AEGYO

Jaehyun x Taeyong

.


Butuh beberapa waktu bagi seorang Lee Taeyong untuk menyadari jika ia telah menjadi seorang idola sekarang. Terlebih, seorang leader. Memikirkannya selalu membuat Taeyong panas dingin.

Menjadi trainee selama bertahun-tahun, Taeyong sudah melalui pelatihan yang tak kalah kejam dari militer―latihan vocal, latihan menari hingga kaki dan tangannya tak bisa digerakkan, mengikuti kelas akting dan bahasa asing. Ia dipersiapkan menjadi seorang idol dan ia selalu berusaha melakukannya dengan baik. Tapi tak cukup sampai di situ. Ada satu hal penting lain yang mesti ia kuasai dan ia baru menyadari pentingnya hal itu sekarang. Ia bahkan kalah cepat dari Yuta, yang sudah mengerti itu lebih dulu darinya. Dan itu adalah;

(Taeyong merinding bahkan untuk memikirkannya)

Aegyo.

A. E. G. Y. O.

Taeyong tak punya masalah dengan tampilan fisiknya. Stylist noona akan selalu ada untuk menutup ketidaksempurnaan di wajahnya, mengatur dan merawat rambutnya, memilihkan pakaian apa yang akan ia gunakan saat di stage. Itu bisa diatur.

Gerakan tarinya menjadi salah satu yang terbaik di antara member grupnya, skill rapnya tidak diragukan, suaranya saat bernyanyi juga tak terlalu buruk, dan orang-orang sering berkata jika wajahnya sudah lebih dari cukup untuk melumerkan hati orang-orang. Taeyong tahu bagaimana caranya menjadi menarik, berlaku ramah dan sopan saat berhadapan dengan fans, flirting, skinship dengan member, sekaligus menjadi leader yang berkharisma.

Tapi tetap saja, seakan tak cukup dengan semua itu, orang-orang akan meminta lebih. Dan salah satunya adalah; memintanya berlaku manis. Aegyo. Sesuatu yang menjadi horor tersendiri bagi lelaki manly seperti dirinya.

Taeyong tahu ia harus mengatasi ini segera. Makanya ia berfikir keras semalaman pada ia siapa ia harus berguru.

Pilihan pertamanya adalah Ten, pemuda itu benar-benar full aegyo, tapi justru di situ masalahnya. Taeyong merasa takkan sanggup menghadapi aegyo dari pemuda Thai itu lebih dari sepuluh menit. Pilihan kedua jatuh pada maknae line yang paling berisik, Haechan. Sebagai maknae, adiknya itu sudah barang tentu gemar berageyo. Tapi mengingat sifat evil dan gengsi, Taeyong mencoret namanya dari list. Piihan berikutnya jatuh pada Hansol, Johnny lalu Yuta. Tapi setelah ia berfikir lagi, kandidat terbaik justru jatuh pada Jaehyun.

Pemuda keluarga Jung itu mempunyai aegyo attack yang benar-benar mematikan, namun ia juga punya kesan maturity yang tak terbantahkan. Dua sisi berbeda dalam satu persona. Dan itulah yang ingin Taeyong pelajari. Berlaku aegyo tanpa melunturkan kesan manly dalam dirinya.

Jaehyun tentu dengan senang hati membantu. Setidaknya ia fikir begitu, tapi ternyata tak semudah itu. Karena Jaehyun memberinya syarat.

"Ini konyol," geram Taeyong. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan saat Jaehyun memintanya untuk memasang 'tatapan anjing terbuang' alias puppy eyes terbaiknya sambil bermain kata-kata manis demi membujuk Jaehyun agar ia mau membantu. Sialan. "Jaehyun, aku tidak bisa melakukan ini," gumamnya. Menyerah.

Jaehyun tertawa. "Hyung mau belajar aegyo padaku tidak?" godanya. "Jika begitu saja tidak bisa, aku tidak mau menghabiskan waktu untuk mengajarkan aegyo padamu, hyung."

"Tentu saja aku mau," balas Taeyong cepat. "Tapi apa benar sesuatu yang seperti ini benar-benar perlu dilakukan seorang idol?" tanyanya, menyangsikan. Jika untuk idol perempuan mungkin masih masuk akal. Tapi mereka ini laki-laki…

"Tentu saja." Jaehyun memegang tangan Taeyong dan menariknya agar kedua tangan itu tak lagi menutupi wajahnya. "Hal semacam ini memang bisa membuat fans senang, hyung. Aegyo itu penting."

Taeyong mengerang dalam hati, tak bisa menyangkal perkataan Jaehyun. Setelah menghela nafas, ia menegakkan badannya. Kedua tangannya tersimpan di pangkuan, matanya menatap Jaehyun. Dalam hati memikirkan bagaimana jika ia melihat sekitarnya berantakan tapi tidak punya tenaga untuk membersihkannya, membayangkan jika ia harus menjauhkan diri dari makanan manis selama seminggu penuh, kemudian tak boleh menonton spongebob selama sisa hidupnya. Semua hal-hal yang mengerikan itu ia bayangkan bersamaan saat ia menatap Jaehyun dengan tatapan memelas terbaik miliknya.

"Jaehyunnie~ Tolong ajari aku~"

Jaehyun tertawa puas. "Baiklah," ujarnya, nyengir.

Dan seketika Taeyong menghela nafas lega.

"Mari kita mulai dengan sesuatu yang mudah, hyung."

"Apa?"

"Kedipan mata."

"Ha?"

Jaehyun mengedipkan sebelah matanya sebagai contoh dan Taeyong langsung tersedak udara kosong melihat serangan aegyo mendadak itu. "Sekarang coba, hyung."

Taeyong mencobanya. Dan itu lebih terlihat seperti sebelah matanya sedang kejang. Taeyong cemberut sambil menunduk, "Tidak berhasil," gumamnya. Tangannya beralih mengacak rambutnya sendiri dengan kesal. Lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangan, bibirnya semakin mengerucut. Kemudian ia menghela nafas pasrah.

Jaehyun tertawa. Gemas. "Tuhan, kau manis sekali, hyung."

Taeyong mengangkat wajahnya. Matanya berkedip-kedip, menatap Jaehyun tidak mengerti. Ekspresi bingungnya lucu sekali.

Jaehyun mencubit pipi Taeyong sebentar dan kemudian memegang wajahnya.

Senyuman Jaehyun membuat Taeyong malu sendiri, "K-kenapa?"

"Hyung tidak usah belajar bagaimana beraegyo. Karena setiap tingkah hyung tanpa sadar sudah menjadi aegyo dengan sendirinya." Jaehyun mendekatkan wajahnya dan menggesekkan hidungnya dengan milik Taeyong, lalu terkekeh, "Tapi jangan coba-coba mengedipkan sebelah mata seperti itu lagi, hyung. Itu mengerikan."

Taeyong memutar matanya sebelum memukul kepala Jaehyun. "Berisik, Hyunnie," cemberutnya tak kunjung hilang, "Bilang saja kau tak mau mengajariku."

"Aku serius, hyung." Jaehyun mengusap-ngusap kepala Taeyong. Tersenyum saat melihat hyungnya itu kini terlihat seperti kucing manis, "Hyung hanya harus tertawa dan tersenyum lebih sering, kemudian bertingkah seperti biasanya."

"Benarkah?"

Jaehyun mengangguk.

Taeyong tersenyum kecil, senang. "Baiklah."

"Kalau hyung mau berterima kasih," Jaehyun maju, mendekatkan pipi kanannya ke arah Taeyong, "Cium pipiku saja."

Tapi tentu Taeyong terlalu tsundere untuk melakukannya. Jadi yang Jaehyun dapat adalah dorongan pelan di pipinya sesaat sebelum Taeyong berlari cepat meninggalkannya dengan wajah merah.

Yah, mungkin ia harus bersabar untuk mendapatkan ciumannya hingga nanti malam.


END


Aegyonya Taeyong itu memang sesuanu sekali. Kyaa! Kyaaa! ―uhuk! Maaf.

Btw, terimakasih yang sudah review ch sebelumnya ;)

Kalian terbaaaaik /kiss&hug/