyose: Sanju Rashomon!"

Duaaarrrr!

Boft! Boft! Boft!

Bijuudama berukuran besar milik Kurama pun melesat menyeret ular berkepala tiga yang tepat berada di depannya. Dan bersamaan dengan itu, tiga dinding berukuran sangat besar muncul di lokasi Orochimaru.

"Uaaaahhhhhhhh!" Manda yang barada di jalur lintasan Bijuudama Kurama ikut terkena dan terseret bersama ular berkepala tiga itu menuju ke tiga dinding neraka Orochimaru.

Brakk! Brakk!

Buuummmmmnnnn!

Dinding pertama dan kedua hancur berkeping-keping terkena tubuh Manda dan Ular besar serta Bijuudama dan pada dinding ketika akhirnya sebuah ledakan super besar tercipta dengan radius ledakan sekitar 400 meter hingga membuat Shinobi Otogakure yang tengah bertarung melawan Tim Naruto menoleh disertai keringat dingin melihatnya.

Beberapa menit setelah ledakan berakhir. Terlihatlah kawah berukuran sangat dengan dimeter 400 meter seperti radius ledakan barusan. Pada kawah tersebut. Tidak ada benda ataupun mahluk hidup yang selamat. Hanya ada lubang besar disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke langis cerah siang hari itu.

"Sekarang! Lempar aku ke lokasi Karin-chan dan lainnya." Perintah Naruto datar kepada Kurama. Rubah berbulu orange mendengus pelan. "Kenapa kau tidak menggunakan Hiraishin bodoh!" Katanya agak sinis.

Naruto menggertakan giginya. "Sudah lakukan saja dan lihat apa yang akan kulakukan! Usahakan tepat di tempat mereka!" Kata Naruto agak kesal pada Kurama.

"Cih! Baiklah bocah tukang perintah!" Kurama mengangkat kaki kanan depannya dan mengarahkan telepak ke atas. Naruto melompat turun ke telapak tangan Kurama. Setelah itu, Kurama langsung melempar Naruto ke arah lokasi Karin dan yang lain.

Boft!

Dan setelah melempar Jinchuriki-nya. Kurama langsung menghilang diikuti ledakan asap putih besar.

Kau segera melakukan tindakan Naruto sebelum orang-orang terdekatmu direnggut lagi.

.

.

.

.

.

.

.

...


Tim Naruto vs Otogakure

Suara pukulan, benda logam yang berbenturan, teriakan serta suara-suara yang tidak jauh dari suara dua kelompok yang tengah bertarung terdengar di satu titik pada lokasi tersebut. Tampaknya ledakan Bijuudama barusan tidak membuat shinobi Otogakure mundur. Mereka malah semakin menjadi-menjadi menyerang kelompok Naruto karena mengira ledakan tersebut adalah ledakan dari serangan atas mereka.

Dalam keadaan bertarung melawan salah satu Jounin Otogakure, gadis berambut merah yang diketahui bernama Uzumaki Karin menoleh ke arah langit ketika mendeteksi kedatangan seseorang yang sangat ia harapkan datang. "Nii-chan!"

Duaarr!

"Uaahhhh..!"

Sebuah ledakan besar disertai teriakan Shinobi Otogakure yang terkena ledakan tersebut menggema di area tersebut. Sontak semua pasang mata langsung mengarah ke ledakan tersebut. Tim Naruto langsung menyinggung senyum kecil berbeda dengan lawan mereka yang meneneteskan keringat dingin ketika dari kepulan debu bekas ledakan tersebut seorang pemuda bersurai pirang melompat keluar dengan pedang hitam besar di tangan kanannya.

"Orochimaru-sama!" Gumam Kabuto melihat kemunculan Naruto yang berarti boss-nya telah dikalahkan dan ia langsung teringat akan ledakan besar barusan. Dan sifat ular yang diturungkan Orochimaru kepadanya langung muncul. "Sial! Aku harus segera pergi dari sini!" Tanpa memikirkan bawahannya. Kabuto langsung kabur dari lokasi itu dengan Shunshin miliknya.

"Naruto/Naruto-kun!" Kata Tim Naruto serentak kecuali Karin yang sudah mengetahuinya. Tetapi senyum tipis mereka langsung menghilang ketika melihat ekspresi dari Naruto yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Yaitu dingin dan marah.

"Kalian semua akan menyusul Ular Keparat itu!" Kata Naruto datar dan dingin sembari berlari.

Para Shinobi Otogakure segera bertindak dengan berlari ke Naruto secara serentak.

Jraash! Jrassh!

Dua lawan Naruto yang berada di depannya langsung tertebas oleh Kakuto Yoru. Naruto kemudian melompat sambil melakukan manuver salto menghindari beberapa kunai yang dilempar ke arahnya. Setelah mendarat, Naruto mengayunkan pedang hitamnya secara horizontal sembari memutar tubuh 360 untuk menebas semua lawan yang berniat menyerangnya dari berbagai sisi.

Jrassh! Jrassh! Jrassh!

Tujuh lawan Naruto kembali menjadi korban keganasan pedang tertajam milik klan Uzumaki. Satu lawan Naruto hendak menyerang pemuda itu dengan sebuah kunai dari belakang, namun Naruto berhasil menghindar lalu menebas punggung pria itu hingga tersungkur bersimbah darah.

"Hn!" Perhatian Naruto beralih ke sekitar 10 lawannya yang melakukan Handseal secara bersamaan. Naruto langsung menancapkan Yoru pada permukan tanah kemudian melakukan tendangan searah jarum jangan ketika mendeteksi serangan dari belakangnya.

Duagh!

Pria dibelakang Naruto langsung terpental jauh terkena tendangan Naruto. Pemuda bersurai pirang itu langsung merapalkan Handseal saat mendengar 10 lawan yang tadi merapalkan Handseal mengucapkan nama tehnik mereka.

"Katon : Endan!"

"Fūuton : Daitoppa!"

Lima peluru api yang diperkuat dengan hembusan angin dari lima lawan Naruto lainnya melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke pemuda bersurai pirang yang sudah menyelesaikan Handseal dan bersiap memuntahkan sesuatu.

"Suiton : Sūijinheki!" Naruto memuntahkan air bervolume banyak dan membentuk sebuah dinding air tepat di depannya.

Blaaaarrr!

Dua tehnik berbeda elemen saling berbenturan di depan Naruto dan mengakibatkan kabut tebal menutupi Naruto. Lawan Naruto langsung menyungging senyum kemenangan mengira pemuda itu telah telah terpanggang. Tetapi senyum mereka langsung menghilang ketika mendengar suara datar dan dingin dari balik kabut tersebut.

"Fūuton : Shinku Renpa!"

Wuush!

Jleeb! Jleeb!

Puluhan pedang angin melesat dengan kecepatan tinggi keluar dari balik kabut. Lawan Naruto terbelalak kaget melihatnya. Namun beberapa dari mereka terlambat bertindak sehingga mereka harus rela tertusuk pedang angin tersebut.

...

Karin, Kushina dan Tayuya yang menyaksikan aksi sadis dari Naruto hanya bisa menutup mulut mereka. Sedangkan Kiyoshi dan Sasori menatap horor menyaksikannya (AN : Sasori tidak terlihat karena memakai topeng).

"Nii-chan/Naruto-kun/Naruto!" Gumam mereka serentak.

"Ternyata dibalik sikap baiknya ... Naruto memiliki sifat sadis dan tidak pandang buluh kepada mereka yang mengancam orang terdekatnya." Batin Kiyoshi akhirnya mengetahui sisi lain dari seorang Uzumaki Naruto yang saat ini benar-benar berbeda dari yang ia kenal selama ini.

Karin yang tengah menutup mulutnya tiba-tiba merasakan kedatangan dua orang dari atas langit. Seketika ia langsung menoleh ke atas dan mendapati seekor burung putih berukuran besar terbang tepat di atas lokasi tersebut. "Siapa mereka?" Tanya Karin dalam hati yang mendeteksi dua orang diatas burung tersebut.

...

"Lihat itu ... Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan yang pantas." Kata salah dari dua orang yang dideteksi Karin. Dari nada bicaranya orang tersebut nampaknya senang menyaksikan pertarungan di bawah mereka.

"Cih! Deidara sialan ... kenapa dia tidak bilang kalau lawannya ada banyak." Kata orang yang satu lagi. Orang pertama langsung menoleh kepadanya dengan ekspresi agak kesal.

"Ini lebih menyenangkan daripada harus melawan orang-orang botak di kuil tadi bodoh." Kata orang pertama sembari memegang sebuah senjata mirip sabit di punggungnya. "Jashin-sama akan senang mendapat banyak persembahan hari ini." Tambah orang itu.

"Berhenti menyebutkan dewa sesatmu itu Hidan!" Orang kedua memfokuskan pandangannya pada pemuda bersurai pirang yang masih sibuk membantai lawannya dengan pedang hitam besarnya. "Tidak salah bocah itu memiliki harga kepala 100 Juta Ryo ... Uzumaki Naruto, SS-Rank Missing-nin dari Konoha! ... Hari ini sepertinya hari keberuntunganku. Kuharap Deidara tiidak membuang jasad Chiriku." Gumam orang itu lagi dan tampaknya ia takut kalau pria bernama Deidara itu membuang uang-nya.

"Gahh ... Dasar Mata Duitan!"

"Diam kau Orang Sesat!"

"Rentenir Bercadar!"

"Sudah-sudah ... daripada berdebat melawanmu. Lebih baik kita segera mengambil dua target kita."

"Dua ... Siapa yang satunya Kakuzu?" Tanya pria bernama Hidan.

"Siapa lagi kalau bukan uang berjalan itu!" Pria bernama Kakuzu menunjuk Naruto. Hidan pun dibuat sweatdrop mendengarnya. "Kalau begitu urus saja keduanya. Aku mau mempersembahkan banyak jiwa ke Jashin-sama!" Kata Hidan masih dengan sweatdropnya.

"Haa ... dasar pengikut aliran sesat." Kata Kakuzu agak sweatdrop.

"Ayo!"

Secara bersamaan kedua Anggota Akatsuki yang memiliki julukan 'Two Immortal Member' melompat turun dan siap mengacaukan pertarungan dibawah mereka.

.

.

.

TBC!


Huaaaaaahhhhh ... *Menghela nafas berat* ... Chapter dengan Word terbanyak yang pernah saya buat dan isinya Full Fight! ... Aku harap Fight-nya tidak terlalu membosankan.

Oro-Pedo udah jadi Ular Panggang ... tetapi Pertarungan belum berakhir karena Dua Anggota Akatsuki muncul. Apa yang akan terjadi selanjutnya? ... Tunggu saja tahun depan #Plakk ... Chapter depan maksudnyee.

Dan sekali lagi saya minta maaf atas keterlambatan Update Fic-Fic saya. Bagi kalian yang sudah Add FB saya mungkin tau alasan keterlambatannya ... Dan yang belum tau akan saya katakan ... Bisa dibilang saat ini saya sibuk ... Bukan sibuk karena MOS, Persiapan Ujian karena udah kelas X ... Melainkan sibuk karena masalah Perkuliahan.


Balasan Review Non-Login.

ASHALIM 31 : Tunggu aja Oiii '-')/

Ndah D Amay : Hehehehe ... Chapter di depannya lagi mungkin udah masuk aslinya ... Dan mengenai Naruto lawan Orochi sendirian ... udah kejawab di Chapter ini.

OohSeHyunie : Hehehe ... Chapter di depannya lagi mungkin udah masuk aslinya ... Udah saya hapus kok ... Makasih :D

Rico : Liat aja nanti ... Pertemuan NaruSasuSaku bakalan jadi seru dan Chapter depan terjawab kapan mereka ketemunya.

Guest : Udah saya buat Naruto tidak menahan diri ... Dan PDS-nya setelah Pain kalah.

X Men : Rencana Danzou bisa dibilang berdampak buruk pada Konoha. Chapter depan sedikit saya ungkap.

Achmad : Ampun vak ... Jangan makan saya ... Ini sudah saya lanjut :v

Aldho Namikaze : Apa? ... Ente lebih dewasa dari saya? ... Pfftttt ... Menulis kata yang baku saja tidak bisa dan menjaga omongon dari mulut juga tidak bisa ... Pfffttt ... Apa itu yang namanya Dewasa? ... Jangan buat Pinggang saya terbang entah kemana Tong :v ... Mengenai Fic saya ... Itu sudah biasa karena memang saya masih seumuran biji jagung di FFN ... Tetapi setidaknya saya sudah mem-Publish sebuah cerita dan belum pernah meng-Flame Karya seseorang ... Tidak seperti Ente belum mem-Publish karyanya sendiri dan seenaknya meng-Flame karya seseorang karena sudah DEWASA :v ...

Yang Me-Review ... Lanjut ... Next dan sebagainya ... Ini sudah saya lanjut :v


Oke sekian dulu untuk Chapter ini yang Adegan Fight-nya mungkin tidak menarik dan masih belum selesai. Tidak lupa saya mengucapkan 'Terima Kasih' kepada kalian yang telah Me-Review, Fav, Follow ataupun sekedar membaca Fic super Gaje dan berantakan ini.

.

Ryusuke RootWood Out!