Ace of Diamond (c) Terajima Yuji
Copyright story/spanish (c) lilleline
English translation (c) meredreams [AO3]
Indonesian ver (c) Panda Dayo


Ketidakuntungan menjadi Okumura Koushuu : Analisis Seto


Ketika Seto menemukannya, ia terheran-heran.

Mereka sedang makan siang ketika Okumura membicarakan keputusan yang ia ambil. Potongan tonkatsu yang terselip di sumpit Seto jatuh ke bawah, walaupun ia tak memedulikannya, karena ia lebih tertarik dengan apa yang dikatakan oleh temannya.

Serius? Itukah jawaban Okumura mengenai masalah dengan senpainya? Takkan menangkap untuknya? Seto benar-benar tidak mengerti.

Yah, walaupun ia tak tertarik dengan hal yang umum, temannya adalah seseorang yang mudah dibaca daripada kelihatannya. Seto menyadari bahwa daya tarik pitch Sawamura Eijun mulai berefek padanya.

Pula, ia tahu ketika pertandingan melawan Teito (alasan paling besar mengapa Okumura memutuskan pergi ke Seidou), dan melihat di pertandingan lainnya. Dari semuanya, ia mencatat tipe-tipe pitch dari kakak kelasnya, dan hanya ia yang memahami mengapa kakak kelasnya tak menggunakan change-up saat melawan Kasugaichi, sesuatu yang tak pernah terpikirkan oleh Seto.

Terlebih, Okumura punya pandangan yang lebih baik mengenai ini.

Jadi, mengapa ia memutuskan secara sepihak? Seto bertanya-tanya pada dirinya sendiri kemudian ketika sadar ada sesuatu yang jatuh dan segera membuangnya usai makan siang.

Okumura tak mengatakan apapun, termasuk latar alasannya, namun ia tahu bahwa mencoba untuk bersilat lidah dengannya sama sekali tak berguna.

Koushuu benci membuka mulut ketika ia menyelesaikan makannya (kalau saja kalian ingat insiden awalnya dengan Sawamura) jadi ia menuntaskan makannya dan merenggangkan lengannya untuk menenangkan pikiran.

Di balik apa yang ia cermati bahwa Sawamura mengatakan sesuatu pada Miyuki. Sawamura terlihat marah ketika Miyuki hanya tertawa sembari menyudahi makan roti yakisoba miliknya. Di satu sisi, Sawamura bertemu pandang dengan Seto, yang dibalas dengan mengangkat tangan sebagai salam, direspon senyuman yang cerah oleh Sawamura sebelum melanjutkan percakapannya. Mungkin kau dapat menyebutnya sebuah trik agar kapten memperhatikan konversasi, tentang selisih jarak di antara mereka.

Ya, dia dapat mengerti mengapa Okumura berpikir Sawamura itu mengganggu, karena ia benar-benar energik, berbalik seratus delapan puluh derajat dari temannya, dan menimbulkan ketidaksinkronan kepribadian.

Saat ia mendengar insiden setelah sarapan itu, tak bisa ia banyak membantu selain memikirkan ekspresi Koushuu. Rinciannya masih belum jelas, karena hanya ada beberapa saksi dan salah satu yang terlibat adalah Asada, yang telah menceritakan semuanya dengan wajah antara takut dan ingin keluar. Okumura menyelesaikan makan siangnya, jadi Seto beralih padanya.

"Kau terlalu tegang." ujar temannya sebelum membersihkan bekas makanan yang tersisa di sudut bibirnya.

"Aku hanya berpikir..." Seto menggeser kursinya. "Sebelumnya, kau sangat tertarik dengan ide menangkap untuk Sawamura-senpai, dan sekarang kau bilang tidak. Bukankah itu terlalu jauh?"

Okumura terdiam sejenak.

"Sawamura-senpai mengecewakanku. Kupikir dia lebih baik, tapi ternyata ia hanya berisik."

"Kau yakin?" gencar Seto, sedikit curiga. "Tapi kau hanya menangkap untuknya di bullpen, kan?"

Tak ada jawaban yang terlontar dari Okumura, karena saat itu Yui Kaoru tiba-tiba bergabung dan memotong pembicaraan.

"Maaf menyela, tapi aku tak bisa melanjutkan mendengar percakapan kalian." ia tersenyum. Seto menawarkan sebuah kursi di sebelahnya.

"Oh, terima kasih." lalu ia menyesuaikan sendiri, mengabaikan tatapan berang dari Koushuu, ia mulai berbicara.

"Sawamura-senpai lebih bertalenta daripada kelihatannya setelah ia mendominasi change-up dalam satu permainan. Bisakah kau bayangkan? Ada pitcher yang dapat mempelajari hal seperti itu dalam waktu singkat! Bagian terbaiknya adalah ia selalu berkembang di tiap pertandingan. Miyuki-senpai mengatakan banyak soal itu. Benar, jalan untuknya masih panjang sebelum mencapai level Furuya-senpai, namun kurasa dalam konteks ini, ia dapat melebihinya. Dia hanya butuh beberapa pitch baru dan aku yakin ia akan menguasainya bila kau mengajari."

"Wow! Benarkah? Kau tak berharap terlalu tinggi?" Seto memberanikan diri bertanya, dan Yui tertawa.

"Aku juga seorang catcher jadi aku tahu apa yang aku bicarakan. Sawamura-senpai adalah berlian di antara sampah; ia hanya harus dipoles. Kupikir bukan tahun ini ia bisa menjadi ace, tapi aku yakin tahun depan ia bisa bila Furuya-senpai tak mengalami kemajuan."

Seto tertarik, berpikir Yui adalah salah satu solusi agar Koushuu menarik kata-katanya, namun ia nampak tak berminat sama sekali. Ia hanya berdiri dan meninggalkannya. Seto menatap tak percaya. Yui kemudian menanyakan sesuatu, dan Seto dengan cepat menjawab, agar tak terjadi kesalahpahaman. Ia juga ingin tahu apa yang dipikirkan oleh Okumura ketika Yui berbicara.

Kemudian, sore itu saat latihan batting, rumor terjadi sesuatu pada Sawamura selama latihan di bullpen dan membutuhkan Okumura untuk menemaninya ke ruang kesehatan sampai ke telinganya. Kapten benar-benar sadis hingga memaksa Koushuu untuk pergi dengannya. Mungkin berniat mendamaikan mereka? Seto pun juga menyusul setelah mendapat izin untuk menghindari hal-hal tak diinginkan terjadi. Bagaimanapun temannya itu sedang dalam kondisi yang tak bagus, diliputi aura aneh.

"Koushuu!" ia berlari menyusul. "Kudengar sesuatu terjadi pada Sawamura-senpai, apakah dia baik-baik saja?"

"Cuma flu." jawaban meluncur sembari empunya berjalan ke lapangan. "Tak ada yang perlu dicemaskan."

"Oh." Seto harus menahan diri meski tak yakin apa yang harus ia tanyakan.

"Jadi, apa yang terjadi? Kau nampak sumringah."

Seto paham ketika Koushuu memilih tak menjawab, ia harus berhenti, dan ia mengerti bahwa sesuatu pasti telah terjadi, karena tidak mungkin temannya mengeluarkan aura bahagia tanpa penyebab.


"Kau ingin menggenggam seluruh dunia di tanganmu." adalah respon Kuramochi, Miyuki tertawa.

"Akulah kaptennya, jadi tanggung jawabku agar semuanya akur." Miyuki menekan tombol agar kopi yang ia pilih jatuh ke dasar vending machine.

Kuramochi mendengus.

"Kupikir karena kau ingin lari dari tanggung jawabmu." Miyuki tertawa lagi, wajahnya bercahaya mencurigakan.

"Oh, begitu menurutmu?"

"Kau yang paling buruk!"

Miyuki tak mengatakan apapun lagi saat menenggak kopinya. Rasanya pahit, seperti kejadian tadi.

Okumura kembali ke bullpen dengan sosok yang berbeda. Di matanya tak lagi kosong, ada sesuatu yang bersinar. Apakah Sawamura mengatakan sesuatu? Ya, taulah bagaimana mulut besarnya mungkin dapat memenuhi harapan adik kelasnya. Itulah Sawamura, dapat membangkitkan sesuatu dari sisi lain. Itu terjadi padanya, Furuya, dan kali ini bisa saja Okumura. Kala itu ia adalah orang yang paling ingin tahu apa isi pikiran yang lebih muda, dan mengetahui apa perkataan yang mempengaruhinya -bertanya langsung adalah opsi buruk. Ia lebih tertarik ingin mengakrabkan keduanya dalam hubungan yang lebih baik.

Musim panas ini yang terakhir untuknya, dan ia melihat potensi Koushuu, ia yakin anak itu akan dipromosikan ke lapis pertama. Sawamura membutuhkan semua catcher bersamanya, karena ia lebih tahu daripada siapapun bahwa kompetisi antara Sawamura dan Furuya untuk titel ace akan terus berlangsung. Satu-satunya yang mengganggu hanyalah kontribusinya di Koshien.

Miyuki bercakap sedikit lama dengan Kuramochi sebelum mengganggu Asada dalam video game. Ia hanya bermalas-malasan dengan secangkir kopi hingga tandas isinya. Sekarang hampir tengah malam, tapi ia berpikir Okumura kehilangan staminanya. Untuk beberapa alasan, bocah itu mengusiknya dan ia tak mengerti. Tentu saja melihat matanya terisi sesuatu seperti kebahagiaan yang terpancar dari hatinya sangat menyenangkan, tapi tetap saja...

Miyuki mendapati pintunya terbuka, dan berasumsi teman sekamarnya ada di dalam.

"Aku datang." ia memanggil tanpa semangat sama sekali ke dalam. Fokus, ia malah melihat punggung Sawamura berdempet dengan tembok dan Okumura justru memojokkannya dengan tangan di sisi kepala pitcher tahun kedua itu. Mereka berdua saling bertatapan selama beberapa detik, sebelum mengetahui Miyuki memergoki.

"Huh?"


bersambung


terimakasih untuk Misaki Younna yang udah review XDD yuppss Koushuu ganteng2 tsun /GA. dan kalian semua yang baca ehehheheh #APA. Udah baca chapter 55 Act II? IHIY GANTENG ABIZ #ZRH

thanks for read

siluman panda