Relationship

Jaehyun x Taeyong

.


Jaehyun tidak benar-benar yakin mengapa atau bagaimana ini terjadi. Dan dia juga tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya berubah di antara mereka. Semuanya terjadi begitu cepat.

Jaehyun ingat saat akhirnya ia mengatakan perasaannya. Itu adalah malam biasa yang ia lalui hanya berdua dengan Taeyong di practice room.

Taeyong duduk dengan kaki menyila. Jaehyun tak jauh darinya.

"Hyung aku menyukaimu."

Taeyong menatapnya sejenak. Dengan bingung.

Pernyataannya memang tiba-tiba. Ia bahkan tak menyadari apapun karena kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya. Menatap Taeyong dari jarak sedekat itu sungguh membuatnya tak bisa berfikir lebih baik. Dan jangan salahkan dirinya jika ia, dengan tiba-tiba juga, mendekatkan wajahnya dan mencuri satu ciuman singkat dari bibir tipis Taeyong.

Jaehyun bisa melihat hyungnya itu terkesiap tapi tak mengatakan apapun.

Dingin mengaliri tubuh Jaehyun saat ia menarik tubuhnya menjauh.

"A-aku menyukai hyung. Tapi jika hyung tak menyukaiku juga a-aku tidak masalah." Jaehyun merutuk dengan nada grogi yang ia hasilkan kala itu. Kenapa ia tak bisa memikirkan semuanya terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang memalukan seperti ini? "Aku hanya ingin mengutarakannya saja." Tambahnya. Cepat-cepat membuang muka dan mencari objek lain untuk ditatap. Meski tak ada yang bisa di tatap.

Kemudian terdengar sebuah dengusan, yang perlahan berubah dengan kekehan pelan, yang semakin keras dan berakhir dengan tawa. Taeyong tertawa. Dan tawanya bergema di practice room.

Membuat Jaehyun takut sekaligus malu. Dan ingin mengubur dirinya saja.

Ia baru akan berdiri dan kabur dari tempat itu secepat mungkin, tapi sesuatu menahan tangannya.

Suara tawa sudah berhenti.

Dan begitu ia melihat wajah Taeyong yang Jaehyun temukan adalah senyuman manis di wajah hyungnya yang tengah― bersemu? Ia tak yakin karena wajah itu tiba-tiba menghilang bersembunyi dalam pelukannya.

Taeyong memeluknya. Mengatakan betapa ia bahagia mendengar pernyataan Jaehyun beberapa saat lalu.

Jaehyun tak bisa tersenyum lebar lagi malam itu.

Dan semuanya berubah sejak saat itu.

Sesuatu seperti duduk bersama di tengah malam, berpegangan tangan, menghabiskan waktu luang untuk pergi keluar, berpelukan, dan bahkan mencuri-curi waktu untuk sebuah ciuman kecil selalu mereka lakukan.

Meski Jaehyun belum mendapat balasan tentang pernyataannya, karena Taeyong tak pernah secara langsung mengatakannya padanya. Dan meski Jaehyun sendiri tak yakin dengan jenis hubungan apa yang mereka punyai. Ia tak mau terlalu memikirkannya.

Karena Jaehyun bisa merasakannya melalui sentuhan meraka. Melalui tatapan yang mereka bagi bersama di tiap kesempatan.

Taeyong, hyungnya itu, menyukainya sebanyak ia menyukainya.

Ia hanya terlalu malu untuk mengaku.

"Hyung," panggil Jaehyun tiba-tiba. Ia tak keberatan dengan Taeyong yang tiba-tiba mengandengnya lagi di depan umum. Hanya saja ia tiba-tiba ingin mengatakan ini.

"Apa Jaehyun?"

Jaehyun tak langsung menjawab. Ia berusaha menghilangkan rasa tak nyaman yang ia dapat karena Taeyong berbicara terlalu dekat dengannya, seakan hampir berbisik tepat di telinganya. Ia menghela nafasnya dulu sebelum berkata, setengah mengeluh, "Hyung harus mulai berhenti berlaku tsundere."

Dan membuat hubungan kita jelas agar aku bisa berbuat lebih jauh.


FIN


Mengaisngais mood menulis. Maaf gajelas dan pendek T.T

Thanks to:

Aza Bee; Sekar310; PrincessDoyoung; ParkJitta; naikkepuncakgunung; Shim Yeonhae; capungterbang; Byunki; wonderfulwoo; dabeerrel; riani98; laxyovrds; kiddobby; yongek; BLUEFIRE0805; nurulhanifah22; Sant Marc Lee; choidebwookyung1214; Meanie Jaeyong; zitaofans; anaknya jaeyong; saekirenichi