chapter 6 : not now, baby

Suara dentuman musik menghidupkan klub milik keluarga Denomme yang berletak di pelosok Busan. Walaupun, letaknya jauh dari keramaian kota. Klub yang kata Chanyeol merupakan tempat transaksi segala macam bisnis ilegal keluarganya ini termasuk ke dalam lima klub eksklusif yang tidak bisa dimasuki sembarang orang di Busan. Pengunjung klub yang daritadi dirinya perhatikan secara diam-diam adalah orang penting dengan setelan jas mahal Serra gaya parlente yang menyolok. Ia duduk di lantai dua klub bersama dengan Krystal, Isabelle dan Chanyeol. Krystal dan Isabelle yang tampaknya mulai mabuk, saling menyentuh wajah satu sama lain, lalu terbahak keras. Chanyeol mengulum senyum memaklumi di bibirnya. Dua perempuan Alpha itu memang selalu bertingkah aneh setiap mereka mabuk.

Dari lantai dua, ia bisa melihat apa saja yang terjadi di lantai bawah. Matanya menyipit saat menyadari kalau bodyguard yang berjaga Serra kamera CCTV di dalam klub berjumlah lebih banyak daripada klub pada umumnya. Ia menarik seringai, lantas berkata, "Jadi, Oh Sehun bisa paranoid juga."

Awalnya, Chanyeol tidak mengerti apa maksud dari perkataan Jongin. Namun, begitu Jongin menggerakkan kepalanya menunjuk kamera serta beberapa Alpha maupun Beta yang berjaga dengan waspada di lantai atas maupun bawah. Akhirnya, Chanyeol mengerti dan tersenyum simpul. "Sebenarnya, ayah Sehun lah yang paranoid. Klub ini adalah jantung dari segala macam bisnis ilegalnya di Korea. Jika, Rusia berhasil menyerang klub ini. Mungkin, nyawa Sehun lah yang akan menjadi taruhannya,"

Alis Jongin nyaris menyatu begitu mendengar penjelasan Chanyeol. Ada yang terasa janggal baginya. Karena ia terlanjur mengetahui beberapa hal mengenai keluarga Denomme, ia berpikir kalau tidak ada salahnya ia bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. "Aku yakin tidak ada ayah yang akan membunuh anaknya sendiri hanya karena bisnis," kata Jongin. Baekhyun selalu menyebut sebagai manipulator yang hebat. Dengan permainan kata-katanya, ia bisa mendapatkan berbagai macam informasi yang seharusnya tidak ia ketahui.

Chanyeol yang jatuh ke dalam perangkapnya, mendekatkan dirinya pada Jongin lalu berbisik padanya, "Sehun sebenarnya bukan pewaris utama keluarga Denomme. Ia adalah anak dari Oh Inhwa, istri kedua ayahnya. Keluarga Oh sendiri masih memiliki darah yakuza dan mengendalikan perdagangan illegal di pelabuhan Incheon. Sehun memilih menggunakan marga ibunya karena ia dilahirkan dan dibesarkan di sini."

"Lalu, kenapa ia menjadi pewaris utama keluarga Denomme sekarang?"

"Aku pernah mendengar dari ibuku kalau istri pertama Mr. Jasper Denomme melahirkan seorang anak laki-laki Omega. Keluarga Denomme yang tidak mungkin mewariskan tahta kerajaan bisnis mereka pada seorang Omega memutuskan untuk mengasingkan anak pertama Jasper itu. Lalu, Jasper menikah lagi dengan ibu Sehun dan barulah ia mendapat keturunan yang diharapkannya. Seorang Alpha,"

Mata Jongin memicing tajam. Bukan hanya instingnya sebagai Omega saja yang terganggu oleh cerita Chanyeol itu, melainkan juga ada suatu perasaan gusar yang membuatnya ingin berteriak mengutuk setiap orang yang berusaha mengambil hak Omega Malang itu. "Apa Sehun tahu mengenai fakta bahwa ia sebenarnya bukan pewaris utama?"

Chanyeol terdiam sejenak lalu menggeleng pelan. "Tidak ada satu pun orang yang berani memberitahunya. Sehun dibesarkan untuk menjadi seorang pemimpin bagi keluarga kami, damn, bahkan bagi seluruh kelompok mafia yang tunduk di bawah perintah kami. Ada banyak hal yang Sehun korbankan untuk berdiri di posisinya sekarang ini. Sehingga, rasanya wajar kalau tidak ada yang tega memberitahunya mengenai kebenaran ini,"

Sesuatu mendesak diri Jongin untuk berontak. Menurutnya, kebohongan ini tidaklah adil bagi Sehun ataupun Omega itu. Keduanya pantas untuk mengetahui kebenaran yang tersimpan rapat selama ini. Jongin mengambil segelas wine limited edition keluaran tahun '75 dan menemggaknya sampai habis. Matanya berkilat tajam mendelik ke arah Sehun di seberang ruangan. Pria itu sedang bertransaksi dengan gangster lokal yang mungkin adalah distributor narkobanya di daerah ini.

Jongin tertegun menatapnya untuk beberapa saat. Sebelum, akhirnya Sehun menyadari tatapan matanya dan menarik seringai untuknya. Jongin menggigit bibir bawahnya seolah menantang Sehun. Sehun, yang tentu saja, terpancing olehnya bangkit berdiri dan menyuruh Jongdae untuk menyelesaikan transaksi. Ia berjalan melintasi kerumunan yang langsung membuka jalan khusus untuknya. Mereka semua memperlakukan Sehun seperti dewa mereka. Dan Jongin tahu kalau Sehun sangat menikmati perlakuan mereka itu.

"Seseorang harus memberitahunya, kan?" bisik Jongin. Matanya masih terpaku pada iris mata Sehun yang semakin lama semakin dalam diselaminya.

"Ya. Cepat atau lambat," balas Chanyeol.

Ketika, Sehun berdiri di dekat mereka dengan segelas wine. Chanyeol meminta izin untuk turun ke lantai bawah. Katanya, ia ingin mencoba menjadi DJ malam ini. Jongin mengangkat alisnya karena Chanyeol tidak terlihat seperti tipe DJ yang biasanya playboy atau womanizer. Oh Sehun barulah orang yang memenuhi seluruh kriteria itu.

"Aku hanya bisa bermain piano klasik," Sehun mengaku saat Jongin bertanya tentang kemampuan DJ-nya.

Mereka berdiri menghadap panggung yang kini semakin dipenuhi oleh para wanita setelah Chanyeol menggantikan DJ sebelumnya yang tidak setampan Chanyeol. "Sangat romantis, hm?" goda Jongin sambil menyikut bahunya.

Sehun menyeringai lalu dengan kasual ia melingkarkan tangannya pada pinggang Jongin. Ia menghimpitkan tubuhnya pada Jongin sampai Omega itu dapat mencium aroma Alpha cologne yang bercampur menjadi aroma yang menarik dan membuatnya mulai... terangsang. Jongin dengan terang-terangan mengendus aroma tubuh Sehun. Hormonnya yang meledak-ledak akibat efek in heat itumembuatnya sama sekali tidak keberatan saat Sehun mulai menciumi lehernya, meninggalkan jejak agar semua orang di klub ini tahu kalau Omega ini hanyalah miliknya. Only mine.

Chanyeol membakar seisi klub dengan beat yang dimainkannya. Seluruh pengunjung yang berkumpul di tengah klub menggila dan meloncat-loncat tak peduli lagi dengan sekitarnya. Jongin pun mulai menggerakkan tubuhnya dan dengan sengaja menggesekkan punggung serta bokongnya pada Sehun. Ia bergerak meliuk-liukkan tubuhnya dan Sehun hanya terdiam memegang pinggangnya. Ia dapat merasakan hembusan nafas Sehun yang semakin memberat serta memanas.

Jongin memejamkan matanya. Ia bukan lagi bermain dengan beat musik Chanyeol. Tangannya yang mulai menyelinap ke belakang, membelai gundukan keras yang sedaritadi bergesekkan dengan belahan bokongnya. Hembusan nafas Sehun berubah menjadi desahan. Boxer Jongin yang semula sudah basah oleh cairan sialan serta pre-cumnya kini semakin banjir saat balas dendam dengan meremas kasar bokongnya.

"Fucking Omega whore. Semua orang di sini bisa mencium aroma Omega terangsangmu. Apa kau ingin menarik perhatian mereka semua? Apa kau ingin mereka melihatmu menungging dan melebarkan kakimu untukku? Tsk, You are so dirty, mon petit ours,"

Sehun berbicara kotor padanya? Super hot. Sehun berbicara kotor sambil menggunakan bahasa Prancis? Super duper hot. "Sebenarnya, kau bisa berapa bahasa?" tanya Jongin lalu menggigit bibi saat Sehun mulai menjilati cuping telinganya.

"Non è necessario conoscere. Le cose importanti sono che ho intenzione di fare stasera così bagnato," (Kau tidak perlu tahu. Yang terpenting adalah aku akan membuatmu sangat basah malam ini,")

Setelah itu, Sehun menarik tangannya menjauh dari keramaian klub. Jongin tidak bisa fokus lagi. Insting Omega-nya sudah mengambil alih dirinya dan amat menginginkan sentuhan seorang Alpha, terutama Sehun sekarang.

Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, Jongin tidak pernah merasa sebebas ini.

.

.

Sehun membawa Jongin ke kamar pribadi anggota VIP klubnya. Ia mengunci kamar dengan kombinasi password yang hanya diketahui olehnya. Lampu kamar yang sengaja tidak dinyalakan semuanya memberikan kesan temaram yang menurut Sehun sempurna. Ia melangkah mendekati ranjang kamar yang tidak sebagus miliknya di rumah. Namun, dengan Jongin yang duduk di atas ranjang tidak memakai sehelai pakaian pun dan menatapnya dengan kilatan mata menggoda. Ia mulai menyukai ranjang kamar ini lebih daripada ranjang kamarnya.

Sehun membuka kaos v-neck miliknya menunjukkan tubuhnya sempurnanya yang sesuai dengan fantasi liar Jongin. Alpha itu lalu membuka celananya memperlihatkan gundukan besar yang masih tersimpan di dalam boxer Calvin Klein-nya. Jongin yang semakin tidak sabar membuka kakinya lebar-lebar menunjukkan kalau ia telah menyerahkan dirinya pada Sehun sepenuhnya. Apapun yang akan Sehun lakukan padanya malam ini, ia akan menerimanya dengan penuh kenikmatan.

Sehun merangkak naik hingga dirinya kini berada di atas Jongin sekarang. Tangan dinginnya mengelus perut Jongin serta iris matanya menyelam masuk ke dalam Jongin. Sehun kemudian mencium keningnya lalu berbisik padanya, "Kau bukan sembarang Omega yang bisa kusetubuhi lalu kubuang keesokkan harinya. Aku tahu kau bermakna lebih dari itu bagiku. Selain itu, kau juga mabuk. Kemungkinan besar, kau tidak akan ingat apa yang kita lakukan malam ini. Aku tidak ingin menjadi penyesalan terbesarmu, oke?"

Jongin hanya bisa menyetujui seluruh perkataan Sehun dengan anggukkan kepalanya. Mata Hiram kelam pria itu begitu menenangkan dan mungkin diam-diam sedang menghipnotisnya sekarang. "Aku tidak ingin kau membenciku," bisiknya lagi lalu menutup jarak di antara mereka.

Bibir Sehun terasa berbeda daripada sebelumnya. Ada sesuatu yang berubah dan Jongin tidak tahu apa yang membuat ciuman yang biasa ini terasa luar biasa baginya. Bibir mereka bergerak dengan sinkron, saling melengkapi setiap gerak bibir mereka. Bibir Sehun terasa... sempurna padanya.

Jongin menekan tengkuk leher Sehun untuk memperdalam ciuman. Namun, Sehun menyelesaikan ciuman mereka dan menarik diri. Jongin dapat melihat dari matanya kalau Sehun benar-benar kesulitan menahan dirinya untuk tidak menyentuh Jongin lebih dari semua ini. Sehun berdeham keras lalu menyarankan, "Sebaiknya, kita tidur sekarang."

Jongin berbalik membelakangi Sehun. Ia tidak ingin pria itu melihat wajahnya yang Sudan serupa dengan tomat. Beberapa detik, Jongin menunggu Sehun untuk bicara. Namun, sebelum ia mendengar suaranya ia merasa tubuhnya ditutupi oleh selimut. Dan benar saja, saat ia menoleh ke sampingnya ia mendapati Sehun sedang mengangkat selimut lalu berbaring di sampingnya.

"Kau tahu seharusnya aku tidak di sini. Masih ada barang kirimin yang harus kucek," gumam Sehun begitu dekat dengan dirinya.

Barang yang pria itu maksud tentu saja adalah narkoba. Jongin mengetahuinya dan sama sekali tidak ingin berkomentar. Ia memejamkan mata memaksakan diri untuk segera terlelap. "Tapi, aku di sini. Bersama seorang Omega yang kuculik hanya karena aku sangat tertarik padanya,"

Setulus apapun Sehun kedengarannya saat ia membicarakan alasannya itu. Jongin yakin kalau ada alasan lain yang pria itu sembunyikan. Ia tidak ingin mendesak Sehun untuk mengatakannya sekarang. Karena ia yakin jika saatnya tiba, rahasia-rahasia yang berusaha ditutupi oleh semua orang itu akan terbongkar juga.

"Sehun, apa kau pernah jatuh cinta sebelumnya?" Jongin tidak bermaksud lancang. Ia hanya ingin menjawab pertanyaan di otaknya.

"Kenapa? Kau jatuh cinta denganku?" untung saja, ia sedang memunggungi bajingan itu. Kalau tidak, mungkin ia sudah melihat wajah menyebalkannya.

"Enak saja," respons Jongin cepat, "aku hanya bertanya, oke?"

Sehun tertawa ringan lalu menjawab, "Aku dibesarkan dan dilatih untuk menjadi apa yang keluarga ini inginkan. Tidak ada waktu bagiku untuk jatuh cinta atau hidup seperti para pria pada umumnya. Jadi, hargailah hidupmu, Jongin. Setelah, semua ini berakhir. Aku akan mengembalikanmu ke kehidupanmu sebelumnya."

Tapi, aku tidak ingin kembali ke flat menyedihkanku itu.

Aku tidak ingin sendirian lagi.

Namun, tentu saja, Jongin hanya bisa mengatakan semua itu di dalam otaknya saja. Ia tidak memiliki nyali untuk mengatakan yang sebenarnya kalau ia mulai menginginkan kehidupan sebagai seorang Denomme.

"Night, mon mignon. Aku benar-benar akan tidur sekarang,"

Itu adalah kata-kata terakhir Sehun. Sebelum, ia mendekap tubuh Jongin dari belakang menenggelamkan tubuh Omega itu di dalam pelukannya semalaman. Malam itu, Jongin tidur dengan senyum serta mimpi indah.

.

.

(ia sama sekali tidak tahu kalau ada badai yang menantinya di depan sana.)

.

.

Rin's note :

short update cause my keyboard was broken. Ini aja ngetik pake tab touch screen lol

aku sengaja gagalin smutt karena menurutku belum pas aja gitu hehe masih banyak moment nantinya yang bakal bikin first time mereka perfect. Anyways, like usual Sehun benar-benar goals and jongin's omega-self is soon cuteee

next bakal lebih drama and action so prepare guys

p.s follow me on askfm (ferineee)